E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25 . Halaman 238 -249 JURNAL AKAL: ABDIMAS DAN KEARIFAN LOKAL https://w. e-journal . id/index. php/kearifan PELATIHAN PENGGUNAAN KURVA PERTUMBUHAN DALAM UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING Training in growth chart use for accelerating reduction in stunting Patricia Budihartanti Liman1, 2. Arleen Devita1. Yuliana1,2. Deva Muhammad Annam3. Yenny1. Verawati Sudarma2,4 1Program Studi Pendidikan Dokter. Fakultas Kedokteran. Universitas Trisakti. Jakarta. Indonesia 2Pusat Studi Ilmu Gizi. Fakultas Kedokteran. Universitas Trisakti. Jakarta. Indonesia 3Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter. Fakultas Kedokteran. Universitas Trisakti. Jakarta. Indonesia 4Program Studi Profesi Dokter. Fakultas Kedokteran. Universitas Trisakti. Jakarta. Indonesia * Penulis Korespondensi: patricialiman@trisakti. Abstrak Sejarah Artikel A Diterima Januari 2025 A Revisi Maret 2025 A Disetujui Juni 2025 A Terbit Online Agustus 2 025 Kata Kunci: A Anak A Edukasi A Kurva A Pelatihan A Stunting Pemantauan pertumbuhan sangat penting dalam deteksi dini gangguan pertumbuhan anak, termasuk stunting. Salah satu penilaian pertumbuhan anak adalah dengan menggunakan kurva pertumbuhan, yang sebaiknya diketahui juga oleh masyarakat, selain para kader, tenaga kesehatan, dan guru. Sebelumnya hampir tidak pernah dilaksanakan pelatihan penggunaan kurva kepada ibu hamil dan ibu dengan anak di bawah dua tahun di Desa Nagrak dan Desa Ciangsana. Karena itu tim pengabdian masyarakat melakukan pelatihan peningkatan keterampilan dan keberdayaan masyarakat dengan metode kegiatan yaitu pelatihan penggunaan kurva pertumbuhan anak untuk menilai status berat dan tinggi badan menurut usia anak. Kegiatan diadakan hari Sabtu, 9 November 2024, pk. 00Ae12. 00 WIB di Lahan kampus Trisakti. Nagrak. Bogor. Jawa Barat. Terdapat 31 responden yaitu 16 warga Desa Nagrak dan 15 warga Desa Ciangsana. Median . 25Aep. usia responden adalah 29 . Ae. Hasil PkM menunjukkan mayoritas responden belum mengetahui penggunaan kurva pertumbuhan, sesuai median . 25Aep. skor pengetahuan sebelum pelatihan sebesar 20 . Ae. , dan skor meningkat secara sinifikan sebesar lima kali setelah dilakukan Luaran lainnya adalah publikasi media masa dan HKI. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyakarat mengenai penggunaan kurva Pelatihan bercakupan lebih luas diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyakarakat Indonesia, khususnya keluarga risiko stunting. Sitasi artikel ini: Liman PB. Devita A. Yuliana. Annam DM. Yenny. Sudarma V , 2025. Pelatihan Penggunaan Kurva Pertumbuhan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Jurnal Akal: Abdimas dan Kearifan Lokal. 238 -249 . https://dx. org/10. 25105/ akal. v 6i2. Doi: Abstracts Keywords: A Charts A Children A Education A Stunting A Training Growth monitoring is essential for early detection of child growth disorders, including stunting, for which one way is to use growth charts, which should also be done by the community, apart from cadres, health workers, and teachers. Almost no training sessions on growth chart use have previously been organized among pregnant women and mothers with under-two-years old children in Nagrak and Ciangsana villages. Therefore, our team held PkM with training sessions method for community empowerment in use of child growth charts for evaluating weight and height for age, on Saturday. November 9, 2024 from 08. 00Ae12. 00 local time on the Trisakti campus grounds. Nagrak. Bogor. West Java. There were 31 respondents consisting of 16 and 15 residents of Nagrak and Ciangsana Villages. RespondentsAo median . 25Aep. age was 29 . Ae. Most respondents did not know the use of growth charts. Median . 