PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Gereja Sehat: Tinjauan Biblika tentang Konsep Gereja Sehat Berdasarkan Surat 1 Korintus 3 Alex Stefanus Ginting Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara alex_stefanusginting91@gmail. Abstract: This article discusses a healthy church based on 1 Corinthians 3 and how that implies a healthy church in modern times. This is very necessary because at this time there are many unhealthy churches that are full of divisions. Paul's letter to Corinth is used as the basis for this research because Paul taught the Corinthian church which was sick at that time how to be a healthy church. The method used in this study is a qualitative method by executing the text of 1 Corinthians 3:16-17 to find the characteristics of a healthy church and taking data from other supporting books. The research found the following characteristics of a healthy church: First, a healthy church must grow, second, a healthy church must be united and third, a healthy church, the Temple of the Holy Spirit. So the current church that is sick must apply the three findings above in its church by teaching the congregation so that the congregation can support the ministry so that the church becomes healthy. Keywords: Healthy Church. biblikal studies. 1 Corinthians 3:16-17 Abstrak: Artikel ini membahas tentang Gereja sehat yang didasarkan pada 1 Korintus 3 dan bagaimana mengimplikasikan gereja yang sehat itu di zaman moderen. Hal ini sangat perlu karena pada saat ini ada banyak gereja yang tidak sehat yang penuh dengan perpecahan. Surat Paulus ke Korintus dijadikan dasar dalam penelitian ini karena Paulus mengajarkan kepada gereja Korintus yang pada saat itu sakit bagaimana menjadi gereja yang sehat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adadalah metode kualitatif dengan mengeksegesa teks 1 Korintus 3:16-17 untuk menemukan ciri gereja sehat dan mengambil data dari buku-buku lain yang mendukung. Dari penelitian tersebut ditemukan ciri gereja sehat itu sebagai berikut: Pertama. Gereja Sehat Pasti Bertumbuh. Kedua. Gereja Sehat Harus Bersatu dan ketiga. Gereja Sehat Bait Roh Kudus. Jadi, gereja saat ini yang sakit harus menerapkan ketiga temuan di atas didalam gerejanya dengan cara mengajarkan kepada jemaat supaya jemaat dapat mendukung pelayanan sehingga gereja menjadi sehat. Kata kunci: Gereja Sehat. studi biblika. 1 Korintus 3:16-17 Pendahuluan Allah mendirikan gereja-Nya di bumi untuk memperluas kerajaan Allah. Gereja merupakan tubuh Kristus yang memiliki dimensi organisasi dan organisme. (Rajagukguk 2. Gereja memiliki fungsi untuk menyembah, bersekutu, pemuridan, penlayanan dan (Wagner 2. Pada saat fungsi-fungsi gereja tersebut berjalan dengan baik maka gereja menjadi sehat dan bertumbuh baik secara kualitas maupun secara kuantitas. (Wongso 2. Masalah yang timbul saat ini adalah banyaknya gereja yang tidak sehat bahkan para pemimpin gereja tidak menyadari bahwa gereja mereka tidak sehat. Kondisi gereja yang tidak sehat akan menghambat pertumbuhan gereja seperti yang dikatakan Setiawan dan Yulianingsih bahwa. Aykeadaan gereja yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya menghambat pertumbuhan gerejaAy. (Setiawan and Yulianingsih 2. Keadaan gereja yang tidak sehat membuat gereja menjadi duniawi, segala program dan kegiatan yang ada di dalam gereja tersebut bersifat duniawi. Gereja yang tidak sehat ini sering diombang-ambingkan rupa-rupa pengajaran dan terbawa arus teknologi. Salah satu gereja yang bersifa duniawi adalah gereja Korintus sehingga Paulus menegur gereja itu. Sebagai pemimpin gereja kita PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 juga harus belajar dari teguran Paulus tersebut supaya gereja yang kita gembalakan menjadi gereja yang sehat. Gereja Korintus merupakan gereja yang dirintis oleh Paulus di sebuah kota perdagangan yang kaya. Kebudayaan, ilmu pengetahuan dan keagaman sudah berkembang di kota ini. Keagamaan orang Korintus ditunjukkan dengan banyaknya kil di Kota tersebut. Di sisi lain kota ini terlenal dengan sensualitasnya . emuasan hawa nafs. (Fee and Stuart 2. Kota perdagangan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat membuat kota ini dikunjungi oleh banyak orang dari segala penjuru dunia. Kehadiran banyak orang dari bebagai latar belakang mempengaruhi jemaat yang ada di kota Korintus tersebut. Perbedaanperbedaan di dalam jemaat Korintus itu tidak hanya terdapat di bidang sosial, kebangsaan, dan ekonomi, tetapi juga dalam doktrin dan etika hal itu memicu konflik di tengah-tengah jemaat (Drane 2. Gereja Korintus merupakan gereja yang penuh dengan pengetahuan dan karuania-karunia Roh, tetapi justru karunia-karunia itu dijadikan sebagai sebuah kesombongan bagi beberapa orang. Gereja Korintus merupakan cerminan gereja yang ada di masa moderen ini, gereja yang tidak sehat, penuh permasalahan dan kesombongan. Pada saat ini antara gereja-gereja terjadi persoalan dan saling menyombongkan diri. Gereja-Gereja yang beraliran pentakostal menganggap gereja luteran tidak ada kuasa Roh Kudus sebaliknya gereja aliran luteran menganggap gereja-gereja yang beraliran pentakostal mengikuti prasaan semata. (Dayton 2. Permasalahan yang dialami jemaat Korintus masih terjadi dijemaat moderen sehingga ajaran untuk menjadikan gereja sehat oleh Paulus kepada jemaat di Korintus relefan untuk diajarkan pada jemaat di zaman moderen ini. Untuk itu penelitia akan membahas apa saja ciri gereja sehat berdasarkan pengajaran Paulus di surat 1 Korintus 3? Dan bagaimana pengajaran itu dapat diimplelentasikan di gereja masa kini? II. Metode Penelitian Dalam proses pengumpulan data pada penelitian ini, penulis lebih menggunakan metode pendekatan kualitatif yang berakar pada latar alamiah sebagai keutuhan, mengandalkan manusia sebagai alat penelitian, memanfaatkan metode kualitatif, mengadakan analisis secara induktif terhadap teks Alkitab dengan pendekatan hermeneutik dan studi kepustakaan untuk menemukan teori-teori dasar Grounded Theory. (Moleong 2. Teks Firman Tuhan yang ada di 1 Korintus 3 dianalisa sebagai sumber data primer dan studi kepustakaan dari buku-buku lain mendukung untuk menyelidiki tinjauan biblika tentang konsep gereja sehat berdasarkan surat 1 Korintus 3. Hasil dan Pembahasan Paulus menuliskan surat kepada jemaat di Korintus untuk menjawab masalah-masalah yang sedang dihadapi di Gereja tersebut. Surat Paulus ini diilhami Roh Kudus dan menjadi dogtrin bagi orang Kristen moderen untuk dapat mengembalakan gereja menjadi gereja yang Teks yang menjadi sumber artikel ini dari surat 1 Korintus 3 yang berisi peran gembala sidang dalam gereja lokal supaya gereja menjadi sehat. Surat ini sangat relefan untuk di PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 analisa karena apa yang dihadapi oleh gerja abad pertama di Korintus juga dihadapi oleh jemaat pada masa kini. Gereja Sehat Pasti Bertumbuh . : 1-. Gereja yang ada di Korintus merupakan gereja yang sakit karena jemaat masih memiliki pikran duniawi atau istilah yang dipakai Paulus manusia duniawi. Gereja yang sakit pasti tidak bertumbuh, sehingga perlu bagi Paulus yang merintis gereja itu untuk menasehati dan mengajar mereka supaya mereka berubah dan menjalankan gereja yang sehat. Paulus berkata:Ay Aku tidak bisa berkata kepadamu saudara-saudara seperti berkata kepada manusia rohani karena kamu masih manusia duniawi yang belum dewasa di dalam KristusAy. Paulus menyapa jemaat itu sebagi saudara-saudaranya, kata saudara berasal dari kata teleios yang menunjukkan bahwa jemaat itu sudah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Sebagai orang yang merintis jemaat Korintus rasul Paulus mempunyai harapan bahwa jemaat itu menjadi dewasa secara rohani. Tetapi kenyataanya jemaat itu masih hidup sebagai manusia duniawi atau bayi rohani. Itu sebabnya Paulus berkata:Aysaya tidak bisa berbicara kepada kamu seperti kepada orang yang sudah dewasa secara rohaniAy. Paulus memakai kalaimat dalam bentuk aorist indikatif dan aorist infinitive untuk menunjukkan bahwa jemaat itu benar-benar masih bayi secara rohani. Jemaat yang masih bayi rohani tidak dapat mencerna makanan yang keras sehingga Paulus memberikan mereka makanan rohani susu. Jemaat yang seharusnya sudah dewasa ini tetap dalam keadaan bayi dalam bahasa Yunani nepioi artinya keadaan jemaat yang sangat mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran yang berkembang saat itu. (Fee and Stuart 2. Paulus menyatakan kamu masih bayi rohani untuk mengkontraskan dengan harapan Paulus seharusnya jemaat itu sudah dewasa secara rohani. Paulus memakai kata sambung tetapi . , supaya jemaat itu menyadari keberadaannya yang masih bayi rohani walaupun seharusnya sudah dewasa rohani. Jemaat Korintus selain mudah diombang-ambingkan filsafat duniawi, jemaat itu juga memiliki sifat cemburu antara yang satu dengan yang lain. Warren Wiersbe menyatakan bahwa,Aysifat cemburu . jemaat Korintus dipengaruhi oleh budaya bersaing di Kota Korintus sebagai salah satu kota perdagangan yang makmur. Di tengah-tengah masyarakat Korintus ada banyak persaingan dalam perdagangan dan hal itu juga masuk ke dalam gereja. Jemaat itu bersaing satu dengan yang lain sehingga menjadi gereja yang tidak sehat. Jemaat itu menjadi jemaat yang tidak sehat dan sulit untuk bertumbuhAy. (Wiersbe 2. AuGolongan neo-sophisme sangat mempegaruhi jemaat itu, dimana golongn ini merupakan golongan yang suka berdebat sehingga membentuk golongan-golongan. Ay(Spittler 1. Jemaat yang masih muda tersebut ditawan oleh filsafat duniawi dari hari kesehari sehingga terjadi perpecahan di dalam jemaatAy. (J. Wesley Brill 2. Selain pegaruh filsafat yang sangat tinggi di Kota Korintus, jemaat Korintus juga dipengaruhi oleh ibadah penyembahan berhala yang sudah berkembang sebelum di di Kota Korintus. Di kota Korintus ada banyak tampat penyembahan seperti kuli penyembahan kepada dewi Aprodite . ewi Cint. , di dalam kuli tersebut ada 1000 pelacur bakti yang PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 dianggap sacral untuk memenuhi nafsu para penyembah. Teo Cristi menambahkan bahwa,Aysetiap hari Hierodulli . elacur bakt. memenuhi kuil dewi Aprodite dan sorenya mereka turun dari bukit Akropolis untuk menjajakan diri di jalan-jalan kota Korintus. (Christi 2. Oleh sebab pengaruh duniawi tersebut jemaat yang seharusnya semakin rohani justru semakin duniawi. Jemaat yang rohani merupakan jemaat yang dikendalikan oleh Roh, kata rohani bersal dari kata pneumatikos yang artinya seseorang yang sudah dikendalikan roh, tetapi kenyataanya masih manusia duniawi karena pengaruh hikmat dan kejahatan seks di kota Korintus. Manusia duniawi tidak siap dibentuk oleh Firman Tuhan yang diajarkan kepada mereka. Kata duniawi berasal dari kata Yunani sarkikos, yang walupun sudah ada Roh Kudus dalam hatinya tetapi masih berperilaku duniawi. Pristiwa yang terjadi di abad pertama di kota Korintus juga masih di alami oleh gereja lokal pada saat ini. Anggota jemaat yang satu bersaing dengan anggota jemaat yang lain, ada sifat iri dan cemburu antara para hamba Tuhan. Gereja yang satu cemburu dengan gereja yang lain, hal ini menunjukkan ketidak dewasaan mereka. Chamblin menanggapi keadaan jemaat yang bertengkar demikian. Aukeangkuhan mengakibatkan pertengkaran dan pada saat pertengkaran terjadi kita bukan hanya bertengkar dengan manusia tetapi dengan AllahAy. (Chamblin 2. AuJadi pertengkaran dan perpecahan jemaat di korintus menunjukkan ketidak dewasaan jemaat ituAy. (Marxsen 2. Gereja yang sehat pada saat jemaat menjadi dewasa secara rohani dimana jemaat itu hidup dipenuhi Roh Kudus dan hidup sesuai dengan Firman. Sproul menyatakan bahwa,Aypada saat jemaat mengikuti Firman dan dikendalikan oleh Roh Kudus maka penyembahan, pemuridan, persekutuan, penginjilan dan pelayanan sosial berfungsi dengan baik. (Sproul 2. Kelima fungsi gereja berjalan dengan baik membuat gereja sehat dan gereja yang sehat pasti bertumbuh. Jemaat yang dipenuhi Rah Kudus dan tinggal dalam Firman pasti memiliki karakter Kristus dan menjadi saksi bagi orang lain. Dia selalu mempelajari Firman, tekun berdoa, rela untuk dibersikan serta taat melakukan firman dan kasih. Gereja Sehat Harus Bersatu . : 4-. Pada saat seorang menjadi dewasa secara rohani maka tidak ada perpecahan atau pengelompokan golongan. Paulus menasehati jemaat Korintus yang menunjukkan Paulus menegaskan bahwa pelayanan adalah milik Tuhan dan hanya Tuhan yang memberikan pertumbuhan sementara hamba-hamba Tuhan hanya pekerja Tuhan sesuai dengan karunianya masing-masing. Sementara jemaat di Korintus masih memiliki sifat faksionalisme artinya sifat menonjolkan diri atau golongan sehingga terjadi perpecahan di dalam gerejaAy. (Setiawan n. ) Paulus meenjelasakan secara detail di pasal 3 apa yang sudah dikatakan Paulus pada pasal1:18-2:16. Jemaat itu mengelompokkan diri mereka sesuai dengan pemimpin favorit mereka. Ada empat kelompok yang membuat golongan-golongan sesuai dengan ketertarikan mereka terhadap pemimpin. Golongan Paulus terdiri dari kaum Libertin, mereka mendengar khotbah Paulus tentang kemerdekaan Kristen yang menimpulkan bahwa mereka dapat hidup seenaknya, golongan Kefas terdiri dari kaum Legalistik yang terdiri dari orang Yahudi dan bukan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Yahudi yang takut akan Tuhan sebelum masuk Kristen. Golongan Apolos terdiri dari kaum Filsuf yang mengikuti pandangan Yunani dan golongan Kristus terdiri dari kaum Mistik yang menekankan hal-hal supra alami. (Drane 2. Paulus menegaskan bahwa bahwa baik Apolos maupun dirinya hanyalah hamba Tuhan. Kata hamba dalam bahasa aslinya diakonos yang artinya seorang pekerja yang mengejakan apa yang diperintahkan tuannya. Abineno menjelaskan. AuDiantara pelayan itu tidak ada perbedaan kualitatif, mereka sama-sama rendah dan tidak ada yang lebih mulia atau lebih berharga dari yang lain. Ay(Abineno 1. Apolos dan Paulus masing-masing melakukan pekerjaan yang ditugaskan Tuhan Yesus kepada mereka. Mereka tidak dipanggil untuk menjadi pemimpin golongan atas nama mereka sendiri. Sebaliknya, tugas mereka adalah membawa orang kepada Kristus. Persatuan akan terjadi di dalam jemaat pada saat jemaat itu satu visi untuk kemuliaan Tuhan dan semua hamba Tuhan bekerja sesuai dengan karunianya masing-masing. Hamba Tuhan bekerja sebagai pekerja Tuhan, dan mempertangung jawabkan semua pelayanannya kepada Tuhan. Hamba Tuhan Sebagai Pekerja Tuhan Gereja akan bersatu apabili gereja memahami bahwa Tuhan Yesus menjadi pemberi pertumbuhan dan hamba-hamba Tuhan mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan Tuhan. Paulus memakai analogi pertanian untuk menunjukkan bahwa baik Apolos maupun dirinya adalah hamba. Paulus berkata: AuAku menanam. Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama. dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya Karena kami adalah kawan sekerja Allah. kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. Korintus 3: 6-. Hillyer menjelaskan. AuPerbuatan mereka baik menanam maupun menyiram adalah satu dan saling melengkapi, karenanya tidak selayaknya menjadi sebab perpecahan, masing-masing mempunyai tanggung jawab sendiri dan masing-masing akan menerima upah, sesuai dengan pekerjaan. Ay(Hillyer 1. Menanam merupakan karunia yang diberikan Tuhan dan tugas ini dipercayakan Tuhan kepada Paulus, sedangkan Apolos mendapat karunia sebagai penyiram, yang menyirami jemaat dengan pengajaran Firman Tuhan. Kedua-duanya bekerja tanpa ada yang lebih tinggi diantara karunia yang menjadi tugas mereka dalam pelayanan. Hanya Allah satu-satunya pemberi kehidupan yang menyebabkan benih itu dengan kuasa Roh Kudus menjadi hidup. Pekerjaan menanam dan menyiram akan selesai tetapi pekerjaan menumbuhkan berlangsung terus sampai masa penuaian. Dengan menyatakan bahwa Allahlah yang memberi pertumbuhan. AuPaulus bermaksud agar dia dan Apolos tidak ditinggikan karena pelayanan mereka, melainkan Allah yang membangun gereja tersebut sampai kesudahannya, yang harus Ay(Ibrahim 1. Kita tidak boleh lebih mengagumi satu hamba Tuhan walaupun ia sangat rajin dari pada yang lain karena hamba-hamba Tuhan hanya pekerja Tuhan. Itu sebabnya Paulus menasehati mereka supaya tetap menjaga kesatuan sebagai ciri gereja yang PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Paulus berkata:"Kamu adalah ladang Allah, bangunan AllahAy. Paulus beralih dari analogi pertanian ke analogi bangunan. Barclay menjelaskan. AuSetiap gereja adalah bagian dari sebuah gedung besar, dan bahwa setiap orang Kristen adalah batu yang merupakan bagian bangunan gedung gereja itu. Ay(Newman 1. Yesus Kristus mati dikayu salib untuk menebus dosa manusia, untuk menyatakan kasih karuanianya bagi umat pilihan-Nya. Paulus berkata:AySesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. : 10-. Paulus mengingatkan jemaat Korintus bahwa dia merintis gereja mereka sebagai "ahli " frasa ini terdiri dari kata sophos, artinya"bijaksana" dan kata architektsn yang artinya "arsitek", jadi seseorang yang sangat pandai dalam merancang sebuah bangunan dan membangunyaAy. AuSeorang ahli bangunan jauh lebih berharga dari pada tukang bangunanAy. (Strong 1. Paulus sedang mempetangung jawabkan kerasulannya di jemaat Korintus yang diragukan oleh jemaat itu. Paulus berkata bawah,Aydia bukan sembarang pekerja, tidak hanya tukang kayu tetapi seorang arsitek yang merancang dan membangun bangunan tersebut. Paulus membangun diatas Yesus sebagai batu penjuru dan batu penjuru itulah yang mempersatukan segalanya dalam gereja itu. Paulus berbicara mengenai seluruh bangunan yang dipersatukan bersama-sama sehingga rapi tersusun dan tumbuh menjadi bait Allah yang kudus, sebagai bangunan masing-masing bagian itu penting selama diikatkan pada Kata yang digunakan untuk Bait Allah adalah naos dan hieron. Kata Hieron menunjukkan Bait Allah secara keseluruhan dengan bagian-bagian secara lengkap. (Strong 1. Bangunan terdiri dari batu-batu yaitu jemaat, dan setiap pelayan adalah tukang Setiap tukang bangunan harus benar-benar membangun dengan dasar yang kuat sehingga bangunan itu kokoh. Pelayan memiliki peran yang besar dalam pekerjaan Jadi, hamba Tuhan harus sungguh-sungguh melayani dengan baik di atas dasar Firman Tuhan supaya jemaat bertumbuh, tetapi memberikan kuasa kepada Tuhan dalam menumbuhkan iman jemaat serta hanya Dia yang berhak menerima kemuliaan. Gereja yang sehat terjadi apabila ada kesatuan, dan kesatuan itu sangat ditentukan oleh pemahaan hamba Tuhan dan jemaat bahwa hamba Tuhan hanya alat Tuhan, yang menjadi dasar pelayanan adalah Tuhan Yesus dan juga Dia saja yang memberi pertumbuhan sehingga kita harus memuliakan Tuhan saja. Hamba Tuhan Bekerja Sesuai Karunianya . : 12-. Paulus menasihati setiap pemimpin Kristen di gereja Korintus untuk berhati-hati dalam membangun bait Allah di Korintus . : 10. Paulus mencoba menjelaskan kepada jemaat Korintus bahwa. AuSetiap pelayan Tuhan masing-masing harus bertanggung-jawab atas pekerjaannya di hadapan Tuhan, sehingga tidak ada alasan untuk mengganggap pelayan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 sebagai pribadi yang dapat diunggulkan. Ay(Abineno 1. Semua akan melayani Tuhan sesuai dengan karunia masing-masing. Paulus menjelakan bagiamana Allah akan menilai setiap pekerjaan hamba-hamba Tuhan yang melayani sesuai karuniaNya. Brill menjelaskan. AuCara tiap-tiap orang membangun di atas dasar Kristus itu menentukan macam upahnya, sebab tiaptiap orang akan menerima upah sesuai dengan pekerjaannya. Ay(J. Wesley Brill 2. Paulus berkata:Ay Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian , tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api Au. Membangun Bait Allah menjadi tipologi bagaimana jemaat di Korintus di bagun. Pemahaman Paulus akan bangunan Bait Allah sangat dipengaruhi oleh cara membangun Bait Allah di Israel. Salomo membangun Bait Allah dan kemudian Herodes juuga membangun bait Allah di Perjanjian Baru mereka semua membangun Bait Allah dengan bahan-bahan yang berkualitas tinggi. Menurut David Ibrahim Bait Suci dibangun dengan mengunakan bahan emas, perak dan batu permata yang berkualitas tinggi untuk membangun Bait Allah tersebut. Di dalam Bait Allah emas dan Perak melapisi permukaan bangunan dan barang-barang dalam Bait Allah. Batu permata yang mahal dalam bahasa aslinya lithos tidak menunjukkan perhiasan tetapi batu marmer yang digunakan untuk bangunan seperti Bait Suci (Markus 3: Ay. (Ibrahim 1. Selanjutnya David E. Hall menyatakan bahwa. Auambang pintu Bait Suci terbuat dari kayu langka, mahal dan kualitas tinggi, tetapi pada saat Bait Allah terbakar maka tetap terbakar bebeda dengan emas, perak dan batu permata. (Hall 1. Bahan bangunan lainnya adalah batu bata, pada saat pembuatan batu bata maka tukang akan mengenakan Jerami sebagai bahan yang menguatkan batu bata yang terdapat dari tanah liat. AuBatu Bata ini umum digunakan dalam pembangunan bangunan besar di wilayah Mediterania. Bahan jerami yang paling tidak berkualitas dan mudah terbakar yang digunakan supaya pada saat batu bata dibakar maka batu itu tidak ratakAy. (Hall 1. Pekerjaan semua orang akan diuji pada hari Tuhan datang untuk menjemput gerejanya. Petrus berkata:AyTetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Petrus 3:10, juga ayat 7 dan . Guthrie menyatakan bahwa,AyUjian ini mengingatkan kita supaya kita membangun dengan kualitas terbaik di atas Kristus, bangunlah iman kita diatas bahan yang paling berkualitas dan dengan cara terbaik. Berlatihlah supaya ahli dalam hal-hal kerohanian, doa, pelayanan, kesetiaan, ibadah, persekutuan, pengajaran firman dan melayani sesuai dengan karunia masing-masingAy. (Guthrie 2. Orang Percaya akan menerima Mahkota sesuai dengan bahan apa ia membangun imannya . : 14-. Setiap pelayanan membuahkan hasil, semua pelayan sama tapi mereka mempunyai karunia yang berbeda dan pekerjaan dalam bidang yang berbeda. Setiap pekerjaan merupakan suatu kepercayaan yang telah diberikan Tuhan sesuai dengan kasih PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 karunia yang diberikan Tuhan. Pekerjaan tersebut akan mendapat upah sesuai dengan usaha mereka masing-masing. Dalam I Korintus 3: 13-14 dicatat. AuJika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam apiAy. : 14-. James Strong menyatakan bahwa,Aykata upah di dalam bahasa aslinya adalah misthos, yang artinya upah yang diberikan atas jasa pekerjaan yang dilakukan seseseorang. Kata ini lebih luas berarti pengakuan oleh Tuhan untuk kualitas iman, moral dan tindakan seseorang. Kata ini bisa juga sebagai balasan karena kejahatan tetapi di dalam nas ini menunjukkan kepada mahkota yang akan diterima di Surga. Orang yang pekerjannya terbakar akan menderita kerugianAy. (Strong 1. Sutanto juga menyatakan bahwa kata "Menderita kerugian" dalam bahasa aslinya hanya satu kata yaitu zemios, yang artinya penyebab kecelakaan atau memberikan hukuman. Di dalam nas ini seseorang yang menderita akan kehilangan sesuatu artinya akan menderita, mengalami kesulitan dan dihukumAy(Sutanto Orang yang menderita kerugian tersebut tetap selamat. Seperti yang dikatakan Ladd bahwa kata selamat berasala dari kata sszs yang artinya bebas dari bahaya dan kematian Keselamatan merupakan kasih karunia dan orang tetap bayi rohani akan menderita seperti seseorang yang keluar dari rumah yang terbakar, dia berlari tanpa membawa apa-apa bahkan ada juga yang tidak berpakaianAy. (Ladd 1. Seperti yang ditambahkan David ,AyKasih karunia memberikan keselamatan tetapi kita harus bekerja untuk upah. dalam Perjanjian Baru ada banyak menjelaskan tentang upah. Yesus memberikan perumpamaan tentang. Perumpamaan tentang Uang Mina. Paulus meyakinkan jemaat Roma dan Korintus bahwa kita harus memberi pertanggungan jawab pelayanan kita kepada AllahAy. (Peterson 2. Ledd menyatakan bahwa,Ay Ide tentang upah begitu banyak dinyatakan di dalam Perjanjian Baru, mislanya Yesus berkata, "besar upahmu di Surga" (Matius 5:. , "upah dari Bapamu di surga" (Matius 6: . , "upah orang benar" (Matius 10:. , upah bagi orang yang merintis gereja . Korintus 3: 8, . , "diberi mahkota sepenuhnya" untuk kehidupan Kristen yang sunguh-sunguh . Yohanes . Makota dibagikan pada saat kedatangan Kristus, "Mahkota hamba-hambamu para nabi" (Wahyu 11:. , akan dibagikan di "takhta pengadilan Kristus. "(Ladd 1. Nas kita hari ini menjelaskan bahwa setiap pelayan akan menerima upahnya sesuai dengan usaha mereka masing-masing. Dalam 1 Korintus 3: 13-14 dicatat,AySekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing orangorang akan diuji dengan api itu. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam apiAy Semua pelayan hanya melaksanakan tugas masing-masing dan hasilnya itu terlihat dari upah yang diberikan kepada pelayan. Setiap pekerjaan akan diuji melalui api, sehingga terbukti siapa yang benar-benar pelayan Tuhan. Brill menjelaskan. AuCara tiap-tiap orang membangun di atas dasar Kristus itu menentukan macam upahnya, sebab tiap-tiap orang akan menerima upah sesuai dengan pekerjaannya. Ay(J. Wesley Brill 2. Gereja yang sehat adalah gereja yang menjaga kesatuan, para hamba Tuhan melayani sesuai dengan karnia masing37 PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 masing dengan rajin karena Tuhan akan memberikan mahkota sesuai dengan pelayanan Gereja Sehat Bait Roh Kudus . Gereja yang sehat merupakan persekutuan orang-orang percaya di dalam satu gereja Paulus berkata bahawa,AyKata tidak . di dalam kalimat tanya Autidakkah kamu tahu bahwa kamu sendiri adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah tinggal di dalam kamu?" . mengharapakan jawaban yang positif. (Newman 1. Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan retorika yang jawabannya harus pernyataan yang pasti. Jemaat di Korintus harus tahu oidate kata ini merupakan kata orang kedua plural perfect active indicative. (Ellingworth and Hatton 2. Kata dalam bentuk plural menunjukkan bahwa mereka yang mengetahui itu sekumpulan orang percaya atau gereja lokal tidak hanya gereja Korintus tetapi gereja lokal sepanjang abad karena dalam bentuk perfek. (Sutanto 2. Jadi di dalam gereja lokal tinggal Roh Kudus, kata tinggal . berarti didiami, atau bersemayam dalam. (Newman 1. Ini merupakan suatu kebenaran yang coba dijelaskan Paulus untuk menyatakan bahwa betapa mulianya orang percaya karena Allah dalam Roh-Nya berkenan tinggal dengan manusia. Bait Allah merupakan pernyataan di dunia akan kehadiran Allah. Ini juga menunjukkan bahwa betapa orang-orang percaya harus menjaga kehidupannya, untuk menghormati kehadiran Allah dalam diriNya dan jangan merusak bait Allah. Paulus memakai kata. Autidak tahukah kamuAy untuk membukakan suatu kebenaran yang dilupakan oleh jemaat Korintus. Paulus menjelaskan ada empat kebenaran tentang Gereja yang digambarkan sebagai Bait Roh Kudus. Empat kebenaran gereja digambarkan dengan artinya kumpulan orangorang Kudus. Bait Roh Kudus tempat kediaman Allah serta Bait Roh kudus itu tidak boleh dibinasakan dan Bait Roh Kudus itu kudus. Keempat kebenaran ini adalah kebenaran yang mendasar harus diterima secara positif. Pertama. Kumpulan Orang Percaya . 16b, 17. Paulus jemaat di Korintus bahwa mereka adalah Bait Roh Kudus terdapat di dalam kalimat naos theou este secara literal kalimat ini berarti kamu . adalah bait Roh Kudus. Kata kamu digunakan dalam bentuk jamak sampai empat kali dalam ayat 16-17 menunjukkan bahwa Bait Roh Kudus itu adalah jemaat Korintus secara keseluruhan. (Hall 1. Orang percaya secara personal memiliki hubungan yang erat dengan orang percaya secara kolektif. Tidak mungkin ada jemaat . ebagai suatu perkumpulan orang yang percay. , jika tidak ada pribadi-pribadi yang sepakat untuk berkumpul bersama sehingga menjadi sebuah kumpulan kolektif. (Hillyer 1. Donald Guthrie juga mengatakan bahwa. Aukeseluruhan orang percaya sebagai tempat kediaman Allah, juga berarti setiap orang Kristen adalah rumah Allah. Ay(Guthrie 2. Dalam ayat 17 bagian akhir, kalimat yang menegaskan Bait Roh Kudus sebagi kumpulan orang percaya secara kolektif adalah gar naos tou theou hagios estin, hoitines este humeis karena konstruksi kalimat ini jamak dimana kalimat hoitines este humeis diterjemahkan Bait Roh Kudus itu kalian semua atau orang percaya yang ada di Korintus. Berdasarkan uraian di atas, jelaslah bahwa bait Roh Kudus yang dimaksudkan dalam bagian ini adalah jemaat sebagai kumpulan orang percaya. Pengenaan makna ini menguatkan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 kebenaran yang jelas terlihat dalam penggunaan kata ekklesia yaitu menunjuk kepada kesatuan gereja dalam keanekaragamannya. (Ladd 1. Kedua. Bait Allah Adalah Tempat Kediaman