STIKes Mitra Keluarga Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) e-ISSN 2774-7883 . Vol. No. Desember 2025. Hal. 76 Ae 81 Available online at: http://jmm. id/index. php/jmm Penyuluhan Siswa SMKN 5 Batam Tentang Pencegahan Penyakit Infeksi Menular Seksual Alif Rahman Habibi1*. Alya Rahmaditya Arfan2 1,2Institut Kesehatan dan Teknologi Kartini Batam. Jl. Budi Kemuliaan No. Batam 29453. Kepulauan Riau. Indonesia *rahmanhabibi724@gmail. INFORMASI ARTIKEL Article history Submitted: 11 Ae 12 Ae 2025 Accepted: 29 Ae 12 Ae 2025 Published: 31 Ae 12 Ae 2025 DOI : https://doi. org/10. 47522/jm Kata kunci: Infeksi Menular Seksual. SiswaSiswi SMKN 5 Batam. IMS Keywords: Sexually Transmitted Infections. Students SMKN 5 Batam. IMS ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang penularannya terjadi terutama melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral. IMS dapat disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme seperti bakteri, virus, maupun parasit. Materi disusun berdasarkan data dan literatur ilmiah terkini, serta disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman audiens. Materi ini mencakup definisi IMS, perbedaan IMS. HIV, dan AIDS, cara penularan . eksual, darah, dari ibu ke bay. , jenis- jenis, tanda- tanda, dan cara penularan penyakit IMS. Penyuluhan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Sebelum kegiatan berlangsung, banyak peserta memiliki persepsi yang keliru mengenai IMS, seperti anggapan bahwa penyakit tersebut hanya menyerang kelompok tertentu. Setelah penyuluhan, peserta memahami bahwa IMS dapat menyerang siapa saja yang melakukan perilaku berisiko. Seiring dengan perubahan gaya hidup dan dinamika sosial masyarakat modern, pemahaman yang baik mengenai IMS sangat dibutuhkan agar setiap individu mampu menjaga kesehatan reproduksi serta berperan dalam mencegah penularan penyakit ini. Dilakukan penyuluhan dan sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi SMKN 5 batam terhadap bahaya dari perilaku seks bebas karena dapat menyebabkan infeksi menular ABSTRACT Sexually Transmitted Infections are diseases primarily transmitted through sexual contact, whether vaginal, anal, or oral. Sexually Transmitted Infections can be caused by various types of microorganisms such as bacteria, viruses, or parasites. The material is compiled based on the latest data and scientific literature and is tailored to the needs and comprehension level of the audience. This material covers the definition of sexually transmitted infections, the differences between sexually transmitted infections. HIV, and AIDS, modes of transmission . exual, blood, from mother to bab. , types of sexually transmitted infections, signs of being infected with a sexually transmitted infection, and how sexually transmitted diseases are Jurnal Mitra Kesehatan (JMM) Vol. No. , pp. 76 Ae 81 Counseling has a positive impact on increasing participants understanding and awareness of the importance of maintaining reproductive health. Before the activity took place, many participants had misconceptions about Sexually Transmitted Infections, such as the belief that these diseases only affect certain groups. After the counseling, participants understood that Sexually Transmitted Infections can affect anyone who engages in risky behavior. Along with changes in lifestyle and the evolving social dynamics of modern society, a proper understanding of STIs is essential so that individuals can maintain reproductive health and play an active role in preventing the transmission of these diseases. This counseling and socialization activity aims to provide students of SMKN 5 Batam with an understanding of the dangers of promiscuous behavior, as it can lead to sexually transmitted PENDAHULUAN Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang penularannya terjadi terutama melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral (Putri et al. IMS dapat disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme seperti bakteri, virus, maupun Masalah kesehatan ini masih menjadi tantangan besar di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena tingkat penularannya yang tinggi serta dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan individu maupun masyarakat (Sitepu 2. WHO memperkirakan setidaknya terdapat 374 juta kasus baru infeksi menular seksual pada tahun 2020 diantaranya yaitu infeksi bakteri Chlamydia trachomatis sekitar 129 juta orang. Neisseria gonorrhoeae 82 juta. Sifilis 7,1 juta, dan Trichomonas vaginalis 156 juta (Agustini and Damayanti 2. Kurangnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang aman, rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, serta stigma sosial yang melekat pada penderita membuat IMS sering terlambat terdeteksi dan ditangani. Tingkat pengetahuan dapat mengurangi penyebab terjadinya penularan penyakit IMS. Padahal, sebagian besar IMS dapat dicegah dan diobati secara efektif bila dikenali sejak dini (Putri et al. Sibuah et al. Oleh karena itu, edukasi mengenai faktor risiko, cara penularan, serta upaya pencegahan menjadi langkah penting dalam menekan penyebaran IMS (Betan and Pannyiwi 2. Risiko penularan IMS akan meningkat pada individu yang melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan, baik melalui vagina, oral, maupun anal (Saenong and Sari 2. Di tengah perubahan gaya hidup dan dinamika sosial masyarakat modern, pemahaman yang baik mengenai IMS sangat dibutuhkan agar setiap individu mampu menjaga kesehatan reproduksi dan berperan dalam mencegah penularan penyakit. Dilakukan penyuluhan dan sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi SMKN 5 Batam terhadap bahaya dari perilaku seks bebas karena dapat menyebabkan infeksi menular seksual. Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. No. , pp. 76 Ae 81 METODE Penyusunan Materi Materi disusun berdasarkan data dan literatur ilmiah terkini, serta disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman audiens. Materi ini mencakup definisi infeksi menular seksual, perbedaan IMS. HIV, dan AIDS, cara penularan . eksual, darah, dari ibu ke bay. , jenis- jenis, tanda- tanda terkena, dan cara penularan penyakit IMS (Agustini and Damayanti 2. Sosialisasi Sosialisasi dilaksanakan dengan memberikan informasi melalui siswa SMKN 5 Batam, terkait kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan gambaran kegiatan penyuluhan tentang bahaya penyakit infeksi menular seksual bagi remaja SMKN 5 batam. Penyuluhan Langsung Institut Kesehatan Kartini Batam menyelenggarakan penyuluhan langsung di sekolah SMKN 5 Batam. Kegiatan ini meliputi presentasi interaktif, pemutaran video, dan sesi tanya jawab. Metode ini efektif karena memungkinkan komunikasi dua arah antara fasilitator dan peserta, sehingga informasi dapat diterima secara lebih jelas dan mendalam (Habibi and Novia 2025. Palapessy and Habibi 2. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan (Wahyuni et al. Simulasi Peran Kegiatan simulasi peran dilaksanakan dengan memberikan kesempatan kepada siswa-siswi SMKN 5 Batam untuk memerankan skenario penolakan terhadap ajakan melakukan hubungan seksual sesama jenis maupun di luar pernikahan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam merespon situasi bujukan seksual secara asertif dan tepat (Palapessy and Habibi 2. Evaluasi Setelah melakukan diskusi, siswa diberikan kuis dan penghargaan hadiah sebagai umpan balik. Selain itu, dosen juga berdiskusi dengan siswa untuk melakukan evaluasi dan saran terkait pengabdian masyarakat. Selanjutnya penyuluhan ini dapat di terapkan di dalam lingkungan sekitarnya (Azizah et al. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan mengenai IMS dilaksanakan pada tanggal 20 oktober 2025 di SMKN 5 Batam dengan jumlah peserta sekitar 500 siswa. Peserta yang hadir terdiri dari siswa yang sebelumnya memiliki pengetahuan terbatas mengenai IMS. Penyuluhan dilakukan melalui metode presentasi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat berpartisipasi secara aktif. Berdasarkan hasil pengamatan Jurnal Mitra Kesehatan (JMM) Vol. No. , pp. 76 Ae 81 terhadap diskusi interaktif yang melibatkan siswa SMKN 5 Batam, terlihat adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep IMS, mekanisme penularan, gejala yang ditimbulkan, serta upaya pencegahannya. Peserta juga memberikan respon positif, terlihat dari antusiasme selama penyampaian materi dan banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait mitos maupun fakta tentang IMS. Gambar 1. Diskusi dan tanya jawab dalam penyampaian materi Dalam pembahasan kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Sebelum kegiatan berlangsung, banyak peserta memiliki persepsi yang keliru mengenai IMS, seperti anggapan bahwa penyakit tersebut hanya menyerang kelompok tertentu. Sebanyak 149 siswa . ,8% dari total 500 sisw. beranggapan bahwa penyakit IMS hanya dapat dialami oleh kelompok orang tertentu. Setelah penyuluhan, peserta memahami bahwa IMS dapat menyerang siapa saja yang melakukan perilaku berisiko. Selain itu, peserta mulai menunjukkan perubahan sikap, antara lain meningkatnya kesadaran untuk melakukan pencegahan seperti menjaga kebersihan alat reproduksi, serta kesediaan untuk melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala mencurigakan. Hal ini, menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang digunakan cukup efektif dalam menyampaikan informasi yang benar dan mudah dipahami. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya edukasi kesehatan Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. No. , pp. 76 Ae 81 seksual secara rutin agar masyarakat, terutama remaja, memiliki pengetahuan yang cukup untuk melindungi diri dan mengurangi angka kejadian IMS di lingkungan mereka. KESIMPULAN Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang penularannya terjadi terutama melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral. IMS dapat disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme seperti bakteri, virus, maupun parasit. Metode penyuluhan yang digunakan cukup efektif dalam menyampaikan informasi yang benar dan mudah dipahami. Kegiatan tersebut menegaskan pentingnya edukasi kesehatan seksual secara rutin agar masyarakat, terutama remaja, memiliki pengetahuan yang cukup untuk melindungi diri dan mengurangi angka kejadian IMS di lingkungan SARAN Saran untuk melanjutkan edukasi kesehatan seksual secara rutin agar masyarakat, terutama remaja, tidak terlibat dalam hubungan seksual diluar dari pernikahan sehingga memudahkan untuk terhindar dari infeksi menular seksual. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Rektor Institut Kesehatan Kartini Batam. Bapak Hary Jocom, bagian LPPM Ibu Alya Rahmaditya Arfan, dan Bapak Victor E. Palapessy, serta seluruh dosen dan staf Institut Kesehatan dan Teknologi Kartini Batam atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. DAFTAR PUSTAKA