JPFT - volume 11, nomor 2, pp. Agustus 2023 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SISWA BERDASARKAN MULTIREPRESENTASI PADA MATERI GERAK LURUS Analysis Of Students' Concept Understanding Based On Multirepresentation Of Straight-Motion Material Era Fazira. Haeruddin Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Indonesia erafaziramalik123@gmail. Kata Kunci Pemahaman Konsep Multirepresentasi Gerak Lurus Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa berdasarkan multirepresentasi pada materi gerak lurus di kelas X SMA Negeri 1 Balaesang Tanjung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Balaesang Tanjung berjumlah 24 orang. Responden yang terlibat untuk mempereloh data yang diinginkan sebanyak 6 orang berdasarkan 2 kategori tinggi, 2 kategori sedang, dan 2 kategori rendah. Instrumen yang digunakan yaitu 10 nomor soal esai materi gerak lurus berbentuk multirepresentasi untuk menganalisis pemahaman konsep responden, kemudian di wawancara untuk mengonfirmasi hasil tes yang telah diberikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman konsep siswa berdasarkan multirepresentasi pada materi gerak lurus tergolong dalam kategori rendah. Siswa tidak memahami cara menggambarkan grafik berdasarkan informasi dari soal, siswa tidak dapat menentukan rumus yang tepat dalam menyelesaikan soal, siswa masih salah dalam memahami pengertian jarak dan perpindahan, tidak dapat menentukan jenis gerak yang ada pada soal, dan tidak dapat membaca grafik kecepatan terhadap waktu dengan benar. Keywords Concept Understanding Multirepresentation Straight Motion Abstract This research was conducted with the aim of describing students' concept understanding based on multi-representations on straight motion material in class X SMA Negeri 1 Balaesang Tanjung. The type of research used is descriptive qualitative research. The subjects of this study were students of class X MIA SMA Negeri 1 Balaesang Tanjung totaling 24 people. The respondents involved in obtaining the desired data were 6 people based on 2 high categories, 2 medium categories, and 2 low categories. The instrument used is 10 numbers of essay questions on straight-motion material in the form of multi-representations to analyze the understanding of the respondent's concept, then interviewed to confirm the test results that have been given. The results showed that students' understanding of concepts based on multirepresentations in straight motion material was classified in the low category. Students do not understand how to describe graphs based on information from questions, students cannot determine the right formula in solving problems, students still misunderstand the meaning of distance and displacement, cannot determine the type of motion in the problem, and cannot read the graph of velocity against time correctly. A2023 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 21/03/2023. Revised 10/04/2023. Accepted 5/05/2023. Available Online 31/08/2023 *Corresponding Author: fisika@yahoo. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online PENDAHULUAN Hakikat tujuan pembelajaran fisika adalah menguasai konsep-konsep dan keterkaitannya dalam memecahkan masalah yang terkait dalam kehidupan sehari-hari. Menguasai berarti menuntut siswa untuk mengerti dan memahami konsep-konsep tersebut serta dapat memahami hubungan antara satu konsep dengan konsep lainnya . Pemahaman konsep fisika sangat penting bagi siswa yang mempelajari materi Pemahaman konsep yang sudah dimiliki memahami dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan . Kemampuan merupakan dasar utama berpikir dalam pemecahan masalah dalam berbagai persoalan. Siswa dikatakan memahami apabila dapat pesan-pesan pembelajaran, baik secara lisan, tulisan, dan grafis yang disampaikan melalui pembelajaran di kelas, buku, dan layar komputer . Menurut Linuwih . , sebagian besar siswa belajar menggunakan metode ceramah guru dan mengerjakan latihan melalui soalsoal. Siswa masalah dengan berfokus pada rumus tanpa mengetahui konsep yang digunakan. Cara belajar seperti ini melemahkan pemahaman siswa terhadap konsep fisika . Pentingnya guru untuk menganalisis tingkat pemahaman konsep siswa untuk menentukan apakah siswanya telah memahami konsep dengan benar, atau masih bertahan dengan konsep yang salah. Mengetahui bahwa siswa memahami konsep sangat penting bagi guru untuk perbaikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran . Sehubungan dengan itu, hal memahami konsepnya terlebih dahulu. Hal ini sejalan dengan pendapat Fitrianingrum dkk, . bahwa pemahaman konsep yang dimiliki siswa merupakan tolak ukur keberhasilan dalam pembelajaran fisika . Menurut Murtono, . pemahaman konsep siswa dapat dilihat dari hasil tes dalam menyelesaikan soal, salah satunya dalam pembelajaran fisika. Soal-soal ujian fisika kemampuan siswa dalam menyajikan definisi, menganalisis makna suatu hukum atau teori jarang dipertanyakan, dan tidak menuntut bersistem . Oleh karena itu, penelitian ini Vol. No. 2, pp. Agustus 2024 menguji beberapa siswa dengan menggunakan multirepresentasi, yaitu verbal, grafik, dan Hal ini untuk melihat pemahaman konsep siswa secara keseluruhan dari berbagai Siswa yang memahami konsep berbagai bentuk representasi. Representasi yang digunakan siswa untuk memecahkan masalah dapat menginformasikan bagaimana siswa memahami suatu konsep . Representasi adalah segala sesuatu yang mewakili, menggambarkan, atau menyimpulkan suatu obyek ataupun proses . Representasi terdiri dari berbagai bentuk yaitu representasi gambar/diagram. Dengan disimpulkan bahwa multirepresentasi adalah suatu cara menyatakan suatu konsep melalui berbagai cara dan bentuk seperti verbal, grafik, gambar, dan matematis. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMA Negeri 1 Balaesang Tanjung diperoleh informasi bahwa guru tidak memperhatikan konsepsi awal yang dimiliki siswa. Hal ini menyebabkan siswa tidak memahami konsep fisika dengan benar. Oleh karena itu, dilakukan analisis pemahaman konsep siswa untuk mengevaluasi hasil dari pembelajaran yang Salah satu topik dalam fisika yang penting untuk dipelajari dan memerlukan pemahaman konsep adalah materi gerak lurus. Gerak lurus diberikan dalam pembelajaran pada tahun pertama dan konsep-konsepnya harus dipahami dengan benar oleh siswa karena sangat memahami topik materi pelajaran fisika Sejumlah penelitian pernah dilakukan untuk mengetahui pemahaman konsep gerak Penelitian yang dilakukan Handayani . menganalisis pemahaman konsep mahasiswa calon guru fisika pada materi gerak lurus. Instrumen penelitian ini berjumlah 4 soal dengan bentuk Hasil Berdasarkan pemahaman konsep, kebanyakan mahasiswa miskonsepsi spesifik (PSMS). Dari analisis opsi jawaban yang dipilih, mahasiswa masih memiliki pemahaman yang kurang pada materi perpindahan, jarak, kecepatan dan percepatan . Penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi dkk Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online kesulitan siswa SMA dalam menyelesaikan persoalan gerak lurus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dengan instrumen berupa soal pilihan ganda berjumlah 10 butir. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman konsep siswa dalam mengerjakan persoalan gerak lurus masih tergolong rendah yaitu dengan nilai rata-rata siswa 60,07. Dalam penelitian ini diketahui bahwa konsep yang digunakan siswa dalam menyelesaikan soal-soal gerak lurus masih terpisah-pisah. Jika konsepkonsep dasar dan pendukungnya tidak utuh dapat menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal gerak lurus . Penelitian-penelitian menggunakan tes pilihan ganda namun belum melakukan penelitian menggunakan tes esai berbentuk multirepresentasi yaitu representasi grafik, verbal, dan matematis. Oleh karena itu, diperlukan kajian tentang pemahaman konsep gerak lurus pada siswa berdasarkan tes esai Dengan memberikan tes esai berbentuk multirepresentasi, peneliti akan lebih mengungkapkan pemahaman siswa tentang gerak lurus, hal ini dikarenakan tes esai berbentuk multirepresentasi memungkinkan siswa untuk memberikan jawaban secara rinci dan mendalam tentang apa yang diketahuinya. Berdasarkan permasalahan uraian di atas dan dengan melihat hasil penelitian sebelumnya dapat diketahui bahwa masih banyak terdapat masalah yang dihadapi siswa dan mahasiswa dalam memahami konsep gerak lurus, sehingga peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian dengan menganalisis pemahaman konsep gerak lurus pada siswa menggunakan tes pilihan ganda terlebih dahulu untuk menyeleksi responden dengan tiga kategori . inggi, sedang, renda. kemudian menggunakan tes esai berbentuk multirepresentasi untuk menganalisis pemahaman konsepnya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan multirepresentasi pada materi gerak lurus di SMA Negeri 1 Balesang Tanjung. Vol. No. 2, pp. Agustus 2024 Manimbaya. Kab. Donggala. Waktu penelitian ini di laksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Balaesang Tanjung berjumlah 24 orang. Responden yang akan terlibat dalam penelitian ini sebanyak 6 orang berdasarkan 2 kategori tinggi, 2 kategori sedang, dan 2 kategori rendah. Teknik pengumpulan data dimulai dengan memberikan tes pilihan ganda yang berjumlah 10 nomor didapatkan responden sebanyak 6 orang berdasarkan 2 kategori tinggi, 2 kategori sedang, dan 2 kategori rendah. Kemudian memberikan tes esai kepada responden untuk menganalisis pemahaman konsepnya dan di wawancara untuk mengonfirmasi hasil tes yang telah diberikan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes pilhan ganda untuk menyeleksi subjek penelitian, digunakan 10 butir soal yang telah divalidasi oleh dosen ahli. Kemudian menggunakan tes esai berjumlah 10 nomor yang terdiri dari 3 aspek yaitu representasi grafik, representasi verbal, dan representasi matematis yang telah divalidasi. Instrumen tes esai memuat konsep gerak lurus yang disajikan Setelah diperoleh data, selanjutnya dilakukan analisis data kualitatif menggunakan tiga tahapan yaitu mereduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pada bagian ini akan disajikan data berupa hasil analisis terkait pemahaman konsep gerak Hasil penelitian diperoleh dengan melakukan pengelolahan data berupa jawaban responden saat mengisi soal esai dan diperkuat dengan kegiatan wawancara berkaitan dengan jawaban yang diberikan. Berikut deskripsi multirepresentasi materi gerak lurus pada Soal Representasi Grafik Pada soal ini terdiri dari nomor 1 dan 2 yang menuntut responden untuk mampu menjawab soal ke dalam bentuk penyelesaian Sebelum responden harus memahami soal dengan seksama sehingga dapat menggambarkan grafik yang diminta dari soal. Sebagai contoh disajikan hasil analisis tes dan wawancara dari R-03 sebagai berikut. Pada soal nomor 1 dengan indikator menggambarkan grafik hubungan kecepatan dan waktu, hasil tes menunjukan bahwa R-03 METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambaran atau deskripsi tentang pemahaman konsep siswa berdasarkan multirepresentasi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Balaesang Tanjung, yang beralamat di Jl. Trans Labean105 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online tidak memahami konsep. Dapat dilihat dari potongan jawaban R-03 disajikan dalam Gambar 1. Vol. No. 2, pp. Agustus 2024 menjawab soal ke dalam bentuk representasi Sebelum menjawab pertanyaan esai responden harus memahami soal dengan seksama serta paham apa saja yang diketahui dan ditanyakan dari soal, dan menggunakan menyelesaikan soal. Sebagai contoh disajikan hasil analisis tes dan wawancara dari R-14, sebagai berikut. Pada soal nomor 3 dengan indikator menganalisis waktu yang dibutuhkan benda sesaat sebelum berhenti, hasil tes menunjukan bahwa R-14 tidak memahami konsep. Dapat dilihat dari potongan jawaban responden yang disajikan dalam Gambar 3. Gambar. 1 Jawaban R-03 Untuk Soal Nomor 1 Dinyatakan bahwa R-03 tidak memahami konsep karena dilihat dari jawabannya salah, dimana grafik yang digambarkan tidak sesuai dengan informasi dari soal nomor 1 dan tidak ada penjelasan maksud dari grafik yang dia Sejalan dengan hal tersebut. R-03 wawancara yang mengatakan Ausaya tahu begitu grafiknya kak, tapi saya tidak tahu menjelaskanAy. Pernyataan R-03 saat wawancara menguatkan asumsi bahwa R-03 tidak memahami konsep dalam menggambarkan grafik berdasarkan informasi dari soal nomor 1. Pada soal nomor 2 dengan indikator menggambarkan grafik hubungan kecepatan dan waktu, hasil tes menunjukan bahwa R-03 tidak memahami konsep. Dapat dilihat dari potongan jawaban dari R-03 disajikan dalam Gambar 2. Gambar. 3 Jawaban R-14 Untuk Soal Nomor 3 Dinyatakan bahwa R-14 tidak memahami konsep karena dilihat dari jawabannya R-14 tidak menuliskan diketahui dan ditanyakan dari soal, responden langsung menuliskan rumus dalam jawabannya, dan rumus yang digunakan responden juga salah. Sejalan dengan hal tersebut, pernyataan R-14 saat wawancara Auyang rumusnya seperti ini kak, makanya hanya saya buat seperti ituAy. Pernyataan R-14 saat wawancara menguatkan asumsi bahwa R-14 tidak memahami konsep. Pada soal nomor 4 dengan indikator menentukan jarak yang ditempuh suatu benda, hasil tes menunjukan bahwa R-14 tidak memahami konsep. Dapat dilihat dari potongan jawaban responden yang disajikan dalam Gambar 4. Gambar. 2 Jawaban R-03 Untuk Soal Nomor 2 Dinyatakan bahwa R-03 tidak memahami konsep karena dilihat dari jawaban R-03 salah, dimana grafik yang digambarkan tidak sesuai dengan informasi dari soal nomor 2 dan tidak ada penjelasan dari grafik yang dia gambarkan. Sejalan dengan hal tersebut, pernyataan R-03 saat wawancara yang mengatakan Ausaya tahu begitu grafiknya kak jadi begitu saya gambar kakAy. Dalam wawancara responden juga mengatakanAysaya tidak tahu menjelaskan kakAy. Pernyataan R-03 wawancara menguatkan asumsi bahwa R-03 menggambarkan grafik berdasarkan informasi dari soal nomor 2. Soal Representasi Matematis Pada soal ini terdiri dari nomor 3 dan 4 yang menuntut responden untuk mampu Gambar. 4 Jawaban R-14 Untuk Soal Nomor 4 Dinyatakan bahwa R-14 tidak memahami responden menuliskan simbol yang salah dari apa yang diketahui dari soal dan responden juga salah dalam menyelesaikan soal. Jawaban R-14 diperkuat dengan wawancara yang Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Aukan perempatan, jadi barusan satu perempatan dilewati tapi yang dilewati motor dua, jadi rumusnya seperti begitu saya tuliskan kakAy. Pernyaatan R-14 saat wawancara menguatkan asumsi bahwa R-14 tidak memahami konsep karena R-14 tidak memahami apa saja yang diketahui dari soal dan juga R-14 tidak mengerti menggunakan rumus yang tepat untuk menyelesaikan soal nomor 4. Soal Representasi Verbal Pada soal ini terdiri dari nomor 5 dan 6 yang menuntut responden untuk mampu menjawab soal menggunakan representasi verbal atau beruba kata-kata teks tertulis. Sebagai contoh disajikan hasil analisis tes dan wawancara dari R-16 sebagai berikut. Pada soal nomor 5 dengan indikator menjelaskan jarak tempuh dan perpindahan suatu benda, hasil tes menunjukan bahwa R-16 tidak memahami konsep. Dapat dilihat dari potongan jawaban responden yang disajikan dalam Gambar 5. Vol. No. 2, pp. Agustus 2024 kedudukan suatu benda dalam waktu tertentuAy. Ketika ditanyakan jarak dan perpindahan Andi atau bus. R-16 mengatakan Aukeduanya kakAy. Pernyataan R-16 saat wawancara menguatkan asumsi bahwa R-16 tidak memahami konsep. Pada soal nomor 6 dengan indikator mengidentifikasi jenis gerak dalam suatu kasus, hasil tes menunjukan bahwa R-16 tidak memahami konsep. Dapat dilihat dari potongan jawaban responden yang disajikan dalam Gambar 6. Gambar. 6 Jawaban R-16 Untuk Soal Nomor 6 Dinyatakan bahwa R-16 benar-benar tidak jawabannya salah dalam menentukan saat kapan terjadi GLB dan GLBB pada teks soal Jawaban yang dituliskan sejalan dengan penyataan saat wawancara yang mengatakan AuGLB pada teks yaitu setelah kecepatannya 300 km/jam, badan pesawat terangkat dan mulai terbang, kecepatannya km/jam dibutuhkan waktu 15 menit, sedangkan GLBB yaitu pada saat kecepatannya mencapai 200 km/jam, roda pesawat menyentuh landasan, kecepatan pesawat semakin lama berkurang hingga 40 km/jam, dengan itu pesawat menuju parkirAy. Saat jawabannya. R-16 hanya diam. Pernyataan R16 saat wawancara menguatkan asumsi bahwa R-16 tidak memahami konsep. Gambar. 5 Jawaban R-16 Untuk Soal Nomor 5 Dinyatakan bahwa R-16 tidak memahami konsep karena dilihat dari jawaban R-16 perpindahan, tetapi salah dalam menentukan jarak dan perpindahan yang ada pada soal Hal ini disebabkan R-16 tidak Jawaban yang dituliskan sejalan dengan pernyataan saat wawancara yang mengatakan Audilihat dari pengertiannya jarak merupakan panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh suatu benda dalam waktu tertentu, berarti kalau dilihat dari soal jarak yang dimaksud yaitu 2 jam kemudian bus sudah berada di Solo lagiAy. Kemudian menambahkan jawaban mengenai perpindahan yang mengatakan Aumenurut saya perpindahan yang dilakukan Andi yaitu berangkat dari Solo 50 Andi menumpang bus tersebut lalu Jogjakarta, pengertian perpindahan merupakan perubahan Soal Representasi Matematis Pada soal ini terdiri dari nomor 7 dan 8 yang menuntut responden untuk mampu menjawab soal grafik ke dalam bentuk penyelesaian representasi matematis. Sebagai contoh disajikan hasil analisis tes dan wawancara dari R-06, sebagai berikut. Pada soal nomor 7 dengan indikator menentukan jarak suatu benda berdasarkan grafik, hasil tes menunjukan bahwa R-06 tidak paham konsep. Dapat dilihat dari potongan jawaban responden yang disajikan dalam Gambar 7. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Vol. No. 2, pp. Agustus 2024 Soal Representasi Verbal Pada soal nomor 9 dan 10 yang menuntut responden untuk mampu menjawab soal grafik ke dalam bentuk penyelesaian representasi verbal atau beruba kata-kata teks tertulis. Sebagai contoh disajikan hasil analisis tes dan wawancara dari R-01 sebagai berikut. Pada soal nomor 9 dengan indikator menjelaskan makna yang terdapat dalam grafik secara verbal, hasil tes menunjukan bahwa R01 tidak paham konsep. Dapat dilihat dari potongan jawaban responden yang disajikan dalam Gambar 9. Gambar. 7 Jawaban R-06 Untuk Soal Nomor 7 Dinyatakan bahwa R-06 tidak paham konsep karena dilihat dari jawabannya masih R-06 tidak mampu menganalisis grafik dengan baik sehingga tidak dapat menentukan rumus yang tepat yang digunakan dalam penyelesaian soal. Jawaban yang dituliskan sejalan dengan pernyataan saat wawancara yang mengatakan Aukalau dilihat dari grafik yang diketahui kecepatannya 80 m/s dan waktunya 20 s, jadi jika mencari jarak berarti v dikalikan dengan t berarti 80 kali 20 hasilnya 1600, jadi mobil A bertemu kembali dengan mobil B pada jarak 1600 meterAy. Ketika ditanyakan alasan R06 memberikan jawaban seperti itu. R-06 mengatakan Aukarena yang ditanyakan jarakAy. Pernyataan R-06 saat wawancara menguatkan asumsi bahwa R-06 tidak memahami konsep. Pada soal nomor 8 dengan indikator menentukan jarak suatu benda berdasarkan grafik, hasil tes menunjukan bahwa untuk R-06 tidak paham konsep. Dapat dilihat dari potongan jawaban responden yang disajikan dalam Gambar 8. Gambar. 9 Jawaban R-01 Untuk Soal Nomor 9 Dinyatakan bahwa R-01 tidak paham konsep karena dilihat dari jawabannya hanya menuliskan pengertian dari percepatan dan perlambatan, yang seharusnya responden besaran-besaran percepatan dan perlambatan dari grafik. Jawaban yang dituliskan sejalan dengan hasil wawancara yang mengatakan Aupercepatan adalah perubahan kecepatan dan perlambatan adalah kecepatannya turunAy. Ketika ditanyakan alasan dari jawabannya R-01 hanya diam. Pernyataan R-01 saat wawancara menguatkan asumsi bahwa R-01 tidak memahami konsep dalam mendeskirpsikan grafik. Pada soal nomor 10 dengan indikator menjelaskan makna yang terdapat dalam grafik secara verbal, hasil tes menunjukan bahwa R01 tidak memahami konsep. Dapat dilihat dari potongan jawaban responden yang disajikan dalam Gambar 10. Gambar. 8 Jawaban R-06 Untuk Soal Nomor 8 Dinyatakan bahwa R-06 tidak paham konsep karena dilihat dari jawabannya salah. R06 tidak mampu menganalisis grafik dengan baik sehingga tidak dapat menentukan rumus yang tepat yang digunakan dalam penyelesaian Jawaban yang dituliskan sejalan dengan pernyataan saat wawancara yang mengatakan Aukalau dilihat dari grafik yang diketahui kecepatannya 25 m/s dan waktunya 8 s, berarti sama kaya nomor 7 digunakan rumus mencari jarak v dikalikan dengan t dimana v sama dengan 25 m/s, dan t sama dengan 8 s, berarti 25 kali 8 sama dengan 200, jadi jarak yang ditempuh selama 8 sekon adalah 200 meterAy. Ketika ditanyakan alasan R-06 memberikan jawaban seperti itu. R-06 mengatakan Aukarena yang ditanyakan jarakAy. Pernyataan R-06 saat wawancara menguatkan asumsi bahwa R-06 tidak memahami konsep. Gambar. Jawaban R-01 Untuk Soal Nomor 10 Dinyatakan bahwa R-01 tidak memahami konsep karena dilihat dari jawaban responden hanya menyebutkan gerak yang dialami benda tanpa menjelaskan maksud dari jawaban mengalami GLB dan GLBB. Jawaban yang dituliskan sejalan dengan hasil wawancara yang mengatakan AuGLB dan GLBB kakAy. Ketika ditanyakan alasan dari jawabannya. R-01 mengatakan Aukarena gerak dalam grafik itu ada GLB dan GLBBAy. Pernyataan R-01 saat wawancara menguatkan asumsi bahwa R-01 mendeskripsikan grafik. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Pembahasan Berdasarkan hasil data yang diperoleh menunjukan bahwa pemahaman konsep siswa berdasarkan multirepresentasi pada materi gerak lurus termasuk dalam kategori rendah. Pemahaman konsep siswa pada soal representasi grafik tergolong rendah dibuktikan dari jawaban responden tidak ada yang benar dalam menggambarkan grafik, dan juga responden kesulitan menjelaskan tentang grafik yang dia gambarkan. Hal yang sama juga terjadi pada penelitian yang dilakukan oleh Maulidyah dan Zainudin . bahwa pada representasi grafik, siswa yang mengalami miskonsepsi cukup tinggi . Hal ini dikarenakan siswa jarang diajarkan untuk menggambarkan grafik dalam pembelajaran fisika, melainkan hanya diajarkan untuk mengetahui gambaran umum grafik fisika saja. Hal menggunakan persamaan/rumus. Kemampuan siswa dalam menggambarkan grafik sangatlah penting dalam membantu siswa apabila percobaan/praktikum. Siswa harus mampu menginterpretasi data hasil percobaan ke dalam representasi grafik, karena dalam sebuah menggambarkan informasi dengan detail dalam bentuk sederhana. Pemahaman konsep siswa pada soal dengan penyelesaian representasi matematis tergolong rendah, terlihat dari sebagian responden hanya bisa menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal, karena bingung dalam menentukan rumus apa yang digunakan dalam penyelesaian soal. Dan salah satu responden salah dalam menuliskan simbol dari apa yang diketahui dari soal. Beberapa penyelesian tetapi jawaban mereka salah, karena responden tidak memahami cara Sejalan penelitian yang dilakukan oleh Theasy, dkk mahasiswa terhadap pemecahan masalah dalam menggunakan multirepresentasi antara lain ialah mahasiswa belum mampu memahami keseluruhan konsep dasar, kesulitan dalam membedakan simbol-simbol yang terdapat dalam Fisika. Kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah juga perhitungan matematis serta pemahaman mahasiswa terhadap soal . Pemahaman konsep siswa pada soal Vol. No. 2, pp. Agustus 2024 Hal kemampuan siswa dalam memahami soal verbal masih tergolong rendah. Sejalan dengan Dienyati . responden sulit untuk mengerjakan soal dalam bentu representasi verbal dengan alasan bahwa konsep terlalu sulit untuk diartikan . Hal ini dikarenakan sistem pembelajaran cenderung mendekati matematika, sehingga siswa terbiasa dalam mengerjakan soal matematis tanpa memahami mengenai konsep fisika. Pemahaman konsep siswa dalam soal grafik dengan penyelesaian representasi matematis responden tidak mengetahui apa saja yang diketahui dari grafik dan responden salah dalam menggunakan persamaan dalam menyelesaikan Hal ini dikarenakan responden tidak mampu menganalisis grafik dengan baik sehingga tidak dapat menentukan rumus yang tepat untuk digunakan dalam penyelesaian Pemahaman konsep siswa dalam soal grafik tergolong rendah dibuktikan dengan hanya 3 responden yang menjawab soal dan jawaban mereka salah, sedangkan untuk 3 responden lainnya tidak menjawab soal sama sekali. Menguatkan temuan Hasbullah dkk. kemampuan siswa merepresentasikan grafik dapat diimplikasikan bahwa kemampuan awal memungkinkan mereka kurang memperoleh Materi gerak merupakan salah mengandung grafik . Oleh karena itu khususnya materi gerak menjadi penting sebagaimana fungsi multi representasi yaitu untuk membangun pemahaman siswa yang lebih dalam . Secara multirepresentasi dapat diketahui pemahaman konsep siswa pada materi gerak lurus tergolong Rendahnya pemahaman konsep siswa dikarenakan kecenderungan menggunakan satu menyebabkan kemampuan siswa lebih lemah ketika dihadapkan pada penyelesaian soal yang lebih beragam. Pemahaman konsep siswa berdasarkan multirepresentasi sangat penting karena fisika bukan hanya tentang matematis tapi mencakup verbal, grafik, dan gambar. Feynman . menyatakan bahwa melalui penerapan beragam mode representasi dalam Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online membuat siswa lebih mudah dalam memahami . Penggunakan multirepresentasi dalam pembelajaran lebih meningkatkan pemahaman konsep yang dimiliki Sehingga siswa harus lebih dibiasakan untuk menyelesaikan soal dalam berbagai bentuk representasi. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan uraian di atas tentang multirepresentasi pada materi gerak lurus dapat disimpulkan bahwa: Pemahaman konsep siswa pada soal dengan bentuk penyelesaian representasi grafik tergolong rendah dibuktikan dari jawaban responden tidak ada yang dapat berdasarkan informasi dari soal. Pemahaman konsep siswa pada soal dengan bentuk penyelesaian representasi matematis tergolong rendah. Dilihat dari jawaban responden masih salah dalam penyelesaian soal. Pemahaman konsep siswa pada soal dengan bentuk penyelesaian representasi Sebagian responden masih salah dalam memahami Responden juga tidak dapat menentukan jenis gerak yang ada pada soal. Selain itu, mendeskripsikan grafik dengan benar. Pada pembelajaran sebaiknya siswa harus lebih dibiasakan untuk berlatih menyelesaikan soal dalam berbagai bentuk representasi. Karena meningkatkan pemahaman konsep yang dimiliki . DAFTAR PUSTAKA