Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Persepsi Masyarakat Bajo Di Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali Terhadap Tingkat Pendidikan Hikmah Labone*. Nuraedah Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Palu *email: hikmahlabone@gmail. ABSTRACT The problem in this research is . what factors influence related to the level of education. This study aims . to describe the influential factors related to the level of education in the Village Samarengga District Menui Kepulauan Kabupaten Morowali. This research uses qualitative descriptive type of research, the subjects in this research that the Villagers Samarengga District Menui Kepulauan Kabupaten Morowali, engineering data pemgumpulan using the method of observation, interview, documentation. The results of research in the analysis through data reduction, data presentation and data The results showed . the factors that influence the perception of the society Bajo related to the level of education is the lack of awareness and lack of education that causes their education only up to primary school. Keywords: Perception, society, level of education Pendahuluan Pendidikan merupakan salah satu usaha sadar yang di lakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia. Sejak dilahirkan ke dunia, hampir semua manusia dikenalkan dengan pendidikan meski dalam bentuk sederhana oleh orang tua masing-masing dan melaksanakan pendidikan hingga akhir hayat mereka. oleh karena itu, pendidikan dapat dikatakan Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X sebagai khas milik dan alat manusia, tidak ada makhluk lain yang memerlukan pendidikan selain manusia (Maryono, 2. Pendidikan tidak di ikat oleh manusia, waktu, dan ruang sehingga pendidikan tersebut berjalan sepanjang hayat. Oleh sebab itu, guru dalam pendidikan bukan orang-orang yang di formalitaskan, melainkan merupakan aspek-aspek yang memberikan kesejatian manusia (Suwarno. W, 2. Pendidikan menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiannya. Oleh karena keberadaan manusia yang tidak dapat terlepas dari lingkungannya maka berlangsungnya proses pendidikan itu selamanya akan berkaitan erat dengan lingkungan dan saling mempengaruhi secara timbal balik. Secara umum masyarakat adalah sekumpulan manusia yang bertempat tinggal dalam suatu kawasan dan saling bertinteraksi dengan sesama untuk mencapai suatu Dalam konsep pendidikan, masyarakat diartikan sebagai sekumpulan orang dengan berbagai ragam kualitas diri dari yang tidak berpendidikan sampai yang berpendidikan tinggi. Baik buruknya kualitas masyarakat ditentukan oleh kualitas pendidikan anggotanya sehingga semakin baik pendidikan anggotanya, semakin baik pula kualitas masyarakat secara keseluruhan (Suwarno. W, 2. Menghasilkan manusia yang seutuhnya maka pendidikan harus di rancang dengan baik dan benar. Fondasi yang di jadikan landasan tentu haruslah kuat. Dasar atau fondasi yang di jadikan pijakan dalam menyusun rancangan pendidikan hendaknya berisi ideologi yang diyakini dan dianut oleh masyarakat dimana pendidikan itu akan direncanakan dan di terapkan jika dasar pendidikan kuat, selanjutnya proses pendidikan akan menghasilkan output yang diharapkan, yaitu manusia yang sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri. Namun, jika dasar pendidikan itu tidak kokoh, hal ini akan membahahayakan hasil dari pendidikan . utput-ny. (Helmawati, 2. Dilihat dari sudut pandang lingkungan pendidikan, bahwa: Masyarakat disebut sebagai lingkungan pendidikan nonformal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan berencana Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X kepada seluruh anggotanya, tetapi tidak sestematis. Masyarakat menerima semua anggota yang beragam untuk di arahkan menjadi anggota yang sejalan dengan tujuan masyarakat itu sendiri yang berorientasi pada pencapaian kesejahteraan sosial, jasmani-rohani, dan juga mental-spritual. Pendidikan di masyarakat adalah orang dewasa yang bertanggung jawab terhadap pendewasaan warga Sedangkan masyarakat melanjutkan pendidikan dalam lingkup yang lebih luas, termasuk didalamnya pemahaman terhadap etika dan norma masyarakat tempat peserta didik bergaul dan berinteraksi (Suwarno. W, 2. Suatu masyarakat modern dapat dilihat dari uraian berikut. Suatu kenyataan bagi setiap orang bahwa masyarakat yang baik, maju, moderen, ialah masyarakat yang di dalamnya ditemukan suatu tingkat pendidikan yang baik, maju, dan modern pula, suatu masyarakat yang maju karena adanya pendidikan yang maju, baik dalam arti kualitatif maupun kuantitatif, pendidikan yang modern ditemukan dalam masyarakat yang modern pula. Sebaliknya masyarakat yang kurang memperhatikan pembinaan pendidikan, akan tetap terbelakang, tidak hanya dari segi intelektual, tapi juga dari segi sosial kultural (I K Suardika, 2. Peneliti dapat membuktikan terkait tingkat pendidikan di kehidupan masyarakat Bajo Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan. Peneliti mengeobservasi dua orang Masyarakat Bajo di Desa Samarengga dengan persepsi yang berbeda. Satu orang berpersepsi bahwa walaupun pendidikan rendah tetapi mampu mendewasakan diri dan mampu menjaga karakter dalam kehidupan bermasyarakat, dan pandai berusaha mencari nafkah daam upaya pemenuhan kebutuhan sebab sekolah tidak di ukur dari prestasi yang di peroleh tetapi yang di ukur adalah kualiatas kuantitas seseorang. (Wawancara bapak Jusman, tanggal 3 Agustus 2. Satu orang informan berpresepsi bahwa masyarakat Bajo di Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan masih sangat membutuhkan pendidikan di lihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bajo Desa Samarengga belum banyak memahami terhadap etika dan norma-norma Di tinjau dari segi cara baik dalam konteks berkomunikasi pada Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X sesame maupun konteks komunikasi kepada yang lain masyarakat Bajo Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan tidak dapat membedakan hal ini di sebabkan masyarakat Bajo kurangnya memiliki pendidikan formal dan masyarakat Bajo Desa Samarengga hanya mengandalkan pengalaman dalam mengorientasikan kehidupan sehari-hari bahkan berdasarkan tingkat pendidikan sehingga kehidupan masyarakat Bajo Desa Samarengga saat ini masih banyak yang mengalami kendala meningkatkan baik secara ekonomi maupun sumber daya manusia. (Wawancara dengan Sahlan tanggal 3 Agustus Peneliti kemudian tertarik menulis tentang AuPersepsi Masyarakat Bajo di Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali Terhadap Tingkat PendidikanAy (Studi Kasus di Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan. Kabupaten Menui Kepulaua. Penelitian ini bertujuan: Aumendeskripsikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persepsi masyarakat Bajo di Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali terhadap tingkat pendidikanAy. II. Metode Penelitian Untuk penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada kondisi subjek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data yang dilakukan secara gabungan. Penulis menggunakan metode kualitatif karena penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti ini dengan cara pengumpulan data tidak terpadu oleh teori, tetapi di pandu oleh fakta-fakta yang ditemukan pada saat penelitian di Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan datadata yang mendalam, suatu data yang mengandung makna, makna data yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. Kriteria data dalam penelitian kualitatif adalah data yang pasti. Data yang pasti adalah data yang sebenarnya terjadi sebagai mana adanya, bukan Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X data yang sekedar yang terlihat, terucap, tetapi data yang mengandung makna di balik yang terlihat dan terucap tersebut. Lokasi penelitian yang peneliti lakukan adalah di Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali. Untuk subjek penelitian berjumlah 10 orang di Desa Samarengga tersebut. Mengapa peneliti melakukan penelitian di Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali itu masih terdapat banyak anak-anak di desa ini yang tidak bersekolah. Kalaupun ada yang bersekolah hanya sampai lulusan SMP, dan untuk mempermudah sasaraan penelitian karena berhubungan dengan objek penelitian di Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali. Jenis data yang digunakan peneliti ada 2 jenis yakni data primer dan data sekunder. Adapun data primer adalah data yang dapat memberikan informasi, fakta dan gambaran peristiwa yang diinginkan dalam tatanan tertulis, penelitian dalam proses penelitian, sumber data utama dihimpun melalui cacatan data utama, sumber dikumpulkan langsung dari lapangan melalui wawancara dan observasi. Sedangkan untuk jenis data Sekunder atau data tambahan segala bentuk dokumen, baik dalam bentuk tertulis maupun Atau data yang di ambil melalui dokumen-dokumen, referensi atau sumber-sumber lain. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Pertama. observasi ialah pengujian secara internasional atau bertujuan sesuatu, khususnya untuk maksud pengumpulan data. Merupakan suatu verbalisasi mengenai hal-hal yang di amati di Desa Samarengga khususnya pada Masyarakat Bajo. Kedua. dalam penelitian ini, teknik wawancara mendalam digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Wawancara mendalam adalah proses perolehan keterangan untuk mendapatkan informasi dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara peneliti dengan informan. Penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur adalah wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah di siapkan Peneliti menggunakan teknik wawancara terstruktur agar fokus pada pokok permasalahan penelitian. Wawancara dilakukan kepada para informan dengan menggunakan alat perekam, peneliti akan meminta izin agar Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X bersedia untuk di wawancarai dengan alat perekam untuk memperoleh hasil wawancara yang akurat dan agar tidak kehilangan informasi. Dan ketiga. dokumentasi yang akan peneliti lakukan yaitu, untuk memperoleh informasi bukan dari orang sebagai narasumber, tetapi peneliti memperoleh informasi dari macam-macam sumber tertulis atau dari dokumen yang ada pada informan dalam bentuk dokumen yang berhubungan dengan kehidupan Masyarakat Bajo, pendidikan yang ada di desa Samaregga Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali yang dapat memberikan informasi pendukung terhadap suatu peristiwa. Setelah pengumpulan data dari informasi yang memiliki kesesuaian dengan permasalahan analisis kualitatif. Data yang telah terkumpul berupa kata-kata dari berbagai sumber dianalisis secara intensif. Untuk di jadikan bahan rujukan dan jawaban dari peneliti mengenai masalah yang ada Langkah analisis data dalam penelitian kualitatif adalah tata urutan kerja, atau tahapan-tahapan kegiatan yang di tempuh oleh seorang peneliti dalam menyusun, mengolah hingga menemukan makna, atau tafsiran atau kesimpulan dari keseluruhan data penelitian yang berdasarkan hasil dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Keadaan Penduduk di Wilayah Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan Jumlah penduduk Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan adalah 816 orang yang terdiri dari beberapa suku yaitu Suku Bajo. Suku menui, tolaki, dan Bugis. Suku Bajo 767 orang. Suku Menui 23 orang, suku Tolaki 9 orang, suku bugis 17 orang. Untuk memperoleh data tersebut peneliti melakukan dua cara primer dan sekunder yang di maksud data primer adalah data yang di peroleh melalui hasil observasi langsung kepada responden. Sedangkan data sekunder adalah data yang di peroleh peneliti pada data Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Di Desa Samarengga Memiliki 3 Sekolah yaitu. Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini/Taman Kanak-Kanak (PAUD/TK). Sekolah Dasar Negeri Samarenga dan Sekolah Menengah Pertama 4 Negeri Menui. Pembahasan Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Persepsi Masyarakat Bajo Terkait Tingkat Pendidikan Berdasarkan hasil wawancara peneliti dapat menyimpulkan bahwa Masyarakat Bajo Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan ada tiga faktor yang mempengaruhi terhadap Persepsi Terkait Tingkat Pendidikan antara lain: Faktor Keluarga Yang di maksud faktor keluarga adalah bagaimana pandangan dan persepsi keluarga terhadap masyarakat pada umumnya di Desa Samarengga Terkait Tingkat Pendidikan. Di lihat dari peningkatan tingkat pendidikan di Desa Samarengga saat ini semakin maju dan berkembang. Berdasarkan hasil analisis peneliti masyarakat Desa Samarengga rata-rata anak-anak sudah bersekolah dan para orang tua sudah