MBA Journal: Management, Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. 02, No. 01. Juni 2025 Hal. 97-103 ESENSI SPIRITUAL DAN MODEL PENGEMBANGAN KESEIMBANGAN Ade Manggala Hardianto1, Ilik Bunadi2, Zulkarnain3, Leviandi Adhie4, Naomi Nababan5, Mia Agustina Puspasari6 , Dede Suparna7 Email Korespodensi: ade.manggala@lecturer.sains.ac.id 1,2,3,4,5,6, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Akuntansi, Universitas Sains Indonesia, Cibitung, Bekasi 7 Universitas Bina Bangsa Abstrak Spiritual merupakan esensi manusia berhekendak dan berbuat sesuai dengan hasil pemahaman pada objek yang dikehendaki. Tujuan penelitian adalah untuk menguji pengaruh sikap kritis terhadap sikap keseimbangan yang terpendam pada diri manusia. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif yang menggambarkan inisiatif, pemahaman, dan keinginan individu pada objek. Pengumpulan data merupakan proses mengumpulkan data yang mengindikasikan variasi indicator pertanyaan yang disebarkan secara online. Populasi dan sampling merupakan sekumpulan data primer yang telah ditentukan peneliti pada syarat tertentu antara lain, telah mengenal lama BPR Syariah, umur responden minimal 18 tahun, memiliki Pendidikan minimal SMA (setara), dan tinggal di sekitar BPR Syariah. Teknik Analisa data merupakan Teknik Analisa yang telah memenuhi syarat layak untuk dijadikan sebauh populasi, model, dan terbebas dari colineralitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap kritis individu dapat memengaruhi keseinbangan pada diri sendiri dan lingkungannya. Kata kunci : spiritual, sikap kritis, sikap keseimbangan, syariah, lingkungan Abstract Spiritual is the essence of human will and act according to the results of understanding the desired object. The purpose of the study is to test the influence of critical attitudes on the latent balance attitudes in humans. The research method uses a quantitative method that describes the initiative, understanding, and desires of individuals on objects. Data collection is the process of collecting data that indicates variations in question indicators that are distributed online. Population and sampling are a collection of primary data that have been determined by researchers on certain conditions, including having known BPR Syariah for a long time, respondents are at least 18 years old, have a minimum high school education (equivalent), and live around BPR Syariah. Data Analysis Technique is an Analysis Technique that has met the requirements to be worthy of being used as a population, model, and free from collinearity. The results of the study show that an individual's critical attitude can affect balance in oneself and their environment. Keywords: spiritual, critical attitude, balance attitude, sharia, environment 97 MBA Journal: Management, Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. 02, No. 01. Juni 2025 Hal. 97-103 PENDAHUUAN BPR Syariah sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) memiliki peran penting dalam mendorong inklusi keuangan syariah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. LKMS menawarkan produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, seperti pembiayaan mudharabah, musyarakah, dan qardhul hasan. Atmajaya et al., (2024) keterbatasan sumber daya dan pemahaman nasabah mengenai keuangan Syariah serta kepatuhan syariah adalah aspek fundamental dalam operasi LKMS. Melalui peningkatan edukasi, regulasi yang mendukung, dan inovasi teknologi, LKMS dapat meningkatkan tingkat kepatuhan syariah dan, pada akhirnya, memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Nurul Aulia et al., (2025) Lembaga keuangan mikro syariah memainkan peran penting dalam mendukung usaha kecil dan menengah, terutama dalam hal penyediaan pembiayaan untuk perluasan pasar dan pengembangan perusahaan yang akan memungkinkan perusahaan-perusahaan tersebut meningkatkan perekonomian negara secara signifikan. Berdasarkan pandangan tersebut, masalah Lembaga keuangan mikro Syariah yang berkelanjutan terletak pada dua aspek penting yaitu kecerdasan spiritual dalam moderasi Syariah. Pondasi kecerdasan spiritual bersumber dari dari buku Perspective On Spiritual Intelligence karya Dorabantu & Watts, (2025) mengungkapkan kecerdasan melibatkan kedalam pertanyaan mengenai identitas manusia sebagai mahluk berpikir dan beragama. Kombinasi tersebut membangkitkan perspektif baru pada aspek kecerdasan spiritual yang menggambarkan keputusan manusia diantara