E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Hubungan Kualitas Produk dan Brand Image dengan Keputusan Pembelian pada Pengguna Shopee Di Jabodetabek Lucianne Dian Rahayu Putri1. Selviana2 Universitas Persada Indonesia Y. I1,2 Email: lucianneptr@gmail. com1, selviana. psikologi@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas produk dan brand image dengan keputusan pembelian pada pengguna Shopee di Jabodetabek. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan convenience sampling. Responden dalam penelitian ini adalah 223 pengguna Shopee di Jabodetabek. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode Skala Likert yang telah dimodifikasi. Penelitian ini menggunakan metode Korelasi Product Moment Pearson. Hasil uji hipotesis Kualitas Produk dengan Keputusan Pembelian diperoleh skor r 0. 779, dengan sig 000 hal ini membuktikan bahwa ada hubungan yang positif. Hasil uji hipotesis Brand Image dengan Keputusan Pembelian diperoleh skor r 0. 684, dengan sig 0. 000, hal ini membuktikan ada terdapat hubungan yang positif. Pada uji analisis hipotesis Kualitas Produk dan Brand Image dengan Keputusan Pembelian diperoleh skor r 0. 784, maka ada hubungan yang positif antara ketiga variable. Kualitas Produk memberikan kontribusi sebesar 60. 6% terhadap Keputusan Pembelian dan Brand Image memiliki kontribusi sebesar 46. 7% terhadap Keputusan Pembelian. Sedangkan Kualitas Produk dan Brand Image memberikan kontribusi bersama-sama sebesar 61,4% terhadap Keputusan Pembelian. Kata Kunci : Kualitas Produk. Brand Image. Keputusan Pembelian ABSTRACT This study aims to determine the relationship between product quality and brand image with purchasing decisions on Shopee in Jabodetabek. The sampling method in this study used convenience sampling. Respondents in this study were 223 Shopee in Greater Jakarta. The method of data collection was carried out using a modified Likert Scale method. This study uses the Pearson Product Moment Correlation method. The results of the hypothesis test of Product Quality with Purchase Decisions obtained an r score of 0. 779, with a sig of 0. 000 this proves that there is a positive relationship. hypothesis test BrandImage with Purchase Decision obtained an r score of 684, with a sig of 0. 000, this proves that there is a positive relationship. In the hypothesis test of Product Quality and Brand Imagewith Purchase Decision, an r score of 0. 784 is obtained, so there is a positive relationship between the three variables. Product Quality contributed 60. 6% to Purchase Decisions and Brand Image contributed 46. 7% to Purchase Decisions. Meanwhile. Product Quality and Brand Imagecontributed 61. 4% to the Purchase Decision. Keyword : Product Quality. Brand Image. Purcasing Decisions Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive PENDAHULUAN Saat ini kemajuan teknologi sudah sangatlah berkembang luas. Teknologi tidak hanya dipergunakan sebagai alat komunikasi saja, adanya hubungan bisnis melalui perangkat Penggunaan media elektronik yang digunakan sebagai tempat transaksi bisnis disebut juga sebagai marketplace. Menurut Alrubaiee dkk . Marketplace merupakan platform transaksi bisnis online untuk memfasilitasi transaksi komersil seperti menjual barang ataupun jasa secara online antara pembeli dan penjual. Terdapat banyak jenis marketplace yang berkembang di Indonesia diantaranya Tokopedia. Lazada. Bukalapak. Shopee. Blibli dan lain sebagainya. Dari berbagai jenis tersebut salah satu marketplace yang berkembang di Indonesia adalah shopee. Hasil riset dari Jajak Pendapat dalam Special Report edisi semester I-2021 Indonesia eCommerce Trens 2021. Shopee merupakan e-commerce dengan penjualan maupun kunjungan terbanyak di Indonesia sepanjang I-2021 (Dianka. Selanjutnya, shopee merupakan salah satu marketplace yang bekerja dengan artis-artis Dilihat dari Map of Ecommerce in Indonesia yang diterbitkan oleh iPrice, pada kuartal ke-4 2021 shoppe berada diposisi pertama (Map of e-commerce Indonesi. Berdasarkan data diatas maka penulis memilih shopee untuk penelitian ini. Shopee adalah situs platform belanja online yang berpusat di Singpura, platform ini didirikan pada tahun 2009 oleh Forrest Li. Pada tahun 2015 Shopee pertama kali diluncurkan di Singapura dan sejak itu memperluas jangkauannya di Asia. Pada Tahun 2019. Shopee juga sudah aktif di luar Asia, dan negara Brazil merupakan negara pertama yang dikunjungi Shopee (Shopee Wikipedi. Mendapatkan segala informasi mengenai barang-barang dengan lengkap dan dapat melakukan proses pembelian dengan cepat dan aman menimbulkan keterikatan konsumen terhadap belanja online melalui Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 Shopee. Menurut Kotler . , jika para penjual dapat memberikan informasi kepada konsumen maka dapat mempengaruhi tingkah laku konsumen sehingga hal tersebut Dalam proses berbelanja, konsumen harus mengambil dua keputusan yaitu akan membeli barang tersebut atau Keputusan pembelian adalah penentu dari banyaknya pilihan pada suatu pembelian, yang berarti sebelumnya seseorang sudah memiliki pilihan alternatif jika ingin membuat keputusan (Schiffman & Kanuk, 2. Hal ini dapat diartikan dari banyaknya pilihan yang dimiliki konsumen, ia harus memilih satu pilihan tersebut untuk Sementara itu, menurut Kotler dan Amstrong . keputusan pembelian merupakan tahap akhir dalam proses pembelian dimana konsumen pada akhirnya Dalam pengambilan keputusan pembelian tentunya banyak faktor-faktor yang akan mempengaruhi seperti, budaya, faktor lingkungan sosial, faktor yang ada didalam diri konsumen, dan psikologis konsumen (Kotler, 2. Pengambilan keputusan pembelian akan melibatkan persepsi konsumen terhadap kualitas, nilai, dan harga suatu produk. Konsumen akan mempertimbangkan kualitas, nilai, dan harga suatu produk yang sudah dikenal oleh Kualitas produk sendiri merupakan faktor dari keputusan pembelian berdasarkan faktor psikologis yaitu persepsi yang diberikan. Jika persepsi konsumen terhadap produk baik maka akan berdampak positif bagi produk tersebut, begitu juga Berdasarkan sebelumnya yang dilakukan oleh Rizkiyani . mengenai hubungan antara kualitas produk dengan keputusan pembelian yang ada pada Ibu rumah tangga, hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa adanya hubungan yang positif diantara keduanya. Selanjutnya, menurut Kotler dan Keller . , pengambilan keputusan dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor psikologis diantaranya motivasi persepsi, pembelajaran dan memori. Persepsi sendiri berkaitan erat E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive dengan brand image, hal ini sejalan dengan yang dikatakan oleh Keller . ia mengatakan bahwa brand image merupakan hasil dari persepsi konsumen terhadap Selain itu, menurut Schiffman & Kanuk . , brand image merupakan persepsi dari konsumen yang bertahan lama yang dikarenakan adanya pengalaman konsumen yang bersifat konsisten. Maka dari itu brand image merupakan bagian terpenting dari suatu produk. Sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Silvia & Alwi . menyatakan bahwa brand image dapat meningkatkan keputusan Sebaliknya, penelitian yang dilakukan oleh Junita . dengan responden mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana mengenai hubungan antara brand image dengan pengambilan keputusan pembelian iphone series menemukan hasil yang berbeda, dimana hasil penelitian tersebut tidak menemukan adanya hubungan yang signifikan antara Namun tidak adanya hubungan antara kedua variabel dalam penelitian tersebut dapat terjadi dikarenakan aitem pada penelitian tersebut belum spesifik sehingga membuat tidak adanya korelasi antara dua variable. Jika suatu merek sudah dapat dipercaya oleh konsumen maka hal tersebut dapat mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian terhadap merek tersebut (Shamsuddoha & Nedelea, 2. Pada penelitian ini penulis tertarik untuk menghubungkan dengan fenomena yang terjadi saat ini, saat kebanyakan orang melakukan pembelian melalui aplikasi Shopee. Dalam melakukan aktivitas berbelanja melalui Shopee, konsumen akan mencari informasi mengenai barang yang akan dibeli. Informasi yang didapat bisa berupa penilaian orang lain terhadap produk, sehingga penilaian tersebut merupakan persepsi setiap konsumen, yang dalam penelitian ini dipersepsikan oleh kualitas produk dan brand image dengan keputusan Berdasarkan pemaparan di atas, maka semua itu melatar belakangi penulis untuk meneliti lebih lanjut mengenai AuHubungan kualitas produk dan brand image dengan keputusan pembelian pada pengguna shopee di JabodetabekAy. LANDASAN TEORI 1 Keputusan Pembelian Keputusan pembelian merupakan proses untuk menggabungkan informasi yang dimiliki untuk dievaluasi sehingga dapat memilih satu diantaranya (Kotler & Keller. Banyak faktor yang diperhatikan oleh konsumen dalam pengambilan keputusan. Selanjutnya, menurut Assauri . , keputusan pembelian merupakan tindakan yang dipengaruhi oleh kebiasaan, yang dimana kebiasaan itu terdiri dari waktu pembelian, banyaknya pembelian, dan tempat pembelian dilakukan. Keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen semuanya berdasarkan atas pertimbangan yang sudah dilakukan sebelumnya. Sedangkan menurut pendapat lain keputusan pembelian merupakan suatu proses pemilihan dan pembelian produk atau jasa yang dilakukan konsumen sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pembeli (Junita, 2. Dari uraian di atas, pada penelitian ini keputusan pembelian merupakan hasil dari proses membeli yang berupa keputusan konsumen dalam menetapkan produk atau jasa sehingga terjadinya pembelian. Dalam mengambil keputusan pembelian suatu produk terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi (Kotler, 2. , yaitu : Faktor Budaya Faktor Sosial Faktor Pribadi Faktor Psikologis Dalam proses pengambilan keputusan pembeli terdapat lima tahapan (Kotler, 2. , yaitu: Pengenalan Kebutuha Pencarian Informasi Evaluasi Alternatif Keputusan Membeli Perilaku Pasca Pembelian Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Terdapat beberapa dimensi dalam pengambilan keputusan menurut Schiffman dan Kanuk . , yaitu : Kecepatan Dalam Memutuskan Pembelian Sendiri Bertindak Karena Keunggulan Produk Keyakinan Atas Pembelian 2 Kualitas Produk Kualitas ialah faktor yang terdapat dalam suatu produk sehingga produk memiliki nilai guna yang tinggi. Selanjutnya, kualitas produk yakni kekuatan suatu produk sehingga dapat memperagakan fungsinya, termasuk juga ketahanan, keandalan, ketepatan, kemudahan dalam pengoprasian, servis produk, dan atribut produk lainnya (Kotler & Amstrong, 2. Kualitas produk yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan, akan berdampak positif pada kepuasa konsumen. Prawirosentono . , kualitas produk ialah bentuk, kegunaan dan sifat produk yang sesuai selera dan kebutuhan sehingga konsumen merasa puas dan jumlah uang yang telah dikeluarkan sepadan. Tingginya harga produk akan menimbulkan harapan yang besar terhadap kualitas produk. Pendapat lain mengatakan kualitas produk ialah perpaduan antara sifat dan karakter produk yang menjadikan penentu produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumen (Tjiptono, 2. Dari uraian di atas, dalam penelitian ini kualitas produk didefinisikan sebagai suatu nilai yang ada dalam barang yang diberikan kepada konsumen untuk mencakupi keinginan atau kepentingannya. Tjiptono . mengemukakan terdapat delapan dimensi untuk menentukan karakteristik kualitas suatu produk, ialah: Kinerja Daya Tahan Ciri-ciri atau Fitur Kesesuaian dengan Spesifikasi Reliabilitas Kemampuan Pelayanan Kesan Kualitas Estetika Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 3 Brand Image Dalam membeli suatu produk brand image merupakan nilai tambah dalam keputusan pembelian. Menutur Tjiptono . , brand image merupakan hasil dari pengalaman konsumen terhadap suatu merek yang dibentuk dalam sebuah persepsi. Konsumen yang memiliki pengalaman baik akan suatu merek dapat membagikan pengalaman tersebut kepada orang lain, sehingga dapat membetuk sebuah brand image yang baik. Selanjutnya, menurut Supranto . , brand image meruapakan hal yang ada dibenak atau perasaan yang muncul pada konsumen ketika melihat suatu merek atau bahkan orang lain menyebutkan nama suatu merek. Brand Image yang positif dapat terhadap produk atau jasa. Menurut Setiadi . , brand image adalah gambaran dari seluruh persepsi terhadap suatu merek yang terbentuk berlandaskan informasi dan atau pengalaman seseorang terhadap merek Brand image dapat terbentuk dikarenakan adanya pengalaman konsumen terhadap suatu merek yang pernah mereka Persepsi dan keyakinan yang dimiliki konsumen berlandaskan kepada memori yang dimilikinya (Kotler & Keller, 2. Dengan demikian, dalam penelitian ini brand image didefinisikan sebagai hasil pengalaman dan informasi konsumen yang membentuk persepsi terhadap suatu merek. MenurutmKotler & Keller . terdapat aspek-aspek dalam membentuk brand image, yaitu: Kekuatan Keunikan Keunggulan Menurut Aaker dan Biel . terdapat dimensi yang membentuk brand image Citra Pembuat Citra Produk Citra Pemakai 4 Kerangka Berfikir Saat ini proses berbelanja online sudah sangatlah lumrah adanya. Shopee menjadi E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive salah satu wadah untuk proses belanja Dalam proses berbelanja terdapat beberapa faktor yang akan memotivasi seseorang dalam memutuskan membeli suatu produk. Keputusan pembelian dapat dipengaruhi oleh kualitas produk dan juga brand image. Dengan adanya kualitas produk yang sepadan dengan jumlah uang yang dikeluarkan oleh konsumen dan brand image yang positif maka dapat menimbulkan menentukan keputusan pembelian. 5 Hipotesis Berdasarkannpemahaman hipotesis yang dihasilkan dalamupenelitian ini adalah: Ha1 : Adanya hubunganmantara kualitas produk dengan keputusan pembelian pada pengguna shopee Di Jabodetabek. Ha2 : Ada hubungan antara brand image dengan keputusan pembelian pada pengguna shopee Di Jabodetabek. Ha3 : Ada hubungan antara kualitas produk dan brand image dengan keputusan pembelian pada pengguna shopee Di Jabodetabek. METODOLOGI Populasi dapat didefinisikan sebagai keseluruhan data yang menjadi pusat perhatian dalam ruang lingkup serta waktu yang sudah ditetapkan oleh peneliti (Margono, 2. Populasi pada penelitian ini merupakan individu yang menggunakan aplikasi Shopee di Jabodetabek. Sampel adalah individu yang termasuk dalam populasi yang memiliki karakteristik sehingga dijadikan objek dalam penelitian. Sampel dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling yang tergolong dalam teknik sampling non-probability sampling. Menurut Sugiarto, . , conveniencemsampling adalah sampel yang diambil berdasarkan pada ketersediaan mendapatkan responden. Sampel diambil dikarenakan sampel tersebut didapatkan bersamaan dengan tempat dan waktu yang Penulis menentukan sampel dengan ciri-ciri individu baik laki-laki ataupun perempuan, yang menggunakan aplikasi shopee di Jabodetabek. Untuk menguji hipotesis pada penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan metode skala liker yang telah dimodifikasi menurut Hadi . Untuk skala keputusan pembelian diukur berdasarkan aspek menurut Kotler . , skala kualitas produk diukur berdasarkan dimensi menurut Tjiptono . , dan untuk skala brand image diukur berdasarkan aspek menurut Kotler & Keller . Untuk mengetahui hubungan antara independent variable dengan dependent variable, maka digunakan metode product moment pearson correlation dengan bantuan software SPSS Versi 22. 0 for windows. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini terdiri dari tiga variable yaitu, keputusan pembelian, kualitas produk, dan brand image. Variabel keputusan pertanyaan, variabel kualitas produk diwakilkan dengan 28 pertanyaan, dan variabel brand image diwakilkan dengan 15 Dari hasil uji hipotesis maka diperoleh sebegai berikut : Pada hipotesis pertama, membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kualitas produk dengan keputusan pembelian. Tabel 1 Hasil Uji Bivariate Correlation Kualitas Produk dengan Keputusan Pembelian Correlations Keputusan Kualitas Produk Kualitas Produk Pearson Correlation Sig. -taile. Keputusan Pembelian Pembelian Pearson Correlation Sig. -taile. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Sebaliknya, jika tingkat brand image semakin rendah maka tingkat keputusan pembelian akan semakin rendah pula. Dalam penelitian ini, dilakukan uji determinasi (R. dengan menghitung regresi linear. Pada brand image memperoleh nilai R2 = 0,467 yang berarti brand image memiliki keputusan pembelian. Tabel 2 Hasil Uji Determinasi (R. Kualitas Produk dengan Keputusan Pembelian Model Summary Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Berdasarkan Gambar 1 dan 2 diatas, diperoleh skor korelasi yaitu r = 0,779, p = 0,000. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif. Jika tingkat kualitas produk tinggi maka tingkat keputusan pembelian pun akan tinggi, begitupun Dalam penelitian ini, dilakukan uji determinasi (R. dengan menghitung regresi linear. Pada kualitas produk memperoleh R2 = 0,606 yang berarti kualitas produk memberikan kontribusi sebesar 60,6% terhadap keputusan pembelian. Pada uji analisis hipotesis ketiga, terdapat hubungan yang positif antara kualitas produk dan brand image dengan keputusan pembelian. Tabel 5 Hasil Uji Korelasi Berganda (Multivariat. Model Summary Change Statistics Uji analisis pada hipotesis kedua, hubungan yang positif antara brand image dengan keputusan pembelian. Tabel 3 Hasil Uji Bivariate Correlation Brand Image dengan Keputusan Pembelian Correlations Keputusan Brand Image Brand Image Pearson Correlation Pembelian Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Tabel 4 Hasil Uji Determinasi (R. Brand Image dengan Keputusan Pembelian Model Summary Model R Square R Square Std. Error of the R Square Square Estimate Change F Change Dilihat berdasarkan gambar 5, maka diperoleh skor korelasi yaitu r = 0,784. R2 = 0,614. Hal ini membuktikan bahwa ada hubungan yang positif antara ketiga Berdasarkan hasil R2 maka kualitas produk dan brand image memberikan kontribusi bersama-sama sebesar 61,4% terhadap keputusan pembelian. Keputusan Pembelian Model Adjusted R Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Berdasarkan gambar 3 dan 4, diperoleh skor korelasi yaitu r = 0,684, p = 0,000. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif. Jika tingkat brand image semakin tinggi maka tingkat keputusan pembelian akan semakin tinggi pula. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 KESIMPULAN Berdasarkan pada pembahasan dan hasil analisis data yang menguji hubungan kualitas produk dan brand image dengan keputusan pembelian pada pengguna shopee di Jabodetabek, maka dapat disimpulkan bahwa, ada hubungan yang positif antara pembelian pada pengguna shopee di Jabodetabek. Hal ini dapat diartikan, semakin tinggi tingkat kualitas produk, maka semakin tinggi tingkat keputusan Terdapat pula hubungan yang positif antara brand image dengan keputusan pembelian pada pengguna shopee di Jabodetabek. Hal ini menyatakan bahwa E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive semakin tinggi nilai brand image maka semakin tinggi keputusan pembelian. Adanya hubungan antara kualitas produk dan brand image dengan keputusan pembelian pada pengguna shopee di Jabodetabek. DAFTAR PUSTAKA