Plagiarism Checker X Originality Report Similarity Found: 25% Date: Friday. December 27, 2024 Statistics: 538 words Plagiarized / 2175 Total words Remarks: Medium Plagiarism Detected - Your Document needs Selective Improvement. ------------------------------------------------------------------------------------------PENGARUH USIA PEMBERIAN MP-ASI DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 12-23 BULAN DI DESA GEDUNGBOYOUNTUNG Siti Sholikha1*. Viola Distiar Hawa Yunarta2. Husnul Muthoharoh3 1,2,3Sekolah Vokasi. Prodi D i Kebidanan. Universitas Islam Lamongan. Jl. Veteran No. 53 A Lamongan Email : sholikhasiti@gmail. com Stunting merupakan suatu keadaan yang menggambarkan riwayat kekurangan gizi yang disertai dengan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi yang terjadi dalam jangka waktu yang lama. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting akan tampak pada saat bayi berusia 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Pemberian MP-ASI Dini Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 12-23 Bulan. Penelitian ini merupakan studi observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah balita usia 12-23 bulan di Desa Gedungboyountung Sedang sampel yang digunakanyang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 96 yang diambil secara Simpel Total Sampling. Hasil uji statistik pengaruh usia pemberian dan jenis MP-ASI pertama terhadap stunting menunjukkan nilai p = 0,073 dan p = 0,415, maka tidak terdapat pengaruh usia pertama pemberian MPASI terhadap risiko kejadian stunting pada balita usia 12-23 bulandi Desa Gedungboyountung. Kesimpulan penelitian ini adalah Usia pemberian MP-ASI dan jenis MP-ASI tidak berpengaruh terhadap risiko kejadian stunting pada balita usia 12-23 bulan di Desa Gedungboyountung. Kata Kunci : Balita. MPASI. Stunting ABSTRACT Stunting is a condition that describes a history of malnutrition accompanied by stunted growth due to malnutrition that occurs over a long period of time. Malnutrition occurs when the baby is in the womb and at the beginning of the baby's birth, however, stunting conditions will appear when the baby is 2 years old. This study aims to analyze the effect of giving early MP-ASI on the incidence of stunting in toddlers 12-23 months. This research is an analytical observational study with a cross sectional This research data uses secondary data. The population in this study was 108 toddlers aged 12-23 months in Gedungboyountung Village. Meanwhile, the sample used was 97 who met the inclusion and exclusion criteria, taken using simple random sampling. The results of statistical tests on the influence of the age of first giving MP-ASI and the type of first MP-ASI on stunting show a value of p = 0. 073 and p = 0. 415, so there is no effect of the age of first giving MP-ASI on the risk of stunting in toddlers aged 12-23 months in Gedungboyoutung Village. The conclusion of this research is that the age at which MP-ASI is given and the type of MP-ASI does not influence the risk of stunting in toddlers aged 12-23 months in Gedungboyoutung Village. Keywords : Toddlers. MPASI. Stunting PENDAHULUAN Stunting ialah problematika mengenai gizi kronis pada anak dengan tanda yaitu panjang atau tinggi badan lebih pendek dibanding anak seusia. Stunting ialah status gizi yang penilaiannya dilihat berdasar indeks PB/U maupun TB/U. Hasil tersebut menggunakan cut off point yaitu ambang batas (Z - scor. dikategorikan pendek/stunded (<-2 SD sampai dengan -3 SD) serta sangat pendek/ severely stunded (<-3SD) (Kementrian Kesehatan RI, 2. Anak yang memiliki status gizi stunting di dunia terdapat sekitar 155 juta . ,9%), dilihat dari perbandingan usia dengan pertumbuhan menurut standar WHO. Anak yang memiliki status gizi stunting sebagian besar terdapat di Benua Afrika dan Asia. Indonesia berada pada ranking lima dibawah Pakistan . %). Congo . %). India . %), dan Ehtiopia . %). (World Health Organization (WHO), 2. Stunting mengacu pada keadaan panjang atau tinggi anak yang lebih pendek dibanding yang seumuran. Stunting diakibatkan kurangnya gizi saat 1. 000 hari pertama kehidupan (HPK). Riskesdas 2018 menyebut jika jumlah kejadian stunting Indonesia berdasarkan umur masih sangat tinggi, yaitu 12,8% terjeadi diusia 0-23 bulan, 11,5% umur 0-59 bulan, dan 6,7% umur 5-12 tahun. Jika masalah stunting di Indonesia dipadankan dengan standar Aupublic health problemAy sesuai standar WHO yaitu 20% maka stunting menjadi masalah kesehatan di seluruh provinsi Indonesia (Kementrian Kesehatan RI, 2. Anak usia 12-23 bulan masuk ke masa 1. 000 HPK, kelompok tersebut paling berpengaruh dalam menentukan status gizi pada usia selanjutnya. Berdasarkan data Riskesdas Indonesia tahun 2018, anak usia 12-23 bulan merupakan angka paling tinggi terhadap kejadian stunting dibandingkan kelompok umur yang lainnya yaitu 15,3 % sangat pendek dan 22,4% pendek (Kementerian Kesehatan RI. Status gizi anak dipengaruhi banyak faktor seperti faktor langsung berupa makanan . asa dalam kandungan. ASI, serta Makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan riwayat sakit anak, lalu faktor tidak langsung yaitu pengetahuan ini. Kesehatan lingkungan, dan pendapatan keluarga. Stunting dengan antropometri TB/U menunjukkan tanda adanya permasalahan pada gizi dan kronis (Fikrina, 2. Anak umur 0-6 bulan membutuhkan air susu ibu (ASI) saja untuk kebutuhan gizinya. Saat usia anak >6 bulan, anak dapat diberi MP-ASI untuk nutrisi tambahan guna pertumbuhan normal. Pemberhentian asupan ASI serta pemberian MP-ASI terlalu dini akan berisiko menderita kejadian stunting (Prihutama, 2. Berdasarkan penjabaran tersebut, saya memiliki ketertarikan guna meneliti ada atau tidaknya pengaruh usia awal pemberian serta jenis MP ASI pertama terhadap risiko stunting pada balita usia 12-23 bulan di Desa Gedungboyountung. METODE Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian observasi analitik yaitu mencoba menganalisis pengaruh antara usia pemberian dan jenis MP-ASI dengan risiko stunting tersebut. Desain yang dipakai ialah cross sectional oleh karena pengumpulan data hanya satu kali pengamatan pada setiap subjek (Notoatmodjo, 2. Penelitian ini menggunakan data sekunder Poskesdes Gedungboyountung untuk melihat pengaruh pemberian MP-ASI terhadap risiko stunting di Gedungboyountung. Pada penelitian ini cara pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data sudah terkumpul ditabulasi kemudian jawaban yang sama dikelompokkan dalam tabel distribusi frekuensi. Variabel independen pada penelitian ini adalah Usia pertama pemberian MP ASI dan variabel dependen pada penelitian ini adalah Resiko kejadian Stunting, analisis dilakukan uji statistik dengan Uji chi-Square. HASIL Proporsi Resiko kejadian Stunting pada balita usia 12-23 bulan Tabel 1. Distribusi Responden berdasarkan Proporsi resiko kejadian Stunting di Desa Gedungboyountung Proporsi Resiko _Frekuensi _% _ _Resiko Stunting _36 _37 _ _Normal _60 _63 _ _Total _96 _100 _ _ Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa lebgih dari separuh . %) responden berada pada proiorsi normal, sedangkan terdapat 37% respinden masuk pada kategori resiko stunting. Proporsi Usia pertama pemberian MPASI bada balita usia 12-23 bulan Tabel 2. Distribusi Responden berdasarkan usia pertama pemberian MPASI pada balita usia 12-23 bulan. Usia _Frekuensi _% _ _< 6 bulan _45 _47 _ _= 6 bulan _51 _53 _ _Total _96 _100 _ _ Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden mendapatkan MPASI pada usia yang sesuai yakni 51 balita . %) dan sisanya yaitu 45 responden ( 747%) mendapat MPASI yang tidak sesuai dengan umur pertama pe,mberian MPASI. Tabulasi silang usia Pertama pemberian MPASI dengan resiko kejadian stunting pada balita usia 12-23 bulan Tabel 3. Pengaruh usia Pertama pemberian MPASI dengan resiko kejadian stunting pada balita usia 12-23 bulan _Resiko Stunting _Total _ _ _Resiko Stunting _Normal _ _ _Usia Pertama MPASI _Jumlah _% _Jumlah _% _Jumlah _% _ _< 6 bulan _17 _38 _28 _62 _45 _47 _ _= 6 bulan _19 _37 _32 _63 _51 _53 _ _Total _36 _37 _60 _63 _96 _100 _ _ Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa responden yang mendapat MPASI pertama = 6 bulan dan memiliki resiko stunting sebanyak 17 . %) balita sisanya 28 balita masuk kategori normal, sedangkan responden yang mendapat MPASI pertama usia > 6 bulan yang memiliki resiko stunting sebanyak 19 . %) dan sisanya 32 balita . %) masuk kategori normal. Dari hasil uji chi-square didapatkan nilai p = 0,073 dan p = 0,415 sehingga H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara umur pertama pemberian MPASI dan resiko kejadian stunting pada balita usia 12-23 bulan di Desa Gedungboyountung. PEMBAHASAN Umur Pemberian MPASI balita Dari hasil penelitian didapatkan hampir separuh responden mendapat MPASI pertama pada usia = 6 bulan. Menurut Sukrita, 2018 Tidak perlu tergesa-gesa memberikan makanan saat beberapa tanda muncul, khususnya jika bayi tidak sulit dalam laktasi serta berat badan anak naik sesuai usia dan usianya. Namun masih ada 45 responden . %) yang mendapatakan MPASI pertama pada Usia < 6 bulan. Padahal menurut Sukrita 2018 Jika bayi diberi makanan terlalu cepat: ASI diganti dengan makanan lain yang nutrisinya yang lebih rendah. Kemungkinan terjadinya penyakit akan meningkat karena faktor proteksi lebih rendah, makanan lain tidak sehigienis ASI, makanan lain sulit dicerna. Begitu juga bila bayi diberi MPASI terlalu lambat juga tidak akan baik. Jika bayi diberi makanan terlalu lambat bisa menyebabkan: Nutrisi yang dibutuhkan tubuh tidak didapatkan. Terhambatnya tumbuh kembang bayi. Kurangnya gizi yang dibutuhkan tubuh dan terjadinya malnutrisi. Resiko Kejadian Stunting pada balita Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 36 balita dengan resiko stunting dan 60 balita dengan kategori normal. Menurut WHO 2010 ada banyak faktor yang menjadi penyebab stunting antara lain: Faktor keluarga dan rumah tangga Faktor maternal yaitu nutrisi yang tidak cukup saat prakonsepsi, kehamilan, serta laktasi, infeksi pada anak, rendahnya tinggi badan ibu, kehamilan usia dini, kesehatan mental. Intrauterine Growth Restriction, kelahiran kurang cukup umur, kehamilan jaraknya singkat, serta hipertensi. Faktor lingkungan keluarga Stimulasi pada anak serta aktivitas yang tidak adekuat, perawatan tidak sesuai, sumber air yang buruk, makanan tidak bersih, makanan kurang, pengetahuan cara mengasuh rendah. Faktor Makanan tambahan/ komplementer yang tidak adekuat Buruknya kwalitas makanan berdampak pada nutrisi yang terkandung dan diserap tubuh. Kualitas makanan yang buruk ialah rendahnya konsumsi makanan beragam, protein hewani, nutrient serta energi yang rendah pada makanan pada MP-ASI. Cara pemberian makanan tidak sesuai, yaitu frekuensi makan saat serta sesudah sakit, konsistensinya, kuantitas mengalami penurunan, serta kesulitan makan. Makanan yang aman yaitu tidak terkontaminasi, kebersihan yang buruk, cara menyimpan dan menyiapkan makanan yang kotor. Faktor menyusui yaitu tertundanya IMD. ASI tidak eksklusif, dan laktasi < 2 tahun. Faktor infeksi yaitu diare, enteropati, penurunan nafsu makan karena infeksi, infeksi pernapasan, dan malaria. Karena banyaknya faktor lain yang memoengaruhi stunting maka resiko kejadian stunting bisa jadi disebabkan faktor lain diluar usia pertama pemberian MPASI. Pengaruh usia pertama emberian MPASI dengan resiko kejadian stunting nilai p = 0,073 dan p = 0,415 sehingga H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara umur pertama pemberian MPASI dan resiko kejadian stunting pada balita usia 12-23 bulan di Desa Gedungboyountung. Berbagai faktor dapat menyebabkan permasalahan stunting pada anak, faktor utama yang menyebabkan stunting ialah ASI dan MP-ASI yang tidak adekuat, tingginya kejadian infeksi, serta kekurangan gizi mikro. BBLR, rendahnya pendapatan orang tua, dan usia kehamilan juga merupakan faktor lain yang bisa mengakibatkankan stunting. Berdasarkan kedua faktor tersebut. MP-ASI ialah salah satu faktor yang dapat dibenahi khususnya selama masa 1000 HPK (Subandra, 2. Anak dengan MP-ASI namun tidak sesuai dengan usia pertama diberikan MP-ASI berisiko 2,8 kali menderita stunting. Hal tersebut berarti usia pertama diberikan MP-ASI memiliki hubungan dengan stunting. MP-ASI terlalu dini bisa disebabkan oleh berhentinya pemberian ASI serta pandangan yang muncul jika ASI yang tidak lancar keluarnya dapat membuat bayi jadi rewel sehingga ibu memberi MP-ASI kepada Pemberian MP-ASI terlalu dini mempengaruhi infeksi yang tinggi seperti alergi, diare, dan gangguan pertumbuhan dikarenakan pencernaan bayi belum berfungsi secara sempurna (Fitri, 2. Anak yang tidak diberikan MP-ASI sesuai dengan umurnya berpotensi tinggi mengalami diare serta nantinya akan memiliki risiko dehidrasi. Bila diare serta dehidrasi terjadi secara terus terusan akan berdampak ke pertumbuhan anak dikarenan infeksi akan berdampak pada menurunnya nafsu makan lalu pertumbuhan linear anak akan terganggu (Hanum, 2. SIMPULAN DAN SARAN Lebih dari separuh balita mendapatkan MPASI pada usia = 6 bulan. Lebih dari separuh balita masuk pada kategori balita normal. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima artinya tidak terdapat hubungan antara usia pertama pemberian MPASI dengan resiko kejadian stunting pada balita usia 12-23 bulan di Desa Gedungboyountung. DAFTAR PUSTAKA Fikrina. LT. Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Karangrejek Wonosari Gunung Kidul. Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. 2Ae7. Fitri. L dan Ernita. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan MP ASI Dini dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Ilmu Kebidanan. : 19Ae24. Hanum. NH. Hubungan Tinggi Badan Ibu dan Riwayat Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Amerta Nutrition. : 78Ae84. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Manajemen Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Kementerian Kesehatan RI. Laporan Riskesdas 2018. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI. Buletin Stunting. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Kementerian Kesehatan RI. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pekan Asi Sedunia (PAS) Tahun 2018. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat. Kementrian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indoneisa Nomor 2 Tahun 2020 tentant Standr Antropomteri Anak. : 1Ae9 Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Prihutama. NY. Rahmadi. FA. Hardaningsih. Pemberian Makanan Pendamping Asi Dini Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-3 TahunAo. Diponegoro Medical Journal . Jurnal Kedokteran Diponegoro. 1419Ae1430. Subandra. Zuhairini. Djais. Hubungan pemberian ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI terhadap Balita Pendek Usia 2 sampai 5 tahun di Kecamatan Jatinangor. Jurnal Sistem Kesehatan. : 142Ae148. World Health Organization (WHO). Training course on child growth World Health Organization (WHO). Interpretation guide. Nutrition landscape information system (NLIS) Country Profile. World Health Organization (WHO). Levels and Trends in Child Malnuutrition. INTERNET SOURCES: ------------------------------------------------------------------------------------------1% - https://jurnal. id/index. php/PJ/article/view/2121 <1% - http://eprints. id/1185/1/BUKTI AJAR MUTU. <1% - http://repositori. id/8495/4/BAB II. 1% - http://repository. id/2000/3/bab 2. 1% - https://w. com/publications/329382/hubungan-pemberian-asi-eksklusif-dan-mp -asi-dini-dengan-kejadian-stunting-pada-b <1% - http://digilib. id/20677/17/BAB i. <1% - https://jurnal. id/JPKK/article/download/224/166/ <1% https://lmsspada. id/pluginfile. php/548153/mod_resource/content/1/Mod ul metlit kuanti part 9. 