Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Pembuatan Rak Penyimpanan Biji Kopi Dan Penataan Ulang Layout Gudang Penyimpanan Di Pengolahan Kopi Unit Agroforestry Koperasi Produsen Solok Sirukam Sepakat. Kabupaten Solok Addin Akbar*1. Rizaldi Sardani2. Suci Oktri Viarani2. Wahyu Fitrianda2. Dedy Rahmad3. Demi Ramadian4 Program Studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan. Politeknik ATI Padang Program Studi Manajemen Logistik Industri Agro. Politeknik ATI Padang 3Program Studi Teknik Kimia Bahan Nabati. Politeknik ATI Padang 4Program Studi Teknik Industri Agro. Politeknik ATI Padang email: addin. akbar1803@gmail. Abstract One of the coffee producers in West Sumatra is the Solok Sirukam Sepakat Producers Cooperative, which has a business line called Agroforestry Unit focusing on coffee cultivation and processing. The brand name of the produced coffee is Solok Sirukam. The main issue currently faced by the cooperative is the storage of coffee beans after drying. So far, the beans have been stored in a disorganized manner on display racks. Additionally, the layout of the storage warehouse does not meet the applicable standards. This can lead to damage to the coffee beans due to excessive piling. Moreover, the piling causes poor air circulation, which affects the quality of the coffee beans. Therefore, this activity aims to design a proper and adequate coffee bean storage rack to ensure the green beans meet storage standards. This will enable the coffee producers' cooperative to implement good coffee storage practices and produce beans according to proper processing standards. The result of using the newly designed storage rack shows a more organized arrangement. The rack includes tiered shelves with circular metal dividers, which allow for air circulation between the stacks of coffee beans, helping to maintain their moisture. The storage rack is designed to be tiered and columned, allowing for the storage of more coffee beans and grouping products with the same production code, facilitating easier retrieval for the next processing stage. Keywords: coffee, storage rack, warehouse layout Abstrak Satu diantara produsen kopi di Sumatera Barat adalah Koperasi Produsen Solok Sirukam Sepakat, dimana salah satu lini bisnisnya adalah Unit Agroforestry berupaya budidaya tanaman kopi dan Adapun brand name dari produk kopi yang dihasilkan adalah Solok Sirukam. Masalah utama yang dihadapi koperasi saat ini adalah penyimpanan biji kopi hasil penjemuran. Selama ini biji kopi hanya disimpan dan ditumpuk tidak beraturan pada rak etalase. Kemudian juga tata letak gudang penyimpanan belum sesuai dengan standar yang berlaku. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada biji kopi karena tumpukan yang terlalu banyak. Disamping itu, tumpukan mengakibatkan sirkulasi udara menjadi tidak lancar sehingga mempengaruhi kualitas biji kopi yang dihasilkan. Oleh sebab itu kegiatan ini bertujuan untuk merancang rak penyimpanan biji kopi yang layak dan memadai sehingga dapat menghasilkan green bean yang sesuai dengan kaidah Hasil dari penyimpanan dengan menggunakan rak penyimpanan yang sudah diberikan terlihat susunan penyimpanan terlihat lebih rapi, terdapat tingkatan rak dengan sekat besi bulat sehingga memungkinkan terdapat sirkulasi udara antar tumpukan biji kopi yang disimpan yang dapat menjaga kelembaban dari biji kopi tersebut. Rak penyimpanan dibuat bertingkat dan berkolom dapat digunakan untuk dapat menyimpan lebih banyak biji kopi dan menyimpan produk dengan kode produksi yang sama sehingga dapat memudahkan dalam mengambil biji kopi untuk proses Kata Kunci: kopi, rak penyimpanan, layout gudang https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 PENDAHULUAN Kopi merupakan komoditas pertanian tropis utama dengan kontribusi setengah dari total ekspor komoditas pertanian tropis yang diperdagangkan di seluruh dunia. Popularitas dan daya tarik dunia terhadap kopi, terutama dikarenakan rasanya yang unik serta didukung oleh faktor sejarah, tradisi, sosial dan kepentingan ekonomi. Selain itu, kopi adalah salah satu sumber alami kafein yaitu senyawa yang dapat mengurangi kelelahan. Indonesia sendiri merupakan negara penghasil kopi no 3 terbesar di dunia setelah Brazil dan Venezuela. Produksi kopi di Indonesia saat ini tersebar luas hampir diseluruh daerah. Setiap daerah penghasil kopi menghasilkan kopi dengan karakteristik yang berbedabeda dan khas. Khususnya dari segi aroma maupun rasa yang dihasilkan. Kopi merupakan salah satu komoditas agro unggulan yang dihasilkan oleh Provinsi Suamatera Barat. Kopi yang dihasilkan berupa kopi robusta dan kopi arabica. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat, produksi kopi rabusta dan kopi arabica dari tahun 20202022 mengalami peningkatan secara signifikan di Sumatera Barat. Pada tahun 2022 produksi kopi Sumatera Barat 910 ton. Dengan Kabupaten penyumbang produksi kopi terbesar adalah Kabupaten Solok sebanyak 9. 750 ton. Ini menandakan bahwa 44% produksi kopi di Sumatera Barat pada tahun 2022 dihasilkan oleh Kabupaten Solok. Salah satu produsen kopi yang ada di Kabupaten Solok adalah Koperasi Produsen Solok Sirukam Sepakat. Koperasi ini merupakan processor kopi Koperasi produsen kopi ini dibentuk oleh Dompet Dhuafa Singgalang yang merupakan sebuah Lembaga nirlaba yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat. Infak. Sedekah dan Waka. Lembaga ini memberdayakan masyarakat untuk mandiri secara perekonomian dengan melakukan pembinaan di penanaman kopi. Kemudian Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 untuk pengolahan hasil kebun kopi dari masyarakat. Dompet Dhuafa Singgalang dan masyarakat membentuk sebuah koperasi yang berfungsi untuk melindungi Koperasi Solok Sirukam Sepakat, saat ini bisa menghasilkan kopi arabica sebanyak 7 - 8 ton setiap bulannya. Produk kopi yang dihasilkan bernama Kopi Solok Sirukam. Meskipun Kopi Solok Sirukam saat ini telah dipasarkan secara lokal. Nasional maupun Internasional, namun peningkatan terus menerus kualitas koperasi/processor mutlak harus dilakukan. Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan praktek pasca panen kopi yang baik dan benar serta sustainable. Terdapat beberapa masalah yang ditemui dari hasil survey dan wawancara lanjutan yang dilakukan. Salah satu masalah yang terjadi dan dipandang cocok serta kritis untuk dituntaskan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen Politeknik ATI Padang tahun 2024 penyimpanan gabah kopi hasil dari penjemuran dan kopi beras/green bean yang dihasilkan. Dari hasil survey, didapati bahwa tidak ada rak penyimpanan yang baik dan tata letak gudang penyimpanan yang belum sesuai dengan standar yang Saat ini, gabah dan kopi beras hanya disimpan dan ditumpuk tidak beraturan pada rak etalase/pajangan, yang dapat dilihat pada gambar berikut ini. Gambar 1. Tempat penyimpanan Green bean sebelum Metode penyimpanan seperti ini dapat menyebabkan kerusakan pada biji kopi karena tumpukan yang terlalu banyak. Disamping itu, tumpukan mengakibatkan https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 sirkulasi udara menjadi tidak lancar sehingga mempengaruhi kualitas biji kopi Penataan penyimpanan seperti ini juga menyebabkan susahnya pengambilan dan pemindahan Selain itu, permasalahan lainnya yang timbul dari ketidak beraturannya gudang penyimpanan ini adalah tidak dapatnya dilakukan penerapan prinsip FIFO. Padahal kualitas biji kopi akan sangat tergantung dari lamanya waktu tunggu proses lanjutan yang dilakukan. Gabah kopi yang terlebih dahulu dikeringkan seharusnya lebih cepat juga dilakukan proses pengolanhan lanjutannya. Berdasarkan pemaparan diatas, dan untuk mendukung rencana Solok Sirukam dalam menjaga kualitas produksi kopi mereka serta menjadikan kopi sirukam yang masuk dalam kualitas AuspecialtyAy, tim dosen Politeknik ATI Padang mengusulkan rencana kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembuatan rak penyimpanan dan relayout gudang penyimpanan gabah kopi. Diharapkan penyimpanan biji kopi dan relayout ini mitra dapat melaksanakan kegiatan penyimpanan biji kopi dengan layak, meningkatkan kapasitas penyimpanan biji kopi lebih dari yang ada saat ini, dan mudahnya pengambilan serta pemindahan Sehingga biji kopi yang dihasilkan berkualitas baik dan sesuai dengan standar METODE PENGABDIAN Proses pengolahan kopi dari buah cherry menjadi kopi beras merupakan salah satu kegiatan usaha utama yang dilakukan oleh koperasi produsen solok sirukam Sayangnya, pada pelaksanaannya masih terdapat praktik yang dapat menurunkan kualitas kopi beras yang Yang menjadi fokus kegiatan iptek bagi masyarakat ini adalah memperbaiki dan menata ulang layout gudang penyimpanan produk dan rak penyimpanan yang digunakan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 kegiatan pengabdian ini terbagi atas beberapa tahap yaitu : Persiapan dan Perencanaan Pada tahapan ini dilakukan beberapa kegiatan seperti dengan melakukan suvery awal ke lokasi mitra dan diskusi terkait solusi yang akan ditawarkan. Dalam kegiatan suvey awal ini dilakukan wawancara dengan Koperasi Produsen Solok Sirukam Sepakat permasalahan yang dihadapi dalam Dalam diskusi terkait solusi yang ditawarkan tim PKM ATI Padang menawarkan solusi berupa perbaikan dan penyimpanan produk dan rak penyimpanan sesuai kebutuhan serta pembuatan diagram alir penyimpanan dan pengolahan produk. Pembuatan Rak Penyimpanan. Layout Gudang dan Diagram Alir Tahapan yang dilakukan untuk pembuatan rak penyimpan adalah: Mengukur luas area penyimpanan Merancang penyimpanan sesuai dengan kapasitas dan luas area penyimpanan Memasang rak penyimpanan yang telah Menyusun Gambar 2. Desian rak penyimpanan biji kopi Tahapan yang dilakukan untuk penataan ulang layout gudang adalah: p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Mengukur luas keseluruhan area gudang yang akan di relayout Mengukur dimensi alat/mesin yang terdapat di area gudang Mengukur dimensi rak penyimpanan Membuat layout baru 4,2 m Mesin Sortir Mesin Huller 4,8 m 1,4 m Rak Rak 1 Gudang Penyimpanan di Pengolahan Kopi Unit Agroforestry Koperasi Produsen Solok Sirukam Sepakat. Kabupaten Solok. Rak penyimpanan dibuat bertingkat dengan sekat menggunakan besi bulat sehingga terdapat sirkulasi udara pada tempat penyimpanan biji kopi tersebut. Rak penyimpanan biji kopi ini memiliki tiga tingkatan dengan panjang 3m, lebar 1m dan tinggi 2m serta ditambahkan roda sehingga mudah untuk digeser atau dipindahkan. 0,8 m 0,6 m Rak 2 Meja Sortir Manual 2,4 m Kantor Gudang Green Bean 1,75 m Gambar 3. Layout Usulan Gudang Penyimpanan dan Lantai Produksi Pelaksanaan PKM Rak penyimpanan, layout gudang serta disosialisasikan kepada mitra dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai pentingnya metode penyimpanan yang terstruktur sehingga proses bisnis menjadi lebih efektif dan efisien. Kemudian melakukan kegiatan serah terima rak penyimpanan dengan pihak Koperasi Produsen Solok Sirukam. Khalayak sasaran untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Koperasi Produsen Solok Sirukam Sepakat. Koperasi Produsen Solok Sirukan Sepakat merupakan koperasi petani kopi yang berada di daerah Solok. Diharapkan semua anggota koperasi dapat merasakan manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan teknologi tepat guna untuk proses penyimpanan kopi yang sudah dikeringkan . opi bera. Gambar 4. Pembuatan rak penyimpanan Rak yang dibuat adalah sebanyak 2 unit dan 1 unit dengan ukuran panjang 1m, lebar 1m dan tinggi 2m. Sesuai dengan rak sudah dibuat dan disesuaikan dengan area penyimpanan yang sudah ada maka diusulkan layout penyimpanan barang seperti berikut : HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan permaslahan yang dialami oleh mitra, dirancanglah dan dibuat rak penyimpanan biji kopi dan penataan ulang Layout https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 4,2 m Mesin Huller 1,4 m RAK PERUSAHAAN 0,8 m AREA PENYIMPANAN Meja Sortir Manual 2,4 m Kantor Gudang Green Bean 1,75 m 0,6 m RAK PERUSAHAAN RAK USULAN RAK USULAN RAK USULAN RAK 1 RAK 1 4,8 m Mesin Sortir RAK PERUSAHAAN Gambar 5. Layout Penyimpanan Usulan Gudang Berdasarkan gambar layout usulan diatas terdapat rak perusahaan yang sebelumnya ditempatkan di area penyimpanan biji kopi setelah dikering dipindahkan dekat dengan meja sortir manual yang nanti akan digunakan perusahaan untuk menyimpan biji kopi yang sudah disortir. Pemasangan Alat dan Layout Usulan Melakukan pemasangan alat dan layout usulan dilakukan sebelum melakukan serah terima dengan pihak mitra. Uji coba langsung melakukan perubahan layout area penyimpanan biji kopi dan melakukan penyimpanan biji kopi diatas rak yang sudah dibuat. Berikut pelakasanaan uji coba penyimpanan kopi: Gambar 6. Pemasangan Alat dan Layout Usulan Setelah dilakukan pemasangan alat dan layout usulan, selanjutnya dilaksanakan serah terima alat kepada mitra. Pada kegiatan ini Tim PKM juga memberikan penggunaan penyimapanan biji kopi dan kapasitas penyimpanannya. Berdasarkan pembuatan rak penyimpanan biji kopi yang telah dilakukan, diperoleh rak penyimpanan yang akan dapat dimanfaatkan untuk menyimpan biji kopi. Diharapkan dengan adanya rak ini, biji kopi yang disimpan akan lebih tertata dan Gambar 7. Kondisi dan Rak penyimpanan Pada penyimpanan biji kopi pada gambar diatas terlihat bahwa bijo kopi ditumpuk memungkinkan ada sirkulasi udara pada https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 memungkinkan kelembaban dari biji kopi akan berbeda setiap karungnya. Selain itu media penyimpanan tidak memadai, terdapat penyimpanan menggunakan alas triplek dan menggunakan gabungan 2 rak yang dialas dengan kayu triplek juga. Untuk itu perlu dilakukan penyimpanan dengan menggunakan rak penyimpanan yang dibuat oleh Tim PKM Politeknik ATI Padang Gambar 8. Kondisi dan Rak Penyimpanan Sesudah Pada penyimpanan dengan menggunakan rak penyimpanan yang sudah diberikan terlihat susunan penyimpanan terlihat lebih rapi, terdapat tingkatan rak dengan sekat beli bulat sehingga memungkinkan terdapat sirkulasi udara antar tumpukan biji kopi yang disimpan yang dapat menjaga kelembaban dari biji kopi tersebut. Rak penyimpanan dibuat bertingkat dan berkolom dapat digunakan untuk dapat menyimpan lebih banyak biji kopi dan menyimpan produk dengan kode produksi yang sama sehingga dapat memudahkan dalam mengambil biji kopi untuk proses Selain itu rak penyimpanan biji kopi dibuat menggunakan roda sehingga memudahkan untuk proses pemindahan rak Kegiatan PKM ini diharapkan dapat memecahkan masalah yang selama ini dihadapi oleh Koperasi Produsen Solok Sirukam Sepakat. Untuk memastikan bahwa penggunaan rak penyimpanan biji Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 operasional Unit Agroforestry Koperasi Produsen Solok Sirukam Sepakat, maka penggunaan rak penyimpanan biji kopi. Evaluasi kegiatan dilihat dari hasil testimoni mitra. Pendapat mitra dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah positif dan antusias. Ibu Cici Sartika Manager Bisnis Koperasi Produsen Solok Sirukam Sepakat mengatakan penggunaan rak penyimpanan biji kopi dan relayout area penyimpanan biji kopi sangat membantu dalam proses operasional koperasi. Rak penyimpanan yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan mitra koperasi. SIMPULAN Berdasarkan pelaksanaan kegiatan PKM kepada Unit Agroforestry Koperasi Produsen Solok Sirukam Sepakat, dapat disimpulkan bahwa semua kegiatan yang telah dilaksanakan berjalan baik tanpa kendala berarti. Hasil penyimpan biji kopi dengan menggunakan rak penyimpanan biji kopi yang diberikan dapat membantu mengatasi masalah penyimapan biji kopi. Dengan demikian, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini sudah tercapai. UCAPAN TERIMAKASIH Pada kesempatan ini. Tim Program Kemitraan Masyarakat Politeknik ATI Padang, ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Politeknik ATI Padang yang telah memberikan hibah Program Kemitraan Masyarakat. Selain itu juga ucapan terima kasih kepada Unit Agroforestry Koperasi Produsen Solok Sirukam atas kerjasama yang diberikan terhadap kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA