Vol. No. 2, 2021, pp. DOI: https://doi. org/10. 32698/jhns. Contents lists available at Journal Global Econedu Journal of Health. Nursing and Society ISSN: 2807-3517 (Prin. ISSN: 2807-3509 (Electroni. Journal homepage: http://jurnal. org/index. php/jhns Self-concept of adolescent in orphanage Konsep Diri Remaja Panti Asuhan Fany Assyifa Putri1*). Netrawati Netrawati1 Universitas Negeri Padang. Indonesia Article Info ABSTRACT Article history: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sifat remaja yang mudah mengalami kegoyahan emosional dan gegabah yang menyebabkan remaja tidak mudah untuk mempertahankan emosinya yang positif sehingga pada tahap perkembangan remaja sering menunjukkan perilaku agresif baik kepada teman, orang tua maupun kepada orang lain yang lebih muda. Pada masa remaja banyak kondisi yang turut membentuk pola kepribadian dan tingkah laku seperti keadaan fisik, keadaan emosi, konsep diri, dan minat pendidikan. Terjadinya perubahan tingkah laku baik itu di lingkungan keluaga maupun lingkungan sekitar serta mampu mengendalikan diri dipengaruhi oleh konsep Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa adanya remaja yang tinggal di panti asuhan belum sepenuhnya menerima keadaan dirinya bahwa telah tinggal di panti asuhan, ada remaja yang kurang menghargai pendapat orang lain, ada beberapa remaja yang bersikap egois dan menang sendiri, adanya remaja merasa kurang percaya diri dan malu-malu saat bersosialisasi. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan konsep diri remaja Panti Asuhan Aisyiyah Padang ditinjau dari aspek pengetahuan, harapan, dan penilaian yang dilaksanakan di Panti Asuhan Aisyiyah Padang (Cab. Muaro Penjalinan. Cab. Ampang, dan Cab. Nanggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja Panti Asuhan Aisyiyah Padang pada tingkatan SLTP (SMP/MTs sederaja. dan tingkatan SLTA (SMA/MA/SMK sederaja. dan sampel penelitian ini berjumlah 92 orang siswi remaja Panti Asuhan Aisyiyah Padang. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengadministrasikan angket konsep diri remaja panti asuhan melalui google form dengan model skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum konsep diri remaja yang dilaksanakan di Panti Asuhan Aisyiyah Padang (Cab. Muaro Penjalinan. Cab. Ampang, dan Cab. Nanggal. berada pada kategori tinggi dengan persentase 66,3%. Received Aug 16th, 2021 Revised Sept 19th, 2021 Accepted Oct 21th, 2021 Keyword: Konsep diri Remaja Panti asuhan A 2021 The Authors. Published by Global Econedu. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Putri. Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: fanyassyifap@gmail. Pendahuluan Setiap manusia berkembang sesuai dengan tahapan perkembangan dengan tugas yang harus dilaksanakan oleh masing-masing individu. Tahapan perkembangan manusia memiliki berbagai tingkatan yang dimulai saat manusia tersebut lahir hingga manusia tersebut tiada. Setiap ahli memiliki beberapa macam tahapan perkembangan manusia tergantung pada aspek masing-masing tahapan perkembang, yaitu aspek kognitif, afektif dan perilaku (Agustriyana dan Insan, 2. Dilihat dari aspek perilaku, maka tahapan Self-concept of adolescent in orphanage . perkembangan manusia terbagi ke dalam delapan tahapan perkembangan yaitu tahap perkembangan kepercayaan vs kecurigaan, hingga tahap integritas vs keputusasaan. Dari delapan tahap perkembangan manusia, tahap remaja menjadi tahap yang berbeda dari tahap-tahap yang lain. Perbedaan itu disebabkan oleh adanya perubahan perkembangan fisik maupun psikis pada individu yang membawanya kepada perubahan Masa remaja . dimulai saat manusia berada pada masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun (Agustriyana dan Insan, 2. Jahja . masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Hurlock . pada masa remaja banyak kondisi yang turut membentuk pola kepribadian dan tingkah laku seperti keadaan fisik, keadaan emosi, konsep diri, dan minat pendidikan. Terjadinya perubahan tingkah laku baik itu di lingkungan keluaga maupun lingkungan sekitar serta mampu mengendalikan diri dipengaruhi oleh konsep diri. Blith dan Trager . alam Prayitno, 2. konsep diri adalah pendapat atau gambaran seseorang tentang dirinya sendiri, baik menyangkut materi, fisik . maupun psikis . osial, emosi, moral, dan kogniti. yang dimiliki seseorang. Konsep diri merupakan kesadaran seseorang mengenai siapa dirinya. Reski. Taufik, & Ifdil . konsep diri yang menyangkut fisik merupakan pendapat seseorang tentang