Seminar Inovasi Teknologi Darma Cendika (SINTEK-DC) 2024 ANALISIS USABILITY APLIKASI PSI-ROBOT MENGGUNAKAN SYSTEM USABILITY SCALE (SUS) DALAM PENGERJAAN SCREENING KONDISI KESEHATAN MENTAL Hendra. Ryan Putranda Kristianto. Program Studi Ilmu Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Katolik Darma Cendika. Jl. Dr. Ir. Soekarno No. Surabaya. Jawa Timur Email: 1hendra@student. id, 2ryan@ukdc. Abstrak Kesehatan mental kini telah menjadi isu yang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Di Indonesia, masalah kesehatan mental yang umum dialami yakni terkait gejala pada depresi, kecemasan, dan stres. Dalam membantu upaya preventif tersebut, dibangun aplikasi Psi-Robot yang membantu dalam pengerjaan screening kondisi kesehatan mental. Dalam pengembangan suatu aplikasi, tentu diperlukan adanya analisis terkait tingkat usability yang dimiliki ketika digunakan oleh end-user. Sehingga, untuk mengetahui tingkat kelayakgunaan yang dimiliki aplikasi, penelitian menggunakan instrumen dari SUS (System Usability Scal. dan juga representasi melalui Empathy Map yang merupakan salah satu tahapan dari pendekatan Design Thinking. Penelitian dilaksanakan dari studi literatur, kemudian pengumpulan data untuk instrumen SUS yang terdiri dari 10 poin penilaian dan 5 pilihan jawaban, pengujian dengan SUS, dan perancangan untuk Empathy Map. Melalui hasil perhitungan dari 32 responden, diperoleh SUS Score untuk aplikasi PsiRobot yakni sebesar 76,72, dengan grade AuCAy, adjective rank pada kategori AuGoodAy, dan predikat AuAcceptableAy untuk aspek acceptability. Diperoleh pula untuk nilai rata-rata rekomendasi dari keseluruhan responden sebesar 8,09. Selain itu, melalui pengujian tersebut diperoleh rangkuman kritik dan saran serta hasil analisis pada Empathy Map. Hasil analisis tersebut dapat menjadi bahan untuk perbaikan aplikasi selanjutnya agar mampu memberikan performa dan pengalaman yang lebih baik. Kata kunci: Usability. System Usability Scale. Design Thinking. Empathy Map. Pengujian aplikasi. Kesehatan mental. SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC PENDAHULUAN Kesehatan mental kini telah menjadi isu yang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Kesehatan mental merupakan salah satu aspek dalam kesehatan yang mengukur tingkat kesejahteraan pada suatu individu melalui tiga indikator utama, yakni pikiran, perasaan, dan perilaku. Isu kesehatan mental di era kini seringkali ditimbulkan karena adanya berbagai tekanan dalam kehidupan (Sari & Susmiatin, 2. Isu kesehatan mental dapat diartikan dengan ketidakmampuan suatu individu dalam menyesuaikan diri pada situasi maupun kondisi yang mengakibatkan ketidakmampuan tersebut (Sarmini et al. Seperti halnya di Indonesia, masalah kesehatan mental yang umum dialami oleh masyarakat adalah terkait gejala pada depresi, kecemasan, dan stres. Diperoleh bahwa di Indonesia terdapat sekitar 15,6 juta penduduk memiliki masalah terkait dengan depresi, kemudian diperkirakan sebanyak 2-5% dari masyarakat Indonesia memiliki masalah terkait kecemasan, dan diperkirakan sebesar 75% dari masyarakat Indonesia merasa stres atau kewalahan dalam menjalani kesehariannya (Wirawan et al. , 2. Dalam membantu upaya preventif maupun penanganan terhadap isu tersebut, dirancang aplikasi Psi-Robot yang dapat digunakan untuk check-up kondisi mental, yakni untuk deteksi dini gejala depresi, kecemasan, dan stres pada pengguna. Psi-Robot merupakan aplikasi berbasis chatbot yang bertujuan untuk memberikan hasil screening kondisi mental pengguna melalui tingkatan pada gejala depresi, kecemasan, dan stres. PsiRobot merupakan aplikasi yang dikembangkan secara web-based, sehingga