Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 299 Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup dan Digital Payment terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z Nurul Septiyani1. Besse Wediawati2. Agus Solikhin3 1,2,3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Email: nurulseptiyani159@gmail. Abstract This study aims to analyze the influence of financial literacy, lifestyle, and the use of digital payment on the consumptive behavior of Generation Z. The object of this research is undergraduate students of the Faculty of Economics and Business at Jambi University from the 2021Ae2024 cohorts. The study employs a quantitative approach using the Partial Least Square (PLS) method with the assistance of SmartPLS 4 software. Primary data were collected through a questionnaire using a 5-point Likert scale and distributed via Google Form. A total of 100 respondents were selected using the Slovin formula from a population of 3,131 students. The results show that: . financial literacy has a negative and significant effect on consumptive . lifestyle has a positive and significant effect on consumptive behavior. digital payment also has a positive and significant effect on consumptive behavior. These findings imply that improving financial literacy can reduce consumptive behavior, whereas a consumptive lifestyle and the ease of digital payment tend to increase such behavior. Keywords: Financial Literacy. Lifestyle. Digital Payment. Consumptive Behavior Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, dan penggunaan digital payment terhadap perilaku konsumtif generasi Z. Objek penelitian adalah mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi angkatan 2021Ae2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Partial Least Square (PLS) melalui bantuan software SmartPLS 4. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert 5 poin dan disebarkan melalui Google Form. Jumlah responden sebanyak 100 orang, yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dari populasi sebanyak 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . literasi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif. gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif. digital payment juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif. Temuan ini memberikan implikasi bahwa peningkatan pemahaman keuangan dapat menekan perilaku konsumtif, sementara gaya hidup konsumtif dan kemudahan digital payment cenderung mendorong perilaku tersebut. Kata Kunci: Literasi Keuangan. Gaya Hidup. Digital Payment. Perilaku Konsumtif PENDAHULUAN Perilaku konsumtif telah menjadi fenomena umum di kalangan generasi muda, khususnya generasi Z, yang dikenal sebagai digital native dan sangat adaptif terhadap kemajuan teknologi. Generasi ini tumbuh dalam lingkungan yang serba cepat, instan, dan terkoneksi secara digital, sehingga berdampak pada pola konsumsi yang cenderung impulsif dan berbasis tren sosial. Kondisi ini diperkuat dengan kemudahan akses digital payment serta eksistensi media sosial yang mendorong terciptanya gaya hidup Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 300 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK, 2. , tingkat literasi keuangan generasi muda di Indonesia baru mencapai 49,48%, menunjukkan bahwa mayoritas dari mereka belum memiliki pemahaman yang memadai dalam mengelola keuangan secara Di sisi lain laporan dari We Are Social . menunjukkan bahwa lebih dari 85% pengguna internet usia 18Ae24 tahun di Indonesia telah melakukan transaksi digital secara rutin, dan lebih dari 70% menggunakan dompet digital sebagai alat pembayaran Kombinasi antara rendahnya literasi keuangan, paparan gaya hidup modern, dan kemudahan transaksi digital inilah yang dapat memicu perilaku konsumtif yang tidak Perkembangan teknologi digital di Indonesia mendorong transformasi diberbagai aspek kehidupan yang sebelum nya berlangsung secara konversional, beralih menuju proses digitalisasi, perkembangan teknologi saat ini mencakup kemajuan dalam teknologi internet (Ihsan et al, 2. Perkembangan pesat teknologi digital telah mengintegrasikan diri ke dalam setiap aspek kehidupan, termasuk transaksi keuangan. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi Z merupakan kelompok yang cukup rentan terhadap perilaku konsumtif. Berbagai kebutuhan sosial, tuntutan gaya hidup kampus, hingga pengaruh dari lingkungan dan media sosial menjadi faktor pendorong Selain itu, kemudahan akses terhadap fitur-fitur pembayaran digital seperti dompet digital. QRIS, maupun layanan paylater juga memberikan celah bagi mahasiswa untuk berbelanja tanpa perencanaan keuangan yang matang. Berdasarkan hasil pengamatan pada tanggal 14 Oktober 2024, terlihat jelas adanya kecenderungan perilaku konsumtif yang tinggi di kalangan Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Angkatan 2021-2024. Fenomena ini ditandai dengan keinginan kuat untuk memenuhi setiap keinginan, terutama dalam hal mengikuti trend fashion terkini. Dorongan untuk tampil modern dan menghindari stigma ketinggalan zaman, serta kemudahan transaksi melalui pembayaran digital, semakin memperkuat perilaku konsumtif tersebut. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, dan digital payment terhadap perilaku konsumtif generasi Z, khususnya pada mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi angkatan 2021Ae2024. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mendorong perilaku konsumtif serta menjadi masukan bagi institusi pendidikan dan pembuat kebijakan dalam menyusun strategi edukasi keuangan yang lebih efektif untuk generasi RUMUSAN MASALAH Apakah literasi keuangan berpengaruh terhadap perilaku konsumtif generasi Z? Apakah gaya hidup berpengaruh terhadap perilaku konsumtif generasi Z? Apakah Digital payment berpengaruh terhadap perilaku konsumtif generasi Z? TUJUAN PENELITIAN Untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif generasi Z. Untuk menganalisis pengaruh gaya hidup terhadap perilaku konsumtif generasi Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 301 Untuk menganalisis pengaruh digital payment terhadap perilaku konsumtif LANDASAN TEORI Behaviorisme Theory Teori behavioristik menekankan pada kajian ilmiah mengenai berbagai respon perilaku yang dapat diamati dan penentu lingkungannya. Dengan kata lain, perilaku memusatkan pada interaksi dengan lingkungannya yang dapat dilihat dan diukur. Dalam teori behaviorisme memandang bahwa individu dianggap sebagai makhluk reaktif yang memeberi respon terhadap lingkungannya. Suatu pengalaman dan pemeliharaan yang telah terjadi nantinya akan dapat membentuk perilaku mereka. Dalam penelitian ini merujuk pada pendekatan behaviorisme sebagai grand theory. Jhon B. Waton mengatakan bahwa belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon yang harus dapat diamati dan juga dapat diukur. Jhon B. Waston merupakan penemu teori behaviorisme yang berpendapat bahwa manusia akan berkembang berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan sekitar. Lingkungan yang baik akan menghasilkan manusia yang baik. Sedangkan lingkungan yang buruk akan menghasilkan manusia yang buruk. Perilaku Konsumtif Menurut Lina & Rosyid . , perilaku konsumtif melekat pada seseorang bila orang tersebut membeli sesuatu diluar kebutuhan rasional, dan pembelian tidak lagi didasarkan pada faktor kebutuhan tetapi sudah ada faktor keinginan berlebihan. Selanjutnya Jessica Gumulya . menyatakan bahwa perilaku konsumtif seringkali didorong oleh hasrat atau keinginan yang bersifat impulsif dan tidak didasarkan pada kebutuhan yang sebenarnya. Oleh karena itu, perilaku konsumtif dapat didefinisikan sebagai perilaku yang didominasi oleh emosional dan sosial daripada pertimbangan Literasi Keuangan Literasi Keuangan yaitu: Kombinasi dari kesadaran, pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku keuangan yang diperlukan untuk membuat keputusan keuangan yang tepat dan pada akhirnya mencapai kesejahteraan finansial individu (OECD, 2. konsep literasi keuangan lebih berfokus kepada peningkatan dari layanan keuangan dan peningkatan pada akses keuangan(Utama & Suryani, 2. Definisi lain dari literasi keuangan merupakan kemampuan untuk mengelola sumber daya finansial secara efektif guna mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Pemuda yang sadar literasi keuangan atau cerdas secara finansial dapat memahami perencanaan keuangan, sehingga dapat mengambil keputusan keuangan untuk mencapai tujuan keuangan mereka(Wediawati et al, 2. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memahami konsep pengelolaan keuangan, termasuk pentingnya menabung dan bagaimana hal itu memengaruhi kesejahteraan finansial mereka. Terlepas dari tingkat pendapatan, orang yang sadar keuangan cenderung lebih mampu mengontrol pengeluarannya dan lebih tahan terhadap risiko keuangan (Yahya, 2. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 302 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Gaya Hidup Gaya hidup menurut Sunarto . menunjukan bagaimana orang hidup, bagaimana mereka membelanjakan uang dan bagaimana mereka mengalokasikan waktu Dimensi gaya hidup merupakan pengklasifikasian konsumen berdasarkan AIO yaitu activities . , interest . dan opinion . Salah satu tokoh yang telah memberikan definisi gaya hidup adalah Alfred Adler, seorang psikolog terkemuka pada tahun 1929 dalam (Kusnandar & Kurniawan, 2. Gaya hidup merupakan kumpulan kebiasaan dan pilihan yang mencerminkan identitas seseorang dalam berbagai aspek kehidupan, seperti interaksi sosial, konsumsi, hiburan, dan penampilan. Digital Payment Perkembangan teknologi digital di Indonesia mendorong transformasi diberbagai aspek kehidupan yang sebelum nya berlangsung secara konversional, beralih menuju proses digitalisasi, perkembangan teknologi saat ini mencakup kemajuan dalam teknologi internet (Ihsan et al, 2. Perkembangan pesat teknologi digital telah mengintegrasikan diri ke dalam setiap aspek kehidupan, termasuk transaksi keuangan. Digital Payment adalah alat pembayaran dalam bentuk elektronik dimana nilai uangnya disimpan dalam media elektronik tertentu. Media eletronik untuk menyimpan nilai uang eletronik bisa berupa chip atau server. Uang eletronik berbasis chip tersedia dalam kartu yang dileluarkan perbankan (Gosal & Linawati, 2. MODEL PENELITAN Gambar 1 Kerangka Berpikir Literasi Keuangan Gaya Hidup Perilaku Konsumtif Digital Payment Hipotesis Penelitian Hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: H1 : Literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumtif. H2 : Gaya Hidup berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumtif. H3 : Digital Payment berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumtif. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 303 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif untuk menguji pengaruh antara variabel literasi keuangan, gaya hidup, dan digital payment terhadap perilaku konsumtif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi angkatan 2021Ae 2024, yang berjumlah 3. 131 orang. Sampel diambil menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 100 responden. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert 5 Teknik analisis data yang digunakan adalah metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS 4, yang digunakan untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antar variabel dalam model penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Dari data deskripsi karakteristik responden dapat diketahui bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 84%. Mayoritas responden merupakan mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi angkatan 2021 dengan persentase 50%. Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Uji validitas konvergen dalam PLS dengan indikator reflektif dinilai berdasarkan loading factor indikator-indikator yang mengukur konstruk tersebut (Abdillah & Jogiyanto, 2015:. Sumber: Pengolahan Data Dengan SmartPLS, 2025 Gambar 2. Outer Model Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 304 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Tabel 1. Outer Loading Variabel Literasi Keuangan (X. Gaya Hidup (X. Digital Payment (X. Indikator X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. Nilai Outer Loading Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 305 X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. Perilaku Konsumtif (Y) Y10 Y11 Y12 Sumber: Pengolahan Data Dengan SmartPLS, 2025 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 1 outer loading yang diberikan, dapat diinterpretasikan bahwa semua indikator dalam variabel Literasi Keuangan. Gaya Hidup, dan Digital Payment serta Perilaku Konsumtif memiliki outer loading yang signifikan dan melebihi batas minimal 0,7 yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa semua indikator tersebut secara efektif mengukur konstruk yang dituju. Oleh karena itu, semua indikator dalam masing-masing variabel dapat dianggap valid dan memenuhi kriteria validitas konstruk. Tabel 2. Hasil Average Variance Extracted (AVE) Average variance extracted (AVE) Digital Payment (X. Gaya Hidup (X. Literasi Keuangan (X. Perilaku Konsumtif (Y) Sumber : Pengolahan Data dengan SmartPLS . Berdasarkan hasil analisis validitas konvergen menggunakan Average Variance Extracted (AVE) pada tabel yang disajikan, dapat disimpulkan bahwa semua variabel memiliki tingkat validitas konvergen yang baik. Menurut Ghozali . , nilai AVE yang direkomendasikan untuk validitas konvergen minimal sebesar 0,5. Dalam penelitian ini, semua variabel memiliki nilai AVE yang melebihi nilai ambang batas Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel secara efektif mengukur konstruk yang dimaksud dalam penelitian. Dengan demikian, variabel-variabel tersebut dapat dianggap valid dalam konteks analisis konvergen pada model yang digunakan. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 306 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Tabel 3. Nilai Discriminant Validity (Cross Loadin. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. Literasi Keuangan (X. Gaya Hidup (X. Digital Payment (X. Perilaku Konsumtif (Y) Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 307 X3. Y10 Y11 Y12 Sumber: Pengolahan Data Dengan SmartPLS, 2025 Berdasarkan data yang ditunjukkan pada tabel 3 dapat dinyatakan bahwa indikator-indikator yang ada pada penelitian ini telah memiliki validitas diskriminan . iscriminant validit. yang baik dalam menyusun setiap variabelnya. Hal ini turut dibuktikan dengan nilai cross loading tiap-tiap indikator pada variabel yang dibentuk lebih besar jika dibandingkan dengan nilai cross loading pada variabel lainnya. Tabel 4. Composite Reliability Composite reliability . Digital Payment (X. Gaya Hidup (X. Literasi Keuangan (X. Perilaku Konsumtif (Y) Sumber: Pengolahan Data Dengan SmartPLS, 2025 Berdasarkan data pada tabel 4 dapat disimpulkan bahwa semua konstruk telah memenuhi kriteria reliabel, hal ini dibuktikan dengan adanya nilai composite reliability yang menunjukkan angka lebih dari 0,70. Berikut ini adalah data nilai cronbachAos alpha untuk masing-masing variabel pada penelitian ini: Tabel 5. CronbachAos Alpha Digital Payment (X. Gaya Hidup (X. Literasi Keuangan (X. Perilaku Konsumtif (Y) Cronbach's alpha Sumber: Pengolahan Data Dengan SmartPLS, 2025 Berdasarkan data pada tabel 5 dapat disimpulkan bahwa semua konstruk telah memenuhi kriteria reliabel, hal ini dibuktikan dengan adanya nilai cronbachAos alpha yang menunjukkan angka lebih dari 0,70. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 308 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Uji R-Square Untuk mengetahui nilai inner model pada PLS dapat dilihat pada R-square untuk konstruk dependen. Beikut ini tabel 6 yang merupakan hasil estimasi Adjusted R-Square dengan menggunakan SmartPLS 4: Tabel 6. Nilai R-Square R-square R-square adjusted Perilaku Konsumtif (Y) Sumber: Pengolahan Data Dengan SmartPLS, 2025 Pada penelitian ini, nilai R-Square diperoleh sebesar 0,731 atau bila di persentasekan sebesar 73,1%. Yang selanjutnya dapat disimpulkan bahwa variasi perubahan variabel independen terhadap variabel dependen yang dapat dijelaskan yakni sebesar 73,1%, kemudian sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar dari model yang Uji Hipotesis Adapun dasar yang digunakan dalam pengujian hipotesis untuk menunjukkan tingkat signifikansi yaitu dengan melihat nilai path coefficient atau inner model. Berikut disajikan tabel 7 yang memberikan hasil output pengujian inner model atau model Tabel 7. Path Coefficient Digital Payment (X. -> Perilaku Konsumtif (Y) Gaya Hidup (X. -> Perilaku Konsumtif (Y) Literasi Keuangan (X. -> Perilaku Konsumtif (Y) Original (O) Sample (M) Standard (STDEV) T statistics (|O/STDEV|) Sumber: Pengolahan Data Dengan SmartPLS, 2025 Untuk melihat tingkat signifikan keterdukungan hipotesis dapat digunakan perbandingan nilai T-table dan T-statistic, dimana jika nilai T-statistic lebih tinggi dibandingkan nilai T-table, maka berarti bahwa hipotesis terdukung. Dengan tingkat keyakinan 95 persen . lpha 5 persen atau 0,. maka nilai T- table untuk hipotesis dua ekor yaitu Ou 1,96 (Abdillah & Jogiyanto, 2. PEMBAHASAN Pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan (X. berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku konsumtif (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 309 jalur bertanda negatif sebesar -0,411 dan nilai (T-statisti. 3,958 > 1,96 (T-tabl. dan nilai P-Values 0,000 < 0,05. Dapat diartikan bahwa semakin meningkatnya kesadaran, pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku mahasiswa dalam membuat keputusan keuangan, maka akan menurunkan perilaku konsumtif mahasiswa dalam membeli produk dengan jumlah yang lebih, mengurangi pembelian produk yang kurang dibutuhkan, serta memakai produk yang belum habis dipakai namun sudah membeli produk yang baru dengan merek yang sama. Hasil studi ini konsisten dengan penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh (Haryana, 2. dan (Izazi. Nuraina, & Styaningrum, 2. , yang mengindikasikan adanya hubungan negatif antara tingkat literasi keuangan keuangan dengan perilaku konsumtif. Individu dengan pemahaman yang kurang mendalam mengenai pengelolaan keuangan cenderung membuat keputusan pembelian yang impulsif dan kurang rasional, seringkali tanpa mempertimbangkan kebutuhan jangka Namun penelitian ini tidak searah dengan penelitian yang dilakukan oleh (Asisi & Purwantoro, 2. yang menyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pasir Pengaraian. Hal ini dikarenakan individu yang belum memahami mengenai literasi keuangan sehingga menyebabkan individu mengalami kerugian, menyebabkan ekonomi individu yang cenderung boros karena masyarakat yang semakin konsumtif. Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumtif Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup (X. berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku konsumtif (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai koesfisien jalur bertanda positif sebesar 0,963 dan nilai (T-statisti. 10,040 > 1,96 (T-tabl. dan nilai P-Values 0,000 < 0,05. Dapat diartikan bahwa semakin meningkat gaya hidup mahasiswa dalam berbelanja, maka akan meningkatkan perilaku mahasiswa yang konsumtif dalam membeli produk yang terdapat hadiah menarik. Serta, semakin meningkat gaya hidup mahasiswa dalam mengoleksi barang bermerek, maka akan meningkatkan perilaku konsumtif mahasiswa dalam menjaga status sosialnya bila menggunakan barang bermerek. Temuan ini sejalan dengan pendapat Mario Ferdy Pradana . yang menyoroti bahwa aktivitas, minat, dan opini merupakan faktor dominan yang membentuk gaya hidup konsumtif di kalangan pelajar. Implikasinya adalah semakin tinggi tingkat gaya hidup seseorang, semakin besar kecenderungannya untuk terlibat dalam perilaku konsumtif, dan sebaliknya. Namun penelitian ini tidak searah dengan penelitian yang dilakukan oleh (Asisi & Purwantoro, 2. yang menyatakan bahwa gaya hidup berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pasir Pengaraian. Kebiasaan gaya hidup telah mengalami perubahan dalam waktu yang relatif singkat dan cenderung menuju kearah berlebihan selama berkembangnya teknologi smartphone, social media, dan electronic commerce. Tindakan yang berlebihan dalam mengonsumsi barang atau layanan jasa untuk memenuhi gaya hidup yang boros. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 310 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Pengaruh Digital Payment Terhadap Perilaku Konsumtif Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital payment (Z) berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku konsumtif (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai koesfisien jalur bertanda positif sebesar 0,248 dan nilai (T-statisti. 2,451 > 1,96 (T-tabl. dan nilai P-Values 0,014 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan mahasiswa tentang penggunaan digital payment dan kemudahan yang dirasakan oleh mahasiswa, semakin tinggi pula perilaku konsumtif mahasiswa, begitu pun sebaliknya. Semakin rendah tingkat pengetahuan mahasiswa tentang penggunaan digital payment dan kemudahan yang dirasakan oleh mahasiswa semakin rendah pula perilaku konsumtif mahasiswa. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian-penelitian terdahulu, seperti yang dilakukan oleh (Puspitasari & Indrarini, 2. serta (Naufalia, 2. , telah secara konsisten menunjukkan bahwa penggunaan pembayaran digital memiliki dampak positif terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Kemudahan, aksesibilitas, dan manfaat yang dirasakan dari metode pembayaran ini menjadi faktor pendorong utama. Namun penelitian ini tidak searah dengan penelitian yang dilakukan oleh (Agustin & Abidin, 2. hasil menunjukkan kemudahan dalam melakukan pembayaran digital tetapi tidak mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa untuk membeli barang yang diluar kebutuhan. Hal ini bisa disebabkan karena meskipun mereka menggunakan atau terdapat kemudahan dalam pembayaran digital tetapi jika dana yang dimiliki mahasiswa belum cukup untuk melakukan pembelian maka tidak dapat berperilaku konsumtif dan perlu menunggu dana yang cukup untuk melakukan pembelian. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup dan Digital Payment terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jamb. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square (PLS). Adapun berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan dalam penelitian ini, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Terdapat pengaruh negatif dan signifikan literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa S-1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pemahaman dan pengetahuan seseorang mengenai konsep dan ppengelolaan keuangan, maka hal ini akan mendorong perilaku konsumsi yang lebih baik dan bijak. Terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif mahasiswa S-1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi. Sehingga dapat disimpulkan apabila semakin tinggi atau semakin konsisten gaya hidup tertentu yang dianut oleh mahasiswa . isalnya gaya hidup modern, mengikuti trend, mengutamakan status sosial melalui barang mewa. , maka semakin tinggi pula tinkat perilaku konsumtif mereka. Terdapat pengaruh positif dan signifikan digital payment terhadap perilaku konsumtif mahasiswa S-1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan mahasiswa tentang penggunaan digital payment dan kemudahan yang dirasakan oleh mahasiswa, semakin Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 311 tinggi pula perilaku konsumtif mahasiswa, begitu pun sebaliknya. Semakin rendah tingkat pengetahuan mahasiswa tentang penggunaan digital payment dan kemudahan yang dirasakan oleh mahasiswa semakin rendah pula perilaku konsumtif mahasiswa. Saran Adapun saran yang dapat diberikan berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan pada penelitian ini diharapkan untuk peneliti selanjutnya mampu memperluas sampel penelitian memanfaatkan target responden yang berbeda dan spesifik seperti pada masyarakat luas secara umum sesuai dengan target dari pemerintah Indonesia tidak hanya pada mahasiswa saja. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 312 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. DAFTAR PUSTAKA