segala sesuatu yang menyangkut bentuk tubuhnya, sedangkan konsep diri kognitif merupakan pendapat tentang kecerdasan memecahkan masalah. Konsep diri bukanlah sifat bawaan, melainkan berkembang dari pengalaman yang terus menerus. Konsep diri mempengaruhi tingkah laku individu. Sumanto, 1998 . alam Aufirandra dan Khairani, 2. konsep diri merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkah laku, jadi konsep diri adalah salah satu aspek yang perlu dikembangkan karena konsep diri merupakan pendapat seseorang tentang dirinya sendiri baik yang menyangkut pemahaman mental maupun pemahaman fisik. Dalam menilai diri sendiri remaja cenderung menilai keadaannya yang terkadang mereka sendiri belum meyakini kebenarannya. Jania & Netrawati . setiap individu cenderung mengembangkan konsep diri yang didasarkan pada berbagai karakteristik yang dimiliki pada dirinya sehingga individu memiliki kecenderungan untuk berperilaku sesuai dengan konsep dirinya. Wahyu. Taufik, dan Ilyas . kecenderungan berperilaku dalam konsep diri pada dasarnya mengandung gambaran diri yang termasuk persepsi tentang diri, perasaan, kepercayaan, persepsi, nilai-nilai yang berhubungan dengan dirinya. Konsep diri dikatakan juga citra self atau self image yang mempersatukan gambaran mental tiap-tiap individu terhadap dirinya sendiri (Marjohan, 2. Perubahan yang terjadi dalam diri dan diluar diri membuat mereka memiliki persepsi yang negatif tentang dirinya dan mempengaruhi perkembangan konsep dirinya (Wahyu. Taufik, dan Ilyas, 2. Penelitian yang dilakukan Dika dan Dian . yang meneliti tentang konsep diri ditinjau dari dukungan teman sebaya pada remaja di Panti Asuhan Qosim Al-Hadi Semarang, terungkap bahwa mayoritas remaja Panti Asuhan Qosim Al-Hadi Semarang merasakan dukungan teman sebaya dalam kategori tinggi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa remaja Panti Asuhan Qosim Al-Hadi Semarang memiliki tingkat konsep diri yang berada dalam kategori tinggi. Selain itu, penelitian yang dilakukan Kharisma dan Ratna . yang meneliti tentang konsep diri dan kebermaknaan hidup pada remaja di panti asuhan, terungkap bahwa diperoleh data hasil penelitiannya mengungkapkan konsep diri remaja di Panti Asuhan Sunu Ngesti Tomo Jepara berada pada kategori tinggi. Tingginya konsep diri yang dimiliki subyek penelitian, dimungkinkan oleh beberapa hal. Remaja di panti asuhan tersebut cenderung telah dapat menerima kenyataan bahwa mereka memang tinggal di panti asuhan. Meski tidak lagi tinggal bersama orang tua, mereka telah menemukan keluarga baru, yaitu pengurus panti dan teman-teman yang senasib. Desmita . konsep diri seseorang tidak terbentuk sejak lahir melainkan dibentuk dari proses belajar sejak masa pertumbuhan sampai pada tingkat kedewasaan. Didalam pembentukan konsep diri, yang mempengaruhinya adalah lingkungan, pengalaman, dan pola asuh orang tua. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa konsep diri remaja di panti asuhan banyak yang berada pada kategori tinggi. Meskipun remaja panti asuhan tidak tinggal bersama orangtua ataupun keluarga, tetapi hal ini tidak membuat konsep diri yang dimiliki menjadi negatif yang akan menghambat tugas-tugas perkembangan yang dimiliki remaja di panti asuhan tersebut. Peran pengurus panti asuhan senantiasa menjadi salah satu faktor terbentuknya konsep diri yang dimiliki remaja di panti asuhan. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan peneliti dengan 3 remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang pada tanggal 29 dan 30 Maret 2021 diperoleh beberapa informasi yang bertujuan untuk mengetahui konsep diri remaja. Wawancara yang dilakukan kepada 3 remaja, 2 diantaranya adalah siswa yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Remaja A memiliki beberapa prestasi yang diantaranya juara 2 lomba tartil, juara 2 tilawah se-kabupaten, harapan 1 tilawah se-kota Padang, dan juara 1 tilawah panti sekota Padang. Remaja ini memiliki harapan untuk lulus pada SBMPTN, termotivasi dengan orang sukses yang dilihat di media sosial, memiliki beberapa potensi, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Namun remaja Journal homepage: http://jurnal. org/index. php/jhns Putri. & Netrawati. Journal of Health. Nursing and Society Vol. No. 2, 2021, pp. ini merasa bahwa dirinya adalah orang yang egois dan masih merasa kurang percaya diri. Selain itu, remaja B juga merupakan remaja yang berprestasi. Prestasi yang dimiliki remaja ini adalah mewakili kota Padang untuk lomba nasyid di