Lisda Maria. Ety Susila N PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PEREMPUAN MENOPAUSE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MERDEKA PALEMBANG Lisda maria, 2Ety Susila Ningrum Program Studi Profesi Ners Keperawatan Stikes Mitra Adiguna Palembang1 RS Bunda Medika Palembang2 Email: lisdamaria83@gmail. com, 2etysusilaningrum@gmail. ABSTRAK Menopause merupakan fase berhentinya siklus menstruasi pada perempuan, yang umumnya terjadi pada rentang usia 45 hingga 50 tahun. Perubahan fisik dan hormonal yang menyertai masa ini seringkali memicu munculnya gangguan kecemasan, depresi, serta ketidakstabilan emosional. Edukasi kesehatan berperan penting dalam menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan pemahaman perempuan terkait menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat kecemasan pada perempuan yang mengalami menopause. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi dalam studi ini adalah seluruh kunjungan ke poli Lansia dari bulan Juli hingga September 2024, dengan total 35 orang, yang sekaligus dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kecemasan, sedangkan intervensinya berupa penyuluhan tentang menopause selama tujuh hari. Analisis data dilakukan melalui pendekatan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi, mayoritas responden mengalami tingkat kecemasan sedang . ,6%) dan sebagian kecil mengalami kecemasan ringan . ,4%). Namun, setelah intervensi diberikan, terjadi penurunan tingkat kecemasan yang signifikan, di mana 60% responden berada pada kategori kecemasan ringan dan 40% tidak lagi menunjukkan gejala kecemasan. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,000 yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap tingkat kecemasan pada perempuan menopause. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan dapat membantu mengurangi kekhawatiran yang timbul akibat keluhan selama menopause. Mayoritas responden merasa lebih tenang dan siap menghadapi ketidaknyamanan setelah mendapatkan informasi melalui penyuluhan kesehatan. Berbagai permasalahan sehari-hari yang telah dijelaskan dalam edukasi turut berkontribusi dalam menurunkan kecemasan yang dialami. Kata kunci: Menopause, kecemasan, pendidikan kesehatan ABSTRACT Menopause is the phase where the menstrual cycle stops in women, which generally occurs between the ages of 45 and 50 years. Physical and hormonal changes that accompany this period often trigger anxiety disorders, depression, and emotional instability. Health education plays an important role in reducing anxiety levels and increasing women's understanding of menopause. This study aims to evaluate the impact of providing health education on anxiety levels in women experiencing menopause. This study used a one-group pretest-posttest design. The population in this study were all visits to the Elderly polyclinic from July to September 2024, with a total of 35 people, who were also sampled using the total sampling technique. The instrument used was an anxiety questionnaire, while the intervention was in the form of counseling about menopause for seven days. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the Wilcoxon test. The results showed that before the intervention, most respondents experienced moderate . 6%) and mild . 4%) anxiety. After the intervention, there was a decrease in anxiety with the results of mild anxiety . %) and no anxiety . %). The Wilcoxon test produced a p value = 0. 000 indicating a significant effect of health education on anxiety levels in menopausal women. This finding indicates that increased knowledge can help reduce concerns arising from complaints during menopause. The majority of respondents felt calmer and more prepared to face discomfort after receiving information through health counseling. Various daily problems that have been explained in education also contribute to reducing the anxiety experienced. Keywords: Menopause, anxiety, health education Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Lisda Maria. Ety Susila N PENDAHULUAN Menopause menandai akhir dari siklus menstruasi pada perempuan, yang umumnya terjadi pada rentang usia 45 hingga 50 tahun. Menurut penelitian oleh (Hidayati et al. , 2. , sebagian besar perempuan mulai mengalami menopause pada usia awal hingga pertengahan 40-an, meskipun ada juga yang mengalaminya lebih awal atau lebih lambat (Shofiana. Jumlah perempuan yang mengalami menopause terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2021, sebanyak 26% dari total populasi perempuan dan anak perempuan di dunia berusia 50 tahun ke atas, meningkat dari 22% satu dekade sebelumnya. Selain itu, harapan hidup perempuan juga menunjukkan tren peningkatan. Secara global, perempuan yang berusia 60 tahun pada tahun 2019 diperkirakan masih memiliki harapan hidup sekitar 21 tahun (WHO, 2. Dari total 1. 054 perempuan menopause yang diteliti, sebanyak 62,6% mengalami berbagai keluhan terkait kesehatan reproduksi. Lima gejala menopause yang paling ketidaknyamanan pada sendi dan otot, gangguan tidur, kekeringan pada vagina, keputihan, gangguan pada area genital, kelelahan baik secara fisik maupun mental, serta sensasi panas pada kulit (WHO. Hidayati et al. menemukan bahwa 23% perempuan menyatakan mengalami menopause pada usia 40 tahun, 30% pada usia 41Ae45 tahun, 23% pada usia 46Ae50 tahun, dan 15% setelah usia 50 Sementara itu, sekitar 10% perempuan tidak dapat mengingat usia pasti Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengurangi tingkat kecemasan adalah melalui pendidikan Secara umum, pendidikan kesehatan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk membimbing individu atau masyarakat agar mampu mengatasi permasalahan kesehatan yang mereka hadapi (Sarwono, 2. Tujuan dari pendidikan kesehatan ini adalah membantu individu agar dapat beradaptasi dengan lingkungan hidupnya, terutama dalam hal yang berkaitan dengan kesejahteraan Namun demikian, hubungan antara pendidikan kesehatan pada perempuan menopause dan tingkat kecemasan mereka masih memerlukan kajian lebih lanjut. Tingkat kecemasan yang dialami setiap individu dapat bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga berat, dan dalam beberapa kasus memerlukan penanganan medis (Widyantari et al. , 2. Sering kali, perempuan tidak memperoleh informasi yang akurat mengenai menopause, sehingga mereka cenderung hanya memikirkan dampak negatif yang mungkin terjadi setelah memasuki masa tersebut. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang menopause sangat penting, karena dapat memberikan dampak positif terhadap Pengetahuan yang memadai dan kesiapan mental dapat membantu perempuan dalam menghadapi gejala seperti depresi, kecemasan, serta gangguan emosional lainnya, yang pada akhirnya juga berkontribusi dalam mengurangi gangguan tidur (Wahyuni & Ruswanti, 2. Untuk membantu mengurangi kecemasan dalam menghadapi masa menopause, pendidikan kesehatan dapat diberikan guna meningkatkan pengetahuan Informasi ini dapat diperoleh melalui berbagai sumber, seperti media massa, media sosial, dan lainnya (Wibowo & Nadhilah, 2. Selain itu, tenaga kesehatan, terutama perawat maternitas, memiliki peran penting di masyarakat sebagai pendidik dan konselor (Susilawati & Anggrowati, 2. Diharapkan, perawat dapat memberikan konseling untuk Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Lisda Maria. Ety Susila N membantu mengatasi gejala, mengenali faktor penyebab, serta memberikan strategi dalam menghadapi menopause agar tidak menimbulkan reaksi emosional yang berlebihan (Puspitasari, 2. Pendidikan kesehatan yang dilakukan melalui diskusi kelompok juga diharapkan mampu menciptakan ruang berbagi pengalaman antarperempuan, sehingga mereka dapat mendiskusikan berbagai permasalahan yang dihadapi selama menopause. Dengan demikian, tingkat kecemasan dapat ditekan dan proses menopause dapat dijalani secara lebih positif, baik secara fisik maupun psikologis (Kasdu, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat kecemasan perempuan menopause, guna mengurangi dampak negatif serta rasa khawatir yang selama ini dirasakan. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian pendekatan pre-eksperimental. Rancangan penelitian menggambarkan bagaimana proses penelitian dilakukan. Dalam hal ini, desain yang diterapkan adalah one group pretest-posttest design, yaitu desain yang melibatkan satu kelompok subjek yang diukur tingkat kecemasannya sebelum dan sesudah intervensi. Desain ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pendidikan kesehatan kepada perempuan menopause terhadap tingkat kecemasan yang mereka alami sebelum dan sesudah intervensi. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Merdeka Palembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Target/Subjek Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah perempuan menopause di wilayah kerja Puskesmas Merdeka Palembang. Jadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 Dengan tehnik total sampling Prosedur Prosedur penelitian ini meliputi langkahlangkah sebagai berikut: Melakukan melihat populasi, dan observasi awal. Jumlah Perempuan Menopause Menentukan sampel dengan teknik total sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Menjelaskan teknik dan prosedur penelitian dan melakukan informed consent. Pengumpulan data : membagikan, responden menjawab kuisioner yang Melakukan analisis bivariat dengan menggunakan SPSS Data. Intrumen. Teknik Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa informasi yang berkaitan dengan tingkat kecemasan pada perempuan menopause. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan responden. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, di mana pertanyaan dalam kuesioner diajukan secara lisan kepada responden, dan jawaban yang diberikan secara verbal dicatat oleh Dengan demikian, pengisian kuesioner dilakukan melalui proses wawancara langsung berdasarkan respon lisan dari partisipan. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh akan dianalisis secara kuantitaif dengan analisis Univariat dan analisis Bivariat. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN Analisis Univariat DAN Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Lisda Maria. Ety Susila N Tingkat Kecemasan Tabel 1 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Sebelum Intervensi Pendidikan Kesehatan pada Perempuan Menopause di Puskesmas Merdeka Palembang Tingkat Persentasi Frekuensi (%) Ringan Sedang Total Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa tingkat kecemasan terbanyak kategori sedang sebanyak 31 responden . ,6%) dan kategori ringan 4 responden . ,4%). Tingkat Kecemasan Tabel 2 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Sesudah Intervensi Pendidikan Kesehatan pada Perempuan Menopause di Puskesmas Merdeka Palembang Tingkat Persentasi kecemasan Frekuensi (%) Tidak cemas 14 Ringan Total Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa tingkat kecemasan terbanyak kategori ringan sebanyak 21 responden . ,0%) dan kategori tidak cemas sebanyak 14 responden . ,0%). Analisa bivariat Sebelum dilakukan analisis bivariat terlebih dahulu data dilakukan uji normalitas dengan hasil: Tabel 3 Uji Normalitas Data Shapiro-Wilk Statistic df sebelum intervensi . sesudah intervensi . Variabel Sig. Hasil uji normalitas didapatkan bahwa tingkat kecemasan sebelum pemberian pendidikan kesehatan yaitu 0,009 . >0,. yang artinya data tidak berdistribusi normal, tingkat kecemasan sesudah pemberian pendidikan kesehatan yaitu 0,068 . >0,. yang artinya data berdistribusi normal. Maka selanjutnya dilakukan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan pada tingkat kecemasan perempuan menopause. Tabel 4 Hasil Uji Wilcoxon Pengaruh Sebelum Dan Sesudah Pemberian Pendidikan Kesehatan Pada Tingkat Kecemasan Perempuan Menopause di Puskesmas Merdeka Palembang Tingkat Std. pN Median Deviation value Sebelum 35 24,00 1,970 0,000 Sesudah 35 14,00 3,239 Berdasarkan tabel 4 di dapatkan nilai median sebelum 24,00 dan nilai SD 1,970. Nilai median sesudah 14,00 dan nilai SD 3,239. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value = 0,000 < . , berarti Ha diterima yang artinya ada kesehatan sebelum dan sesudah terhadap tingkat kecemasan perempuan menopause di Puskesmas Merdeka Palembang Tahun Pembahasan Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Lisda Maria. Ety Susila N Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Sebelum Intervensi Berdasarkan analisis univariat bahwa distribusi frekuensi tingkat kecemasan terbanyak kategori sedang sebanyak 31 responden . ,6%) dan kategori ringan 4 responden . ,4%). Tingkat kecemasan pada perempuan menopause merujuk pada rasa gelisah, kekhawatiran, atau ketegangan yang dirasakan selama masa transisi menopause. Menopause sendiri merupakan proses alami yang terjadi pada perempuan ketika siklus menstruasi berhenti, umumnya antara usia 45 hingga 55 tahun. Fase ini sering kali disertai perubahan hormonal yang berdampak pada kondisi