25Ae-p. knowledge score before training was 20 . Ae. , increasing five fold after training. The others output were mass media publications and intellectual property rights. Conclusion: This community service increased public knowledge on growth chart use. Large-scale training programs are needed to increase public knowledge in Indonesia, especially for families with stunting risks. Pelatihan Penggunaan Kurva Pertumbuhan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting. Liman . Devita . Yuliana. Annam . Yenny. Sudarma E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 238 -249 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. PENDAHULUAN Stunting merupakan salah satu jenis malnutrisi pada anak yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia (Sjarif et al. , 2. Anak dengan kondisi stunting terjadi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis (Sjarif et al. , 2. yang berkaitan dengan pada 1. 000 Hari Pertama Kehidupan (Fauziah. Purnasari. Riana, & Ardayani, 2023. Georgiadis & Penny, 2. Pada 1. Hari Pertama Kehidupan terjadi pertumbuhan yang sangat cepat dengan pembentukan imunitas tubuh, pembentukan koqnitif, dan pertumbuhan (Pradnyawati. Juwita. Kartinawati. Wijaya, & Prabandari, 2. Penting menjadi perhatian para stakeholder bahwa menurut penelitian yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar stunting tidak dapat di intervensi setelah 1. 000 hari Apabila tidak tertangani, hal ini dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang Perempuan dengan stunting pada masa anak -anak dan tetap stunting pada usia dewasa, dan akan cenderung memiliki anak dengan stunting (Georgiadis & Penny, 2. Prevalensi stunting di Indonesia menempati ranking ke empat tertinggi setelah India. Nigeria, dan Pakistan (Sjarif et al. , 2. Meskipun Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan prevalensi stunting belum mencapai target 14% yang ditetapkan pemerintah Indonesia meskipun terlihat progress penurunannya (Government Regulations, 2. Pemasalahan gizi ini juga terlihat pada kabupaten Bogor yang tercatat prevalensi balita stunting yang cukup tinggi yakni sebesar 24,9% pada tahun 2022 Desa Nagrak (Munira, 2. dan desa Ciangsana merupakan dua dari sembilan desa yang berada di Kecamatan Gunung Putri. Kabupaten Bogor . Jawa Barat Pada hasil diskusi antara kepala puskesmas dan tim panitia penyuluhan kepada masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (FK Usakt. dan bagian kemahasiswaan diketahui terdapat lima permasalahan kesehatan yang masih menjadi perhatian yakni tuberk ulosis paru multi drug resistence, kusta, anti vaksin, perilaku hidup bersih dan sehat, serta ibu hamil risiko tinggi. Apabila diperhatikan secara seksama, kelima permasalahan ini dapat berkorelasi dengan pertumbuhan anak, yang dapat dipantau dengan penggu naan kurva pertumbuhan. Berdasarkan hal tersebut, bagian kemahasiswaan FK Usakti mengundang Pusat Studi Gizi FK Usakti untuk dapat berkontribusi dalam penyuluhan mengenai pelatihan penggunaan kurva pertumbuhan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Ket ua tim pusat studi gizi kemudian membentuk tim pengabdian kepada masyarakat dan selanjutnya membuat analisis situasi dan perencananan pengabdian kepada masyarakat. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pelatihan Penggunaan Kurva Pertumbuhan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting. Liman . Devita . Yuliana. Annam . Yenny. Sudarma E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 238 -249 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh tim pusat studi gizi pada guru pendidikan anak usia dini dan tim pendamping keluarga di Jakarta Barat didapatkan bahwa masih rendahnya pengetahuan mengenai penggunaan kurva pertumbuhan dengan 72 ,7% responden belum pernah mengikuti pelatihan Sudarma, 2. Demikian pula pada hasil pada pengabdian kepada mayarakat lainnya yang dilakukan pada ibu dengan anak usia 3 -18 tahun di kota Tangerang menunjukkan bahwa 93,4% belum pernah mengikuti pelatihan kurva pertumbuhan menunjukkan bahwa metode p (Liman. Devita. Fadilah, & (Liman. Dita, et al. , 2. Hasil PkM elatihan juga terlihat lebih efektif dalam peningkatan pengetahuan responden dibandingkan dengan metode seminar Pelatihan penggunaan kurva pertumbuhan pada kedua kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan Berdasarkan hal tersebut di atas, tim (Liman. Dita, et al. , 2. PkM tersebut di atas keterampilan responden secara signifikan. PkM mengajukan kegiatan pelatihan dengan tujuan meningkatkan keterampilan ibu usia reproduksi termasuk ibu hamil dan ibu yang memiliki anak usia dibawah dua tahun . , sebagai salah satu gangguan pertumbuhan anak stakeholder terpenting dalam deteksi dini di desa Nagrak dan desa Ciangsana. Gunung Putri. Bogor. Jawa Barat. METODE PELAKSANAAN Tahapan persiapan dengan melakukan analisis situasi mengenai permasalahan yang ada pada mitra. Setelah melakukan koordinasi dengan mitra dan bersepakat dalam menentukan penyelesaian permalahan maka tim PkM melakukan persiapan pelaksanaan DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. PkM (Gambar . Pelatihan Penggunaan Kurva Pertumbuhan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting. Liman . Devita . Yuliana. Annam . Yenny. Sudarma E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 238 -249 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. Gambar 1 . Kerangka solusi pemecahan masalah Persiapan materi dan alat pelatihan Materi pelatihan dirancang untuk memberikan pengetahuan mengenai pentingnya penilaian status gizi anak terutama dalam 1. 000 Hari Pertama Kehidupan. Penggunaan kurva WHO 2006 dipilih dalam penilaian status gizi anak. Media yang digunakan dalam penyampaian pelatihan adalah menggunakan slide powepoint dan pemberian lembar kurva pertumbuhan kepada responden. Pelatihan dilakukan secara luring dengan memberikan waktu tanya jawab setelah dilakukan pelatihan. Rapat persiapan tim pelaksana aplikasi Zoom Meeting PkM dilakukan secara daring melalui (Gambar . Penyamaan persepsi mengenai jadwal pelaksanaan kegiatan, rundown acara, pertanyaan kuesioner, cara penggunaan kurva pertumbuhan, pembagian tugas saat kegiatan dilakukan pada saat rapat. Pertanyaan yang digunakan dalam penilaian pre - dan post -test adalah sebagai berikut Apakah stunting? Seberapa sering perlu dilakukan pemantauan pertumbuhan anak usia <1 tahun? Bagaimana pendapat anda mengenai plotting status berat badan anak di bawah ini? Bagaimanakah pendapat anda mengenai plotting status tinggi badan anak di bawah DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pelatihan Penggunaan Kurva Pertumbuhan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting. Liman . Devita . Yuliana. Annam . Yenny. Sudarma E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 238 -249 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. Apakah status berat badan anak laki -laki berusia 3 tahun dan berat badan 11 kg? Apakah status tinggi badan anak laki -laki berusia 3 tahun dan tinggi badan 80 cm? Skoring penilaian untuk pertanyaan nomor 1 dan 2 adalah sebesar 10 dan pertanyaan 2 sampai pertanyaan 6 adalah sebesar 20. Gambar 2. Rapat persiapan kegiatan pelatihan bersama tim pelaksana PkM Masyarakat Sasaran/ Mitra Masyarakat sasaran adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki baduta dengan wilayah kerja di Desa Nagrak dan Desa Ciangsana. Gunung Putri. Bogor. Jawa Barat. Pemilihan masyarakat sasaran ini berdasarkan undangan dari kepala kelompok target pelatihan, yang Kesehatan anak. Lokasi puskesmas maupun kepala desa merupakan salah satu sesuai dengan dalam optimalnya PkM merupakan bagian dari desa binaan Universitas Trisakti dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di desa tersebut. Indikator keberhasilan dan metode evaluasi Keberhasilan kegiatan PkM dinilai dengan terlaksananya kegiatan pelatihan penilaian kurva pertumbuhan, terdapat peningkatan tingkat pengetahuan responden setelah pelaksanaan secara signifikan . <0,. , terpublikasinya kegiatan DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. PkM PkM ini di media massa elektronik nasional Pelatihan Penggunaan Kurva Pertumbuhan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting. Liman . Devita . Yuliana. Annam . Yenny. Sudarma E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 238 -249 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. dan tercatatnya hak kekayaan intelektual Metode evaluasi kegiatan dilakukan di lahan K ampus Universitas Trisakti di K elurahan Nagrak. Bogor menggunakan kuesioner yang dberikan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki baduta. Kuesioner diberikan sebelum dan setelah pelaksanaan Terdapat enam soal mengenai stunting dan penilaian status nutrisi anak menggunakan kurv a pertumbuhan dengan skor tertinggi adalah 100. Uji Wilcoxon dengan perangkat lunak SPSS ver 29. digunakan untuk menilai perbedaan skor sebelum dan setelah pelatihan dengan tingkat kemaknaan p <0,05. Tempat dan Waktu Tempat dan waktu kegiatan berlokasi di lahan kampus Universitas Trisakti. Nagrak. Bogor. Jawa Barat pada hari sabtu, tanggal 9 November 2024, jam 08. Ae 12. 00 WIB. Lokasi kegiatan PkM berjarak 38,8 KM dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Peta lokasi kegiatan terlampir pada gambar 3. Gambar 3. Peta Lokasi kegiatan PkM HASIL KEGIATAN Kegiatan P kM berlangsung sesuai dengan perencanaan. Kegiatan diawali dengan senam pagi dan disusul seremonial oleh asistern Wakil Rektor 3, wakil direktur LPPM. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Kepala Puskesmas, dan Kepala Desa. Kegiatan P dosen dan mahasiswa Kedokteran Universitas Trisakti (Gambar . DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. kM melibatkan Pelatihan Penggunaan Kurva Pertumbuhan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting. Liman . Devita . Yuliana. Annam . Yenny. Sudarma E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 238 -249 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. Gambar 4. Pelatihan penggunaan kurva pertumbuhan Ibu hamil dan ibu yang memiiliki baduta yang bertempat tinggal di wilayah Desa Nagrak dan Desa Ciangsana. Gunung Putri. Bogor diundang oleh kepala Desa untuk mendapatkan edukasi pelatihan penilaian pertumbuhan anak. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu hamil dan ibu yang memiiliki baduta dalam pem antauan status gizi anak. Pelatihan dihadiri oleh 31 ibu yang terdiri dari 15 ibu dari Desa Nagrak dan 16 Ibu dari Desa Ciangsana (Tabel . Mayoritas responden berusia >25 tahun, tingkat Pendidikan tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama SLTP atau lebih tinggi, tidak bekerja, dan memiliki DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. C 2 anak. Pelatihan Penggunaan Kurva Pertumbuhan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting. Liman . Devita . Yuliana. Annam . Yenny. Sudarma E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 238 -249 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. Tabel 1. Karakteristik responden . Variabel Tempat tinggal / Desa Nagrak Ciangsana Usia, dalam tahun <25 C25 Tingkat pendidikan C Tamat SLTP atau sederajat > Tamat SLTP atau sederajat Pekerjaan Tidak bekerja Bekerja Jumlah anak Keterangan: SLTP: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Mayoritas . %) responden belum pernah mengikuti pelatihan kurva pertumbuhan, 71% responden tidak pernah menggunakan kurva pertumbuhan dalam satu tahun terakhkir dan 74,2% responden tidak mengetahui cara menggunakan kurva pengetahuan (Tabel . Hasil ini sejalan dengan penyuluhan kurva pertumbuhan yang d ilakukan pada orang tua siswa usia 3 tahun di kota Tangerang Namun demikian hasil yang berbeda (Liman. Dita, et al. , 2. didapatkan pada kegiatan pelatihan kurva pertumbuhan yang dilakukan pada kader dan guru PAUD (Liman. Devita, et al. , 2. Kader dan guru PAUD lebih banyak menjawab mengetahui cara penggunaan kurva pertumbuhan dibandingkan dengan responden ibu hamil dan ibu yang memiliki baduta dengan berturut -turut 45,5% dan 19,4% (Liman. Devita, et al. , 2. Perbedaan hasil mungkin dapat disebabkan oleh frekuensi pelatihan penggunaan kurva yang didapat oleh Pelatihan penggunaan kurva dengan skala yang lebih luas dapat dipertimbangkan untuk ibu hamil dan ibu yang memiliki baduta. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pelatihan Penggunaan Kurva Pertumbuhan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting. Liman . Devita . Yuliana. Annam . Yenny. Sudarma E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 238 -249 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. Tabel 2. Penggunaan kurva pertumbuhan . Variabel Frekuensi pelatihan penggunaan kurva pertumbuhan Belum pernah C2x Frekuensi penggunaan kurva pertumbuhan dalam 1 tahun terakhir Tidak pernah 1Ae2x C3x Mengetahui cara menggunakan kurva pertumbuhan Tidak tahu Tahu Ragu-ragu Kegiatan P kM telah terlaksana dan didapatkan adanya perubahan pengetahuan ibu hamil dan ibu yang memiliki baduta. Perubahan pengetahuan responden terlihat pada Tabel 3. Median . 25 Ae p. skor pengetahuan kurva pertumbuhan sebelum pelatihan pada kegiatan ini sebesar 20 . Ae . Hasil ini sejalan dengan pelatihan yang dilakukan pada ibu dengan siswa usia 3 -18 tahun yang memilki median . 25 0 . Ae . (Liman. Dita, et al. , 2. Ae p. sk or pengetahuan kurva pertumbuhan sebesar namun lebih rendah dibandingkan dengan median . in mak. skor pada responden kader dan guru PAUD sebesar 56,3 . ,5 Ae 75,. (Liman. Dita, et al. Pengetahuan yang baik mengenai kurva pertumbuhan juga diperlihatkan oleh Sagita et (Sagita & Afriyan, 2. dengan 100% kader memiliki pengetahuan yang baik. Hasil PkM ini sejalan dengan PkM yang dilakukan oleh Fairuza et al. (Fairuza et al. , 2. yang melakukan penyuluhan di desa Nagrak dan Ciangsana pada tahun 2022 yang memperlihatkan bahwa 37,5% orangtua yang memiliki bayi usia dibawah tiga tahun memiliki pengetahuan yang kurang mengenai pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan. Namun demikian, kegiatan pelatihan maupun penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan responden ibu hamil, ibu dengan baduta, orang tua siswa, kader, dan guru PAUD. Tabel 3. Pengetahuan ibu hamil dan ibu yang memiliki baduta sebelum dan setelah pelatihan Skor Pengetahuan Median p25 Ae p75 Sebelum pelatihan 0 Ae 50 Setelah pelatihan 70 Ae 100 Uji Wilcoxon digunakan untuk menilai perbedaan antara kedua kelompok *Berbeda signifikan . < 0. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Nilai p <0,001* Ae Pelatihan Penggunaan Kurva Pertumbuhan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting. Liman . Devita . Yuliana. Annam . Yenny. Sudarma E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 238 -249 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. Setelah pelatihan penggunaan kurva didapatkan peningkatan pengetahuan sebesar 5x dibandingkan sebelum pelatihan secara bermakna . <0,. yang terlihat pada Tabel 3. Peningkatan skor pengetahuan pada kegiatan P kM ini lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kegiatan penyuluhan pada orang tua siswa di Jakarta yang sebesar 21% (Dewanto. Lie, & Joachim, 2. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh metode penyampaian pengetahuan. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan yang dilakukan secara luring atau tatap muka sedangkan pada Dewanto et al. (Dewanto et al. , 2. dilakukan melalui metode seminar secara Efektivitas pelatihan dengan pendampingan dibandingkan dengan metode seminar juga diperlihatkan pada kegiatan P kM kami pada orang tua siswa (Liman. Dita, et al. , 2. Kegiatan P kM ini juga dipublikasi dalam media masa Nasional pada hari Minggu, tanggal 10 November 2024 dengan link L9SKKMEWLw6Gxne/view?usp=drivesdk https://drive. com/file/d/1 (Gambar . dan surat pencatatan hak cipta nomor EC002024241466. Gambar 4. Publikasi kegiatan di media masa Nasional DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. -eav3W6TZ5hAbqg0 Pelatihan Penggunaan Kurva Pertumbuhan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting. Liman . Devita . Yuliana. Annam . Yenny. Sudarma E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 238 -249 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. KESIMPULAN Kegiatan P kM mengenai pelatihan penggunaan kurva pertumbuhan pada ibu hamil dan ibu yang memiiliki baduta telah berjalan dengan baik. Pengetahuan ibu hamil dan ibu yang memiiliki baduta meningkat secara signifikan setelah dilakukan pelatihan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti sebagai stakeholder dari institusi Perguruan Tinggi ikut berkontribusi dalam penurunan angka stunting sebagai bagian dalam Development Goals ketiga yakni kehidupan sehat dan sejahtera. Sustainable Penerapan pengetahuan penggunaan kurva pertumbahan perlu dievaluasi untuk mengoptimalisasi keterampilan ibu. Pelatihan pada wilayah kerja yang l ebih luas pada ibu hamil dan ibu yang memiiliki baduta perlu dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA