ISSN e-ISSN: - UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF MELALUI PELATIHAN BUKET PITA SATIN LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT DIDESA PAMRIYAN KECAMATAN GEMUH KABUPATEN KENDAL Achmad Yusuf1 ahmadyusuf2025@stik-kendal. Faiz Askiyatul Mila2 faizaskiyatul0@gmail. Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Abstrak Artikel ini membahas upaya pemberdayaan ekonomi kreatif melalui pelatihan pembuatan buket bunga satin di Desa Pamriyan. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak pelatihan terhadap peningkatan keterampilan dan pendapatan masyarakat desa. Dengan adanya pemberdayaan ekonomi kreatif dapat mengembangkan keterampilan masyarakat dan sumber daya yang diperlukan untuk menciptakan pendapatan dan mengelola usaha mereka sendiri. Ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada bantuan eksternal dan meningkatkan stabilitas ekonomi. Penelitian ini menggunakan Demostrasi dan praktik secara langsung untuk mengevaluasi pelatihan pembuatan buket pita satin yang dilaksanakan pada 24 Februari 2025 di Desa Pamriyan. Pelatihan ini melibatkan ibu-ibu PKK dari berbagai dusun dan bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat. Dengan menggunakan bahan sederhana dan melibatkan peserta dalam setiap tahap pembuatan, pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan praktis serta kreativitas mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta mampu membuat buket pita satin berkualitas tinggi dan merasa lebih percaya diri untuk mengeksplorasi peluang usaha baru. Program ini juga berkontribusi pada pengembanganai ekonomi lokal dan mendukung Desa Pamriyan sebagai desa Pelatihan ini membuktikan efektivitas demostrasi dan praktek secara langsung dalam memberdayakan komunitas secara praktis dan partisipasi. Kata kunci: Pemberdayaan Ekonomi Kreatif. Keterampilan, pelatihan karangan bunga pita satin di Desa Pamriyan. Kecamatan Gemuh. Kabupaten Kendal. Abstract This article discusses the efforts to empower the creative economy through training in making satin flower bouquets in Pamriyan Village. The main focus of this study is to evaluate the impact of training on Achmad Yusuf. Faiz Askiyatul Mila. Upaya Pemberdayaan Ekonomi Kreatif MelaluiAA. improving the skills and income of village communities. With the empowerment of the creative economy, it can develop community skills and resources needed to generate income and manage their own businesses. This aims to reduce dependence on external assistance and increase economic stability. This study uses Demonstration and direct practice to evaluate the training on making satin ribbon bouquets held on February 24, 2025 in Pamriyan Village. This training involved PKK mothers from various hamlets and aimed to increase the empowerment of the community's creative economy. By using simple materials and involving participants in every stage of making, this training succeeded in improving their practical skills and creativity. The results showed that participants were able to make high-quality satin ribbon bouquets and felt more confident in exploring new business opportunities. This program also contributed to the development of the local economy and supported Pamriyan Village as an entrepreneurial village. This training proves the effectiveness Demonstration and direct practice in empowering communities in a practical and participatory manner. Keywords: Creative Economy Empowerment. Skills, satin ribbon bouquet training in Pamriyan Village. Gemuh District. Kendal Regency. PENDAHULUAN Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menyatakan bahwa desa adalah kesatuan masyarakat yang secara hukum berwenang untuk mengatur masyarakat, pemerintahan, dan kepentingan yang diprakarsai oleh masyarakat di Desa merupakan representasi dari pemerintah dan merupakan unit terkecil dari pemerintahan berhubungan langsung dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan dan menjadi miniature interaksi antara pemerintah dengan masyarakatnya. Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk membuat Masyarakat menjadi mandiri dan sejahtera dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki melalui peningkatan kemampuan, sikap, pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan kesadaran, yang dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan masalah yang dihadapi dan kebutuhan masyarakat desa. Pemberdayaan memiliki tiga aspek, yaitu pengembangan potensi yang ada di masyarakat . , memperkuat peluang dan potensi masyarakat untuk berdaya . , dan melindungi kepentingan masyarakat yang lemah . Pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan ekonomi kreatif bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi, memberikan dampak sosial yang positif, serta memberikan citra postif pada daerah. Ekonomi kreatif dapat menjadi solusi untuk DimaSTIKa Vol. No. 2, 2024 meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah ditentukan oleh produktivitas dan kreativitas masyarakat yang memiliki talenta berinovasi. Pemberdayaan ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi individu, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pemberdayaan masyarakat adalah melalui pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru yang dapat meningkatkan taraf hidup, salah satunya adalah pelatihan pembuatan buket pita satin. Pelatihan pembuatan buket pita satin menjadi pilihan yang tepat untuk dikembangkan di Desa Pamriyan. Kecamatan Gemuh. Kabupaten Kendal. Selain sebagai bentuk pemberdayaan, pelatihan ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam menciptakan produk-produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomi. Desa Pamriyan, yang sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian, memerlukan suatu inovasi yang dapat mengalihkan atau melengkapi sumber pendapatan mereka. Salah satu peluang ini adalah dengan menghasilkan produk kerajinan tangan yang dapat dijual baik di pasar lokal maupun online. Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep ekonomi baru yang mengandalkan kreativitas sumber daya manusia (SDM) dalam faktor produksinya. Ekonomi kreatif merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk membahas mengenai penyelesaian masalah terkait nilai ekonomi dan lapanga pekerjaan melalui pengembangan ide-ide. Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Pada era ini, perkembangan zaman berlangsung dengan sangat pesat, terutama dalam aspek gaya hidup. Berbagai acara dan momen spesial selalu diidentikkan dengan 1 Rizqi Aulia Putri et al. AuUpaya Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Melalui Pelatihan Buket Di Desa Montongsari Creative Economic Empowerment Efforts Through Bouquet Training in Montongsari Village Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang . Indonesia Undang-Undang Republik Indonesia NAy 1, no. Achmad Yusuf. Faiz Askiyatul Mila. Upaya Pemberdayaan Ekonomi Kreatif MelaluiAA. pemberian hadiah. Masyarakat dari berbagai kalangan kerap merayakan berbagai jenis perayaan seperti ulang tahun, wisuda, perayaan setelah sidang, dan momen-momen Umumnya, mereka mencari hadiah yang unik, menarik, dan sesuai untuk merayakan hari spesial orang- orang terkasih. Dalam rangka mencapai tujuan pemberdayaan tersebut, diperlukan pelatihan yang tidak hanya fokus pada aspek teknis pembuatan buket pita satin, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai cara memasarkan produk secara efektif. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan atau wawasan dan keterampilan yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi peserta, baik dalam mengelola usaha rumahan maupun dalam beradaptasi dengan pasar yang semakin berkembang. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat melalui pelatihan ini juga mencakup aspek kewirausahaan dan manajemen usaha, sehingga peserta dapat mengelola hasil kerajinan mereka dengan lebih profesional. Laporan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pelatihan pembuatan buket pita satin di Desa Pamriyan, serta dampaknya terhadap pemberdayaan peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak hanya tercipta produk kerajinan yang memiliki nilai jual, tetapi juga tercipta semangat kewirausahaan yang akan membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk mandiri secara ekonomi. Dengan demikian, pemberdayaan melalui pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di desa tersebut. Manfaat usaha yang diperoleh dapat meningkatkan kreatifitas berinovasi dalam berbisnis, menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi seseorang yang ingin memiliki penghasilan tambahan, seperti mahasiswa, karyawan swasta, ibu rumah tangga ataupun Target market dalam usaha ini memfokuskan pembelian kepada para remaja dan Pada usia-usia tersebut lebih sering memerlukan produk ini sebagai hadiah untuk orang-orang terkasih. Harapannya mampu bersaing dengan para pengusaha buket di luar sana, dengan nilai keunikan dari produk ini, harga jual kompetitif berdasar dari tingkat kesulitan dan ukuran produk. Bentuk usaha dari bisnis ini adalah usaha kecil mandiri DimaSTIKa Vol. No. 2, 2024 dimana modal untuk usaha berasal dari dana pribadi. Usaha ini bergerak dalam bidang seni kerajinan tangan yang menjual Buket pita satin. Bisnis ini dipromosikan melalui media dapat memudahkan pelanggan dari daerah lain yang ingin membeli kerajinan buket. Untuk pengabdian Masyarakat kali ini tim KKN STIK XVI kelompok V melakukan kolaborasi dengan ibu ibu PKK Desa Pamriyan Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal mengadakan pelatihan pembuatan buket pita satin. METODE PENULISAN Kegiatan pelatihan ini menggunakan metode pelaksanaan Demostrasi dan praktik secara langsung. Metode Demostrasi merupakan bentuk pengajaran melalui peragaan atau memperlihatkan proses kepada para mayarakat yang memudahkan pemahaman dalam Praktik secara langsung juga memberikan pengalaman dan melatih ketrampilan mayarakat dalam membuat bentuk kreativitas. Ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan metode ini yaitu persiapan dan pelaksanaan. Tahap Persiapan Sebelum melakukan kegiatan pengabdian, tim KKN melakukan observasi dan penyampaian tujuan dilaksanakannya program ini. Setelah itu tim KKN mulai mempersiapakan bahan dan alat yang digunakan yaitu: Pita satin Tusuk sate Kertas tisu buket Lem tembak Solasi Pita 2 Utami et al. AuPemberdayaan Siswa Melalui Pelatihan Pembuatan Buket Untuk Meningkatkan Kreativitas. Ay Achmad Yusuf. Faiz Askiyatul Mila. Upaya Pemberdayaan Ekonomi Kreatif MelaluiAA. Alat lem tembak Gunting Kardus Gabus Gliter bubuk Kertas cellophane Lem kertas Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini, mayarakat yang telah diberikan edukasi dan penyampaian tujuan mulai melakukan praktik yang didampingi oleh tim KKN. Kegiatan ini berlangsung dengan baik. Mayarakat juga tanggap dalam menerima materi dan arahan dari tim KKN. HASIL DAN PEMBAHAS Kerajinan buket pita satin merupakan inovasi yang dikembangkan dari pembuatan buket bunga menggunakan pita satin sebagai hiasannya. Pita satin ini memiliki permukaan yang berkilau dan licin, teksturnya halus dan lembut, pita satin ini juga memiliki fleksibilitas yang cukup tinggi sehingga mudah ditata dan dibentuk. Kerajinan ini juga dapat menumbuhkan kreativitas dan memberikan peluang untuk berbisnis bagi Masyarakat. Setelah penyampaian materi, masyarakat diberikan edukasi pembuatan buket pita satin ini melalui beberapa video dan foto yang ditampilkan oleh tim KKN. Masyarakat memilih untuk membuat bunga mawar. Selanjutnya para masyarakat diberitahu alat dan bahan apa saja yang digunakan untuk pembuatan kreasi ini. 3 AoAisy Rihhadatul Nirawati. AuMenciptakan Peluang Usaha Melalui Program Pelatihan Kerajinan Buket Snack Di Desa Jaan. Nganjuk. Ay DimaSTIKa Vol. No. 2, 2024 Tahapan selanjutnya yaitu praktik pembuatan buket pita satin yang dimulai dengan demostrasi oleh tim KKN yang diikuti oleh Masyarakat. Dimulai dari memotong pita satin dengan ukuran kartu ATM kemudian dirangkai menggunakan lem tembak hingga berbentuk seperti segitiga, setelah itu disambung dengan menggunakan tusuk sate sampai menjadi bunga dan membuatnya dengan sepenuh hati, lalu mulai membuat pegangan buket dengan bahan kardus dan gabus, lalu ukuran gabusnya disesuikan dengan bunga yang tadi dibuat berapa tangkai setelah itu kardusnya melingkari gabus yang udah dipotong tadi, lalu bunganya ditusukkan ke pegangan buket yang terbuat dari kardus dan gabus tadi dengan semenarik mungkin akan tetapi sebelum diitusukkan pucuk bunganya ditempeli gliter bubuk terlebih dahulu agar terlihat lebih cantik, setelah itu mulai merangkai kertas tisu untuk dijadikan seperti daun buat penghias, kemudian merangkai kertas cellophane untuk luar buketnya dan setelah selesai untuk peganan buketnya ditali dengan pita. Waktu yang diperlukan mayarakat dalam membuat kreasi ini kurang lebih 30 menit. Mayarakat antusias dan mahir dalam membentuk bunga yang dipilih. Mereka aktif bertanya dan mempraktikan apa yang sudah di demostrasikan oleh tim KKN. Achmad Yusuf. Faiz Askiyatul Mila. Upaya Pemberdayaan Ekonomi Kreatif MelaluiAA. SIMPULAN Pelatihan pembuatan buket kupu-kupu yang diadakan pada 24 februari 2025 di Desa Pamriyan telah memberikan manfaat dalam membantu masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan ekonomi mereka. Pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal dengan membuka peluang usaha baru dan meningkatkan potensi pendapatan, serta mendukung Desa Pamriyan. Pelatihan ini juga merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, menawarkan solusi kreatif dalam pengelolaan rumah tangga, dan berfungsi sebagai model efektif untuk pemberdayaan komunitas yang berkelanjutan. Masyarakat sangat semangat dan ceria dalam Diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut dan berkembang menjadi sebuah hobi yang pada akhirnya menciptakan UMKM baru di Desa Pamriyan. DimaSTIKa Vol. No. 2, 2024 Daftar Pustaka