Fera Novitry, dkk FAKTOR Ae FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KECAMATAN BATURAJA TIMUR TAHUN 2022 Fera Novitry1. Deli Lilia2. Sabtian Sarwoko3 STIKes Al-MaAoarif. Program Studi Kesehatan Masyarakat1,2,3 Email : keinaraaybike@gmail. com, deli4. lilia@gmail. com,sabtian. sarwoko@yahoo. ABSTRACT According to data from the Ogan Komering Ulu Regency, the perpetrators of narcotics crimes committed in 2019 there were 75 cases of which 86% were grouped in the productive age of 18-40 years, in 2020 there were 82 cases and 90% were grouped in the productive age of 18-40 years, and In 2021 in the jurisdiction of the Ogan Komering Ulu Police, there were 95 cases of which 96% were grouped in the productive age of 18-40 years of narcotics abuse. The research design used is a quantitative research design with a case-control research approach. The population is all residents in East Baturaja sub-district. East Baturaja Police has 105,076 residents aged 18-40 years totaling 58 cases. The sample in this study is Cases are productive age 18-40 years who are really drug users as many as 58 people. While the controls are productive age 18-40 years who really do not use drugs as many as 58 people. It is known that the proportion of respondents who have bad social relationships and become drug abusers is 70. 7% greater than the proportion of respondents who have good social relationships and become drug abusers as much as 12. It is known that the proportion of respondents with heavy workloads becomes drug abuse as much as 67. 7%, which is greater than the proportion of respondents with light workloads who become drug abusers as much It is known that the proportion of respondents with severe stress who become drug abusers 2% greater than the proportion of respondents with moderate stress who become drug abusers as much as 17. The results of the chi square test get p value 0. 000 < . which means there is a relationship between environmental association and drug abuse. The results of the chi square test get p value 0. 000 < . which means there is a relationship between workload and abuse drugs. The results of the chi square test obtained p value 0. 000 < . which means that there is a relationship between stress and drug abuse. Keyword : Drug Abuse Incident, social environment, workload, stress. ABSTRAK Menurut data Kabupaten Ogan Komering Ulu pelaku tindak pidana narkotika yang dilakukan pada tahun 2019 tercatat 75 kasus dimana 86% dikelompokkan pada usia Produktif 18-40 Tahun. Pada tahun 2020 tercatat 82 Kasus dan 90% di kelompokkan pada usia produktif 18-40 Tahun, dan Tahun 2021 di wilayah hukum Polres Ogan Komering Ulu tercatat 95 kasus dimana 96% dikelompokkan pada usia produktif 18-40 Tahun penyalahgunaan narkotika. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian case control. Populasi adalah semua penduduk di kecamatan Baturaja Timur Polsek Baturaja Timur memiliki 105. 076 penduduk dengan usia 18-40 tahun berjumlah 58 kasus. Sampel dalam penelitian ini adalah kasus pemakai adalah usia produktif 18-40 tahun yang benar-benar pengguna narkoba sebanyak 58 orang. Sedangkan kontrol adalah usia produktif 18-40 tahun yang benar-benar tidak menggunakan Jurnal Kesehatan Abduranham Palembang Vol. 12 No. 1 Maret 2023 Fera Novitry, dkk narkoba sebanyak 58 orang. Diketahui bahwa proporsi responden yang di pergaulan lingkungan tidak baik dan menjadi penyalahgunaan narkoba sebanyak 70,7% lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi responden yang dipergaulan lingkungan baik dan menjadi penyalahgunaan narkoba sebanyak 12,2%. Diketahui bahwa proporsi responden dengan beban kerja berat menjadi penyalahgunaan narkoba sebanyak 67,7% lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi responden dengan beban kerja ringan menjadi penyalahgunaan narkoba sebanyak 22,2%. Diketahui bahwa proporsi responden dengan stres berat menjadi penyalahgunaan narkoba sebanyak 66. 2% lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi responden stress sedang menjadi penyalahgunaan narkoba sebanyak Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,000 < . yang berarti ada hubungan antara pergaulan lingkungan dengan penyalahgunaan narkoba. Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,000 < . yang berarti ada hubungan antara beban kerja dengan penyalahgunaan narkoba. Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,000 < . yang berarti ada hubungan antara stres dengan penyalahgunaan narkoba. Kata Kunci : Kejadian Penyalahgunaan Narkoba, pergaulan lingkungan, beban kerja, stres 2020, bahwa 1% penduduk Indonesia telah PENDAHULUAN menyalahgunaan narkoba, bahkan menurut Perkembangan penyalahgunaan dan PUSLITKES UI penyalahgunaan narkoba peredaran gelap narkoba telah menjadi telah mencapai 2,2% dari total penduduk permasalahan dunia yang tidak mengenal batas Indonesia (Rahmadona & Agustin, 2. wilayah dan negara serta telah menjadi Pada tahun 2019 penyalahgunaan masalah global yang mengancam hampir Narkoba di Indonesia berjumlah 3,3 juta orang semuasendi kehidupan masyarakat, bangsa, 93% berada pada kelompok dan Negara (Rahmadona & Agustin, usia produktif yaitu umur 15-34 tahun dan 90% Masalah penyalahgunaan Narkoba dari kelompok coba pakai narkoba adalah diduniapada umumnya dan Indonesia pada pelajar . ekolah menengah pertama dan khususnya semakin kompleks. Penyalahgunaan sekolah menengah ata. Diperkirakan pada dan peredaran gelap Narkoba yang melanda tahun 2020 jumlah penyalahgunaan Narkoba dunia juga telah menjadi salah satu masalah sekitar 5,1 juta orang jika upaya pencegahan, yang menakutkan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Narkoba obat-obatan peredaran gelap narkoba tidak berjalan efektif psikotropika sudah merambah ke seluruh (BNN, 2. wilayah tanah air dan menyasar ke berbagai Kasus penyalahgunaan dan peredaran lapisan masyarakat tanpa terkecuali (Hastiana gelap narkotika di wilayah hukum Polda et al. , 2. Penyalahgunaan narkoba pada Sumatera Selatan mengalami peningkatan remaja adalah Pemakaian narkoba yanga dapat sepanjang tahun 2018 Pengungkapan kasus merusak kehidupan yang produktif pada narkotika bersama jajaran di 17 Kabupaten/ Prilaku penyalahgunaan narkoba Kota tercatat 1. 987 kasus. Pada Tahun 2019 dikalangan masyarakat tidak jarang merenggut pengungkapan kasus narkotika bersama jajaran nyawa si pemakainya (Cahyani, 2. di 17 kabupaten / kota tercatat 2. 013 Kasus. Data dari United Nation Drugs Kontrol Pada tahun 2020 pengungkapan kasus Programme (UNDCP), kurang lebih 220 juta narkotika bersama jajaran di 17 kabupaten / orang di seluruh dunia telah menggunakan kota tercatat 2. 589 kasus. Pada Tahun 2021 narkoba, dari jumlah orang tersebut 1,5% atau pengungkapan kasus narkotika bersama jajaran sekitar 3,2 juta orang berada di Indonesia. di 17 kabupaten / kota tercatat 2. 778 kasus atau Sementara berdasarkan estimasi dari United mengalami peningkatan dibandingkan tahun Nation On Drugs and Crime (UNODC) tahun Jurnal Kesehatan Abduranham Palembang Vol. 12 No. 1 Maret 2023 Fera Novitry, dkk sebelumnya yang penyalahgunaan narkotika (Polda Sumsel, 2. Menurut data Kabupaten Ogan Komering Ulu pelaku tindak pidana narkotika yang dilakukan Pada tahun 2019 tercatat 75 kasus dimana 86% dikelompokkan pada usia Produktif 18-40 Tahun. Pada tahun 2020 tercatat 82 Kasus dan 90% di kelompokkan pada usia produktif 18-40 Tahun, dan Tahun 2021 di wilayah hukum Polres Ogan Komering Ulu tercatat 95 kasus dimana 96% dikelompokkan pada usia produktif 18-40 Tahun penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan data Polsek Baturaja Timur memiliki 105. penduduk dengan 52. 983 laki-laki dan 52. pada polsek Baturaja Timur tercatat sebanyak 0,55 % dari jumlah penduduk (Polres OKU, 2. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba diantaranya faktor kepribadian, kecemasan dan depresi, faktor keluarga, faktor Tuntutan pekerjaan, faktor ketersediaan narkoba, pergaulan lingkungan. Beban Kerja. Stress, lingkungan masyarakat dan faktor tingkat pendapatan. Seseorang dapat menjadi pecandu karena disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus atau secara Karena ada juga faktor yang muncul secara beruntun akibat dari satu faktor tertentu (Hastiana et al. , 2. METODE PENELITIAN Rancangan penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif dengan pendekatan penelitian case control merupakan penelitian jenis analitik observasional yang dilakukan dengan cara membandingkan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status Populasi adalah semua penduduk di kecamatan Baturaja Timur Polsek Baturaja Timur memiliki 105. 076 penduduk dengan usia 18-40 tahun berjumlah 58 kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah semua kasus dan kontrol yang dipilih dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1 . Kasus adalah usia produktif 18-40 tahun yang benarbenar pengguna narkoba sebanyak 58 orang. Sedangkan kontrol adalah usia produktif 18-40 tahun yang benar-benar tidak menggunakan narkoba sebanyak 58 orang. Pelaksanaan pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara pada responden dengan menggunakan alat bantu kuesioner yang berisi sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh responden dan data sekunder dengan melihat catatan tentang metode kontrsepsi yang digunakan responden. Adapun isi kuesioner wawancara adalah beberapa pertanyaan dengan hasil ukur. HASIL PENELITIAN Analisa Data Univariat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Penggunaan Narkoba di Kecamatan Baturaja Timur Penggunaan Narkoba Jumlah Persentase Positif Negatif Jumlah Berdasarkan tabel 1 di ketahui bahwa dari 116 responden di dapatkan positif penggunaan narkoba sebanyak 50 . 0%) responden dan lebih besar responden dengan negatif penggunaan narkobasebanyak 50 . Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pergaulan Lingkungan Di Kecamatan Baturaja Timur Tahun 2022 Pergaulan Jumlah Persentase Lingkungan Tidak Baik Baik Jumlah Jurnal Kesehatan Abduranham Palembang Vol. 12 No. 1 Maret 2023 Fera Novitry, dkk Berdasarkan tabel 2 di ketahui bahwa dari 116 responden di dapatkan lingkungan memberikan pengaruh negatif sebanyak 75. 7%) responden dan lebih besar dari responden dengan lingkungan memberikan pengaruh positif sebanyak 41 . beratsebanyak 71 . 2%) responden dan lebih banyak dari responden dengan beban kerja ringan sebanyak 45 . 8%) responden. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Beban Kerja di Kecamatan Baturaja Timur Tahun 2022 Stres Jumlah Persentase Berat Sedang Beban Kerja Jumlah Berat Ringan Jumlah Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Stres di Kecamatan Baturaja Timur tahun 2022 Jumlah Persentase Berdasarkan tabel 4 di ketahui bahwa dari 116 responden di dapatkan stres sedang sebanyak 37 . 9%) responden lebih sedikit dari responden dengan stresberat sebanyak 79 . 1%) responden. Berdasarkan tabel 3 di ketahui bahwa dari 116 responden di dapatkan beban kerja Analisa Data Bivariat Tabel 5. Hubungan Pergaulan Lingkungan Terhadap Penggunaan Narkoba di Kecamatan Baturaja TimurTahun 2022 Pengguna Narkoba Pergaulan Positif Lingkungan Jumlah Negatif Tidak Baik Baik Jumlah Dari hasil analisis tabel 5 di ketahui bahwa proporsi responden yang di pergaulan lingkungan tidak baik dan menjadi pengguna narkoba sebanyak 70,7% lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi responden yang dipergaulan lingkungan baik pengguna narkoba sebanyak 12,2%. Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,000 < . yang berarti Value ada hubungan antara pergaulan lingkungan dengan pengguna narkoba. Hasil penelitian ini juga di peroleh nilai OR sebesar 17,3% yang berarti responden yang di pergaulan lingkungan tidak baik memiliki resiko tinggi pengguna narkoba 17x lebih besar dari responden yang di pergaulan baik. Jurnal Kesehatan Abduranham Palembang Vol. 12 No. 1 Maret 2023 Fera Novitry, dkk Tabel 6. Hubungan Beban Kerja Terhadap Penggunaan Narkoba di Kecamatan Baturaja Timur Tahun 2022 Pengguna Narkoba Beban Kerja Positif Jumlah Negatif Value Berat Ringan Jumlah Dari hasil analisis tabel 6 di ketahui bahwa proporsi responden dengan beban kerja berat menjadi pengguna narkoba sebanyak 67,7% lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi responden dengan beban kerja ringan pengguna narkoba sebanyak 22,2%. Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,000 < . yang berarti ada hubungan antara beban kerja dengan pengguna narkoba. Hasil penelitian ini juga di peroleh nilai OR sebesar 7,3% yang berarti responden yang beban kerja berat memiliki resiko tinggi pengguna narkoba 7x lebih besar dari responden yang beban kerjanya ringan. Tabel 7. Hubungan Stres Terhadap Penggunaan Narkoba Di Kecamatan Baturaja Timur Tahun 2022 Pengguna Narkoba Stres Positif Jumlah Negatif Value Berat Sedang Jumlah Dari hasil analisis tabel 7 di ketahui bahwa proporsi responden dengan stres berat menjadi pengguna narkoba sebanyak 66. lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi responden stress sedang pengguna narkoba Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,000 < . yang berarti ada hubungan antara stres dengan pengguna Hasil penelitian ini juga di peroleh nilai OR sebesar 8,9X yang berarti responden stres berat memiliki resiko tinggi pengguna narkoba 9x leih besar dari responden yang stress sedang. Jurnal Kesehatan Abduranham Palembang Vol. 12 No. 1 Maret 2023 Fera Novitry, dkk PEMBAHASAN Beradasarkan hasil penelitian tentang pergaulan lingkungan dengan penggunaan narkoba diperoleh ada hubungan dengan OR 17,3 dimana hasil analisis data ini menunjukkan bahwa peluang responden yang pergaulan lingkungannya negatif berisko 17 kali lebih besar dibandingkan dengan responden yang pergaulan lingkungannya tidak beresiko atau baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Anggraeni et al. menunjukkan bahwa lingkungan pergaulan narapidana yang berkategori terpengaruh sebanyak 45 responden atau . ,6%) dan berkategori tidak berpengaruh sebanyak 36 responden . ,4%). Lingkungan penyalahgunaan narkoba. Lingkungan yang paling dekat adalah kerabat/ keluarga dan Seseorang yang berada dalam orang-orang dipengaruhiuntuk ikut menggunakan sehingga rasa ingin tahu serta coba-coba mereka lakukan dan pada akhirny akankecanduan Kurangnya perhatiandariorang tua dan keluarga juga menjadi salah satu penyebab seseorang gampang terpengaruh dengan pergaulan yang ada dalam lingkungan sekitar. Teman adalah orang yang paling sering pelajar/mahasiswa, terutama teman di luar Tempat yang paling sering untuk menawarkan narkoba adalah di rumah teman atau luar sekolah dan lingkungan sekolah/ Alasan penyalahgunaan narkoba karena ingin tahu, identitas pergaulan, modern dan mendapat pengakuan teman sebaya. Remaja menyalahgunakan narkoba adalah karena ikut-ikutan teman. Pengaruh teman sangat besar terhadap penyalahgunaan obat atau zat terlarang. Karena ada anggapan atau image dimana kalau menggunakan narkoba itu menjadi lebih keren lebih berani dan percaya diri. Selain itu, apabila ada anggota geng atau temen yang hendak berenti atau tidak memakai NAFZA maka akan mendapatkan hukuman oleh kelompok teman sebaya yang berbentuk pengucilan bagi anggota kelompok atau dikeluarkan dari kelompok tersebut. Ini dirasakan lebih berat dari pada penyalahgunaan obat itu sendiri. Pembentukan tingkah laku penyalah gunaan narkoba banyak yang dipengaruhi oleh teman dan kerabat, yang dimana memiliki perananan dan pengaruh yang amat besar terhadap segala sesuatu yang dilakukan seseorang, mereka bukan hanya parner untuk bermain, melainkan berfungsi pula sebagai pembentuk sikap sosial, tingkah laku, dan membagi pengalaman. Proses merupakan tahap-tahap dimana seorang individu menggunakan narkoba hingga mengalami ketergantungan obat. Ike M. Siregar dalam Setiyawati . menyatakan narkoba dari kontak pertama . erjadi ketika ada hubungan diantara dua orang teman atau lebih dalam suatu kelompok sosia. , eksperimen . erusaha untuk mencoba-coba . dengan zat laindan dengan cara yang . lebih canggi. , rekreasional . at psikoaktifnya hanya dipergunakan dalam kesempatan tertent. , situasional . at psikoaktif mulai dipergunakan untuk mengatasi ketegangan psikis, rasa sedih, stress penyalahgunaan. enggunakan zat psikoaktif secara teratur, regular, dan kompulsif/ketergantungan adiksi . paya untuk memperoleh zat psikoaktif maupu nmenggunakan narkoba secara teratur menjadi bagian dalam Penyebab penyalahgunaan narkoba dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal diantaranya: tingkat religiusitas, peran keluarga dan peranteman sebaya. Mangun wijaya mengemukakan bahwa tingkat religiusitas adalah religi yangtelah dihayati oleh seseorang dalam hati. Sedangkan menurut Sudarsono peran keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan Jurnal Kesehatan Abduranham Palembang Vol. 12 No. 1 Maret 2023 Fera Novitry, dkk pendidikan dan pembentukan karakter dan menurut Santrock . , pengaruh teman sebaya yang bersifat negatif dapat dengan mudah terbawa pada perilaku kurang baik seperti merokok, mencuri dan menggunakan obat-obatan terlarang . (Rahmadona & Agustin, 2. Berdasarkan hasil penelitian responden yang memilih jalan untuk menggunakan narkoba pada pergaulan lingkungan yang seperti remaja sering keluar malam, pergi ke karokean dan Kafe serta minum-minuman Pengetahuan yang kurang baik, ekonomi yang minim dan iman didalam diri tidak kuat. Banyak remaja yang sudah terjerumus ke dunia narkoba, yang tadinya hanya di beri gratis, setelah remaja mencoba setiap hari demi hari akhirnya harus beli sendiri. Sehingga remaja nekat dengan cara mencuri, dan merampok demi hanya bisa membeli narkoba. Petugas kesehatan kerja sama dengan lintas sector seperti kepolisian dan perangkat desa untuk memberikan sosialisasi tentang dampak, dan resiko bagi pengguna narkoba di lingkungan pergaulan Dengan cara sosialisasi kepada remaja dan masyarakat. Selain, bersosialisasi petugas dan pihak kepolisian juga bisa menempel poster-poster, menayangkan iklan-iklan di media sosial tentang dampak negatif dari pengguna narkoba kepada masyarakat. Jadi pada kesimpulannya didapatkan bahwa responden dengan pengguna narkoba dengan pergaulan lingkungan negatif lebih banyak dari dibandingkan pada pengguna narkona pada pergaulan positif . Hubungan Beban Kerja Terhadap Penggunaan Narkoba Di Kecamatan Baturaja Timur Tahun 2022, menunjukkan hasil ada hubungan dengan OR 7,3 yang berarti beba kerja yang berat beresiko 7 kali lebih besar dari pada responden yang beban kerjanya tidak berat. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Matwimiyadi, 2. keeratann penyalahgunaan narkoba diperoleh dari OR 1,93. Dimana orang yang bekerja mempunyai resiko 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang tidak bekerja. Salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam mendukung kinerja pegawai adalah beban kerja. Kinerja pegawai dengan beban kerja yang saling berkaitan satu sama lain, karena dalam sebuah organisasi untuk melakukan pemberian posisi yang tepat pada pegawainya bisa melihat beban kerja terlebih Hal tersebut dilakukan agar kinerja pegawai dapat meningkat dan nyaman dengan pekerjaan yang dia miliki serta tercapainya tujuan lembaga yang efektif dan efisien. Jika banyak pegawai yang nyaman berkerja maka dia akan memberikan seluruh kemampuannya untuk menghasilkan pekerjaan yang maksimal sehinga dapat berpengaruh besar pada lembaga dengan adanya peningkatkan kinerja, kualitas, dan lembaga semakin bagus (Neksen. Wadud, & Handayani, 2. Pada kenyataan di lapangan bahwa reponden pengguna narkoba memilik beban kerja yang tinggi, hingga jam kerja yang melebihi 8 jam yang menurut resonden terlalu berat itu membuat tubuh menjadi lemas dan tidak berenergi dan sering sakit kepala sampai emosi yang terlalu berlebihan sehingga membuat responden tidak percaya diri untuk tampil di depan umum. Ada yang beranggapan dengan menggunakan NAFZA mereka lebih terjaga atau tidak mudah nagntuk sehingga mereka bisa menyelesaikan pekerjaan mereka lebih cepat. Dengan menggunakan NAFZA mereka beranggapan bisa lebih semangat lebih berani dan rileks. Semakin berat beban kerja yang didapat, maka semakin beresiko atau berpeluang mengkonsumsi Narkoba. Solusi peneliti perlu adanya pergantian sift kerja, dalam 24 jam sift kerja respoden di buat dalam 3 sift. Dimana adanya sift pagi, siang dan malam, sehingga ada waktu untuk responden beristirahat, berlibur, hingga refresing liburan keluar kota bersama Hubungan Stres Terhadap Penggunaan Narkoba Di Kecamatan Baturaja Timur Tahun 2022, menunjukkan ada hubungan dengan OR 9 artinya responden yang memiliki tingkat stress tinggi atau berat beresiko hamper 9kali lebih besar daripada responden yang tingkat stresnya rendah atau normal. Hasil penelitian sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jurnal Kesehatan Abduranham Palembang Vol. 12 No. 1 Maret 2023 Fera Novitry, dkk penelitian Febrianti & Masnina . menunjukkan bahwa P value 0. 00 < 0,05 sehingga dapat dinyatakan hiptesis alternative diterima, terdapat hubungan antara dukungan sosial terhadap tingkat stress pada remaja di Samarinda. Stress adalah beban emosional maupun fisik yang diperoleh seseorang karena peristiwa tertentu, sehingga menyababkan tubuhnya mengeluarkan sejumlah zat kimia dan hormon. Dampak dari hal tersebut, tekanan darah, denyut nadi dan gula darah otot-otot Sistem saraf, hormonal, kekebalan tubuh dan sistem kardiovaskular juga dapat ikut terkena dampaknya jika seseorang mengalami stress. Tingkat stress seseorang memperngaruhi seseorang untuk melakukan sesuatu dalam mencari pemecahan masalah yang dia hadapi. Akantetapi mereka yang memiliki tingkat stress berat sering kali mencari jalan pintas untuk menyelesaikan melupakan masalah itu atau lari dari masalah dengan jalan menggunakan narkoba. Dengan penggunaan NAFZA itu mereka merasa tenang nyaman sejenak karena tenang damai saat mengkonsumsi narkoba. Hubungan antara tingkat stres yang kronis atau akut dengan penyalahgunaan Bagi mereka, menggunakan narkoba dapat dianggap menjadi cara cepat untuk menyelesaikan masalah yang ada. Nyatanya, narkoba hanya dapat menghadir-kan AutenangAy sementara dan justru bisa menambah masalah Penggunaan narkoba tertentu yang bersifat stimulan seperti metamfetamin atau sabu dan juga kokain sering kali disalahgunakan karena efek samping sesaat yang dihasilkan. Penggunaan kokain bisa memperoleh efek euforia, meningkatkan energi, rasa percaya diri dan meningkatkan PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang faktor Ae faktor yang berhubungan dengan kejadian penggunaan narkoba di Kecamatan Baturaja Timur tahun 2022 disimpulkan sebagai berikut : Ada hubungan bermakna antara pergaulan lingkungan dengan kejadian penggunaan narkoba di Kecamatan Baturaja Timur tahun 2022. p value 0,000 dan OR 17. Ada hubungan bermakna antara beban kerja dengan penggunaan narkoba di Kecamatan Baturaja Timur tahun 2022. value 0,000 dan OR 7. Ada hubungan bermakna antara stres Kecamatan Baturaja Timur tahun 2022. value 0,000 dan OR 8. Saran Diharapkan bagi petugas kesehatan. Polisi dan tokoh masyarakat untuk dapat pencegahan melalui media massa, sekolah, tempat ibadah, kader PKK atau kelompok masyarakat lainnya. Perlu adanya pergantian sift kerja, dalam 24 jam sift kerja respoden di buat dalam 3 Dimana adanya sift pagi, siang dan malam, sehingga ada waktu untuk responden beristirahat, berlibur, hingga refresing liburan Perlu diadakannya gathering keluarga setiap 6 bulan sekali sebagai apresiasi dari hasil kerja, tujuanya untuk merileksasi pikiran dan menghilangkan rasa stress. Perlu juga di berikan ceramah rohani setiap 1 bulan Tujuannya agar terbukanya pemikiran positif dan selalu berbuat baik. Untuk penelitian selanjutnya di samakan untuk meneliti lebih ke narapidana pengguna narkoba sebagai responden utama. DAFTAR PUSTAKA