ANALISIS PERBAIKAN HOTSPOT PADA DEAD END CLAMP MENGGUNAKAN PG CLAMP DI TOWER TEA 58A SUTT 150KV SINDANG JAYA Ae SUVARNA FASA R #1 Irvan Bayurinaldi1. Adjie Pranowo2 Program Studi Teknik Elektro. Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa Jl. Kalibaru Timur Kel. Kalibaru Medan Satria Kota Bekasi Email: bayuirvan81@gmail. com1, adjie. pranowo@sttdb. Masalah hotspot pada sambungan tower transmisi listrik di jalur SUTT 150kV Sindang Jaya Ae Suvarna TEA 58A Fasa R #1 di ULTG Cikupa telah terjadi berulang kali meskipun sudah dilakukan perbaikan dengan cara pembersihan klem dan penggantian mur baut. Hotspot ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan dan menyebabkan gangguan pada penyaluran energi listrik, karena energi listrik yang seharusnya tersalurkan berubah menjadi panas. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan analisis dan penerapan metode perbaikan yang lebih efektif agar tindakan yang diambil tepat sasaran dan tidak menimbulkan gangguan berulang pada sistem SUTT/SUTET, disebabkan oleh hambatan arus yang tidak mengalir sempurna. Di ULTG Cikupa, pada tower TEA 58A SUTT Sindang Jaya Ae Suvarna, hotspot terjadi pada dead end clamp di fasa R dan S #1. Meskipun perbaikan seperti pembersihan clamp, pengencangan mur baut, dan penggantian mur baut sudah dilakukan, hotspot tetap terjadi. Jika tidak segera diperbaiki, hotspot ini dapat mengganggu sistem penyaluran dan merusak peralatan. Perbaikan di jalur ini sulit dilakukan karena pemadaman sistem yang rumit. Kata Kunci : Hotspot, klem. Tower SUTT sehingga perbaikan segera diperlukan untuk PENDAHULUAN Latar Belakang Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan. Sistem Transmisi PLN adalah jaringan penyaluran energi listrik tegangan tinggi dan ekstra tinggi dari pembangkit ke gardu induk. Untuk menjaga keandalan dan stabilitasnya, digunakan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) yang beroperasi pada 75kV dan 150kV, serta saluran penulis mengambil judul AuAnalisis Perbaikan Hotspot Pada Dead End Clamp Menggunakan PG Clamp di Tower TEA 58A SUTT 150KV Sindang Jaya Ae Suvarna Fasa R #1Ay untuk menjadikan opsi perbaikan dan menjaga sistem transmisi tetap handal udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang beroperasi pada 275kV dan 500kV. Pemeliharaan rutin dilakukan setiap tahun dengan periode berbeda untuk setiap peralatan. Salah satu metode pemeliharaan adalah thermovisi, yang digunakan untuk mengukur suhu pada sambungan tower Anomali hotspot terjadi akibat suhu panas Penelitian ini berfokus pada analisis metode perbaikan hotspot dengan cara menambahkan jumper menggunakan Adapun rumusan masalah dan tujuan yang dikaji meliputi: . Bagaimana analisis kondisi awal SUTT/SUTET. Rumusan Masalah dan Tujuan terjadinya hotspot pada tower, . Bagaimana metode yang dilakukan untuk perbaikan hotspot dengan penambahan jumper . Bagaimana analisis kondisi sebelum dan sesudah dilakukan perbaikan penambahan jumper pada titik hotspot. METODOLOGI PENELITIAN Tempat. Waktu, dan Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT PLN (Perser. ULTG CIKUPA. Tangerang Banten pada bulan Juli 2024 sampai Januari 2025, dengan objek penelitian berupa Analisis Perbaikan Hotspot Pada Dead End Clamp Menggunakan PG Clamp di Tower TEA 58A SUTT 150KV Sindang Jaya Ae Suvarna Fasa R #1. Gambar 2. Diagram Alir Penelitian Metode Analisis Data Analisis dilakukan dalam tiga tahap: Analisis Kondisi Awal: analisis kondisi awal untuk mengetahui kondisi yang terjadi saat ini sehingga selanjutnya daapat dilakukan Berdasarkan permasalahan diatas bahwa hasil pengukuran inspeksi level 2 thermovisi terdapat beberapa suhu masuk indikasi hotspot. Dari hasil thermovisi dapat dihitung selisih suhu untuk Gambar 2. Tower TEA 58A SUTT 150kV menggunakan rumus sebagai berikut : Sindang Jaya - Suvarna iT = (Imaks / Ishoo. 2 x (Tklem Ae Tkondukto. Desain Penelitian Diagram penelitian dibuat untuk mengerjakan sebuah penelitian secara runtut. Dimana : iT : perkiraan selisih suhu pada beban Imaks : arus atau beban tertinggi yang pernah Ishoot : arus saat pengukuran Tklem : suhu klem saat dilakukan pengukuran Tkonduktor : suhu penghantar saat dilakukan perbaikan dengan cara pembersihan klem dan mengganti mur baut yang lama dengan yang . Perbaikan 2 Hasil perbaikan sebelum dipasang jumper penambahan jumper pada titik hotspot dead Perbaikan hotspot ini dilakukan pada bulan end clamp. Metode ini bertujuan untuk Agustus berdasaran temuan hotspot saat membagi beban pada dead end clamp agar pengukuran thermovisi pada bulan Juli. dapat mengurangi suhu pada titik hotspot. Setelah perbaikan dilakukan pengukuran . Analisis hasil perbaikan sebelum dan sesudah pada bulan September dan penambahan jumper. Analisis ini dilakukan didapatkan hasil suhu klem 53,70C. Dari hasil pengukuran ini dapat dihitung selisih suhu perbandingan suhu, resistansi hotspot, rugi pada beban maksimal untuk mengetahui hasil Dan rugi biaya kondisi dari klem. Tabel 3. Hasil pengukuran thermovisi bulan HASIL DAN PEMBAHASAN September 1 Analisis Kondisi Awal Hasil analisa kondisi awal yang telah dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 3. Hasil pengukuran thermovisi bulan Juli Gambar 3. titik hotspot Gambar 3. Titik Hotspot 3 Hasil perbaikan setelah dipasang jumper Perbaikan hotspot ini dilakukan karena masih Hasil analisa kondisi awal terdapat titik hotspot terdapat temuan hotspot pada titik yang sama di tower TEA 58A fasa R #1 dengan nilai suhu paska perbaikan sebelum dipasang jumper. klem 82,50C dan suhu konduktor 38,70C. Perbaikan Dari hasil temuan hotspot ini dilakukan penambahan jumper untuk membagi beban yang mengalir pada titik hotspot sehingga suhu hotspot bisa turun. Dari hasil perbaikan nilai iT melebihi standar aman yang sudah metode penambahan jumper didapatkan hasil ditentukan SKDIR 520 dengan suhu 31,60C dan suhu klem 37,60C. di rekomendasikan rencanakan perbaikan. Tabel 3. 3 Hasil pengukuran thermovisi bulan Resistansi hotspot sebelum penambahan Januari Tabel b. Data spesifikasi klem dan konduktor yco =sya Rklem = 2,65 x 10-8 . ,68 / 621,6 x 10-. = 2,89 x 10-5 Rkonduktor = 0,0714 / 1000 = 7,14 x 10-5 /m = 0,34 m x 7,14 x 10-5 /m Gambar 3. 3 Hasil pengukuran thermovisi 4 Analisis Perbaikan Hotspot Perbandingan suhu klem dengan konduktor iT = (Imaks / Ishot )2 x (Tklem Ae Tkondukto. iT = . 2 / 1042 )2 x . ,7 Ae 31,. = 2,42 x 10-5 Rklem53,7 = Rklem . iT) = 2,89 x 10-5 . ,9 x 10-3 x 31,. = 2,89 x 10-5 x 1,12324 = 3,246 x 10-5 Rkonduktor53,7 = Rkonduktor . iT) = 2,42 x 10-5 . x 10-6 x iT = . ,2. 2 x 21,9 31,. ) iT = 1,4436 x 21,9 = 2,42 x 10-5 x 1,0006004 iT = 31,60C = 2,421 x 10-5 Tabel a. BPP Sistem Sulbagsel Hasil Simulasi Rdead end clamp 53,7 = Rklem53,7 Rkonduktor53,7 = 3,246 x 10-5 2,421 x 10-5 = 5,667 x 10-5 Resistansi hotspot setelah dipasang jumper Setelah Dari hasil perhitungan iT dapat dilihat untuk fasa R #1 arah sindang jaya terdapat hotspot, karena pengukuran thermovisi dan mendapat nilai iT 5,40C. Dari hasil ini dapat dihitung W=Pxt resistansi klem saat iT 5,40C dengan Rklem W = 61,53 x . x 3 x . 2,89 x 10-5 dan Rkoduktor 2,42 x 10-5 . W = 132904,8 wh Rklem37,6 = Rklem . iT) W = 132,905 kWh = 2,89 x 10-5 . ,9 x 10-3 x 5,. ) Dari perhitungan rugi biaya hotspot = 2,89 x 10-5 x 1,02106 didapatkan energi yang hilang karena anomaly = 2,95 x 10-5 hotspot sebesar 132,905kWh. Memang nilai ini terbilang rendah karena hanya satu titik hotspot. Rkonduktor37,6 = Rkonduktor . iT) = 2,42 x 10-5 . x 10-6 x 5,. ) menyebabkan kerugian yang lumayan. Berikut = 2,42 x 10-5 x 1,0006004 jika energi yang hilang di konversi ke dalam = 2,42 x 10-5 Biaya listrik = W x TDL Rdead end clamp 37,6 = Rklem53,7 Rkonduktor53,7 = 132,905kWh x Rp. 1444,- /kWh = 2,95 x 10-5 2,4202 x 10-5 = Rp 191. 915,00,- = 5,37 x 10-5 . Perbandingan suhu kllem dengan konduktor setelah dipasang jumper Berikut hasil perhitungan perbandingan suhu klem dengan konduktor setelah dipasang iT = (Imaks / Ishot )2 x (Tklem Ae Tkondukto. iT = . 0 / 1280 )2 x . ,6 Ae 32,. Gambar c. rangkaian pengganti saat dipasang Rpararel sambungan iT = 1,0634 x 5,1 = 1/Rdead end clamp 37,6 1/Rjumper = 1/5,37 x 10-5 1/2,42 x 10-5 = 12,9 x 10 iT = . ,03. 2 x 5,1 / 7,79 x 10 = 1,65 x 10 Tabel c. hasil pengukuran dan perhitungan sebelum dan sesudah dipasang jumper iT = 5,40C Rugi daya Berikut rugi daya yang disebabkan oleh Plosses = I2 x R = I2 (Rklem Rkondukto. = 10422 . ,246 x 10-5 2,421 x 10-. = 61,53 watt Rugi biaya Berikut hasil perhitungan rugi biaya selama 3 bulan dari sebelum perbaikan sampai sesudah KESIMPULAN DAN SARAN dapat mengganggu sistem penyaluran 1 Kesimpulan energi listrik Dari data analisis Perbaikan Hotspot Pada Dead End Clamp Menggunakan PG Clamp di 2 Saran Tower TEA 58A SUTT 150KV Sindang Jaya Ae Dari Suvarna Fasa Kesimpulan : Nilai menggunakan tambahan jumper, ada beberapa saran yang perlu disampaikan : Pengukuran dipasang jumper yaitu 37,60C dan sebelum diperlukan untuk memonitoring suhu pada dipasang jumper 53,70C. Standart iT saat sambungan agar anomali hotspot dapat kondisi baik yaitu <100C dan kondisi hotspot >100C. hotspot yang terjadi di fasa R #1 di Tower Untuk pemasangan dead end clamp agar TEA 58A SUTT 150KV Sindang Jaya Ae Suvarna terletak pada bagian pres dead menimbulkan anomaly hotspot dan akan end, sehingga harus dilakukan perbaikan dengan memasang jumper untuk membagi khususnya di Trasnmisi beban di bagian dead end clamp. Nilai perhitungan resistansi dititik hotspot sebelum dipasang jumper yaitu 5,667 x 105 dan setelah dipasang jumper 5,37 x 10- . Dari hasil tersebut terdapat perbedaan 0,297 x 10-5 . Serta resistansi pararel saat dipasang jumper sebesar 1,65 x 10-5 . Nilai perhitungan rugi daya didapatkan 57,68watt dan rugi biaya selama 3 bulan dari sebelum perbaikan sampai sesudah perbaikan energi yang hilang sebesar 132,905 kWh, jika dirupiahkan sebesar Rp 915,00. Dari nilai tersebut untuk satu kerugiannya, tetapi jika terdapat banyak titik hotspot akan lebih besar lagi kerugian yang dialami PLN karena anomaly hotspot ini dan jika hotspot dibiarkan terus menerus nantinya akan merusak peralatan sehingga DAFTAR PUSTAKA