PENDIDIKAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. April 2025 Hal. e-ISSN: 2774-7921 Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Karakter di TPQ Nurul Ilmiyah Desa Kudubanjar Fitri Umardiyah1*. Qoyum Zuhriawan2. Roisatul Hasanah3. Khusnul Abidah Ilmi4. Suci Prihatiningtyas5, 1,2,3,4,5 Universitas KH. Wahab Hasbullah *Email: fitriumardiyah@unwaha. ABSTRACT TPQ is an informal institution that parents rely on in educating children to learn the Qur'an from an early age. One of the things that is often underestimated in the management of TPQ is the learning process carried out without paying attention to aspects that can affect the character of children's interest and attractiveness to learn and love the Qur'an. Learning that takes place in TPQ seems to use methods, strategies, and learning media that are 'as is' and lack innovation. This problem occurs at TPQ Nurul Ilmiyah. The solution offered is through the innovation of al-Qur'an learning media in the form of Tilawati backsheet props. The implementation of the activity consists of two stages, namely assistance in preparing learning media and implementing media in learning. The results obtained are santri are more enthusiastic in learning because they use interesting media so that it is expected to increase interest and motivation in learning the Qur'an. Keywords: Learning Media Innovation. Character. TPQ. ABSTRAK Taman Pendidikan Al-QurAoan merupakan Lembaga informal yang menjadi tumpuan orang tua dalam mendidik anak-anak untuk belajar al-QurAoan sejak dini. Salah satu hal yang seringkali disepelekan dalam pengelolaan TPQ adalah pada proses pembelajaran yang dilaksanakan tanpa memperhatikan aspekaspek yang dapat mempengaruhi karakter minat dan daya tarik anak untuk belajar dan mencintai AlQurAoan. Pembelajaran yang berlangsung di TPQ terkesan menggunakan metode, strategi, dan media pembelajaran yang Aoapa adanyaAo dan minim inovasi. Permasalahan inilah yang terjadi di TPQ Nurul Ilmiyah. Solusi yang ditawarkan adalah melalui inovasi media pembelajaran al-QurAoan berupa alat peraga lembar balik Tilawati. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas dua tahap yaitu pendampingan penyusunan media pembelajaran dan implimentasi media dalam pembelajaran. Hasil yang diperoleh adalah santri lebih antusias dalam belajar karena menggunakan media yang menarik sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat dan motivasi dalam belajar Al-QurAoan. Kata Kunci: Inovasi Media Pembelajaran. Karakter. TPQ. PENDAHULUAN Taman Pendidikan al-QurAoan adalah lembaga informal bidang pendidikan yang menyelenggarakan pembelajaran Al-QurAoan bagi anak. Peran TPQ sangatlah penting dalam membantu orang tua dan masyarakat muslim yang harus mengupayakan pendidikan bagi anak-anaknya untuk mempelajari, mengamalkan, dan mencintai al-QurAoan sejak dini. Pendidikan al-QurAoan menjadi dasar dalam membentuk pondasi keimanan dan aqidah yang kuat (Nashiruddin et al. , 2. Segala sesuatu yang mendukung keberhasilan program pendidikan TPQ harus diupayakan dan diperhatikan. Kesuksesan dalam proses pembelajaran merupakan salah satu faktor yang sangat dominan. Dengan demikian perlu adanya usaha dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, agar peserta didik benar-benar tertarik dan ikut aktif dalam proses tersebut. TPQ harus dilaksanakan dengan perencanaan yang sangat baik dengan memperhatikan manajemen, strategi, model, dan media pembelajaran sesuai standar. Hal ini untuk dilakukan menjamin Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 kualitas input yang diberikan akan sebanding dengan baiknya output yang dihasilkan. Meskipun termasuk dalam kategori pendidikan informal, namun pembelajaran di TPQ harus tetap dirancang sebaik mungkin untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Apalagi TPQ merupakan pendidikan anak usia