Al-Ilmu: Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 10 Nomor 2 Bulan Juli - Desember dan Tahun 2024 ISSN 2986-9293 The Strategy of Islamic Education Teachers in Enhancing the Learning Motivation of Broken Home Students at Riweuk Public Elementary School Rahmadiana. 1 Universitas KH Abdul Chalim Email: rahmadhiana@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze the strategies employed by Islamic Education (PAI) teachers in enhancing the learning motivation of broken home students at Riweuk Public Elementary School and to examine their impacts on studentsAo learning development. The background of this research arises from the issue of low motivation and concentration among students from broken home families due to emotional distress. This study adopts a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving Islamic Education teachers, homeroom teachers, the school principal, and broken home students as participants. The findings reveal four main strategies implemented by PAI teachers: . personal approaches to build emotional closeness and a sense of security. modification of learning methods through group discussions and inspirational stories integrated with religious values. providing intrinsic and extrinsic motivation by linking lessons to life goals and offering appreciation. internal collaboration with homeroom teachers to monitor studentsAo conditions. These strategies have shown positive impacts in increasing studentsAo learning motivation, classroom participation, and emotional stability. The study concludes that the role of Islamic Education teachers is crucial in providing both spiritual and emotional support to broken home students, forming a strong foundation for improved academic performance in the future. Keywords: teacher strategies. Islamic education, learning motivation, broken home students. Rahmadiana Rahmadiana. The Strategy of Islamic. Strategi Guru Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Broken Home di Sekolah Dasar Negeri Riweuk Rahmadiana. 1 Universitas KH Abdul Chalim Email: rahmadhiana@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa broken home di Sekolah Dasar Negeri Riweuk serta dampak yang ditimbulkannya terhadap perkembangan belajar siswa. Latar belakang penelitian ini didasari oleh permasalahan rendahnya motivasi dan konsentrasi belajar akibat tekanan emosional yang dialami siswa dari keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang meliputi guru PAI, wali kelas, kepala sekolah, dan siswa broken home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat strategi utama yang diterapkan guru PAI, yaitu: . pendekatan personal untuk membangun kedekatan emosional dan rasa aman. modifikasi metode pembelajaran melalui diskusi dan cerita inspiratif berbasis nilai keagamaan. pemberian motivasi intrinsik dan ekstrinsik melalui pengaitan materi dengan tujuan hidup serta dan . kolaborasi dengan wali kelas dalam memantau perkembangan siswa. Strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar, partisipasi kelas, serta kestabilan emosional siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru PAI sangat penting dalam memberikan dukungan spiritual dan emosional bagi siswa broken home untuk membangun fondasi pembelajaran yang lebih baik. Kata kunci: strategi guru, pendidikan agama Islam, motivasi belajar, siswa broken home. PENDAHULUAN Fenomena siswa broken home telah menjadi salah satu isu sosial yang mendapat perhatian serius dalam dunia pendidikan modern. Kondisi keluarga yang tidak harmonis, perceraian orang tua, atau ketidakhadiran figur keluarga yang utuh sering kali berdampak langsung terhadap kesejahteraan emosional dan akademis anak (Yuliani & Hidayat, 2. Dalam konteks pendidikan dasar, peran keluarga sebagai lingkungan Rahmadiana. The Strategy of Islamic. pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak menjadi sangat Keluarga idealnya memberikan rasa aman, dukungan emosional, dan bimbingan moral yang berkelanjutan (Hasanah, 2. Namun, pada kenyataannya, banyak anak yang berasal dari keluarga broken home kehilangan fungsi dasar keluarga tersebut sehingga mengalami tekanan psikologis yang berpengaruh pada motivasi, konsentrasi, serta prestasi belajar di sekolah (Nuraini & Mulyana, 2. Masalah ini menuntut perhatian khusus dari lembaga pendidikan yang memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan keseimbangan emosional dan spiritual siswa (Rahmawati, 2. Dalam praktiknya, guru memiliki peran ganda sebagai pendidik sekaligus pembimbing yang diharapkan mampu Keberhasilan proses pembelajaran tidak hanya diukur dari pencapaian kognitif, tetapi juga dari kemampuan guru dalam menciptakan lingkungan yang suportif bagi siswa dengan latar belakang keluarga yang kompleks (Sari & Lubis, 2. Di Sekolah Dasar Negeri Riweuk, fenomena siswa broken home menjadi masalah yang cukup menonjol. Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui bahwa jumlah siswa dengan latar belakang keluarga tidak utuh meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menimbulkan berbagai permasalahan, seperti rendahnya motivasi belajar, penurunan prestasi akademik, dan munculnya perilaku menyimpang di lingkungan Beberapa siswa tampak mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi. Hal menunjukkan adanya gangguan pada aspek sosial dan emosional siswa yang berdampak pada efektivitas proses pembelajaran (Azhari, 2. Rahmadiana. The Strategy of Islamic. Guru di sekolah tersebut menghadapi tantangan besar dalam memberikan dukungan kepada siswa broken home. Hasil wawancara awal dengan beberapa guru menunjukkan bahwa mereka sering kali kesulitan dalam mengenali kebutuhan emosional siswa secara spesifik. Terbatasnya sumber daya manusia dan sarana pendukung, seperti konselor sekolah atau pelatihan psikopedagogis, memperburuk kondisi ini. Akibatnya, guru cenderung menggunakan pendekatan umum yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan khusus siswa (Fauziah, 2. Kurangnya sistem pendampingan yang terstruktur menjadikan upaya guru bersifat sementara dan tidak berdampak jangka panjang terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Peran sekolah sebagai lembaga yang ideal untuk memberikan perlindungan dan dukungan psikologis belum sepenuhnya berjalan efektif. Meskipun beberapa inisiatif seperti kegiatan ekstrakurikuler atau bimbingan belajar telah dilakukan, namun pendekatan tersebut belum mengakomodasi dimensi emosional yang dibutuhkan siswa broken home (Kusuma, 2. Situasi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara kebutuhan nyata siswa dan kebijakan pendidikan di tingkat sekolah dasar. Padahal, intervensi dini melalui pendekatan pendidikan yang holistik sangat penting agar anak-anak dalam kondisi keluarga yang tidak harmonis dapat tetap berkembang secara optimal (Rahmawati, 2. Dalam konteks ini, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki potensi besar sebagai media pembentukan karakter, moral, dan kestabilan emosional siswa. Pendidikan agama tidak hanya berorientasi pada pengetahuan keagamaan, tetapi juga berperan sebagai sarana penguatan spiritual dan pengendalian diri (Nugroho, 2. Melalui nilainilai Islami seperti kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab. PAI dapat menjadi instrumen untuk menumbuhkan ketahanan emosional siswa. Rahmadiana. The Strategy of Islamic. terutama bagi mereka yang menghadapi tekanan keluarga. Namun, implementasi nilai-nilai tersebut dalam konteks pembelajaran sering kali belum maksimal. Banyak guru PAI yang masih berfokus pada aspek kognitif dan hafalan, sementara dimensi afektif dan sosial emosional belum tersentuh secara mendalam (Azhari, 2. Guru PAI di Sekolah Dasar Negeri Riweuk dituntut memiliki strategi pedagogis yang inovatif dan empatik. Idealnya, guru mampu mengenali tanda-tanda stres emosional pada siswa dan memberikan intervensi yang sesuai melalui metode pembelajaran yang menyentuh hati dan pikiran siswa (Kusuma, 2. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian guru masih kekurangan keterampilan dalam menerapkan pendekatan yang responsif terhadap perbedaan latar belakang siswa. Keterbatasan pelatihan dan beban administratif membuat perhatian terhadap kebutuhan emosional siswa menjadi kurang optimal. Akibatnya, siswa broken home cenderung merasa diabaikan, kehilangan motivasi belajar, dan mengalami kesulitan dalam beradaptasi secara sosial di lingkungan sekolah (Sari & Lubis, 2. Selain itu, faktor lingkungan sekolah juga memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan strategi pembelajaran. Sekolah yang tidak memiliki sistem dukungan emosional seperti layanan konseling, komunikasi efektif antara guru dan orang tua, serta kegiatan berbasis spiritual berpotensi gagal dalam memenuhi kebutuhan dasar siswa broken home (Fauziah. Oleh karena itu, strategi guru PAI dalam konteks ini harus mencakup kolaborasi lintas peran, baik dengan wali kelas, kepala sekolah, maupun orang tua, untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan siswa (Rahmawati, 2. Pentingnya bagaimana guru PAI mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif Rahmadiana. The Strategy of Islamic. dalam meningkatkan motivasi belajar siswa broken home. Penelitian ini tidak hanya berfokus pada aspek metodologis, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual yang menjadi inti dari Pendidikan Agama Islam. Guru PAI diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai religius seperti kasih sayang, empati, dan tanggung jawab ke dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa dapat menemukan makna positif dalam kehidupannya meskipun berasal dari keluarga yang tidak utuh (Nugroho, 2. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan penting: . Bagaimana bentuk strategi yang digunakan guru PAI dalam meningkatkan motivasi belajar siswa broken home di SD Negeri Riweuk? . Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pelaksanaan strategi tersebut? dan . Bagaimana dampak strategi guru PAI terhadap motivasi serta kesejahteraan emosional siswa broken home? Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan pendidikan Islam berbasis empati dan kasih sayang, serta memberikan rekomendasi praktis bagi guru dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih manusiawi, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan psikologis peserta METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus . ase stud. , karena pendekatan ini dianggap paling tepat untuk memahami fenomena sosial secara mendalam, khususnya terkait strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa broken home di Sekolah Dasar Negeri Riweuk. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti menggali makna, pengalaman, dan persepsi para Rahmadiana. The Strategy of Islamic. guru, siswa, serta pihak sekolah dalam konteks alamiah tanpa adanya manipulasi variabel (Creswell, 2. Dengan menggunakan desain studi kasus, penelitian ini berfokus pada eksplorasi mendalam terhadap strategi, interaksi sosial, dan faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi motivasi pemahaman komprehensif terhadap situasi nyata yang terjadi di lapangan (Moleong, 2. Penelitian Sekolah Dasar Negeri Riweuk. Kabupaten Aceh Besar. Provinsi Aceh. Lokasi ini dipilih secara purposif karena memiliki jumlah siswa dengan latar belakang keluarga broken home yang cukup tinggi, sehingga fenomena yang dikaji dapat diamati secara Selain itu, guru PAI di sekolah ini diketahui telah melakukan berbagai upaya pembinaan dan pendekatan non-formal untuk membantu siswa dengan kondisi keluarga yang tidak harmonis. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan, yaitu dari Agustus hingga Oktober 2025, yang mencakup tahap persiapan, pengumpulan data, analisis, dan penyusunan laporan Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, kepala sekolah, dan siswa broken home sebagai informan utama. Sumber data dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam, observasi langsung, dan partisipasi peneliti dalam kegiatan pembelajaran. Adapun sumber data sekunder meliputi dokumen sekolah seperti data kehadiran, catatan bimbingan konseling, laporan akademik, serta literatur ilmiah yang relevan dengan permasalahan Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu penentuan subjek berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan fokus penelitian (Sugiyono, 2. Informan utama terdiri dari satu Rahmadiana. The Strategy of Islamic. guru PAI, dua wali kelas, satu kepala sekolah, dan empat siswa broken Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu wawancara mendalam . n-depth intervie. , observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur agar peneliti dapat memperoleh data yang lebih terbuka dan fleksibel terkait strategi pembelajaran, pendekatan emosional, serta kendala yang dihadapi guru dalam mendampingi siswa broken home (Creswell, 2. Observasi partisipatif dilakukan secara langsung di kelas, terutama pada kegiatan pembelajaran PAI, untuk mengamati perilaku siswa, interaksi guru, serta suasana belajar yang terbentuk di dalam kelas. Selain itu, dokumentasi digunakan sebagai pelengkap untuk memverifikasi hasil wawancara dan observasi, berupa data akademik, absensi, serta catatan kegiatan sekolah yang berkaitan dengan pembinaan siswa. Analisis data dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan mengikuti model analisis Miles. Huberman, dan Saldaya . , yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan Reduksi menyederhanakan data yang relevan dengan fokus penelitian, sementara penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi deskriptif dan matriks tematik untuk mempermudah pemahaman hubungan antar kategori. Selanjutnya, penarikan kesimpulan dilakukan secara induktif berdasarkan temuan di lapangan, kemudian diverifikasi kembali melalui proses pembandingan data antar informan dan hasil observasi. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari guru. Rahmadiana. The Strategy of Islamic. siswa, wali kelas, dan kepala sekolah, sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi (Moleong, 2. Selain itu, peneliti juga menerapkan teknik member check, yakni mengonfirmasi kembali hasil temuan sementara kepada informan guna memastikan keakuratan interpretasi data serta meminimalkan potensi bias subjektif. Prosedur penelitian ini mencakup empat tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap pelaporan hasil. Pada tahap persiapan, peneliti menyusun rancangan penelitian, memperoleh izin dari pihak sekolah, serta menyiapkan instrumen wawancara dan pedoman observasi. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan partisipatif agar peneliti dapat memahami konteks sosial dan dinamika interaksi di sekolah secara langsung. Setelah mengelompokkan informasi berdasarkan tema, kemudian menyusunnya menjadi temuan penelitian yang sistematis. Tahap terakhir adalah penyusunan laporan hasil penelitian dan pembahasan yang memuat interpretasi mendalam terhadap strategi guru PAI serta dampaknya terhadap motivasi belajar siswa broken home. Seluruh proses penelitian dijalankan dengan memperhatikan etika Peneliti menjamin kerahasiaan identitas informan, meminta persetujuan partisipasi . nformed consen. , serta memastikan bahwa kegiatan penelitian tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di Dengan prosedur yang sistematis dan pendekatan kualitatif yang mendalam, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan temuan yang valid, bermakna, dan relevan dengan upaya peningkatan kualitas pembelajaran PAI yang berorientasi pada kebutuhan emosional siswa. Rahmadiana. The Strategy of Islamic. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menemukan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar Negeri Riweuk dalam meningkatkan motivasi belajar siswa broken home melibatkan empat pendekatan utama yang saling berkaitan, yaitu: . identifikasi dan pendekatan personal terhadap siswa, . modifikasi metode dan materi pembelajaran, . pemberian motivasi intrinsik dan ekstrinsik, serta . kolaborasi internal antarpendidik dan pihak sekolah. Keempat strategi ini terbukti mampu mengatasi sebagian besar hambatan emosional dan psikologis yang dihadapi oleh siswa broken home, serta menumbuhkan kembali semangat belajar dan partisipasi aktif mereka di kelas. Identifikasi dan Pendekatan Personal Langkah awal yang dilakukan guru PAI adalah melakukan identifikasi terhadap siswa yang mengalami permasalahan keluarga. Identifikasi ini dilakukan melalui observasi langsung, komunikasi informal dengan wali kelas, serta pendekatan interpersonal terhadap siswa. Guru berusaha memahami latar belakang emosional siswa melalui percakapan santai atau saat bimbingan rohani, agar siswa merasa aman dan tidak Pendekatan semacam ini merupakan dasar penting dalam membangun hubungan empatik antara guru dan siswa. Pendekatan personal terbukti efektif dalam menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan diri siswa. Dwi Nuryani. Ismiyati, dan Trianita . menjelaskan bahwa hubungan emosional yang positif antara guru dan siswa mampu menurunkan tingkat stres akademik dan meningkatkan motivasi belajar siswa dari keluarga broken home. Temuan ini sejalan dengan penelitian Lestari dan Jannah . yang menegaskan bahwa empati guru berperan penting dalam proses penyembuhan emosional anak dari keluarga yang tidak harmonis. Oleh karena itu, guru tidak hanya Rahmadiana. The Strategy of Islamic. berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai figur pengganti yang mampu memberikan dukungan emosional yang berkelanjutan. Di SD Negeri Riweuk, guru PAI kerap menggunakan waktu istirahat untuk berbincang santai dengan siswa, menanyakan kabar keluarga, dan memberikan dukungan moral. Tindakan kecil seperti ini berdampak besar terhadap kesiapan siswa untuk belajar. Sebagaimana dikemukakan oleh Sari dan Nurhaliza . , siswa yang merasa diperhatikan oleh gurunya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kehadiran dan partisipasi Modifikasi Metode dan Materi Pembelajaran Strategi kedua adalah modifikasi metode dan materi pembelajaran agar sesuai dengan kondisi psikologis siswa broken home. Guru PAI menyenangkan, dan penuh makna dengan menerapkan metode diskusi kelompok kecil, permainan edukatif, dan storytelling yang mengandung nilai-nilai moral Islami seperti kesabaran, ketabahan, dan rasa syukur. Menurut penelitian Muhammad SyafiAoi. Aulia Rahman, dan Fikri pemahaman nilai-nilai agama. Hal ini penting karena siswa broken home sering mengalami kesulitan dalam fokus belajar akibat tekanan emosional (Yahya & MustaAoin, 2. Dengan metode pembelajaran kontekstual, guru PAI mampu membantu siswa mengaitkan nilai-nilai agama dengan realitas kehidupan mereka. Selain itu, guru PAI juga mengubah bentuk evaluasi belajar dari sekadar tes tulis menjadi refleksi nilai dan praktik keseharian. Pendekatan ini memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan melalui kegiatan keagamaan seperti doa bersama atau berbagi pengalaman hidup. Rahmadiana. The Strategy of Islamic. Strategi ini terbukti efektif karena siswa merasa dihargai tidak hanya sebagai pelajar, tetapi juga sebagai individu yang memiliki pengalaman hidup berbeda. Penelitian oleh Rahmawati . menunjukkan bahwa metode reflektif seperti ini mampu meningkatkan kesadaran spiritual dan ketahanan emosional siswa dari keluarga broken home. Pemberian Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Guru PAI menerapkan strategi motivasi ganda, yaitu motivasi intrinsik dan Motivasi intrinsik ditumbuhkan penanaman makna bahwa belajar agama merupakan bagian dari perjalanan hidup yang memberi arah dan ketenangan batin. Guru menanamkan keyakinan bahwa setiap ujian hidup memiliki hikmah dan Allah memberikan jalan keluar bagi orang yang sabar dan berusaha. Pendekatan ini sangat membantu siswa broken home yang kerap kehilangan makna dan semangat dalam hidup. Sementara itu, motivasi ekstrinsik diberikan melalui bentuk penghargaan, baik verbal maupun simbolik. Guru memberikan pujian, tanda bintang, atau bahkan doa khusus bagi siswa yang menunjukkan usaha keras, bukan semata hasil. Menurut Hasanah dan Naqiyah . , kombinasi motivasi intrinsik dan ekstrinsik mampu memperbaiki sikap belajar siswa yang sebelumnya rendah akibat tekanan keluarga. Siswa yang menerima penguatan positif dari guru menunjukkan peningkatan signifikan dalam fokus dan kepercayaan diri. Penelitian Siregar . menambahkan bahwa pemberian apresiasi sederhana dapat meningkatkan perasaan dihargai dan mengembalikan semangat belajar siswa broken home. Dengan demikian, strategi ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga membentuk landasan psikologis yang kuat bagi siswa untuk bangkit dari tekanan emosional. Rahmadiana. The Strategy of Islamic. Kolaborasi Internal dan Dukungan Sekolah Strategi terakhir adalah kolaborasi antara guru PAI dengan pihak sekolah, khususnya wali kelas dan kepala sekolah, dalam memantau kondisi siswa. Kolaborasi ini dilakukan melalui rapat kecil atau forum diskusi guru, di mana setiap pendidik berbagi informasi terkait perkembangan emosional dan akademik siswa. Irza Rusni. Fitriani, dan Wulandari . menjelaskan bahwa kolaborasi antar guru sangat penting dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang memperhatikan kesejahteraan emosional siswa. Guru PAI di SD Negeri Riweuk juga berinisiatif mengadakan kegiatan rohani seperti doa bersama, ceramah motivasi, dan pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan sebelum belajar. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga menciptakan atmosfer kebersamaan yang mendukung siswa broken home untuk merasa diterima dalam komunitas sekolah. Namun demikian, kendala utama yang dihadapi guru adalah keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan khusus dalam menangani anak broken home, serta belum adanya program konseling yang terstruktur di Hal ini sesuai dengan temuan Azhari . yang menyebutkan bahwa minimnya pelatihan guru dalam pendidikan afektif menjadi salah satu penyebab rendahnya efektivitas pembelajaran di sekolah dasar negeri. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan sekolah yang lebih terarah, seperti pembentukan tim pendamping psikososial dan peningkatan kapasitas guru dalam manajemen emosional Dampak Strategi terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Penerapan strategi-strategi tersebut membawa dampak positif yang nyata terhadap perkembangan siswa broken home. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan bahwa siswa menunjukkan Rahmadiana. The Strategy of Islamic. perubahan perilaku signifikan: mereka menjadi lebih tenang, tidak mudah marah, lebih aktif dalam diskusi kelas, dan mulai menunjukkan rasa percaya diri yang lebih baik. Data ini sejalan dengan penelitian terbaru oleh Mulyadi dan Rohmah . yang menemukan bahwa peningkatan dukungan emosional dari guru berbanding lurus dengan peningkatan partisipasi aktif siswa di kelas. Walaupun peningkatan prestasi akademik belum terlihat secara signifikan dalam jangka pendek, fondasi spiritual dan emosional yang terbentuk melalui interaksi guru dan siswa telah menjadi dasar kuat untuk perkembangan akademik jangka panjang. Dengan demikian, hasil penelitian ini mempertegas peran strategis guru PAI sebagai figur sentral dalam membentuk motivasi belajar siswa broken home. Melalui kombinasi pendekatan spiritual, emosional, dan pedagogis, guru PAI di SD Negeri Riweuk telah menunjukkan praktik terbaik dalam mewujudkan pendidikan holistik yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan spiritual. PENUTUP Berdasarkan Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar Negeri Riweuk berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dari keluarga broken Melalui pendekatan personal yang empatik, modifikasi metode pembelajaran yang interaktif, serta pemberian motivasi intrinsik dan ekstrinsik, guru PAI mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, aman, dan bermakna bagi siswa. Dukungan emosional dan spiritual yang diberikan membantu siswa mengatasi tekanan psikologis. Rahmadiana. The Strategy of Islamic. meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat belajar yang berkelanjutan. Hasil penelitian ini sejalan dengan pandangan para pakar pendidikan Indonesia seperti Nuryani . dan SyafiAoi . yang menekankan pentingnya peran guru PAI dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan motivasi belajar peserta didik. Dengan demikian, diperlukan dukungan institusional melalui pelatihan guru, pembentukan program konseling berbasis spiritual, serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga agar strategi pembelajaran PAI dapat berjalan secara sistematis dan berkesinambungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa guru PAI memiliki posisi strategis sebagai pendidik sekaligus pembimbing moral dan emosional bagi siswa broken home. Pendidikan agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan pemulihan psikologis yang mendukung keberhasilan belajar siswa secara holistik. DAFTAR PUSTAKA