PENDAMPINGAN KEGIATAN FUTSAL DALAM MENUMBUHKAN BAKAT SISWA SMP Ahmad Jamiat1. Martin Kustati2. Rezki Amelia3. Gusmirawati4 Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang1,2,3,4 jamiat097@gmail. com1, martinkustati@uinib. id2, rezkiamelia1987@gmail. com3, gusmirawati27@gmail. Abstract Futsal activities are one of the effective ways to foster sports interest and talent in students, especially at the junior high school level. This mentoring aims to support the development of students' talents in futsal at SMP Negeri 25 Padang by using the Participatory Action Research (PAR) method. A total of 20 students were involved as subjects in this mentoring. The program was implemented for 12 weeks through several stages, starting with an initial assessment of skills to identify students' basic abilities. Next, basic technique training such as dribbling and passing was provided to strengthen the fundamentals of the game. The next stage includes teaching tactics and strategies aimed at developing students' ability to understand game patterns. The training also includes physical development to improve their stamina and agility. The final session was filled with match simulations to test the skills acquired during the training. The results of the mentoring showed significant improvements in the students' technical skills, tactical understanding, and physical abilities, signifying the effectiveness of the PAR approach in cultivating students' futsal talents. This gradual approach also proved to be able to motivate students in improving their skills on an ongoing basis. Keywords: Mentoring. Futsal. Student Talent. Participatory Action Research Abstrak Kegiatan futsal merupakan salah satu cara efektif untuk menumbuhkan minat dan bakat olahraga pada siswa, terutama di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendampingan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan bakat siswa dalam olahraga futsal di SMP Negeri 25 Padang dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Sebanyak 20 siswa dilibatkan sebagai subjek dalam pendampingan ini. Program ini dilaksanakan selama 12 minggu melalui beberapa tahapan, dimulai dari penilaian awal keterampilan untuk mengidentifikasi kemampuan dasar siswa. Selanjutnya, pelatihan teknik dasar seperti dribbling dan passing diberikan untuk memperkuat fundamental permainan. Tahap berikutnya mencakup pengajaran taktik dan strategi yang bertujuan mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami pola Pelatihan juga mencakup pengembangan fisik untuk meningkatkan stamina dan kelincahan mereka. Sesi akhir diisi dengan simulasi pertandingan untuk menguji keterampilan yang telah diperoleh selama Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis, pemahaman taktik, dan kemampuan fisik siswa, yang menandakan efektivitas pendekatan PAR dalam menumbuhkan bakat futsal siswa. Pendekatan bertahap ini juga terbukti mampu memotivasi siswa dalam meningkatkan keterampilan mereka secara berkesinambungan. Kata Kunci: Pendampingan. Futsal. Bakat Siswa. Participatory Action Research. PENDAHULUAN Futsal adalah olahraga indoor yang semakin populer di seluruh dunia karena karakteristiknya yang cepat dan intens (DIDIEK, t. Syafaruddin, 2018. Wibowo, t. Pertama kali diperkenalkan INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 secara resmi oleh Fydyration Internationale de Football Association (FIFA) pada tahun 1989, futsal awalnya berkembang dari berbagai bentuk permainan sepak bola mini yang dimainkan di banyak negara (Al Zikri, 2023. Badaru, 2. Dibandingkan dengan sepak bola lapangan besar, futsal memiliki beberapa perbedaan utama, termasuk ukuran lapangan yang lebih kecil, bola yang lebih berat, dan jumlah pemain yang lebih sedikit, yakni lima orang dalam satu tim (Lhaksana, 2011. Lhaksana & Pardosi, 2008. Rinaldi & Rohaedi, 2020. Tenang, 2. Perbedaan ini membuat futsal lebih mengutamakan keterampilan teknis dan kecepatan berpikir daripada kekuatan fisik semata, sehingga sangat efektif dalam mengembangkan dasar-dasar keterampilan sepak bola di kalangan pemain muda. Sebagai olahraga beregu, futsal memiliki ciri khas berupa multiple sprint, yaitu gerakan sprint pendek yang dilakukan berulang kali selama pertandingan (Pranyoto, 2020. SERAN, t. Zubaida dkk. Pemain futsal harus siap melakukan perubahan arah secara cepat dan sering terlibat dalam duel satu lawan satu dengan lawan. Hal ini menyebabkan futsal dianggap sebagai olahraga dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan sepak bola lapangan besar, karena pemain terlibat lebih sering dalam permainan dan harus beradaptasi dengan situasi yang terus berubah. Dengan demikian, futsal tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis tetapi juga meningkatkan kebugaran fisik dan kecepatan reaksi pemain (Lutfillah & Wibowo, 2021. Matitaputty, 2. SMP Negeri 25 Padang, sebagai mitra dalam program pendampingan futsal ini, menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan kegiatan olahraga, khususnya futsal. Beberapa permasalahan yang dihadapi meliputi kurangnya pelatihan yang terstruktur. Dengan demikian, siswa tidak memiliki keterampilan dasar futsal, seperti dribbling dan passing, serta pemahaman taktik permainan. Tidak adanya program pelatihan rutin yang dirancang secara sistematis juga menyebabkan tingkat keterampilan ini rendah. Akibatnya, banyak siswa tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat dan keterampilan mereka dalam futsal dengan cara terbaik. Futsal banyak di minati siswa SMP Negeri 25 Padang Sayangnya, sumber daya dan sarana dan prasarana yang terbata menghalangi kegiatan ini untuk mendorong pengembangan bakat siswa secara Karena tidak ada program pelatihan yang berkelanjutan, futsal, yang memiliki potensi untuk mengajarkan keterampilan sosial seperti disiplin, kerja tim, dan sportivitas, belum sepenuhnya Olahraga tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan fisik, tetapi juga membentuk karakter dan menumbuhkan minat belajar (Arifin, 2017. Candra dkk. , 2023. Mustafa, 2020. Pasaribu dkk. , 2024. Rismayanthi, 2011. Sari dkk. , 2024. Tifal, 2. Untuk mengoptimalkan pelatihan, ada beberapa hambatan di fasilitas, seperti lapangan futsal yang tidak memadai dan kurangnya peralatan latihan. Situasi ini perlu diperhatikan agar kualitas pendidikan di SMP Negeri 25 Padang dapat ditingkatkan, terutama dalam hal olahraga. Meskipun demikian, masih ada banyak ruang untuk mengembangkan program futsal di sekolah Dengan memanfaatkan potensi siswa yang antusias dalam olahraga, program pelatihan yang terstruktur dan terencana dapat membantu mengatasi tantangan yang ada. Selain itu, pendekatan melalui metode Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan siswa secara aktif dalam setiap tahap pelatihan, memungkinkan siswa tidak hanya mendapat manfaat, tetapi juga berpartisipasi dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan. Ini dapat meningkatkan rasa memiliki siswa dan mendorong mereka untuk terus mengikuti program pelatihan. Program pendampingan futsal ini mencakup beberapa langkah penting yang dilakukan secara bertahap selama dua belas minggu. Ini termasuk penilaian awal keterampilan siswa, pelatihan teknik INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 dasar seperti dribbling dan passing, instruksi taktik permainan, latihan pengembangan fisik untuk meningkatkan kelincahan dan stamina, dan simulasi pertandingan untuk menguji kemampuan mereka. Program ini tidak hanya melatih keterampilan teknis siswa di futsal, tetapi juga membangun karakter mereka dengan mengajarkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas. Oleh karena itu, diharapkan bahwa kegiatan pendampingan futsal akan memiliki efek positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan potensi siswa (Ediati, t. , 2019. Marlina & Safandi, 2024. Yusriyah & Retnasari, 2. Permasalahan prioritas yang dihadapi SMP Negeri 25 Padang adalah kurangnya program pelatihan futsal yang terstruktur dan terencana bagi siswa. Keterbatasan ini menyebabkan rendahnya tingkat keterampilan dasar futsal di antara siswa, seperti dribbling, passing, dan pemahaman tentang strategi permainan. Ketidakadanya program latihan rutin berdampak pada minimnya kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan bakat mereka secara optimal. Selain itu, fasilitas olahraga yang tidak memadai, seperti lapangan futsal yang kurang standar dan kurangnya peralatan latihan, turut menjadi penghambat dalam meningkatkan kualitas pelatihan futsal di sekolah. Hal ini memerlukan intervensi yang terfokus untuk pengembangan lebih lanjut. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh SMP Negeri 25 Padang adalah penyelenggaraan program pendampingan futsal terstruktur. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan futsal siswa di sekolah dengan pendekatan sistematis yang mencakup pelatihan teknis dan peningkatan fasilitas olahraga. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) (Afandi, 2. , di mana siswa secara aktif terlibat dalam setiap tahap pelaksanaan, mulai dari penilaian awal hingga evaluasi hasil pelatihan. Dengan cara ini, diharapkan siswa tidak hanya menjadi penerima manfaat tetapi juga berkontribusi dalam proses pembelajaran. Pendampingan ini melibatkan beberapa kegiatan utama, termasuk penyediaan ipteks . lmu pengetahuan dan teknolog. berupa metode pelatihan yang terstruktur, serta dukungan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan pelatihan. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah penilaian keterampilan dasar futsal siswa. Pada tahap ini, siswa akan dinilai berdasarkan kemampuan dribbling, passing, dan shooting. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa secara individual sehingga pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Keterlibatan mitra dalam tahap ini mencakup penyediaan waktu dan tempat untuk pelaksanaan penilaian serta pengikut sertaan siswa secara penuh. Setelah penilaian, langkah selanjutnya adalah penyusunan program pelatihan terstruktur yang dilakukan selama 12 minggu. Program ini akan mencakup pelatihan teknik dasar, strategi permainan, dan pengembangan fisik. Setiap sesi pelatihan akan dilaksanakan secara berkala dengan fokus pada keterampilan tertentu. Dengan pendekatan yang sistematis, diharapkan siswa dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk berkompetisi dalam permainan Pelatihan teknik dasar dan pengembangan strategi merupakan bagian penting dari program ini. Dalam setiap sesi, siswa akan dilatih untuk menguasai teknik dasar seperti dribbling, passing, dan Selain itu, pengajaran taktik permainan, seperti rotasi posisi dan strategi serangan, akan diberikan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang permainan futsal. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya akan memiliki keterampilan teknis tetapi juga kemampuan untuk berpikir kritis dalam situasi permainan yang nyata. Untuk mendukung kualitas pelatihan, program ini juga mencakup pengadaan fasilitas dan peralatan olahraga yang memadai. INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 Pengadaan barang seperti bola futsal standar, sepatu, dan cone latihan menjadi prioritas dalam program Peningkatan kondisi lapangan futsal sekolah juga menjadi bagian dari solusi yang ditawarkan. Keterlibatan mitra dalam pengadaan ini mencakup koordinasi dengan pihak sekolah dan penyediaan ruang untuk penyimpanan peralatan. Simulasi pertandingan dan evaluasi berkala akan dilakukan sebagai bagian dari program ini. Setiap beberapa minggu, siswa akan berpartisipasi dalam pertandingan yang dirancang untuk menguji kemampuan yang telah mereka pelajari. Selain itu, evaluasi berkala akan membantu memantau kemajuan siswa dan menyesuaikan program pelatihan jika diperlukan. Melalui proses ini, siswa dapat melihat hasil dari latihan mereka dan merasakan pengalaman bermain yang kompetitif. Target dari program ini meliputi beberapa aspek, jasa, dan peningkatan manajemen pelatihan Pertama, program ini akan menghasilkan modul pelatihan futsal yang terstruktur dan berbasis pada hasil lapangan. Kedua, program pendampingan ini juga memberikan jasa pelatihan bagi siswa, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan mereka dalam proses pembelajaran. Pelatihan yang diberikan bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis futsal, tetapi juga menumbuhkan nilainilai kerja sama, disiplin, dan sportivitas di antara siswa. Dengan melibatkan siswa secara aktif, diharapkan mereka dapat merasakan kepemilikan terhadap proses pelatihan dan berkontribusi dalam pengembangan diri mereka sendiri. Ketiga, program ini akan menghasilkan sistem manajemen pelatihan futsal yang lebih baik di sekolah. Hal ini mencakup jadwal latihan yang teratur, evaluasi berkala, dan metode latihan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, pelatih juga akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam menyelenggarakan pelatihan futsal yang efektif. Dengan peningkatan manajemen pelatihan, diharapkan kegiatan olahraga di SMP Negeri 25 Padang akan menjadi lebih terorganisir dan berdampak positif pada perkembangan siswa. Dengan pendekatan yang terstruktur dan keterlibatan aktif dari mitra, solusi ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pelatihan futsal di SMP Negeri 25 Padang. Melalui program ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan bakat dan potensi mereka di bidang olahraga, serta memperoleh pengalaman berharga yang dapat mendukung perkembangan karakter METODE PENELITIAN Pendampingan kegiatan futsal ini dilaksanakan di lingkungan SMP Negeri 25 Padang selama 12 minggu atau tiga bulan. Peserta dalam program ini terdiri dari 20 siswa SMP yang terpilih berdasarkan minat dan potensi mereka dalam olahraga futsal. Latar belakang peserta mencakup siswa dari berbagai kelas yang memiliki motivasi tinggi untuk mengembangkan keterampilan olahraga mereka serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Metode yang digunakan dalam pendampingan ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang memungkinkan partisipasi aktif siswa dalam setiap tahap proses pembelajaran dan Program ini dibagi menjadi beberapa tahapan yang terstruktur. Pertama, penilaian keterampilan dilakukan untuk menentukan tingkat kemampuan dasar masing-masing siswa. Kemudian, siswa diajarkan teknik dasar seperti dribbling dan passing, yang merupakan bagian penting dari permainan futsal. Pada tahap berikutnya, siswa diajarkan taktik dan strategi permainan untuk membantu mereka memahami dinamika permainan dan membuat keputusan di lapangan. Selain elemen teknis, pendampingan ini juga mencakup pelatihan pengembangan fisik. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan stamina dan kelincahan siswa sehingga mereka dapat INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 bermain dengan lebih baik dan tahan lama selama pertandingan. Simulasi pertandingan digunakan sebagai metode pelatihan untuk menilai keterampilan yang telah dipelajari. Ini juga membantu menerapkan strategi dan taktik yang telah diajarkan. Metode bertahap ini tidak hanya berkonsentrasi pada peningkatan kemampuan fisik dan teknis, tetapi juga membantu siswa tumbuh menjadi individu yang kuat dan mampu bekerja sama dalam tim. Program pendampingan ini berhasil menggabungkan berbagai metode kegiatan, seperti pelatihan teknik, pendidikan taktik, dan simulasi pertandingan, untuk membuat lingkungan belajar yang komprehensif dan mendukung pengembangan bakat futsal siswa secara menyeluruh. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis siswa, pemahaman taktik mereka, dan kondisi fisik mereka, yang menunjukkan bahwa metode PAR efektif dalam membangun bakatnya. Tabel 1. Prosedur pendampingan yang dilakukan adalah sebagai berikut: Tahapan Kegiatan Deskripsi kegiatan Penilaian keterampilan Minggu Mengidentifikasi kemampuan awal siswa dasar futsal dalam teknik dasar futsal, termasuk dribbling, passing, dan shooting. Pelatihan Pelatihan teknik dasar Minggu Melatih siswa dalam teknik dasar agar Teknik Dasar seperti dribbling, memiliki fondasi kuat dalam bermain passing, dan kontrol Pelatihan Pengajaran taktik dan Minggu Mengembangkan pemahaman siswa Taktik dan strategi permainan terhadap pola permainan dan pengambilan Strategi keputusan di lapangan. Latihan peningkatan Minggu Menguatkan kondisi fisik siswa agar lebih Pengembangan stamina, kelincahan, tahan lama dan efisien saat bermain futsal. Fisik dan kekuatan fisik Simulasi Uji coba pertandingan Minggu Menerapkan seluruh keterampilan yang Pertandingan untuk menerapkan telah dilatih dalam situasi pertandingan teknik dan taktik yang telah dipelajari Evaluasi Penilaian keterampilan Akhir Menilai kemajuan siswa secara Akhir dan perkembangan Minggu keseluruhan dari segi teknik, taktik, dan fisik serta memberikan umpan balik. HASIL DAN PEMBAHASAN Program pendampingan kegiatan futsal di SMP Negeri 25 Padang menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan teknis, pemahaman taktik, dan kondisi fisik siswa. Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk meningkatkan potensi siswa dalam futsal melalui pelatihan yang sistematis dan berjenjang. Hasilnya menunjukkan peningkatan dalam beberapa aspek utama permainan Tahapan pertama Peningkatan Keterampilan Teknik Dasar selama tahap pelatihan teknik dasar yang mencakup dribbling, passing, dan kontrol bola, terlihat peningkatan pada kemampuan siswa dalam menguasai teknik-teknik dasar futsal. Siswa menjadi lebih percaya diri dan terampil dalam mengaplikasikan teknik-teknik tersebut selama latihan dan pertandingan. Kemampuan dasar ini INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 menjadi fondasi kuat bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan yang lebih kompleks di tahap Gambar 1. Teknik dasar. Shooting. Pada tahap awal pelatihan, fokus utama adalah peningkatan keterampilan teknik dasar, termasuk shooting atau menembak ke gawang. Siswa dilatih untuk menguasai teknik shooting yang benar, mulai dari posisi tubuh, pengaturan kaki, hingga ketepatan menembak. Dengan bimbingan pelatih, siswa belajar mengeksekusi tembakan secara efektif dan percaya diri. Latihan ini memberikan fondasi kuat untuk mengembangkan keterampilan lanjutan di tahap berikutnya, memastikan siswa mampu mengaplikasikan teknik dasar ini saat latihan dan pertandingan. Gambar 2. Dribbling Dribbling dalam futsal adalah teknik mengontrol bola dengan sentuhan kaki yang cepat dan terarah untuk melewati lawan di ruang sempit. Gunakan bagian dalam kaki dan ujung jari untuk kontrol maksimal, sambil menjaga kepala terangkat untuk melihat situasi. Latih gerakan tipu . dan kendali bola dengan sol sepatu agar lebih sulit ditebak lawan. Kecepatan dan kelincahan sangat penting agar bisa cepat berpindah arah dan menciptakan peluang di lapangan futsal. Tahapan kedua Peningkatan Pemahaman Taktik dan Strategi setelah diberikan pelatihan taktik dan strategi, siswa mulai memahami pola permainan serta pengambilan keputusan yang lebih efektif di Mereka juga lebih mampu menjaga posisi dan berkoordinasi dalam bermain sebagai tim. Peningkatan ini terlihat dalam simulasi pertandingan, di mana siswa mulai menerapkan strategi yang telah diajarkan seperti mengatur posisi dan memanfaatkan ruang dengan baik. INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 Gambar 3. Arahan Strategi dan Taktik dalam futsal. Tahapan ketiga Peningkatan Kondisi Fisik Pada tahap pengembangan fisik, pendampingan ini berhasil meningkatkan stamina dan kelincahan siswa, sehingga mereka mampu bermain dengan lebih baik dan tahan lama. Latihan fisik rutin memberikan hasil dalam hal daya tahan, ketangkasan, dan kecepatan siswa, yang sangat bermanfaat saat pertandingan. Penguatan kondisi fisik ini memungkinkan siswa untuk menghadapi situasi pertandingan dengan performa yang stabil. Gambar 4. Peningkatan Kondisi Fisik Pada gambar diatas dijelaskan bahwa Pada tahap ketiga, kondisi fisik siswa diprioritaskan untuk meningkatkan stamina, kecepatan, dan kelincahan mereka melalui latihan ketahanan dan agility. Kondisi fisik yang lebih baik memungkinkan siswa bermain dengan lebih efisien dan konsisten sepanjang pertandingan. Ini membuat mereka siap untuk bermain dengan baik di lapangan dalam situasi yang sulit. Tahapan keempat Evaluasi Simulasi Pertandingan Dalam tahap simulasi pertandingan, siswa mempraktikkan seluruh keterampilan yang telah dipelajari. Evaluasi menunjukkan bahwa siswa mampu memadukan teknik dasar, taktik, dan kondisi fisik dalam konteks pertandingan. Mereka lebih terampil dalam mengontrol bola, melakukan operan dengan tepat, dan menjaga posisi. Keberhasilan dalam simulasi pertandingan menegaskan bahwa program pendampingan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan dan pemahaman futsal secara keseluruhan. INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 Gambar 5. Simulasi Pertandingan Siswa Mempraktekkan Semua Yang Telah Di Pelajari. Tahapan akhir dilakukan pada akhir program untuk mengevaluasi kemajuan siswa dalam semua aspek yang dilatih. Evaluasi ini memberikan umpan balik yang konstruktif dan memungkinkan siswa untuk memahami kemajuan mereka. pendampingan ini berjalan dengan baik dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan bakat futsal siswa secara menyeluruh. Pendekatan bertahap dan berkelanjutan ini memastikan peningkatan keterampilan yang konsisten serta memotivasi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan mereka. Gambar 6. Tim Futsal yang di Dampingi. Pada tahap akhir, tim futsal melakukan evaluasi bersama pendamping di lapangan. Evaluasi ini melibatkan seluruh tim, dengan fokus pada aspek teknis, taktis, fisik, dan mental yang telah dilatih selama program. Pelatih memberikan umpan balik konstruktif, membantu pemain memahami kekuatan dan area yang bisa ditingkatkan. Suasana sesi ini bersifat mendukung, menekankan kerjasama tim dan kemajuan individu. Tujuannya adalah memastikan setiap pemain termotivasi untuk terus berkembang, sambil menguatkan keterampilan dan kepercayaan diri mereka dalam futsal. KESIMPULAN DAN SARAN Program pendampingan futsal di SMP Negeri 25 Padang secara signifikan meningkatkan keterampilan teknis, pemahaman taktik, dan kondisi fisik siswa. Program ini memberikan dasar yang INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 kuat untuk pengembangan bakat futsal. Siswa dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap latihan, dari teknik dasar hingga simulasi pertandingan, melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang efektif. Siswa yang sangat termotivasi, partisipasi aktif, dan lingkungan yang mendukung adalah komponen yang mendukung keberhasilan program ini. Karena variasi dalam tingkat keterampilan awal siswa, menjadi sulit untuk menyesuaikan materi dan teknik latihan agar sesuai dengan seluruh peserta. Hasil menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan bakat futsal siswa secara keseluruhan, meskipun ada kendala. Participatory Action Research (PAR) yang digunakan dalam pendampingan ini dapat menjadi lebih efektif jika ditambahkan dengan sesi latihan tambahan yang disesuaikan dengan keterampilan awal siswa, sehingga setiap peserta dapat berkembang sesuai dengan potensi mereka. Selain itu, evaluasi berkala dapat ditambahkan pada setiap tahap proses pendampingan, sehingga metode dapat disesuaikan dengan perkembangan siswa selama program berlangsung. REFERENSI