PENGARUH APLIKASI PERENDAMAN GIBBERELIN TERHADAP AKSELERASI PERKECAMBAHAN DAN PEMECAHAN DORMANSI BENIH ALBASIA (Albizia falcataria L. Robby Falentino* Dan Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani. RINGKASAN Proses pembibitan albasia sering terbentur berbagai masalah, yang salah satunya adalah daya perkecambahan benih albasia yang relatif rendah, karena kulit biji albasia memiliki tekstur yang liat, padat dan kuat sehingga menyulitkan proses imbibisi untuk pemecahan masa dormansi benih yang berkaitan erat dengan proses inisiasi perkecambahan. Hal ini menyebabkan daya kecambah benih Albasia kurang dari 50%. Implikasi masalah ini adalah benih tersebut mati dan harus diganti dengan menyemai benih baru sehingga mengakibatkan pemborosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi perendaman Gibberelin terhadap aksellerasi perkecambahan dan pemecahan dormansi albasia dengan menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Konsentrasi Gibberelin yang diberikan pada pembibitan adalah sebagai berikut: A = 0 ppm B = 200 ppm C = 250 ppm D = 300 ppm E = 350 ppm F = 400 ppm. Hasil menunjukan bahwa pengaruh perendaman ZPT Giberelin berpengaruh nyata dalam memecahkan masa dormansi, mempercepat perkecambahan, inisiasi kemunculan daun dan tinggi bibit. Konsentrasi 300 ppm larutan giberelin memberikan hasil optimal dalam mematahkan masa dormansi, mempercepat inisiasi kemunculan organ-organ penting dan pertumbuhan vegetatif. Kata kunci: Giberelin. Albasia. ABSTRACT Albizia breeding process by farmers often hit various problems, one of which is the albizia seed germination are relatively low, because the seed coat albizia has a clay texture, dense and strong that complicate the process for solving imbibisi seed dormancy period which is closely related to the initiation This leads to germination of seeds Albasia less than 50%. This experiment were made using Complete Random Formula (RAL) with six parameter and six replication. The concentration Pengaruh Aplikasi Perendaman Gibberelin Terhadap Akselerasi Perkecambahan dan Pemecahan Dormansi Benih Albasia (Albizia falcataria l. Robby Falentino. SP dan Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani. MP of Gibberelic acid applied into the seedling is as follow: A = 0 ppm. B = 200 ppm. C = 250 ppm. D = 300 ppm. E = 350 ppm. F = 400 ppm The results shows that the interactions of Gibberelic acid immersion were significantly increasing breaking dormant period rate of Albazia, seedling acceleration, leaf sprouting rate, height and fresh The 300 ppm of Gibberelic Acid concentration were gives the best results in breaking the dormant period, increasing the initial seedling and various organs in vegetative phase. Key word : Giberelic Acid. Albazia. PENDAHULUAN Pohon Albasia merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai Kayu albasia digunakan sebagai bahan baku pembuatan peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam kontruksi, industri korek api, pensil, papan partikel, bahan baku industri pulp kertas dan lain Daun Albasia, merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dan kambing menyukai daun Albasia tersebut (Lablink. id, 2. Proses pembibitan albasia oleh para petani sering terbentur berbagai masalah, yang salah satunya adalah daya perkecambahan benih albasia yang relatif rendah, karena kulit biji albasia memiliki tekstur yang liat, padat dan kuat sehingga menyulitkan proses imbibisi untuk pemecahan masa dormansi