Solok, lomba pidato se-kecamatan Kuranji, juara 2 lomba nasyid se-kelurahan Ampang. Remaja ini memiliki motivasi yang tumbuh dari dalam diri, bisa bernyanyi, berpidato, mengaji, menjahit, dan merasa pintar meskipun belum puas dengan hasil yang diperoleh, serta memiliki harapan untuk bersekolah di Al-Azhar Mesir. Sedangkan remaja C merasa dirinya egois, tidak adanya toleransi dalam diri, bertempramen tinggi, tidak adanya motivasi dalam diri, dan tidak memiliki potensi diri. Dengan hasil yang beragam pada pelaksanaan wawancara, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai konsep diri remaja panti Penyelenggaraan konseling dari konsep diri yang dimiliki remaja perlu untuk diterapkan. Adapun layanan yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah: . Layanan Informasi adalah layanan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas/kegiatan untuk menentukan suatu arah tujuan (Prayitno & Amti. Layanan informasi yang diberikan dengan materi meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan target dalam kehidupan sehari-hari, dan menerima sesuatu yang telah dimiliki. Layanan Orientasi adalah layanan yang dilakukan untuk memperkenalkan sesuatu yang baru terhadap lingkungan yang dimiliki individu tersebut (Prayitno & Amti, 2. Layanan orientasi ini memberikan pengetahuan baru kepada siswi remaja panti asuhan. Pelaksanaan penelitian yang menggunakan google form membuat beberapa remaja panti kurang memahami dalam menyelesaikan pengisian angket tersebut. Oleh karena itu, peneliti menyediakan fasilitas seperti HP dan laptop untuk membantu remaja panti yang tidak memiliki gadget. Namun dalam situasi tersebut ada beberapa remaja panti yang tidak bisa mengerjakan angket dan mengaplikasikan penggunaan gadget secara baik. Hal ini membuat peneliti harus memberikan layanan orientasi dengan baik dan benar agar remaja bisa percaya diri dalam mengaplikasikan penggunaan gadget seperti laptop/komputer di sekolah. Layanan Bimbingan Kelompok merupakan layanan yang diberikan kepada individu dengan memanfaatkan dinamika kelompok dengan tujuan agar individu yang ikut serta akan memperoleh pemahaman baru terkait topik yang dibahas. Penggunaan layanan bimbingan kelompok lebih banyak untuk penanggulangan permasalahan belajar, sosial, pribadi dan karir (Firman. Karneli & Hariko, 2. Layanan bimbingan kelompok ini diberikan dengan topik bebas sehingga remaja panti bebas mengemukakan pendapatnya yang membantu dalam membentuk rasa kepercayaan diri kepada remaja tersebut. Metode Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang. Sampel penelitian dibatasi hanya untuk remaja Panti Asuhan Aisyiyah Padang pada tingkatan SLTP (SMP/MTs sederaja. dan tingkatan SLTA (SMA/MA/SMK sederaja. dengan menggunakan teknik systematic random sampling. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengadministrasikan angket konsep diri remaja panti asuhan melalui google form dengan model skala Likert. Hasil dan Pembahasan Hasil analisis deskriptif secara keseluruhan konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 1 Kategori Sangat tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat Rendah Total Interval Ou137 Persentase Dari tabel 1 dapat dideskripsikan secara umum konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang berada pada kategori tinggi sebanyak 61 orang siswi remaja dengan persentase 66,30%. Kemudian dilanjutkan pada kategori cukup tinggi sebanyak 26 orang siswi remaja dengan persentase 28,26%, pada kategori sangat tinggi sebanyak 5 orang siswi remaja dengan persentase 5,43%, sedangkan tidak ada siswi remaja panti yang berada pada kategori rendah dan sangat rendah. Jadi dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa konsep diri remaja berada pada kategori yang tinggi. Journal homepage: http://jurnal. org/index. php/jhns Self-concept of adolescent in orphanage . Selanjutnya untuk melihat rincian yang akan dijabarkan pada hasil penelitian mengenai konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang yang dilihat dari masing-masing aspek konsep diri yaitu pengetahuan, harapan, dan penilaian. Pengetahuan Berdasarkan data yang telah diolah, gambaran konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang yang berkaitan dengan aspek pengetahuan dapat dilihat pada tabel Tabel 2 Kategori Interval Persentase Sangat tinggi Ou63 Tinggi Cukup tinggi Rendah Sangat Rendah Total Dari tabel 2 dapat dideskripsikan secara umum konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang yang ditinjau dari aspek pengetahuan berada pada kategori cukup tinggi sebanyak 47 orang siswi remaja dengan persentase 51,09%. Kemudian dilanjutkan pada kategori tinggi sebanyak 37 orang siswi remaja dengan persentase 40,22%, pada kategori sangat tinggi sebanyak 8 orang siswi remaja dengan persentase 8,07%, sedangkan tidak ada siswi remaja panti yang berada pada kategori rendah dan sangat rendah. Jadi dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa konsep diri remaja ditinjau dari aspek pengetahuan berada pada kategori yang cukup tinggi. Harapan Berdasarkan data yang telah diolah, gambaran konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang yang berkaitan dengan aspek harapan dapat dilihat pada tabel Tabel 3 Kategori Sangat tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat Rendah Total Interval Ou38 Persentase Dari tabel 3 dapat dideskripsikan secara umum konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang yang ditinjau dari aspek harapan berada pada kategori tinggi sebanyak 50 orang siswi remaja dengan persentase 54,53%. Kemudian dilanjutkan pada kategori cukup tinggi sebanyak 26 orang siswi remaja dengan persentase 28,26%, pada kategori sangat tinggi sebanyak 16 orang siswi remaja dengan persentase 17,39%, sedangkan tidak ada siswi remaja panti yang berada pada kategori rendah dan sangat rendah. Jadi dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa konsep diri remaja ditinjau dari aspek harapan berada pada kategori yang tinggi. Penilaian Berdasarkan data yang telah diolah, gambaran konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang yang berkaitan dengan aspek penilaian dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4 Kategori Sangat tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat Rendah Total Interval Ou32 Journal homepage: http://jurnal. org/index. php/jhns Persentase Putri. & Netrawati. Journal of Health. Nursing and Society Vol. No. 2, 2021, pp. Dari tabel 4 dapat dideskripsikan secara umum konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang yang ditinjau dari aspek penilaian berada pada kategori tinggi sebanyak 57 orang siswi remaja dengan persentase 61,96%. Kemudian dilanjutkan pada kategori sangat tinggi sebanyak 19 orang siswi remaja dengan persentase 20,65%, pada kategori cukup tinggi sebanyak 14 orang siswi remaja dengan persentase 15,22%, sedangkan pada kategori rendah sebanyak 2 orang siswi remaja dan tidak ada siswi di kategori sangat rendah. Jadi dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa konsep diri remaja ditinjau dari aspek penilaian berada pada kategori yang tinggi. Rekapitulasi Konsep Diri Remaja Panti Asuhan Aisyiyah Padang Pengetahuan Harapan Penilaian Keseluruhan Gambar 1 Dari grafik diatas dapat dideskripsikan rekapitulasi konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang yang ditinjau secara keseluruhan dan berbagai aspek. Secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dengan persentase 66,3%. pada kategori cukup tinggi dengan persentase 28,26%. pada kategori sangat tinggi dengan persentase 5,43%. dan tidak ada siswi pada kategori rendah dan sangat rendah. Dilanjutkan dengan masing-masing aspek konsep diri. Aspek pengetahuan berada pada kategori cukup tinggi dengan persentase 51,09%. pada kategori tinggi dengan persentase 40,22%. pada kategori sangat tinggi dengan persentase 8,7%. dan tidak ada siswi pada kategori rendah dan sangat rendah. Aspek harapan berada pada kategori tinggi dengan persentase 54,35%. pada kategori cukup tinggi dengan persentase 28,26%. pada kategori sangat tinggi dengan persentase 17,39%. dan tidak ada siswi pada kategori rendah dan sangat rendah. Aspek penilaian berada pada kategori tinggi dengan persentase 61,96%. pada kategori sangat tinggi dengan persentase 20,65%. pada kategori cukup tinggi dengan persentase 15,22%. dan tidak ada siswi pada kategori rendah dan sangat Simpulan Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan terlebih dahulu maka konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang secara umum berada pada kategori tinggi. Dari segi aspek menyatakan bahwa: Konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang ditinjau dari aspek pengetahuan berada pada kategori cukup tinggi dan . Konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang ditinjau dari aspek harapan berada pada kategori tinggi. Konsep diri remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Padang ditinjau dari aspek penilaian berada pada kategori tinggi. Referensi