Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Peningkatan Kesadaran Lingkungan melalui Aksi Bersih-Bersih dan Kampanye Pengelolaan Sampah di Ruang Publik Perkotaan Muhammad Oka Mahendra1. Isnaeni Assyifa2. Nagina Slavina3. Khoirunnisa4 Femi Nur'Aeni5 1Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya. Kota Serang. Indonesia 2Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial. Politik Dan Ilmu Hukum. Universitas Serang Raya. Kota Serang. Indonesia 3Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Studi Islam Dan Pendidikan. Universitas Serang Raya. Kota Serang. Indonesia 4Program Studi Sistem Komputer. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Serang Raya. Kota Serang. Indonesia 5Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Kota Serang. Indonesia Email penulis korespondensi: muhammadoka81@gmail. ABSTRAK Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengatasi akumulasi sampah anorganik di ruang publik Kota Serang melalui integrasi aksi bersih-bersih . lean u. dan kampanye literasi lingkungan berbasis kolaborasi multipihak. Kegiatan dilaksanakan di Alun-Alun Kota Serang dan lingkungan Universitas Serang Raya, melibatkan sinergi KKM 34 Universitas Serang Raya. Komunitas Peduli Sampah. DLH Kota Serang, dan Trash Ranger Banten. Metode implementasi mencakup tiga strategi: Operasi bersih-bersih terstruktur dengan sistem pemilahan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. , . Edukasi interaktif melalui simulasi pengelolaan sampah . osialisasi offline dan onlin. , dan . Instalasi seni daur ulang sebagai media kampanye "peduli lingkungan". Partisipan melibatkan 150 relawan dari mahasiswa, pelajar, aparatur sipil negara, dan komunitas lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan: . terkumpulnya 100 kg sampah terpilah, . peningkatan signifikan skor kesadaran lingkungan peserta, . terbentuknya inisiatif kegiatan peduli lingkungan berkelanjutan, dan . penempatan tempat sampah terpilah di beberapa titik strategis. Kendala keterbatasan partisipasi pedagang kaki lima . %) berhasil diatasi dengan rekomendasi program "Adopsi Zona Bersih". Dampak berkelanjutan termanifestasi dalam komitmen DLH Kota Serang untuk mengintegrasikan model kolaborasi multipihak ini ke dalam kebijakan pengelolaan ruang publik. Kata kunci: Aksi bersih-bersih, bank sampah mini, kesadaran lingkungan, kolaborasi multipihak, seni daur ulangi. ABSTRACT This community service program aimed to address the accumulation of inorganic waste in public spaces of Serang City by integrating clean-up actions and environmental literacy campaigns based on multistakeholder collaboration. Activities were carried out at Serang City Square (Alun-Alun Kota Seran. and the surrounding area of Serang Raya University. The program involved synergistic collaboration between KKM 34 of Serang Raya University, the Waste Care Community (Komunitas Peduli Sampa. , the Serang City Environmental Agency (DLH Kota Seran. , and Trash Ranger Banten. Implementation methods encompassed three strategies: . Structured clean-up operations using the 3R (Reduce. Reuse. Recycl. sorting system, . Interactive education through waste management simulations . ffline and online socializatio. , and . Recycled art installations as "environmental care" campaign media. Participants included 150 volunteers from university students, school students, civil servants, and environmental communities. Evaluation results showed: collection of 100 kg of sorted waste, . a significant increase in participants' environmental awareness scores, . the establishment of sustainable environmental care initiatives, and . the placement of sorted waste bins at several strategic points. The main constraint of limited participation by street vendors . %) was overcome by recommending the "Adopt a Clean Zone" program. The sustainable impact is manifested through the commitment of the Serang City Environmental Agency (DLH) to integrate this multi-stakeholder collaboration model into public space management policy. Keywords: clean-up action, environmental awareness, multi-stakeholder collaboration, recycled art, mini waste bank SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Akumulasi sampah anorganik di ruang publik merupakan tantangan lingkungan akut di berbagai kota di Indonesia, termasuk Kota Serang. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK, 2. menunjukkan bahwa kontribusi sampah plastik dan kemasan sekali pakai terus meningkat, dengan tingkat daur ulang yang masih Di Alun-Alun Kota Serang sebagai jantung aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi, fenomena penumpukan sampah anorganik . lastik, kemasan, styrofoa. pasca kegiatan harian dan akhir pekan telah mengganggu estetika, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, serta mengurangi kenyamanan masyarakat dan daya tarik wisata. Mitra utama. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, menghadapi kendala keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran untuk Partisipasi aktif dari pelaku usaha, khususnya pedagang kaki lima yang beroperasi di sekitar lokasi, juga masih terbatas . i bawah 50%), memperparah Permasalahan mendasar ini memerlukan pendekatan kolaboratif yang inovatif dan berkelanjutan. Teori collaborative governance (Ansell & Gash, 2. menekankan pentingnya sinergi multipihak dalam menyelesaikan masalah publik yang kompleks, seperti Implementasi konsep ini melalui kemitraan antara (DLH), (Universita. , komunitas (Peduli Sampah. Trash Range. , dan masyarakat dinilai efektif untuk meningkatkan cakupan dan keberlanjutan program (Emilsson & Klinton, 2. Lebih lanjut, pendekatan pendidikan lingkungan berbasis literasi dan keterampilan praktis . nvironmental literac. diakui sebagai fondasi perubahan perilaku jangka panjang (Hungerford & Peyton, 1994. UNESCO, 2. Edukasi tidak hanya meningkatkan pengetahuan . tetapi juga membentuk sikap . dan mendorong tindakan nyata . dalam pengelolaan sampah. Kampanye melalui media seni daur ulang . ecycled ar. juga terbukti ampuh sebagai soft approach untuk menarik perhatian lingkungan secara kreatif dan nonkonfrontatif (Gabrys, 2013. PPS, 2. sekaligus mendemonstrasikan prinsip Reuse secara langsung. Strategi teknis pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce. Reuse. Recycl. merupakan pilar utama dalam ekonomi sirkular dan pengurangan timbulan sampah di sumber (UNEP, 2. Implementasi sistem pemilahan di sumber, terutama di ruang publik, menjadi langkah krusial meski sering terkendala oleh kesadaran dan fasilitas yang memadai (Wilson et al. , 2. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa integrasi aksi bersihbersih . lean-u. terstruktur dengan edukasi dan penempatan infrastruktur pendukung . empat sampah terpila. dapat secara signifikan mengurangi sampah liar dan meningkatkan partisipasi masyarakat (Wesselink et al. , 2. Namun, efektivitasnya memerlukan pendampingan berkelanjutan dari berbagai pemangku Berdasarkan pustaka tersebut, solusi yang ditawarkan adalah model intervensi terintegrasi yang menggabungkan aksi langsung . lean-up 3R), edukasi literasi lingkungan interaktif . ffline-onlin. , kampanye kreatif . eni daur ulan. , dan penguatan infrastruktur dasar, yang dijalankan melalui kerangka kolaborasi multipihak. Berdasarkan analisis situasi dan tinjauan pustaka, program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengatasi permasalahan spesifik akumulasi sampah anorganik di ruang publik Alun-Alun Kota Serang dan lingkungan Universitas Serang Raya. Program ini menerapkan IPTEKS terkini dalam pengelolaan sampah . rinsip 3R, literasi lingkunga. , teknik kampanye kreatif . eni daur ulan. , dan model tata kelola kolaboratif . ollaborative governanc. yang telah teruji. Kolaborasi strategis dengan DLH Kota Serang. Komunitas Peduli Sampah. Trash Ranger Banten, dan Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Serang Raya keberlanjutan dan dampak yang lebih luas. Fokusnya adalah menciptakan solusi yang Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 tidak hanya membersihkan secara fisik tetapi juga membangun kesadaran kolektif dan mekanisme pengelolaan yang lebih Secara spesifik, tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah: . Mengurangi akumulasi sampah anorganik secara fisik di lokasi sasaran melalui aksi bersih-bersih terstruktur berbasis 3R. Meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan pengelolaan sampah . elawan, pengunjung, pedagan. Membangun komitmen dan mekanisme kolaborasi multipihak untuk pengelolaan sampah berkelanjutan di ruang publik. Menginisiasi infrastruktur dasar pengelolaan sampah . empat sampah terpila. dan kegiatan tindak lanjut. Manfaat yang diharapkan meliputi: . Bagi Masyarakat/Pengunjung: Lingkungan publik yang lebih bersih dan sehat, peningkatan pengetahuan & sikap peduli lingkungan. Bagi Mitra (DLH. Komunitas. Universita. : Terbangunnya model kolaborasi efektif, peningkatan kapasitas, bahan advokasi kebijakan. Bagi Pemerintah Kota: Tersedianya pengelolaan ruang publik yang lebih METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan diagram alir sistematis (Gambar . yang terbagi dalam empat tahap inti. Tahap Persiapan (Minggu 1-2 Juni 2. dimulai dengan koordinasi multipihak melalui focus group discussion (FGD) bersama DLH Kota Serang. Komunitas Peduli Sampah. Trash Ranger Banten, dan tim KKM Universitas Serang Raya. FGD akumulasi sampah di Alun-Alun dan kampus, . desain materi edukasi berbasis problem-based learning, . protokol pemilahan sampah 3R, serta . perancangan instalasi seni daur ulang berbahan sampah anorganik. Sebanyak 150 relawan direkrut melalui seleksi terbuka dan pelatihan teknis pengelolaan Tahap Implementasi . & 20 Juni 2. dijalankan secara paralel-sinergis. Pada 15 Juni di Alun-Alun Kota Serang, tiga strategi dioperasionalkan: . Aksi BersihBersih Terstruktur: Relawan membagi mengumpulkan dan memilah sampah langsung di sumber menggunakan sistem . educe-reuse-recycl. panduan digital checklist. Edukasi Interaktif: Simulasi pengelolaan sampah melalui role-play dan permainan edukatif, diperkuat siaran langsung . ive streamin. untuk jangkauan online. Kampanye Kreatif: Pembangunan instalasi seni "Monumen Peduli Lingkungan" dari sampah terpilah sebagai media dialog Pada 20 Juni, replikasi kegiatan difokuskan di lingkungan Universitas Serang Raya dengan penyesuaian konteks Tahap Pendampingan (Minggu 22 Juli 2. mencakup pemantauan pascaaksi melalui tiga mekanisme: . Penempatan Infrastruktur: Instalasi 15 unit tempat sampah terpilah di lokasi strategis berdasarkan analisis heatmap akumulasi . Program Adopsi Zona Bersih: Pelatihan khusus dan pendampingan bagi 40% pedagang kaki lima yang awalnya tidak terlibat, dengan skema insentif Penguatan Kelembagaan: Pembentukan (DLHkomunitas-mahasisw. untuk audit rutin. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 1. Diagram Alir HASIL DAN PEMBAHASAN Pencapaian relawan berhasil memilah sampah . otol/kemasa. , 30% kertas/karton, dan 15% logam/styrofoam. Sistem pemilahan real-time ini memungkinkan pelacakan akumulasi sampah per zona, di mana Zona 3 . rea food cour. menjadi kontributor tertinggi . Hasil pemilahan langsung diintegrasikan dengan unit penampungan DLH, beban operasional mitra sebesar 40% berdasarkan laporan logistik. Strategi edukasi diimplementasikan melalui simulasi instrumen UNESCO pemahaman pengelolaan sampah sebesar 42%, terutama pada aspek pemilahan jenis sampah B3 . ahan berbahay. Peserta yang awalnya 68% tidak memahami simbol daur ulang, setelah pelatihan 90% mampu mengidentifikasi 6 kategori simbol dengan Keliling membawa papan peduli lingkungan menjadi media kampanye pengunjung/hari yang berinteraksi. Survei singkat menunjukkan 85% pengunjung terinspirasi untuk mempraktikkan 3R setelah melihat kampanye. Selain itu Komunitas Peduli Sampah mengolah sampah menjadi produk kerajinan bank sampah mini. Target Pengurangan Sampah Implementasi bersih-bersih berbasis 3R menghasilkan pengumpulan 100 kg sampah anorganik terpilah di AlunAlun dan lingkungan kampus. Melalui pembagian 8 zona kerja yang dilengkapi digital checklist Gambar 3. Relawan berkampanye Pencapaian Target Pengurangan Sampah Gambar 2. Relawan berhasil memilah Program memanfaatkan media sosial sebagai amplifier edukasi melalui tiga Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Live Campaign Instagram dan TikTok selama aksi lapangan, . Edu-Reels berisi tutorial pemilahan sampah 3R, dan . Virtual Trash Challenge berbasis augmented Konten didesain secara segmental: Instagram Reels untuk kalangan muda . 5 tahu. Facebook infografis untuk dewasa (>35 tahu. , dan TikTok challenges untuk viralitas. Kolaborasi dengan 5 eco-influencers (@gils_zerowaste, @eco_warrior_bante. menjangkau 78% audiens target secara Hasil menunjukkan 65% partisipan berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar SMA. Selama aksi lapangan . -20 Juni 2. , tim media menyiarkan simulasi pengelolaan sampah secara langsung dual-platform (YouTube-Zoo. Evaluasi dampak media sosial menunjukkan: . Jangkauan 15. akun unik (Instagram 68%. TikTok 22%. Facebook 10%), Peningkatan pengetahuan 3R sebesar 39% berdasarkan kuis daring berhadiah, dan . Konversi aksi nyata melalui 325 registrasi EcoVolunteer via linktree. Analisis sentimen AI (Brand. mengungkap 89% percakapan bernada positif dengan kata kunci dominan "#DaurUlangKreatif" "#SampahTanggungJawabBersama". Keberhasilan taktik ini diukur melalui social ROI berupa terbentuknya 3 komunitas daring baru dan adopsi konten edukasi oleh DLH untuk kampanye berkelanjutan (Gambar . Gambar 4. Relawan kkm 34 bersihbersih alun-alun Integrasi Kelembagaan dan Sustainabilitas Program interaktif "Sampah Bernyawa" di AlunAlun Serang yang menampilkan 15 karya instalasi seni dari sampah terpilah. Karya unggulan berupa "Monumen Pohon Kehidupan" . berbahan 500 botol plastik dan 120 kemasan tetra pack menjadi pusat perhatian. Setiap instalasi dilengkapi QR Code yang mengarahkan pengunjung ke video proses daur ulang dan dampak lingkungan. Selama tiga hari pameran, 1. 850 pengunjung terdaftar melalui sistem registrasi digital, dengan 68% di antaranya mengaku terinspirasi mempraktikkan 3R setelah melihat transformasi sampah menjadi seni. Partisipasi aktif ditunjukkan melalui wall Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 5. Relawan KKM 34 Partisipasi Gambar 6. Aksi CleanUp di Universitas Serang Raya Kegiatan "Senam Pilah Sampah" kinestetik yang menyenangkan. Melalui gerakan koreografi sederhana . ngkatkeputaran-lempa. , organikanorganik-B3 secara simbolis. Aktivitas diikuti 150 peserta dari berbagai usia termasuk lansia dan anak-anak, dengan durasi 20 menit setiap sesi. Alat peraga berupa kantong sampah berwarna . ijaucokelat-mera. dan kartu bergambar jenis sampah meningkatkan pemahaman visual. Evaluasi menunjukkan 72% peserta mampu menjawab kuis klasifikasi sampah dengan benar pasca-senam, meningkat dari baseline 45%. Gerakan ini kemudian diadopsi DLH sebagai aktivitas rutun Car Free Day. Sinergi pameran seni dan senam . Dampak Kognitif - Peningkatan 40% pengetahuan melalui kombinasi stimulasi visual . dan fisik . Dampak Emosional - Survei menunjukkan 85% peserta merasa termotivasi setelah menyaksikan "dramatisasi" sampah melalui . Dampak Aksi - Terbentuknya 5 kelompok senam lingkungan di tingkat RW. Data unik mengungkap pengurangan 12% volume sampah residu di area pameran selama kegiatan, membuktikan efektivitas pendekatan kreatif. Keberhasilan model ini Modul Senam Lingkungan DLH yang didistribusikan ke berbagai tempat. KESIMPULAN Program pengabdian masyarakat ini pendekatan terintegrasi dalam mengatasi akumulasi sampah anorganik di ruang publik Kota Serang. Melalui sinergi multipihak antara akademisi (KKM 34 Universitas Serang Ray. , pemerintah (DLH Kota Seran. , komunitas (Peduli Sampah. Trash Ranger Bante. , dan masyarakat, tiga strategi intiAiyakni operasi bersih-bersih interaktif multichannel, dan kampanye kreatif seni daur ulangAitelah mencapai luaran signifikan: pengumpulan 100 kg kesadaran lingkungan peserta, serta penurunan 35% beban sampah harian di lokasi intervensi. Keberlanjutan program dijamin melalui komitmen kelembagaan, termasuk integrasi model kolaborasi ke dalam kebijakan resmi, pembentukan Tim Pemantau Kolaboratif, dan adopsi program Adopsi Zona Bersih oleh 60% pedagang kaki Inisiatif pendukung seperti senam pilah sampah, instalasi seni daur ulang, dan digital campaign tidak hanya memperkuat dampak jangka pendek tetapi juga membangun environmental citizenship. Untuk replikasi, disarankan pengembangan aplikasi Eco- Tracker berbasis QR Code, adaptasi pendekatan kreatif di kawasan pariwisata, serta penyempurnaan skema insentif berjenjang bagi pedagang. Program ini menegaskan bahwa solusi berkelanjutan memerlukan kolaborasi struktural yang Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 memadukan aksi fisik, edukasi partisipatif, dan pendekatan kultural. UCAPAN TERIMAKASIH