sangat mendorong serta memotivasi seseorang anak untuk bersekolah dimana masyarakat Desa Samarengga mulai memahami tentang latar belakang pentingnya pendidikan, orang yang berpendidikan lebih jauh di bandingkan dengan orang-orang yang tidak berpendidikan baik pengalaman, pergaulan, kedewasaan, kecerdasan berpikir, maupun cara bekerja. Berbicara mengenai pendidikan, pendidikan merupakan upaya yang terorganisir memiliki makna bahwa pendidikan tersebut dilakukan atas usaha sadar manusia dengan dasar dan tujuan yang jelas, ada tahap dan komitmen bersama dalam proses pendidikan itu. Manusia yang diberikan kelebihan oleh Allah SWT dalam bentuk akal pada diri manusia yang tidak di miliki makhluk Allah yang lain dalam kehidupannya, bahwa untuk mengolah akal pikirannya diperlukan suatu pola pendidikan melalui suatu proses pembelajaran. Tingkat kecerdasan masyarakat dapat dikembangkan melalui program-program pendidikan di sekolah. Program-program tersebut merupakan segala sesuatu yang diajarkan di sekolah merupakan pengetahuan, keterampilan maupun sikap, baik itu yang bersifat dasar maupun berupa Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X materi pengembangan. Tingkat kecerdasan sangat menentukan ketepatan dan kecepatan penyelesaian berbagi macam masalah sederhana manjadi rumit. Sebaliknya suatu masalah sulit apapun, sangat mungkin dapat terselesaikan dan terasa sederhana jika masyarakatnya memiliki kecerdasan tinggi. Pendidikan orang tua sangat berpengaruh terhadap pola-pola perkembangan anak. Fenomena yang terjadi kebanyakan orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses dalam pendidikan maupun karirnya, sehingga pada masa yang akan mereka dapat memperbaiki kualitas hidupnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tingkat rendahnya pendidikan seseorang terkadang mempengaruhi pola pemikiran seseorang. Cara menyikapi semua masalah antara yang berpendidikan jelas terlihat perbedaannya dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah, terkadang orang yang berpendidikan dalam memutuskan masalah lebih bijak dan mempertimbangkan masa depan di bandingkan dengan yang berpendidikan rendah. Putus sekolah merupakan predikat yang diberikan kepada mantan peserta didik yang tidak dapat menyelesaikan suatu jenjang pendidikan sehingga tidak dapat melanjutkan studinya kejenjang pendidikan berikutnya. Ada berbagai latar belakang munculnya putus sekolah dalam dunia pendidikan kebanyakan dalam persoalan ekonomi. Orang Kekuatan dan kekuasaan ekonomi mereka hanya mampu dipergunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Ada juga kasus anak putus sekolah karena faktor lingkungan. Faktor Pendapatan Masyarakat Bajo di Desa Samarengga Masyarakat Bajo yang ada di Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali bekerja sebagai penangkap ikan yang merupakan pekerjaan utama Masyarakat Bajo di Desa Samarengga. Mereka bekerja sebagai nelayan tanpa ada pekerjaan sampingan lainnya. Orang Bajo yang ada di Desa Samarengga dapat dikatakan hampir 100% memusatkan perhatian terhadap lautan. Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Penduduk Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan umumnya bermata pencaharian dilaut. Tingkat pendapatan mereka bervariasi dan berubag-ubah, jenis mata pencaharian bermacam-macam ada penangkap ikan pukat, bubu, dan yang menyelam, membudidaya teripang, dan menanam rumput laut. Tingkat pendapatan masyarakat berbeda-beda ada yang berpendapatan musiman, dan yang berpendapatan secara rutinitas sehari-hari. Pendapatan secara musiman adalah bagian Masyarakat yang bermata pencaharian membudidaya teripang dan menanam rumput laut, sedangkan bagian Masyarakat yang berpendapatan secara rutinitas adalah Masyarakat yang bermata pencaharian menangkap ikan dan menyelam. Beberapa jenis mata pencaharian tersebut hampir semua Masyarakat Desa Samarengga Faktor yang menjadi hambatan Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan sampai dengan penurunan tingkat pendapatan Masyarakat adalah keadaan iklim. Iklim Desa Samarengga yaitu musim Timur dan musim Barat, saat bertiup angin Timur pada April sampai dengan September banyak membawa hujan, angin dan gelombang tinggi, kondisi seperti ini Masyarakat Desa Samarengga mengalami penurunan tingkat pendapatan sangat luar biasa karena sebagian aktifitas masyarakat Desa Samarengga terhenti seperti memancing, pukat, bubu, dan menyelam karena masyarakat beraktivitas khusus menanam rumput laut. Penanaman rumput laut oleh Masyarakat Desa Samarengga setiap tahunnya pada musim angin Timur bertiup hujannya besar, air dingin, gelombang tinggi, suhu udara dingin hingga mempengaruhi kesuburan rumput laut sampai bertiup angin Barat Oktober sampai dengan Maret, aktivitas Masyarakat Desa Samarengga sudah kembali normal dan tingkat pendapatan Masyarakat meningkat. Faktor Pandangan Masyarakat Desa Samarengga Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti berkaitan dengan pandangan terkait tingkat pendidikan mayoritas mengatakan pendidikan itu penting karena pendidikan itu memberikan dampak yang positif pada anak-anak mereka, karena pendidikan anak menambah wawasan yang luas, apabila jika dihadapkan pada berbagai permasalahan yang semakin Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X komplek pendidikan diera modern, maka dengan adanya pendidikan akan sangat mendukung kesejahteraan masyarakat tersebut. Di sini telah terbukti pada saat peneliti mengadakan penelitian di Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan bahwa umumnya masyarakat Bajo di Desa Samarengga masih perlu peningkatan sumber daya manusia (SDM), ini terlihat peneliti memberikan wawancara kepada responden terkait tingkat pendidikan masyarakat Bajo di Desa Samarengga peneliti menemukan beberapa pandangan terkait tingkat pendidikan Samarengga salah satunya ada yang berpresepsi bahwa pendidikan di Desa Samarengga masih sangat penting untuk di tingkatkansebagai masa depan generasi yang akan datang. Ada pula yang berpandangan dengan sulitnya biaya pendidikan serta sulitnya mencari pekerjaan maka pendidikan tidak terlalu penting. Kemudian ada yang berpandagan bahwa dengan sulitnya mencari pekerjaan sekarang ini seseorang tidak di ukur dari tingkat pendidikan walaupun tingkat pendidikan rendah tetapi mampu membangun serta mengatasi dirinya sendiri karena pendidikan bertujuan untuk mendewasakan dan mensukseskan manusia. Meskipun demikian terdapat pandangan lain dari masyarakat Bajo yang berpendapat bahwa ekonominya masih dikatakan mampu untuk menyekolahkan anak-anak mereka walaupun hanya sampai pada tingkat Menengah Atas (SMA) akan tetapi anak-anak mereka hanya kurang merespon dan kurang minat untuk bersekolah di karenakan faktor lingkungan. Padahal keinginan orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka itu ada. IV. Kesimpulan Hasil penelitian mengenai Persepsi Masyarakat Bajo Terhadap Tingkat Pendidikan (Studi Kasus di Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowal. berdasarkan data-data yang di peroleh Masyarakat Bajo Desa Samarengga dapat di Simpulkan sebagai berikut bahwa: Persepsi Masyarakat Bajo terhadap Tingkat Pendidikan, meskipun persepsi masyarakat Bajo di katakan baik, akan tetapi pada dasarnya tingkat pendidikan masyarakat Bajo masih rendah hal ini di sebabkan beberapa faktor antara lain . pandangan Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Tingkat Pendidikan Masyarakat Bajo tergolong masih rendah karena mayoritas pendidikan terakhir mereka adalah SD, dan tidak tamat sekolah dan ini dapat di buktikan dengan hasil wawancara dan dokumentasi bahwa tingkat pendidikan terendah Masyarakat Bajo yaitu SD sebanyak 189, sedangkan untuk tingkat menengah pertama (SMP) sebanyak 48, sedangkan untuk tingkat menengah atas (SMA) sebanyak 54, dan untuk ke tingkat perguruan tinggi sebanyak 21, sedangkan yang putus sekolah sebanyak 189 orang, dan juga ada yang belum sekolah sebanyak 52. TK sebanyak 36 orang. Jumlah keseluruhan masyarakat Bajo sebanyak 816 orang. Masyarakat Bajo yang berada di Desa Samarengga beragama Islam dan mata pencaharian mereka sebagai nelayan tanpa ada pekerjaan sampingan. Pendapatan Masyarakat Bajo itu ketika turun melaut tergantung dari musim kalau musim ombak yang kurang mendukung berarti pendapatan mereka juga kurang, dan juga kalau sebaliknya kalau ombaknya mendukung untuk turun melaut berarti pendapatan mereka baik. Pekerjaan melaut sudah sejak lama mereka lakukan. DAFTAR PUSTAKA