Pentingnya Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Agama Islam dalam Konteks SDGs 2030 (Studi Kasus di LKSA Aisyiah Baba. Ainun Jariyah. Ika Khaironi PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DALAM KONTEKS SDGS (STUDI KASUS DI LKSA AISYIYAH BABAT) Ainun Jariyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 240101210045@student. uin-malang. Ika Khaironi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 240101210021@student. uin-malang. Abstract: Pendidikan Karakter memiliki kontribusi yang sangat penting dalam pembentukan individu yang memiliki nilai etika dan moral yang baik, khususnya dalam pembelajaran Agama Islam. Sejalan dengan tujuan (SDG. 2030, dengan adanya Pendidikan karakter dalam pembelajaran Agama Islam diharapkan mampu menunjang tercapainya tujuan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan konsep SDGs. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mengetahui dan menganalisis pentingnya Pendidikan karakter dalam pembelajaran Agama Islam, dengan focus Pendidikan karakter di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Aisyiyah Babat. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dalam studi kasus, yang menggali terkait pentingnya Pendidikan karakter dalam pembelajaran Agama Islam di (LKSA) Aisyiyah Babat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan karakter seperti aspek spiritual, aspek moral dan kepribadian memiliki peranan yang penting dalam membentuk karakter Hal tersebut dapat menjadi langkah strategis dalam mencapai tujuan SDGs, terutama dalam membangun Pendidikan berkualitas, serta menjadikan generasi yang beretika dan bertanggungjawab terhadap masa depan yang lebih baik. Keywords: Pendidikan Karakter. SDGs. LKSA. Pendidikan PENDAHULUAN Pendidikan karakter adalah aspek yang sangat penting dalam dunia pendidikan, karena berkaitan tidak hanya dengan pembentukan moral dan etika individu, tetapi juga dengan pengembangan sikap sosial yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Pendidikan karakter menjadi kunci Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 277 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Ainun Jariyah. Ika Khaironi dalam mempersiapkan generasi masa depan yang cerdas secara intelektual serta matang secara emosional, sosial, dan spiritual. 1 Dalam konteks pendidikan agama Islam, pendidikan karakter memainkan peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran agama, serta membentuk perilaku positif yang mendukung pencapaian tujuan kemanusiaan yang lebih Salah satu tujuan yang mengintegrasikan nilai pendidikan karakter adalah Sustainable Development Goals (SDG. , yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada SDGs, terdapat beberapa tujuan yang secara langsung berkaitan dengan pendidikan dan pembentukan karakter, seperti Tujuan 4 yang menekankan pentingnya penyediaan pendidikan berkualitas dan peningkatan kesempatan untuk belajar sepanjang hidup. Tujuan lainnya, seperti Tujuan 16 yang berfokus pada perdamaian, keadilan, dan lembaga yang kuat, juga sejalan dengan pentingnya pengajaran nilai-nilai karakter untuk membentuk individu yang bertanggung jawab, peduli terhadap orang lain, dan memiliki kesadaran sosial. Pendidikan agama Islam sebagai alat untuk membentuk karakter sangat relevan dalam mendukung pencapaian SDGs 2030, karena Islam mengandung prinsip-prinsip dasar yang mendukung pembangunan manusia secara holistik, mencakup aspek spiritual, sosial, dan moral. Melalui pendidikan agama Islam, nilai-nilai seperti kejujuran, kedamaian, saling menghormati, dan tanggung jawab sosial dapat dikembangkan. 4 Dengan demikian, diharapkan pendidikan karakter yang berlandaskan agama Islam dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera, selaras dengan tujuan SDGs 2030. Sebagai salah satu lembaga kesejahteraan sosial anak. LKSA Aisyiyah Babat ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan sosial anak-anak disana akan tetapi berfokus juga pada pemenuhan pendidikan terkhusus Pendidikan karakter yang dimana para anak asuh di LKSA Aisyiyah Babat memiliki latarbelakang dari keluarga yang beragam, seperti keluarga broken home, keluarga tidak mampu, bahkan juga anak jalanan. LKSA Aisyiyah Babat berperan dalam mendidik serta membentuk karakter yang baik bagi anak-anak disana dengan cara menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kemandirian, dan percaya diri. Selain itu, dalam aspek keagamaan, anak-anak di LKSA Aisyiyah Babat juga dituntut untuk selalu shalat Herlini Puspika Sari. AuPendidikan Karakter di Era Society 5. 0: Analisis Pemikiran Ibnu Miskawaih,Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah 8, no. : 356Ae57, https://doi. org/10. 25299/al-thariqah. 2 Ilham Suwandi dan Muchamad Rifki. AuPendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar dalam Perspektif Islam Abstrak,Ay Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam 2 . : 1Ae12. 3 Alvira Oktavia Safitri. Vioreza Dwi Yunianti, dan Deti Rostika. AuUpaya Peningkatan Pendidikan Berkualitas di Indonesia: Analisis Pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. ,Ay Jurnal Basicedu 6, no. : 7096Ae7106, https://doi. org/10. 31004/basicedu. 4 Safitri. Yunianti, dan Rostika. Halaman 278 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Pentingnya Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Agama Islam dalam Konteks SDGs 2030 (Studi Kasus di LKSA Aisyiah Baba. Ainun Jariyah. Ika Khaironi fardhu berjamaah, kegiatan mengaji, menmbaca zikir pagi dan petang, dan khalaqah setiap hari. Hal ini sangat relevan dengan pencapaian SDGs, terutama dalam menciptakan masyarakat yang inklusif, adil, dan damai. Pendidikan karakter yang diterapkan di LKSA Aisyiyah Babat tidak hanya melibatkan pengajaran agama, tetapi juga fokus pada pembentukan sikap dan perilaku yang akan membantu anak-anak berkembang menjadi individu yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri serta masyarakat dan bangsa. Dengan penanaman karakter yang baik seperti yang telah dijelaskan di atas, anak-anak di LKSA Aisyiyah Babat diharapkan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, peduli terhadap orang lain, dan memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan kajian lebih mendalam tentang bagaimana pendidikan karakter berbasis agama Islam dapat mendukung pencapaian SDGs , khususnya dalam konteks pendidikan di LKSA Aisyiyah Babat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan Karakter Pendidikan karakter berasal dari dua kata yaitu AuPendidikan dan KarakterAy. Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran yang mengembangkan kemampuan, bakat dan minat yang ada pada tiap individu. 6 Sedangkan karakter berasal dari kata AuCharacterAy yang artinya tabiat, watak, kepribadian. Secara istilah karakter diartikan sebagai kombinasi dari sifat, nilai, dan perilaku yang membentuk identitas seseorang. Karakter menggambarkan cara berpikir, merasakan, dan bertindak seseorang dalam berbagai keadaan. Ini melibatkan aspek moral, etika, dan kebiasaan yang menjadi landasan bagi keputusan dan tindakan seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Pendidikan karakter adalah suatu aturan atau system pembentukan dan penanaman serta pembenatukan nilai-nilai karakter kepada siswa atau peserta Pendidikan karakter yang diajarkan meliputi pengetahuan, kesadaran dan sikap berupa realisasi terhadap nilai-nilai tersebut, baik kepada Tuhan, diri sendiri, lingkungan, sehingga akan terbentuknya isan kamil yang sesuai dengan ajaran agama islam dan tuntunan zaman. 8 Dalam pengertian lain ada pendapat menurut para ahli tetang Pendidikan karakter, diantaranya sebagai berikut Menurut T. Ramli Pendidikan karakter merupakan Pendidikan yang mementingkan esensi moral serta akhlak sehingga akan membentuk individu yang berkepribadian baik. 5 Wawancara dengan Pengasuh LKSA Aisyah Babat 6 Yusri Fajri Annur. Ririn Yuriska. Dan Shofia Tamara Arditasari. AuPendidikan Karakter Dan Etika Dalam Pendidikan,Ay 2021. 7 M Rijal. AuJurnal Biology Science & Education 2014,Ay 2014. 8 Yusri Fajri Annur. Ririn Yuriska, dan Shofia Tamara Arditasari 9 T Ramli. Pendidikan Karakter (Bandung: Aksara, 2. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 279 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Ainun Jariyah. Ika Khaironi Suyanto mengungkapkan Pendidikan karakter adalah suatu cara untuk berpikir dan berprilaku yang merupakan ciri khas dari individu dalam menjalankan hidup, interaksi dengan lingkungan sekitar, bekerja sama, baik dalam ranah keluarga. Masyarakat, bangsa dan negara. John W. Santrock : Pendidikan karakter bisa juga disebut suatu proses pembelajaran yang dilakukan dengan pendekatan ke peserta didik untuk menanamkan dan menumbuhkan nilai moral agar dipahami siswa dan diterapkan di kehidupan sehari-sehari. Dari uraian Pendidikan karakter diatas, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan karakter adalah suatu proses pembelajaran untuk membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral dan etika pada individu, agar menjadi lebih baik, peduli terhadap orang lain, bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Tuhan serta lingkungan sekitar. Pendidikan ini lebih fokus pada pembentukan kepribadian dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai positif, bukan hanya pada pengetahuan atau keterampilan. Pendidikan Agama Islam sebagai Sarana Pembentukan Karakter Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang krusial dalam membentuk karakter individu, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja. Proses pendidikan ini tidak hanya terfokus pada pengajaran ilmu agama, tetapi juga pada pengembangan akhlak dan perilaku baik yang merupakan inti dari ajaran Islam. Tiga pilar utama pendidikan yang telah diajarkan dalam Islam yaitu akhlak, adab dan keteladanan. Posisi akhlak dianggap sangat penting dalam proses pendidikan manusia karena merupakan fondasi utama dalam membentuk kepribadian. Dalam Islam, akhlak memiliki nilai yang absolut, karena perbedaan antara akhlak baik dan buruk dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Manusia tanpa adanya akhlak akan kehilangan posisinya sebagai hamba Allah yang paling terhormat dikarenakan akhlak tersebutlah yang membedakannya dengan makhluk lain. Sementara itu, adab disini mengacu pada sikap yang berhubungan dengan perilaku baik dan yang terakhir adalah nilai keteladanan merujuk pada kualitas karakter yang ditunjukkan oleh seorang Muslim yang baik, mengikuti contoh Nabi Muhammad SAW. Ketiga nilai di atas merupakan pondasi penting dalam Pendidikan karakter dalam Islam. 13 Dari konsep tersebut, dapat 10 Suyanto. Urgensi Pendidikan Karakter (Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, 2. 11 John W Santrock. Perkembangan anak Jilid 1 (Jakarta: Erlangga, 2. 12 Yuli Supriani. Nurwadjah, dan Andewi Suhartini. AuKonsep Pendidikan Karakter Dalam Islam,Ay Jurnal pendidikan dan konseling 4 . : 438Ae45. 13 Suwandi dan Rifki. AuPendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar dalam Perspektif Islam Abstrak. Ay Mimbar Sekolah Dasar, 2014 Halaman 280 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Pentingnya Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Agama Islam dalam Konteks SDGs 2030 (Studi Kasus di LKSA Aisyiah Baba. Ainun Jariyah. Ika Khaironi disimpulkan bahwa pendidikan karakter memiliki hubungan yang kuat dengan pendidikan Islam. Seperti yang telah dikatakan di atas bahwasanya sebagai seorang muslim yang baik harus mengikuti contoh Nabi Muhammad SAW. Jadinya, dalam pengimplemtasian Pendidikan karakter dalam Islam tercantum dalam kepribadian yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. Salah satu ayat dalam Al QurAoan dijelaskan bahwasanya Pendidikan karakter ini sudah ada sejak zaman Rasul. Segala hal yang ada dalam diri Rasulullah SAW adalah pencapaian karakter bagi umat di seluruh jagat raya. Maka dari itu bisa dikatakan bahwasanya penumbuhan karakter yang paling baik bagi anak adalah Pendidikan sebagaimana kepribadian yang dimiliki oleh Rasulullah. Lalu, apa saja nilai-nilai karakter yang dijunjung dalam konteks Pendidikan Agama Islam? Ajaran Islam menekankan beragam nilai karakter yang memiliki urgensi dalam membentuk pribadi yang baik dan bermoral. Diantaranya adalah kejujuran (Shid. , seorang Muslim diharapkan untuk selalu berbicara dan berprilaku jujur. Kedua adalah keadilan (Ad. , salah satu prinsip penting dalam islam adalah keadilan. Pentingnya bersikap adil dalam segala tindakan adalah salah satu hal yang penting dalam membangun karakter yang Ketiga, kesederhanaan (TawadduA. , dalam Islam diajarkan untuk selalu bersikap rendah hati dan tidak menganggap remeh orang lain. Terakhir adalah tanggung jawab (Amana. , seseorang bisa dikatakan memiliki karakter yang baik jika ia bisa amanah dalam segala hal yang ia lakukan. Ajaran-ajaran Islam di atas merupakan beberapa dari banyak hal yang bisa digunakan sebagai sarana pembentukan karakter seseorang. Suistanable Development Goals (SDG. Pada Bidang Pendidikan Suistanable Development Goals (SDG. atau yang disebut dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan Perjanjian Pembangunan Global bertujuan untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan pembangunan. Perjanjian Pembangunan Global bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan sebagai respons terhadap berbagai tantangan Pembangunan17. Secara umum, gagasan mengenai pembangunan berkelanjutan sudah lama menjadi fokus perhatian para pakar. Terdapat pula pandangan bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan merupakan pendekatan baru dalam proses pembangunan. Tujuan pembangunan berkelanjutan dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu: 14 Ibid 15 Supriani. Nurwadjah, dan Suhartini. AuKonsep Pendidikan Karakter Dalam Islam. Ay Meiliza Sari dan Muhammad Haris. AuPenanaman Nilai-Nilai Agama Islam dalam Pembentukan Karakter dan Etika Siswa di Tingkat Sekolah Dasar,Ay Islamic Education Journal 1, 1 . : 54Ae71. 17 Siti Aisyah Nurfatimah. Syofiyah Hasna, dan Deti Rostika. AuMembangun Kualitas Pendidikan di Indonesia dalam Mewujudkan Program Sustainable Development Goals (SDG. ,Ay Jurnal Basicedu 6, no. Mei 2. : 6145Ae54, https://doi. org/10. 31004/basicedu. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 281 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Ainun Jariyah. Ika Khaironi ekonomi, sosial, kelembagaan, dan lingkungan. Terdapat 17 tujuan utama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. Terdapat 17 tujuan utama SDGs antara lain : . Tanpa Kemiskinan. Tanpa Kelaparan. Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Pendidikan Berkualitas. Kesetaraan Gender. Air Bersih dan Sanitasi Layak. Energi Bersih dan Terjangkau. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Industri. Inovasi dan Infrastruktur. Berkurangnya Kesenjangan. Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Penanganan Perubahan Iklim. Ekosistem Lautan. Ekosistem Daratan. Perdamaian. Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pada 17 point tersebut implementasi Pendidikan karakter di LKSA menunjang untuk mencapai tujuan yaitu Pendidikan berkualitas. Melihat kondisi Pendidikan di Indonesia saat ini masih menduduki tingkat bawah menurut hasil survey tentang system Pendidikan nasional berdasarkan PISA (Programme for International Student Assessmen. Indonesia menduduki peringkat 69 dari 80 Negara yang mengikuti penilaian, hal ini menunjukkan bahwa Sistem Pendidikan Indonesia masih dalam kategori sangat rendah dan belum sesuai dengan apa yang direncanakan dalam SDGs. Pendidikan menjadi sebuah ujung tombak kemajuan negara maka diharapkan memiliki Pendidikan yang berkualitas. Pendidikan berkualitas adalah pendidikan yang mampu memberikan pengalaman belajar yang efektif, relevan, dan menyeluruh untuk semua peserta Pendidikan ini tidak hanya terbatas pada transfer pengetahuan, tetapi juga berfokus pada pengembangan keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang membekali individu untuk berkontribusi secara positif dalam masyarakat dan dunia kerja. 20 Dari pengertian Pendidikan berkualitas dapat dilihat bahwa Pendidikan berkualitas itu tidak hanya transfer ilmu namun juga bagaimana cara membentukpeserta didik itu memiliki sikap dan karakter yang baik. Dari hal tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan karakter sangat penting dan dibutuhkan untuk membentuk Pendidikan yang berkualitas. Profil LKSA Aisyiyah Babat LKSA Panti Asuhan Putri Aisyiyah Babat merupakan Lembaga sosial anak yang beralamat di Jl. Cokroaminoto No. 72 Babat Lamongan Jawa Timur. Lembaga tersebut dibawah naungan Pimpinan Aisyiyah Cabang Babat, yang merupakan amal usaha dibidang sosial yang melayani Masyarakat khususnya pelayanan sosial pada anak. LKSA Aisyiyah babat atau disebut juga sebagai 18 Nursiwi Nugraheni Asyharul Muala. AuPeningkatan Pendidikan Berkualitas Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDG. ,Ay 6 April 2024, https://doi. org/10. 5281/Z. 19 Yosef Patandung dan Selvi Panggua. AuAnalisis Masalah-Masalah Pendidikan dan Tantangan Pendidikan NasionalAy 12, no. 20 Nurfatimah. Hasna, dan Rostika. Halaman 282 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Pentingnya Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Agama Islam dalam Konteks SDGs 2030 (Studi Kasus di LKSA Aisyiah Baba. Ainun Jariyah. Ika Khaironi Panti asuhan tidak hanya sebuah Lembaga tempat anak-anak kurang mampu, yatimpiatu, anak-anak jalanan untuk dititipkan, tetapi mereka juga dididik dengan baik, disekolahkan, diibina hingga mendapatkan hak anak sepenuhnya, yang nantinya harapannya anak-anak mampu mengenyam Pendidikan yang baik, kehidupan yang layak agar mampu mewujudkan cita-citanya dan bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara. LKSA Panti Asuhan Putri Aisyiyah Babat mempunyai 3 program kerja meliputi : Program Perlindungan. Program Pengasuhan dan Program Pelayanan. Dalam program pelayanan terdapat pelayanan sosial, pelayanan mental spiritual, pelayanan Pendidikan jangka Panjang, pelayanan fisik dan pelayanan pengembangan potensi / bakat minat anak. Dari program pelayanan di LKSA tersebut dapat dilihat bahwa di LKSA Aisyiyah babat tidak hanya sekedar memberikan kecukupan makan dan kebutuhan sehari-hari saja, melainkan juga ada yang lebih penting yaitu pelayananan mental spiritual dan Pendidikan jangka Panjang. Program pelayanan mental spiritual di LKSA AISYIYAH babat meliputi : Kegiatan keagamaan, forum Ae forum diskusi keagamaan. Bimbingan / konsultasi keagamaan. Selain itu juga terdapat Program pelayanan pendidikan jangka Panjang meliputi: Pelatihan belajar mengajar di TPA As-Sakinah untuk melatih kepercayaan diri anak untuk terjun dalam lingkungan Masyarakat. Tahfidzul qurAoan untuk anak asuh dalam asrama. Rencana program kerja jangka panjang yang akan di wujudkan tahfidzul qurAoan anak usia dini sehingga mencetak generasi qurAoani yang unggulan. Dengan adanya program layanan spiritual dan Pendidikan di LKSA diharapkan anak-anak asuh mampu mengembangkan potensi dirinya, membentuk karakter dan kepribadian yang baik serta mendapat pemahaman keagamaan yang lebih baik dan mamu diterapkan dikehidupan sehari-sehari, selain itu juga diharapkan anak asuh juga mampu dan memiliki bekal untuk hidup dan berkontribusi di Masyarakat di masa yang akan datang. Implementasi Pendidikan Karakter Di LKSA Aisyiyah Babat Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang telah dilakukan, memperoleh informasi terkait pelaksanaan atau implementasi Pendidikan karakter di LKSA meliputi aspek sebagai berikut : Aspek keagamaan Di LKSA Aisyiyah Babat terdapat pembinaan dalam aspek ibadah, berdasarkan data yang penulis peroleh berdasarkan wawancara dengan pengasuh dan observasi langsung di lapangan, memperoleh data bahwa aspek keagamaan yang diterapkan diajarkan di LKSA meliputi : Sholat Fardhu 5 waktu berjamaAoah. Tahajud berjamaAoah, kegiatan mengaji setiap hari, membaca dzikir pagi dan petang berjamaAoah. Selain itu terdapat juga kegiatan keagamaan yang jangkanya mingguan seperti kegiatan halaqoh Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 283 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Ainun Jariyah. Ika Khaironi setiap sore, materi halaqoh setiap hari berbeda-beda, diantaranya terdapat materi Tahsin. Tahfidz. Adab. Tafsir. Fiqh. Bahasa Arab dan Hadist. Kegiatan keagamaan yang dilakukan di LKSA sudah diterapkan dan dibiasakan sejak pertama LKSA berdiri, hal ini dilakukan agar anak terbiasa melakukan kegiatan tersebut dan memahami tentang ajaran agama Islam. Tidak sekedar memahami saja, namun dapat diterapkan dikehidupan sehari-sehari, baik dalam status masih menjadi anak asuh ataupun nanti lulus dan terjun di Masyarakat. Kegiatan aspek keagamaan ini bisa terlaksana dengan baik tentunya ada kerjasama dan perencanaan yang baik pula antara pengurus, pengasuh, ustadzah dan anak asuh. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi seperti anak-anak yang masih malas untuk mengikuti kegiatan, dan tantangan lainnya. Namun dari pihak LKSA selalu punya cara agar kegiatan keagamaan tersebut tetap berjalan dan dibiasakan. Aspek Moral dan Kepribadian Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di lapangan menunjukkan bahwa terdapat juga aspek moral dan kepribadian yang diterapkan di LKSA sebagai bentuk implementasi Pendidikan karakter. Aspek moral dan kepribadian yang telah dilaksanakan, diajarkan dan dibentuk dalam diri anak asuh seperti: Kejujuran. Tanggungjawab. Disiplin. Kemandirian. Percaya diri, dan lain sebagainya. Penanaman dan pembentukan nilai moral dan kepribadian ini tidak hanya dilakukan dengan sekedar materi secara lisan saja, namun juga dengan contoh secara langsung dari para pengasuh dan Ustadzah. Dengan keteladanan dan contoh langsung maka anak asuh akan dengan mudah untuk mencerma, memahami, mengikuti dan mempratekan. Selain dengan cara pengajaran dan mencontohkan langsung, terdapat juga kegiatan lain yang menunjang pembentukan nilai moral dan kepribadian pada anak asuh, seperti kegiatan Muhadhoroh. Kegiatan muhadhoroh yaitu kegiatan berupa penyampaian pidato atau penampilan lainnya, yang ditampilkan didepan umum, kegiatan ini biasanya dilakukan satu bulan sekali. Selain itu juga anak asuh dilibatkan dalam kegiatan mengajar di TPQ (Taman Pendidikan QurAoa. yang santrinya adalah anak-anak disekitar lingkungan LKSA. Dengan kegiatan tersebut sebagai wadah agar anak terlatih untuk memiliki rasa percaya diri tampil didepan umum dan berpartisipasi untuk bisa tampil di Masyarakat. Terdapat juga kegiatan life skill yang diajarkan kepada santri untuk menumbuhkan kemandirian pada anak, life skill tersebut diantaranya: Menjahit. Memasak dan Berwirausaha. Kegiatan menjahit dan memasak dilaksanakan setiap satu pekan sekali hari ahad, dan setiap Hasil Wawancara dengan Pengasuh LKSA Aisyiah Babat 22 Hasil Wawancara dengan Pengasuh LKSA Aisyiah Babat Halaman 284 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Pentingnya Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Agama Islam dalam Konteks SDGs 2030 (Studi Kasus di LKSA Aisyiah Baba. Ainun Jariyah. Ika Khaironi libur semester, hasil dari pelatihan menjahit dan memasak ini kemudian dipasarkan baik secara online maupun offline. Dari pihak pengurus LKSA membuat pelatihan menjahit dan memasak bertujuan agar anak memiliki life skill dan membentuk kemandirian pada anak, agar nantinya ketika hidup di Masyarakat, bisa hidup dengan mandiri dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Dari uraian diatas tentang implementasi Pendidikan karakter di LKSA Aisyiyah Babat yang sampai saat ini dan kedepannya akan terus dilaksanakan dan dikembangkan agar menciptakan generasi yang baik dalam etika, moral dan pengetahuan serta dapat berguna untuk agama, bangsa dan negara. Pentingnya Pendidikan Karakter Pada Pembelajaran Agama Islam Dalam Konteks SDGs Berdasarkan penjelasan-penjelasan diatas tentang Pendidikan karakter dan implementasinya di LKSA Aisyiyah Babat menjadi gambaran bahwa pentingnya Pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI. Tantangan besar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah mutu Pendidikan yang masih sangat rendah, maka dari itu dengan adanya program SDGs khususnya bidang Pendidikan agar adanya Upaya-upaya strategis untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia. Dalam hal ini dengan menerapkan Pendidikan karakter menjadi salah satu Upaya untuk meningkatkan mutu Pendidikan. Pendidikan karakter dalam pembelajaran agama Islam yang dalam artikel ini penulis cantumkan contohnya yang sudah diterapkan di LKSA Aisyiyah Babat, sangat relevan dan penting dalam mendukung pencapaian tujuan-tujuan SDGs. Selain membekali individu dengan pengetahuan agama, pendidikan karakter juga membentuk sikap dan perilaku yang positif yang akan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih adil, berkelanjutan, damai, dan berkualitas. Oleh karena itu, mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran agama Islam dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang diinginkan. KESIMPULAN Pendidikan karakter adalah proses pembelajaran untuk membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral dan etika pada individu, dengan tujuan menghasilkan pribadi yang baik, peduli terhadap orang lain, serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Tuhan, dan lingkungan. Pendidikan ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai positif. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk akhlak, adab, dan keteladanan. Nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, kesederhanaan, dan tanggung jawab yang diajarkan dalam Islam berperan penting dalam pembentukan karakter yang baik. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 285 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Ainun Jariyah. Ika Khaironi Implementasi pendidikan karakter di LKSA Aisyiyah Babat menunjukkan bahwa pendidikan ini tidak hanya mencakup aspek keagamaan, tetapi juga moral, kepribadian, dan keterampilan hidup. Kegiatan keagamaan, pengajaran nilai moral, serta pengembangan keterampilan seperti menjahit dan memasak turut membentuk karakter anak asuh. Pendidikan karakter sangat relevan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. , khususnya dalam meningkatkan kualitas Dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran agama Islam, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil, damai, berkelanjutan, dan berkualitas, serta mendukung pencapaian SDGs di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA