https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. STRATEGI GURU DALAM MENGOPTIMALKAN MEDIA POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN SISWA: STUDI KASUS DI SMP NEGERI 1 SINUNUKAN AlmaAorifatul Aisyah Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahamd Addary Padangsidimpuan rifatulaisyah416@gmail. Article History: Received : 29 Nopember 2025 Accepted : 20 Januari 2026 Published: 10 Februari 2026 Keywords: PowerPoint Media. Learning Motivation. Student Understanding. Islamic Religious Education. Abstrak. This study aims to improve students' motivation and understanding in Islamic Religious Education (PAI) learning through the use of PowerPoint media. The problem identified was the low student interest caused by conventional, non-visual teaching methods. This research used a Classroom Action Research (CAR) approach with the Kemmis and McTaggart model conducted in two cycles. The subjects were 28 seventh-grade students of SMP Negeri 1 Sinunukan. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, and analyzed using qualitative descriptive methods. The results showed an increase in student engagement and motivation after the application of interactive PowerPoint media. In the first cycle, only 57% of students met the minimum passing criteria, which increased to 85% in the second cycle. Students also became more active in discussions and reported that the lessons were more engaging and easier to understand. The conclusion is that systematic and interactive use of PowerPoint is effective in enhancing the quality of PAI learning, both in terms of students' understanding and enthusiasm. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui penerapan media PowerPoint. Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya minat belajar siswa akibat metode pembelajaran konvensional yang minim visualisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sinunukan yang berjumlah 28 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan dan motivasi siswa setelah penerapan media PowerPoint interaktif. Pada siklus I, hanya 57% siswa mencapai KKM, meningkat menjadi 85% pada siklus II. Selain itu, siswa lebih aktif dalam diskusi dan menyatakan bahwa pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media PowerPoint secara sistematis dan interaktif efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, baik dari segi pemahaman materi maupun antusiasme siswa dalam mengikuti 91 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Guru Dalam Mengoptimalkan Media Powerpoint Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Pemahaman Siswa: Studi Kasus Di . | AlmaAorifatul Aisyah PENDAHULUAN Era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan besar di dunia pendidikan, termasuk dalam proses pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kemajuan teknologi yang semakin pesat ini memengaruhi cara pembelajaran PAI Seorang guru atau pengajar yang berperan sebagai fasilitator harus terus mengasah kemampuan, khususnya dalam mengaplikasikan Dengan menguasai berbagai media pembelajaran berbasis teknologi, guru dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan membuat peserta didik lebih antusias mengikuti pembelajaran (Sri Yati Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar tumbuh berkembang menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu, sehat dan berakhlak . mulia (UU No. 20 Tahun 2. Pendidikan adalah segala pengalaman hidup . dalam berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi pertumbuhan atau perkembangan individu (Pupu Saeful Rahmat 2. Menurut Zakiyah Darajat, pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati tujuan, dan pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Oleh karena itu, ketika kita menyebut pendidikan Islam, maka akan mencakup dua hal, yaitu: pertama mendidik siswa agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak yang lslami. kedua, mendidik siswa-siswi untuk mempelajari materi ajaran Islam (Nurmaidah 2. Untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan siswa antusias dalam mengikuti pelajaran, guru harus mampu menerapkan komponen strategi pembelajaran dan merancang pengajaran, sehingga pengajaran yang dilakukan dapat memuaskan siswa (Muhammad 2. Guru adalah orang yang memiliki pengusaan dalam bidang ilmu 92 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. pengetahuan, keterampilan dan keahlian yang diperolehnya melalui pelatihan dan pendidikan tertentu (Nurzannah 2. Proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh jenis media yang dipilih oleh pendidik. Oleh karena itu, pemilihan media pembelajaran harus dioptimalkan secara maksimal. Penggunaan media yang tepat dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih variatif kepada siswa, baik melalui suara . , gambar . , maupun gabungan keduanya . Jika guru menjadi satu-satunya sumber belajar tanpa dukungan media lain, hal ini dapat membuat siswa merasa jenuh dan kurang tertarik pada materi yang disampaikan (Prasinto Sebagai seorang pendidik profesional, guru memiliki tanggung jawab utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, serta melakukan evaluasi terhadap peserta didik. Guru yang berkualitas tentu akan mampu menyelenggarakan kegiatan pendidikan, pengajaran, dan pelatihan secara efektif dan efisien. Seorang guru yang profesional dipercaya mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki dalam rangka mencapai standar pendidikan yang telah ditetapkan (Mira Nurul Kamilah 2. Guru profesional merupakan pendidik yang memiliki kompetensi, integritas, dan kualitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Guru dengan kualifikasi tersebut diharapkan mampu memberikan dorongan serta motivasi belajar kepada peserta didik, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal dan menghasilkan capaian belajar yang memuaskan (Anggraeni 2. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, guru dituntut untuk memiliki kompetensi dalam bidang digital agar mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Kompetensi ini mencakup kemampuan memanfaatkan perangkat digital sebagai media komunikasi yang efektif antara guru dan siswa, serta sebagai sarana untuk mencapai hasil belajar yang menjadi tanggung jawab bersama. Integrasi teknologi digital tidak hanya berlaku dalam konteks pendidikan formal, tetapi juga 93 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Guru Dalam Mengoptimalkan Media Powerpoint Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Pemahaman Siswa: Studi Kasus Di . | AlmaAorifatul Aisyah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh guru profesional untuk mendukung perkembangan karier dan potensi peserta didik (Amalia Shafiyah 2. Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah salah satu mata pelajaran wajib dalam kurikulum sekolah formal di Indonesia. PAI bertujuan untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Namun. PAI menyampaikan materi secara menarik agar siswa lebih termotivasi untuk Salah satu strategi yang dapat diupayakan adalah dengan penggunaan media pembelajaran yang efektif dan relevan (Hayati 2. Penggunaan teknologi digital sebagai media pembelajaran dapat memungkinkan siswa untuk mempelajari materi dengan lebih interaktif dan menyenangkan. Dengan menggunakan media berbasis digital, para guru juga memiliki kesempatan untuk membuat pembelajaran lebih menarik (Hendra 2. Media pembelajaran merupakan salah satu unsur penting yang tidak dapat diabaikan dalam pengembangan sistem pembelajaran yang berkualitas. Ketika materi ajar dikemas dalam bentuk media yang menarik, interaktif, dan menyenangkan, hal ini tidak hanya meningkatkan partisipasi siswa, tetapi juga menjadikan proses belajar lebih bermakna (Haris Nursyah Arifina 2. Salah satu media pembelajaran yang menjadi solusi untuk meningkatkan minat peserta didik adalah Microsoft PowerPoint. Microsoft powerpoint adalah aplikasi yang terbilang mudah dan kerap digunakan oleh banyak penggunanya. Media PowerPoint memudahkan kita merancang berbagai macam presentasi visual yang menakjubkan menggunakan teks, foto, animasi, vidio dan kuis dalam penyajian presentasi kepada siswa. Dengan penyajian materi pendidikan agama Islam menggunakan power point akan lebih menarik siswa untuk lebih mudah memahami pembelajaran (Habibah Amumpuni 2. 94 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Guru memiliki banyak pilihan media pembelajaran yang bisa Salah satu media pembelajaran berbasis komputer yang sangat mudah, praktis, dan efisien adalah media pembelajaran menggunakan PowerPoint. Microsoft Office PowerPoint dirancang khusus sebagai program yang mampu menampilkan multimedia secara menarik dan mudah, sehingga sangat cocok digunakan dalam berbagai presentasi pembelajaran (Basri 2. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya adalah Kondisi ini sering disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang monoton dan kurang sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital. Media yang menarik dan interaktif dapat membantu meningkatkan perhatian siswa, memudahkan pemahaman konsep, serta memperkuat daya ingat mereka. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Salah satu media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah PowerPoint. Sebagai media visual. PowerPoint memungkinkan guru menyajikan materi dengan lebih menarik melalui perpaduan teks, gambar, video, dan animasi. Penggunaan media ini dapat meningkatkan perhatian dan minat siswa terhadap pelajaran, serta memudahkan guru dalam menyampaikan materi secara sistematis dan efisien (Eva 2. Berdasarkan kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang akan menjadi daya tarik dalam dunia pendidikan. Penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat membantu kelancaran, efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Perkembangan media pendidikan telah berlangsung secara sangat cepat, dan membentuk budaya baru secara signifikan dalam proses pembelajaran (Dede Misbahudin 2. PowerPoint adalah produk perangkat lunak Microsoft yang mendukung pembelajaran dengan menyusun presentasi yang efektif, mudah dan profesional. Perangkat lunak ini dikembangkan 95 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Guru Dalam Mengoptimalkan Media Powerpoint Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Pemahaman Siswa: Studi Kasus Di . | AlmaAorifatul Aisyah dan digunakan untuk membuat presentasi untuk memfasilitasi presentasi. PowerPoint Interaktif berisi teks, gambar, audio dan video yang telah digabungkan menjadi materi interaktif (Muhamad Nur febrian Syah 2. Belajar menggunakan media Powerpoint adalah cara mempermudah seorang guru dalam memberikan pembelajaran kepada siswa. Oleh karena itu menurut (Nurul 2. hal ini menjadi penyebab guru untuk menyiapkan bahan ajar yang menarik dan kreatif, yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa. Dalam hal ini menggunakan media PowerPoint dapat menambah wawasan seorang guru dalam mempersiapkan materi ajar yang interaktif dan inovatif. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sinunukan, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di VII, konvensional dan belum banyak melibatkan media digital seperti PowerPoint. Guru cenderung menggunakan metode ceramah tanpa alat bantu visual yang mendukung, sehingga siswa kurang antusias mengikuti Hasil wawancara dengan beberapa siswa juga menunjukkan bahwa mereka merasa jenuh dan kesulitan memahami materi, terutama jika disampaikan secara verbal tanpa ilustrasi. Rendahnya minat dan partisipasi siswa terlihat dari kurangnya keterlibatan dalam diskusi serta hasil belajar yang belum optimal. Situasi ini mendorong peneliti untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan menerapkan media PowerPoint sebagai alat bantu pembelajaran guna meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Melalui tindakan yang terencana dan berulang, diharapkan adanya perubahan positif dalam proses dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui penerapan media PowerPoint. Model 96 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. tindakan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang meliputi empat tahapan, yaitu perencanaan . , pelaksanaan tindakan . , observasi . , dan refleksi . Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana masing-masing siklus dirancang berdasarkan hasil refleksi dari siklus Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sinunukan tahun pelajaran 2025 yang berjumlah 28 orang. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sinunukan. Kabupaten Mandailing Natal. Provinsi Sumatera Utara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket terbuka, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengetahui respons dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Wawancara dilakukan dengan guru dan beberapa siswa untuk menggali tanggapan mereka terhadap penggunaan media PowerPoint. Angket digunakan untuk mengetahui persepsi dan motivasi siswa secara lebih mendalam, sedangkan dokumentasi digunakan untuk merekam proses tindakan kelas dalam bentuk catatan lapangan, dan produk hasil belajar siswa. Seluruh data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menafsirkan temuan-temuan yang muncul dari setiap siklus tindakan untuk kemudian disimpulkan secara naratif. HASI DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sinunukan pada siswa kelas VII, dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui penggunaan media PowerPoint, khususnya dalam menyampaikan materi sejarah perkembangan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW di Mekah dan Madinah. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus dilakukan dalam dua pertemuan dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan 97 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Guru Dalam Mengoptimalkan Media Powerpoint Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Pemahaman Siswa: Studi Kasus Di . | AlmaAorifatul Aisyah SIKLUS I Perencanaan Pada tahap perencanaan, guru dan peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran untuk dua kali pertemuan. Materi yang diangkat dalam siklus pertama adalah: Kondisi masyarakat Arab sebelum Islam . asa jahiliya. Proses dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekah Guru menyusun media PowerPoint interaktif yang memuat: Peta geografis Jazirah Arab Ilustrasi masyarakat Arab pra-Islam Gambar dan nama-nama tokoh seperti Abu Jahal. Abu Thalib. Khadijah, dan Umar bin Khattab Animasi fase dakwah Nabi . embunyi-sembunyi dan terang-teranga. Video pendek tentang kondisi sosial budaya masa jahiliyah Kuiz interaktif dan pertanyaan diskusi Selain itu, guru menyiapkan instrumen evaluasi berupa: Lembar observasi keterlibatan siswa Angket motivasi belajar Soal tes formatif untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi Pelaksanaan Pertemuan 1 Guru menyampaikan materi tentang masyarakat Arab sebelum Islam menggunakan PowerPoint. Slide diawali dengan peta lokasi Mekah dan Madinah, dilanjutkan dengan kehidupan masyarakat jahiliyah: Video pendek tentang suasana Pasar Ukaz ditayangkan untuk memperkuat ilustrasi. 98 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Pertemuan 2 Materi dilanjutkan ke dakwah Nabi di Mekah. Guru menampilkan animasi dua fase dakwah: pertama secara sembunyi-sembunyi, lalu terang-terangan. Ditampilkan pula foto rumah Arqam bin Abi Arqam, skema strategi dakwah Nabi, dan kisah-kisah tokoh yang memeluk Islam. Siswa dibagi menjadi kelompok dan diminta membuat timeline visual dakwah Nabi, lalu mempresentasikan hasilnya. Observasi Hasil observasi menunjukkan peningkatan minat belajar siswa dibanding sebelum tindakan. Saat PowerPoint ditampilkan, mereka lebih fokus memperhatikan materi. Visualisasi seperti gambar dan Aktivitas menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mulai aktif berdiskusi dan terlibat dalam presentasi. Namun, masih ada beberapa siswa yang belum berpartisipasi Dalam kegiatan diskusi kelompok, hanya beberapa siswa yang mendominasi, sementara yang lain cenderung mengikuti tanpa kontribusi yang signifikan. Hasil tes formatif menunjukkan: A 6 siswa . %) memperoleh nilai di atas KKM A 12 siswa . %) belum tuntas Dari angket motivasi, sebagian besar siswa mengaku senang belajar dengan PowerPoint karena materinya Autidak membosankanAy dan Aumudah diingat karena ada gambar dan videoAy. Refleksi Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi, guru dan peneliti Media PowerPoint terbukti membantu siswa dalam memahami materi sejarah Islam. 99 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Guru Dalam Mengoptimalkan Media Powerpoint Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Pemahaman Siswa: Studi Kasus Di . | AlmaAorifatul Aisyah Materi yang divisualisasikan lebih menarik dibanding penjelasan lisan biasa. Namun, perlu perbaikan pada desain slide . erlalu pada. dan waktu untuk diskusi siswa. Oleh karena itu, untuk siklus II, direncanakan: Penyederhanaan konten slide . Penambahan animasi transisi dan audio penjelas . Penyisipan lebih banyak kuis dan refleksi akhir pembelajaran SIKLUS II Perencanaan Materi yang akan disampaikan dalam siklus kedua adalah: Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah Piagam Madinah dan Perang Badar Guru memperbaiki PowerPoint agar lebih menarik dan mudah . Penambahan peta hijrah (MekahAeMadina. Skema isi Piagam Madinah . Ilustrasi strategi Perang Badar . Video pendek dan kuis kelompok interaktif Disiapkan pula instrumen pendukung: Lembar kerja siswa (LKPD) . Instrumen observasi keterlibatan siswa . Tes formatif dan angket akhir Pelaksanaan Pertemuan 1 Guru menyampaikan materi peristiwa hijrah dengan PowerPoint yang menampilkan visual rute perjalanan, tempat-tempat singgah, dan perubahan sosial di Madinah. Guru membimbing siswa menyusun peta konsep AuHijrah dan Masyarakat IslamAy dalam kelompok. Siswa mendiskusikan alasan hijrah dan perubahan sosial yang terjadi 100 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Pertemuan 2 Materi dilanjutkan dengan Piagam Madinah dan Perang Badar. Guru menjelaskan isi pokok Piagam Madinah secara visual: persatuan umat, kerja sama antar agama, serta keadilan sosial. Perang Badar dijelaskan dengan skema strategi perang dan infografis jumlah pasukan. Siswa mengikuti kuis kelompok, dan masing-masing tim bersaing dengan antusias. Observasi Siklus II menunjukkan peningkatan signifikan dibanding siklus Seluruh siswa terlibat dalam diskusi dan kuis. Bahkan siswa yang sebelumnya pasif sudah mulai aktif bertanya dan menjawab. Mereka juga lebih cepat menyerap informasi karena bantuan visual yang jelas dan terstruktur. Hasil tes formatif: A 24 siswa . %) mencapai nilai Ou KKM A 4 siswa . %) menunjukkan peningkatan signifikan meskipun belum tuntas Angket motivasi menunjukkan bahwa mayoritas siswa menyukai pembelajaran berbasis PowerPoint. Mereka merasa belajar menjadi menyenangkan, mudah diingat, dan lebih hidup. Refleksi Guru dan peneliti menyimpulkan bahwa media PowerPoint efektif dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Kombinasi visual, animasi, audio, serta aktivitas siswa dalam diskusi dan kuis, menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna. Keberhasilan pada siklus II menunjukkan bahwa siswa lebih fokus dan tidak bosan selama pembelajaran Materi sejarah Islam yang biasanya dianggap sulit menjadi mudah dipahami 101 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Guru Dalam Mengoptimalkan Media Powerpoint Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Pemahaman Siswa: Studi Kasus Di . | AlmaAorifatul Aisyah Media PowerPoint bukan hanya alat bantu, tetapi juga strategi pembelajaran yang efektif Dengan demikian, penerapan media PowerPoint secara sistematis dalam dua siklus PTK terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas VII SMP Negeri 1 Sinunukan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dapat disimpulkan bahwa penerapan media PowerPoint dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara signifikan mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sinunukan. Pada awalnya, pembelajaran PAI berlangsung secara konvensional, minim visualisasi, dan cenderung membosankan, sehingga membuat siswa kurang tertarik dan mengalami kesulitan memahami materi. Melalui penggunaan PowerPoint yang dirancang secara menarik dan interaktif dengan mengintegrasikan gambar, video, animasi, serta kuis kelompok tercipta suasana belajar yang lebih menyenangkan, komunikatif, dan partisipatif. Terjadi peningkatan keterlibatan siswa baik secara individual maupun dalam diskusi kelompok. Hasil tes formatif menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari hanya 57% siswa yang tuntas pada siklus I menjadi 85% pada siklus II. Sementara itu, angket motivasi juga memperlihatkan bahwa mayoritas siswa lebih antusias, mudah memahami materi, dan merasa tidak cepat bosan saat mengikuti pembelajaran berbasis PowerPoint. Dengan demikian, media PowerPoint tidak hanya berperan sebagai alat bantu mengajar, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran efektif dalam menyampaikan materi PAI. Guru perlu terus mengembangkan kreativitas dalam pemanfaatan media ini agar tujuan pembelajaran tercapai secara optimal dan peserta didik dapat meraih hasil belajar yang lebih baik, baik dari segi pengetahuan maupun sikap terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. 102 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. REFERENSI