fisik dan Penurunan kadar hormon estrogen selama menopause dapat memicu berbagai gejala, seperti sensasi panas . ot flashe. , gangguan tidur, dan perubahan suasana hati, yang semuanya berkontribusi terhadap peningkatan kecemasan (Miller, , 2. Berdasarkan hasil penelitian, banyak perempuan yang mengalami menopause merasa cemas dan tidak yakin mengenai apa yang sedang terjadi pada tubuh mereka. Ketidakpastian ini mencakup pemahaman tentang gejala menopause serta cara Pada mengalami sensasi panas mendadak . ot flashe. yang cukup intens, terutama di area wajah, leher, dan dada. Gejala ini sering disertai dengan keringat berlebih, detak jantung yang meningkat, serta rasa tidak Selain itu, perubahan suasana hati menyebabkan ketidakstabilan emosi dan gangguan tidur, sehingga tubuh menjadi mudah lelah. Gejala fisik lainnya termasuk penurunan hasrat seksual . serta Banyak perempuan menopause merasa kurang percaya diri dan tidak tahu bagaimana cara menghadapi perubahan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan peran tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dan pendampingan mengenai gejala-gejala menopause agar para ibu lebih siap dan tenang dalam menjalani fase ini. Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Sesudah Intervensi Berdasarkan analisis univariat bahwa distribusi frekuensi tingkat kecemasan terbanyak kategori ringan sebanyak 21 responden . ,0%) dan kategori tidak cemas sebanyak 14 responden . ,0%). Salah satu faktor yang memicu munculnya kecemasan pada perempuan menopause adalah minimnya pengetahuan mengenai kondisi tersebut. Tingkat pengetahuan yang rendah dapat memengaruhi tingkat menghadapi masa menopause. Namun, pengetahuan ini dapat ditingkatkan melalui pemberian pendidikan kesehatan terkait Pendidikan kesehatan berperan sebagai salah satu sumber informasi penting yang dapat membantu individu merasa lebih siap, sehingga kecemasan dalam menghadapi menopause dapat Informasi yang diterima mengenai suatu hal juga akan memengaruhi sikap seseorang terhadap hal tersebut (Wulandari, 2. Pengaruh Sebelum Dan Sesudah Pemberian Pendidikan Kesehatan Pada Tingkat Kecemasan Perempuan Menopause Dari hasil penelitian dapatkan nilai median sebelum 24,00 dan nilai SD 1,970. Nilai median sesudah 14,00 dan nilai SD 3,239. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai pvalue = 0,000 < . , berarti Ha diterima yang artinya ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan sebelum dan sesudah terhadap tingkat kecemasan perempuan menopause di Puskesmas Merdeka Palembang Tahun 2025. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam promosi Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Lisda Maria. Ety Susila N meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap isu-isu Oleh karena itu, penyampaian informasi yang tepat menjadi bagian penting dari proses penyuluhan kesehatan. Secara esensial, penyuluhan berarti memberikan penerangan dan informasi kepada masyarakat, sehingga setelah peningkatan pengetahuan di kalangan masyarakat (Makahanap et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian dan pengetahuan pada ibu-ibu terbukti efektif dalam mengurangi kekhawatiran terkait keluhan yang mereka alami. Rasa cemas dan gelisah yang dialami oleh sebagian besar responden dapat berkurang setelah mengikuti penyuluhan kesehatan mengenai Berbagai permasalahan seharihari yang dijelaskan selama penyuluhan membuat responden merasa lebih tenang dan siap menghadapi ketidaknyamanan yang muncul selama masa menopause. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada bulan Januari 2025 di Puskesmas Merdeka Palembang, dapat di simpulkan sebagai berikut Tingkat kecemasan sebelum intervensi terbanyak kategori sedang. Tingkat kecemasan sesudah intervensi terbanyak kategori ringan. Ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan sebelum dan sesudah perempuan menopause di Puskesmas Merdeka Palembang Tahun 2025. SARAN Tenaga Kesehatan peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait menopause, termasuk gejala, perubahan fisik dan emosional, serta cara mengelola kecemasan yang sering muncul selama periode menopause. Selain itu penelitian ini perlu dikembangkan oleh penelitian lain menggunaka variabel yang lebih bervariasi dan menggunakan metode yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA