Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 333-343 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Wisata Halal di Sabang The Role of Information and Communication Technology in Halal Tourism in Sabang Amru Yasir1*. Budiman Purba2, 1Teknologi Informasi. Universitas Dharmawangsa 2Ilmu Komunikasi. Universitas Dharmawangsa amruyasir@dharmawangsa. id1*, bepe@dharmawangsa. Abstrak Pengembangan wisata halal di Sabang. Aceh, merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya tarik pariwisata berbasis nilai Islami di Indonesia. Sabang memiliki potensi besar dengan keindahan alam, budaya Islami yang kuat, serta penerapan syariat yang mendukung kenyamanan wisatawan Muslim. Dalam era digital, peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi faktor kunci untuk memperluas jangkauan promosi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat citra destinasi halal. Melalui pemanfaatan media sosial, aplikasi wisata halal, sistem reservasi online, serta platform digital UMKM, wisata halal di Sabang dapat dipromosikan secara efektif kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran TIK dalam mendukung pengembangan wisata halal di Sabang, dengan pendekatan pengabdian kepada masyarakat melalui observasi lapangan, wawancara, dan pelatihan Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi komunikasi digital dan teknologi informasi mampu meningkatkan partisipasi masyarakat lokal, memperluas akses pasar, serta memperkuat ekosistem pariwisata halal. Dengan demikian. TIK tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal. Keywords: Wisata halal. Sabang, teknologi informasi, komunikasi digital, pariwisata Islami. Abstract The development of halal tourism in Sabang. Aceh, is a crucial strategy for increasing the appeal of Islamic-based tourism in Indonesia. Sabang boasts significant potential, thanks to its natural beauty, strong Islamic culture, and the implementation of sharia law, which supports the comfort of Muslim tourists. In the digital era, information and communication technology (ICT) plays a key role in expanding promotional reach, improving service quality, and A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 333-343 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 strengthening the image of halal destinations. Through the use of social media, halal tourism apps, online reservation systems, and digital platforms for MSMEs, halal tourism in Sabang can be effectively promoted to both domestic and international tourists. This article aims to analyze the role of ICT in supporting halal tourism development in Sabang, using a community service approach through field observations, interviews, and digital training. The study results indicate that the integration of digital communication and information technology can increase local community participation, expand market access, and strengthen the halal tourism ecosystem. Thus. ICT serves not only as a promotional tool but also as an instrument for community empowerment and strengthening the local economy. Keywords: Halal tourism. Sabang, information technology, digital communication. Islamic PENDAHULUAN Sabang, sebuah kota yang terletak di Pulau Weh. Provinsi Aceh, merupakan destinasi wisata yang memiliki posisi strategis sebagai ujung barat Indonesia. Keindahan alam yang dimiliki Sabang, mulai dari pantai berpasir putih, taman laut yang kaya biodiversitas, hingga panorama pegunungan yang menawan, menjadikannya salah satu magnet wisata yang potensial. Selain kekayaan alam. Sabang juga memiliki keunggulan budaya yang khas, yakni penerapan syariat Islam yang telah menjadi identitas masyarakat Aceh. Hal ini memberikan nilai tambah dalam pengembangan wisata halal, sebuah konsep pariwisata yang kini semakin mendapat perhatian di tingkat nasional maupun global. Wisata halal tidak hanya terbatas pada penyediaan makanan dan minuman yang sesuai dengan ketentuan syariat, tetapi juga mencakup aspek yang lebih luas, seperti ketersediaan fasilitas ibadah, lingkungan yang bersih, serta suasana yang mendukung kenyamanan wisatawan Muslim. Konsep ini sejalan dengan tren global pariwisata halal yang terus berkembang. Menurut laporan Global Muslim Travel Index (GMTI). Indonesia menempati posisi teratas sebagai destinasi wisata halal dunia. , sehingga pengembangan Sabang sebagai destinasi halal akan memperkuat posisi Indonesia dalam peta pariwisata internasional Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, pengembangan wisata halal di Sabang tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui keterlibatan masyarakat dalam penyediaan layanan halal, seperti kuliner, akomodasi, transportasi, dan produk UMKM, wisata halal dapat menjadi instrumen penting A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 333-343 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus melestarikan budaya Islami. Selain itu, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi faktor kunci dalam mendukung promosi dan pengelolaan destinasi wisata halal. Pemanfaatan media sosial, aplikasi wisata halal, sistem reservasi online, serta platform digital UMKM dapat memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan kualitas layanan. Komunikasi digital yang efektif juga berperan dalam membangun citra positif Sabang sebagai destinasi halal yang ramah, modern, dan berdaya saing. Dengan demikian, integrasi antara potensi alam, budaya Islami, dan teknologi informasi menjadi kunci keberhasilan pengembangan wisata halal di Sabang. Lebih jauh, strategi komunikasi digital melalui media sosial seperti Instagram. YouTube, dan TikTok dapat digunakan untuk menampilkan keindahan Sabang dengan narasi halal yang kuat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menekankan bahwa promosi berbasis nilai Islami mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan Muslim terhadap destinasi. Di sisi lain, teknologi informasi seperti aplikasi wisata halal dan sistem reservasi online memberikan kemudahan bagi wisatawan. dalam mengakses informasi, melakukan pemesanan, dan memastikan kenyamanan perjalanan sesuai prinsip halal. Dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah, kolaborasi masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital. Sabang memiliki peluang besar untuk menjadi ikon wisata halal Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan wisata halal berbasis komunikasi dan teknologi informasi tidak hanya relevan dengan kebutuhan wisatawan Muslim, tetapi juga menjadi strategi berkelanjutan dalam meningkatkan daya saing pariwisata nasional. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mendukung pengembangan wisata halal di Sabang melalui pendekatan komunikasi dan teknologi informasi. Tahapan pelaksanaan meliputi beberapa langkah berikut: Observasi Lapangan Tim melakukan observasi langsung ke beberapa destinasi wisata halal di Sabang, seperti: A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 333-343 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Pantai Iboih dengan destinasi snorkeling dan diving dengan fasilitas ibadah di sekitar lokasi. Pantai Sumur Tiga: pantai berpasir putih dengan penginapan dan restoran Monumen Nol Kilometer Indonesia: ikon nasional sekaligus destinasi Pulau Rubiah: taman laut konservasi dengan potensi wisata halal berbasis Observasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi, kendala, serta kebutuhan masyarakat lokal dalam mendukung wisata halal. Wawancara dengan Pelaku Wisata Lokal Dilakukan wawancara dengan Pemilik homestay dan penginapan halal. Pengusaha kuliner halal. Pemandu wisata lokal, dan Aparat desa dan tokoh Data wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku wisata sudah memahami konsep halal, namun masih membutuhkan dukungan dalam hal promosi digital dan pengelolaan layanan berbasis teknologi. Pengumpulan Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari instansi terkait, antara lain: Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh: jumlah kunjungan wisatawan ke Sabang tahun 2024 mencapai A120. 000 orang, dengan 65% wisatawan domestik dan 35% mancanegara. Dinas Pariwisata Kota Sabang: mencatat peningkatan minat wisata halal sebesar 20% dalam dua tahun terakhir . Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekra. menetapkan Aceh sebagai salah satu destinasi prioritas wisata halal nasional . Tabel 1. Hasil Data Sekunder Wisata Halal Sabang Instansi Sumber Data Hasil Data Penjelasan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Data menunjukkan tingginya minat wisatawan terhadap Jumlah kunjungan Sabang. Dari total kunjungan, wisatawan ke Sabang tahun 2024 mencapai A120. mancanegara, menandakan potensi pasar internasional yang cukup besar. A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 333-343 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas Instansi Sumber Data Dinas Pariwisata Kota Sabang e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Hasil Data Penjelasan 65% wisatawan domestik, 35% Proporsi ini memperlihatkan dominasi wisatawan lokal, namun wisatawan asing juga signifikan sehingga perlu strategi promosi global. Tren positif ini menunjukkan Peningkatan minat bahwa wisata halal semakin wisata halal sebesar diminati. Hal ini sejalan 20% dalam dua 2023-2024 Muslim akan destinasi ramah Menetapkan Aceh Kementerian Pariwisata dan sebagai salah satu Ekonomi Kreatif destinasi prioritas wisata halal (Kemenparekra. Penetapan ini memberikan dukungan kebijakan dan peluang pengembangan lebih lanjut, termasuk promosi nasional dan internasional Analisis Singkat dari tabel diatas sebagai berikut : Jumlah kunjungan wisatawan yang tinggi (A120. 000 oran. menjadi indikator kuat bahwa Sabang memiliki daya tarik besar. Peningkatan minat wisata halal 20% menunjukkan tren positif yang perlu terus dikembangkan dengan komunikasi dan teknologi informasi. Jadi, peningkatan minat wisata halal sebesar 20% tercatat dalam kurun waktu 2023 hingga 2024, dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya . 1Ae Jumlah kunjungan wisatawan ke Sabang tahun 2024 tercatat A120. Peningkatan minat wisata halal sebesar 20% dalam dua tahun terakhir berarti tren tersebut terjadi pada periode 2023Ae2024 jika merujuk ke data A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 333-343 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Penetapan Aceh sebagai destinasi prioritas halal memperkuat posisi Sabang dalam peta pariwisata halal nasional dan membuka peluang dukungan kebijakan serta investasi. Implementasi Media Komunikasi Digital dan Teknologi Informasi Tim melaksanakan kegiatan berupa: Pelatihan penggunaan media sosial (Instagram. Facebook. TikTok. YouTub. untuk promosi destinasi halal. Pembuatan konten promosi digital berupa foto, video, dan artikel tentang wisata halal Sabang. Pengembangan prototipe aplikasi wisata halal yang berisi informasi lokasi masjid, restoran halal, penginapan halal, serta jadwal kegiatan wisata. Platform digital UMKM halal untuk memasarkan produk lokal seperti kuliner khas Aceh, kerajinan tangan, dan oleh-oleh halal. Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dilakukan dengan mengukur: Tingkat partisipasi masyarakat dalam pelatihan (A50 peserta dari berbagai sektor wisat. Peningkatan interaksi digital . kun media sosial destinasi meningkat 30% dalam 3 bula. Uji coba aplikasi wisata halal oleh wisatawan lokal dan mancanegara. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa Sabang memiliki sejumlah destinasi unggulan yang mendukung konsep wisata halal: Pantai Iboih terkenal dengan keindahan bawah laut, menjadi lokasi favorit snorkeling dan diving. Fasilitas ibadah tersedia di sekitar lokasi sehingga wisatawan Muslim merasa nyaman. Air laut jernih dengan wisatawan snorkeling, latar belakang pepohonan tropis. A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 333-343 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Gambar 1. Pantai Iboih Pantai Sumur Tiga pantai berpasir putih dengan suasana tenang, dilengkapi penginapan dan restoran halal. hamparan pasir putih dengan gazebo dan restoran halal di tepi pantai Gambar 2. Pantai Sumur Tiga Monumen Nol Kilometer Indonesia ikon nasional sekaligus destinasi religi, menjadi simbol geografis dan spiritual. Tugu ikonik dengan tulisan AuKilometer Nol IndonesiaAy, ramai dikunjungi wisatawan. Gambar 3. Monumen Nol Kilometer Indonesia Pulau Rubiah taman laut konservasi dengan ekosistem terumbu karang yang indah, cocok untuk wisata halal berbasis alam. panorama laut biru dengan kapal wisata dan taman laut konservasi. A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 333-343 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Gambar 4. Pulau Rubiah taman laut Strategi komunikasi digital terbukti efektif dalam memperkenalkan wisata halal Sabang. Promosi melalui Instagram. TikTok, dan YouTube menampilkan keindahan alam dengan narasi halal. Kolaborasi dengan influencer Muslim memperluas jangkauan promosi hingga ke mancanegara. Materi promosi multibahasa juga membantu menjangkau wisatawan internasional. Teknologi informasi menjadi tulang punggung pengembangan wisata halal. Beberapa inovasi yang diimplementasikan antara lain: Aplikasi wisata halal yang menyediakan informasi lokasi masjid, restoran halal, dan penginapan. Gambar 1. Aplikasi Wisata Halal Sistem reservasi online untuk akomodasi dan transportasi halal. A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 333-343 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Gambar 2. Sistem reservasi online IoT dan sensor untuk monitoring kebersihan destinasi. Gambar 3. IoT dan sensor untuk monitoring kebersihan destinasi Platform digital UMKM halal . yang memasarkan produk lokal seperti kuliner khas Aceh dan kerajinan tangan. A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 333-343 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Gambar 4. Platform digital UMKM halal Program pengabdian masyarakat ini memberikan dampak nyata yaitu : Peningkatan ekonomi lokal melalui usaha kuliner halal, homestay, dan Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata. Pelestarian budaya Islami sebagai identitas lokal. Peluang kerja baru di sektor pariwisata halal dan digitalisasi UMKM. KESIMPULAN Pengembangan wisata halal di Sabang melalui pendekatan komunikasi dan teknologi informasi terbukti memberikan dampak positif yang signifikan, baik dalam aspek promosi destinasi maupun pemberdayaan masyarakat lokal. Dengan memanfaatkan media sosial, aplikasi wisata halal, sistem reservasi online, serta platform digital UMKM. Sabang mampu memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan kualitas layanan wisata yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Strategi digital yang diterapkan tidak hanya memperkuat citra Sabang sebagai destinasi ramah Muslim, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis halal. Inovasi teknologi seperti pemantauan kebersihan berbasis IoT dan digitalisasi produk lokal turut mendukung terciptanya ekosistem wisata yang berkelanjutan dan Dengan sinergi antara potensi alam, budaya Islami, dan kemajuan teknologi informasi. Sabang memiliki modal kuat untuk menjadi ikon wisata halal nasional yang kompetitif di tingkat global . Oleh karena itu, pendekatan berbasis TIK dalam pengembangan wisata halal tidak hanya relevan, tetapi juga strategis dalam mewujudkan visi pariwisata Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berbasis nilai-nilai keislaman. DAFTAR PUSTAKA