1% - https://digilib. id/65318/ <1% https://w. net/publication/362774091_Hubungan_Pemberian_MP-ASI_Te rhadap_Kejadian_Stunting_Pada_Balita_Usia_6_-_24_Bulan_di_Puskesmas_Soropia <1% - https://repository. id/2806/ 1% - https://brainly. com/question/9067002 <1% https://w. com/index. php/nuscientech/article/download/1059/1013/32 <1% - https://ejournal. id/index. php/jkpd/article/view/337 <1% https://w. net/publication/332198626_Study_designs_Part_3_-_Analytical _observational_studies <1% - https://pubmed. gov/29482562/ <1% - https://oercollective. au/qualitative-research/chapter/__unknown__-29/ 1% - http://digilib. id/65318/1/1. ABSTRAK. <1% https://repository. id/bitstream/handle/123456789/33594/Laporan TA a. n Nurul A. pdf?sequence=1 <1% https://ejournal. poltekkes-denpasar. id/index. php/JGK/article/download/3080/1320 <1% https://perpustakaan. poltekkes-malang. id/assets/file/kti/1602450079/BAB_II. <1% - https://ejournal3. id/index. php/jkm/article/download/40350/31000 <1% - https://jurnal. id/jsk_ikm/article/download/28768/13615 1% https://kemkes. id/id/rilis-kesehatan/kualitas-manusia-ditentukan-1000-hari-pertama -kehidupannya <1% - https://ejournal. org/index. php/PB/article/download/4098/3095 <1% - https://media. com/media/publications/461277-none-b6f9a65c. <1% https://nationalgeographic. id/read/131262241/turunnya-cakupan-imunisasi-anak-i ndonesia-dan-krisis-kepercayaan <1% - https://repo. id/12551/5/BAB I Pendahuluan. <1% - http://repositori. id/10782/8/BAB II. <1% - https://hellosehat. com/parenting/bayi/gizi-bayi/kebutuhan-gizi-bayi/ <1% - https://e-journal. id/MGI/article/download/36446/22540/171930 <1% - https://e-journal. id/MGI/article/view/3117 <1% - http://eprints. id/3214/4/BAB i. <1% https://repository. id/dspace/bitstream/123456789/67273/1/Tasya Amalia% 20- FIKES. <1% - https://w. id/total-sampling-menurut-sugiyono-2019 <1% https://w. net/publication/354373006_Faktor-Faktor_yang_Mempengaru hi_Kejadian_Stunting_pada_Anak_Studi_Literatur <1% - http://scholar. id/52197/ <1% https://repository. id/files/skripsi/B11A/2018/B. 0078/B. 0078-07-BA B-IV-20220218125603. <1% http://103. 23/usaktiana/index. php/home/detail/detail_koleksi/9/SKR/2017/000000 1% - http://digilib. id/65318/3/3. SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN. <1% - https://al-fikry. com/contoh-soal-chi-square-dan-penyelesaiannya-pdf/ <1% https://ejournal. poltekkes-denpasar. id/index. php/JIK/article/download/1413/673 <1% - http://repository. id/557/1/SKRIPSI LENGKAP. <1% - http://repository. poltekkes-denpasar. id/7711/3/BAB II. <1% - http://eprints. id/13045/4/Chapter 2. <1% https://perpustakaan. poltekkes-malang. id/assets/file/kti/P17110203072/12. _BAB_II_. <1% - http://repositori. id/8577/6/15. BAB II. <1% https://pdfs. org/9520/cfc0e497408ed54f934ba2217b302096af24. <1% https://perpustakaan. poltekkes-malang. id/assets/file/kti/P17210193062/14. _BAB_II_. <1% https://w. net/publication/383171000_Edukasi_Pemberian_MPASI_Dini_S ebagai_Faktor_Resiko_Kejadian_Stunting <1% - https://media. com/media/publications/329382-hubungan-pemberian-asi-eksklusif -dan-mp-825104fc. <1% https://w. net/publication/335237688_Hubungan_Tinggi_Badan_Ibu_dan _Riwayat_Pemberian_MP-ASI_dengan_Kejadian_Stunting_pada_Balita_Usia_24-59_Bulan <1% - https://w. id/index. php/JIGZI/article/download/311/237 <1% - https://dohara. id/index. php/isjnm/article/download/429/361/4495 1% - https://medika. id/index. php/Medika/article/view/226 1% - http://ojs. id/index. php/mhj/article/view/732 1% - https://ejournal3. id/index. php/jnc/article/view/26992 <1% - https://eprints. id/1561/ <1% - https://kemkes. id/id/ kemenkes-launching-riskesdas-2018 <1% https://id. com/document/397428425/20181228-Laporan-Riskesdas-2018-Nasion al-pdf <1% - https://repo. id/11632/12/DAFTAR PUSTAKA. <1% - https://w. id/regulasi/17158 <1% - https://ejournal3. id/index. php/jnc/article/view/39995 <1% https://w. org/paper/PEMBERIAN-MAKANAN-PENDAMPING-ASI-DI NI-SEBAGAI-PADA-Prihutama-Rahmadi/9a29c8916438c66f0c76beff3ca6a4945d546565 1% https://perpustakaan. poltekkes-malang. id/assets/file/kti/P17110201036/16. _Daftar_P 1% - https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/jrg/article/view/8763 <1% https://w. gov/growth-chart-training/hcp/training/who-child-growth-standards-tr <1% https://kohahq. int/cgi-bin/koha/opac-detail. pl?biblionumber=32552&shelfbr owse_itemnumber=57284