DIKSI METAFORIS RUANG PARIWISATA ALAM DALAM KUMPULAN PUISI DAN CERITA PENDEK PULANGLAH KE RUMAH Gatot Sarmidi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang gatotsarmidi@unikama. Muhammad Amirul Halim Universitas PGRI Kanjuruhan Malang halim@unikama. ABSTRACT One of the interesting literary studies is the study of literary texts in terms of their aesthetic media. The interdisciplinary relationship between literature and language is studied in stylistics. Diction and metaphor are widely discussed in poetry studies. There are not many studies of diction and metaphors that are specifically oriented to the study of poetry that is classified as nature tourism literature. The research method used is literary research that is carried out qualitatively and applies hermeneutics as a method in interpreting texts descriptively. The research data in the form of selected poetry texts based on metaphorical diction, data sources in the form of a textbook of a collection of poetry and short stories entitled Pulanglah ke Rumah, data collection based on observation and interview techniques, data analysis using interactional data analysis techniques and interpreted Based on the results of the study, it can be concluded that the diction used in the poem Pulanglah ke Rumah contains a lot of metaphorical diction. This proves that the author in creating a work considers the aspect of beauty presented in a fiction based on the surrounding In addition, this study illustrates the author's competence in producing tourism literature. Keywords: metaphorical diction, spatial and natural diction, tourism literature, poetry and short stories, student works ABSTRAK Salah satu kajian sastra yang menarik adalah pengkajian teks sastra dari segi media estetisnya. Keterkaitan sastra dan bahasa secara interdisipliner dikaji dalam stilistika. Diksi dan metafora banyak dibicarakan dalam kajian puisi. Belum banyak kajian diksi dan metafora yang secara khusus diorentasikan pada kajian puisi yang tergolong sastra pariwisata alam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian sastra yang dikerjakan secara kualitatif dan menerapkan hermeneutika sebagai metode dalam menafsirkan teks secara deskriptif. Data penelitian berupa teks puisi terpilih berdasarkan diksi metaforis, sumber data berupa buku teks kumpulan puisi dan cerpen berjudul Pulanglah ke Rumah, pengumpulan data berdasarkan teknik pengamatan dan wawancara, analisis data menggunakan teknik analisis data interaksional dan ditafsirkan secara hermeneutika. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa diksi yang digunakan dalam puisi Pulanglah ke Rumah banyak terdapat diksi metaforis. Hal tersebut membuktikan bahwa penulis dalam membuat sebuah karya mempertimbangkan aspek keindahan yang disajikan dalam rekaan yang didasarkan pada keadaan sekitar. Selain itu, kajian ini menggambarkan kompetensi penulis dalam menghasilkan karya sastra pariwisata. Kata Kunci: diksi metaforis, diksi ruang dan alam, sastra pariwisata, puisi dan cerpen, karya PENDAHULUAN Kumpulan Puisi dan cerpen Pulanglah ke Rumah . Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Penari Pena dan merupakan terbitan yang dihasilkan oleh mahasiswa bersama dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas PGRI Kanjuruhan Malang melalui Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka sebagai produk dari mata kuliah Praktik Bersastra yang berorientasi pada produksi karya sastra Buku yang dikreasikan oleh 10 penulis ini menarik dikaji dari aspek diksi dan penggunaan metafora sebagai sisi kognisi dan linguistik penulisnya dalam mengolah ruang, alam, pariwisata atau sisi geospasialnya. Salah satu kajian sastra yang menarik adalah pengkajian teks sastra dari segi media Keterkaitan sastra dan bahasa secara interdisipliner dikaji dalam stilistika (Nurgiantoro, 2018. Supriyanto, 2. Diksi dan metafora banyak dibicarakan dalam kajian puisi (Halim & Sarmidi, 2023. Setiawati dkk. , 2021. Munir, 2. Diksi dalam karya sastra adalah pilihan kata yang tepat dan efektif yang digunakan oleh penulis untuk mengungkapkan gagasan, perasaan, dan pikiran dalam karya sastra. Diksi yang baik dalam karya sastra dapat membuat karya tersebut menjadi lebih hidup, menarik, dan memiliki kekuatan emosional yang kuat. Sedangkan metafora digunakan untuk menciptakan gambaran yang hidup, memperkaya makna, dan mengungkapkan gagasan atau perasaan dengan cara yang lebih kreatif dan efektif. Sementara itu, belum banyak kajian diksi dan metafora yang secara khusus diorentasikan pada kajian puisi yang tergolong sastra pariwisata Sastra pariwisata sendiri dipahami sebagai dua ilmu yang terpadu secara Sastra pariwisata merupakan bentuk karya sastra yang mengangkat tema pariwisata, baik itu tentang destinasi wisata, budaya lokal, maupun pengalaman wisatawan. Melalui karya sastra ini, penulis dapat menggambarkan keindahan alam, keunikan budaya, dan kehidupan masyarakat di suatu tempat, sehingga dapat membangkitkan minat dan kesadaran wisatawan untuk mengunjungi destinasi tersebut. Sastra pariwisata juga dapat menjadi sarana untuk mempromosikan pariwisata suatu daerah dan melestarikan budaya lokal, sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan Selanjutnya, dengan hasil karya sastra pariwisata dapat dilakukan dengan banyak jenis kajian. Sebagaimana dikemukakan Putra . , kajian sastra baru berpikir kritis, apalagi setelah menerima kajian dengan bantuan teori kritis, seperti poststrukturalisme, dekonstruksi, feminisme, postmodernisme, dan postkolonialisme. Sedangkan kajian kepariwisataan cenderung bersifat positivistik, seperti analisis strategi pengembangan destinasi wisata, kepuasan konsumen . , peningkatan jumlah kunjungan, wisata berbasis masyarakat, wisata cagar budaya, dan wisata berkelanjutan. Padahal pariwisata dan sastra memiliki hubungan timbal balik karena banyak karya sastra yang memberikan kontribusi bagi perkembangan pariwisata di Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut pengkajian diksi pada kumpulan Puisi dan cerpen Pulanglah ke Rumah . merupakan hal menarik ditinjau dari kajian stilistika pada sastra pariwisata yang diproduksi oleh mahasiswa dan dosen. METODE Penelitian Kumpulan Puisi dan cerpen Pulanglah ke Rumah . merupakan penelitian sastra yang dikerjakan secara kualitatif dan menerapkan hermeneutika sebagai metode dalam menafsirkan teks secara deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian teks yang dihasilkan oleh penulis kolaboratif antara mahasiswa dan dasen yang pelaksanaannya dalam satu semester berlokasi penelitian di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Subjek penelitian 1 orang dosen sebagai model penulisan dan 9 mahasiswa sebagai kreator pelajar. Data penelitian ini berupa teks puisi terpilih yang berdasarkan sampel tujuan memuat diksi metaforis dalam mengekspresikan ruang dan alam sebagai wujud dari sastra pariwisata. Sumber data penelitian ini berupa satu buku kumpulan puisi dan cerpen sebagaimana teks Pulanglah ke Rumah yang ditulis oleh Sarmidi dkk. , diterbitkan oleh Penerbit Penari Pena. Proses Pengumpulan dan data penelitian ini dilakukan berdasarkan teknik pengamatan dan wawancara. Analisis data dilakukan berdasarkan teknik analisis data interaksional dan ditafsirkan secara hermeneutika. HASIL DAN PEMBAHASAN Kumpulan Puisi dan cerpen Pulanglah ke Rumah . dihasilkan melalui pelaksanaan perkuliahan Praktik Bersastra. Kemahiran memilih diksi merupakan kemahiran dalam mengolah kata dan menggayakan bahasa yang diterapkan dalam menulis puisi dan cerpen. Salah satu aspek kebahasaan tersebut menjadi salah satu indikator yang harus dikuasai mahasiswa dalam belajar menulis sastra. Menulis puisi tidak sekadar mengekspresikan perasaan dan imajinasi dalam proses Mereka juga dituntut dapat menggunakan bahasa serta penguasaan aspek-aspek linguistik sebagaimana pengalaman kreatif dan pengalaman estetis dalam menghasilkan karya sastra. Dalam menulis puisi dan cerpen yang berkategori sastra pariwisata, mahasiswa diberikan kesempatan baik mandiri maupun dengan pendampingan berkarya untuk menggali pengalaman langsung ke beberapa objek pariwisata alam dan kemudian berdasarkan pendekatan proses dan responsif budaya, peserta perkuliahan mengekspresikan karyanya. Kegiatan tersebut diawali dengan melakukan pengamatan, menuangkan gagasan dalam draf, melanjutkan dengan proses penyuntingan teks dan revisi secara berkelompok atau secara kolaboratif, hasil akhirnya dilakukan proses penerbitan hingga menghasilkan buku kumpulan puisi dan cerpen ber-ISBN. Proses penulisan kreatif yang dikemas dalam tahapan perkuiahan Praktik Bersastra ini memberikan peluang bagi mahasiswa dalam menuangkan potensinya secara bermakna berbasis pengalaman belajar secara mendalam untuk dikembangkan sebagai bagian dari program ekonomi kreatif berbasis bahasa. Dari sisi pengembangan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, perkuliahan sebagaiman dilaporkan dalam penelitian ini memiliki daya tarik yang berkontribusi pada pengembangan kurikulum yang didasarkan pada konsep learning outcome dengan masih menggunakan model pembelajaran berbasis proyek yang dipadukan dengan konsep pembelajaran mendalam . Kumpulan puisi dan cerpen Pulanglah ke Rumah . menautkan relevansi situasi belajar, proses belajar, dan hasil belajar mahasiswa dalam menentukan diksi metaforis sebagaimana dijadikan fokus kajian dari penelitian ini. Berdasarkan hasil telaah hermeneutika, hasil pembukuan puisi-puisi dan cerita pendek yang dihasilkan secara individu dan kolaboratif menunjukkan mata kuliah praktik bersastra memiliki luaran berupa kemahiran mahasiswa dalam mengolah kata dan menggayakan bahasa secara metaforis dalam menghasilkan puisi dan cerpennya. Keterampilan menulis dan menggunakan bahasa serta penguasaan aspek-aspek linguistik itu akan berdampak dalam jangka panjang sebagai proses dan hasil belajar sastra. Dalam konteks pembelajaran sastra, penguasaan hermeneutika, estetika, stilistika, dan teori puisi merupakan bidang yang perlu dipelajari bagaimana pengalaman kreatif itu dapat membuahkan karya estetis yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari program ekonomi kreatif berbasis bahasa. Sebagaimana pandangan tentang sastra sebagai salah satu jenis seni yang memanfaatkan kata. Dengan memilih kata yang tepat atau gabungannya dalam sastra, mahasiswa peserta mata kuliah Praktik Bersastra belajar sebagai penulis. Sebagai seorang creator sastra harus mampu mengungkapkan suatu keadaan, situasi atau kondisi lingkungan alam, budaya, dan masyarakat secara puitis, artistik, dan estetis. Ungkapan perasaan dan daya imajinasi yang terdapat dalam kognisinya dapat ditransformasikan pada karya sastra. Hal itu sejalan bahwa karya sastra merupakan sebuah pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga perasaan yang dirasakan dengan memberikan unsur estetika. Berikut pembahasan diksi beberapa puisi dari kumpulan puisi dan cerpen Pulanglah ke Rumah . , tiga puisi tentang kopi yang diekpresikan oleh Aulya Salsa Dwi C. Devi Susilowati, dan Fiter Yopi Valendra. Kupegang suara indah dibibirmu Menyendiri di tepi jalan Menyeruput harumnya kopi Pahit semakin menggeliat dalam rongga Puisi Kopi Sejuta Kenangan oleh Aulya Salsa Dwi C. M memiliki diksi yang menarik dari sudut pandang kopi sebagai bagian dari wisata kuliner. Pahitnya kopi juga harum dan pahitnya kopi memberikan sensasi nikmatnya minum kopi. Pada puisi Kopi karya Devi Susilowati, penulis mengungkapkan kehidupannya bagaikan kopi. Dirinya terasa pahit dan hampa. Sementara, kehadiran kekasihnya melengkapi suasana yang memberikan rasa senang dan Ungkapan kopi sebagai diksi yang lekat pada wisata kuliner rempah, secara metaforis menggambarkan suasana perasaan yang lebih hangat dan segar. Aku bagaikan kopi Seperti saat ini yang kualami Hidupku terasa pahit dan hampa Kehadiranmu memberikan rasa yang berbeda Kopi menjadi media kehidupan yang mampu memberikan rasa senang. Suasana yang lengkap melalui wisata kuliner, secara alami kopi menjadi teman mengobrol yang menghangatkan suasana berkomunikasi. Puisi Bukan Kopi Biasa yang ditulis. Fiter Yopi Valendra menyuguhkan diksi yang mewarnai sastra pariwisata sekaligus sastra rempah, personifikasi pada beberapa baris puisi ini penulis dengan gaya bergurau mengenalkan jenis kopi merah yang banyak di tanam di kebun kopi sekaligus sebagai tempat wisata kopi lereng gunung Kawi Malang yang berada di Jowaran desa Jambuwer kecamatan Kromengan. Malam yang dingin, di Jowaran Jambuwer. Ku pesan secangkir kopi merah. Ketika kopi pesananku datang. Aroma wangi yang menggoda. Menggelitik hidung, bergelayutan manja. Tak tahan, ingin segera diminum A Aduhai nikmatnya, mengobrol ditemani kopi merah. Senyum sumringah, sungguh bahagia. Oh kawan. , sungguh tiada tandingannya. Kopi merah dari jambuwer, bukan sekedar minuman biasa. Ia adalah racikan cerita, yang dicampur kehidupan dan cinta. Keindahan suasana tempat wisata juga terdapat pada puisi Alun Alun Kota Malang ditulis oleh Aulya Salsa Dwi C. M dengan menampilkan perumpamaan yang memberikan rasa senang berwisata di alun-alun kota yang terang dan ramai pengunjungnya. Penggunaan metafora pada puisi tersebut untuk mengungkapkan satu makna dengan penekanan pada kesan yang akan ditimbulkan. Metafora bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman makna yang digunakan oleh penutur atau pemilik karya, serta membantu memahami kata atau kalimat yang sulit dimengerti. Selain itu, juga untuk memperluas pengetahuan tentang kepenulisan dalam suatu karya sastra. Majas metafora juga membantu pembaca membayangkan dan menggambarkan sebuah hal atau objek dengan lebih jelas. Metafora dapat merangsang imajinasi pembaca agar tersentuh jiwanya, sehingga pembaca akan lebih tertarik untuk membaca serta memahami. Demikian dapat disimpulkan bahwa metafora ialah suatu proses transferensi atau daur baur kata yang ditimbulkan karena kurang atau belum adanya satu kata yang secara tepat bisa mewakili, menggambarkan, meredeskripsikan atau mengekspresikan persepsi seseorang. Gemerlap lampu bagaikan bintang di langit Mewarnai indahnya kota Ramai di malam yang indah Membuat senyuman terlukis indah Berikut kutipan puisi menggambarkan keindahan laut. Puisi Di Tengah Ombak ditulis oleh Anjani Heni Fitriyah, pada puisi ini penulis menggambarkan permukaan laut yang dirasakan pada saat berwisata ke pantai. Ia menggambarkan ombak secara personifikatif, seperti halnya seseorang yang sedang bermain, bergembira, dan lelah. Pada bait pertama digambarkan ombak naik turun melarutkan buih kemudian airnya mengalir, arusnya Diksi yang kuat untuk menggambarkan ombak sebagaimana imajinasi penulis dalam menikmati suasana alam ketika berwisata. Kemudian di bait berikutnya, penulis berada di puncak bukit menikmati lautan dengan memberikan lambaian tangan. Ia menggambarkan secara metaforis, bahwa ombak di lautan itu bagaikan kehidupan yang berisi suka duka, sedih dan gembira, mujur dan kecewa. Ombak melarutkan buih. Mengalir ke arus menderu A Kita melambai di lautan. Bersukacita di puncak bukit. Bersedih saat bersenandung. Berlomba tanpa henti. Dalam suka duka, saat bahagia Saat lelah, saat tertawa. Saat kecewa Dalam kajian linguistik, diksi adalah pilihan kata. Diksi jauh lebih luas dari apa yang dipantulkan oleh hubungan kata-kata itu. Istilah ini bukan saja dipergunakan untuk menyatakan kata-kata mana yang dipakai untuk mengungkapkan suatu ide atau gagasan, tetapi juga meliputi fraseologi, gaya bahasa, dan ungkapan (Keraf, 2008:22-. Sejalan dengan data yang dihasilkan merujuk pada pendapat bahwa diksi adalah pemilihan kata yang dilakukan penyair terhadap puisinya sebab puisi merupakan bentuk dari suatu karya sastra, yang mana setiap katanya banyak mengungkapkan makna. Di samping diksi, puisi juga memiliki ungkapan metaforis. Sementara itu. Ullmann . memberikan penjelasan metafora merupakan suatu perbandingan yang dipadatkan yang mengandung identitas intuitif dan konkret. Keraf . , metafora adalah bentuk analogi yang membandingkan dua hal secara langsung namun ringkas. Metafora banyak digunakan dalam pengkajian karya sastra baik dalam jenis puisi, novel dan naskah drama. Metafora memakai kata-kata yang bukan dalam makna sebenarnya. Secara tradisional metafora dipandang sebagai bentuk terpenting penggunaan bahasa figuratif, dan biasanya dianggap mencapai bentuk yang sempurna pada bahasa sastra atau bahasa puisi. Metafora dalam puisi berfungsi untuk memberikan efek indah pada bahasa sehingga pendengar akan merasa tersentuh jiwanya. Puisi mengandung metafora karena di dalam penggunaan kata-katanya harus indah dan baik. Puisi Aku dan Langit Gunung Kawi dihadirkan Veronika Ventiana Enum sebagai puisi pengaguman terhadap suasana pegunungan yang ada di pulau Jawa. Penulis sendiri sebagai mahasiswa asal Flores sedang berwisata di sebuah desa di gunung Kawi, secara metaforis kesejukan dan keindahan suasana pegunungan memberikan kepuasan laksana dirinya yang sedang haus untuk berwisata. Keindahan alam dan suasana tenang menjadi kebutuhan manusiawi untuk mendapatkan kedamaian di balik berkecamuknya pikiran yang menurut penulis menjemukan karena terlalu berisik. Puisi Aku dan Langit Gunung Kawi dihadirkan Veronika Ventiana Enum menggambarkan metafora yang dituangkan dari lingkungan kota Malang, secara keseluruhan jenis metafora ini tampaknya berasal dari cara Metafora Antropomorfik . nthropomorfic Metafora antropomorfik, yaitu metafora yang mengacu pada benda mati yang diambil dari transfer nama-nama bagian tubuh manusia, baik indera maupun perasaan atau Misalnya, mulut sungai, paru-paru kota, punggung bukit dan yang lebih umum, yaitu berhubungan dengan diri manusia (Ullman, 1972:. Di bawah Gunung Kawi yang megah. Aku duduk sendiri di tengah keramaian. Bersama sang langit yang membentang bagai permadani Cahaya nan birunya menyapa jiwaku yang dahaga Alamnya yang nan indah, membawa sejuta harapan. Pemandangan indah ini adalah sebuah lukisan alam yang tak Di sini, aku merasa damai dan tenang, jauh dari berisiknya pikiranku Puisi karya mahasiswa sebagai wujud karya sastra yang dihasilkan memungkinkan penulis menyampaikan pemikiran dan imajinasi kreatifnya. Dengan diksi yang telah diupayakan, mahasiswa mampu menjadikan kata sebagai bahan berkreasi dan dimanfaatkan untuk mengetahui keindahan-keindahan yang dimiliki dalam karya sastra yang dihasilkannya. Baik itu dari segi pemilihan kata, penggunaan bahasa, makna yang terkandung ataupun Banyak pendekatan-pendekatan dalam melakukan analisis suatu karya sastra salah satunya, yaitu stilistika. Stilistika merupakan pendekatan yang sudah lazim digunakan dan merupakan pendekatan paling umum namun masih asing bagi sebagian orang. Pemilihan pendekatan karya sastra menggunakan stilistika bertujuan untuk memberikan pengalaman baru bagi khalayak umum. Dimana pendekatan stilistika masih jarang dipergunakan membuat beberapa orang beranggapan stilistika sama dengan sematik karena sama-sama meneliti makna pada frasa, klausa dan kalimat. Dengan adanya metafora pembaca akan dapat mengetahui suatu realita dalam puisi meskipun kalimat yang digunakan bukanlah kalimat yang sebenarnya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian di atas, dapat disimpulkan bahwa diksi yang digunakan dalam puisi Pulanglah ke Rumah banyak terdapat diksi metaforis. Artinya diksi dan metafora yang ditemukan dapat menciptakan karya sastra yang lebih kaya, menarik, memiliki kekuatan emosional, estetika, dan makna yang dalam. Selain itu, penulis dalam membuat sebuah karya mempertimbangkan aspek keindahan yang disajikan dalam rekaan yang didasarkan oleh keadaan sekitar. Kajian ini menggambarkan kompetensi penulis dalam menghasilkan karya sastra pariwisata. Kompetensi mahasiswa ini berguna untuk memahami pentingnya pemahaman teks dan penggunaan bahasa yang digunakan dalam memproduksi karya sastra yang bagus. Hasil kajian sastra dan implementasinya dalam pembelajaran menulis sastra pariwisata menekankan peran penulis dalam mengekspresikan pengetahuan mereka dan memahami teks sebagai pengalaman kreatif dan linguistik. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pendekatan metaforisme dalam memahami relevansi situasi penelitian, proses pembelajaran, dan hasil pembelajaran. Studi ini juga menekankan peran pemikiran kreatif penulis, estetika, gaya, dan pemahaman teoretis dalam penciptaan sebuah teks. Studi ini juga membahas pentingnya pemahaman penulis tentang teks sebagai bentuk pengetahuan dan peran pemahaman penulis tentang teks sebagai media. Studi ini juga membahas pentingnya pemahaman penulis terhadap teks sebagai media pengetahuan dan peran pemahaman penulis terhadap teks sebagai media pengetahuan. DAFTAR PUSTAKA