Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume. Nomor. 2 April 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. DOI: https://doi. org/10. 59841/miftahulilmi. Tersedia: https://ibnusinapublisher. org/index. php/MiftahulIlmi Persepsi Siswa Terhadap Penerapan Media Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Gambiranom Muhtar Luthfie Al Anshory Prodi Pendidikan Agma Islam. Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon. Indonesia *Penulis Korespondensi: muhtarluthfie86@gmail. Abstract. The increasingly sophisticated development of technology in the current digital era has had a significant impact on various aspects of life, particularly in education. The integration of digital technology has become essential to improving the quality of education and adapting teaching methods to contemporary This study aims to explore the perceptions of sixth-grade students regarding the use of digital media in Islamic Religious Education (IRE) subjects at Gambiranom State Elementary School. A qualitative approach was employed, utilizing interviews and questionnaires to collect data from both students and IRE The results revealed that most students shared a common view, stating that the use of digital media in IRE made lessons more engaging, interactive, and easier to understand. Digital mediaAos potential to enhance the learning experience was widely acknowledged. However, the study also identified several challenges, including limited access to facilities and technical difficulties in effectively utilizing digital media. These findings suggest that while digital media has the potential to enrich the learning experience, addressing technical and infrastructural barriers is crucial for its successful implementation in education. Keywords: Digital Media. Islamic Religious Education. Learning. Student Perception. Technology. Abstrak. Perkembangan teknologi yang semakin canggih di era digital saat ini telah memberikan dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam pendidikan. Integrasi teknologi digital telah menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyesuaikan metode pengajaran dengan kemajuan kontemporer. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa kelas enam mengenai penggunaan media digital dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PJK) di SD Negeri Gambiranom. Pendekatan kualitatif digunakan, dengan memanfaatkan wawancara dan kuesioner untuk mengumpulkan data dari siswa dan guru PJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pandangan yang sama, yaitu penggunaan media digital dalam PJK membuat pelajaran lebih menarik, interaktif, dan lebih mudah Potensi media digital untuk meningkatkan pengalaman belajar diakui secara luas. Namun, studi ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, termasuk keterbatasan akses terhadap fasilitas dan kesulitan teknis dalam memanfaatkan media digital secara efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun media digital memiliki potensi untuk memperkaya pengalaman belajar, mengatasi hambatan teknis dan infrastruktur sangat penting untuk keberhasilan implementasinya dalam pendidikan. Kata Kunci: Media Digital. Pembelajaran. Persepsi Siswa. Pendidikan Agama Islam. Teknologi. PENDAHULUAN Perkembangan Pendidikan selalu mengikuti kehidupan di masyarakat, karena selaras dengan dinamika kehidupan dan tantanganya. Hal tersebut mengingatkan kepada kita bahwa perlunya menganalisa tantangan dan solusi untuk pendidikan yang sesuai dengan zamannya. Kegiatan pendidikan bukan hanya berlaku untuk mereka yang berstatus pendidik saja tapi lebih dari masyarakat juga harus berperan aktif (Candra, 2. Tantangan pendidikan di zaman sekarang tentunya berbeda dengan tantangan pendidikan di zaman dahulu, itu semunya di pengaruhi oleh banyak hal baik salah satunya budaya, bahasa, teknologi, dan bahkan berkembangnya zaman. Naskah Masuk: 14 Februari 2026. Revisi: 13 Maret 2026. Diterima: 15 April 2026. Terbit: 17 April 2026 Persepsi Siswa Terhadap Penerapan Media Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Gambiranom Pendidikan yang ada di Indonesia sebenarnya sudah memberikan peran yang baik pada ranah pengembangan intelektual peserta didik, sehingga banyak dijumpai peserta didik yang telah menorehkan prestasi gemilang di ajang olimpiade tingkat Nasional maupun Internasioanal baik dalam ranah keilmuan, seni dan teknologi (Qadri, 2. Jika sistem pendidikannya berfungsi secara optimal maka akan tercapai kemajuan yang dicitacitakannya. Sebaliknya apabila proses