dapat dengan mudah diakses oleh pengguna melalui perangkat desktop, tablet, maupun mobile. Psi-Robot dirancang melalui integrasi dengan kajian DASS (Depression Anxiety Stress Scale. yang merupakan kajian self-assessment dan memiliki reliabilitas yang telah teruji serta sudah banyak digunakan oleh para profesional dalam menilai kondisi kesehatan mental klien (Overview of The DASS and Its Uses, 2. SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC Gambar 1. Tampilan aplikasi Psi-Robot Seperti yang ditampilkan pada Gambar 1. Aplikasi Psi-Robot dirancang secara khusus untuk dapat digunakan oleh pengguna dalam keperluan medis, yakni screening terkait kondisi kesehatan mental. Berdasarkan upaya tersebut, dalam perancangan aplikasi tentu memerlukan adanya analisis terkait bagaimana tingkat usability yang dimiliki ketika aplikasi sudah mulai digunakan oleh end-user. Secara umum, usability merupakan aspek yang mengukur seberapa jauh pengguna dapat memahami dan menggunakan suatu aplikasi untuk melakukan pekerjaan tertentu dan mencapai tujuan dari penggunaan aplikasi. Selain itu, usability juga didefinisikan dalam hal mengukur efisiensi serta efektivitas aplikasi, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mampu memengaruhi persepsi pengguna saat menggunakan aplikasi (Huda et al. , 2. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji analisis terkait tingkat usability pada aplikasi Psi-Robot ketika digunakan oleh pengguna dengan menggunakan instrumen pengukuran System Usability Scale (SUS) yang terdiri dari 10 pertanyaan dan 5 pilihan jawaban berdasarkan skala dan pedoman yang ada untuk dapat mengetahui tingkat kelayakgunaan aplikasi Psi-Robot berdasarkan sudut pandang pengguna dalam pengerjaan screening kondisi kesehatan mental, serta memperoleh pemahaman baru terkait hal yang perlu ditingkatkan dalam pengembangan aplikasi PsiRobot selanjutnya untuk meningkatkan kinerja aplikasi secara keseluruhan. Beberapa penelitian sebelumnya dengan kajian System Usability Scale, yakni dalam mengetahui kualitas User Interface (UI) pada aplikasi BRI mobile dengan melibatkan 30 responden yang menggunakan aplikasi terkait. Hasil pada analisis tersebut dapat digunakan SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC bagi pihak pengembang aplikasi sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pengguna. Metode yang digunakan terdiri atas kajian pustaka dan pengumpulan data melalui kuesioner (Rokhmawati & Arifa, 2. Kemudian, instrumen SUS digunakan dalam analisis User Experience atau pengalaman pengguna dengan melibatkan 30 responden. Aplikasi yang dikaji yakni E-Wallet GoPay dan menggunakan System Usability Scale. Penelitian bertujuan untuk mengukur kemudahan pengguna dalam menggunakan aplikasi tersebut berdasarkan sudut pandang pengguna itu sendiri. Melalui uji coba yang terlaksana, diperoleh skor dan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam meningkatkan usability dari aplikasi EWallet GoPay, seperti halnya dalam kompleksitas sistem, konsistensi, dan masalah teknis sehingga dapat dilakukan perbaikan berdasarkan pandangan yang diperoleh dari pengguna (Nyoman Tri Anindia Putra et al. , 2. Selanjutnya, yakni analisis pada website Petani Kode menggunakan instrumen SUS dan bertujuan untuk memberi masukan dalam hal usability kepada pengembang website yang diperoleh dari sudut pandang pengguna serta apa yang masih perlu diperbaiki dalam website tersebut. Metode yang digunakan yakni melalui kuesioner. Quote Sampling, dan observasi. Melalui teknik Quote Sampling, diperoleh 20 responden yang berpartisipasi dengan karakteristik responden yakni sebagai pelajar atau Hasil dari perhitungan SUS kemudian dikategorikan melalui adjective rating dan untuk website Petani Kode diperoleh nilai skor rata-rata SUS sebesar 72,25, dengan kategori AuOkayAy pada poin adjective rating, dan skala grade AuCAy, sehingga dapat diperoleh pula acceptability range untuk website tersebut termasuk ke dalam kategori AuAcceptableAy bagi pengguna (Rasmila et al. , 2. Penelitian bertujuan untuk menyajikan hasil analisis tingkat usability pada aplikasi PsiRobot yang diperoleh melalui perhitungan instrumen SUS, dan melibatkan sejumlah target responden yang telah ditentukan. Proses pengujian SUS dilakukan melalui berbagai macam perangkat dan sistem operasi dari pengguna, serta melibatkan nilai rekomendasi aplikasi dari sudut pandang pengguna serta pertanyaan terbuka untuk pengguna dapat memberikan masukan terhadap aplikasi. Hasil analisis yakni berupa SUS Score dan hasil SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC konversi dari SUS Score ke dalam Grade Scale. Adjective Ranges, dan Acceptability Ranges, kemudian adapun nilai rata-rata rekomendasi dari pengguna untuk aplikasi, dan perancangan Empathy Map berdasarkan hasil pengujian SUS, sehingga dapat diperoleh pengembangan aplikasi Psi-Robot selanjutnya. METODE Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian, terbagi menjadi Studi Literatur. Pengumpulan Data, serta Pengujian Usability dengan menggunakan instrumen SUS (System Usability Scal. dan Empathy Map sebagai salah satu tahapan Design Thinking yang dikaji pada Studi Literatur Tahapan ini dilaksanakan dengan melibatkan beberapa referensi jurnal mengenai usability dan instrumen yang digunakan. Penelitian terdahulu juga dikaji melalui beberapa referensi jurnal dengan bahasan yang relevan dengan kajian Pengumpulan Data Data pada instrumen SUS terbagi atas 10 poin penilaian serta 5 pilihan jawaban. Instrumen SUS bertujuan dalam mengetahui tingkat usability atau kelayakgunaan pada aplikasi yang dirancang bangun sebelumnya, dan seringkali melibatkan end-user secara langsung untuk menganalisis sudut pandang serta user experience yang diberikan responden yang terlibat. Berikut merupakan tabel data untuk pilihan jawaban yang digunakan dalam analisis penelitian (Susilo, 2. Tabel 1. Pilihan jawaban pada kuesioner SUS Keterangan Skor Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Ragu-ragu (RG) SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC Keterangan Skor Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Sumber: (Susilo, 2. Berdasarkan Tabel 1 di atas, tabel tersebut menyajikan keterangan jawaban yang dapat dipilih salah satu sebagai bentuk penilaian responden terhadap setiap poin penilaian yang tersedia. Melalui hal tersebut, berikut merupakan daftar poin penilaian yang digunakan dalam analisis mengikuti pedoman yang tersedia pada instrumen pengujian SUS. Tabel 2. Daftar poin penilaian pengujian dengan kuesioner SUS Poin penilaian Saya berpikir akan menggunakan sistem ini lagi. Saya merasa sistem ini rumit untuk digunakan. Saya merasa sistem ini mudah digunakan. Saya membutuhkan bantuan dari orang lain atau teknisi dalam menggunakan sistem ini. Saya merasa fitur-fitur sistem ini berjalan dengan semestinya. Saya merasa ada banyak hal yang tidak konsisten . idak serasi pada sistem in. Saya merasa orang lain akan memahami cara menggunakan sistem ini dengan cepat. Saya merasa sistem ini membingungkan. Saya merasa tidak ada hambatan dalam menggunakan sistem ini. Saya perlu membiasakan diri terlebih dahulu sebelum menggunakan sistem ini. Sumber: (Susilo, 2. Berdasarkan Tabel 2 di atas, tabel tersebut menyajikan daftar pernyataan yang akan digunakan dan diberikan kepada setiap pengguna, untuk dapat dijawab secara objektif selama proses pengujian berlangsung. Adapun analisis juga melibatkan skala rekomendasi aplikasi dari responden yang akan dikumpulkan serta mencari nilai rata6 SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC rata rekomendasi untuk dijadikan sebagai bahan tambahan dalam kajian analisis. Skala rekomendasi dimulai dari nilai 0 hingga 10, dengan nilai 0 memiliki keterangan AuSama sekali tidak mungkinAy dan nilai 10 dengan keterangan AuSangat mungkinAy dalam merekomendasikan aplikasi dari satu responden ke responden lainnya. Pengujian dengan System Usability Scale System Usability Scale merupakan teknik penilaian suatu aplikasi yang dilakukan untuk menganalisis aspek usability terhadap pengguna secara langsung. Instrumen SUS dikembangkan oleh John Brooke pada tahun 1986, dan sudah banyak digunakan dalam penilaian pada perangkat keras . , perangkat lunak . , pada perangkat mobile, website, dan aplikasi (Rokhmawati & Arifa, 2. Instrumen SUS dipilih dalam penelitian untuk dapat memberikan hasil analisis usability yang bersifat komprehensif pada aplikasi, dengan melalui representasi pengujian yang praktis, dan menggunakan parameter penilaian yang mudah diukur berdasarkan pendapat setiap responden. Pengujian melibatkan target responden yang telah ditentukan, dan dilakukan dengan menggunakan perangkat serta sistem operasi tertentu menyesuaikan dengan yang dimiliki oleh setiap responden. Proses penilaian dengan instrumen SUS dilaksanakan melalui bantuan Google Form dengan memuat 10 pertanyaan dan 5 pilihan jawaban, penilaian rekomendasi pengguna, dan pertanyaan terbuka untuk menampung kritik maupun saran terhadap aplikasi yang dapat diberikan responden. Melalui hasil yang terkumpul perhitungan untuk memperoleh SUS Score, dan pengkategorian pada Grade Scale. Adjective Ranges, dan Acceptability Ranges sebagaimana yang ditunjukkan melalui panduan perhitungan dan interpretasi berikut (Rokhmawati & Arifa, 2. Setiap pernyataan pada poin penilaian dibagi berdasarkan pernyataan positif dan pernyataan negatif. Untuk pernyataan nomor 1, 3, 5, 7, dan 9 termasuk ke dalam pernyataan positif, sedangkan untuk pernyataan nomor 2, 4, 6, 8, dan 10 termasuk ke dalam pernyataan negatif. SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC Berdasarkan pernyataan dan skor pada setiap pilihan jawaban, digunakan rumus dalam perhitungan untuk pernyataan nomor ganjil . ernyataan positi. yang terdapat pada Persamaan . Dimana, untuk setiap pernyataan positif, skor yang diperoleh pada setiap pernyataan dikurangi dengan 1. = ycu Oe 1 Dengan keterangan: : Pernyataan nomor ganjil atau pernyataan positif. ycu : Skor yang diperoleh dari responden. Kemudian, rumus untuk perhitungan pada pernyataan nomor genap . ernyataan negati. , terdapat pada Persamaan . Skor maksimal pada setiap pernyataan negatif dikurangi dengan skor yang diperoleh dari responden. = 5 Oe ycu Dengan keterangan: : Pernyataan nomor genap atau pernyataan negatif. ycu : Skor yang diperoleh dari responden. Untuk perolehan SUS Point, diperoleh dengan mengakumulasi seluruh skor yang diperoleh dari poin pernyataan nomor 1 hingga 10 yang telah dikonversi dengan perhitungan seperti yang dijelaskan pada nomor 2. Kemudian, dari hasil akumulasi tersebut dikalikan dengan 2,5 poin untuk memperoleh SUS Point. Persamaan . menyajikan formula perhitungan yang digunakan dalam memperoleh SUS Point. SUS ycEycuycnycuyc = (Oc yc. Dengan keterangan: Oc ycu : Akumulasi skor dari poin pernyataan 1 hingga 10. SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC Kemudian, dilakukan perhitungan untuk nilai rata-rata akhir dari keseluruhan SUS Point yang diperoleh dari seluruh responden yang berpartisipasi (SUS Scor. Nilai rata-rata akhir tersebut (SUS Scor. kemudian dikonversi ke dalam Grade Scale. Adjective Ratings, dan Acceptability Ranges berdasarkan interpretasi berikut (Rokhmawati & Arifa, 2. Gambar 2. Interpretasi perolehan SUS Score Berdasarkan penyajian interpretasi pada Gambar 2, untuk aspek poin yang pertama yakni Grade Scale, merupakan kategori nilai yang membagi penilaian aplikasi ke dalam kategori abjad. Dimana, grade A menunjukkan kualitas aplikasi yang tergolong sangat baik, grade C untuk kualitas aplikasi rata-rata, dan grade F untuk kualitas aplikasi dalam kategori buruk. Adjective Ratings mengkategorikan nilai SUS Score ke dalam kategori sifat. Untuk aspek ini, kata sifat . djective ran. terbagi ke dalam beberapa sifat, dimana AuBest ImaginableAy merupakan adjective rank paling baik yang dapat diberikan pada suatu aplikasi, sedangkan AuWorst ImaginableAy merupakan adjective rank dengan kategori paling buruk. Acceptability Ranges merupakan kategori nilai yang membagi apakah suatu aplikasi dapat diterima atau tidak. Kategori terbagi menjadi 3, yakni AuAcceptableAy. AuMarginalAy dengan range marginal terbagi atas low dan high, serta AuNot AcceptableAy bergantung pada perolehan SUS Score. SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC Empathy Map Sebagai salah satu tahapan penting dalam Design Thinking, tahap Empathy Map ini bertujuan untuk developer dapat memberikan empati kepada pengguna, sehingga Empathy Map dipilih agar mampu memberikan hasil analisis terkait usability secara objektif dan bersifat langsung dari perspektif dan persepsi pengguna. Design Thinking merupakan pendekatan yang berfokus pada pengguna, yang bertujuan dalam memahami permasalahan suatu aplikasi dari sudut pandang pengguna, sehingga dapat dihasilkan ide maupun pemahaman baru untuk sekaligus menjadi solusi bagi permasalahan yang sedang dihadapi. Umumnya, pendekatan Design Thinking terbagi atas lima tahap, yakni Empathize. Define. Ideate. Prototype, dan Test. Empathy Map merupakan penerapan dari tahapan pertama pada Design Thinking, yakni Empathize. Tahap empathize bertujuan dalam mencari tahu kebutuhan dari perspektif atau user experience pengguna saat mencoba menggunakan aplikasi (Abdillah et al. , 2. Empathy Map terbagi ke dalam 5 komponen utama, yakni Hear. Says. Think. Does, dan Feels. Selain kelima komponen tersebut, terdapat pula aspek Pain dan Gain yang dapat pula digunakan untuk lebih memahami perspektif dari end-user. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengumpulan Data Responden Pengujian aplikasi dengan System Usability Scale melibatkan 32 responden dengan rentang beberapa macam variabel usia dan pekerjaan terkini. Range usia yang diperoleh pada hasil pengujian yakni berada pada rentang usia 20-42 tahun, dengan sebagian besar pekerjaan adalah sebagai karyawan swasta, kemudian adapun untuk pekerjaan sebagai guru dan mahasiswa. Analisis pada pengujian dilakukan berdasarkan perangkat serta sistem operasi yang berbeda pada beberapa responden. Dalam analisis pengujian, jenis perangkat terbagi menjadi 3 macam, yakni Desktop. Tablet, dan Smartphone, sementara untuk sistem operasi dibagi menjadi Windows. Android, dan iOS. Diperoleh hasil untuk perbandingan SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC jumlah perangkat dan sistem operasi yang digunakan selama pengujian, seperti yang direpresentasikan melalui bagan berikut. Gambar 3. Bagan perbandingan jumlah penggunaan jenis perangkat Berdasarkan perolehan pada Gambar 3, didapatkan sebanyak 19 responden . ,4%) menggunakan jenis perangkat smartphone dalam uji coba aplikasi, kemudian sebanyak 13 responden . ,6%) menggunakan desktop, dan tidak ada responden yang menggunakan jenis perangkat tablet selama uji coba berlangsung. Gambar 4. Bagan perbandingan jumlah penggunaan sistem operasi SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC Berdasarkan perolehan pada Gambar 4, diperoleh sebanyak 17 responden . ,1%) menggunakan jenis sistem operasi Android, kemudian sebanyak 13 responden . ,6%) menggunakan Windows, dan sebanyak 2 responden . ,3%) menggunakan iOS dalam pengujian aplikasi Psi-Robot. Kedua kajian instrumen di atas dapat digunakan dalam menganalisis tingkat usability dan konsistensi yang dimiliki ketika digunakan dalam perangkat maupun sistem operasi yang berbeda. Tahap pengujian kemudian dilanjutkan pada pengisian kuesioner, setiap responden dapat memberikan skor terhadap 10 poin penilaian yang disajikan pada Google Form, mengacu pada aturan pilihan jawaban sebagaimana yang dijelaskan pada Tabel 1 dan Tabel Diperoleh sebanyak 32 hasil dari responden, yang kemudian terbagi atas pernyataan positif . cI1 , ycI3 , ycI5 , ycI7 , ycI9 ) dan pernyataan negatif . cI2 , ycI4 , ycI6 , ycI8 , ycI10 ). Berikut untuk penyajian tabel hasil skor dari keseluruhan responden, dan merupakan raw data yang diperoleh dari kuesioner Google Form. Tabel 3. Raw data perolehan hasil skor pengujian SUS Responden ycy ycyaya SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC Responden ycya ycya ycyc ycye ycye ycyi ycyi ycyn ycy ycyaya Berdasarkan penyajian pada Tabel 3, raw data memiliki definisi sekumpulan data yang diperoleh dari keseluruhan responden, dan merupakan data murni yang belum terkonversi dengan formula perhitungan berdasarkan instrumen yang dikaji. Analisis Data dan Perolehan Hasil Melalui perolehan data tersebut, tahapan dilanjutkan pada perhitungan masingmasing skor dengan perumusan untuk pernyataan positif dan pernyataan negatif, dan apabila seluruh hasil konversi telah diperoleh tahapan dilanjutkan pada akumulasi skor (Total Scor. pada setiap data responden. Untuk memperoleh SUS Point, setiap total score akan dikalikan dengan 2,5 point sehingga diperoleh nilai untuk SUS Point pada setiap data. Melalui perhitungan tersebut, dapat ditemukan untuk Average SUS Point yang digunakan sebagai SUS Score untuk dikategorikan ke dalam interpretasi berdasarkan grade, adjective, dan acceptability. Berikut untuk tabel yang menyajikan hasil perhitungan dengan perumusan instrumen SUS. SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC Tabel 4. Hasil perhitungan System Usability Scale ycy ycyaya Total Score SUS Point Average SUS Point (SUS Scor. 76,72 SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC Sehingga melalui hasil perhitungan pada penyajian Tabel 4, diperoleh nilai rata-rata akhir (SUS Scor. untuk aplikasi Psi-Robot adalah sebesar 76,72, yang kemudian dikategorikan berdasarkan interpretasi yang digunakan, sehingga diperoleh untuk grade scale aplikasi Psi-Robot berada pada rentang abjad AuCAy, untuk adjective ratings diperoleh adjective rank untuk kategori sifat AuGoodAy, dan untuk acceptability ranges didapatkan kategori AuAcceptableAy untuk aplikasi Psi-Robot. Analisis juga melibatkan pemberian nilai rekomendasi oleh responden yang digunakan dalam mengukur seberapa jauh aplikasi Psi-Robot dapat direkomendasikan untuk digunakan oleh pengguna lainnya. Berikut merupakan tabel perolehan hasil skor rekomendasi dan nilai rata-rata rekomendasi yang diperoleh dari keseluruhan responden. Tabel 5. Data perolehan nilai rekomendasi Responden Skor Rekomendasi Rata-rata Rekomendasi 8,09 SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC Responden Skor Rekomendasi Hasil rekomendasi pada penyajian Tabel 5, mengindikasikan bahwa aplikasi Psi-Robot memiliki nilai rekomendasi yang baik, yakni sebesar 8,09 dari rata-rata keseluruhan responden untuk dapat direkomendasikan kepada pengguna lainnya. Melalui pertanyaan terbuka kuesioner, adapun dirangkum beberapa kritik maupun saran dari responden yang dapat dipertimbangkan untuk pengembangan aplikasi Psi-Robot selanjutnya melalui penyajian Tabel 6 berikut. Tabel 6. Rangkuman kritik dan saran hasil pengujian aplikasi Psi-Robot Deskripsi masukan pengujian Tambahan kamus kata yang dapat dimengerti oleh chatbot. Untuk opsi pemberian jawaban dapat disajikan dalam bentuk pilihan yang dapat langsung di klik sehingga dapat memudahkan user dibandingkan dengan mengetik Kembangkan aplikasi agar dapat digunakan secara efektif pada sistem operasi iOS. Terdapat fitur yang tidak dapat berfungsi pada beberapa pengguna, sehingga perlu dilakukan perbaikan lebih lanjut. Tampilan aplikasi dapat diberi background yang menarik agar lebih eye-catching. Tambahkan informasi mengenai rentang nilai skala pada setiap kategori gejala di hasil akhir. Dapat ditambahkan pada hasil akhir, informasi mengenai psikolog klinis yang dapat dihubungi pengguna untuk melakukan konsultasi lebih lanjut. Interaksi pengguna dengan chatbot cenderung masih kurang fleksibel, dan untuk kalimat chat yang digunakan juga masih kurang variatif. Terdapat beberapa kata penghubung pada kalimat chatbot yang dinilai kurang profesional untuk digunakan. SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC Analisis Empathy Map Berdasarkan pengujian yang telah terlaksana, dilakukan analisis kembali terhadap hasil pengujian usability melalui representasi dengan Empathy Map. Rancang Empathy Map menggunakan 5 komponen utama, yang terdiri dari Hear. Says. Think. Does, dan Feels. Kemudian, digunakan pula untuk komponen Pain dan Gain dalam mengetahui kesulitan pengguna serta poin apa saja yang dapat dikembangkan pada aplikasi. Berikut merupakan hasil analisis yang diperoleh berdasarkan penyajian pada Empathy Map. Gambar 5. Hasil analisis dengan representasi Empathy Map SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC Berdasarkan perancangan Empathy Map pada Gambar 5 di atas, hasil analisis pertama yakni untuk aspek AuHearAy, mendeskripsikan kalimat yang seringkali didengar oleh pengguna sebelum menggunakan aplikasi. Melalui pengujian, diperoleh bahwa kalimat yang sering didengarkan oleh pengguna adalah bahwa aplikasi Psi-Robot merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk cek kondisi kejiwaan seseorang. Kemudian, untuk poin berikutnya yakni AuSaysAy mendeskripsikan terkait apa yang seringkali pengguna tanyakan atau katakan secara langsung ketika menggunakan aplikasi. Pada empathy map di atas, diperoleh beberapa kalimat pertanyaan dan pernyataan. Diperoleh beberapa contoh sudut pandang dari pengguna, seperti halnya pada pertanyaan AuApakah harus menggunakan identitas asli?Ay memberikan perspektif bahwa terdapat beberapa pengguna yang mungkin merasa keberatan untuk menggunakan identitas asli dalam menggunakan aplikasi, atau dapat dipersepsikan bahwa pengguna ingin memastikan kembali apakah pengisian data pengguna harus menggunakan identitas asli karena kurangnya deskripsi mengenai instruksi yang harus dijalankan pengguna sebelum memasuki aplikasi, yakni pada pengisian data pengguna itu sendiri. Kemudian, terdapat beberapa pernyataan yang mengungkapkan bahwa AuSaya setuju dengan hasil yang diperoleh dan sesuai dengan saya. Ay, namun ada pula yang menyatakan bahwa AuMenurut saya hasil yang diberikan tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang saya rasakan. Ay. Kedua