Volume 4 Nomor 1 (Jun. GENITRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN ISSN: 2964-7010 Refreshing Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Risiko Tinggi Kehamilan Dan Persalinan di Kecamatan Nogosari Boyolali Yanti. Atik Setiyaningsih Program Studi Sarjana Kebidanan STIKES Estu Utomo Boyolali Jl. Tentara Pelajar. Mudal Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia Corresponding author: Yanti Email: yanti_eub@yahoo. ABSTRAK Salah satu faktor yang berkontribusi pada tingginya AKI di Indonesia adalah keterlambatan deteksi dini faktor risiko maupun risiko tinggi kehamilan maupun persalinan, yang seharusnya dapat dilakukan oleh kader kesehatan. Berdasarkan data PWS KIA di 3 desa wilayah Kecamatan Nogosari (Keyongan. Potronayan dan Kenten. , pada bulan Januari 2025, terdapat 21 ibu hamil dengan resiko tinggi, dan hanya 3 kasus resiko yang merupakan laporan kader. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kasus resiko tinggi yang dilaporkan oleh kader dikarenakan belum terlatihnya kader dalam deteksi dini ibu hamil resiko tinggi. Melihat potensi dan kondisi di 3 desa wilayah Kecamatan Nogosari (Keyongan. Potronayan dan Kenten. , maka perlu dikembangkan suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan dalam deteksi dini ibu hamil resiko tinggi, yaitu Program Refresing kader tentang deteksi dini ibu hamil resiko tinggi. Selanjutnya diharapkan kader mampu melaporkan dan mengawal ibu hamil sampai dengan proses persalinan dan ibu, bayi sehat selamat. Total ada 60 kader kesehatan dari 3 desa yang mengikuti kegiatan pelatihan, seluruhnya mengisi mengisi kuesioner pretest dan postest. Rata-rata skor pretest terkait pengetahuan tentang risiko tinggi kehamilan & persalinan yaitu 58 dan meningkat menjadi 92 pada posttest. Sedangkan terkait pengetahuan tentang persiapan persalinan rata-rata skor pretest yaitu 72 dan meningkat menjadi 98 pada posttest. Melalui kegiatan refreshing pelatihan kader dalam deteksi dini risiko tinggi kehamilan dan persalinan, efektif meningkatkan pengetahuan kader baik dalam mengidentifikasi kasus risiko tinggi maupun dalam persiapan persalinan aman. Kegiatan refreshing bagi kader ini diharapkan menjadi masukan bagi kader untuk lebih meningkatkan perannya khususnya dalam melakukan pendampingan pada ibu hamil risiko tinggi. Kader dapat meningkatkan keterampilannya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh bidan maupun narasumber lain . Kata Kunci: Kader. Kehamilan dan Persalinan. Refreshing. Risiko Tinggi ABSTRACT One of the factors that contributing to the high maternal mortality rate in Indonesia is the late in early detection of risk factors and high risks in pregnancy and childbirth, which should be carried out by health cadres. Based on PWS KIA data in 3 villages in Nogosari District (Keyongan. Potronayan and Kenten. , in January 2025, there were 21 pregnant women with high risk, and only 3 risk cases were reported by cadres. This shows that the number of high-risk cases reported by cadres is still low because cadres have not been trained in early detection of high-risk pregnant women. Seeing the potential and conditions in 3 villages in Nogosari District (Keyongan. Potronayan and Kenten. , it is necessary to develop a program that aims to improve the knowledge and skills of health cadres in early detection of highrisk pregnant women, namely the Cadre Refreshing Program on early detection of high-risk pregnant Furthermore, it is hoped that cadres will be able to report and accompany pregnant women until the delivery process and mothers, babies are healthy and safe. A total of 60 health cadres from 3 villages Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index participated in the training activities, all of whom filled out the pretest and posttest questionnaires. The average pretest score related to knowledge of high-risk pregnancy & childbirth was 58 and increased to 92 in the posttest. Meanwhile, related to knowledge about childbirth preparation, the average pretest score was 72 and increased to 98 in the posttest. Through refreshing activities for cadre training in early detection of high-risk pregnancy and childbirth, it effectively increased cadre knowledge both in identifying high-risk cases and in preparing for safe childbirth. Refreshing activities for cadres are expected to be an input for cadres to further improve their roles, especially in providing assistance to high-risk pregnant women. Cadres can improve their skills by participating in training organized by midwives or other resource Keywords: Refreshing. Cadres. High Risk. Pregnancy and Childbirth PENDAHULUAN Kematian ibu terjadi pada kelompok ibu hamil yang memiliki kehamilan berisiko tinggi. Eklamsi dan pendarahan terjadi pada kelompok ibu hamil yang berisiko tinggi yang dapat diatasi pada pelayanan antenatal . ebelum melahirka. yang berkualitas dan pemberdayaan masyarakat untuk deteksi dini kehamilan berisiko (Istiqomah R & Paramita Y. , 2. Komplikasi pada ibu hamil dan bersalin merupakan masalah yang kompleks, karena menyebabkan kematian langsung ibu hamil atau Sebagian besar ibu memiliki resiko berusia terlalu muda, terlalu tua, primipara dan paritas lebih dari 3. Riwayat abostus, jarak kehamilan beresiko lebih dari 12 tahun dan tinggi badan beresiko kurang dari 145 cm. (Nilakesuma, , 2. Masalah kesehatan ibu dan anak masih menjadi fokus utama yang diwujudkan ke dalam program pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta menurunkan angka kematian ibu dan anak di Indonesia. Salah satu strategi yang digunakan pemerintah adalah dengan melibatkan peran kader. Kader yang dimaksud adalah kader kesehatan yang dipilih dari masyarakat dan dilatih untuk mengerti tentang ilmu kesehatan khususnya terkait kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, nifas dan juga kesehatan bayi-balita. Peran kader adalah pendamping keluarga dan masyarakat terutama ibu dan anak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan KIA. Peran kader sangat besar dalam memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat, kader yang pada dasarnya dekat dengan lingkup masyakarakat dapat membantu keberhasilan program-program pemerintah dalam mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak (Dewi A, 2. Kader kesehatan ini diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan untuk menemukan ibu-ibu hamil dengan faktor risiko atau risiko tinggi sehingga dapat mengurangi jumlah kematian ibu hamil karena keterlambatan dalam pengelolaan ibu hamil. Kehamilan risiko tinggi menurut Poedji Rochjati adalah kehamilan dengan satu atau lebih satu faktor risiko, baik dari pihak ibu maupun janinnya yang memberi dampak kurang menguntungkan baik bagi ibu maupun janinnya, memiliki risiko kegawatan tetapi tidak darurat (Nuraisya, 2. Deteksi faktor risiko pada ibu hamil baik oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat/kader merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah kematian dan kesakitan ibu hamil. Kader dapat membantu tenaga kesehatan menemukan ibu hamil risiko tinggi dengan kunjungan rumah (Dewi A, 2. Peran kader menurut Dewi . antara lain melalui: menemukan masalah pada ibu hamil dan memotivasi ibu untuk segera ke fasilitas kesehatan, memberikan penyuluhan kesehatan, dan sebagai pendamping ibu dan keluarganya. Kabupaten Boyolali saat ini masih masuk 10 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan AKI dan AKB tergolong tinggi. Upaya penurunan AKI dan AKB memerlukan peran serta dari semua elemen masarakat utamanya kader kesehatan sebagai ujung tombak yang berperan secara langsung dalam memberikan fasilitasi kesehatan kepada masyarakat. Kader dapat lebih intens atau ikut memantau ibu hamil yang ada di lingkungan sekitar lingkungan desa masing masing. Sehingga peran kader ini semakin optimal dalam membantu angka penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Boyolali. (Dinkes Boyolali, 2. Berdasarkan data PWS KIA di 3 desa wilayah Kecamatan Nogosari (Keyongan. Potronayan dan Kenten. , pada bulan Januari 2025, terdapat 21 ibu hamil dengan resiko tinggi. Dari 21 kasus resiko tinggi yang ditemukan dan dilaporkan oleh kader hanya 3 kasus resiko dan selebihnya merupakan temuan nakes . Hal Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index ini menunjukkan masih rendahnya kasus resiko tinggi yang dilaporkan oleh kader dikarenakan belum terlatihnya kader dalam deteksi dini ibu hamil resiko tinggi. Informasi yang diperoleh kader selama ini hanya diberikan sekilas oleh bidan desa maupun bidan pembina wilayah ketika pertemuan pembinaan kader. Dari ketiga desa (Keyongan. Potronayan dan Kenten. , tercatat 60 kader kesehatan aktif. Melihat potensi dan kondisi di 3 desa wilayah Kecamatan Nogosari (Keyongan. Potronayan dan Kenten. , maka perlu dikembangkan suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan dalam deteksi dini ibu hamil resiko tinggi, yaitu program Refresing kader tentang deteksi dini ibu hamil resiko tinggi. Selanjutnya diharapkan kader mampu melaporkan dan mengawal ibu hamil sampai dengan proses persalinan dan ibu, bayi sehat selamat. Refreshing kader adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan guna menambah pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pengukuran antropometri dan penilaian status gizi. Refreshing kader dilaksanakan ketika dirasa keterampilan atau pengetahuan kader mengalami penurunan dilihat dari 5 indikator kinerja Posyandu. (Kemenkes RI, 2012 dalam Ismawati Kader kesehatan perlu meningkatkan pengetahuan dan mengoptimalkan peran kader sebagai pendamping keluarga. Kader merupakan ujung tombak yang berperan langsung dalam memberikan fasilitasi kesehatan kepada Peran kader dalam mendampingi kesehatan ibu hamil risiko tinggi salah satunya adalah membantu memotivasi ibu hamil untuk menghadapi kehamilannya dengan baik terutama dalam mengurangi risiko kehamilan dan mempersiapkan persalinan yang aman yaitu rencana tindakan yang dibuat bersama antara ibu hamil, suami dan bidan pada waktu ibu hamil masuk trimester tiga . mur kehamilan diatas enam bula. untuk memastikan bahwa ibu dapat menerima asuhan yang ibu perlukan pada saat persalinan dan memastikan ibu melahirkan dengan tenaga kesehatan terampil (Dessy. , & Tridiyawati, 2. Dengan persiapan persalinan yang aman diharapkan saat persalinan nanti, ibu dan bayi mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, sehingga ibu dan bayi dalam kondisi baik dan sehat. Pendampingan kader dapat dilakukan saat pelaksanaan kelas ibu hamil maupun melalui kunjungan rumah ke tempat ibu Berdasarkan uraian diatas, maka pengabdi memandang perlu untuk melakukan upaya peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang deteksi dini resiko tinggi kehamilan dan persalinan serta persiapan persalinan aman melalui kegiatan refreshing kader. METODE Sasaran strategis kegiatan ini adalah seluruh kader kesehatan di 3 desa wilayah Kecamatan Nogosari (Keyongan. Potronayan dan Kenten. sejumlah 60 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kegiatan refreshing dengan menyediakan contoh-contoh kasus risiko tinggi kehamilan maupun persalinan sebagai bahan diskusi dan diikuti dengan sesi tanya jawab serta pembagian tools berupa checklist DDRT. Adapun masyarakat yang dilaksanakan sebagai berikut: Tabel 1. Uraian Kegiatan Kegiatan Persiapan Pelaksanaan Evaluasi Uraian Kegiatan - Koordinasi awal dengan bidan desa dari 3 desa wilayah Kecamatan Nogosari (Keyongan. Potronayan dan Kenten. - Menentukan jadwal dan lokasi - Persiapan materi, kuesioner pretest dan posttest serta tools berupa checklist DDRT - Kegiatan diawali pretest dengan menyebar kuesioner terkait pengetahuan kader tentang risiko tinggi kehamilan dan persalinan serta persiapan persalinan aman . - Penyampaian materi berupa contoh- contoh kasus risiko tinggi kehamilan dan persalinan serta peran kader dalam pendampingan ibu hamil risiko tinggi terkait dilanjutkan sesi tanya jawab . - Selesai materi diberikan posttest dengan kuesioner yang sama saat pretest . - Pemberian Tools berupa Checklist DDRT yang dapat digunakan kader untuk kegiatan deteksi dini risiko tinggi kehamilan dan persalinan. Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat melalui refreshing kepada total 60 kader kesehatan dari 3 desa di wilayah Kecamatan Nogosari (Keyongan. Potronayan dan Kenten. Boyolali terlaksana pada tanggal 24 Januari 2025. Gambar 2. Sesi diskusi Setelah kegiatan penyampaian materi dilanjutkan kegiatan Post test untuk mengeveluasi pengetahuan kader tentang risiko tinggi kehamilan dan persalinan serta persiapan persalinan aman. Gambar 1. Penyampaian Materi Kegiatan penyampaian materi diberikan oleh ketua tim pengabmas dan didampingi mahasiswa sebagai fasilitator. Materi yang disampaikan berkaitan tentang peran kader dalam pendampingan ibu hamil dan persiapan persalinan, yang terdiri dari : . kehamilan normal dan berisiko, . persalinan normal dan berisiko, . deteksi dini risiko tinggi kehamilan dan . peran kader dalam persiapan persalinan. Penyampaian materi direspon positif oleh kader kesehatan, yang ditunjukkan dengan antusias peserta dalam menerima materi yang diberikan serta keaktifan peserta dalam diskusi dan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai peran kader dalam deteksi dini risiko tinggi kehamilan serta peran pendampingan untuk persalinan. Gambar 3. Posttest Seluruh kader mengisi kuesioner pretest dan Rata-rata skor pretest terkait pengetahuan tentang risiko tinggi kehamilan & persalinan yaitu 58 dan meningkat menjadi 92 pada posttest. Sedangkan terkait pengetahuan tentang persiapan persalinan rata-rata skor pretest yaitu 72 dan meningkat menjadi 98 pada posttes. Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index Tabel 2. Nilai Pre Test dan Post Test AuPengetahuan Kader Tentang Risiko Tinggi KehamilanAy Kategori Pre Test Post Test Keterangan Nilai Terendah 25 Meningkat Nilai Tertinggi 60 Meningkat Rata-Rata Meningkat kader berupa Tools pendampingan yang berisi tentang macam- macam resiko tinggi kehamilan, tanda dan gejala, serta langkah antisipasi sangat membantu kader pendamping dalam memberikan konseling atau penjelasan kepada ibu hamil. (Senditya IM. Jayanti ND. , 2. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta tentang deteksi dini risiko tinggi ibu hamil pada post test. Tabel 3. Nilai Pre Test dan Post Test AuPengetahuan Kader Tentang Persiapan Persalinan AmanAy Kategori Pre Test Post Test Keterangan Nilai Terendah 55 Meningkat Nilai Tertinggi 76 Meningkat Rata-Rata Meningkat Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta tentang persiapan persalinan aman pada post test. Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini dihasilkan setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk perilaku seseorang (Nurmala I, 2. Peningkatan pengetahuan peserta pelatihan diperoleh setelah diberikan materi tentang . kehamilan normal dan berisiko, . persalinan normal dan berisiko, . deteksi dini risiko tinggi kehamilan dan . peran kader dalam persiapan persalinan. Peserta memperhatikan dengan sungguh-sungguh materi yang diberikan. Peningkatan tingkat pengetahuan kader setelah mengikuti refreshing diharapkan dapat membantu pelaksanaan pendampingan kader terhadap ibu hamil beresiko tinggi dan tercapainya pelaporan terhadap kejadian ibu hamil beresiko tinggi. Selain itu, dapat mengantisipasi dan penanganan dengan segera adanya kasus kegawatdaruratan maternal sehingga dapat dilakukan rujukan tepat waktu Selama kehamilan, kader diharapkan dapat melaksanakan pendampingan dengan cara memantau keadaan ibu dan memotivasi untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan melahirkan di pelayanan kesehatan yang sesuai dengan risiko kehamilannya. Pemanfaatan media pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh Gambar 4. Tools DDRT kehamilan Setiap kegiatan pendampingan, kader pendamping diharapkan melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan yang diisi di instrumen Cara pengisian instrumen pendampingan telah diberikan dan dijelaskan pada saat refreshing. Kader merasakan lebih mudah melakukan pendampingan dan konseling kepada ibu hamil. Dengan faktor risiko secara tepat waktu yang dilakukan oleh kader kesehatan maka akan meningkatkan upaya pemberian intervensi yang diperlukan guna meminimalkan komplikasi yang mungkin timbul selama kehamilan (Muthia M. Putri IS. Kader kesehatan membutuhkan media informasi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak (Anandita M, 2. Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih saya ucapkan kepada STIKES Estu Utomo atas bantuan finansial yang diberikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Pengabdian kepada masyarakat ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dari STIKES Estu Utomo dan serta mitra tempat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. DAFTAR PUSTAKA