dini dan usia sekolah dasar. Hal ini dikarenakan santri TPQ merupakan anak yang berada pada rentang usia 4-12 tahun. Proses pembelajaran pada usia itu menuntut inovasi dan kreasi tenaga pendidik agar anak yang mengikuti proses pembelajaran tersebut senantiasa termotivasi untuk belajar, mempunyai ketertarikan terhadap pelajaran, serta tidak merasa bosan (Mulyani et al. , 2. Santri tidak hanya berperan sebagai penerima pesan dalam pembelajaran, tapi santri juga bertindak sebagai komunikator (Waslah et al. , 2. Komunikasi dua arah terjadi antara pendidik dan Sebagai upaya memperlancar komunikasi pembelajaran, media pembelajaran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektifitas pencapaian tujuan pembelajaran. Artinya, proses pembelajaran akan terjadi apabila ada komunikasi antara penerima pesan dengan sumber/penyalur pesan lewat media tersebut (Umam, 2. Penggunaan media dalam suatu proses pembelajaran dapat meningkatkan proses pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya (Faizah & Handayani, 2. TPQ Nurul Ilmiyah terletak di Desa Kudubajar Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang. Pembelajaran al-QurAoan di TPQ ini menggunakan metode pembelajaran huruf hijaiyyah buku tilawati. Penggunaan buku Tilawati ini juga merupakan hal baru bagi pendidik dan santri, kjarena sebelumnya menggunakan Buku IQRAAo . arna hita. Metode pembelajaran yang diterapkan bersifat individual, atau dapat juga disebut dengan sorogan, yakni tiap santri langsung berhadapan dengan pendidik untuk mempelajari buku. Selain itu pendidik juga memanfaatkan buku bacaan yang berisi hadits pendek untuk digunakan santri yang telah menyelesaikan gilirannya membaca buku iqraAo untuk menyalin tulisan hadits sembari menunggu sesi pembelajaran semua santri berakhir. Model pembelajaran sorogan dapat menimbulkan kebosanan. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku santri yang sering keluar masuk area tempat belajar seperti untuk membeli jajan, bermain dengan teman, bahkan bersepeda di luar lingkungan masjid. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya kondisi tersebut. Berdasar hasil observasi, faktor yang mempengaruhi kondisi pembelajaran di TPQ Nurul Ilmiyah adalah sebagai berikut. Keterbatasan sumber daya manusia Pendidik di TPQ kurang terlatih dalam menggunakan media pembelajaran modern. Pelatihan dan peningkatan kapasitas menjadi penting dalam hal ini. Materi pembelajaran yang kurang menarik: Media pembelajaran yang digunakan kurang interaktif sehingga santri mudah bosan. Pengembangan materi yang lebih interaktif dan visual dapat membantu meningkatkan minat Keterbatasan dana Pengadaan media pembelajaran yang canggih atau berkualitas tinggi memerlukan biaya yang tidak Banyak TPQ yang bergantung pada donasi atau anggaran yang terbatas. Kurangnya dukungan dari orang tua dan komunitas Dukungan dari orang tua dan komunitas sekitar sangat penting untuk keberhasilan penggunaan media pembelajaran. Pembelajaran setoran individu . , membuat siswa hanya belajar secara individu. Disinilah perlunya Pendidikan karakter, agar TPQ tidak hanya untuk setoran mengaji tetapi juga menjadi bagian dalam Pendidikan karakter(Larasati et al. , 2. Pembelajaran berbasis karakter di Taman Pendidikan AlQur'an (TPQ) adalah upaya untuk mendidik dan membentuk karakter anak sejak dini dengan menerapkan pendidikan Islam. Karakter yang dapat dibangun melalui inovasi pembelajaran adalah minat dan motivasi dalam belajar Al-Quran melalui inovasi media pembelajaran(Masnawati & Fitria, 2. Berdasar paparan yang telah dikemukakan, tim pengabdian pada masyarakat ini, tim menawarkan solusi yang berkenaan dengan dua permasalahan yang bersumber dari 2 aspek yaitu aspek pendidik dan aspek media pembelajaran. Hubungan antara kedua aspek tersebut adalah minimnya media pembelajaran di TPQ disebabkan minimnya kompetensi pendidik dalam mengetahui, memahami dan menerapkan rancangan pembelajaran yang kreatif dan menarik. Permasalahan yang terdapat pada mitra adalah mitra selama ini dalam melaksanakan proses pembelajaran tidak menyiapkan media pembelajaran selain buku IqraAo yang dibawa oleh santri dan buku bacaan yang di dalamnya terdapat kutipan hadits atau ayat al- Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 QurAoan sebagai materimenulis Bahasa arab. Sehingga kegiatan hanya berupa pembelajaran membaca alQurAoan secara bergiliran tiap santri serta tugas menyalin hadits bagi santri yang telah selesai membaca alQurAoan tanpa merencanakan materi dan media pembelajaran lain untukmemotivasi dan menarik minat santri untuk belajar. Tim pengabdian mengupayakan solusi untuk melatih pendidik dalam meningkatkan kompetensi terutam dalam inovasi media pembelajaran. METODE Tim pengabdian melakukan kegiatan pengabdian dengan mengacu pada permasalahan yang dialami oleh mitra, maka program PKM ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dari pendidik TPQ Nurul Ilmiyah. Solusi dan strategi yang ditawarkan tim pelaksana PKM adalah: Penyusunan media pembelajaran al-QurAoan dengan acuan materi pembelajaran di TPQ Nurul Ilmiyah yaitu berupa alat peraga huruf hijaiyah metode Tilawati dalam bentuk lembar balik. Pendampingan pemanfaatan media pembelajaran yang telah disusun bagi pendidik agar mampu memanfaatkan dan mengaplikasikannya dalam pelaksanaan proses pembelajaran al-QurAoan. Pelaksanaan PKM melalui dua tahap. Pertama, tim pelaksana beserta pendidik secara bersama menyusun dan merancang model media pembelajaran yang variatif dengan tetap mengacu pada materimateri yang digunakan pada kegiatan pembelajaran di TPQ Nurul Ilmiyah. Pada pelaksanaan proses ini, tim dibantu oleh dua mahasiswa untuk mendesain alat peraga lembar balik Tilawati. Tahap kedua yaitu implementasi media dalam kegiatan pembelajaran TPQ. Adapun tim pelaksana memantau dan mengevaluasi kegiatan tersebut dengan melihat kemampuan pendidik dalam menggunakan media pembelajaran serta respon peserta didik terhadap media tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada bulan Agustus 2024. Hal pertama yang dilakukan di TPQ Nurul Ilmiyah adalah koordinasi terlebih dahulu dengan mitra. Koordinasi dilakukan agar tim dapat menganalisis kebutuhan secara detail dan dapat membangun kedekatan dengan mitra agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan dapat menjadi manfaat untuk kedua belah pihak. Selanjutnya kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan pembuatan media pembelajaran yang diawali dengan merancang materi. Rancangan yang dihasilkan adalah berupa lembar balik Tilawati. Media pembelajaran berupa alat peraga lembar balik atau flipchart. Desain yang dibuat berwarna warni sehingga diharapkan santri menjadi lebih tertarik. Alat peraga lembar balik dianggap cocok digunakan dalam setting pembelajaran di TPQ yang memiliki karakteristik pembelajaran yang berbeda dari sekolah formal. Alat peraga ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran klasikal dengan jumlah santri 15 hingga 30 orang dalam satu Jumlah santri tersebut merupakan jumlah ideal yang terdapat di TPQ pada umumnya. Alat peraga lembar balik yang dibuat berbahan banner berukuran 80 cm x 62 cm, dan memiliki bentuk menyerupai kalender dimana terdapat spiral pada bagian atasnya. Spiral tersebut bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam membalik lembaran-lembaran kertas. Dalam penggunaannya, media flipchart dapat digantungkan pada papan penyangga yang terbuat dari kayu untuk memudahkan pendidik ketika menggunakan media tersebut dalam suatu proses pembelajaran yang bersifat klasikal. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Gambar 1. Hasil Pendampingan Penyusunan Media Pembelajaran Media pembelajaran yang telah didesain kemudian di uji coba terbatas antara tim dan pendidik. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan pendidik mnegenai cara penggunaan media dan langkah pembelajaran yang didesain untuk media tersebut. Setelah uji coba terbatas dilakukan, selanjutnya adalah implementasi media pembelajaran kepada santri. Gambar 2. Implementasi Media Pembelajaran pada Kelompok Tilawati Jilid 5 Berdasarkan hasil pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ditemukan beberapa hal yang berhubungan dengan pemanfaatan media pembelajaran yang telah dirancang oleh tim pelaksana PKM yaitu: Alat peraga berupa banner flipchart, membuat santri lebih antusias. Hal ini dkarenakan pembelajaran yangf awalnya sistem individu . berubah menjadi system berkelompok sesuai tingkatan jilid. Pendidik masih menggunakan media tersebut sebagai bahan yang dibaca bersama-sama santri saja. Padahal lebih dari itu, pendidik dapat menggunakan media tersebut dalam pembelajaran klasikal maupun individual, sebagai bahan belajar membaca maupun menguji santri dengan adu cepat. Penyebabnya karena pembelajaran klasikal berkelompok masih menjadi hal yang jarang digunakan di TPQ. Pembelajaran yang sebelumnya merupakan pembelajaran setoran individu. Seiring berjalannya waktu, diharapkan pendidik mampu dan terbiasa untk mengombinaskan dan memvariasikan model pembelajaran dan media pembelajaran. Antusias yang ditunjukkan oleh santri merupakan bagian dari karakter minat dan motivasi dalam kegiatan Karakter perlu dibangun tidak hanya disekolah melainkan juga di TPQ. Kecintaan pada AlQuran adalah modal penting dalam melaksanakan ajaran Islam. Semakin dini seorang anak termotivasi untuk belajar Al-Quran maka semakin tinggi kecintaan anak terhadap Al-Quran (Ummah et al. , 2. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 SIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di TPQ Nurul Ilmiyah disimpulkan beberapa hal yaitu : . pengembangan media pembelajaran al-qurAoan di Taman Pendidikan alQurAoan perlu dilakukan untuk meningkatkan minat dan motivasi santri dalam belajar al-QurAoan serta membantu santri mempermudah pemahaman materi pembelajaran. diperlukan upaya yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi pendidik TPQ agar mampu mendesain strategi, metode dan media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran al-QurAoan di TamanPendidikan alQurAoan. DAFTAR RUJUKAN Faizah. , & Handayani. Inovasi Media Pembelajaran Al-QurAoan Di TPQ Ar-Rahman Desa Ganggang Panjang. Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS, 5. , 169Ae175. Larasati. Nugraheni. Wening. Purwanto. , & Zuhri. Inovasi Pembelajaran Taman Pendidikan Al-Quran Berbasis Agropreneur di Desa Tepisari. Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3. , 1145Ae1152. Masnawati. , & Fitria. Peran Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) dalam Pengembangan Akhlak Anak. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswan, 4. , 213Ae224. Mulyani. Wibisono. Alawiyah. , & Warnilah. Pelatihan Komputer Dasar Untuk Mendukung Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Bagi Guru-Guru RA/TPQ/DTA Al-Ishlaah Kota Tasikmalaya. Jurnal Abdimas BSI, 2. , 234Ae240. Nashiruddin. Zahrok. , & Farouq. Nilai-Nilai Pendidikan Anak Usia Dini dalam Al-QurAoan (Studi Surah Luqman Ayat 12-. Menurut Tafsir Ibnu Katsir. Tinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2. , 67Ae80. Umam. Inovasi Pendidikan Islam: Strategi dan Metode Pembelajaran PAI di Sekolah Umum. CV. Dotplus Publisher. Ummah. Ismara. Mellysapitri. Imam. , & Hentihu. Inovasi pengembangan TPQ menjadi pusat studi tajwid menggunakan metode nasyid berbantuan articulate Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 4. , 321Ae330. Waslah. Chotimah. , & Hasanah. Pelatihan Pembelajaran Tajwid di TPQ Al Hidayah Desa Brodot Jombang. Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1. , 21Ae24.