JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. n page 1 http://journal. id/index. php/kompak Pengaruh Kompetensi Lulusan Berbasis Entrepreneurship Terhadap Kepuasan Pengguna Dan Daya Saing Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima Juwani1*. Hanifa Muthiah2. Dwi Rahmadani Kadiri3,Fayzah Oktavia4 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima Juwani16. stiebima@gmail. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima e-mail : hanifahmuthiah93@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 30 September 2024 Received in revised form 14 Oktober 2024 Accepted 23 November 2024 Available online 1 Desember 2024 ABSTRACT. The aim of this research is to determine the direct entrepreneur-based competencies on user satisfaction and alumni This research uses a quantitative approach method by distributing questionnaires. The population in this research is all organizations/agencies using STIE Bima alumni whose numbers are unknown. The sampling technique used was purposive sampling, namely 50 organizations/agencies that employ alumni, both private and government. The data analysis tool uses Smart PLS. The results of this research provide information that Interpreneur-Based Graduate Competencies have a direct influence on User Satisfaction and Competitiveness of Bima College of Economics Alumni Keywords. Entrepreneurial Graduate Competencies. User Satisfaction. Competitiveness. Alumni. STIE Bima Latar Belakang Pasar kerja antara angkatann kerja dengan kebutuhan pegawai organisasi swasta maupun pemerintah tidak seimbang, dimana angkatan kerja jauh lebih banyak dari pada yang dibutuhka dunia kerja. Maka perguruan tinggi dan lembaga Pendidikan lainnya bersaing memasuki dunia kerja dengan menawarkan kemampuan para lulusannya untuk memenuhi kebutuhan organisasi baik bisnis maupun sosial seperti pemerintahan. Pesatnya persaingan didunia bisnis menuntut dukungan kualitas sumber daya manusia yang mampu memberikan layanan pekerjaan terbaik pada organisasi dan pihak-pihak yang berhubungan dengan organisasinya agar lebih baik dari para pesaingnya. Begitu juga tuntutan yang sama pada instansi pemerintah sangat mengharapkan pegawainya melakukan pekerjaan terbaik melebihi tuntutan organisasi dan masyarakat . Kompetensi merupakan suatu kemampuan untuk melaksanaka atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang di landasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Kompetensi sangat penting dalam suatu perusahaan . Dengan adanya kompetensi, perusahaan dapat menentukan standar pengetahuan, keahlian kemampuan kerja seseorang atas bidang tertentu, yang digunakan saat Received Agustus 13, 2024 Revised November 13, 2024. Accepted November 23, 2024 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 melakuan rekrutmen calon karyawan, maupun saat melakukan seleksi untuk keperluan promosi Adanya kompetensi juga memudahkan perusahaan untuk lebih mengetahui bagaimana seorang bertanggung jawab, meyelesaikan masalah, menyesuaikan perilaku dengan prioritas dan tujuan perusahaan, mengendalikan diri saat menghadapai masalah atau tekanan. Berdasarkan pengukuran pada kompetensi dapat diketahui kompetensi-kompetensi apa saja yang perlu di kembangkan pada masing-masing karyawan sehingga kinerjanya dapat meningkat, intinya kompetensi di gunakan untuk merencanakan, mambantu, dan mengembangkan perilaku dan kinerja seseorang sehingga lebih terarah, tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan . Kepuasan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam meninjau mutu dari sebuah perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan lainnya. Kepuasan dapat di artikan sebagai perasaan puas , rasa senang dan kelegaan seseorang di karenakan telah mendapatkan apa yang di inginkan sedangkan menurut . sejauh mana anggapan kinerja produk memenuhi harapan pembeli. Bila kinerja produk lebih rendah dari harapan pelanggan, maka pembelinya merasa puas atau sangat gembira. Semakin tingginya harapan masyarakat akan pendidikan di negeri ini terlihat dari antusiasme orang tua dalam menyekolahkan putra-putrinya kesekolah yang berkompeten dan berkualitas. Hasil yang memuaskan adalah pencaipan dari sebuah proses, proses belajar yang mumpuni serta di topang dengan sarana prasaran yang memadai akan menjadikan hasil yang bisa di harapkan. Kepuasan sendiri merupakan hasil dari adanya perbedaan antara harapan dengan kinerja yang dirasakan . Banyak factor yang dapat mempengaruhi presepsi dan harapan ketika melakukan kegiatan baik akademik maupun non akademik . Di Kota Bima Tahun 2024 terdapat 6 . Perguruan Tinggi sehingga dalam hal ini dunia kerja lebih banyak pilihan dan selektif dalam mencari lulusan Perguruan Tinggi. Kurikulum merupakan nyawa dari suatu program pembelajaran sehingga keberadaannya memerlukan rancangan pelaksanaan serta evaluasi secara dinamis sesuai dengan perkembangan zaman, kebutuhan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) serta kompetensi yang di butuhkan oleh masyarakat maupun pengguna lulusan perguruan tinggi. Seiring dengan kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) perguruan Tinggi dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum wajib mengacu pada KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Mulai dengan menetapkan profil lulusan yang dijabarkan menjadi Rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima merupakan salah satu kampus pelopor yang mendukung dan menerapkan Kurikulum yang mengadopsi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Namun dalam prakteknya sudah sejak lama di terapkan oleh STIE Bima melalui berbagai kegiatan Menunjang 8 IKU antara lain Pertukaran pelajar. Kegiatan Kewirausahaan (STIE Expo. Gebyar Wirausaha, bazar dan lain-laia. Study/ Proyek Independen (Hibah Wiradesa. Hibah P2MW) . Proyek Kemanusian (Trauma Hilling Korban Kebakara. Membangun Desa/ Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T). Asistensi Mengajar di satuan Pendidikan. Orintansi Pendidikan di tujukan agar lulusan memiliki daya saing global dengan visi mencetak Sumber Daya Manusia yang Unggul dan professional serta berjiwa Enterpreneuship . STIE Bima juga menekankan pada penanaman intellectual skill communication skill, dan interpersonal skil kepada mahasiswa, penguasaan ilmu dan teknologi yang relevan dengan dunia bisnis. STIE Bima merupakan sekolah bisnis namun bukan merupakan satu-satunya di Kota Bima maupun di Provinsi NTB, apalagi di Indonesia, para alumni tentu saja bersaing dengan lulusan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya. Istilah daya saing menunjukan perbandingan antara lulusan STIE Bima dengan lulusan perguruan tinggi lainnya, mana yang lebih baik di mata pengguna atau penyedia lapangan pekerjaan. Sehingga di Rumuskan masalah sebagai berikut mengukur Apakah Ada pengaruh Kompetensi lulusan berbasis Enterpreneur terhadap Kepuasan Pengguna Lulusan Alumni STIE Bima. Apakah ada Pengaruh Kompetensi lulusan Berbasis Enterpreneur Terhadap Daya Saing Alumni STIE Bima. Urgensi Penelitian di JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 252Ae260 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 harapkan dapat memberikan sumbangsi pemikiran alternative pemecahan masalah yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia dengan menyediakan kompetensi lulusan yang sesuai dengan permintaan kerja . Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui Apakah Ada pengaruh Kompetensi lulusan berbasis Enterpreneur terhadap Kepuasan Pengguna Lulusan Alumbi STIE Bima. Untuk Mengetahui Apakah Ada Pengaruh Kompetensi lulusan Berbasis Enterpreneur Terhadap Daya Saing Alumni STIE Bima KAJIAN TEORITIS Kompetensi Entrepreneur Khalid & Bhatti . menyatakan bahwa entrepreneurial competence adalah kapabilitas yang dimiliki oleh seorang individu khususnya kapabilitas untuk membangun interfirm rela-tions. Menurut Obschonka et. , entre-preneurial competence adalah kapabilitas untuk memperoleh dan me-manage sumber daya untuk mencapai peluang yang ada pada market terten-tu. Berdasarkan pernyataan di atas, entrepreneu-rial competence merupakan kapabilitas kom-pleks yang dimiliki oleh seseorang sehingga dia dapat mencapai tujuannya dalam hal ini mem-bangun bisnis baru, mengembangkan pasar baru, prosedur baru dengan tujuan untuk menggapai tujuannya. Kapabilitas yang dimiliki oleh seorang entrepreneur menjadikan dirinya memiliki kemampuan untuk melihat peluang, mengembangkannya dan memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan. Menurut Purnomo . Kompetensi Entrepreneurial adalah suatu pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terhubung satu dengan yang lainnya, yang diperlukan oleh entrepreneur untuk dilatih dan dikembangkan agar ia mampu menghasilkan kinerja terbaik dalam mengelola Yang berarti kompetensi entrepreneurial adalah seperangkat kemampuan yang terdiri dari pengetahuan, sikap serta keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang entrepreneur agar dapat mengelola usahanya dengan baik. kompetensi entrepreneurial tersebut tidak hanya dapat dimiliki oleh seorang entrepreneur, bagi seorang pengajar pun dapat memiliki jiwa integritas. Adapun Indikator Kompetensi Interpreneur disiplin, penampilan, penguasaan bidang ilmu, komunikasi, kemampuan mengendalikan diri, berjiwa sosial, kerjasama, kepemimpinan. Kepuasan Pengguna Menurut Kotler kepuasan konsumen merupakan kepuasan atau kekecewaan yang dirasakan oleh pelanggan setelah membandingkan antara harapan dan kenyataan yang ada (Kotler, 1. Pengertian lain kepuasan pelanggan adalah pelbagai kriteria penting yang menentukan kualitas nyata yang diterima oleh pelanggan (Kelsey, et. al, 2. Menurut Zeithaml, et. , kepuasan pelanggan dalam jasa dapat diukur dari perbedaan antara harapan dan persepsi pelanggan tentang jasa layanan yang akan diterima (Zeithmal, et. al, 1. Harapan pelanggan mempunyai dua maksud. Pertama, apa yang pelanggan yakini akan terjadi pada saat pelayanan diberikan. Kedua, apa yang diinginkan pelanggan untuk terjadi . Adapun indikator : inisiatif dalam bekerja, kreativitas dalam bekerja, masukan saran pada Instansi/Perusahaan, penyesuaian diri terhadap pekerjaan, ketelitian/ketepatan menyelesaikan pekerjaan, dan kecepatan dalam bekerj Daya Saing Pengertian dari daya atau power dalam ruang lingkup ability . merupakan natural skill atau kemampuan dalam melakukan sesuat. Sedangkan pengertian saing atau compete yaitu kompetisi atau usaha untuk lebih unggul akan seseorang maupun sesuatu Daya saing atau power to compete adalah kemampuan untuk berkompetisi atau kemampuan untuk menjadi unggul Forsyth . mengatakan bahwa kompetisi adalah kerja seseorang untuk melebihi orang lain sehingga keberhasilan seseorang tergantung dari kegagalan individu yang Dan dalam hal ini Porter . mengemukakan pendapatnya bahwa SDM JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 252Ae260 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 mempengaruhi keunggulan bersaing di berbagai organisasi dengan keterampilan, motivasi pekerja serta pelatihan dan di beberapa industri merupakan kunci menuju keunggulan bersaing. SDM yang berdaya saing tidak pengaruhi oleh perbedaan jenis kelamin. Di dalam daya saing, seluruh gender di anggap setara. Daya saing adalah perbandingan kualitas alumni alumni perguruan tinggi lain menurut pengguna sebagaimana telah ditetapkan dalam kuesioner Bursa Kerja dan Pusat Pengembangan Karir Pengaruh Kompetensi Berbasis Interpreneur Terhadap Kepuasan Pengguna Lulusan Kinerja organisasi menunjukkan bahwa organisasi saat ini bekerja dan apa yang harus diperbaiki. Dengan cara ini, pemahaman menyeluruh tentang kinerja saat ini membantu organisasi untuk mencapai tujuannya. Kepemimpinan bisnis dan pengembangan manajemen terutama difokuskan pada kinerja yang menguntungkan oleh organisasi Ae dan individu di dalamnya. Kerangka kerja kompetensi menyusun kompetensi yang diperlukan untuk kinerja luar biasa, baik pada level organisasi dan (Cross 2010, . Pengetahuan dan kompetensi individu dalam contoh aset tidak berwujud meningkatkan kinerja organisasi. Aset tidak berwujud bisa dibagi menjadi tiga jenis: kompetensi karyawan, struktur internal dan struktur eksternal H1: Kompetensi Interpreneur berpengaruh terhadap Kepuasan Pengguna Pengaruh Kompetensi Berbasis Interpreneur Terhadap Daya Saing Karyawan dapat mencapai hasil mereka dengan berbagai cara. Karyawan memberikan angka penjualan yang lebih tinggi dengan secara diam-diam menciptakan jutaan rekening bank dan kartu kredit tanpa izin jalur tidak etis menuju hasil yang memiliki biaya jangka panjang yang sangat tinggi. Tetapi karyawan juga dapat mengungguli pesaing mereka melalui inovasi. Jika karyawan bersaing dengan untuk menyediakan layanan kepada klien atau merancang cara untuk membawa produk baru ke pasar lebih cepat, maka persaingan internal dapat diterjemahkan menjadi keunggulan kompetitif nyata bagi organisasi H2: Kompetensi Berbasis Interpreneur berpengaruh terhadap Daya Saing METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian ini berupa penelitian deskriptif ekplanatori yang bersifat kausalitas melalui pengujian hipotesis untuk menganalisis pengaruh kompotensi alumni sebagai variable terikat, dan kepuasan pengguna sebagai variabel bebas namun berpengaruh pula variabel bebas lainnya yakni daya saing lulusan. Jenis Penelitian Asosiatif. Populasi adalah Wilayah Generalisasi yang terdiri dari atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karasteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan di tarik kesimpulanhya . Adapun Populasi dalam penelitian adalah organisasi/instansi pengguna alumni STIE Bima yang tidak diketahui jumlahnya. Sampel adalah bagian dari populasi atau bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki Sampel dalam penelitian ini yang diambil adalah 50 organisasi/instansi yang memperkerjakan alumni baik swasta maupun pemerintahan. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu. (Sugiyono, 2. Selanjutnya, data yang diperoleh akan diolah kembali menggunakan Smart Partial Least Square (SmartPLS) Sofware HASIL DAN PEMBAHASAN JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 252Ae260 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Pengujian Convergent Validity Parameter yang digunakan untuk pengujian convergent validity yaitu dengan melihat nilai factor loading. Hasil uji validitas yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ada beberapa masing-masing indikator pada suatu konstruk di dalam model pengukuran telah memenuhi syarat. Hal tersebut dapat dilihat dari masing-masing indikator di suatu konstruk berbeda dengan indikator di konstruk lain dan mengumpul pada konstruk tersebut dengan nilai factor loading > 0,7. Terlihat dari gambar 2 bahwa ada beberapa indikator yang memiliki nilai factor loading < 0,7 sehingga indikator harus di keluarkan atau di hilangkan, adapun indikator yang dihilangkan yaitu KOMP4. KOMP9. KMP10. KMP11. Hasil evaluasi Outer model dapat terlihat seperti pada gambar berikut ini : Gambar 1 Evaluasi Model (Outer Mode. Tahap I Hasil pengujian setelah beberapa indikator di keluarkan dapat terlihat dari gambar 2 berikut ini : Gambar 2 Evaluasi Model (Outer Mode. Tahap II JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 252Ae260 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Berdasarkan hasil dari analisis PLS Algorithm Tahap II pada Gambar 2 diatas, menunjukkan bahwa nilai loading factor dari semua indikator dari masing-masing variabel memiliki nilai loading factor diatas 0,7. Artinya bahwa semua indikator pada masing-masing variabel dalam penelitian ini sudah memenuhi convergent validity. Disrciminant Validity Disrciminant validity dengan indikator reflektif dapat diuji dengan melihat nilai korelasi cross loading dengan variabel latennya harus lebih besar dari nilai korelasi terhadap variabel laten yang lain. Cara menguji validitas discriminant dengan indikator reflektif yaitu dengan melihat nilai cross loading untuk setiap variabel harus > 0,70. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh hasil bahwa nilai cross loading tiap indicator sudah > 0,70. Composite Reliability Composite reliability dilakukan untuk mengetahui sejauh mana alat pengukuran tersebut mempunyai akurasi dan ketepatan pengukuran yang konsisten dari waktu ke Reliabilitas instrumen ditentukan dari nilai composite reliability dan cronbachAos alpha lebih besar dari 0. Tabel 2 Composite Reliability dan CronbachAos Alpha Composite Cronbach Variabel Reliability Alpha Keterangan Kompetensi berbasis Interpreneur 0,863 0,870 Reliabel Kepuasan Pengguna 0,854 0,855 Reliabel Daya Saing 0,900 0,908 Reliabel Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Inner model divaluasi dengan nilai R Square untuk konstruk laten endogen, dan digunakan untuk melihat kemampuan variabel eksogen untuk menerangkan penambahan variabel endogen. Nilai R Square dapat dilihat pada Tabel 3 berikut : Tabel 3 Nilai Koefisien Determinasi (R. Konstruk JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 252Ae260 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Kepuasan Pengguna Daya Saing 0,703 0,707 Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai R2 untuk nilai konstruk laten Kepuasan Pengguna sebesar 0,703 yang berarti Kompetensi Interpreneur mempengaruhi Kepuasan Pengguna sebesar 70,3 % sementara 29,7 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Dan nilai R2 untuk nilai konstruk laten Kepuasan Pengguna sebesar 0,707 yang berarti Kompetensi Interpreneur mempengaruhi Daya saing sebesar 70,7 % sementara 29,3 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti Pengujian Hipotesis Evaluasi model struktural . nner mode. bertujuan untuk memprediksi hubungan antar variabel/konstruk laten. Hubungan yang dihipotesiskan dalam penelitian ini yaitu hubungan antara Indek Biaya Lingkungan terhadap ROA dan hubungan antara kinerja lingkungan dengan ROS. Untuk menguji hipotesis digunakan nilai yang ada pada hasil estimate for path coefficients . ilai koefisien jalu. yaitu nilai t statistik dibandingkan dengan nilai t-tabel. Hipotesis akan diterima apabila nilai t statistik > t tabel . Cara lain yang dapat digunakan untk mengetahui keterdukungan hipotesis adalah dengan melihat nilai signifikansi p-value dibandingkan dengan tingkat kesalahan yang ditetapkan dalam penelitian ini untuk uji satu sisi dengan alpha 5 persen . Jika p values < 0,05 berarti hipotesis terdukung. Hasil analisis estimate for path coefficients . ilai koefisien jalu. pada dilihat dari Tabel 4 berikut: Tabel 4 Nilai Path Coefficients Variabel/Konstruk Original Sample (O) T-Statistics P Values Keterangan Kompetensi 0,667 7,417 0,000 Signifikan / Berbasis Interpreneur Kepuasan Pengguna Kompetensi 0,568 4,647 0,000 Signifikan / Berbasis Interpreneur Daya Saing Pembahasan Pengaruh Kompetensi Berbasis Interpreneur Terhadap Kepuasan Pengguna Nilai path coefficient sebesar 0,667 dan nilai t-statistic . > t-tabel . , kemudian nilai p values < 0,05 atau 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa Kompetensi Berbasis Interpreneur berpengaruh terhadap Kepuasan Pengguna (H1 diterim. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin banyak yang dimiliki, semakin besar pengaruhnya terhadap Kepuasan Pengguna Lulusan. Salah satu indikator dalam kompetensi berbasis interpreuner adalah disiplin, memiliki integritas, yang berpengaruh terhadap kepuasan pengguna, dimana pengguna akan puas jika alumni STIE Bima yang bekerja disiplin, memiliki integritas dalam bekerja di perusahaan atau instansi pengguna. Karena dengan disiplinnya, memiliki Integritas pegawai menunjukkan keteraturan yang JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 252Ae260 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 telah diharapkan pengguna, seperti pekerjaan dimulai, dilakukan dan diakhiri tepat waktu. Pengaruh Kompetensi Berbasis Interpreneur Terhadap Daya Saing Nilai path coefficient sebesar 0,568 dan nilai t-statistic . > t-tabel . , kemudian nilai p values < 0,05 atau 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa Kompetensi Berbasis Interpreneur berpengaruh terhadap Daya Saing Alumni (H2 diterim. Artinya peningkatan kompetensi lulusan berbasis interpreneur diikuti dengan peningkatan daya saing alumni Kemampuan inisiatif dalam bekerja yang ditunjukkan alumni mampu menarik perhatian pengguna. Sementara para lulusan STIE Bima tidak hanya bersaing dengan PTS saja tetapi juga dengan PTN namun Jiwa Entepreneurship yang tertanam di jiwa Alumni STIE Bima menjadi nilai lebih bagi para alumni sehingga alumni STIE Bima bisa bersaing baik dengan lulusan PTS maupun PTN. Kesimpulan Dan Saran Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Kompetensi Lulusan Berbasis Interpreneur berpengaruh terhadap Kepuasan Pengguna Kompetensi Lulusan Berbasis Interpreneur berpengaruh terhadap Daya Saing Ucapan Terima Kasih