Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 83 - 94 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:20/06/2025 Diterima:30/06/2025 Diterbitkan:1/07/2025 PENGARUH RETURN ON EQUITY. EARNING PER SHARE DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP RETURN SAHAM PADA SEKTOR TEKSTIL DAN GARMEN TAHUN 2020-2023 Faisal Febrian1. Dwi Artati2 Universitas Putra Bangsa Kebumen Email: Faisalfebrian2112@gmail. com, dwiartati1709@gmail. ABSTRACT This study aims to explore the impact of return on equity, earnings per share, and debt to equity ratio on stock returns in the textile and garment sector listed on the Indonesia Stock Exchange during 2020 to 2023. The population analyzed in this study includes 23 companies listed on the IDX during that period. The sampling method used is purposive sampling, which resulted in 9 companies as samples, with data taken for 4 periods resulting in a total of 36 data. To analyze the data, we used multiple linear regression with the help of SPSS 27 software. The findings of this study indicate. That return on equity and earnings per share have an impact on stock returns, while debt to equity ratio does not show any effect on stock returns. Keywords: return on equity, earnings per share, debt to equity ratio, and stock returns. ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari return on equity, earning per share, dan debt to equity ratio terhadap pengembalian saham pada sektor tekstil serta garmen yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2020 hingga 2023. Populasi yang dianalisis dalam penelitian ini mencakup 23 perusahaan yang terdaftar di BEI pada periode tersebut. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yang menghasilkan 9 perusahaan sebagai sampel, dengan data yang diambil selama 4 periode sehingga memunculkan total 36 data. Untuk menganalisis data, kami menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS 27. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan. Bahwa return on equity dan earning per share memiliki dampak terhadap return saham, sementara debt to equity ratio tidak menunjukkan pengaruh terhadap return saham. Kata kunci: return on equity, earning per share, debt to equity ratio, dan return saham. PENDAHULUAN Pasar modal merupakan arena bagi penjual dan pembeli untuk melakukan investasi, yang melibatkan risiko keuntungan dan kerugian. Peran pasar ini sangat vital dalam ekonomi karena menjadi sumber pendanaan bagi perusahaan dengan menggunakan instrumen seperti saham, obligasi, dan reksadana (Hartono, 2017:. Indonesia, sebagai negara berkembang, menghadirkan peluang untuk para penanam modal dalam perusahaan. Keberadaan pasar modal di Indonesia tergolong dalam kategori pasar yang sedang berkembang, yang tengah mengalami pertumbuhan Perusahaan yang memerlukan tambahan modal dapat menjual sebagian dari kepemilikannya kepada publik lewat proses menjadi perusahaan terbuka (Legiman, 2015:. Ketika pasar modal berjalan dengan baik, harga sekuritas terutama saham dapat mencerminkan keadaan perusahaan Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 83 - 94 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:20/06/2025 Diterima:30/06/2025 Diterbitkan:1/07/2025 dan perekonomian dalam arti luas. Atas alasan inilah fluktuasi harga saham sering dijadikan patokan dalam penilaian ekonomi dan keputusan bisnis. Peserta bisnis di dalam pasar modal, penting untuk berupaya menonjolkan nilai lebih pada perusahaan tersebut. Peserta bisnis akan tertarik pada perusahaan yang berpotensi memberikan pengembalian yang besar. Nilai perusahaan yang tinggi mencerminkan prospek yang positif. Saham menjadi instrumen investasi yang diminati karena kemampuannya memberikan hasil yang tinggi, meskipun risiko yang menyertainya juga tidak sedikit (Fransiskus, 2016:. Harga saham dapat berfluktuasi dipengaruhi oleh kondisi pasar, keadaan ekonomi global, serta kinerja Ekonomi global telah sangat terpengaruh sangat signifikan oleh pandemi Covid-19, termasuk sektor manufaktur dan perdagangan. Penutupan pabrik, gangguan dalam rantai pasokan, dan berkurangnya permintaan menyebabkan biaya produksi meningkat dan kinerja keuangan perusahaan menurun, termasuk di Indonesia. Hal ini mengakibatkan ketidakstabilan dalam pengembalian saham. Sektor tekstil dan pakaian mengalami penurunan signifikan dalam pengembalian dikarenakan menurunnya permintaan di pasar global, melonjaknya biaya bahan baku, naik turunnya nilai tukar mata uang dosmestik, dan negara yang saling bersaing diantaranya negaranegara seperti Vietnam dan Bangladesh. Beragam elemen ini telah menurunkan rasa percaya investor, yang berimbas pada turunnya harga saham serta hasil pengembalian yang diperoleh. Pergerakan pengembalian atas investasi pada perusahaan yang ada pada bidang tekstil dan garmen dalam Bursa Efek antara 2020 hingga 2023 menunjukkan variasi yang cukup mencolok. Saham seperti ESTI mencatatkan pengembalian yang tinggi pada tahun 2021 . , sementara POLU merasakan lonjakan pada tahun 2023 . setelah sebelumnya mengalami penurunan. Di sisi lain, saham SBAT dan PBRX memperlihatkan perubahan negatif yang terus berlanjut, dan pengembalian terendah dicatatkan pada tahun 2023. Beberapa saham, seperti TFCO dan SSTM, menunjukkan performance yang lebih seimbang . Secara keseluruhan, sektor ini tergolong volatile dan rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi, operasional, serta permintaan pasar. Pengembalian saham mencerminkan kinerja finansial perusahaan dan berfungsi sebagai acuan penting bagi investor untuk menilai prospek dan risiko investasi. Berdasarkan latarbelakang dan berbagai temuan beberapa penelitian sebelumnya yang telah diuraikan, penulis akan menguji kembali bagaimana pengaruh Return on Equity (ROE). Earning Per Share (EPS). Debt to Equity Ratio (DER) pada return saham di sub sektor tekstil dan garmen yang masuk di BEI tahun 2020 Ae 2023. Penelitian ini dibuat dengan tujuan mengetahui pengaruh ROE. EPS dan DER terhadap pengembalian saham. Signalling Theory Pada tahun 1973 teori ini pertama kali diusulkan oleh Spence. Penjelasan pada teori ini bahwa pemberi informasi, atau yang memiliki data, mengirimkan pesan atau sinyal yang mencerminkan kondisi suatu perusahaan. Pesan ini menjadi penting bagi penerima informasi, yakni para investor. Menurut Brigham dan Houston pada tahun 2011, teori sinyal menjelaskan cara manajemen mempersepsikan potensi perkembangan perusahaan, dimana suatu saat nanti dapat memberikan pengaruh terhadap para pemilik modal terhadap perusahaan. Signal ini mengandung informasi mengenai pengelolaan perusahaan untuk mencapai kesejahteraan pemilik Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 83 - 94 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:20/06/2025 Diterima:30/06/2025 Diterbitkan:1/07/2025 , dan informasi serta berita ini penting karena dijadikan sebagai panduan bagi para stakeholder dalam berinvestasi. Return Saham Return saham merupakan pertimbangan utama bagi pemilik modal dalam berinvestasi, serta menjadi bentuk penghargaan bagi mereka yang berani mengambil risiko dalam dunia investasi (Tandelilin, 2017:. Return ini dapat digolongkan menjadi dua kategori yaitu expected return return dan realized return. Pengembalian yang sudah terwujud . adalah imbal hasil yang telah diterima, perhitungan ini berdasarkan informasi masa lalu yang merupakan ukuran penting dalam melihat performa keuangan suatu perusahaan. Return saham menunjukkan keuntungan dari suatu investasi. Salah satu jenis ukuran pengembalian keuntungan yang sering dipakai oleh investor untuk menilai imbal hasil adalah total pengembalian suatu investasi. Total return, yang dikenal sebagai return itu sendiri, merupakan gabungan semua investasi dalam periode tertentu. Total return berasal dari kerugian atau loss dan Kerugian/loss dikenal dengan istilah Capital gain adalah perbedaan nilai investasi sekarang dan nilai periode yang lalu. Capital gain ditunjukkan dengan nilai investasi sekarang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai sebelumnya, hal ini menunjukkan adanya. Sebaliknya, jika nilai investasi lebih rendah, berarti investor mengalami kerugian modal (Hartono, 2017:. Adapun !"#(!"#%) Capital gain . = !"#% Keterangan: A Pt : Harga saham saat ini . A PtOe1: Harga saham periode sebelumnya . eriode t-. Return On Equity atau ROE ROE atau Return On Equity adalah ukuran penting dalam menghitung profitabilitas ROE menunjukkan mampunya suatu entitas usaha mendapatkan keuntungan bagi para investor dalambentuk saham. Indikator ini mencerminkan jumlah laba bersih ada diperusahaan yang tercipta dari modal dalam beroperasi. Nilai ROE yang baik menunjukkan bahwa perusahaan mampu menciptakan profit dari sejumlah kepemilikan modal perusahaan. Rasio ini menunjukkan ukuran yang dipakai dalam menilai keuntungan bersih sesudah pajak yang berhubungan dengan modal yang dimiliki sendiri. ROE memberikan gambaran tentang seberapa efisien perusahaan didalam mengelola modalnya. Jika nilai rasio meningkat, akan meningkat juga performance perusahaan. Berarti bahwa keberadaan perusahaan semakin bagus. Jika nilai ROE semakin rendah, maka dapat diindikasikan keadaan kinerja perusahaan kurang memuaskan (Kasmir, 2010: . Artinya posisi perusahaan semakin kuat dan sebaliknya. Adapun perhitunganya sebagai berikut: '()( ) ,-. ROE = 01"(' 234. " - X 100 % Erning Per Share atau EPS Rasio pasar bertujuan untuk mengevaluasi nilai wajar/pasar suatu perusahaan dibandingkan nilai bukunya. Umumnya, pendapat tentang rasio EPS berkaitan dengan perspektif penanam modal atau calon investor, meskipun pengelola perusahaan juga memperhatikannya. Salah satu rasio yang Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 83 - 94 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:20/06/2025 Diterima:30/06/2025 Diterbitkan:1/07/2025 digunakan adalah Laba Per Saham (EPS). Informasi mengenai EPS dari sebuah perusahaan mencerminkan total keuntungan bersih yang dibagikan pada seluruh pemegang saham. Perhitungannya adalah: 5()( ) -. / - " '(/ 6. Earning Per Share = 749'(/ ' . (, -(/. ) , :(. Debt to Equity Ratio atau DER Rasio ini menunjukkan perbandingan hutang terhadap modal (DER). DER menjadi alat yang dipakai dalam mengukur perbandingan antara jumlah utang dan jumlah aset perusahaan. DER memberikan gambaran tentang seberapa jauh aset suatu perusahaan dipengaruhi oleh total hutang, serta sejauh mana hutang tersebut mempengaruhi pengelolaan aset. DER juga mencerminkan kapasitas sejauh mana perusahaan menunaikan semua kewajiban atau hutang yang diwakili oleh sebagian modal yang dialokasikan pada pelunasian hutang. Oleh karena itu, risiko utang seharusnya dinilai tidak hanya dari jumlah utang yang ada, tetapi juga melalui rasio utang terhadap ekuitas yang dijelaskan oleh DER. Rasionya adalah : 01"(' . 4"(<= Debt to Equity Ratio = X 100 % >1:(' Model Empiris Return saham menjadi variabel dependen dan independennya adalah variabel return on equity, earning per share serta debt to equity ratio. Berikut gambar kerangka empiris : Hipotesis H1 = Return On Equity ( ROE) berpengaruh positif terhadap return saham H2= Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif terhadap return saham H3= Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif terhadap return saham METODE PENELITIAN Metode kuantitatif digunakan dalam analisis penelitian dan analisisnya memakai uji Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling. Metode ini bertujuan untuk memilih responden atau subjek tertentu yang dianggap paling sesuai untuk mencapai tujuan Agar hasil sampel yang diperoleh lebih relevan dan terarah maka proses pengambilan sampel dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan , sehingga. Kriteria- kriteria tersebut adalah sebagai berikut: Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 83 - 94 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:20/06/2025 Diterima:30/06/2025 Diterbitkan:1/07/2025 Tabel I. Kriteria Sampel HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel II. Hasil Uji Statistik Deskriptif ROE EPS DER Return Valid N . Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Tabel II menggambarkan nilai statistik deskriptif pada variabel yang digunakan dalam penelitian Tabel i. Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. e Lower Bound LN_Res Upper Bound Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Sig. 99% Confidence Interval Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 83 - 94 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:20/06/2025 Diterima:30/06/2025 Diterbitkan:1/07/2025 Hasil Uji Normalitas di tunjukan tabel i dimana nilai Kolmogorov Smirnov dengan Sig. sebesar 0,200 lebih besar dari 0,05, artinya data tersebut ada pada standar normal Tabel IV. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Beta Collinearity Statistics (Constan. Std. Error Tolerance VIF ROE EPS DER Dependent Variabel: Return Tabel IV menjelaskan tidak adanya ketergantungan antar variabel karena nilai collinearity statistics diatas 0,10 dan nilai VIF dibawah 10. Tabel V. Output Uji Heteroskedastisitas Tabel V menunjukkan bahwa tidak ada gejala heteroskedastisitas karena Signifikansinya pada var independent adalah diatas 0,05. Tabel VI. Output Uji Autokorelasi Tabel VI menunjukkan bahwa nilai DurbinWatson (DW tes. nilai DW adalah 1. Dimana kriteria batas nilai du < DW < 4-du , adalah 1. 5871 < 1. 899 < 2. Kesimpulannya adalah autokorelasi tidak terjadi antar nilai residual. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 83 - 94 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:20/06/2025 Diterima:30/06/2025 Diterbitkan:1/07/2025 Tabel VII. Output Uji Regresi Linear Berganda Tabel VI menampilkan besaran koefisien ROE sebesar 0. 034, variabel EPS adalah 002, variabel DER adalah 0. 017 dan nilai constant sebesar -0. Maka dengan nilaitersebut, hasil regresi adalah: Return saham = -0. 034 ROE 0. 002 EPS 0. 017 DER e Arti dari Model persamaan regresi tersebut adalah: Nilai konstata pada hasil uji dalam penelitian adalah -0. 039 yang berarti bahwa jika ROE (X1 ). EPS (X2 ) serta DER (X3 ) adalah 0, sehingga return saham bernilai Koefisian regresi variabel ROE nilainya 0. 034 berarti bahwa seandainya variabel selain ROE mempunyai nilai tetap . dan ROE mengalami kenaikan 1% maka return saham akan mengalami penurunan sebesar 0. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara ROE dan return saham. Koefisian regresi pada EPS adalah 0. 002 berarti bahwa seandainya variabel selain EPS bernilai tetap . dan EPS mengalami kenaikan 1% maka return saham akan mengalami penurunan sebesar 0. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara EPS dan return saham. Koefisian regresi variabel DER adalah 0. 017 berarti bahwa seandainya variabel selain DER bernilai tetap . DER akan naik 1% berakibat return saham turun Nilai koefisien yang positif ini berarti ada hubungan positif dianta DER dan return saham. Tabel Vi. Output Uji t Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 83 - 94 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:20/06/2025 Diterima:30/06/2025 Diterbitkan:1/07/2025 Berdasarkan tabel IV-9 diatas tingkat signifikasi adalah 5% . u=0,. dan ttabel = . f= /2, n-. = 2. 0345 maka dapat diartikan sebagai berikut : Variabel ROE diperoleh taraf signifikasi 0. 001 < 0. 05 dan nilai thitung 8. Artinya ROE berpengaruh pada return saham berarti H1 diterima. Variabel EPS diperoleh taraf signifikasi 0. 003 < 0. 05 dan nilai thitung 3. Artinya ROE mempunyai pengaruh kepada return saham, artinya H2 diterima. Variabel DER diperoleh taraf signifikasi 0. 353 > 0. 05 besarnya nilai thitung 0. < ttabel 2. Hasil tersebut menunjukan DER tidak ada pengaruh pada return Berarti H3 ditolak. Tabel Vi. Uji Simultan (Uji F) Hasil output tabel 10 menunjukkan bahwa nilai signifikasi 0. 001lebih kecil dari 0. Kesimpulannya bahwa koefisien regresi ROE. EPS serta DER . ariabel independe. bersamasama mempunyai pengaruh pada return saham. Tabel IX. Output Uji Koefisian determinasi (R. Besar adjusted R square menunjukkan 0,868 berarti bahwa 86,8 persen variabel (Y) atau dependen dijelaskan oleh Return On Equity. Earing Per Share dan Debt to Equity Ratio. Nilai sisa sebanyak 13,2 dijelaskan oleh variabel variabel lainnya diluar model. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 83 - 94 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:20/06/2025 Diterima:30/06/2025 Diterbitkan:1/07/2025 Pengaruh Return On Equity terhadap return saham. Pengujian pertama yaitu Return On Equity mempunyai pengaruh positif terhadap return Ini menjadi sinyal positif bagi investor karena ROE yang dianggap mempunyai nilai tinggi mampu menarik para penanam modal untuk melakukan investasi. Hasil uji parsial disimpulkan bahwa ROE berpengaruh pada return saham dimana signifikasi 0. 001 < 0. 05 dan nilai thitung 8. 671 > ttabel 2. Kesimpulannya ROE berpengaruh positif terhadap return Artinya H1 terdukung. Temuan ini menunjukkan adanya pengaruh positif ROE pada return saham. Dimana ROE dapat menjadi tolah ukur keberhasilan dalam pengeloaan perusahaan pada upaya memaksimalkan pengembalian kepada pemegang saham karena menginformasikan seberapa efektif perusahaan mampu memanfaatkan ekuitas yang dipunyai diupayakan dalam mendapatkan keuntungan. Tingginya ROE menunjukkan bahwa pengelola perusahaan memanfaatkan aset serta ekuitasnya secara optimal dalam menciptakan keuantungan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti bagusnya efisiensi operasional, kebijakan manajemen yang efektif, serta strategi keuangan yang tepat, termasuk pengendalian biaya dan pemanfaatan utang dengan bijak. Pada akhirnya para investor akan menerima imbal hasil lebih memuaskan, baik dalam bentuk dividen maupun peningkatan nilai ekuitas perusahaan. Hasil ini menunjukkan bahwa ROE dapat menjadi indikator keberhasilan pengelola perusahaan pada upaya memaksimalkan return kepada para investor. Hal ini sejalan dengan teori Teori ini menyatakan bahwa sinyal positif akan diberikan kepada pasar jika ROE tinggi, karena ini mencerminkan perfomance manajemen yang baik . Investor akan menilai keberhasilan suatu perusahaan jika menerima informasi tentang kenaikan ROE dan ini akan mendorong akan minat investor dalam menanamkan saham. Sudah tentu ini dapat berimbas pada peningkatan harga saham dan tentunya diiringi dengan kenaikan return saham. Hasil serupa dengan temuan penelitian Noviyanti . yang menyebutkan variabel ROE mempunyai pengaruh pada return saham. Sedangkan menurut Rakhmawati . menyebutkan bahwa ROE tidak ada pengaruhnya pada Return saham. Pengaruh Earning Per Share terhadap return saham Hipotesis dua bahwa adanya pengaruh yang positif antara EPD terhadap return saham. EPS yang tinggi menggambarkan besaran laba yang diperoleh investor didalam satu lembar saham. Nilai EPS bernilai disukai investor karena merupakan sinyal baik. Hasil uji statistik diperoleh hasil bahwa EPS sebesar 0. 003 kurang dari 0. Besarnya thitung 3. 169 lebih besar dari nilai ttabel 2. 0345 artinya bahwa EPS berpengaruh secara positif pada variabel return Nilai EPS tinggi mempunyai arti bahwa nilai saham yang dimiliki investor lebih Nilai rasio EPS yang baik adalah sinyal bagus yang diharapkan oleh para investor. Kondisi keuangan perusahaan yang lebih baik menunjukkan peningkatan penjualan dan keuntungan atau pertumbuhan EPS. Rasio EPS yang tinggi di perusahaan subsektor tektil dan garmen terdaftar di BEI periode 2020-2023 mengakibatkan kenaikan harga per lembar saham dan return pada saham tersebut karena tingginya minat investor untuk membeli saham. EPS tinggi menunjukkan mampunya perusahaan berupaya mendapatkan keuntungan bersih yang tinggi pada masing -masing lembar saham. Investor mendapatkan capital gain yang berasal perbedaan harga pada saat membeli dan menjual kembali saham tersebut karena adanya Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 83 - 94 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:20/06/2025 Diterima:30/06/2025 Diterbitkan:1/07/2025 kenaikan harga saham yang dimilikinya. Selain itu, jika perusahaan membagikan dividen dari laba bersih yang besar, investor juga akan menerima imbal hasil tambahan. Kenaikan harga saham dan dividen ini secara langsung berpengaruh pada kenaikan return saham karena ini menjadi tolak ukur keberhasilan suatu investasi dan upaya perusahaan dalam menarik calon Hasil temuan serupa dengan Almira . serta Kurniawan . yang mengatakan adanya pengaruh ROE pada return saham. Sedangkan hasil berbeda pada Roslia . menyebutkan bahwa EPS tidak berpengaruh terhada return saham. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap retrun saham. Pada dugaan yang ketiga yaitu DER mempunyai pengaruh negatif pada return saham. Pengujian secara parsial dengan signifikasi 0. 353 > 0. 05 dimana thitung 0. 943 < ttabel 2. Hasil tersebut menunjukan adanya pengaruh Debt to Equity Ratio variabel return saham yang artinya H3 tidak terdukung. Suatu entitas usaha yang mampu menunaikan kewajiban dalam jangka panjang tolak ukurnya ditunjukkan oleh tingkat leverage diukur dengan ratio yang sering disebut Debt to Equity Ratio. Rasio ini sering kali dianggap krusial untuk menilai keadaan finansial suatu Namun, dalam realitasnya, tidak semua investor menganggap DER sebagai elemen utama yang dijadikan pertimbangan dalam berinvestasi. Terkadang besarnya nilai DER tidak menjadi patokan dalam mengambil keputusan saat akan berinvestasi, serta tidak mempunyai pengaruh pada pengembalian atas investasi yang diperoleh. Penjelasan untuk ini dapat ditemukan dalam teori sinyal, yang menunjukkan bahwa data keuangan perusahaan berfungsi sebagai indikator bagi investor untuk mengevaluasi masa depan perusahaan. Jika investor memandang informasi DER tidak sebagai sinyal penting atau tidak menyampaikan informasi baru yang berarti, maka data tersebut akan diabaikan. Sebagai hasilnya, nilai DER tidak langsung memengaruhi keputusan investasi atau return. Hal serupa juga ditemukan oleh Fatmawati . dan Noviyati . dimana nilai DER tidak berpengaruh pada return saham. Sedangkan temuan Rosalia . menemukan variabel DER berpengaruh pada return saham. PENUTUP ROE memberikan berkontribusi pada return saham dari perusahaan yang berada di sektor tekstil dan garmen di BEI antara tahun 2020 hingga 2023. ROE yang tinggi mencerminkan keahlian perusahaan memanfaatkan modal untuk memperoleh keuntungan. Selaras dengan signalling theory, nilai ROE tinggi merupakan indikasi positif, sehingga membuat para investor Hal ini akan berimbas pada meningkatnya harga selanjutnya menaikkan return saham. EPS memberikan pengaruh positif pada kembalian atas investasi pada saham di perusahaan yang berada dalam sektor tekstil dan garmen di BEI antara 2020 hingga 2023. Potensi perusahaan dalam mendapatkan laba setiap lembar saham dicerminkan oleh EPS yang tinggi. Peningkatan rasio ini menjadi hal yang menggembirakan para investor. Calon investor akan berinvestasi melalui pembelian saham, yang selanjutnya memicu naiknya harga saham, selain itu dapat pula menciptakan capital gain serta dividen. Tingginya EPS berperan pada peningkatan imbal hasil investasi dan berfungsi sebagai tolak ukur dalam investasi. Ini juga menjadi salah satu upaya perusahaan dalam menarik investor. DER belum mempunyai peran pada peningkatan imbal hasil Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 83 - 94 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:20/06/2025 Diterima:30/06/2025 Diterbitkan:1/07/2025 atas investasi saham di perusahaan sektor tekstil dan garmen di BEI selama tahun 2020-2023. Temuan menginformasikan ternyata dinilai yang tinggi maupun rendah. DER tidak masuk dalam pertimbangan pada saat investor akan melakukan penanaman modal dalam suatu perusahaan. Pada temuan ini menunjukkan bahwa besar ataupun kecil rasio DER tidak mempengaruhi besarnya Return saham. Bagi para pemodal, sebelum membuat pilihan investasi, sangat penting untuk melihat aspek-aspek dasar dari perusahaan yang menunjukkan kinerja keseluruhannya, bukan hanya terbatas pada return on equity, earning per share, dan debt to equity ratio pada peneltian ini. samping itu, mereka juga harus mempertimbangkan aspek teknis yang berdampak pada harga saham di masa lalu agar mendapatkan keuntungan yang maksimal dari capital gain. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya mencoba variabel lain diluar ROE. EPS, dan DER guna memperdalam analisis studi yang setara serta memberikan informasi kepada pembaca akan banyaknya faktor faktor yang berhubungan dengan pengembalian investasi khususnya saham. DAFTAR PUSTAKA Almira. Analisis Pengaruh EPS. DER, dan ROE terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur di BEI. Jurnal Keuangan dan Pasar Modal, 12. , 45-52. Anindya. Pengaruh Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER),Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) terhadap Return Saham. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 7. , 112-124. Brigham. , & Houston. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi 11. Jakarta: Salemba Empat. Brigham. , & Houston. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi 14. Jakarta: Salemba Empat. Brigham. , & Houston. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat. Fahmi. Pengantar Manajemen Keuangan. Bandung: Alfabeta. Fransiskus. Investasi Saham: Panduan Lengkap Investasi di Pasar Modal. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 26. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Handayani. Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15. , 78-90. Handayati. & Zulyanti. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham pada Perusahaan Sub Sektor Properti. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 10. , 55-63. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 83 - 94 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:20/06/2025 Diterima:30/06/2025 Diterbitkan:1/07/2025 Hartono. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi 11. Yogyakarta: BPFE UGM. Hanafi. Manajemen Keuangan. Edisi 2. Yogyakarta: BPFE. Hery. Analisis Laporan Keuangan: Pendekatan Praktis. Jakarta: Grasindo. IDX. Laporan Keuangan Perusahaan Sub Sektor Tekstil dan Garmen 2020-2023. Diakses melalui https://w. Jogiyanto. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Kasmir. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Kencana. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers. Legiman. Pasar Modal: Teori dan Praktik. Jakarta: Salemba Empat. Nodia. , & Agustina. Pengaruh EPS. DER. ROA, dan ROE terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur Sektor Konsumsi di BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen, 11. , 7185. Noviyanti. Pengaruh ROA. ROE. DER dan CR terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur di BEI. Jurnal Manajemen Bisnis, 9. , 67-78. Rakhmawati. Pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Bisnis dan Ekonomi, 14. , 94-106. Rizaqi. Pengaruh ROA. ROE, dan NPM terhadap Return Saham pada Perusahaan Sektor Industri Dasar di BEI. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 12. , 89-102. Ratnasari. Suwardi. , & Sari. Teori dan Praktik Manajemen Keuangan. Jakarta: Mitra Wacana Media. Saraswati. Yulianti. , & Rahman. Analisis Pengaruh DER terhadap Return Saham di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 7. , 33-45. Setiyono. Pengaruh Struktur Modal terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 9. , 67-80. Sodikin. Analisis Rasio Keuangan dalam Pengambilan Keputusan Investasi. Jakarta: Pustaka Raja.