aspek logika dan nilai agama. Kecerdasan spiritual merupakan manifestasi pengalaman dan pemikiran individu yang terbentuk dari motivasi diri sendiri. Kecerdasan spiritual mencerminkan kecerdasan individu ketika menghadapi kesusahan (kesukaran), menghadapi ujian kehidupan, dan kecerdasan mencari solusinya. Resistensi (daya tahan) menghadapi kesukaran menjadi perhatian pada aspek kecerdasan extraordinary (luar biasa). Nur Wahid & Marwan, (2025) kecerdasan spiritual memiliki peran penting dalam kehidupan sehari hari dapat merefleksikan resistensi indovidu yang mampu bertahan dalam ujian hidup serta mampu mencari solusi terdekat yang dituangkan dalam bentuk pemikiran (ide) dan perilakunya a. spiritual membangun pemikiran kritis Kecerdasan spiritual (SQ) membangun pemikiran kritis yang dapat dikembangkan bersama-sama sehingga membangun landasan yang kuat pada nilai dan makna (Nur Wahid & Marwan, 2025). Adapun keunggulan pemikiran kritis dapat membuat keputusan yang bijaksana atas keanekagaraan inforasi baik bersumber dari diri sendiri (keyakinan dan tujuan hidup), juga mendorong pemahaman yang lebih luas pada perspektif solusi untuk diambil kesimpulan. Sifat intuitif yang terus berkembang menghantarkan penalaran rasional yang lebih mendalam. Skrzypińska, (2021) sikap kritis pada diri manusia dapat teramati ketika menghadapi situasi yang serba sulit. Cara mengembangkan kecerdasan dalam pemikiran kritis menggambarkan kesediaan seseorang untuk dapat merenungkan tujuan hidupnya melalui mendalami tingkat wawasan filsafat universal, membangun kebiasaan menghidupkan kesadaran diri 98 MBA Journal: Management, Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. 02, No. 01. Juni 2025 Hal. 97-103 dan intusi agar dapat merefleksikan arah dan tujuan hidupnya. b. Kecerdasan Spiritual Membangun Keseimbangan Kecerdasan spiritual (SQ) adalah fondasi yang penting untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ). Dengan mengembangkan SQ, individu dapat mencapai kehidupan yang lebih bermakna, bahagia, dan sukses. Seorang pemimpin yang memiliki SQ tinggi akan menggunakan IQ-nya untuk merumuskan strategi yang cerdas, tetapi juga akan mempertimbangkan dampaknya terhadap orang-orang yang dipimpinnya (EQ). Mereka juga akan menggunakan intuisi mereka untuk memahami kebutuhan tim mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang positif. Winanti Madyoningrum et al., (2025) dan Pinto et al., (2024) Kecerdasan spiritual (SQ) memiliki peran yang sangat penting dalam menyeimbangkan kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ). Berikut adalah beberapa cara bagaimana SQ dapat mencapai keseimbangan antara lain 1) menyeimbangkan makna dan tujuan hidup. 2) Mengembangkan Kesadaran Diri. 3) menimbulkan empati dan hubungan social. 4) mengintegrasikan intuisi dan logika. Paenelitian ini juga mengembangkan pola hubungan positif yang memengaruhi secara langsung sikap kritis terhadap keseimbangan baik untuk diri sendiri atau lingkungannya. Hal ini senada dengan hasil penelitian (Hardianto, Basuki, & Soherman, 2022) kunci kesuksesan kemitraan antar Lembaga dapat terjadi apabila tercipta keseimbangan meskipun dengan orientasi yang berbeda – beda. rancangan prosedur penelitian dapat terlihat dari langkah-langkah sebagai berikut : 1. Jenis Penelitian. Peneltian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menentukan variabel independent (X) sikap kritis, dan variabel dependen (Y) keseimbangan. 2. Teknik pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan Teknik survey kuesioner pada nasabah BPR Syariah dan terkumpul 35 responden. 3. Populasi dan sampling Populasi dan sampling merupakan sekumpulan data primer yang telah ditentukan peneliti pada syarat tertentu antara lain, telah mengenal lama BPR Syariah, umur responden minimal 18 tahun, memiliki Pendidikan minimal SMA (setara), dan tinggal di sekitar BPR syariah 4. Teknik analisis Teknik analisis merupakan pola analisis yang selaras dengan tujuan peneltian yaitu mengembangkan model sikap kritis terhadap membangun keseimbangan. Pola model ini mencakup regresi linier sederhana dimana Y = a + bx Y= membangun keseimbangan b= sikap kritis beberapa syarat penting menjadi pertimbangan antara lain, pengujian outer moder antara lain diskriminan validity, convergent validity, average variance extracged (AVE), Composite Reability. Sedangkan untuk pengujian inner model mencakup Uji Colinearity, Uji R-Square, Uji Goodness of Fit (GoF), Q square. 5. