Journal Health and Nutritions Vol. No. Hal 15-20 Maret 2022 p - ISSN (Ceta. : 2407-8484 e - ISSN (Onlin. : 2549-7618 GAMBARAN KEBIASAAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA REMAJA Melinda S. Mahful. Salman*. Misnati. Rahma Labatjo. Misrawati Goi Jurusan Gizi. Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Kota Gorontalo. Indonesia *email: salman@poltekkesgorontalo. ABSTRACT Vegetables and fruits are foods that are very beneficial to the body, especially to support the need for This research aims to determine the picture of vegetable and fruit consumption in adolescents. The research method uses a descriptive survey, which is to describe the variables studied. The population is 210 people, the sample is calculated at 10% of the population of 21 people. The research variable is an independent variable, namely vegetable and fruit consumption in adolescents. The results showed that the distribution of research subjects based on the age group was the largest in the age group of 10-14 years, namely 12 people . 1%) while the group of subjects based on sex was the most male, namely 12 people . 1%), the picture of vegetable and fruit consumption showed vegetable consimsion In adolescents with less categories, there were 14 people . 7%), 7 people . 3%). Fruit consumption in adolescents with less categories amounted to 13 people . 9%), quite 8 people . 1%). The conclusion of this study is that most adolescents have less consumption rates of vegetables and fruits when compared to the recommended Keywords: consumption. fruit vegetables. ABSTRAK Sayur dan buah merupakan bahan pangan yang sangat memberi manfaat bagi tubuh, terutama untuk mendukung kebutuhan akan vitamin. Penetian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi sayuran dan buah pada remaja. Metode penelitian menggunakan survey deskriptif yaitu untuk menggambarkan variabel yang diteliti. Populasi sebanyak 210 orang, sampel dihitung sejumlah 10% dari populasi yaitu 21 Variabel penelitian merupakan variabel mandiri yaitu konsumsi sayur dan buah pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan distribusi subjek penelitian berdasarkan kelompok umurr paling besar pada kelompok umur 10 Ae 14 tahun yakni sebanyak 12 orang . ,1%) sementara kelompok subjek berdasarkan jenis kelamin paling banyak laki Ae laki yakni 12 orang . ,1%), gambaran konsumsi sayur dan buah menunjukkan konsimsi sayur pada remaja dengan kategori kurang berjumlah 14 orang . ,7%), cukup berjumlah 7 orang . ,3%). Konsumsi buah pada remaja dengan kategori kurang berjumlah 13 orang . ,9%), cukup berjumlah 8 orang . ,1%). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar remaja memiliki tingkat konsumsi sayur dan buah termasuk kategori kurang jika dibandingkan dengan rekomendasi yang dianjurkan. Kata Kunci: konsumsi. sayur buah. PENDAHULUAN Sayur dan buah merupakan bahan pangan yang sangat memberi manfaat bagi tubuh, terutama untuk mendukung kebutuhan akan vitamin. Vitamin merupakan kelompok senyawa orgak yang termasuk dalam golongan zat gizi mikro. Kurangnya konsumsi sayur dan buah pada remaja usia sekolah akan menimbulkan risiko gangguan kesehatan dimasa yang akan datang. Berbagai penelitian mengenai konsumsi sayur dan buah menunjukkan bahwa kurang konsumsi sayur dan buah dapat berisiko dalam perkembangan penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan kanker. Besarnya manfaat konsumsi sayur dan buah yang segar sebagai sumber vitamin dan mineral telah banyak diketahui (Hamidah, 2. Sayur dan buah pada masa remaja bermanfaat untuk menunjang tumbuh kembangnya dan status gizi yang baik. Faktanya, remaja saat ini cenderung kurang mengonsumsi sayur dan buah sehingga berisiko mengalami penyakit degeneratif seperti Journal Health and Nutritions Vol. No. Hal 15-20 Maret 2022 p - ISSN (Ceta. : 2407-8484 e - ISSN (Onlin. : 2549-7618 obesitas, diabetes, hipertensi dan kanker yang muncul di usia dewasa. Pada masa usia remaja memerlukan sayur dan buah sebagai penghasil serta yang fungsinya untuk memungkinkan proses buang air besar menjadi teratur dan menghindari penyakit. Serta juga dapat memberi rasa kenyang dalam waktu lama (Taringan, 2. WHO (World Health Organizatio. telah merekomendasikan kecukupan konsumsi sayur dan buah perhari sejumlah 400 gram atau 5 porsi. Pedoman Gizi Seimbang (PGS) mengajurkan mengajurkan individu untuk mengonsumsi sayur setidaknya 3-4 porsi per hari konsumsi buah setidaknya 2-3 porsi per hari (Kemenkes. Berdasarka data Riskedas tahun 2018 sebanyak 74,26% remaja berumur 10-14 tahun mengonsumsi sayur dan buah < 5 porsi per hari dalam seminggu dan sebanyak 20,84% tidak konsumsi sayur dan buah per hari dalam seminggu (Kemenkes, 2. Khusus pada masa remaja yang merupakan periode dari pertumbuhan dan proses kematangan manusia, konsumsi sayur dan buah perlu sekali. Hal ini karena pada masa ini terjadi perubahan pertumbuhan yang sangat unik dan berkelanjutan. Perubahan fisik karena pertumbuhan yang akan berdampak negatif pada tingkat kesehatan masyarakat misalnya penurunan kosentrasi belajar dan penurunan kesegran jasmani (Taringan,2. Kesukaan yang berlebihan terhadap makanan tertentu dapat menimbulkan dampak negatif pada seseorang. Biasanya yang paling sering melakukan hal tersebut ialah kalangan remaja. Kesukaan tersebut dapat menyebabkan kebutuhan gizi remaja tidak terpenuhi jika makanannya tidak seimbang (Sholehah, 2. Berdasarkan data Laporan Riskesdas tahun 2018, ditemukan bahwa rata-rata 28,6% remaja di Indosesia berumur 10-19 tahun tidak konsumsi sayur dan buah dan 39,13% remaja di Provinsi Gorontalo berumur 10-19 tahun tidak konsumsi sayur dan Konsumsi sayur dan buah di Provinsi Gorontalo < 5 porsi per hari dalam seminggu paling kurang terdapat Bone Bolanggo 64,77%. Gorontalo Utara 70,55%. Boalemo 70,89%. Kota Gorontalo 74,52%. Pohuwato 74,91%, dan Gorontalo 79,16%. Sedangkan tidak konsumsi sayur dan buah per hari dalam seminggu paling rendah di Kota Gorontalo 12,04%. Gorontalo 14,74%. Gorontalo Utara 16,18%. Boalemo 19,08%. Pohuwato 21,13% dan Bone Bolango 24,45% (Riskesdas, 2. Berdasarkan uraian tersebut, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran konsumsi sayur dan buah pada remaja. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey deskriptif, yaitu untuk memberikan gambaran tentang konsumsi sayur dan buah pada remaja. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021 di Desa Talango Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Variable penelitian meliputi konsumsi sayur dan konsumsi buah pada Konsumsi sayur pada remaja merupakan jumlah konsumsi sayur seorang remaja dalam sehari dikategorikan cukup jika konsumsi sayur dalam sehari dengan jumlah Ou 250 gram dan kategori kurang bila tidak memenuhi kriteria 1 (PGS 2. Konsumsi buah pada remaja merupakan jumlah konsusmsi buah seorang remaja dalam sehari, dikategorikan cukup apabila konsumsi buah dalam sehari dengan jumlah Ou 150 gram dan kategori kurang apabila tidak memenuhi kriteria 1 (PGS 2. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja umur 10-19 tahun yang tercatat di Desa Talango Kecamtan Kabila Journal Health and Nutritions Vol. No. Hal 15-20 Maret 2022 p - ISSN (Ceta. : 2407-8484 e - ISSN (Onlin. : 2549-7618 Kabupaten Bone Bolango pada saat penelitian yang berjumlah 210 orang. Sampel adalah sebagian dari sejumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang digunakan untuk (Sugiyono, 2. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari keseluruhan jumlah remaja umur 10-19 tahun di Desa Talango Kecamatan Kablia Kabupaten Bone Bolango berjumlah 21 orang. Jumlah sampel minimal dihitung sebesar 10% dari total populasi, yaitu sejumlah 21 orang. Penetuan presentase 10% digunakan karena jenis penelitian adalah deskriptif (Hill, 1. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu food recall. Untuk mendapatkan data jumlah sayur dan buah yang dikonsumsi dengan pengukuran dilakukan lebih dari 3x24 jam tidak berturut-turut dikarenakan kurang representatif untuk mengambarkan konsumsi sayur dan buah pada Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariate . nalisis deskripti. menggunakan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi sampel berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur remaja di Desa Talango Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango, dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 21 sampel, sebagian besar yaitu 12 orang . ,1%) berjenis kelamin laki-laki dan 9 orang . ,9%) berjenis kelamin perempuan. Tabel 1 menunjukkan bahwa jumlah sampel lebih banyak berada pada kelompok umur 10-14 tahun yaitu berjumlah 12 orang . ,1%). Jumlah sampel paling sedikit adalah kelompok umur 15-19 tahun yang berjumlah 9 orang . ,9%). Tabel 1. Gambaran Karakteristik Subjek Penelitian Jumlah Karakteristik Jenis kelamin Laki Ae laki Perempuan Umur . 10 Ae 14 tahun 15 Ae 19 tahun Jumlah Distribusi sampel berdasarkan pendidikan ayah remaja ditunjukkan pada Tabel 2. Distribusi sampel berdasarkan pendidikan ayah sebagian besar adalah tamat SD, yaitu sebanyak 9 orang . ,9%) dan paling sedikit adalah perguruan tinggi yang berjumlah 3 orang . ,3%). Distribusi sampel berdasarkan pendidikan ibu sebagaian besar adalah SLTA, yaitu sebanyak 10 orang . ,6%) dan paling sedikit adalah perguruan tinggi, yaitu berjumlah 2 orang . ,5%). Tabel 2 menunjukkan bahwa distribusi sampel berdasarkan pekerjaan ayah sebagai besar adalah wiraswasta, yang berjumlah 12 orang . ,6%) dan paling sedikit adalah sebagai swasta yang berjumlah 2 orang . ,5%). Tabel 2 menunjukkan bahwa distribusi sampel berdasarkan pekerjaan ibu sebagai besar adalah IRT yang berjumlah 17 orang . ,0%) dan paling sedikit adalah pekerjaan sebagai wiraswasta yang berjumlah 1 orang . ,8%). Gambaran distribusi sampel berdasarkan jumlah konsumsi sayur dan buah pada remaja ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 21 sampel remaja di desa Talango Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango, tingkat konsumsi sayur cukup (Ou 250 gra. hanya berjumlah 7 orang . ,3%) dan tingkat konsumsi sayur kurang (O Journal Health and Nutritions Vol. No. Hal 15-20 Maret 2022 p - ISSN (Ceta. : 2407-8484 e - ISSN (Onlin. : 2549-7618 250 gra. berjumlah lebih besar, yaitu 14 orang . ,7%). Kurangnya konsumsi sayur dan buah dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeratif. Tabel 2. Gambaran Karakterstik Orang Tua Subjek Penelitian Jumlah Karakteristik Pendidikan . Tamat SD SLTP SLTA Perguruan Tinggi Pendidikan . Tamat SD SLTP SLTA Perguruan Tinggi Pekerjaan . Petani Wiraswasta Swasta PNS Pekerjaan . IRT Wiraswasta Swasta Jumlah Masih kurangnya tingkat konsumsi sayur pada remaja berkaitan dengan ketersediaan sayur di rumah. Hasil penelitian mengukapkan bahwa masih banyak keluarga remaja yang hanya kadang-kadang menyediakan sayur di rumah. Ketersediaan pangan memegang peran penting dalam pola konsumsi pangan keluarga. Ketersediaan pangan yang kurang dapat mengurangi konsumsi pangan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan masalah kesehatan. Jenis sayuran yang paling sering dikonsumsi oleh sampel yaitu sayur kangkung, terong, kacang panjang, bayam, dan sawi hijau. Semakin banyak jenis sayuran yang dikonsumsi oleh sampel, maka semakin banyak pula kandungan antioksidan yang didapatkan pada berbagai jenis warna sayuran. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Prihatini . yang menyatakan bahwa sebagian besar sampel kurang mengonsumsi sayur yaitu sebesar 94,8%. Hal ini dikarenakan tidak ada sampel yang mengonsumsi sayur Ou 1 kali sehari dan sebagian besar tidak suka mengonmsi semua jenis sayur. Menurut Hamidah . konsumsi sayur dan buah sangat memberi manfaat bagi tubuh, terutama untuk mendukung kebutuhan akan vitamin. Kurangnya konsumsi sayur dan buah pada remaja usia sekolah akan menimbulkan risiko gangguan kesehatan dimasa yang akan datang. Berbagai penelitian mengenai konsumsi sayur dan buah menunjukkan bahwa kurang konsumsi sayur dan buah dapat berisiko dalam perkembangan penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan kanker. Besarnya manfaat konsumsi sayur dan buah yang segar sebagai sumber vitamin dan mineral telah banyak diketahui. Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 21 sampel remaja di Desa Talango Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango, tingkat konsumsi buah cukup (Ou 150 gra. hanya berjumlah 8 orang . ,1%) dan tingkat konsumsi buah kurang (O 150ra. berjumlah lebih Journal Health and Nutritions Vol. No. Hal 15-20 Maret 2022 p - ISSN (Ceta. : 2407-8484 e - ISSN (Onlin. : 2549-7618 besar, yaitu 13 orang . ,9%). Kurangnya konsumsi sayur dan buah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit degeratif. Masih kurangnya tingkat konsumsi buah pada remaja berkaitan dengan ketersediaan buah di rumah. Hasil penelitian mengukapkan bahwa masih banyak keluarga remaja yang hanya kadang-kadang menyediakan buah di Ketersediaan pangan memegang peran penting dalam pola konsumsi pangan Ketersediaan pangan yang kurang dapat mengurangi konsumsi pangan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan masalah kesehatan. Jenis buah yang paling sering dikonsumsi oleh sampel yaitu buah pisang, pepaya, jeruk, mangga dan apel. Semakin banyak jenis buah yang dokonsumsi oleh sampel, maka semakin banyak pula kandungan antioksidan yang didapatkan pada berbagai jenis warna buah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Prihatini . yang menyatakan bahwa sebagian besar sampel kurang mengonsumsi buah yaitu sebesar 33,2%. Hal ini dikarenakan sebagian sampel tidak suka mengonsumsi buah. Tabel 3. Gambaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja Jumlah Konsumsi sayur dan buah Konsumsi sayur Kurang Cukup Konsumsi buah Kurang Cukup Jumlah Sayur dan buah merupakan sumber zat gizi mikro yang sangat bermanfaat bagi tubuh, karena kedua komponen gizi tersebut sangat penting dalam proses metabolisme tubuh sebagai zat pengatur dan antibodi juga bermanfaat menurunkan insiden terkena penyakit kronis (Indira, 2. Konsumsi sayur dan buah pada penduduk Indonesia masih rendah terutama pada kelompok usia remaja baik di daerah rural dan urban. Konsumsi buah dan sayur pada remaja adalah hal yang penting untuk mencegah munculnya penyakit degeneratif (Oktavia, dkk. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian gambaran konsumsi sayur dan buah Pada Remaja di Desa Talango Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango dapat disimpulkan tingkat konsumsi sayur pada remaja sebagian besar kurang yaitu sebanyak 14 orang . ,7%), sementara tingkat konsumsi buah pada remaja sebagian besar kurang yaitu sebanyak 13 orang . ,9%). DAFTAR REFERENSI Amelia CM. Faktor yang Mempengaruhi Remaja Siswi SMP Negeri 238 Jakarta Konsumsi Sayur dan Buah. Gipas. Nomor 1. Volume 4. Hal: 95, 2020. As'ar MCA. Pengetahuan. Sikap. Perilaku Tentang Konsumsi Sayur dan Buah Serta Faktor-faktor yang Berhubungan Pada Siswa SD INPRES 26 Di Kabupaten Sorong. Skripis. Fakultas Kedokteran Universitas Papua. Sorong. Hamidah S. Sayuran dan Buah Serta Manfaatnya Bagi Kesehatan Disampaikan dalam Pengajian Jamaah Langar Mafaza Kotagede Yogyakarta. Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. 1Ae10 Hill. Robin. What Sampel Size is "ENOUGH" in Internet Survey Research. Journal Health and Nutritions Vol. No. Hal 15-20 Maret 2022 p - ISSN (Ceta. : 2407-8484 e - ISSN (Onlin. : 2549-7618 Interpersonal Computing and Technologi: An Electronic Journal for the 21 st Century. IPCT-J Vol 6 No 3-4. Indera IA. Perilaku konsumsi sayur dan buah anak prasekolah Di desa embatau kecamatan tikala kabupaten Toraja utara. Jurnal MKMI. 2015: 253-262. Kementrian Kesehatan RI. Inilah Perbedaan Ao4 Sehat 5 SempurnaAo Dengan AoGizi SeimbangAo. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta. Kemenkes Kesehatan RI. Infodatin Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Pusat Data dan Informasi. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta. Muna NI. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah dan Sayur Pada Remaja. Skripsi. Universitas Negeri Semarang. Semarang. Muna NI dan Mardiana M. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Konsumsi Buah Dan Sayur Pada Remaja. Sport and Nutrition Journal. Oktavia AR. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah-Sayur Pada Reamaja di Daerah Rural-Urban. Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Raflesia. Putra KW. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Konsumsi Buah Dan Sayur Pada Anak Sekolah Dasar. Skripsi. Universitas Semarang. Semarang. Putro KZ. Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama. Aplikasia. Rachman BN. Faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi buah dan sayur siswa SMP di Denpasar. Jurnal Gizi Indonesia. : 9-16. Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Alfabet. Bandung. Sholehah A. Preferesi (Kesukaa. Pengrtahuan gizi dan Pengaruh Teman Sebaya dengan Konsumsi Buah dan Sayur pada Remaja. Adi Husda Nursing Journal. Taringan R. Hububngan Kesukaan dan Kesediaan dengan Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja. Jurnal Keperawatan Imelda.