Allah (Ay. Pengajaran Paulus tentang bait Roh Kudus dalam ayat 16c ini adalah bahwa bait Roh Kudus merupakan tempat kediaman Roh Kudus. Hal ini terlihat dalam kalimat to pneuma tou theou oikei en humin. Kata Oikei adalah kata kerja present aktif indikatif untuk orang ketiga tunggal. (Sutanto 2. Berdasarkan ayat ini, jelaslah bahwa kumpulan orang percaya adalah habitation of God. Sebagaimana bangunan bait Allah merupakan lambang tempat kediaman Allah ditengahtengah umat Israel, maka di dalam jemaat. Allah berdiam ditengah-tengah mereka. Jemaat adalah umat yang ditebus oleh Allah sendiri, sebagaimana Israel adalah umat yang dipilih Allah sendiri. Makna dari frasa ini hanya dapat dipahami dengan baik jika frasa ini dikaitkan dengan frasa sebelumnya dalam bahasa Yunani naos tou theou. Sebagaimana pandangan di atas, dapatlah dikatakan bahwa Paulus mengadopsi gagasan dari PL dan mengenakannya dalam pengajaran mengenai bait Allah kepada jemaat Korintus, bahwa bait Allah adalah tempat kediaman Allah, sebuah perwujudan pengharapan yang baru tentang pemulihan umat Allah. Sehubungan dengan hal ini. Donald Guthrie menyatakan Hal ini bukan hanya memperlihatkan adanya perkembangan dalam pemikiran, yaitu menggantikan hal yang bersifat lahiriah dengan yang bersifat batiniah, tetapi juga memperlihatkan bahwa suatu bangunan yang khusus bagi kediaman Allah tidak dibutuhkan lagi. Betapa pun bernilainya tempat kediaman Allah bagi Israel, namun Jemaat Kristen tidak memerlukan suatu tempat seperti itu. Gagasan tentang bangunan betul-betul menjadi kiasan dan karena itu bersifat rohani. (Guthrie 2. Dengan demikian, dalam konteks ini, kumpulan orang percaya dipandang sebagai tempat kediaman Allah. Allah tidak saja hadir dalam bangunan fisik, tetapi juga dalam komunitas . yang dipilih-Nya. Akan tetapi, pandangan ini tidak boleh diartikan bahwa orang umat Allah tidak perlu lagi beribadah di dalam sebuah bangunan. Memang, kehadiran Allah lebih penting dari pada bangunan, tetapi Ia juga menghendaki agar umat-Nya beribadah kepada-Nya di suatu tempat yang dikhususkan bagi-Nya, yaitu gereja. Ketiga. Bait Allah Itu Harus Dipelihara (Ay. Bait Roh Kudus harus dipelihara supaya tetap kudus. Di dalam ayat 17 dikatakan bahwa. AuJika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus. Au Allah serius akan kekudusan Bait Roh Kudus sehingga ia memberikan peringatan keras bagi orang yang membinasakan Bait Roh Kudus. Allah akan membalas orang yang membinasakan Bait Roh Kudus. Pembalasan disini menurut Hillyer. AuBukan terdorong karena dendam, tetapi tidak dapat dihindarkan, sebab orang yang bertanggung jawab itu ternyata oleh perbuatannya sudah menolak penyelamatan Allah. Ay(Hillyer 1. Jadi. Allah benar-benar akan menghukum orang yang membinasakan Bait Allah. Kata membinasakan memakai kata, peteiro yang artinya merusakkan, menghancurkan, menyianyiakan untuk menyatakan sesuatu yang dilayukan atau dipudarkan atau dilisutkan dengan berbagai cara dan secara figuratif digunakan untuk menyatakan sesuatu yang diruntuhkan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 melalui pengaruh moral. (Ibrahim 1. Merusak Bait Roh Kudus dimaksukan adalah dengan mengajarkan ajaran sesat atau filsafat dunia ini sehingga jemaat menjadi hidup duniawi dan tidak memuliakan Tuhan. Para pendeta harus menjaga jemaat supaya tidak ada ajaran palsu. Bahaya pengajar palsu yang bisa menyusup ke tengah jemaat dan akan merusak kehidupan berjemaat, bisa merusak umat-Nya, yang berarti melawan Kristus. Berquist menjelaskan. AuDisini ada peringatan yang cukup jelas untuk menjadikan para pendeta berpikir sejenak sebelum ia merusak gereja agar ia dapat membinasakan dirinya sendiri. Ay(Berquist 1. Konsekuensi dari tindakan merusakkan bait Roh Kudus adalah AuAllah akan merusakkan dia yang artinyai Allah akan mengambil bagiannya dari buku kehidupan atau ia tidak akan mendapat bagian dalam buku kehidupan. Mememperhatikan semua uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa Bait Roh Kudus harus dipelihara, tidak boleh dirusakkan atau dicemari dengan cara apapun. Barangsiapa merusakkan Bait Roh Kudus. Allah akan membuat perhitungan dengannya. Pemeliharaan bait Roh Kudus berkaitan pembangunannya, yaitu pembangunan rohani, dan hal ini dapat terjadi jika para pengajar jemaat sebagai rekan sekerja Allah . melakukannya dengan menjaga kemurnian pengajaran mereka. Orang yang dengan sengaja membuat bait Allah rusak akan berurusan dengan Allah sendiri karena adalah milik Kristus . Keempat. Bait Allah Adalah Kudus (Ay. Gereja yang sehat apabila jemaat yang berkumpul di dalamnya sudah kudus secara posisi. Di dalam nas ini Paulus mengatakan supaya tidak ada yang membinasakan Bait Allah karena Bait Allah itu kudus. Kata kudus berasal dari kata hagios yang akar hatanya hagos sesuatu yang istimewa, yang suci, murni dan Jadi kata hagios berhubungan dengan keadaan suci, murni, terpisah, yang secara moral sempurna, tak bersalah atau bercacat cela. Di dalam Perjanjian Lama kata kudus adalah qadosy yang artinya terpisah, dikhususkan dan kudus merupakan sifat dasar Allah. Gereja sebagai Bait Allah harus kudus dimana secara posisi kita dikuduskan oleh darah Kristus, dan dalam pengalaman sehari-hari Bait Allah harus dijaga kekudusannya. (Douglas 1. Kekudusan Bait Allah sangat erat hubungannya dengan kehadiran Allah, dimana Allah akan menguduskan mereka yang berkumpul dalam nama Tuhan. Jadi di dalam gereja yang sehat harus memiliki ajaran yang kudus sesuai dengan Firman Allah dan semua yang dikerjakan sesuai dengan otoritas Roh Kudus. Hikmat Duniawi adalah Kebodohan . : 18-. Filsafat yang berkembang di sekeliling jemaat Korintus mempengaruhi jemaat itu sehingga Paulus menekankan kepada jemaat supaya tidak terpengaruh oleh hikmat para filusuf itu yang disebutnya hikmat duniawi. Membangun gereja yang sehat harus dengan cara Allah, karena Allah yang membangun gereja. Para pengikut filsafat duniawi pada saat itu menyeombongkan dirinya walaupun sesuguhnya moral mereka sangat rendah. Paulus menasehatkan jemaat di Korintus tersebut supaya Aujangan menipu diri sendiriAy seperti pengikut filsafat dunia tersebut. Yakub Tri Handoko menyatakan bahwa,Ayperpecahan yang ada di Korintus lebih karena jemaat itu terbuai dengan filsafat duniawi yang sepertinya hebat PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 tetapi moral pengikitnya rendahAy(Handoko 2. Paulus menyimpulkan bagian ini supaya jemaat itu jangan berjalan sesuai dengan hikmat manusia dan jemaat melihat pemimpin rohani sebagai hamba Konklusi ini menyatakan dua pokok yaitu tentang hikmat dunia dan posisi para pemimpin rohani. Paulus ingin menasehati jemaat Korintus supaya tidak menganggap diri mereka berhikmat dan supaya memiliki perspektif yang benar tentang para pemimpin yang pernah melayani mereka. Perasaan jemaat sudah dewasa karena mereka berpikir filsafat dunia meraka pahami, tetapi kenyataannya mereka masih bayi rohani, jemaat itu tertipu oleh ajaran palsu dari hikmat dunia. Alur pemikiran Paulus di pasal 3:18-23 cukup mudah untuk Pemunculan ungkapan Aujanganlah ada orang yang. Ay di ayat 18 dan 21 secara jelas membagi perikop ini menjadi dua bagian. Ayat 18-20 membahas tentang larangan untuk menipu diri sendiri dengan menganggap diri berhikmat, sedangkan ayat 21-23 berisi larangan untuk memegahkan diri pada manusia. Fee menyatakan bahwa,AyPaulus mengatakan mereka tertipu karena pelayanan mereka sia-sia dan binasa, tetapi mereka merasa berhikmatAy. Jemaat itu merendahkan ajaran Paulus sebagai ajaran untuk bayi, sehingga Paulus menyatakan bahwa mereka memang masih bayi. (Fee and Stuart 2. Jemaat Korintus telah dipengaruhi oleh konsep hikmat yang duniawi sehingga menjadi sombong: mereka memandang injil sebagai kebodohan, begitu pula dengan Paulus sebagai pemberitanya. Menghadapi situasi seperti ini Paulus mengajarkan dengan tegas bahwa injil memang kebodohan bagi dunia, tetapi kebodohan itulah yang telah membuat orang-orang berhikmat terlihat bodoh . :18-. Jemaat Korintus telah menjadi bodoh karena mengkultuskan kepemimpinan manusia, walaupun sebenarnya mereka memiliki hak dipimpin langsung oleh Tuhan melalui hambahamba-Nya. Kita dipimpin oleh Tuhan melalui hamba-hamba-Nya dan Firman-Nya. Sebagai milik Allah maka hidup dan mati kita dikendalikan oleh Allah baik saat ini maupun pada masa yang akan datang. Tuhan bertanggung jawab atas kehidupan kita sebagai hamba-Nya. IV. Kesimpulan Gereja di Kota Korintus merupakan gereja yang dirintis oleh Paulus, sesuai dengan waktu harapan Paulus jemaat itu sudah dewasa tetapi jemaat itu masih duniawi. Walaupun jemaat itu sudah percaya kepada Tuhan Yesus dan Roh Kudus sudah ada di dalam hatinya tetapi jemaat itu masih memiliki pikiran duniawi. Paulus menegur jemaat itu supaya jemaat itu berbalik menjadi gereja yang sehat. Gereja yang sehat lebih mementingkan kehendak Roh Kudus dari pada kepentingan pribadinya. Gereja yang sehat memiliki ciri gereja yang bertumbuh secara kualitas dan kuantitas. Gereja itu penuh dengan rasa kekeluargaan dimana semua pemimpin hidup sebagai hamba Tuhan, jemaat melihat mereka sebagai hamba Tuhan sehingga kemuliaan hanya bagi Tuhan, para pemumpin dipakai Tuhan sesuai dengan Gereja yang sehat itu merupakan bait Roh Kudus dimana jemaat merupakan kumpulan orang percaya. Allah yang berdiam didalamya sehingga gereja itu dikuduskan Allah dan kekudusan itu harus kita pelihara di dalam kuat kuasa Tuhan, jemaat bersama pemimpin tidak diperdaya oleh hikmat dunia ini. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Referensi