MEDIA WISATA ISSN 16935969 - EISSN 26858436 Volume 23. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/index. php/MWS Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA. Yogyakarta. Indonesia THE ROLE OF TOURISM BUSINESS ACTORS IN THE MANDALIKA SPECIAL ECONOMIC ZONE IN SUPPORTING SUSTAINABLE TOURISM THROUGH DIGITAL INNOVATION AND HOSPITALITY SERVICES Muhammad Husni HM 1 , *Saiful Fahmi 2 1-2 Program Studi Divisi Kamar. Politeknik Pariwisata Lombok. Indonesia. Email: saiful. fahmi@ppl. (*Correspondence autho. ABSTRACT This study aims to evaluate the role of tourism businesses in the Mandalika Special Economic Zone (KEK) in supporting sustainable Article History tourism through digital innovation and hospitality services. The background of this study is the challenge of the gap between Submitted: 30 September 2025 sustainable policies and practices in the field, low local community Reviewed: involvement, and the socio-cultural and environmental risks of large1 October 2025 scale tourism development. The study used a qualitative descriptive Accepted: approach using interviews, observation, and documentation 05 November 2025 techniques with tourism businesses, including hotels, travel agents. Published: restaurants, and other related parties. The results show that digital 15 November 2025 innovations, such as operational digitisation, green tourism promotion, and strengthening local partnerships, have supported the efficiency and sustainability of the tourism sector. Meanwhile, sustainable hospitality services are reflected in environmental conservation practices, socio-economic community involvement, and tourist education. These findings confirm that businesses in the Mandalika SEZ are not only oriented towards economic profit but also play a role as agents of change towards inclusive, responsible, and sustainable tourism. Keywords: Sustainable tourism. Mandalika SEZ. digital inovation. PENDAHULUAN Pariwisata berkelanjutan kini menjadi fokus utama dalam pengembangan destinasi wisata di seluruh dunia. Konsep ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial budaya masyarakat lokal. Di era globalisasi dan krisis iklim yang semakin nyata, pendekatan ini tidak hanya relevanAimelainkan merupakan kebutuhan mendesak. Melalui pariwisata berkelanjutan, suatu destinasi dapat tumbuh dalam jangka panjang tanpa merusak kekayaan alam dan budaya yang menjadi daya tarik utamanya bagi wisatawan (Kusumawardhana, 2. Sebagai negara kepulauan yang kaya akan keanekaragaman hayati dan budaya. Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor ini. Salah satu DOI Artikel: 10. 36276/mws. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 contohnya adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah. Nusa Tenggara Barat. Kawasan ini termasuk dalam program Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang ditetapkan pemerintah sebagai ikon pariwisata global yang potensial. Namun, percepatan pembangunan di kawasan ini menimbulkan berbagai tantangan bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat jika tidak dikelola dengan cermat (Rahmatika, 2. Kebutuhan akan pengelolaan berkelanjutan di KEK Mandalika semakin mendesak, terutama dengan hadirnya proyek-proyek besar seperti ajang MotoGP Mandalika. Di satu sisi, ajang internasional ini membuka peluang ekonomi dan menarik investasi. Namun, di sisi lain, potensi dampaknya terhadap lingkungan dan budaya lokal tidak dapat diabaikan, terutama jika tidak dibarengi dengan kebijakan dan praktik yang mendukung keberlanjutan (Satiadji, 2. Bisnis pariwisata memiliki peran strategis untuk memastikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi tetapi juga mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial (Suryade dkk. , 2. Peran mereka bukan sekadar penyedia layanan, melainkan agen perubahan yang mampu menerapkan praktik berkelanjutanAiseperti penggunaan energi terbarukan, pengurangan sampah plastik, dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan dan perekrutan tenaga kerja lokal (Hafifi, 2. Di era digital saat ini, inovasi teknologi juga membuka peluang signifikan untuk memperkuat upaya keberlanjutan (Situmorang, 2. Digitalisasi, mulai dari sistem reservasi daring dan pemanfaatan big data untuk manajemen pariwisata hingga kampanye kesadaran lingkungan di media sosial, memudahkan bisnis untuk menerapkan praktik ramah lingkungan secara efisien. Integrasi teknologi dapat meningkatkan manajemen destinasi sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan (Borahima, 2. Lebih lanjut, kualitas layanan perhotelan juga merupakan pilar penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan (Nathalia & Kristiana, 2. Perhotelan yang mengutamakan kepuasan wisatawan di samping pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat mencerminkan pendekatan yang lebih holistik. Pelatihan tenaga kerja yang mempertimbangkan kearifan lokal, penyediaan kuliner khas daerah, dan penerapan pariwisata berbasis masyarakat merupakan contoh konkret dari praktik ini. Fakta menarik lainnya adalah wisatawan kini lebih tertarik mengunjungi destinasi yang mengutamakan tanggung jawab sosial dan lingkungan serta menawarkan pengalaman autentik (Widari, 2. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat kesenjangan antara kebijakan dan Beberapa studi telah mengungkap konflik lahan, marginalisasi masyarakat lokal, dan minimnya keterlibatan warga dalam pengambilan keputusan Situasi ini menyoroti perlunya partisipasi aktif dunia usaha, tidak hanya dalam hal ekonomi, tetapi juga dalam mendukung advokasi sosial dan perlindungan ekologis destinasi wisata (Defrinal, 2. Oleh karena itu, penelitian ini krusial untuk mengevaluasi sejauh mana pelaku usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika telah mengadopsi inovasi digital dan meningkatkan layanan perhotelan dalam kerangka pariwisata Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi praktik terbaik, tantangan, dan potensi kolaborasi lintas sektor yang dapat memperkuat Mandalika sebagai destinasi pariwisata global yang berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, temuan ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan strategis bagi para pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan masyarakat lokal dalam merancang model pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengutamakan keuntungan jangka pendek tetapi juga keberlanjutan sumber daya dan kesejahteraan jangka panjang. Pada akhirnya. KEK Mandalika berpotensi menjadi laboratorium nyata bagi inovasi pariwisata berkelanjutan di Indonesia. METODE Desain penelitian ini dirancang untuk mengkaji kontribusi pelaku usaha pariwisata dalam mendukung keberlanjutan destinasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Dalam konteks ini, pelaku usaha tidak hanya diposisikan sebagai penyedia jasa pariwisata, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki potensi signifikan dalam menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana pelaku usaha memenuhi peran strategis ini melalui penerapan inovasi digital dan peningkatan kualitas layanan perhotelan, yang pada gilirannya diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan secara sosial, ekonomi, dan Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai peran pelaku usaha pariwisata dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pemilihan informan dilakukan melalui purposive sampling dengan mempertimbangkan posisi strategis dan relevansi peran mereka dalam industri pariwisata setempat. Untuk memperkuat data, teknik snowball sampling turut digunakan agar peneliti dapat menjangkau informan kunci lainnya yang memiliki keterlibatan langsung. Informan utama dalam penelitian ini berjumlah tiga orang dengan posisi yaitu, yaitu: . Kepala Personalia di Novotel Kuta Lombok Hotel. Kepala Personalia di Tantrum Lombok Hotel. Ketua Asosiasi Hotel Mandalika. Selain itu, data pendukung diperoleh dari dokumen resmi dan keterangan yang diberikan oleh pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Mandalika. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Wawancara dilaksanakan secara langsung kepada tiga pelaku usaha utama di kawasan KEK Mandalika, yaitu Novotel Kuta Lombok Hotel. Tantrum Lombok Hotel, dan Asosiasi Hotel Mandalika. Pertanyaan wawancara mencakup empat aspek tematik utama, yaitu: . penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan, seperti pengelolaan limbah, energi, air, serta edukasi . inovasi digital, meliputi penggunaan sistem e-booking, manajemen energi pintar, dan kampanye ramah lingkungan melalui media sosial. layanan hospitaliti dan kualitas pelayanan berbasis budaya lokal. kolaborasi dan harapan pelaku usaha terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di KEK Mandalika. Uraian ini memberikan gambaran praktis dan transparan mengenai proses wawancara serta relevansi data yang diperoleh terhadap tujuan penelitian. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis tematik (Braun & Clarke, 2. dengan tahapan: . transkripsi dan familiarisasi data. pemberian kode awal. identifikasi tema. peninjauan tema. pendefinisian dan penamaan tema. penarikan kesimpulan. Untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode sebagaimana dianjurkan oleh Miles dan Huberman . Berikut ini adalah bagan Desain Penelitian yang telah disusun penulis untuk memudahkan pemahaman: BUSINESS ACTORS IN THE MANDALIKA SEZ (Hotels. Restaurants. Travel Agencie. Implementing the Principles of Sustainable Tourism Digital Innovation and Hospitality Services Contribution to Sustainable Tourism Gambar: Desain Penelitian Sumber: Karya Peneliti, 2025 Desain penelitian ini didasarkan pada tiga fokus analisis utama: . sejauh mana pelaku usaha menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan, . bentuk dan fungsi inovasi digital yang mereka gunakan untuk mendukung operasional berkelanjutan, dan . kualitas layanan perhotelan yang diimplementasikan dalam konteks berkelanjutan. Ketiga komponen ini disusun secara sistematis, sebagaimana diilustrasikan dalam diagram desain penelitian. Inovasi digital dan layanan perhotelan, dalam hal ini, dipandang sebagai strategi adaptif yang dapat menjembatani kesenjangan antara cita-cita keberlanjutan dan kebutuhan bisnis pelaku usaha di destinasi yang sedang berkembang seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sesuai dengan kerangka analisis ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang peran pelaku usaha dalam mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan di tingkat lokal. Temuan lapangan akan dianalisis secara tematis untuk mengidentifikasi pola praktik terbaik dan Selanjutnya, hasil analisis akan digunakan untuk merumuskan rekomendasi strategis bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, guna memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai model representatif bagi destinasi pariwisata berkelanjutan di Indonesia. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 HASIL DAN PEMBAHASAN Inovasi Digital dan Layanan Perhotelan dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Inovasi digital dan layanan perhotelan telah menjadi fondasi kunci dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Inovasi digital dimanfaatkan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui sistem manajemen terintegrasi, pembayaran non-tunai, dan faktur digital, tetapi juga sebagai sarana untuk mempromosikan pariwisata hijau dan mengedukasi wisatawan tentang praktik berkelanjutan. Pemanfaatan media sosial sebagai saluran komunikasi yang efektif membantu meningkatkan kesadaran dan mendorong partisipasi wisatawan dalam kegiatan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan BangsaBangsa (UNWTO), yang menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara komprehensif dalam pengembangan Lebih lanjut, layanan perhotelan di Mandalika terus berkembang dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam praktik sehari-hari. Upaya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi menggunakan teknologi ramah lingkungan, dan mengolah sampah organik menjadi kompos mencerminkan komitmen bisnis terhadap lingkungan. Lebih lanjut, keterlibatan aktif dalam mendukung UMKM lokal, memanfaatkan layanan transportasi umum, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti bersih-bersih pantai menunjukkan kontribusi nyata terhadap pengembangan ekosistem pariwisata yang inklusif. Oleh karena itu, sinergi antara inovasi digital dan perhotelan berkelanjutan merupakan kunci untuk memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang tangguh dan bertanggung jawab. Inovasi Digital Implementasi inovasi digital oleh pelaku usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dinilai mencakup spektrum yang luas, mulai dari efisiensi operasional hingga upaya promosi. Hal ini tentu saja berkontribusi langsung terhadap praktik pariwisata berkelanjutan. Berikut bagan Domain Peran Inovasi Digital yang dapat diimplementasikan oleh pelaku usaha di KEK Mandalika: Digitalisasi dan Efisiensi Operasional Bisnis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus mengurangi dampak Sistem manajemen properti terintegrasi dan layanan berbasis aplikasi perpesanan menggantikan metode konvensional, mulai dari check-in hingga checkout. Praktik ini menyederhanakan operasional dan mengurangi penggunaan kertas melalui faktur digital, sekaligus menyediakan opsi untuk mencetak faktur saat Digitalisasi Pemasaran dan Promosi Pariwisata Hijau Media digital digunakan sebagai alat promosi strategis, menekankan konten pariwisata hijau, kegiatan CSR, dan pembangunan berkelanjutan. Selain menarik wisatawan, konten ini juga membangun citra hotel yang peduli terhadap ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Platform digital juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya dan tradisi lokal, sehingga memperkuat dimensi sosial pariwisata berkelanjutan. Memperkuat Kemitraan Lokal melalui Digital Digitalisasi berperan dalam memperkuat kolaborasi dengan masyarakat lokal, misalnya melalui promosi produk unggulan daerah dan produk UMKM dalam layanan pariwisata. Upaya ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya mendukung efisiensi internal, tetapi juga mendorong komunikasi yang lebih erat antara pelaku bisnis, wisatawan, dan masyarakat. Dengan demikian, terciptalah ekosistem pariwisata inklusif yang memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Gambar: Bagan Hubungan antara Inovasi Digital dan Layanan Perhotelan Sumber: Proses Peneliti, 2025 ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Layanan Perhotelan Berkelanjutan Praktik Konservasi Lingkungan Para pelaku usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menunjukkan kepedulian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menggunakan peralatan yang dapat digunakan kembali. Mereka juga telah mulai mengadopsi teknologi hemat energi seperti lampu LED dan sensor gerak, serta mengelola air limbah untuk didaur ulang. Langkah-langkah ini merupakan fondasi penting dalam mendukung praktik konservasi lingkungan di kawasan pariwisata. Keterlibatan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Lokal Industri perhotelan tidak hanya berfokus pada layanan tamu, tetapi juga secara aktif mendukung masyarakat sekitar melalui program-program sosial seperti bersih-bersih pantai, donor darah, dan bantuan sosial. Lebih lanjut, bisnis memperkuat ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM sebagai pemasok bahan baku dan logistik. Hal ini menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih inklusif dan berdampak positif secara sosial dan ekonomi. Pendidikan dan Perubahan Perilaku Selain berperan sebagai penyedia layanan, pelaku usaha juga berperan sebagai agen edukasi dengan memberikan informasi tentang kebijakan ramah lingkungan kepada para tamu, seperti penghematan energi, penggunaan air yang bijak, dan penggantian linen sesuai kebutuhan. Edukasi ini mendorong perubahan perilaku wisatawan agar lebih peduli terhadap keberlanjutan, sekaligus memperkuat praktik pariwisata yang bertanggung jawab di Mandalika. Berikut ini adalah diagram alur konseptual yang menjelaskan bagaimana pelaku bisnis dapat bertindak sebagai agen pendidikan dan penggerak keberlanjutan dalam industri pariwisata: Gambar: Pelaku Bisnis dalam Pendidikan dan Perubahan Perilaku Sumber: Karya Peneliti, 2025 ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Meskipun berbagai inovasi digital dan praktik layanan perhotelan berkelanjutan telah menunjukkan kontribusi positif, hasil penelitian juga mengindikasikan adanya sejumlah kesenjangan dan tantangan yang belum Pertama, adopsi inovasi digital belum merata di seluruh pelaku usaha. Beberapa hotel skala menengah dan kecil masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi, sehingga belum sepenuhnya mampu mengimplementasikan sistem manajemen digital secara optimal. Kedua, keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai pasok pariwisata masih Meskipun terdapat inisiatif untuk melibatkan UMKM, sebagian besar masih terkendala kapasitas produksi, standar kualitas, serta akses terhadap pasar yang lebih luas. Hal ini menimbulkan kesenjangan antara idealisme pariwisata inklusif dengan realitas di lapangan. Ketiga, dari sisi lingkungan, praktik pengelolaan sampah dan konservasi energi yang dilakukan hotel-hotel di Mandalika masih belum konsisten. Sebagian besar hotel berbintang telah memulai langkah konservasi, tetapi belum seluruhnya memiliki sistem monitoring yang terukur untuk mengevaluasi efektivitas program keberlanjutan yang dijalankan. Dengan demikian, interpretasi temuan penelitian ini tidak hanya menyoroti pencapaian positif, tetapi juga menekankan bahwa masih terdapat tantangan struktural dan implementatif yang harus diatasi agar KEK Mandalika benar-benar dapat berkembang sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan. SIMPULAN Inovasi digital dan layanan perhotelan telah terbukti menjadi pilar utama dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Inovasi digital berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional, mempromosikan pariwisata hijau, dan memperkuat kemitraan dengan UMKM lokal. Sementara itu, layanan perhotelan berkelanjutan tercermin dalam praktik konservasi lingkungan, efisiensi sumber daya, dan keterlibatan sosial-ekonomi dengan masyarakat sekitar. Secara keseluruhan, pelaku usaha di KEK Mandalika tidak hanya mengikuti tren keberlanjutan, tetapi juga telah mengintegrasikannya ke dalam praktik bisnis dan strategi operasional mereka. Peran mereka sebagai agen perubahan melalui digitalisasi dan perhotelan berkelanjutan merupakan fondasi krusial untuk mewujudkan Mandalika sebagai destinasi pariwisata global yang bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini memperkaya kajian mengenai pariwisata berkelanjutan dengan menekankan peran inovasi digital dan layanan perhotelan sebagai dua dimensi yang saling melengkapi. Temuan ini mendukung teori pariwisata berkelanjutan yang dikemukakan oleh Hall dan Gyssling . bahwa keberlanjutan tidak hanya terkait dengan aspek lingkungan, tetapi juga integrasi teknologi dan praktik manajerial di tingkat industri. Selain itu, hasil penelitian ini menegaskan relevansi model triple bottom line dalam pariwisata, di mana dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan harus dipertimbangkan secara seimbang dalam pengembangan ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Secara praktis, penelitian ini memberikan gambaran bahwa pelaku usaha pariwisata di KEK Mandalika dapat memperkuat daya saing sekaligus memenuhi tuntutan keberlanjutan dengan: . memperluas digitalisasi operasional hingga ke hotel skala menengah dan kecil, . meningkatkan kapasitas UMKM lokal melalui pelatihan dan pendampingan agar lebih siap terintegrasi dalam rantai pasok, serta . memperkuat mekanisme monitoring dan evaluasi terkait praktik konservasi Implikasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha dalam merancang strategi kolaboratif yang lebih terarah menuju pariwisata berkelanjutan di Mandalika. UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemilik bisnis dan hotel yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Devi. Kepala Personalia di Novotel Kuta Lombok Hotel. Ibu Rahma. Kepala Personalia di Tantrum Lombok Hotel, dan Bapak Samsul. Ketua Asosiasi Hotel Mandalika, yang secara aktif berpartisipasi dalam wawancara dan diskusi. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada ITDC Mandalika atas data dan informasinya yang berharga. Akhirnya, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada tim redaksi Jurnal Media Pariwisata, yang memberikan bimbingan dan dukungan selama proses penyuntingan dan penerbitan artikel ini, sehingga menghasilkan artikel berkualitas tinggi yang diharapkan dapat membantu penelitian lebih lanjut. REFERENSI