SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 114-120 September 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Identifikasi Hama Pada Tanaman Buah Semangka Sistem Tumpang Sari Di Desa Nusa Tenggara Identification of pests on watermelon plants in intercropping system in nusa tenggara village Destiana1, dan Mufti Ali2 Program Studi Sains Pertanian. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Nurul Huda *E-mail Korespondensi: destiana070803@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hama yang menyerang tanaman semangka di desa nusa tenggara, kecamatan belitang i, kabupaten oku timur. penelitian kualitatif ini menggunakan metode wawancara langsung dengan petani, observasi, identifikasi, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 jenis hama yang menyerang tanaman semangka, antara lain ulat grayak, kutu kebul, ulat jengkal, dan siput sebagai hama yang paling dominan dan sering ditemukan. faktor lingkungan mempengaruhi keanekaragaman spesies arthropoda. pestisida berbahan aktif profenofos dan sistem tumpangsari dapat efektif dalam mengendalikan populasi hama dan meminimalkan penggunaan pestisida dan herbisida, sehingga berdampak positif pada kesehatan lingkungan dan manusia. penelitian ini memberikan informasi yang bermanfaat untuk pengembangan strategi pengendalian hama yang efektif pada tanaman semangka. Kata kunci: : Identifikasi hama. Tanaman semangka. Tumpang sari ABSTRACT This study aims to identify the types of pests that attack watermelon plants in nusa tenggara village, belitang i district, oku timur regency. this research uses qualitative methods, namely direct interviews with farmers, observation, identification, and the results showed that there were 6 types of pests that attacked watermelon plants, including armyworms, whiteflies, plusia spp, and snails as the most dominant and frequently found pests. factors affect the diversity of arthropoda the use of profenofos-based pesticides and intercropping systems can be effective in controlling pest populations and minimizing the use of pesticides and herbicides, thus having a positive impact on environmental and human health. this research provides valuable information for the development of effective pest control strategies for watermelon plants. Keywords : Pests. Watermelon. Pesticides. Intercropping System SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 114-120 September 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. PENDAHULUAN Untuk meningkatkan produktivitas usaha tani, salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan membudidayakan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan pasar yang luas. Buah semangka merupakan salah satu contoh komoditas yang menjanjikan. Sebagai tanaman buah-buahan semusim, semangka ekonomi rumah tangga dan negara (Rahayu et al. , 2. Semangka (Citrullus lanatu. merupakan tanaman hortikultura Cucurbitaceae. Buah semangka memiliki ciri khas dengan daging buah yang berwarna kuning atau merah, serta kulit yang berwarna hijau muda dengan garisgaris hijau tua atau hijau pucat, tergantung pada varietasnya. Dengan kandungan air yang tinggi dan rasa yang manis, semangka menjadi sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Selain itu, semangka juga memiliki nilai ekonomi dibudidayakan dan menjadi salah satu buah-buahan penting di Indonesia(Khatib Sulaiman et , 2. Pada tahun 2021, produksi semangka Indonesia mencapai 414. ton, dengan sentra produksi tersebar di beberapa provinsi utama seperti Jawa Timur. Jawa Tengah. Sumatera Utara. NTB, dan Lampung. Provinsi-provinsi ini Provinsi Lampung menjadi salah satu produsen semangka terkemuka di Indonesia, dengan produksi mencapai 007 ton pada tahun 2020, yang merupakan sekitar 4,46% dari total menempatkan Lampung pada posisi keenam sebagai provinsi produsen Indonesia (BPS, 2. Hama tanaman dapat menyebabkan gangguan serius pada pertumbuhan tanaman dan bahkan menghentikan Berbagai jenis hama, mulai dari kelas rendah hingga kelas tinggi, termasuk mamalia, dapat merusak tanaman dan mengancam ketersediaan pangan jika serangannya meluas dan tidak terkendali. Menurut Nyang Vania Ayuningtyas Harini dkk . , serangan hama pada tanaman budidaya dalam skala besar dapat berdampak signifikan pada ketersediaan bahan pangan untuk manusia. Beberapa hama utama yang dapat menurunkan produksi semangka, yaitu ulat grayak, kutu kebul, lalat buah, dan kepik Menurut Sri Haryati . , tanaman semangka rentan terhadap berbagai jenis hama dan penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan. Beberapa contoh hama yang menyerang tanaman semangka antara lain Kutu Thrips (Thrips palmi Karn. dan Kutu Daun (Aphis gossypi. , serta ulat tanah (Agrotis ipsilon Huf. Sementara itu, penyakit semangka meliputi Layu Fusarium (Fusarium oxysporum f. niveum S&H). Antraknosa (Colletotrichum lagenariu. Busuk Buah Phytophthora (Phytophthora nicotiana. Busuk Pangkal Batang (Didymella Kresek/Embung Bulu (Pseudoperonospora Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengendalian hama dan penyakit yang efektif untuk meningkatkan produksi semangka (Solikhin et al. , 2. Pada penelitian (Harini et al. , 2. menunjukkan bahwa tanaman semangka yang tidak diberi pestisida rentan terserang ulat grayak, yang menyebabkan kerusakan signifikan pada daun. Gejala serangan ulat grayak dapat diamati dalam dua tahap:1. Pada fase larva muda, ulat grayak cenderung memakan jaringan daun bagian bawah, meninggalkan lapisan epidermis yang transparan dan menyebabkan bercakbercak kecil pada permukaan daun, 2. SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 114-120 September 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Pada fase larva instar lanjut, ulat grayak memakan seluruh bagian daun, termasuk tulang daun muda, sehingga hanya menyisakan tulang daun yang lebih besar dan menyebabkan daun menjadi robek atau tinggal kerangka tulang daun saja. Sistem tumpang sari merupakan metode budidaya yang efektif untuk meningkatkan keberlanjutan pertanian. Dengan menerapkan tumpang sari, petani dapat mengoptimalkan penggunaan lahan, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi risiko serangan hama dan Selain itu, tumpang sari juga dapat meningkatkan biodiversitas dan mengurangi ketergantungan pada input tumpangsari dapat menjadi kunci keberhasilan dalam budidaya pertanian yang produktif dan Pengendalian hama dengan pola tanam tumpang sari efektif jika didasarkan pada pengetahuan tentang ekologi dan perilaku diterapkan secara tepat (Salsabilla et al. Sistem tumpangsari tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan berbagai manfaat ekologis yang mendukung pertanian berkelanjutan. Dengan menanam berbagai jenis tanaman menciptakan mikroklimat yang lebih stabil, meningkatkan kelembaban tanah, dan menurunkan suhu permukaan tanah. Tanaman yang lebih tinggi dapat memberikan naungan bagi tanaman yang lebih pendek, sehingga mengurangi kehilangan air melalui evapotranspirasi (Indra Jaya Gea et al. , 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hama yang menyerang tanaman buah semangka pada sistem tumpang sari. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan di Desa Nusa Tenggara. Kecamatan Belitang i . Kabupaten OKU Timur. Sumatera Selatan Pada mei-juni 2025. Alat dan Bahan Alat Kamera: Untuk dokumentasi hama dan kerusakan tanaman. Buku catatan: Untuk mencatat hasil pengamatan dan data penelitian. Bahan Tanaman Sebagai Pestisida: Diperlukan mengendalikan hama. Sarung tangan dan masker: Untuk melindungi peneliti dari kemungkinan paparan hama atau pestisida. Metode Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif meliputi: Wawancara langsung dengan petani buah semangka untuk memperoleh informasi tentang pengalaman dan pengetahuan mereka terkait dengan budidaya semangka dan pengendalian SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 114-120 September 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Observasi lapangan untuk mengamati kondisi tanaman semangka dan hama yang menyerang. Identifikasi hama untuk menentukan jenis hama yang menyerang tanaman Dokumentasi untuk mengambil data dan informasi yang diperoleh selama Dengan menggunakan metode penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh data yang akurat dan komprehensif tentang hama yang menyerang tanaman semangka di Desa Nusa Tenggara dan strategi pengendalian hama yang efektif. 2 kumbang (Coccinellida HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Rekapitulasi Data hama yang menyerang tanaman semangka N Hama yang o menyerang Deskri Dam 1 Ulat jengkal Ulat Dapa (Negeta chlorocrota/Pl l muda meng usia sp. berwar akiba sedang bang, dewas asi, berwar bahk Serang gund dewas tana berupa yang ngeng berda denga negat ukuran pada Cara Pengend Pestisid n aktif os dapat an untuk 3 Ulat Grayak (Spodoptera dan ja Serang Coccin Ulat Hama ini tidak a pada g koksi perlu di an atau Seran Pestisid os dapat an untuk SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 114-120 September 2025 4 siput (Gastropod. Ulat Siput Siput SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. 5 Kaki seribu (Diplopod. Siput Member sisa-sisa t, dan . ecua pa ruas dua pa Kaki Monitor n kaki s SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 114-120 September 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian 6 Kutu kebul (Bemisia Daun it dan Kutu uk dan kit pad a tana DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Pestisid n aktif os dapat an untuk Pada hasil penelitian di Desa Nusa Tenggara, menunjukkan bahwa terdapat 6 hama yang menyerang tanaman buah semangka, yaitu ulat jengkal (Negeta chlorocrota/Plusia sp. , kumbang koksi (Coccinellida. , ulat grayak (Spodoptera litur. , siput (Gastropod. , kaki seribu (Diplopod. , dan kutu kebul (Bemisia Hama yang sering di temui adalah ulat grayak, kutu kebul, ulat jengkal dan Sedangkan hama yang jarang di temui adalah kumbang koksi dan kaki Ini disebabkan karena ukuran kumbang koksi yang terlalu kecil dan kaki seribu yang jarang di jumpai karena umumnya terdapat atau ditemukan pada bagian bawah sehingga tertutup dengan daun dan batang. Keberagaman spesies filum Arthropoda sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Faktor biotik, seperti interaksi dengan spesies lain, dan faktor abiotik, seperti suhu, kelembaban, dan kualitas habitat, dapat mempengaruhi kehidupan dan distribusi spesies Arthropoda di berbagai Oleh karena itu, pemahaman tentang faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi keanekaragaman spesies Arthropoda ekosistem yang efektif (Ibrahim et al. Untuk mengatasi hama ulat grayak, ulat jengkal dan kutu kebul, dapat digunakan pestisida berbahan aktif Pestisida ini dapat efektif dalam mengendalikan populasi hama dan mengurangi kerusakan pada tanaman. Profenofos menghambat aktivitas enzim pada hama, sehingga dapat membunuh hama secara Prefenofos adalah salah satu bahan aktif pestisida yang relatif stabil dan tidak mudah terdegradasi, berbeda dengan beberapa bahan aktif lainnya yang dapat dengan mudah terurai oleh faktor lingkungan seperti angin dan udara (Futeri. Selain itu, sistem tumpangsari juga dapat mengurangi infestasi hama dan penyakit dengan cara membuat hama lebih sulit untuk menyebar secara cepat. Beberapa tanaman bahkan memiliki sifat alelopatik yang dapat menghambat pertumbuhan gulma atau patogen tertentu. Dengan demikian, penggunaan pestisida dan herbisida dapat diminimalkan, kesehatan lingkungan dan manusia (Indra Jaya Gea et al. , 2. Semangka dapat menjadi pilihan yang tepat untuk ditanam di lahan perkebunan yang baru diremajakan karena dapat menjaga kelembaban tanah dan memiliki harga jual yang tinggi. Dengan siklus hidup yang pendek, semangka sangat cocok dijadikan SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 114-120 September 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. tanaman tumpangsari dengan kelapa sawit, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan menjaga kelembaban tanah pada areal kelapa sawit yang baru ditanam (Pangestu et al. , 2. Selain itu, perlu juga dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian hama yang terintegrasi, seperti penggunaan varietas tahan hama, pengaturan waktu tanam, dan penggunaan agensia hayati untuk mengendalikan populasi hama. Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa produksi semangka dapat meningkat dan kualitas buah dapat dipertahankan. DAFTAR PUSTAKA