pendidikan yang dijalankan tidak berjalan lancar maka tidak dapat mencapai kemajuan yang dicita-citakan. Banyaknya kritik yang dilancarkan oleh berbagai kalangan terhadap praktik pendidikan, namun hampir semua sepakat bahwa nasib suatu bangsa di masa depan sangat bergantung pada kontribusinya Pendidikan (Saleh, 2. Di sisi lain, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam membangun karakter dan akhlak peserta didik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa PAI memiliki potensi strategis dalam menanamkan etika digital melalui internalisasi nilai-nilai seperti amanah, tanggung jawab, sopan santun, dan adab bermedia sosial (Setiawan. Fadloli. Abdul Chalim, 2. Bahkan, pendidikan Islam di era digital turut diidentifikasi sebagai strategi efektif dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu menjadi pengguna teknologi yang beretika dan beradab sesuai ajaran Islam (Habibulloh. , & Ali. Namun demikian, realisasi integrasi antara PAI dengan TI di sekolah dasar masih sering bersifat parsial, belum tersinergi secara sistematis, dan belum sepenuhnya menjawab tantangan ekosistem digital yang terus berkembang. Dalam sektor pendidikan, eksistensi fungsi dan peran pengajar adalah salah satu elemen krusial untuk mengembangkan dunia pendidikan. Mengingat betapa pentingnya peran pengajar dalam proses belajar, terutama dalam konteks global sekarang ini, maka kehadiran tenaga pendidik yang kompeten menjadi suatu keharusan demi masa depan bangsa yang cerah. Permintaan untuk pengajar yang berkualitas yang semakin meningkat saat ini harus direspon secara konstruktif oleh pihak pengelola pendidikan. Tanggapan konstruktif ini harus diwujudkan dengan terus menerus meningkatkan kualitas program pendidikan. Perbaikn kualitas pendidikan pada tingkat perguruan tinggi tentu akan memberikan efek positif bagi lahirnya pengajar yang berkualitas di masa depan. (Oviyanti, 2. Perkembangan teknologi dan era digital yang menjamur, telah membawa tantangan baru dalam pembentukan karakter siswa. Kemudahan mengakses banyaknya informasi di internet seringkali mempengaruhi, baik itu pola pikir maupun bagaimana siswa berperilaku (Intan Ayuni. Yunus Winoto, 2. Salah satu produk digital yang sering di akses oleh siswa adalah platform media sosial. tidak jarang media ini memberikan efek negatif seperti perilaku konsumtif, bahkan konten-konten yang bertentangan dengan nilai- nilai agama yang MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. meningkatkan risiko terjadinya distraksi dan degradasi moral di kalangan siswa. Masih terdapat kesenjangan antara tujuan ideal dari Pendidikan Agama Islam dengan apa yang terjadi saat ini. Banyak siswa yang belum memiliki karakterseperti yang diharapkan, meskipun mereka telah mendapatkan Pendidikan Agama Islam di sekolah. Hal ini membuktikan bahwa Pendidikan Agama Islam yang diberikan belum sepenuhnya efektif dalam menghadapi pengaruh negatif dari era digital itu sendiri. Pendidikan Agama Islam tidak sekadar menekankan aspek kognitif, tetapi juga fokus pada pembentukan sikap dan perilaku sesuai tuntunan ajaran Islam. Nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan toleransi menjadi fondasi utama dalam proses pembelajaran. Tantangan era digital, seperti penyalahgunaan teknologi, maraknya konten negatif, hingga budaya serba instan, menuntut adanya penyesuaian dalam praktik pendidikan. Oleh karena itu, integrasi antara PAI dan teknologi digital menjadi sangat penting guna membentuk karakter peserta didik yang kuat, adaptif, dan tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman. Salah satu dampak utama dari digitalisasi adalah perubahan cara siswa memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Meskipun pembelajaran PAI tetap menjadi mata pelajaran wajib di sekolah, pengaruh media sosial dan platform digital sering kali lebih dominan dalam membentuk persepsi keagamaan siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai sejauh mana seorang guru dalam menerapkan pembelajaran PAI mampu memengaruhi perilaku keagamaan siswa dalam lingkungan digital ini. !Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Rahman, 2. , menunjukkan bahwa penggunaan media digital dalam pembelajaran PAI memiliki dampak positif terhadap pemahaman keagamaan siswa. Namun, belum banyak yang meneliti bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku keagamaan secara Perilaku keagamaan meliputi aspek ibadah, akhlak, serta interaksi sosial yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Masalah lain yang sering muncul adalah terbatasnya keterampilan digital para Banyak pendidik yang tidak memperoleh pelatihan yang memadai tentang cara optimal memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Ini menjadi kendala signifikan dalam penerapan pendidikan agama Islam yang modern dan sesuai dengan Oleh karena itu,penting untuk mengembangkan kurikulum yang dapat diintegrasikan dan disesuaikan, sehingga memberikan solusi praktis dalam mengatasi masalah ini. Agar pendidikan agama Islam tetap relevan di era digital dan membantu generasi muda dalam membangun karakter spiritual yang solid. Diharapkan bahwa pendidikan agama Islam dapat menghadapi tantangan zaman kini dan tetap memiliki makna dalam menctak Persepsi Siswa Terhadap Penerapan Media Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Gambiranom individu yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki kekuatan moral dan spiritual dengan menerapkan pendekatan yang efektif serta strategi yang inovatif. Berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Gambianom banyak persepsi negatif yang berkembang dikalangan sebagian siswa, berdasarkan pengamatan penulis, persepsi tersebut antara lain. pelajaran PAI tidak menarik, tidak menyenangkan, membosankan, dan lebih memperhatikan pelajaran umum lainnya. Meski demikian terdapat pula sebagian siswa yang mempunyai persepsi positif bahwa PAI itu sangat penting, bahkan Pelajaran PAI yang diberikan SD Negeri Gambiranom telah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Seharusnya agama bukan sekedar ritualitas atau bahkan hanya memenuhi kewajiban akademis, namun pelaksanaannya harus benar-benar dirasakan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengetahui faktor-faktor yang berperan dalam pembelajaran ini, diharapkan dapat ditemukan solusi efektif dalam meningkatkan efektivitas pendidikan agama Islam bagi generasi digital. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan strategi pembelajaran PAI di SDN Gambiranom yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga dapat membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter keislaman yang kuat di tengah arus METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Wawancara dilakukan terhadap guru PAI dan sampel beberapa siswa kelas 6 untuk mengetahui bagaimana pembelajaran PAI diterapkan di era digital serta bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku keagamaan siswa. Observasi dilakukan untuk mengamati interaksi siswa dengan teknologi dalam pembelajaran agama. Selain itu juga menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data terkait dengan penggunaan dan persepsi terhadap teknologi digital dalam pendidikan Islam. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi pola yang muncul dari hasil wawancara dan observasi. Selain itu, studi literatur digunakan untuk membandingkan temuan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya. Dengan metode ini, diharapkan diperoleh pemahaman yang mendalam tentang bagaimana pembelajaran PAI dapat memengaruhi perilaku keagamaan siswa di era digital. Kami juga Menggunakan pendekatan analisis deskriptif untuk menggambarkan dan menganalisis perubahan, tantangan, dan peluang dalam pendidikan Islam dan integrasi teknologi dalam pendidikan Islam. MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan suatu proses sistematis dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada peserta didik, baik melalui aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Tujuan utama dari PAI adalah membentuk manusia yang beriman, bertakwa, serta berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Al-QurAoan dan Hadis. PAI tidak hanya fokus pada pemahaman konsep agama secara teori, tetapi juga pada penerapan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ranah pendidikan formal. PAI ditempatkan sebagai salah satu mata pelajaran utama yang mendukung pengembangan karakter siswa. Ini menunjukkan bahwa pendidikan agama merupakan elemen penting dalam sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk menciptakan generasi yang bermoral (Hidayat. , & Sari, 2. Lebih lanjut. Pendidikan Agama Islam juga dipandang sebagai proses transformasi nilai yang menekankan pada penguatan iman dan akhlak. Siswa diharapkan tidak hanya mengerti ajaran agama dengan cara membaca teksnya, tetapi juga memahami konteksnya sesuai dengan tantangan yang ada di zaman sekarang. Dengan cara ini, pendidikan agama bukanlah hal yang tetap, melainkan suatu proses yang berkembang dan harus mampu beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh sebab itu. PAI dapat dipahami sebagai usaha untuk membentuk karakter religius siswa sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan perubahan sosial dan budaya di era digital. (Ismail. , & Zulfikar, 2. Digitalisasi Pendidikan Islam Kehidupan manusia terus mengalami kemajuan bersamaan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Ini merupakan usaha untuk memperluas ilmu pengetahuan dan untuk menangani masalah yang terus muncul dalam kehidupan masyarakat global atau untuk meningkatkan mutu hidup manusia secara keseluruhan. Salah satu inovasi dari penelitian yang memberikan pengaruh baik, meskipun ada juga dampak negatif yang muncul, adalah teknologi informasi. Hasil studi ini telah membawa perubahan besar bagi peradaban dunia dan cara hidup manusia secara umum. Teknologi telah menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia, terutama bagi mereka yang dibesarkan di zaman digital. Mereka dilahirkan dan langsung diperkenalkan dengan berbagai bentuk teknologi informasi yang sedang tren dan berkembang dengan cepat. Akhirnya, teknologi menjadi bagian dari kehidupan setiap individu dalam segala aktivitasnya, meskipun pada dasarnya bukan termasuk kebutuhan dasar, kehadirannya dianggap setara dengan kebutuhan Persepsi Siswa Terhadap Penerapan Media Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Gambiranom pokok bagi manusia yang lahir di era tersebut, dalam arti mereka tidak dapat lepas dari ketergantungan terhadap perangkat digital. Fakta ini menuntut para pendidik untuk segera merespons dengan menciptakan berbagai inovasi program sebagai langkah penyesuaian di era digital yang baru. Pendidikan Islam seharusnya diimplementasikan dengan cara yang sesuai dengan gaya dan minat para siswa saat ini. Ketika materi disampaikan melalui metode tradisional tanpa adanya unsur pembaruan, dikhawatirkan akan menurunkan perhatian dan ketertarikan siswa yang berdampak pada kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kegiatan belajar yang dirancang tidak dapat memberikan makna yang berarti dalam pembentukan karakter dan keterampilan mereka. aktivitas tersebut hanya dianggap sebagai rutinitas pendidikan tanpa dampak positif, karena kurang terjalin ketertarikan atau koneksi emosional dari siswa untuk mempelajari dan mempraktikannya. Strategi pembelajaran seharusnya disesuaikan dengan preferensi audiens yang sangat menyukai dunia digital. Salah satu langkah terbaik adalah mentransformasikan pendidikan Islam ke dalam bentuk digital. Peran Pendidikan Agama Islam dalam Era Digital Pendidikan Agama Islam berfungsi secara vital dalam memberikan petunjuk moral dan spiritual di tengah kemajuan teknologi yang cepat. PAI berperan sebagai perlindungan karakter bagi siswa agar tidak terperosok dalam efek buruk dari digitalisasi. Dengan penanaman nilai-nilai spiritual yang kuat, siswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas wawasan dan memperkuat keyakinan mereka. Dalam hal ini. Pendidikan Agama Islam tidak hanya dipandang sebagai pelajaran yang bersifat normatif, tetapi juga sebagai metode untuk membentuk karakter yang tangguh terhadap pengaruh budaya global. PAI di era digital saat ini perlu lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan materi. Pemanfaatan media digital seperti pembelajaran daring, aplikasi interaktif, atau video edukasi dapat menjadikan proses belajar agama lebih menarik dan relevan dengan kehidupan siswa. Dengan cara ini, nilai-nilai Islam dapat disampaikan dengan lebih efektif, sehingga siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Akademik dan Konsentrasi Belajar Penggunaan gadget dan platform media sosial pada anak usia sekolah dasar sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak. Anak-anak seharusnya lebih diutamakan untuk bermain dan belajar melalui pengalaman langsung, namun saat ini, masyarakat cenderung menganggap penggunaan media sosial oleh anak sekolah dasar adalah hal yang normal. Keterikatan pada perangkat tersebut dapat mengganggu kemampuan MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. berinteraksi sosial, memicu sifat introvert, dan menghambat perkembangan kognitif. (Miftah Nurul Annisa. Ade Wiliah, 2. mengatakan bahwa, penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan mengganggu kemampuan otak anak. Di sisi yang berbeda, kemajuan teknologi digital membawa keuntungan, sebagaimana diungkapkan oleh Dini, . seperti memperluas hubungan komunikasi dan mempermudah memperoleh informasi. Namun, media sosial juga membawa efek negatif, seperti kecenderungan individualisme, ketergantungan pada sosial digital, bahaya informasi yang salah, masalah kesehatan pada mata, dan potensi kejahatan siber seperti penipuan dan penculikan. Namun demikian, media sosial memberikan kemudahan dalam mencari dan menyampaikan informasi serta membuat koneksi dengan orang-orang baru. Akibatnya, penggunaan media sosial harus diimbangi dengan bimbingan dan pengawasan yang tepat. Motivasi dalam belajar memiliki dampak yang besar pada pencapaian akademik, baik secara langsung maupun melalui perilaku belajar. Siswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung memperlihatkan perilaku belajar yang positif dan memberikan dampak yang baik padacapaian mereka. Sebaliknya, penelitian mengungkapkan bahwa karena mutu dan konsistensi perilaku belajar masih rendah, maka pegaruhnya terhadap hasil belajar tidak Meskipun hasil penelitian tersebut berbeda, keduanya menegaskan bahwa motivasi merupakan elemen krusial untuk keberhasilan di sekolah. Ini menunjukkan bahwa dorongan internal pada siswa, seperti hasrat untuk mencapai tujuan dan kesadaran akan nilai pembelajaran, sangat berperan dalam membentuk perilaku akademik yang berpengaruh positif terhadap hasil belajar mereka. Persepsi Siswa Terhadap Penerapan Media Digital Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Penggunaan media digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Negeri Gambiranom diintegrasikan melalui penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang secara eksplisit mencantumkan pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran. Media digital yang dimanfaatkan meliputi presentasi interaktif seperti Power Point, serta platform pembelajaran daring yang memungkinkan interaksi dan penyampaian materi secara fleksibel. Instrumen asesmen pun disesuaikan agar dapat diakses secara online, misalnya melalui kuis digital atau pengupulan tugas melalui platform Salah satu bentuk penilaian yang diterapkan adalah tugas proyek, di mana peserta didik diminta membuat video yang merefleksikan materi pembelajaran, kemudian mengunggahnya ke platform yang telah ditentukan. Integrasi media digital ini sejalan dengan implementasi kurikulum berbasis kompetensi yang menuntut kemampuan guru dalam Persepsi Siswa Terhadap Penerapan Media Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Gambiranom mengembangkan perangkat pembelajaran secara menyeluruh, mulai dari silabus, buku ajar, media dan model pembelajaran, hingga instrumen asesmen dan RPP berbasis teknologi. Dalam pembelajaran Al-QurAoan dan Hadis, peserta didik mempelajari ayat-ayat suci serta hadis-hadis Nabi Muhammad SAW dengan tujuan memahami makna dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan media digital seperti audio atau video memungkinkan siswa mendengarkan lantunan ayat dan hadis dengan pelafalan yang benar, lengkap dengan terjemahan serta penjelasannya, sehingga membantu penghayatan terhadap isi kandungan ajaran Islam. Pada materi akidah, siswa diajak memahami rukun iman, seperti iman kepada Allah SWT, malaikat, kitab-kitab Nya. Rasul-Rasul Nya, hari kiamat, serta takdir . ada dan qada. Untuk mendukung pemahaman, media digital seperti video kisah para nabi disajikan secara visual dan naratif, yang membuat materi lebih mudah diterima Penyajian ini dianggap efektif karena sesuai dengan karakteristik dan gaya belajar siswa masa kini. Sejalan dengan pentingnya inovasi media digital dalam pembelajaran, peran guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi menjadi sangat krusial. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan media digital dalam Pendidikan Agama Islam di SDN Gambiranom sangat baik dengan sebagian besar siswa merasa lebih mudah dalam memahami dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru PAI, selain itu siswa dapat mengakses materi dimana saja dan kapan saja melalui hand phone maupun laptop yang siswa miliki di rumah, memahami fitur dasar, serta belajar mandiri. Mereka saling membantu ketika menghadapi masalah teknis. Wawancara dengan para guru mengungkapkan bahwa pengaplikasian media digital oleh guru dan siswa berjalan dengan Guru dapat dengan cepat menyiapkan materi dan kuis, sedangkan siswa bisa mengaksesnya melalui gadget pribadi mereka. Wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa Quizizz dan video animasi sangat user-friendly, mulai dari proses login hingga menjawab pertanyaan dan menonton video yang memfsilitasi pemahaman materi. Observasi menunjukkan bahwa siswa dapat memanfaatkan media digital tanpa intervensi dari guru dan dengan baik menjalankan navigasi fitur-fitur yang ada. Secara keseluruhan, penerapan meda digital berlangsung dengan mudah, membntu memperkuat kemandirian dan keterlibatan siswa, serta menciptakan pengalaman pembelajaran PAI yang lebih dinamis dan efektif. Situasi ini menunjukkan bahwa kesederhanaan penggunaan teknologi sangat berkontribusi terhadap penerimaan positif terhadap media pemblajaran. Keberhasilan dalam menyatukan media digital ditentukan oleh akses terhadap perangkat, kestabilan koneksi internet, dan keterampilan pengguna untuk menggunakannya. MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. Selain itu, hasil wawancara kepada siswa menyampaikan bahwa media digital memudahkan siswa dalam memahami materi, meningkatkan motivasi belajar, serta mendorong merka untuk lebih aktif dan giat mengikuti pembelajaran. Penggunaan media yang bervariasi membuat penyampaian materi lebih mudah dipahami oleh berbagai tipe gaya belajar siswa. Pernytaan ini selaras dengan pendapat ahli yang menekankan bahwa hasil belajar harus konkret dan dapat diamati, yang umumnya diwjudkan melalui penggunaan kata kerja operasional yang spesifik. Oleh karena itu, pemilihan kata kerja yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa sangat penting dan dapat dilakukan dengan mengacu pada daftar kata kerja arahan yang telah disusun secara sistematis (Rozie. F, 2. Pemanfaatan media pembelajaran seperti gambar ilustrasi, video edukasi, animasi, hingga aplikasi pembelajaran interaktif diyakini mampu menarik perhatian siswa dan meningkatkan minat mereka untuk belajar PAI (Rahmania. Savira. Irma Soraya, 2. Gambar yang menampilkan peristiwa penting dalam sejarah Islam, video tentang kisah teladan Nabi, atau animasi yang menggambarkan perilaku akhlak mulia, dapat membntu siswa memahami nilai-nilai Islami dengan lebih nyata. Ketika siswa dapat melihat materi dalam bentuk visual dan audiovisual, mereka tidak hanya mendengar penjelasan guru, tetapi juga menyaksikan secara langsung ilustrasi materi, sehingga lebih mudah memahami pesan yang disampaikan (Fitria. Norma. Didih Syakir Munandar, 2. Selain meningkatkan pemahaman, media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi juga dapat menyesuaikan dengan gaya belajar siswa, terutama anak-anak usia sekolah dasar yang umumnya menyukai pembelajaran yang melibatkan gambar bergerak, warna menarik, dan suara (Setiawan. Yosef, 2. Dengan mengunakan media, guru dapt menciptakan suasana belajar yang aktif, di mana siswa terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar dan tidak hanya menjadi pendengar pasif. Hal ini juga dapat mengurangi kebosanan siswa saat belajar PAI, karena materi yang disajikan lebih bervariasi dan kontekstual. Oleh karena itu, penting bagi guru PAI untuk memanfaatkan perkembngan teknologi sebagai sarana meningkatkan efektivitas pembelajaran, agar pembelajaran PAI tidak hanya sekadar penyampaian materi, tetapi juga mampu membentuk pemahaman dan karakter Islami pada diri peserta didik (Sunandar, 2. Guru PAI mengakui bahwa penggunaan media ini membawa perubahan positif dalam suasana kelas. Sebelumnya, siswa sering terlihat bosan dan pasif ketika guru hanya menyampaikan materi secara lisan. Namun, setelah media seperti gambar dan video mulai diterapkan, perhatian siswa meningkat secara signifikan. Mereka lebih antusias menyimak materi yang disajikan, karena merasa pembelajaran lebih hidup dan tidak monoton. Guru juga Persepsi Siswa Terhadap Penerapan Media Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Gambiranom menyampaikan bahwa media membantu menjelaskan materi abstrak, seperti nilai kejujuran dan kesabaran, yang sulit dipahami siswa jika hanya dijelaskan secara teori. Dampak positif pemanfaatan media ini terlihat dari meningkatnya interaksi siswa selama pembelajaran Siswa mulai berani mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan guru, serta aktif memberikan pendapat dalam diskusi kelas. Aktivitas belajar yang sebelumnya didominasi guru berubah menjadi lebih interaktif, di mana siswa terlibat secara langsung dalam proses belajar. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media bukan hanya memperjelas materi, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan minat dan keaktifan siswa, yang pada akhirnya mendukung tercapainya tujuan pembelajaran PAI di sekolah. Tabel 1. Persepsi Siswa Terhadap Penerapan Media Digital dalam Pembelajaran PAI. ASPEK YANG DITELITI RINGKASAN JAWABAN SISWA KATEGORI PERSEPSI Ketertarikan Sebagian besar siswa merasa pemblajaran lebih menarik dengan video dan PPT interaktif Positif Kemudahan memahami materi Siswa lebih mudah memahami materi karena ada contoh vsual dan animasi Positif Motivasi belajar Siswa mersa lebih semangat dan tidak mudah bosan Positif Keaktifan dalam kelas Beberapa siswa menjadi lebih aktif saat ada kuis atau diskusi digital Cenderung Positif Relevansi dengan Video dan contoh digital membantu memahami penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari Positif Kendala teknis Terkadang terkendala jaringan internet dan perangkat Negatif Peran guru Siswa tetap membutuhkan penjlasan guru agar materi lebih jelas Netral Efektivitas Mayoritas menilai lebih efektif dibanding ceramah saja Positif Preferensi metode Siswa lebih menyukai kombinasi ceramah dan media Positif Saran pengembangan Media digital perlu ditingkatkan dengn fasilitas yang Positif Dengan melihat table tersebut para siswa, secara umum mereka memiliki persepsi yang positif terhadap penerapan media digital dalam pembelajaran PAI. Sebagian besar siswa menyatakan bahwa penggunaan media seperti video pembelajaran. PowerPoint interaktif, dan aplikasi pembelajaran membuat materi lebih mudah dipahami. Mereka merasa bahwa penjelasan yang disertai gambar, animasi, dan contoh visual membantu mereka memahami konsep-konsep abstrak dalam PAI, seperti akidah dan akhlak, dengan lebih konkret. Siswa juga mengungkapkan bahwa pembelajaran berbasis media digital terasa lebih menarik MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. dibandingkan metode ceramah semata. Pengunaan video kisah teladan, film pendek Islami, atau kuis interaktif membuat suasana kelas lebih hidup dan tidak membosankan. Beberapa siswa menytakan bahwa mereka menjadi lebih fokus dan termotivasi untuk mengikuti pelajaran ketika guru menggunakan media digital. Hal ini menunjukkan bahwa media digital mampu meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang diungkapkan siswa. Kendala tersebut antara lain keterbatasan jaringan internet, kurangnya fasilitas perangkat pada sebagian siswa, serta gangguan teknis saat penggunaan aplikasi. Selain itu, ada juga siswa yang merasa bahwa jika pengunaan media digital tidak disertai penjelasan yang mendalam dari guru, maka materi justru menjadi kurang jelas. Hal ini menunjukkan bahwa media digital tetap memerlukan peran aktif guru sebagai fasilitator pembelajaran. Secara keseluruhan, hasil wawancara menunjukkan bahwa penerapan media digital dalam pembelajaran PAI dinilai efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Media digital tidak hanya membantu pemahaman kognitif siswa, tetapi juga meningkatkan motivasi belajar. Meskipun demikian, pemanfaatannya perlu disertai pengelolaan yang baik, kesiapan fasilitas, serta kreativitas guru agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang persepsi siswa terhadap penerapan media digital dalam pembelajaran Pendiidikan Agama Islam di SD Negeri Gambiranom, dapat disimpulkan bahwa Sebagian besar siswa kelas 6 memberikan masukan yang posistif dalam pengunaan media digital baik berupa video pembelajaran. PPT, maupun media visual lainnya yang mengedepankan digitalisasi, hal terseut dinilai oleh siswa jauh lebih mudah memahami maupun mencerna materi yang diberikan sehingga tidak menjadikan siswa membosankan dan Selain itu, penerapan media digital mampu meningkatkan motivasi dan semangat siswa untuk mengikuti materi yang diberikan oleh guru dan siswa lebih antusias, aktif, serta lebih focus ketimbang guru menggunakan metode ceramah maupun konvensional. Media digital mampu membantu siswa memahami serta mencerta materi secara konkret sehingga pelajaran terasa lebih menyenangkan. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dirasakan oleh beberapa siswa, seperti keterbatasan fasilitas teknologi hingga gangguan teknis saat penggunaan media digital di dalam kelas, salah satu diantaranya seperti kabel HDMI yang kadang susah terkoneksi, listrik padam. LCD tiba-tiba berubah warna hingga hank. Meski begitu, secara keseluruhan penerapa media digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Persepsi Siswa Terhadap Penerapan Media Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Gambiranom Negeri Gambiranom dinilai memberikan dampak yang posistif terhadap minat dan pemahaman siswa dalam belajar. Oleh sebab itu, penggunaan media digital perlu terus dikebangkan dan didukung dengan sarana dan prasarana yang lebih memadai agar kendalan sat proses pembelajaran dapat diminimalisir sehingga proses belajar mengajar ebih efektif dan baik lagi. DAFTAR PUSTAKA