Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723- PERBANDINGAN NYERI PERSALINAN PADA IBU YANG MENDAPATKAN PIJAT OKSITOSIN DENGAN PIJAT ENDORPHIN Rini Kundaryanti. Evi Rizkiyani. Jenny Anna Siauta Prodi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional Jl. Harsono RM No. 1 Pasar Minggu. Jakarta Selatan. Indonesia e-mail: rini. kundaryanti@civitas. evirizkiyani88k@gmail. com, jenny. siauta@civitas. Artikel Diterima : 7 September 2023. Direvisi : 24 September 2023. Diterbitkan : 29 September 2023 ABSTRAK Latar belakang: Nyeri persalinan menjadi masalah dalam proses persalinan. Salah satu cara menurunkan nyeri persalinan yaitu pijat oksitosin dan pijat endorphin. Berdasarkan data dari RSUD ATA Jakarta Selatan pada tahun 2022 ditemukan 38% pasien Atas Permintaan Sendiri (APS) meminta untuk tindakan operasi SC dikarenakan nyeri saat proses persalinan. Tujuan: Mengetahui perbandingan nyeri persalinan pada ibu bersalin yang mendapatkan pijat oksitosin dengan pijat endorphin. Metode: Quasy experiment dengan rancangan pretestposttest with control group design. Sampel dalam penelitian adalah inpartu kala 1 fase aktif sebanyak 30 responden. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian: Nyeri persalinan sebelum dan sesudah pemberian pijat oksitosin mengalami penurunan dengan selisih nilai mean 4,40 nyeri persalinan sebelum dan sesudah pemberian pijat endorphin mengalami penurunan dengan selisih nilai mean sebesar 3,06. Adapun hasil dependen t-test pijat oksitosin . value 0,. dan pijat endorphin . value 0,. Dan hasil independen t-test dengan p value 0,006. Kesimpulan dan Saran: Pijat oksitosin lebih efektif mengurangi nyeri persalinan daripada pijat endorphin. Diharapkan bidan dapat memberikan terapi komplementer pijat oksitosin sebagai salah satu upaya mengurangi nyeri persalinan pada ibu Kata Kunci : nyeri persalinan, pijat endorphin, pijat oksitosin Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 45 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723- ABSTRACT Background: Labor pain is a problem in the delivery process. One way to reduce labor pain is oxytocin massage and endorphin massage. Based on data from South Jakarta 'T' Hospital in 2022 it was found that 38% of patients at their own request (APS) requested SC surgery due to pain during labor. Objective: Knowing the comparison of labor pain in birthing mothers who receive oxytocin massage with endorphin massage. Research methodology: Quasy experiment with pretest-posttest design with control group design. The sample in this study was the active phase 1 inpartu as many as 30 respondents. Data analysis used a paired sample t-test which was previously tested for normality and homogeneity. Results: Labor pain before and after giving oxytocin massage decreased with a mean difference of 4. Labor pain before and after giving endorphin massage decreased with a mean difference of 3. The dependent results of the t-test of oxytocin massage . and endorphin massage . And the results of the independent t-test with a p value of 0. Conclusion and Recommendation: Oxytocin massage is more effective in reducing labor pain than endorphin massage. It is hoped that midwives can provide complementary therapy for oxytocin massage as an effort to reduce labor pain in birthing mother Keywords: labor pain, endorphin massage, oxytocin massage Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 46 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Persalinan merupakan hal yang fisiologis yang dialami oleh setiap wanita, akan tetapi kondisi fisiologis tersebut dapat menjadi patologis apabila seorang ibu tidak mengetahui kondisi yang fisiologis dan seorang penolong atau tenaga kesehatan tidak memahami bagaimana suatu persalinan dikatakan membantu menurunkan angka kematian ibu sesuai dengan MDGs 2015 yang berganti SDGs (Sustainable Development Goal. (Walyani, 2. Menurut informasi dari World Health Organization (WHO) ditemukan 99% kematian ibu terjadi di negara berkembang yaitu 239/100. 000 kelahiran hidup, hal ini berbanding terbalik jika dibandingkan di negara maju yaitu 12/100. 000 kelahiran Angka kematian ibu di negara maju seperti Eropa dan Amerika Utara mencapai 12 per 100. 000 kelahiran hidup, di Australia dan Selandia mencapai 7 per 000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian ibu di negara berkembang yaitu sebesar 415 per 100. 000 kelahiran hidup (WHO, 2. Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021 secara umum terjadi penurunan kematian ibu selama periode 390 menjadi 305 per 100. 000 kelahiran hidup, jika dikaitkan dengan Millenium Development Goals (MDG. yakni menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 102/100. kelahiran hidup maka angka kematian ibu tidak berhasil mencapai target MDGs. Data Provinsi DKI Jakarta jumlah kematian ibu sebanyak 329 kematian ibu. Kondisi yang sama terjadi di Kota Jakarta Selatan tercatat bahwa perdarahan . ,3%), hipertensi dalam kehamilan . ,5%), infeksi . ,5%), gangguan sistem peredaran darah sebesar . ,6%) dan lainnya partus lama merupakan salah satu penyebab kematian ibu sebesar . ,5%). Adapun di RSUD ATA yang berada di Kecamatan Tebet Kota Jakarta Selatan pada tahun 2022 ditemukan 1 kasus JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723- kematian ibu yang disebabkan oleh perdarahan penyebabnya yaitu karena partus lama (Dinkes Prov DKI Jakarta. Komplikasi dalam lamanya waktu persalinan, kelelahan, stress pada ibu dapat menyebabkan aliran darah ibu melalui plasenta berkurang, sehingga aliran oksigen ke janin berkurang, akibatnya terjadi gawat janin dan hal ini dapat menyebabkan asfiksia. Faktor-faktor yang berhubungan dengan lama persalinan kala I termasuk usia ibu, paritas. TFU, usia kehamilan, jarak dari kehamilan, aktivitas (Machmudah, 2. Upaya untuk mencegah terjadinya komplikasi dalam persalinan tersebut, maka tenaga kesehatan khususnya bidan mempunyai tanggung jawab dan tantangan dalam memberikan asuhan yang adekuat untuk membantu proses persalinan. Namun hal tersebut bukan merupakan tugas yang mudah bagi seorang bidan karena setiap wanita memiliki dimensi biologi, psikologi, sosial, spiritual, budaya dan pendidikan yang berbeda yang berdampak pada cara mengekspresikan diri dan mempersepsikan rasa nyeri saat persalinan yang merupakan bagian alami dari proses persalinan (Hamilton, 2. Walaupun pendekatan nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri persalinan telah dipelajari secara luas, tetapi penerapan di rumah sakit masih sangat terbatas dan dalam praktiknya tidak semudah apa yang dibayangkan karena belum terdapat tuntunan yang jelas tentang cara untuk mempercepat kemajuan persalinan secara alami (Maryunani, 2. Salah satu cara untuk menurunkan nyeri persalinan yaitu dengan memberikan pijat oksitosin. Pijat oksitosin adalah sentuhan ringan pada pijatan tulang belakang mulai dari costa ke 5-6 sampai scapula yang dapat menimbulkan efek Relaksasi yang dialami ibu merangsang otak untuk menurunkan kadar hormon adrenalin dan meningkatkan produksi oksitosin yang merupakan faktor Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 47 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index timbulnya kontraksi uterus yang adekuat (Rosemary, 2. Sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Qonitun melalui analisis data Uji Sample t-Test (Independent sample t-Tes. didapatkan adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap lama kala I persalinan (Qonitun 2. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Ekayani pemberian kombinasi teknik relaksasi dan pijatan terhadap lama waktu persalinan dengan indikator pembukaan serviks (Ekayani, 2. Wijaya dalam penelitiannya dapat dilihat bahwa rata-rata nyeri setelah perlakuan pada kelompok pijat oksitosin dengan kategori nyeri terbanyak adalah nyeri ringan yaitu 90,0%, sedangkan kelompok tidak pijat oksitosin kategori nyeri terbanyak adalah nyeri sedang yaitu 68,4%. Adanya nyeri yang berkurang maka dapat memperlancar aliran darah yang membawa oksigen ke rahim, ketika oksigen dalam rahim tercukupi, kontraksi dapat berjalan dengan baik sehingga pembukaan pada kala I persalinan (Wijaya. Melakukan pijatan oksitosin dapat meregangkan daerah otot-otot sehingga nyeri yang dialami selama proses persalinan juga semakin berkurang (Simkin, 2. , sedangkan endorphin dapat diproduksi tubuh secara alami saat tubuh melakukan aktivitas seperti meditasi, pernapasan dalam, makan makanan pedas, atau menjalani akupuntur dan chiroproatic . engobatan alternati. (Haghighi, et al. Selain dengan melakukan pijat oksitosin, pijat endorphin juga dapat menurunkan nyeri persalinan (Kuswandi, 2. , pijat endorphin merupakan sebuah terapi pijatan ringan yang cukup penting JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723- Hal ini disebabkan karena melepaskan senyawa endorphin yang merupakan pereda rasa sakit dan Endorphine dalam tubuh bisa dipicu munculnya melalui berbagai kegiatan, seperti pernafasan yang dalam dan relaksasi, serta meditasi. Pijat endorphin sebaiknya dilakukan pada ibu hamil yang usia kehamilannya sudah memasuki 36 minggu, karena endorphin massage dapat merangsang keluarnya hormon oksitosin yang bisa memicu datangnya proses Hasil penelitian terdahulu dilakukan oleh Khasanah dan Sulistyawati . menunjukkan bahwa pijat endorphin memiliki efek penurunan intensitas nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif, dimana rata-rata nyeri sebelum dilakukan pijat endorphin 5,16 dan sesudahnya menjadi 3,16 penurunan rata 2,00. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Tanjung dan Antoni . hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pijat endorphin dan sebagian besar mengalami penurunan skala nyeri persalinan dengan penurunan rata-rata 1,19. Hasil laporan dari RSUD ATA Jakarta Selatan diperoleh informasi bahwa pada tahun 2022 terdapat ibu bersalin yaitu 672 primigravida Atas Permintaan Sendiri (APS) karena tidak kuat sakit, sehingga sebagian besar dilakukan tindakan SC dengan presentase 38%. Mereka lebih memilih persalinan dengan cara operasi dikarenakan mereka takut merasakan rasa nyeri saat proses persalinan. Menurut informasi yang didapatkan sejauh ini metode pijat oksitosin maupun pijat endorphin belum pernah dilakukan di RSUD ATA Jakarta Selatan Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 48 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723- BAHAN DAN METODE Desain penelitian ini adalah penelitian quasy experiment dengan pre-post test control group design untuk mengetahui pengaruh perlakuan pada kelompok intervensi pijat oksitosin dengan cara membandingkan dengan kelompok pijat Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin kala 1 fase aktif dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang, dimana akan dibagi 2 grup yaitu 15 responden yang akan diberikan pijat oksitosin dan 15 responden yang akan diberikan pijat endorphin. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling (Sugiyono, 2. Adapun kriteria inklusi, sbb: ibu primipara kala I fase aktif dan bersedia menjadi responden, sedangkan kriteria eksklusi, sbb: Ibu bersalin dengan kelainan letak, ibu bersalin mengalami komplikasi dan harus di SC dan ibu bersalin dengan riwayat perdarahan HASIL PENELITIAN Tabel 1. Nilai Rata-Rata Nyeri Persalinan Sebelum dan Sesudah Pemberian Pijat Oksitosin . Sebelum Perlakuan Nyeri Persalinan Mean Min Max Sebelum Sesudah 6,53 2,13 1,246 1,125 Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa nilai rata-rata nyeri persalinan pada ibu bersalin sebelum diberikan pijat oksitosin sebesar 6,53 dengan standar deviasi 1,246. Dan nilai rata-rata nyeri persalinan sesudah diberikan pijat oksitosin sebesar 2,13 dengan standar deviasi 1,12 Tabel 2. Nilai Rata-Rata Nyeri Persalinan Sebelum dan Sesudah Pemberian Pijat Endorpin Nyeri Persalinan Mean Min Max Sebelum Sesudah 6,53 3,47 1,356 1,302 Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa nilai rata-rata nyeri persalinan pada ibu bersalin sebelum diberikan pijat endorphin sebesar 6,53 dengan standar deviasi 1,356. Dan nilai rata rata nyeri persalinan sesudah diberikan pijat endorphin adalah 3,47 dengan standar deviasi 1,302 Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Shapiro-Wilk Perlakuan A. Sig =5% Keterangan Pijat 0,126 Oksitosin Pijat 0,052 Endorpin Sebelum Perlakuan Pijat 0,057 Oksitosin Pijat 0,059 Endorpin Lebih Lebih Normal Lebih Lebih Normal Normal Normal Berdasarkan tabel 3 didapatkan bahwa hasil uji normalitas nyeri persalinan pada kedua kelompok baik pada kelompok pijat endorphin sebelum dan sesudah dilakukan intervensi memiliki p value lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, maka ditemukan semuanya berdistribusi normal. Langkah selanjutnya yaitu melakukan uji homogenitas, untuk menerima atau menolak hipotesis dengan membandingkan p value dengan 0,05 . value > 0,. Adapun hasilnya dapat diketahui sebagai Tabel 4. Uji Homogenitas Nyeri P Value Keterangan Persalinan Sebelum 0,568 Homogen Sesudah 0,298 Homogen Berdasarkan tabel 4 hasil uji homogenitas nyeri persalinan sebelum dan sesudah memiliki p value > 0,05 maka data tersebut dinyatakan homogen Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 49 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Tabel 5. Pengaruh Pemberian Pijat Oksitosin terhadap Nyeri Persalinan pada Ibu Bersalin Nyeri Pretest Posttest Selisih Persalinan Mean Man Mean Pijat 6,53 2,13 4,40 Oksitosin Value 0,00 Berdasarkan tabel 5 hasil uji beda menggunakan paired sample t-test pada pemberian pijat oksitosin sebelum dan sesudah perlakuan memiliki nilai p value < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh pemberian pijat oksitosin terhadap nyeri Tabel 6. Pengaruh Pemberian Pijat Endorpin terhadap Nyeri Persalinan pada Ibu Bersalin Nyeri Persalinan Pre Post Mean Mean Selisih Man Value Pijat Endorpin 6,53 3,00 0,00 3,47 Berdasarkan tabel 6 hasil uji beda menggunakan paired sample t-test pada pemberian pijat endorphin sebelum dan sesudah perlakuan memiliki nilai p value < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh pemberian pijat endorphin terhadap nyeri Tabel 7. Perbandingan Nyeri Persalinan pada Ibu Bersalin antara yang Mendapatkan Pijat Oksitosin dengan Pijat Endorphin Nyeri Persalina Sebelum Ssudah Pijat Oksitosi Pijat Endorpi Mean Mean 6,53 2,13 6,53 3,47 Selisi Man Valu 0,00 1,34 1,00 0,00 Berdasarkan tabel 7 didapat hasil nyeri persalinan sebelum diberikan pijat oksitosin sebesar 6,53, dan pada intervensi pijat endorphin sebesar 6,53 sehingga tidak didapatkan selisih nilai mean sebelum. Sedangkan sesudah diberikan pijat oksitosin sebesar 2,13, dan pijat endorphin sebesar 3,47 sehingga didapatkan selisih JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723- nilai mean sebesar 1,34. Hasil p value 0,006 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nyeri persalinan pada ibu bersalin yang mendapatkan pijat oksitosin dengan yang mendapat pijat endorphin PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian pemberian pijat oksitosin sebelum dan sesudah perlakuan memiliki nilai p value < 0,05 artinya terdapat pengaruh pemberian pijat oksitosin terhadap nyeri persalinan. Pijat oksitosin merupakan suatu rangsangan pada kedua sisi tulang belakang untuk merileksasi tingkat ketegangan dan kecemasan pada ibu inpartu sehingga mengakibatkan reflek okstosin meningkat (Anorogo, 2. Manfaat pijat oksitosin meregangkan daerah otot-otot sehingga nyeri yang dialami selama proses persalinan juga semakin berkurang, dan mempunyai cara kerja merangsang tubuh melepaskan senyawa endorphin yang merupakan penghilang rasa sakit dan dapat menciptakan perasaan nyaman (Simkin. Manfaat lainnya yaitu menurunkan hormon stress dan meningkatkan hormon oksitosin (Haruyama, 2. Sentuhan yang nyaman dan mendukung peningkatan level oksitosin, oksitosin membantu menurunkan kecemasan (Trisnowiyanto. Sejalan dengan hasil Qonitun mengalami nyeri kategori sedang, setelah mendapatkan pijat oksitosin mengalami penurunan dengan kategori ringan. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Ekayani . didapatkan ada pengaruh pemberian kombinasi teknik relaksasi dan pijatan terhadap nyeri persalinan . value 0,. Dalam penelitiannya mendapatkan hasil nilai p value sebesar 0,00 maka ada pengaruh pijat punggung terhadap nyeri (Rahmawati, 2. Begitu juga dengan hasil penelitian Sofia . dalam Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 50 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index penelitiannya hasil uji AuFisherAs ExactAy didapatkan nilai p value 0,013 < 0,05 ini artinya ada pengaruh pijat punggung terhadap nyeri persalinan kala I persalinan normal ibu primigravida. Peneliti berasumsi adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap nyeri persalinan disebabkan oleh karena melalui pijat oksitosin maka dapat menurunkan kadar epinefrin dan non epinefrin dalam darah di mana kadar tersebut jika terlalu tinggi dapat menimbulkan kegelisahan dan kecemasan, meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah dan dapat meningkatkan aliran darah ke otot rangka. Melalui pijat oksitosin maka terjadi keseimbangan mobilisasi otak dan tubuh untuk bertindak karena dapat merangsang pengeluaran hormon oksitosin dan hormon endorfin yang dapat menciptakan ketenangan, ketegangan otot, dan menimbulkan Ketika ibu sudah merasa tenang dan rileks, maka rasa takut yang muncul dapat teratasi sehingga pengeluaran adrenalin yang berlebih dapat diantisipasi dan zat-zat rasa nyeri pun dapat disekresi dengan baik sehingga dapat memperlancar aliran darah yang membawa oksigen ke rahim yang menyebabkan rasa nyeri pun menjadi berkurang. Pengaruh Pemberian Pijat Endorphin terhadap Nyeri Persalinan pada Ibu Bersalin Berdasarkan menggunakan paired sample t-test pada pemberian pijat endorphin sebelum dan sesudah perlakuan memiliki nilai p value < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh pemberian pijat endorphin terhadap nyeri Endorphin adalah hormon alami yang endorphin adalah penghilang rasa sakit yang terbaik (Haghighi, et al, 2. Terapi endorphin dipercaya mampu memproduksi empat kunci bagi tubuh dan pikiran, yaitu meningkatkan sistem mengurangi rasa sakit, mengurangi stress. JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723- dan memperlambat proses penuaan (Shahhosseini, et al, 2. Pijat endorphine dapat mengatur produksi mengendalikan rasa nyeri serta sakit yang menetap, mengendalikan perasaan stres, serta meningkatkan sistem kekebalan Hal ini yang membuat terapi ini bisa membantu serta melancarkan proses pada persalinan (Handayani, 2. Sejalan dengan hasil penelitian Putri, et al . menyatakan bahwa ada pengaruh pemberian pijat endorphine terhadap penurunan tingkat nyeri pada ibu bersalin. Penelitian yang dilakukan Meihartati . diketahui bahwa hasil uji yang digunakan adalah uji alternatif wilcoxon didapatkan nilai P value 0,003. Penelitian Arianti . , menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penurunan tingkat nyeri yang bermakna sebelum dan sesudah diberi pijat endorphine. Peneliti berasumsi adanya pengaruh pijat endorfin terhadap nyeri persalinan disebabkan oleh karena melalui pijat endorfin maka tubuh akan melepaskan senyawa endorfin yang merupakan pereda rasa sakit yang dapat menimbulkan perasaan nyaman pada saat proses persalinan, mengendalikan perasaan stres, serta meningkatkan sistem kekebalan Keluarnya sistem endorfin maka dapat memperlancar peredaran darah sehingga sistem peredaran darah pada uterus juga berjalan dengan baik menjadikan nyeri yang dialami ibu berkurang karena ada pasokan oksigen ke dalam uterus tersebut. Perbandingan Pemberian Pijat Oksitosin dan Pijat Endorphin terhadap Nyeri Persalinan pada Ibu Bersalin Berdasarkan hasil penelitian didapat nilai p value 0,00 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nyeri persalinan pada ibu bersalin yang mendapatkan pijat oksitosin dengan yang mendapat pijat endorphin. Ibu bersalin yang diberikan pijat oksitosin akan merasa Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 51 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index lebih tenang, lebih nyaman dalam menghadapi persalinan. Pemijatan yang diberikan memberi manfaat pada ibu bersalin yaitu melancarkan peredaran darah dan meregangkan daerah otototot sehingga nyeri yang dialami selama proses persalinan juga semakin berkurang (Yuliatun, 2. Pijat oksitosin juga membuat ibu merasa lebih dekat dengan orang yang merawatnya. Sentuhan Seseorang yang peduli dan ingin menolong merupakan sumber kekuatan saat ibu sakit, lelah, dan takut (Hariani, 2. Adapun pijat endorphine menurut Kuswandi . merupakan sebuah terapi sentuhan atau pijatan ringan yang cukup penting diberikan pada ibu hamil, di waktu menjelang hingga saatnya melahirkan. Pijatan ini dapat merangsang tubuh untuk melepaskan senyawa endorphine yang merupakan pereda rasa sakit dan dapat Aprilia menyatakan bahwa endorphine merupakan hormon yang diproduksi secara alami oleh tubuh sebagai penghilang rasa sakit. Endorphine diproduksi dengan cara melakukan aktivitas seperti meditasi, melakukan pernafasan dalam, atau melalui Endorphine dipercayai memproduksi empat kunci bagi tubuh dan pikiran: yaitu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi rasa sakit, mengurangi stress . dan memperlambat proses penuaan. Kegunaan dari endorphin antara lain, persisten/menetap, mengendalikan potensi kecanduan akan cokelat, mengendalikan perasaan frustasi dan stress, mengatur produksi hormon pertumbuhan dan seksual, mengurangi gejala-gejala akibat gangguan makan. Endorphin adalah hormon alami yang diproduksi tubuh penghilang rasa sakit yag terbaik. Endorphin dapat diproduksi tubuh secara alami saat tubuh melakukan aktivitas seperti meditasi, pernapasan dalam, makan makanan pedas, atau menjalani akupuntur JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723- dan chiroproatic . engobatan alternati. (Haghighi, et al, 2. Sukmaningtyas, dkk. menjelaskan bahwa endorphine massage sangat berguna untuk menghilangkan rasa lelah pada tubuh, memperbaiki sirkulasi mengeluarkan racun, serta meningkatkan kesehatan pikiran. Endorphine bisa menciptakan perasaan nyaman dan enak sehingga mengurangi kecemasan yang ibu Sejalan dengan hasil penelitian Anggeriani et al. menunjukkan hasil ibu yang mendapatkan pijat oksitosin mengalami perdarahan lebih sedikit mendapatkan pijat endorphine, sehingga didapatkan adanya pengaruh yang bermakna pada pijat oksitosin terhadap jumlah pengeluaran darah pada kala IV Penelitian MaArifah dan Surtiningsih . didapat rata-rata penurunan nyeri pada teknik counter pressure adalah 2,364 lebih besar dibandingkan rata-rata penurunan nyeri pada teknik endorphin massage yaitu 2,273 sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik counter pressure lebih efektif dibandingkan teknik endorphin massage. Pada persalinan dengan fase aktif tingkat nyeri sudah berada diatas nyeri sedang hal inipun dapat menyebabkan sentuhan ringan endorphin massage menjadi kurang efektif dalam menurunkan nyeri persalinan. Peneliti berasumsi pijat oksitosin lebih baik dalam menurunkan nyeri persalinan dibandingkan pijat endorphin, hal ini disebabkan karena pada pijat oksitosin terdapat pengulangan intervensi sebanyak 3 kali selama 3-5 menit sehingga apabila his datang pasien merasa lebih nyaman dan lebih tenang dibandingkan pijat endorphin yang hanya dilakukan 1x pengulangan intervensi. Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 52 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index KESIMPULAN Terdapat perbedaan nyeri persalinan pada ibu bersalin yang mendapatkan pijat oksitosin dengan yang mendapat pijat endorphin yang mana didapatkan pijat oksitosin lebih berpengaruh menurunkan tingkat nyeri pada persalinan daripada pijat SARAN