Journal Physical Health Recreation (JPHR) Volume 5 Nomor 4 . September 2025 https://jurnal. id/index. php/JP e-ISSN : 2747- 013X Systematic Literature Review: Perbandingan Metode Drills Tradisional dan Game-Based Learning pada Keterampilan Bola Basket Yonathan Alexander Barus1. Yolanda Kristiani Br Sitepu2. Winna Fitria Sari3. Gloria Elina Br Ginting4. Hakimuddin Ginting5. Raymond Julman Gulo6. Tri Haga Fa'omasi Gulo7 . onatankarokaro@gmail. com1, yolandasitepu455@gmail. Winnafitriasarisiregar@gmail. com3, gloriaelinab@gmail. com4, hakimuddinginting@gmail. raymondjulman@gmail. com6, trihaga95@gmail. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 1. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202412. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 3. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202414. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 5 . Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202416. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 7 Abstract. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas metode drills tradisional dan game-based learning dalam meningkatkan keterampilan bola basket siswa melalui systematic literature review. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan protokol PRISMA, menggunakan database Google Scholar. SCOPUS, dan repositori universitas Indonesia dengan rentang publikasi 20192025. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Indonesia yang terindeks SINTA, fokus pada pembelajaran PJOK, dan membandingkan kedua metode pembelajaran. Dari 180 artikel yang diidentifikasi awalnya, 15 artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih Hasil menunjukkan bahwa game-based learning memberikan peningkatan signifikan dalam aspek motivasi siswa . %), partisipasi aktif . %), dan keterampilan taktis . %), sedangkan metode drills tradisional lebih efektif dalam penguasaan teknik dasar . %) dan konsistensi gerakan . %). Integrasi kedua metode menunjukkan hasil optimal dengan peningkatan komprehensif pada seluruh aspek keterampilan bola basket. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metode drills tradisional dan gamebased learning memberikan hasil pembelajaran yang paling efektif untuk pengembangan keterampilan bola basket siswa secara holistik. Keywords: drills tradisional, game-based learning, keterampilan bola basket, systematic literature review. PJOK 1 Introduction Pembelajaran bola basket dalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan keterampilan siswa. Metode pembelajaran tradisional yang berfokus pada drilling dan pengulangan teknik dasar telah lama menjadi pendekatan konvensional dalam pelatihan bola basket, namun perkembangan pedagogik modern memperkenalkan pendekatan gamebased learning yang menekankan pembelajaran melalui situasi permainan nyata. Research gap yang teridentifikasi menunjukkan bahwa meskipun kedua metode pembelajaran memiliki keunggulan masing-masing, belum terdapat analisis komprehensif yang membandingkan efektivitas keduanya dalam konteks pembelajaran PJOK di Indonesia. Metode drills tradisional dikenal efektif dalam membangun fondasi teknik dasar yang solid, namun sering dikritik karena kurang kontekstual dan dapat menurunkan motivasi siswa. Sebaliknya, game-based learning terbukti meningkatkan engagement dan pemahaman taktis, tetapi memerlukan evaluasi lebih mendalam terkait efektivitasnya dalam penguasaan teknik dasar. Theoretical framework penelitian ini didasarkan pada Long Term Athletic Development (LTAD) yang menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pembelajaran motorik. Motor learning theory menunjukkan bahwa kombinasi practice conditions yang bervariasi dapat mengoptimalkan transfer keterampilan dari latihan ke situasi permainan. Cognitive load theory juga mendukung bahwa pembelajaran berbasis permainan dapat mengurangi beban kognitif berlebih sambil meningkatkan motivasi intrinsik siswa. Penelitian terdahulu oleh Hamidi . menunjukkan bahwa pengembangan model gamebased learning pada pembelajaran bola basket memberikan dampak positif terhadap keterampilan siswa. Hasil penelitian Damayanti . mengonfirmasi bahwa pendekatan psikologis melalui imagery dan mental training dapat meningkatkan keterampilan teknis bola Studi systematic literature review tentang inovasi teknologi dan pedagogis dalam pembelajaran bola basket menunjukkan transformasi signifikan dalam metode pembelajaran dengan peningkatan performa hingga 13% melalui pendekatan inovatif. Urgensi penelitian ini didorong oleh kebutuhan guru PJOK untuk mengoptimalkan pembelajaran bola basket, dimana 85% guru menyatakan bahwa kurikulum yang digunakan belum mengintegrasikan pembelajaran bola basket secara optimal, dan 80% guru mengalami keterbatasan pelatihan terkait pembelajaran berbasis permainan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah berupa rekomendasi evidence-based practice untuk optimalisasi pembelajaran bola basket dalam konteks PJOK Indonesia. 2 Method Penelitian ini menggunakan desain systematic literature review (SLR) dengan mengadopsi protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) untuk memastikan transparansi dan reproducibility penelitian. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis dan mensintesis temuan dari berbagai studi yang relevan dengan perbandingan metode drills tradisional dan game-based learning pada pembelajaran bola basket. Strategi Pencarian Literature: Pencarian systematical dilakukan menggunakan database digital meliputi Google Scholar. SCOPUS, dan repositori universitas di Indonesia dengan rentang publikasi 2019-2025. Search string yang digunakan adalah: ("drill tradisional" OR "traditional drill") AND ("game-based learning" OR "pembelajaran berbasis permainan") AND ("bola basket" OR "basketball") AND ("PJOK" OR "pendidikan jasmani"). Boolean operators dan controlled vocabulary diterapkan untuk memaksimalkan sensitivitas pencarian. Kriteria Inklusi: . Artikel penelitian berbahasa Indonesia yang terindeks SINTA atau jurnal . Fokus pada siswa sekolah menengah atau pembelajaran PJOK. Membandingkan atau menganalisis metode drills tradisional dan/atau game-based learning. Menyajikan data empiris atau hasil pembelajaran yang dapat diukur. Publikasi dalam rentang Kriteria Eksklusi: . Artikel review tanpa data primer. Penelitian pada atlet profesional atau tim kompetitif. Studi yang tidak fokus pada pembelajaran bola basket. Artikel tanpa metodologi penelitian yang jelas. Publikasi dalam bahasa selain Indonesia atau Inggris. Proses Seleksi: Tahap screening awal menggunakan aplikasi Harzing's Publish or Perish dan platform Covidence untuk filtering artikel berdasarkan judul dan abstrak. Dua peneliti independen melakukan assessment untuk mengurangi bias seleksi. Full-text review dilakukan pada artikel yang memenuhi kriteria screening dengan menggunakan checklist quality assessment berdasarkan Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Analisis Data: Data extraction dilakukan menggunakan form terstandarisasi yang mencakup karakteristik studi, metodologi, sampel, intervensi, dan outcome measures. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola temuan, dengan coding framework yang dikembangkan secara deduktif dan induktif. Triangulasi data dilakukan melalui cross-checking antar peneliti dan member checking untuk memastikan credibility hasil analisis. 3 Result Berdasarkan proses systematic literature review yang dilakukan, diperoleh 180 artikel pada pencarian awal, dimana setelah melalui tahapan screening dan quality assessment, 15 artikel memenuhi kriteria untuk analisis mendalam. Distribusi artikel menunjukkan 8 artikel membahas metode drills tradisional, 4 artikel fokus pada game-based learning, dan 3 artikel membandingkan kedua metode secara langsung. Karakteristik Studi: Mayoritas penelitian . %) dilakukan pada siswa SMP dengan rentang usia 12-15 tahun, sedangkan 27% melibatkan siswa SMA. Durasi intervensi bervariasi antara 6-12 minggu dengan frekuensi pembelajaran 2-3 kali per minggu. Semua studi menggunakan desain quasi-experimental atau action research dengan pre-test dan post-test measurement. Efektivitas Metode Drills Tradisional: Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa metode drills tradisional memberikan peningkatan signifikan pada aspek teknik dasar dengan rata-rata improvement 81% untuk shooting accuracy, 76% untuk dribbling consistency, dan 78% untuk passing precision. Penelitian Ibrahim . menunjukkan bahwa latihan drill memberikan peningkatan keterampilan passing futsal sebesar 75,75%, yang dapat dianalogikan dengan pembelajaran bola basket. Keunggulan metode ini terletak pada struktur pembelajaran yang sistematis dan fokus pada refinement teknik fundamental. Efektivitas Game-Based Learning: Analisis terhadap studi game-based learning menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek motivasi pembelajaran . %), partisipasi aktif siswa . %), dan pemahaman taktis permainan . %). Penelitian Febriana . mengonfirmasi bahwa pendekatan bermain bola basket meningkatkan minat aktivitas fisik siswa secara substansial. Game-based approach juga menunjukkan superioritas dalam mengembangkan decision-making skills dan situational awareness dalam konteks permainan. Perbandingan Langsung: Tiga studi yang membandingkan kedua metode secara langsung menunjukkan hasil yang konsisten. Metode drills tradisional lebih unggul dalam aspek technical proficiency . ffect size: d = 1. , sedangkan game-based learning lebih efektif untuk tactical understanding . ffect size: d = 1. dan student engagement . ffect size: d = 1. Kombinasi kedua metode menunjukkan hasil optimal dengan comprehensive improvement pada seluruh aspek pembelajaran. Faktor Moderator: Analisis subgroup mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas kedua metode. Siswa dengan skill level rendah menunjukkan respon lebih baik terhadap drills tradisional, sementara siswa advanced lebih benefit dari game-based approach. Durasi sesi pembelajaran optimal untuk drills adalah 30-40 menit, sedangkan game-based learning efektif dalam sesi 45-60 menit. 4 Discussion Temuan systematic literature review ini mengonfirmasi hipotesis bahwa kedua metode pembelajaran memiliki keunggulan komparatif dalam aspek pembelajaran yang berbeda. Superioritas metode drills tradisional dalam pengembangan teknik dasar sejalan dengan motor learning theory yang menekankan pentingnya blocked practice dalam tahap awal skill Pengulangan sistematis dalam drills memungkinkan pembentukan motor programs yang stabil dan konsisten, yang merupakan fondasi essential untuk performa bola basket yang Keunggulan game-based learning dalam aspek motivasi dan tactical understanding dapat dijelaskan melalui self-determination theory dan situated learning theory. Konteks permainan yang authentic memberikan autonomous experience dan competence satisfaction yang meningkatkan intrinsic motivation siswa. Selain itu, pembelajaran dalam situasi game-like conditions memfasilitasi transfer yang lebih efektif dari practice ke performance situations, sesuai dengan prinsip specificity of learning. Temuan bahwa kombinasi kedua metode memberikan hasil optimal mendukung konsep pedagogi komplementer dalam pendidikan olahraga. Fase awal pembelajaran dapat dimulai dengan latihan tradisional untuk membangun landasan teknis, kemudian berlanjut ke aktivitas berbasis permainan untuk mengembangkan kesadaran taktis dan keterampilan pengambilan Pendekatan hybrid ini mengakomodasi beragam gaya belajar dan kecerdasan majemuk siswa. Implikasi Praktis: Hasil penelitian memberikan beberapa implikasi praktis bagi guru PJOK. Pertama, penerapan pendekatan periodik dimana latihan tradisional mendominasi fase pembelajaran awal, diikuti dengan transisi bertahap ke aktivitas berbasis permainan. Kedua, penggunaan permainan yang dimodifikasi dan permainan sisi kecil dapat menjadi jembatan antara latihan latihan dan situasi permainan penuh. Ketiga, metode penilaian harus komprehensif, mencakup keterampilan teknis, pemahaman taktis, dan hasil afektif. Kontribusi Ilmiah: Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan dalam pedagogi olahraga dengan menyediakan kerangka kerja berbasis bukti untuk optimalisasi pembelajaran bola basket. Meta-analisis yang dilakukan juga memberikan perkiraan ukuran efek yang dapat digunakan untuk perhitungan ukuran sampel dalam penelitian di masa depan. Tinjauan sistematis ini juga mengidentifikasi kesenjangan dalam sastra Indonesia yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Studi Keterbatasan: Beberapa batasan perlu diakui dalam interpretasi hasil. Pertama, variabilitas dalam ukuran hasil antar studi membuat meta-analisis kuantitatif menjadi menantang. Kedua, sebagian besar penelitian memiliki ukuran sampel yang relatif kecil dan periode intervensi yang Ketiga, bias publikasi mungkin terjadi karena dominasi hasil positif dalam publikasi. Keempat, faktor budaya dan kontekstual dalam setting Indonesia mungkin mempengaruhi generalisasi temuan dalam konteks lain. 5 Conclusion Tinjauan literatur sistematis ini memberikan bukti empiris bahwa metode latihan tradisional dan pembelajaran berbasis permainan memiliki keunggulan komplementer dalam pembelajaran bola basket. Metode latihan tradisional terbukti unggul dalam pengembangan kecakapan teknis dan konsistensi gerak, sedangkan pembelajaran berbasis permainan unggul dalam meningkatkan motivasi siswa, pemahaman taktis, dan transfer pembelajaran. Kombinasi strategi kedua metode melalui pendekatan periodik memberikan hasil pembelajaran yang paling komprehensif dan efektif. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan meliputi: . Melakukan studi longitudinal dengan tindak lanjut jangka panjang untuk mengukur efek retensi. Menyelidiki rasio optimal antara aktivitas berbasis latihan dan permainan dalam fase pembelajaran yang berbeda. Mengeksplorasi perbedaan variabel individual yang dapat memoderasi efektivitas kedua . Mengembangkan alat penilaian terstandar untuk mengukur hasil multidimensi dalam pembelajaran keterampilan bola basket. Meneliti efektivitas biaya dan kelayakan implementasi di berbagai lingkungan sekolah. Temuan implementasi penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bola basket dalam konteks PJOK Indonesia, dengan penekanan pada praktik berbasis bukti yang mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang beragam dan berbagai tujuan pembelajaran dalam pendidikan olahraga. References