JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 52-56 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski doi :x/x. IMPLEMENTASI KARAKTER SOPAN SANTUN MELALUI PROGRAM TAHFIDZ KELAS VI DI MI AL QURAoAN JABALKAT TULUNGAGUNG Filzatun Nafsi1 Retno Intan Kuswari2 Muhammad Saiqul Huda3 Dosen STAI K. H Muhammad Ali Shodiq 1 Dosen STAI K. H Muhammad Ali Shodiq 2 Dosen STAI K. H Muhammad Ali Shodiq 3 nafsifilzatun@gmail. intanretno900@gmail. saiqhuda@gmail. Abstract Islamic education institution has an important role in forming future generations especially in character In this study, researcher will discuss character education of politeness. Politeness is the main character and even this is a basic in forming the personality of students well. The research method used in this study is qualitative descriptive. Data collection techniques in this study is observation, interview and documentation. The results showed that character education of politeness in tahfidz program can be carried out with various habituations. Continuing habituation will form the character of politeness towards the children which will indirectly have Islamic personalities. Keywords: Character. Politeness. Student Abstrak Lembaga pendidikan Islam berperan penting membentuk generasi masa depan yang unggul terutama dalam pendidikan karakter. Dalam penelitian ini, peneliti membahas pendidikan karakter sopan santun. Sopan santun merupakan karakter yang utama bahkan dasar dalam membentuk kepribadian peserta didik dengan baik. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter sopan santun di program tahfidz dapat dilaksanakan dengan berbagai pembiasaan. Pembiasaan yang terus berjalan akan membentuk karakter sopan santun terhadap anak anak yang secara tidak langsung akan menjadikan mereka memiliki kepribadian islami. Kata Kunci: Karakter. Sopan Santun. Peserta Didik Pendahuluan Peran lembaga pendidikan Islam untuk membentuk generesi muslim yang unggul terutama di pendidikan karakter sangat utama maka harus dimulai sejak dini yakni di Madrasah Ibtidaiyah yang setingkat dengan sekolah dasar. Selain itu dalam lingkungan dan pola pengasuhan keluarga juga merupakan penentu bagaimana anak tersebut memiliki karakter sopan santun. Dijelaskan pula bahwa ayah sebagai fondasi dan ibu sebagai madrasah utama sang anak1. Sehingga sejak dalam pemilihan Ina Salma Febriany. Membangun Madrasah Cinta, (Solo: Tiga Serangkai, 2. , h. Manajemen Humas Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengembangan Madrasah Di Mts Darussalam Ariyojeding Rejotangan 53 pasangan suami istri perlu diperhatikan. Dari pasangan suami istri terbentuk lingkungan rumah di mana anak menemukan dunianya dan elemen dasar pembentukan perilakunya2. Al QurAoan menjelaskan pentingnya dalam membentuk karakter yang baik manusia sedini mungkin. Dijelaskan dalam Al QurAoan surah Al IsraAo ayat 70, di bawah ini: ca Ae aO aa eC I aN eI IaIa EA n AO eUEA ca aA aOAA a A aOA a A EO aEaO se Ia acI eI aEa eCIa a eAA a A eE I aN eIA a AaOEaCae E aca eIIa aI eaO a aI aO a aI eE I aN eI AaO eE a a aO eE aA Artinya: Dan sungguh. Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. (Q. S Al Isra:. Selanjutnya salah satu tugas Nabi melalui hadits dari Abu Hurairah dijelaskan bahwa: ACA a AauIac aI a aea Ea aaI aI aIEA a Aa aI E a eUEA Artinya: AuSesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak. Ay Hal ini menandakan bahwa dasar yang kuat dalam membentuk karakter yang baik pada manusia yakni akhlak. Dan betapa pentingnya dan utamanya akhlak, karakter apalagi dalam dunia pendidikan. Melalui Peraturan Presiden (Perpre. Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter juga dijelaskan. Pendidikan karakter harus selalu diimplementasikan di sekolah dimana lima nilai utama dalam penguatan karakter . ntegritas, religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royon. harus tercermin dalam prilaku warga sekolah3. Hal ini sebagai wujud untuk masa depan bangsa Indonesia itu Di masa depan nilai ketimuran merupakan salah satu karakter yang ditonjolkan seperti sopan santun dan tetap berbudaya. Mengingat seiring berjalannya zaman yang semakin canggih dan maju. Jenis pendidikan karakter sangatlah banyak, namun peneliti lebih mengambil pada pendidikan karakter di bagian sopan santun. Sopan santun merupakan karakter yang utama bahkan dasar dalam membentuk kepribadian peserta didik dengan baik. Sehingga dimana pun mereka berada akan bisa lebih menjaga sikapnya baik tehadap masyarakat dan lingkungan sekitar mereka tinggal. Melalui program tahfidz inilah pendidikan karakter sopan santun yang akan diteliti adalah peserta didik mampu berkomunikasi dengan baik, mampu berkata-kata islami dan adab yang baik ketika membaca, menghafalkan dan bahkan hanya sekedar membawa Al QurAoan. Melalui observasi pertama di MI Al QurAoan Jabalkat dengan kepala Madrasah menjelaskan bahwa tahfidz selain menjadi program unggulan juga merupakan salah satu kurikulum yang wajib. Madrasah ini didesain dengan pesantren artinya madrasah ini berada di naungan yayasan. Sehingga sebagian peserta didiknya juga berasal dari pesantren tersebut. Program tahfidz diterapkan dari mulai kelas satu sampai kelas enam. Program tahfidz disampaikan dengan metode yang sama, sehingga diharapkan minimal target dalam enam tahun bisa terpenuhi. Melalui program wajib tahfidz selama enam tahun dapat memperkuat karakter dalam menghafalkan Al QurAoan. Selain itu, dalam visi dan misi madrasah tidak hanya menghafalkan Al QurAoan melainkan dapat memiliki karakter atau akhlakul karimah. Salah satu yang ditekankan adalah Mahmud Muhammad Al- Jauhari. Muhammad Abdul Hakim Khayal. Membangun Keluarga QurAoani, (Jakarta: Amzah, 2. , h. Peraturan Presiden (Perpre. Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 52-56 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Manajemen Humas Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengembangan Madrasah Di Mts Darussalam Ariyojeding Rejotangan 54 pendidikan karakter sopan santun. Sebab dalam menghafalkan Al QurAoan selalu membutuhkan adab atau tata krama, baik dalam membaca, menghafal bahkan hubungan sosialnya peserta didik baik dengan guru, orang tua dan masyarakat. Program tahfidz di Madrasah ini bukan hanya sebagai branding madrasah melainkan memberikan peran dalam membentuk karakter dan perubahan pada peserta didik dalam karakter sopan Artinya melalui program tersebut akan membentuk kepribadian yang baik kepada sesama bahkan kepada orang tua. Bahkan bisa memberikan dampak yang sangat positif di lingkungan mereka Pada Madrasah ini tidak hanya peserta didik yang diwajibkan untuk mengikuti program tahfidznya, melainkan gurunya sendiri juga harus memiliki modal minimal membaca Al QurAoan dengan baik, benar dan tepat. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakuakan penelitian ilmiah untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan akademis tentang AuImplementasi Karakter Sopan Santun Melalui Program Tahfidz Kelas VI Di MI Al QurAoan Jabalkat Kabupaten TulungagungAy. Metode Penelitian ini menggunakan motede diskriptif kualitatif. Penelitian diskriptif kualitatif berangkat pada rumusan masalah yang akan menghantarkan peneliti untuk menggali dan mengeksplorasi situasi yang akan diteliti secara menyeluruh dan mendalam dan akan digambarkan dengan jelas. Menurut Bogdan dan Taylor pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data diskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang telah diamati4. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Al QurAoan Jabalkat Tulungagung. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara baik dengan kepala Madrasah, guru kelas V, guru tahfidz dan siswa kelas V dan dokumentasi. Peneliti melakukan penelitian sekitar awal tahun ajaran baru 2023 semester ganjil sekitar bulan Agustus 2023. Hasil Penelitian dan Pembahasan Peneliti akan menguraikan dan memaparkan data hasil temuan tentang analisis penerapan karakter sopan santun di Madrasah Ibtidaiyah Al QurAoan Jabalkat Sambijajar, sebagai berikut: Pertama, sopan santun merupakan dasar sikap yang utama dalam kehidupan, seperti dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Sehingga pada pendidikan karakter sopan santun diharapkan akan menjadi suatu habit wajib dan tertanam pada semua siswanya. Selain hal itu sopan santun menjadi dasar akhlak yang akan menjadi pengendali psikis dan sosial bagi diri sendiri dan masyarakat 5. Itulah hal yang membedakan antara manusia dan hewan, ketika manusia dianugerahi akal dan pikiran serta hati, sehingga ahlak dalam hal ini sopan santun sangat penting. Kedua, melalui Al QurAoan yang sebagai sumber kehidupan yang akan mengarah pada keimanan, ketaqwaan dan diharapkan akan masuk pada kepribadian para siswa. Hal-hal kecil sebagai contoh adalah ketika proses pembelajaran dan kegiatan tahfidz yang dimulai pukul 07. 00 sampai 08. 30 sebelum Lexy J. Moloeng. Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 2. , hlm 4 Said Aqil Husain Al-Munawar. Aktualisasai Nilaui-Nilai QurAoani Dalam Sistem Pendidikan Islam, (Ciputat: Ciputat Press, 2. , hlm 7. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 52-56 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Manajemen Humas Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengembangan Madrasah Di Mts Darussalam Ariyojeding Rejotangan 55 berdoa selalu diawali dengan sungkem atau mushofahah dengan gurunya. Berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Jawa Krama. Contoh selanjutnya tercermin dengan adab cara membawa Al QurAoan dan proses menghafalakan serta membacanya. Ketiga, dalam menerapkan pendidikan karakter ini tidak lepas dari peran guru melalui Para guru diwajibkan untuk menggunakan Bahasa Jawa Krama ketika menjelaskan Tetapi, pada hal ini ditemukan dalam lapangan beberapa guru menggunakan Bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan dengan alasaan tertentu salah satunya demi keefektifan dan agar siswa lebih mudah memahami materi yang diterapkan. Selain itu, kerja sama dengan orang tua untuk selalu mendampingi dan membiasakan sopan santun. Mengingat bahwa anak-anak adalah peniru dan orang tua sebagai madrasah pertama di rumah. Hal ini didukung dengan hasil wawancara dengan salah satu guru kelas 1B Bu Diah, menuturkan bahwa: Ayanak-anak itu tidak bisa hanya hanya diberikan sebuah teori tentang akhlak dalam hal ini sopan santun, atau hanya sekedar larangan, sebab keteladan dari seorang pendidik harus dilakukan secara langsung. Misalnya cara bertutur kata, penampilan, melalui 5S yakni salam, senyum, sapa, sopan dan santun hal ini setiap hari harus dilakukan untuk mereka, minmal mereka akan melihat dan menjawab salam sapaan dari kamiAy Keempat, sopan santun akan terbangun melalui pembiasaan cara bagaimana peserta didik melihat guru dalam mengajar. Cara mengajar yang dihendaki adalah dengan mengulang-ulang dalam membaca Al QurAoan. Dalam hal ini diharapkan akan membekas kepada anak-anak, sehingga mereka memiliki kepribadian islami. Sehingga pribadi dan tingkah lakunya secara tidak langsung juga akan terbentuk. Penjelasan ini dijelaskan oleh salah satu guru tahfidz yakni Ibu Sulami, mengatakan bahwa: Aymengulang-ulang bacaan Al QurAoan dengan menyisipkan abad dalam membacanya, menghafalkannya bahkan sekedear membawa Al QurAoan perlu kita terapkan, jika pun anak-anak lupa bahkan tidak mendengarkannya, kita wajib mengingatkannyaAy Memulai kegiatan tahfidz dengan mengucapkan salam dan Basmalah dan surat Al Fatihah merupakan bukti bahwa pembiasaan ini baik untuk peserta didik. Selanjutnya dengan adanya nasihat serta tutur kata dalam menjaga hafalannya. Mereka akan lebih sopan atau bersikap baik sebagai contohnya mereka akan meminimalisir sebuah kata kotor ketika bercanda bahkan meninggalkannya. Artinya mereka lebih sering mengucapkan dengan kalimat tayyibah. Kelima, melalui dorongan atau motivasi yang diberikan oleh guru serta orang tua. Seperti halnya menghindari kata mengucilkan peserta didik apapun karakter dari peserta didik. Sering-sering memberikan suatu pujian atau kalimat positif untuk peserta didik. Memberikan penghargaan pada segala usaha anak yang telah dilakukan. Bukan hanya yang berprestasi secara akademik atau non akademik. Sehingga peserta didik akan memiliki rasa diperhatikan, dipedulikan serta memiliki rasa percaya diri paling utama bisa menempatkan diri. Keenaam, materi tahfidz yang diberikan adalah dimulai fahalan Al QurAoan dari kelas 1, juz 30. Kemudian dilanjut dengan Juz 1 sampai kelas 6 sesuai dengan target yang diprogramkan oleh lembaga. Metode yang digunakan dalam tahfidz adlaah menggunakan metode tilawati. Sedangkan strategi yang dilakukan adalah dengan mendominasikan mendengar dan menirukan. Pada strategi yang di sinilah peneliti menemukan sebuah kelemahan ketika melaksanakan program tahfidz target utamanya adalah hafal atau mengingat. Namun, mereka akan melemah pada sebuah membaca, sebab ditemukan anak sudah hafal tapi belum bisa membaca. Selanjutnya, sasaran pada program tahfidz adalah semua peserta didik mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Ketujuh, hambatan yang ditemukan kadang ada faktor penghambat dari luar ditemukan, sehingga harapan dan target yang dicita-citakan belum terlaksana. Seperti ketika peserta didik di rumah lupa bahkan tidak lagi menerapkan akhlak di rumah. Selain itu kegiatan tahfidz juga demikian, mereka menganggap sopan santun, pembiasan berkomunikasi dengan bahasa Jawa Krama hanya ketika JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 52-56 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Manajemen Humas Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengembangan Madrasah Di Mts Darussalam Ariyojeding Rejotangan 56 berada di sekolah. Kemudian kegiatan tahfidz hanya dilaksanakan di sekolah, ketika di rumah mereka jarang seklai untuk mengulang atau murojaah kembali. Sehingga solusi yang diberikan, salah satunya adalah memberikan buku monitoring. Sehingga pembiasaan yang di madrasah harus juga dilaksanakan di rumah. Kedelapan, bentuk evaluasi kegiatan tahfidz masih kurang terprogram dan terkonsep dengan Hal ini didukung oleh penjelasan dari koordinator program tahfidznya yang menjelaskan masih perlu banyak pemahaman dan sistem evaluasinya. Sebab evaluasi tahfidz tidak hanya dilahirkan dalam sebuah angka, namun angka tersebut bisa memberikan suatu makna pencapaian dalam hafalannya. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian Implementasi Program Tahfidz Pada Pendidikan Karakter Sopan Santun di MI Al QurAoan Jabalkat Sambijajar. Kecamatan Sumbergempol. Kabupaten Tulungagung, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendidikan karakter sopan santun di program tahfidz dapat dilaksanakan dengan berbagai pembiasaan. Selanjutnya, dengan adanya nasihat serta tutur kata dalam menjaga hafalannya, mereka akan lebih sopan dan bersikap baik. Selain iu, para siswa akan meminimalisir sebuah kata kotor ketika bercanda bahkan meninggalkannya. Dengan pembiasaan Ae pembiasaan yang terus berjalan diharapkan akan membekas kepada anak-anak sehingga pribadi dan tingkah lakunya secara tidak langsung juga akan terbentuk yang menjadikan mereka memiliki kepribadian islami. Daftar Rujukan __ Peraturan Presiden (Perpre. Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter Febriany. Ina Salma. Membangun Madrasah Cinta. Solo: Tiga Serangkai. Husain. Said Aqil Al-Munawar. Aktualisasai Nilaui-Nilai QurAoani Dalam Sistem Pendidikan Islam. Ciputat: Ciputat Press. Marwah. Rosedah SaAodatul Dkk. AuImplementasi Program Tahfidz al-QurAoan terhadap Peningkatan Spiritual Siswa MAN 2 Kota MalangAy. Jurnal Quarlity. Vol. 11 No. 01 | 111 Ae 126. Moloeng. Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 2007 Muhammad. Mahmud Al-Jauhari dan Muhammad Abdul Hakim Khayal. Membangun Keluarga QurAoani. Jakarta: Amzah. Nujumuddin. Dkk AuImplementasi Pendidikan Karakter Melalui Program Tahfidz Al-QurAoan Di SD-IT Al Imam Asy-SyafiAoiAy. Jurnal PGMI. Vol. 13 No. 2 Desember. Saningtyas. Nur Rabiul,. Implementasi Program Tahfidzul Quran dalam Meningkatkan Nilai Karakter Religius Peserta Didik di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ahmad Yani Malang. Tesis. Saptomo. Dimensi-Dimensi Pendidikan Karakter. Salatiga: Esensi, 2011. Azzamzami. Zahid Andri. Dkk. AuImplementasi Pendidikan Karakter Melalui Program Tahfidz Al-QurAoan Siswa Kelas i Mi Nurul QurAoan Presak Timur Pagutan MataramAy. Jurnal Tarbiyatuna: Kajian Pendidikan Islam. Volume 6 Nomor 2, 2022. Wilujeng. W S. AuImplementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Keagamaan Di SD Ummu Aiman Lawang. Ay Skripsi. UIN Maulana Malik Ibrahim. Malang, 2016. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 52-56 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski