Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBENTUK FLASH CARD TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS CERITA FABEL OLEH SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 19 PEMATANGSIANTAR Devi Puspita Sari NababanA. ResmiA ASMP Trisakti. Pematangsiantar AUniversitas Simalungun. Pematangsiantar email: Adevipuspitasarin6@gmail. Asinuratresmi@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Project Based Learning berbentuk flash card terhadap kemampuan menulis teks cerita fabel oleh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 19 Pematangsiantar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menulis teks fabel yang disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan metode pembelajaran yang konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media flash card dan kelas kontrol yang menggunakan media konvensional. Data dikumpulkan melalui tes menulis teks fabel sebelum dan sesudah Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada nilai post-test siswa di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan uji statistik menggunakan SPSS, diperoleh hasil bahwa model Project Based Learning berbentuk flash card memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan menulis teks cerita fabel. Dengan demikian, model ini efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa, khususnya dalam teks cerita Kata Kunci: Project Based Learning. Flash Card. Menulis. Teks Cerita Fabel. Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 PENDAHULUAN Kurang berhasilnya pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 19 Pematangsiantar, diakibatkan karena pendidik yang kurang efektif dan kreatif saat proses pembelajaran. Metode konvensional seringkali diterapkan proses pembelajaran berlangsung khususnya pada materi menulis teks cerita fabel. Media pembelajaran merupakan segala bentuk alat, bahan, atau sarana yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran agar materi dapat disampaikan dengan lebih mudah, efektif, dan efisien. Media ini berfungsi sebagai perantara antara pendidik . uru/dose. dan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hoerudin . Menyatakan bahwa Flash Card adalah media yang sederhana namun sangat bermanfaat untuk menampilkan melatih kosa kata. Media flash card dapat berupa kartu bergambar yang di bawahnya terdapat tulisan yang didesain dengan warna yang menarik sehingga hal ini akan menyenangkan anak, maka anak akan termotivasi untuk belajar. Sering kali peserta didik merasa kesulitan untuk memulai menulis karena belum mampu untuk mengembangkan kreativitasnya, begitu pun dengan menceritakan kembali secara tulis teks fabel. Hal ini yang menimbulkan permasalahan di sekolah. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di Sekolah Menengah Pertama di SMP Muhammadiyah 19 Pematangsiantar hasil hampir sebagian peserta didik memiliki kesamaan dalam hasil tulisannya, terutama dalam kalimat yang dituliskan, hal ini menunjukkan bahwa peserta didik masih kesulitan dalam menggali ide untuk memulai secara kreatif. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang orang, kendala yang dirasakan siswa tersebut adalah sebagai berikut: Peserta didik tidak mampu mengungkapkan ide, kurangnya motivasi siswa menulis di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, jarangnya penggunaan media terhadap pembelajaran. Berdasarkan kendala yang dirasakan siswa Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian menggunakan model project based learning terhadap kemampuan menulis teks cerita fabel. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran memiliki peran penting dalam meningkatkan semangat dan partisipasi siswa selama proses belajar. Oleh karena itu, guru perlu mempelajari dan menguasai penggunaan media pembelajaran agar materi dapat disampaikan kepada siswa dengan cara yang lebih efektif, menarik, serta interaktif. Berdasarkan paparan dan latar belakang masalah di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPenerapan Model Project Based Learning Berbentuk Flash Card Terhadap Kemampuan Menulis Teks Cerita Fabel Oleh Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 19 Pematang SiantarAy. TUJUAN PENELITIAN Setiap kegiatan selalu berorientasi pada tujuan tertentu. Dalam ketidakhadiran tujuan tertentu jelas maka kegitan tidak dapat diarah karena tidak tau apa yang ingin dicapai dari kegiatan yang dilakukan. Sugiyono . menyatakan bahwa tujuan penelitian di sini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau tesis, yang merupakan tujuan formal . isalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjan. , tetapi tujuan di sini berkenaan dengan tujuan peneliti dalam melakukan penelitian. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan : Penerapan model project based learning Pada materi teks cerita VII SMP Muhammadiyah Pematangsiantar. Kemampuan menulis teks cerita fabel oleh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 19 Pematangiantar. Pengaruh Penerapan Model Project Based Learning berbentuk flash card terhadap kemampuan menulis teks cerita fabel di Kelas VII SMP Muhammadiyah 19 Pematangsiantar. Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 METODE PENELITIAN Desain penelitian merupakan rencana atau strategi yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dalam penelitian. Nursalam . Desain penelitian merupakan suatu strategi penelitian dalam mengidentifikasi permasalahan sebelum perencanaan akhir pengumpulan data dan untuk mengidentifikasi struktur dimana penelitian dilaksanakan. Waruwu 4:1. merupakan rancangan atau pedoman yang digunakan untuk menjalankan sebuah penelitian. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dan eksperimen. Abraham . 2:2. mengemukakan bahwa penelitian eksperimen digunakan untuk 37 memahami gejala atau efek yang muncul sebagai hasil dari penerapan perlakuan tertentu. Caranya dengan membandingkan satu atau lebih kelompok yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan. Peneliti menggunakan dua kelompok tersebut untuk mengetahui experimental design. Rasyid Eksperimen melibatkan dua kelompok subjek: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau pembanding, meskipun dimungkinkan untuk melakukan eksperimen hanya dengan satu kelompok. Desain penelitian ini terdiri dari dua kelompok kelas VII SMP Muhammadiyah 19 Pematangsiantar. Kedua kelompok ini memiliki tingkatan yang sama dan diberikan materi yang Yang membedakan antara kedua kelompok ini adalah kelompok eksperimen akan diberikan perlakuan belajar menggunakan media flash card, sedangkan kelompok kontrol akan diberikan perlakuan belajar menggunakan media cetak atau buku paket. Di akhir penelitian, kedua kelompok diberikan tes akhir yang sama untuk mengukur penerapan model project based learning berbentuk flash card terhadap kemampuan menulis teks cerita fabel oleh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 19 Pematangsiantar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada materi menulis teks cerita fabel. Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Hasil Penelitian Hasil penelitian yang diperoleh peneliti dalam penelitian ini adalah data numerik mengenai hasil belajar siswa dan hasil tes kemampuan yaitu hasil pre-test dan pot-test baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Selanjutnya peneliti mengolah data numerik atau data hasil tes prestasi siswa sesuai dengan model dann prosedur yang telah ditentukan peneliti pada bab sebelumnya. Penelitian ini berjudul AuPenerapan Model Project Based Learning Berbentuk Flash Card Terhadap Kemampuan Menulis Teks Cerita Fabel Oleh Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 19 PematangsiantarAy yang telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April 2025. Hasil Penelitian Pre-Test Dan Post Test Kelas Kontrol Hasil belajar siswa kelas kontrol pada pre-test dan post-test merupakan hasil tes siswa yang terdiri dari pre-test dan post-test. Hasil percobaan ini nantinya akan menjadi acuan keberhasilan penelitian ini. bawah ini hasil tes pertama . re-tes. dan tes akhir . ost-tes. siswa ditampilkan dalam bentuk tabel : TABEL V HASIL PRE-TEST DAN POST-TEST KELAS KONTROL DIKELAS VII-3 SMP MUHAMMADIYAH 19 PEMATANGSIANTAR Nama Siswa Gita Dwi Riya Azizah Zahra Rara Batrisyia Asyifa Ul Hasanah Zhaafirah Adzra Keysha Aulia Irsan Syahputra Khansa Aqila Nayla Adelya Ardma Apriando Zidan Surya Putra Naufal Azmi Tampubolon Rafiky Handoko Dirga Saski Deo Pratama Azka Matondang Nilai Pre-test Nilai Post-test Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 Halwa N. Rizky Aditya Fikri Audiansha Ayu Balqis Abdul Rahman Aulia Renasyah Siti Khadijah Khairul Anwar Berdasarkan tabel pre p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 test dan post-test di atas proses pembelajaran pada kelas kontrol yaitu dengan menggunakan model pembelajaran konvesional. Dapat dilihat dari tabel di atas nilai tertinggi 89 sedangkan nilai terendah 56. Hasil Penelitian pre-test dan post-test kelas eksperimen Setelah melakukan pre-test dan post test pada kelas kontrol selanjutnya peneliti juga menguji hal yang sama pada kelas eksperimen yaitu melakukan pre- test dan post test. Hasil tes pertama . re-tes. dan akhir . ost tes. siswa ditampilkan dalam bentuk tabel. TABEL VI HASIL PRE-TEST DAN POST-TEST KELAS EKSPERIMEN DI KELAS VII-1 SMP MUHAMMADIYAH 19 PEMATANGSIANTAR Nama Siswa Afiqa Gisella Putri Nabila Piliang Bunga Lili Ansari Reysa Azzahra Callysta Aurelia Bahira Maharani Cakiqah Evante Siregar Livia Khalifhatya Zulfa Syahputra Jannatun Mawarda Suci Ramadani Nazla Uzma Ayuro Yasmin Lulya Rafiqy Azam Ramadan Dewa Danilo Aisar Rahman Nauzal Arkan Muhammad Yuda Bukhori Azka Assabiq Ilham Maher Rakha Razana Rirqhi Harun Dwi Fahri Maulana Nasution Fariz Auda Nasution Nilai Pre-test Nilai Post-test Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 Akbar Kurniawan p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 Berdasarkan tabel pre-test dan post test di atas pembelajaran pada kelas eksperimen yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbentuk Flash card. Dapat Dilihat dari tabel di atas nilai tertinggi 95 Sedangkan terendah 60. Analisis Deskriptif Analisis statistik berguna untuk menyajikan dan mendeskripsikan data penelitian, mencakup jumlah data, nilai maksimum, nilai minimum, mean dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya hasil analisis deskriptif kelas eksperimen dan kelas Kontrol dapat dilihat pada tabel hasil perhitungan program SPSS berikut ini : Tabel VII HASIL ANALISIS DESKRIPTIF KELAS KONTROL DAN KELAS EKSPERIMEN Descriptive statistic Pre-Test Kontrol Post-Test Kontrol Pre-Test Eksperimen Post-Test Eksperimen Minimu Maximum Mean Std. Deviatio 71,04 7,561 82,16 5,545 67,37 6,112 85,84 3,807 (Sumber data: diolah oleh SPSS versi 26 for Window. Berdasarkan tabel 4 hasil analisis deskriptif kelas eksperimen dan kelas kontrol. N hasil pre-test dan post-test pada kelas eksperimen dan kelas Kontrol adalah 24 dan 51. Arti dari N adalah jumlah sampel yang digunakan dalam perbandingan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dalam hal ini minimum adalah nilai minimum yang diperoleh dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-ratanya adalah nilai akhir atau ratarata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelompok eksperimen ratarata hasil pre-test nya adalah 67. 37 Setelah dilakukan. Perlakuan . odel pembelajaran PJBL berbentuk flash car. , nilai rat-rata post-test menjadi meningkat yaitu 82,16. Dan nilai rata-rata pre-test pada kelas kontrol yaitu Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 71,04, setelah diberikan perlakuan . rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 85,84 Sehingga dari uraian data pada tabel dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan mean yang signifikan antara data pre-test dan post-test kelompok eksperimen dan kontrol. Uji Normalitas Uji Normalitas adalah metode untuk menentukan apakah data berasal atau terletak dalam distribusi normal. Uji sebaran data yang dianalisis, apakah sebarannya berada di bawah kurva normal atau tidak. Distribusi normal adalah berbentuk lonceng atau sometris. Uji normalitas dilakukan terhadap dua set data yaitu data pre-test dan post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan 2 sampel yaitu kelas /kelompok . elas eksperimen dan kelas kontro. yang berjumlah 75 orang siswa, sehingga hasil uji normalitas Kolmogorov- Smirnov digunakan lebih akurat. Dasar pengambilan keputusan pengujian normalitas adalah: Jika nilai sig. > 0,05 maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal. Jika nilai sig. < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data diduga berdistribusi tidak normal. Hasil uji normalitas kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat dari hasil perhitungan program SPSS pada tabel berikut. TABEL Vi UJI NORMALITAS KELOMPOK EKSPERIMEN DAN KELOMPOK KONTROL Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic df Sig. 905 24 . Pretest Control(Konvesio Eksperimen(PJBL Postest Control(Konvesio Eksperimen(PJBL This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 Berdasarkan tabel 5 terlihat hasil uji normalitas seluruh data pretest post-test Kontrol menunjukkan nilai sig, >0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Hasil Uji Homogenitas Data Hasil uji homogenitas adalah prosedur uji statistik yang dirancang untuk menunjukkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari suatu populasi dengan varian yang sama. Homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kumpulan data yang diteliti mempunyai karakteristik yang sama atau tidak. Nilai uji homogenitas dalam penelitian ini diperoleh dengan uji homogenitas. Dasar keputusan uji homogenitas Jika nilai sig. Berdasarkan nilai rata-rata >0,005 maka dapat disimpulkan bahwa variansi datanya homogeny atau sama. Jika nilai sig. Nilai rata-rata <0,05 menunjukkan bahwa varidasi data tidak homogeny atau tidak sama. Hasil uji homogenitas kedua kelompok sampel dapat dilihat dari hasil perhitungan program SPSS pada tabel berikut. TABEL IX UJI HOMOGENITAS KELOMOK EKSPERIMEN DAN KELOMPOK KONTROL Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic Pretest Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based Posttest Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based Sig. umber data:diolah oleh spss versi 26 for window. Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 Berdasarkan hasil perhitungan tabel hasil l uji homogenitas data menunjukkan bahwa nilai signifikansi rata-rata data pre-test dan post-test . erdasarkan mea. sebesar 0,108, dengan ketentuan tingkat signifikansi atau nilai signifikansi tersebut lebih dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa sampel kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai variansi yang sama atau homogen. Hasil Uji Paired Sampel T-Test Uji Aet sampel berpasangan digunakan untuk menentukan apakah rata-rata dari dua sampel berbeda. Syarat uji berpasangan sampel t adalah data terdistribusi normal. Penelitian ini menggunakan uji Aet sampel berpasangan untuk menjawab rumusan masalah AuAda pengaruh model project based learning berbentuk flash card terhadap kemampuan menulis teks cerita fabel oleh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 19 PematangsiantarAy. Untuk merespon rumusan tugas tersebut dilakukan uji t sampel berpasangan terhadap data pre-test kelas eksperimen dengan post-test kelas eksperimen . odel pembelajaran project based learning berbentuk flash car. Kemudian data pre-test kelas kontrol dan data posttest kelas kontrol . onvesional yaitu model ceramah dan patokan ke buku Paired sampel artinya kita menggunakan sampel yang sama tetapi sampelnya diberikan dua kali pada waktu yang berbeda atau pada interval tertentu. Penguji dilakukan dengan menggunakan signifikasi sebesar 0,05 . =5%) anatara variabel independen dan variabel dependen. Keputusan menerima atau menolak Ho pada penguji ini adalah sebagi berikut: Jika nilai sig. -taile. < 0,05 ,maka dapat disimpulkan terdapat mempunyai pengaruh (Ha diterima atau Ho ditola. Jika nilai sig. -taile. > 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan mean dan variabel independen tidak berpengaruh, variabel dependennya adalah (Ha ditolak atau Ho diterim. Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 Untuk lebih jelasnya mengenai hasil lihat pada uji paired sampel ttest eksperimen kontrol dari hasil perhitungan program SPSS dapat dilihat pada tabel berikut: TABEL X HASIL UJI SAMPEL T=TEST KELOMPOK EKSPERIMEN DAN KELOMPOK KONTROL Group Statistics Kelas prete Kontrol Eksperimen poste Kontrol Eksperimen N Mean Std. Deviation Std. Error Mean (Sumber data: diolah oleh spss versi 26 for window. Independent Samples Test Levene's Test for Equality Variances t-test for Equality of Means Sig. Std. 95% Confidence . - Mean Error Interval of the taile Differ Differe Difference F Sig. ence Lower Upper Pretest Equal . - 61 . - 1. - 2. Equal - 54. - 1. - 2. es not Postte Equal . - 61 . - 1. Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 Equal es not - 59. p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 - 1. (Sumber data: diolah oleh spss versi 26 for window. Berdasarkan uji t berpasangan sederhana dapat disimpulkan sebagai berikut: Pre-test Kelompok kontrol memiliki rata-rata nilai: 71,0417 dengan standar deviasi: 7,56122 Kelompok eksperimen memiliki rata-rata nilai : 67,3922 dengan standar deviasi: 6,13540 Artinya, sebelum perlakuan/intervensi, kelompok kontrol sedikit lebih unggul dari pada kelompok eksperimen. Namun, perbedaan ini mungkin belum signifikan( perlu uji t lebih lanju. Post-test Kelompok kontrol memiliki rata-rata nilai: 82,1667 Kelompok eksperimen memiliki rata-rata nilai: 85,9020 Setelah perlakuan, kelompok eksperim en menunjukkan peningkatan nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Disini Ha diterima Ho ditolak yang berarti ada pengaruh model pembelajaran project based learning berbantuan flash card terhadap kemampuan menulis teks cerita fabel oleh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 19 Pematangsiantar. Untuk memperjelas nilai rata-rata hasil dari pre-test dan post-test pada kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada tabel: TABEL XI NILAI RATA-RATA (MEAN) HASIL PRE-TEST DAN POST-TEST KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL N Valid Missing Mean Median Statistics Kelas Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 Mode Std. Deviation p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 (Sumber data:diolah oleh SPSS versi 26 for window. Pre-test Vali 56. Total Mis System Total Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent (Sumber data:diolah oleh SPSS versi 26 for window. Post-test Vali 70. Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 Total Mis System Total p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 (Sumber data:diolah oleh SPSS versi 26 for window. Kelas Valid Kontrol Eksperimen Total Missin System Total Frequency Percent Valid Cumulative Percent Percent (Sumber data:diolah oleh SPSS versi 26 for window. Pembahasan Penelitian Penelitian ini membahas penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan media flash card sebagai upaya VII SMP Muhammadiyah 19 Pematang Siantar. Model PjBL dipilih karena mendorong siswa aktif, kreatif, dan mandiri dalam proses belajar melalui proyek nyata yang relevan dengan kehidupan mereka. Media flash card digunakan sebagai alat bantu visual untuk mempermudah siswa dalam mengorganisasi ide dan kosakata saat menulis. Melalui penerapan model ini, siswa diberikan proyek berupa pembuatan dan penggunaan flash card yang berisi kosakata, gambar, serta kalimat yang kemudian dikembangkan menjadi teks. Proses ini dilakukan dalam beberapa tahap: perencanaan proyek, pelaksanaan proyek, dan presentasi hasil. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan menulis siswa, baik dari segi struktur kalimat, pemilihan kosakata, maupun koherensi antar kalimat. Siswa juga Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi terhadap kegiatan menulis karena pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Secara keseluruhan, penerapan model project based learning berbentuk flash card terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa dan dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran yang inovatif di sekolah menengah pertama. Pada kegiatan akhir, peneliti mengarahkan dan membimbing siswa menyimpulkan dari apa yang telah dipelajarinya. Kegiatan ini dimaksud agar pemahaman siswa terhadap konsep tersebut dapat bertahan lama. Pada kegiatan akhir, peniliti juga mengadakan tes sebagaialat evaluasi pemahaman siswa terhadap materi. Dapat dilihat pada tabel uji homogenitas menunjukkan bahwa variasi penyebaran datanya beragam, diperoleh data bahwa nilai signifikasi pada rata-rata (Based on mea. dan pre-test dan post-test sebesar 0,108 > 0,05 dengan hal tersebut maka menujukkan bahwa data tersebut bersifat homogen. Dalam menjawab hipotesis yang pertama adalah Ada pengaruh model project based learning berbentuk flash card terhadap kemampuan menulis teks Cerita fabel oleh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 19 Pematangsiantar. Maka penulis menyimpulkan bahwa nilai t hitung untuk kelas eksperimen ialah 6,135 dengan probabilitas. ) 0,000 berikut ialah ketentuan dalam pengambilan keputusan yang didasarkan pada beberapa Ha dapat diterima jika nilai probabilitas . ) < 0,05 Ho ditolak jika nilai probabilitas . ) >0,05 Berdasarkan analisis data sebelumnya yang telah dibahas, diketahui nilai untuk t-hitung untuk kelas eksperimen nilai mean adalah 85,890, dengan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima sedangkan Ho ditolak, artinya terdapat perbedaan nilai rata-rata yang signifikan dari media pembelajaran menggunakan model pembelajaran project based learning berbentuk flash card. Dapat dilihat pada analisis Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 data sebelumnya bahwa terdapat nilai rata-rata pada kelas post-test eksperimen memperoleh niali sewbesar 85,890 dan pada kelas post-test control memperoleh nilai sebesar 82,166. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pembahasan terhadap kemampuan menulis teks cerita fabel pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 19 Pematangsiantar, maka diperoleh kesimpulan sebagai Hasil uji normalitas seluruh data pre test dan post-test kelompok eksperimen dan kelompok kelas kontrol menunjukkan nilai sig, >0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan tabel hasil l uji homogenitas data menunjukkan bahwa nilai signifikansi rata-rata data pre-test dan post-test . erdasarkan mea. sebesar 0,108, dengan ketentuan tingkat signifikansi atau nilai signifikansi tersebut lebih dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa sampel kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai variansi yang sama atau homogen. Pengujian Namun, berdasarkan nilai rata-rata dan perbedaan yang cukup mencolok, ada indikasi kuat bahwa perlakuan pada kelompok eksperimen memberikan efek positif yang signifikan. Di sini Ha diterima Ho ditolak yang berarti ada pengaruh model pembelajaran project based learning berbantuan flash card terhadap kemampuan menulis teks cerita fabel oleh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 19 Pematangsiantar. Berdasarkan tabel output nilai mean. Pada kelompok kontrol, ratarata skor pre-test adalah 68,56 setelah dilakukan perlakuan . rata-rata skor post-test menjadi meningkat yaitu 84,70. Terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 16,15 poin dari Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 2. Oktober 2025 pre-test Aetest. p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 Ini perlakuan/intervensi pembelajaran, terdapat peningkatan yang cukup signifikan dalam pemahaman atau kemampuan peserta Pelaksanaan pembelajaran menulis teks cerita fabel menggunakan PJBL kemampuan menulis teks cerita fabel oleh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 19 Pematangsiantar mengalami peningkatan. Sebagian besar siswa beranggapan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran PJBL berbentuk flash card lebih memudahkan siswa dalam menulis teks cerita fabel dan dapat menarik siswa untuk mengikuti pelajaran tersebut. DAFTAR PUSTAKA