benih yang berkaitan erat dengan proses inisiasi perkecambahan. Hal ini menyebabkan daya kecambah benih Albasia kurang dari 50%. Implikasi masalah ini adalah benih tersebut mati dan harus diganti dengan menyemai benih baru sehingga mengakibatkan pemborosan. Usaha yang dapat dilakukan perkecambahan dan dormansi albasia diperlakukan dengan asam kuat seperti asam sulfat, asam nitrat dengan konsentrasi pekat sehingga membuat kulit biji menjadi lebih lunak dan dapat dilalui oleh air dengan mudah. Bahan kimia lain yang sering digunakan adalah hidrochlorit, potassium nitrat dan Thiourea. Selain itu dapat juga digunakan hormon tumbuh antara lain: sitokinin, gibberelin. Menurut Wuryani . Gibberelin mempercepat munculnya akar pada tanaman anggrek. Menurut Wattimena . Auxin Endogen mendorong pembentukan akar dan stek tanaman. Berdasarkan referensi tersebut diatas, salahsatu solusi untuk pembenihan albasia adalah memberi perlakuan pada benih dengan asam kuat atau hormon tumbuh. Tetapi sampai dengan saat ini belum ada formulasi yang tepat sehingga dapat dijadikan rekomendasi. Oleh karena itu akan dilakukan penelitian tentang Pengaruh Aplikasi Perendaman Gibberelin Terhadap Akselerasi Perkecambahan dan Pemecahan Dormansi Benih Albasia (Albizia falcataria l. Robby Falentino. SP dan Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani. MP pengaruh Gibberelin pemecahan dormansi benih albasia (Albizia falcataria L. Tujuan Penelitian Dari penelitian ini ada beberapa hal yang ingin diketahui: Pengaruh perendaman benih dengan Gibberelin terhadap perkecambahan bibit albasia. Pengaruh perendaman benih Gibberelin terhadap tinggi bibit. Pengaruh perendaman benih Gibberelin kemunculan daun dalam satu . Pengaruh perendaman benih dengan Gibberelin terhadap bobot segar bibit albasia. Pendugaan model matematis Gibberelin optimal terhadap pemecahan dormansi dan perkecambahan. Rancangan Percobaan Penelitian rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) perlakuan dan empat ulangan. Konsentrasi Gibberelin yang diberikan pada pembibitan adalah sebagai A = 0 ppm B = 200 ppm C = 250 ppm D = 300 ppm E = 350 ppm F = 400 ppm Dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, terdapat 24 kombinasi. Setiap ulangan terdiri dari satu liter air dengan satu konsentrasi larutan Gibberelin dan 10 polybag benih albasia. Sehingga jumlah benih yang digunakan untuk pembibitan sebanyak 240 unit polybag. BAHAN DAN METODE Alat dan Bahan Dalam pelaksanaan penelitian alat yang digunakan antara lain adalah cangkul, ember, karung plastik, kertas label, penggaris, gembor, polybag, gelas ukur, alat tulis, timbangan digital, open, kamera digital dan lain-lain. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih albasia varietas lokal dari daerah kabupaten Cianjur yang umum digunakan dan tersedia dengan mudah di toko pertanian dan penyuplai pupuk. Gibberelin tablet, tanah, furadan, dan sekam bakar. Gambar 1. Larutan Gibberelin HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil perendaman benih albasia memberikan pengaruh yang signifikan dalam Pengaruh Aplikasi Perendaman Gibberelin Terhadap Akselerasi Perkecambahan dan Pemecahan Dormansi Benih Albasia (Albizia falcataria l. Robby Falentino. SP dan Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani. MP konsentrasi tertentu yakni 300 ppm. Hal ini juga mengindikasikan bahwa konsentrasi yang lain memiliki sifat dis-responsif pertumbuhan bibit albasia, dimana terlalu sedikit konsentrasi giberelin . mengakibatkan kurangnya tingkat akselerasi pertumbuhan dan apabila terlalu berlebihan . cenderung menurun. Tabel 1. Tabel persentase kemunculan *Sumber : Data Primer . Pengaruh Gibberelin dormansi pada hari pertama masih belum terlihat adanya sesuatu yang Hal ini dikarenakan kriteria pengambilan data adalah kecambah yang muncul kepermukaan. Akan tetapi pada periode ini sebetulnya benih albasia sudah ada yang mulai berkecambah seperti terlihat dari benih kecambah yang tersebar pada tanah Gambar 2. Kemunculan Kecambah Hari Pertama Perendaman Gibberelin berpengaruh sangat nyata terhadap pemecahan dormansi pada hari kedua. Dalam hasil pengamatan dapat dilihat bahwa perlakuan Gibberelin dengan konsentrasi 300 ppm memberikan pengaruh nyata terhadap akselerasi Perlakuan Giberelin memberikan pengaruh yang optimal Hasil ini berbeda nyata dengan kontrol dan konsentrasi maksimum 400 ppm yang kurang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap akselerasi perkecambahan. Perlakuan 300 ppm ini berpengaruh sangat nyata dibandingkan perlakuan lainya dengan nilai F 12. 97 dan nilai P (P. Valu. Kusnandar . , mengemukakan bahwa setiap koefisisen dengan nilai lebih kecil dari 05 angka ini dinyatakan berbeda nyata atau signifikan. Diduga peranan gibberelin secara eksogen dapat Pengaruh Aplikasi Perendaman Gibberelin Terhadap Akselerasi Perkecambahan dan Pemecahan Dormansi Benih Albasia (Albizia falcataria l. Robby Falentino. SP dan Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani. MP Persentase Kemunculan Kecambah Persentase membantu memecahkan dormansi dan memacu perkecambahan benih albasia. Menurut BIOMA . Efek giberelin tidak hanya mendorong perpanjangan batang, tetapi juga perkembangan tumbuhan seperti halnya auksin. Pada beberapa tanaman dormansi tunas-tunas serta biji. Hari Ke-2 Hari Ke-3 Hari Ke-4 Konsentrasi Gambar 2. Grafik Pengaruh Giberelin Terhadap Persentase Kemunculan Kecambah Tinggi Bibit Albasia Pengaruh gibberelin pada parameter tinggi bibit memberikan pengaruh nyata seperti yang tersaji pada Tabel 2. Tabel 2. Pengaruh Giberelin Terhadap Tinggi Bibit Albasia Gambar 3. Kemunculan kecambah hari ke-2 Pada Hari ke-3 pengaruh memberikan pengaruh nyata pada hari ke tiga, hal ini didasari karena persentase kemunculan kecambah pada periode ini masih sangat tinggi pada benih yang diberikan perlakuan Seperti hari sebelumnya perlakuan D 300 ppm memberikan pengaruh palig nyata. *Sumber : Data Primer . Tabel diatas menunjukan bahwa respon perendaman Giberelin terhadap benih albasia dengan konsentrasi 300 ppm memberikan hasil optimum dan dapat meningkatkan tinggi bibit albasia. Perlakuan 300 ppm dibandingkan perlakuan lainya dengan nilai F 40,06 dan nilai koefisien P Pengaruh Aplikasi Perendaman Gibberelin Terhadap Akselerasi Perkecambahan dan Pemecahan Dormansi Benih Albasia (Albizia falcataria l. Robby Falentino. SP dan Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani. MP (P. Valu. Diduga peranan gibberelin secara eksogen pertumbuhan albasia pada kadar Hal ini disebabkan pertumbuhan dan perkembangan batang atau tanaman tergantung pada tingkat tersedianya meristem, hasil asimilasi, hormon dan substansi pertumbuhan lainnya, serta lingkungan yang mendukung. tanaman dalam jumlah terbatas. Pemberian senyawa-senyawa sintetik tersebut akan mengubah keseimbangan hormon dalam tanaman sehingga menimbulkan sesuatu respon tertentu . inggi tanama. ZPT dengan Pengaruh Perendaman Gibberelin Terhadap Tinggi Bibit Albasia Tinggi . Hari ke-4 Hari ke-8 Hari ke-12 Konsentrasi . Gambar 3. Grafik Respon Pengaruh Giberelin Terhadap Tinggi Bibit. Grafik di atas menunjukan bahwa perlakuan giberelin pada benih albasia memberikan pengaruh secara eksogen dalam meningkatkan tinggi bibit hingga mencapai 6,64 cm pada respon perlakuan 300 ppm giberelin dalam hari ke 14 bibit setelah tanam. Sementara kontrol kurang memberikan pertumbuhan dimana hanya mencapai 4,27 cm pada hari ke tiga. Manurung mengemukakan bahwa pertumbuhan tanaman secara alami dikendalikan oleh hormon endogen yang tersedia dalam Gambar 6. Perbandingan Respon Perlakuan Gibberelin Bobot Segar Hasil penelitian menunjukan rata-rata keseluruhan bibit albasia pada setiap perlakuan berkisar antara 0,54 gram sampai dengan 0,65 gram, sedangkan total rata-rata adalah 0,62 gram (Lampira. Hasil uji statistik rata-rata menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada perlakuan E . dengan nilai F 28,67 pada taraf 0,00 . ibawah 0,. Tabel 7 menyajikan data pengaruh Giberelin yang terdapat pada bibit albasia. Pengaruh Aplikasi Perendaman Gibberelin Terhadap Akselerasi Perkecambahan dan Pemecahan Dormansi Benih Albasia (Albizia falcataria l. Robby Falentino. SP dan Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani. MP Tabel 3. Pengaruh Giberelin Terhadap Bobot Segar Bibit Albasia Bobot Segar . Pengaruh perendaman Giberelin terhadap Bobot Segar Albasia 0,07 0,06 0,05 0,04 0,03 0,02 0,01 Konsentrasi *Sumber : Data Primer . Dari tabel 3 diatas, ternyata hasil analisis statistik pada parameter bobot segar bibit albasia dinyatakan bahwa perlakuan E . dan A . mendapatkan respon signifikan dari perlakuan lainya. Bobot segar pada bibit albasia diduga karena ZPT peningkatan tinggi bibit, pada saat yang sama biomasa bibit juga bertambah, dengan demikian akan mendorong peningkatan bobot segar bibit albasia. Salisbury dan Ross . , mengemukakan bahwa ZPT berperan dalam memacu pembesaran sel maka ukuran vakuola-vakuola menjadi besar penyerapan air dalam jumlah besar oleh sel. Peningkatan volume sel akan meningkatkan bobot segar tanaman. Gambar 4. Grafik pengaruh Giberelin terhadap bobot segar bibit albasia KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil observasi subjek di lapangan maupun hasil analisis statistik ZPT Giberelin berpengaruh nyata dalam memecahkan perkecambahan, inisiasi kemunculan daun dan tinggi bibit. Konsentrasi 300 ppm larutan giberelin memberikan hasil optimal dalam mematahkan masa kemunculan organ-organ penting dan pertumbuhan vegetatif. Akan tetapi konsentrasi yang berlebih akan memberikan pengaruh yang negatif terhadap pertumbuhan bibit albasia karena berdasarkan hasil perhitungan memberikan penurunan dalam proses pertumbuhan bibit albasia. Sedangkan untuk parameter bobot segar bibit tanaman albasia menunjukan pengaruh Pengaruh Aplikasi Perendaman Gibberelin Terhadap Akselerasi Perkecambahan dan Pemecahan Dormansi Benih Albasia (Albizia falcataria l. Robby Falentino. SP dan Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani. MP Saran-saran Untuk hasil yang optimal dan seimbang antara tinggi, berat bibit dan mempercepat masa penyemaian bibit di lapangan maka perlu memperhatikan ketersediaan unsur hara yang tersedia dalam tanah. Hal ini dikarenakan perpanjangan sel yang dipengaruhi oleh giberelin akan berbanding terbalik dengan berat bibit, oleh karena itu untuk menaggulangi hal ini maka dibutuhkan sebagai penyeimbang. DAFTAR PUSTAKA