pernyataan tersebut, mengindikasikan bahwa terdapat beberapa pengguna yang setuju dan tidak setuju terhadap hasil screening kondisi kesehatan mental yang diperoleh, sehingga perlu dilakukan perbaikan lebih lanjut pada aplikasi agar mampu memberikan hasil screening yang lebih valid dan dapat disetujui oleh seluruh pengguna yang menggunakan aplikasi. Selanjutnya, pada poin AuThinkAy menjelaskan pikiran maupun persepsi pengguna terhadap aplikasi. Poin ini digunakan untuk memahami sudut pandang pengguna serta hal apa yang perlu untuk dikembangkan pada aplikasi berdasarkan perspektif pribadi Pada poin AuDoesAy, mendeskripsikan perilaku pengguna ketika menggunakan Beberapa contohnya, seperti pengguna menggunakan aplikasi untuk melakukan check-up terkait kondisi kesehatan mental pengguna, lalu setelah itu pengguna membaca SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC kebijakan dan cara menggunakan aplikasi, dan seterusnya. Kemudian, untuk poin AuFeelsAy mendeskripsikan emosi atau perasaan pengguna ketika menggunakan aplikasi. Melalui hasil analisis yang diperoleh, didapatkan bahwa terdapat beberapa pengguna yang merasa excited untuk menggunakan aplikasi, serta memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi dalam mengetahui bagaimana aplikasi dapat bekerja untuk mengetahui kondisi kesehatan mental terkini pengguna. Namun, di samping itu, ternyata juga terdapat beberapa pengguna yang masih kebingungan ketika menggunakan aplikasi, terlebih untuk memulai interaksi dengan Adapun beberapa pengguna yang merasa interaksi dengan chatbot cenderung masih kurang fleksibel dan kurang interaktif sehingga menimbulkan kesan interaksi yang monoton bagi pengguna. Begitu pun untuk poin AuPainAy dan AuGainAy yang dimana masingmasing hasil analisis yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi developer untuk memperbaiki aplikasi sehingga dapat memiliki performa dan mampu memberikan experience yang lebih baik kepada setiap pengguna dalam pengerjaan screening kondisi kesehatan mental. KESIMPULAN DAN SARAN Melalui hasil analisis terhadap usability aplikasi Psi-Robot yang telah terlaksana, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan perhitungan pada instrumen SUS (System Usability Scal. dengan perolehan SUS Score sebesar 76,72, aplikasi Psi-Robot mendapatkan grade AuCAy dan untuk adjective rank dengan kategori AuGoodAy. Kemudian pada aspek acceptability, aplikasi memperoleh predikat AuAcceptableAy. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa aplikasi Psi-Robot memiliki kualitas aplikasi yang termasuk ke dalam kategori rata-rata. Hasil juga menandakan bahwa aplikasi memiliki nilai rating dari pengguna yang baik untuk dapat digunakan dalam memenuhi tujuan pengguna, serta tingkat usability yang dapat diterima. Aplikasi Psi-Robot juga memperoleh nilai rekomendasi yang baik dari responden pengujian, yakni sebesar 8,09, disertai dengan beberapa kritik dan saran yang diberikan. Perolehan nilai rekomendasi tersebut, mengindikasikan bahwa pengguna mungkin dapat merekomendasikan aplikasi Psi-Robot kepada pengguna lainnya. Selain itu, melalui SINTEK-DC Prodi Ilmu Informatika UKDC klasifikasi serta analisis pada Empathy Map, diperoleh berbagai perspektif langsung dari pengguna serta pemahaman baru terkait cara kerja aplikasi. Aspek poin AuGainAy pada hasil analisis Empathy Map dapat menjadi saran yang baik untuk diterapkan pada pengembangan aplikasi Psi-Robot kedepannya, sehingga aplikasi mampu memberikan performa dan pengalaman yang lebih interaktif, dan membantu setiap pengguna dalam mencapai tujuan dari penggunaan aplikasi secara lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA