SARGA : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM VOLUME 17 NO 1 JANUARY 2023 P-ISSN: 0853-4748 E-ISSN: 2961-7030 Journal Home Page: https://jurnal2. id/index. php/sarga KAJIAN ANATOMI KARYA ARSITEKTUR (STUDI KASUS: RUMAH BAJA OLEH AHMAD DJUHARA) The Anatomical Study of Architectural Works (Case Study: Steel House by Ahmad Djuhar. | Received December 4th 2022 | Accepted January 4th 2023 | Available online January 31th 2023 | | DOI 10. 56444/sarga. 218 | Page 1 - 10 | Danang Harito Wibowo1* Danang. hw@matanauniversity. Universitas Matana. Jakarta,Indonesia1* ABSTRAK Kajian anatomi karya Arsitektur ini berpijak pada pemikiran prof. Salura . , yaitu bedah anatomi Arsitektural yang berbasis pada penciptaan ruang yang dikaitkan dengan konteks tempat. Melalui instrumen analisa dari prof. Salura inilah didapatkan anatomi dan sekaligus karakteristik Arsitektural sebuah karya. Dalam kertas kerja ini, karya Arsitektur yang di bedah adalah rumah baja karya Ir. Ahmad Djuhara. IAI. Kehadiran Arsitektur rumah baja ini, sepertinya telah menjadi salah satu Icon Arsitektur modern di Indonesia. Dengan dominasi material besi, tidak hanya digunakan pada struktur utama, tapi juga pelingkup luar utamanya. Tidak hanya itu, nyaris semua material yang ada ditampilkan secara apa adanya dan lugas. Dengan semua elemen yang ada, membuat tampilan rumah ini sangat berbeda dari yang lain. Mungkin karena ini pula, sejauh amatan yang dilakukan, sejak tahun 2002 rumah ini disorot dari beragam media, baik cetak, tv dan daring. Dengan diterimanya penghargaan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI Award 2. , jadi penegasan pada eksistensi rancangan rumah baja ini. Pendekatan kualitatif Ae deskriptif digunakan pada analisis ini. Data primer dikumpulkan melalui visitasi ke lokasi dan wawancara langsung pada penghuni. Kata kunci: Anatomi Arsitektur. Karakteristik Arsitektural. Rumah Baja ABSTRCT This architectural study of anatomy rests on the thoughts of prof. Salura . , namely Architectural anatomy surgery based on the creation of space associated with the context of the place. Through analytical instruments from prof. From this channel, the anatomy and at the same time the architectural characteristics of a work are In this working paper, the architectural work that is dissected is the steel house by Ir. Ahmad Djuhara. IAI. The presence of this steel house architecture seems to have become one of the modern architectural icons in Indonesia. Visually, almost all of the materials in this building use steel as the main and supporting material. Not only that, almost all of the available material is presented as is and straightforward. With all the elements that exist, making the appearance of this house very different from the others. Maybe because of this too, as far as observations have been made, since 2002 this house has been highlighted by various media, both print, tv and online. In 2002, this building received appreciation from the Association of Indonesian Architects. This appreciation is an affirmation of the existence of this steel house design. The approach used in this study is qualitative - descriptive. Primary data was collected through site visits and direct interviews with residents. Keywords: Architectural Anatomy. Architectural characteristics. Steel House SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARY 2023 Danang Harito Wibowo PENDAHULUAN Heidegger . AuDwellingAy yang bermakna bermukim, merupakan hubungan antara lingkungan dan manusia. Relasi keduanya berupa hubungan saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Menurut CN. Schulz dalam bukunya Architecture: Meaning and Place . CN. Schulz mengatakan, ada dua hal yang mempengaruhi manusia dalam bermukim, yaitu, . Identifikasi. Adalah relasi antara seting fisik dengan manusia . yang mengalaminya. Setiap tempat seperti menyatu dan menjadi identitas bagi setiap manusia. Orientasi. Adalah cara dan pola sesorang ketika melakukan kegiatan pada suatu tempat untuk memaknai relasi yang saling mempengaruhi dengan lingkungan secara spasial. Dengan pengertian yang lebih mendasar, bangunan menghadirkan ruang, kemudian ruang adalah tempat dengan tatanan yang ada, akan mempengaruhi pola aktivitas pengguna (Tika & Fitria 2. Dalam artian yang lebih substantif, sebuah hunian bukanlah sekedar bangunan . isik struktura. , melainkan juga tempat tinggal yang memenuhi syarat dalam kehidupan layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat (Frick & Mulyani, 2. Rumah baja ini menjadi sebuah fenomena sejak awal tahun 2000an. Rumah ini telah mendapat begitu banyak sorotan media, baik itu cetak dan televisi juga media sosial. Penghuni rumah ini juga memperkuat hal tersebut dengan mengatakan, rumah baja tersebut menjadi objek kunjungan mahasiswa Arsitektur lebih dari satu kali setiap minggunya, sepanjang 3 tahun lebih. Onformasi penghuni, sebagai penegasan bahwa rumah ini bukanlah sekedar rumah tinggal pada umumnya, melainkan sebuah karya Arsitektur. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) memberikan penghargaan pada perancangnya. Ir. Ahmad Djuhara (Al. , tahun 2002, untuk karya tersebut. Publikasi yang begitu luas, beragam, berturut-turut dan bahkan menjadi objek kunjungan mahasiswa Arsitektur, menjadikan Rumah Baja ini salah satu icon Arsitektur modern di Indonesia. Namun begitu, liputan yang luas tersebut, lebih banyak berifat normatif dan lebih pada konsumsi publik awam. Kajian ilmiah yang ada, lebih pada aspek fisika bangunan-nya, khususnya kenyamanan thermal dalam bangunan ini. Belum ada yang melakukan bedah anatomi bangunan ini secara akademis. Sehingga dengan kajian ini, dapat dikenali dan dipahami seperti apa Anatomi Arsitektural rumah baja ini. LANDASAN TEORI Salura . , dalam AuArsitektur yang membodohkanAy, mengatakan, pada dasarnya arsitektur berlandas pada pola aktivitas yang diwadahinya. Aktivitas dengan segala karakteristiknya menjadi generator gubahan massa & ruang. Dengan berpijak pada aktivitas, karya arsitektur dapat mewadahi, semua fungsi atau aktivitas yang diperlukan dengan baik. Karena itulah, telaah anatomi Arsitektur, menurut Prof. Salura . mestilah berlandaskan pada penciptaan ruang yang dikaitkan dengan aktivitas yang diwadahinya serta konteks Anatomi arsitektur secara lengkap harus meliputi seluruh lingkup yang terkait, yaitu: lingkungan, tapak, bangunan, sosok, dan keberlangsungan sumber material. Lingkup Lingkungan sekitar. Prinsip penataan pada lingkup ini adalah mempertahankan yang baik dan memperbaiki kekurangan yang ada. Dengan demikian pada lingkup ini, analisis yang dialakukan adalah peran bangunan dan tapak dalam hubungan timbal balik dengan lingkungannya. SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARY 2023 Kajian Anatomi Aspek Arsitektur Lingkup Tapak. Penekanan pada lingkup ini adalah kaitan tatanan massa dan ruang dengan tapak serta aksesibilitas menuju bangunan, yang dipengaruhi oleh bentuk dan kondisi tapak. Lingkup Bangunan Lingkup bangunan dapat dibedakan menjadi 3 bagian penting : elemen pelingkup ruang dalam, elemen struktural dan elemen ornamental. Elemen pelingkup ruang terdiri dari atap yang menjadi batas antara ruang dalam bangunan dengan langit, dinding sebagai pembatas horizontal terhadap ruang lansekap , dan lantai yang menjadi batas bangunan dengan Lingkup Sosok Pada lingkup sosok, hal yang perlu diperhatikan adalah tingkat keterbukaan . atau ketertutupan . elemen pelingkup ruang dalam atau pembatas ruang luar. Hal ini terkait harus dengan aspek fungsional yang mendukung aktivitas yang diwadahinya. Lingkup Keberlangsungan Material Hal yang penting pada lingkup ini adalah bagaimana sumber material dapat diperoleh dari lingkungan sekitar sehingga dapat menciptakan keberlangsungan pada objek arsitektur dan menampilkani ekspresi yang sesuai dengan lingkungannya. METODE PENELITIAN Kajian ini, menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan studi kasus (Eko. M 2. , sedangkan alat bedah yang digunakan adalah gagasan prof. Purnama Salura . tentang anatomi Arsitektur . Untuk memenuhi kelengkapan analisa yang berbasis teoretik, visitasi lapangan juga dilakukan. Dengan begitu, selain mendapatkan data utama, juga dapat Aumelihat, merasakan & mengalamiAy ruang arsitektural yang tercipta dan sekaligus melakukan Aupenikmatan ArsitekturAy (Prijotomo dan Saraswati, 2. Tahapan Penelitian Telaah lanjut pemikiran prof. Salura tentang Anatomi Arsitektur. Karena pemikiran tersebut digunakan bukan hanya untuk pisau analisa, tapi juga menjadi panduan saat visitasi Visitasi lapangan. Membuat rekaman data dan visual semua yang ada dilapangan, seperti misalnya adalah ukuran, material, warna, tekstur dan lainnya. Kemudian, juga melakukan interview semi terstruktur dengan penghuni, bersamaan dengan itu, dapat merasakan pengalaman ruang . alam dan lua. yang ada. Hal ini penting, karena dengan pengalaman ruang tersebut, sekaligus memberikan objek kesempatan untuk mengekspresikan diri (Hanifati. H et. Melakukan gambar ulang objek kajian, yang sesuai dengan keadaan faktual. Gambar ulang ini penting, karena dengan menggambar ulang, pemahaman pada objek kajian akan lebih utuh didapatkan. Melakukan analisa, dengan menggunakam pemikiran prof. Salura sebagai instrumen Kelima, membuat kesimpulan dan laporan hasil penelitian. Objek kajian berada di kompleks hunian Jati Makmur - Asih. Bekasi. Jawa Barat . Adapun data teknis rumah baja ini adalah : Pemilik / penghuni : Sugiharto Djemani Luas lahan : 9 x 13 = 117 m2 SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARY 2023 Danang Harito Wibowo Jumlah lantai Luas bangunan Struktur Utama Tahun perancangan Waktu konstruksi : 3 lantai : A 114 m2 : Baja WF 50x175x 5 mm : Januari Ae Juli , 2001 : Maret 2001 Ae Juli 2002 Gambar 1. Foto Objek Kajian Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Seperti yang telah disampaikan. Anatomi arsitektur secara keseluruhan meliputi lima lingkup yang terdiri dari : Lingkup Lingkungan Lokasi tapak berada ditengah . iantara dua hunian di kanan & kir. jejeran lahan perumahan Duta Indah. Letak lahan /- 60 derajat mengarah kearah Timur Laut. Dengan posisi demikian, sisi bangunan yang menghadap jalan tidak terpapar arah gerak lintasan matahari secara Ini berarti, panas dan silau lintasan cahaya matahari di kedua sisi samping . isi panjan. (Gambar . Gambar 2. Posisi lahan di kawasan sekitar objek studi Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023 Pada konteks AugayaAy Arsitektur, objek studi terletak di kawasan perumahan dengan langgam rumah tinggal pada umumnya di Bekasi (Gambr . SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARY 2023 Kajian Anatomi Aspek Arsitektur Gambar 3. Gaya Arsitektur di area objek studi terbilang umum tidak terlihat unik/berbeda Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023 Lingkup Lahan Semua tapak dengan semua hal yang menyertainya, mempunyai keadaan fisik faktual dan preseden alaminya. Dimensi tapak 9x13 m, kontur relatif datar. Arah lintas matahari miring 6A dari arah sisi panjang tapak. Secara umum, fasade bangunan yang ber-orientasi menghadap jalan (Gambar . Gambar 4. Ukuran tapak 9x13 m, dengan bentuk segi panjang Sumber: Dokumentasi Pirbadi, 2023 Dimensi objek studi 6x6 m, yang berarti bujur sangkar. Karakter formasi bangunan tidak sama dengan karakter formasi tapaknya. Formasi bujur sangkar adalah formasi yang mempunyai kecenderungan poros ke semua arah. Semua poros mempunyai Auarah tekananAy yang seimbang. Terkait dengan poros format lahan, menunjukkan ketidak sejajaran diantara poros lahan dan objek studi (Gambar . Gambar 5. Poros alami objek studi kesemua arah tidak serirama dengan poros alami format lahan. Sumber: Penulis, 2023 Ketidak-sejajaran poros bangunan dan lahan, menggambarkan karakateristik format bangunan tidak kontekstual dengan format lahan. Sirkulasi di dalam lahan, tercipta karena letak pintu SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARY 2023 Danang Harito Wibowo utama berada disisi belakang. Karena itu, arah orientasi dilantai dasar jadi ke arah belakang (Gambr . Gambar 6. Posisi atau letak pintu utama dibelakang, menciptakan Orientasi & sirkulasi ruang yang ada Sumber: Dokumentasi Pribadi Lingkup Bangunan Dalam lingkup ini, terdapat tiga elemen, yaittu: . Penutup (Lantai. Dinding & Ata. Struktur . Ornamen, dengan penjelasan sebagai berikut : Elemen Penutup A Lantai Bangunan objek studi ini, secara menerapkan pemabgian zona sekaligus pembagian ruang bernuansa AugridAy tetapi asimetris (Gambr . Gambar 7. Lt. 1, terdapat area makan, dapur & area duduk dan tangga. Lt. Area duduk, kmr Anak, toilett & Tangga. Lt 3, sepenuhhnya adalah kmr. Tidur Utama berikut lmr mandi & lemari Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023 Dinding Bagian dinding dalam, pembatas antar ruang yang digunakan adalah kayu lapis tebal 0,6 cm memakai rangka hollow . 40x40 mm di finish cat emulsi. Untuk dinding yang menghadap luar, di sisi timur menggunakan lembaran metal gelombang dilapis kayu lapis 6 mm. Khusus dinding kamar Mandi, menggunakan bata putih yang difinish lapisan keramik (Gambar . SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARY 2023 Kajian Anatomi Aspek Arsitektur Gambar 8. Pemisah ruang dalam menggunakan kayu lapis 0,6 cm dgn rangka besi 40x40 mm, dicat emulsi. Kecuali dinding kamar mandi, bata putih lapis keramik Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023 Dinding di sisi luar. Objek studi menggunakan bata ringan/putih, metal lembaran bergelombang dan kaca di samping tangga. Seluruh material ditampilkan dengan lugas, tanpa material finishing lanjutan lainnya (Gambar . Gambar 9. Metal lemberan bergelombang dan bata putih, mendominasi dinding luar dan kaca dibagian belakang khususnya area tangga Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023 Atap Formasi atap yang ada adalah atap miring satu arah . e timu. Material atap juga memakai metal lembar bergelombang. Letak metal lembar ini naik berjarak A 600 mm di arah timur dan 400 mm arah barat. Dengan posisi tersebut, memungkinkan terjadinya sirkulasi udara sebagai bantalan udara, yang dapat mendorong hawa panas Bantalan udara ini, dalam konteks visual arsitektural, memberi kesan mengambang ringan . Penggunaan material yang serupa pada dinding ini, semakin memperkuat tampilam objek studi sebagai Aurumah bajaAy. Gambar 10. Metal lembaran sebagai atap yang miring ke satu arah . imur lebih tingg. yang diletakkan /- 600 cm miring menjadi 400 mm, dari atas dinding, berfungsi sebagai bantalan/sirkulasi udara. Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023 SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARY 2023 Danang Harito Wibowo Elemen Struktur Objek studi menggunakan sistem struktur rangka baja WF, dengan dimensi 15 x 7,5 cm. Gambar 11 memperlihatkan, dimensi horisontal bangunan 6 x 6 m dan untuk yang panjang 2,4 m, difungsikan sebagai tiang. Gambar 11. Struktur primer menggunakan baja WF 150 x 75 mm Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023 Balok dengan bentang 3-6 m, memakai besi WF panjang 3 m. Karena mempertimbangkan efisiensi serta ketersediaan besi bekas yang ada & tersisa . jg 240 c. , maka ketinggian lantai ke lantai bangunan menjadi 240 cm. Semua tiang berikut balok difinish zincromate hijau, yang juga sebagai pelapis akhir (Gambar . Gambar 12. Objek studi menerapkan struktur rangka dengan material besi WF dimensi Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023 Elemen Ornamen Yang menonjol terlihat pada objek studi adalah, tidak adanya elemen dan ornamen tambahan yang digunakan sebagai dekorasi. Konfigurasi dari elemen kolom, dinding, material, tekstur dan bayangannya yang tercipta lah yang menjadi ornamen Arsitektural bangunan ini (Gambar . Gambar 13. Komposisi struktural, material, tekstur dan bayangan yang ada menjadi ornamen dekorasi pada bangunan objek studi Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023 SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARY 2023 Kajian Anatomi Aspek Arsitektur Lingkup Sosok Sesuai dengan uraian sebelum ini, lingkup ini berkaitan dengan tingkat atau derajat ketertutupan atau terbuka yang terkait dengan aktivitas dalam objek studi. Jendela dan lubang udara . lemen bukaa. sebagai salah satu penopang aktivitas yang ada, semua tidak ada yang menghadap jalan . enghadap timur & selata. Dengan konfigurasi bukaan tersebut, selain mendapatkan privasi, juga cukup efisien . arena tidak perlu tirai penutup lagi pada jendel. , dilain pihak tetap mendapat cahaya alami yang dibutuhkan (Gambar . Gambar 14. Jumlah dan arah hadap bukaan . tidak masalah dengan aktivitas berhuni didalam Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023 Lingkup Material Beranjak dari observasi lapangan, dapat disampaikan bahwa bangunan secara keseluruhan menggunakan 4 macam material, yaitu : Metal Yang terdiri baja WF sebagai struktur utama . olom & balo. dan metal lembaran bergelombang sebagai dinding penutup luar bangunan dan atap. Baja WF yang digunakan sebagai sistem struktur, /- 90% adalah besi baja AubekasAy. Artinya dibeli di pengepul baja, bukan ditoko besi yang belum pernah digunakan . ari interview pemili. Sedangkan untuk lembaran metal gelombang, hampir seluruhnya baru. Bata Ringan/Putih Bata ringan AAC (Autoclaved Aerated Concret. Digunakan secara penuh berikut plester dan acian, hanya disisi barat, yang berbatasan langsung dengan tetangga. Sedangkan pada sisi utara hanya digunakan di lantai 3, tanpa material tambahan lainnya . lester & acia. Kaca Material transparan ini digunakan secara menyeluruh pada lantai 1 . , digunakan sebagai material dinding . ebal 10 m. dan kaca pintu . ebal 6 m. Sedangkan lantai 2 dan 3, digunakan sebagai jendela . ebal 5 m. Kayu lapis Kayu lapis . , banyak digunakan pada bagian dalam rumah baja ini. Material lantai 2 & 3 menggunakan kayu lapis . etebalan 24 m. Material ini juga digunakan untuk tangga . njakan dan tanjakan-ny. , namun dengan ketebalan berbeda . Kayu lapis ini juga digunakan sebagai material utama furnitur di ruang duduk dan kabinet-kabinet Semua material ini di lapisi pernis, sebagai bahan finishingnya. SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARY 2023 Danang Harito Wibowo KESIMPULAN Berangkat uraian rinci yang telah dilakukan, maka anatomi Arsitektural detil Arsitektur rumah baja karya Ahmad Djuhara (Al. dapat disimpulkan sebagai berikut : Lingkup Lingkungan Dalam lingkup ini, karena posisi lahan & massa (Utara cenderung timur Laut dan lahan berada diantara 2 baguna. , cukup terlindung dari panas sinar Matahari langsung. Dari konteks langgam Arsitektural, bangunan objek kajian tampil berbeda dari karakter hunian yang ada disekitarnya. Lingkup Lahan Formasi objek kajian adalah bujur sangkar, tidak terlihat adanya penyesuaian pada format lahan yang persegi panjang. Objek studi seperti bangunan produksi massal, tanpa konteks. Lingkup Bangunan Bagunan objek kajian pada dasarnya adalah kerangka baja yang kemudian di-beri pelingkup dinding dengan dominasi material lembaran metal bergelombang. Dengan kombinasi bata putih, baja WF sebagai sistem struktur yang di tampilkan tanpa lapisan tambahan apapun . elanjang tanpa finishin. Lingkup Material Dalam konteks efisiensi, objek kajian berhasil. Penggunaan besi bekas dan tidak digunakannya lapisan finishing seperti pada umumnya bangunan hunian, jadi penghematan yang signifikan. Dalam konteks keberlanjutan, hanya ketahanan operasional dari material kayu lapis yang menjadi satu-satunya material bepotensi masalah. Dengan iklim dan curah hujan yang ada, material kayu lapis berpotensi lapuk dengan cepat. Dari observasi lapangan, menunjukkan indikasi tersebut, dan ini potensi masalah yang serius. DAFTAR PUSTAKA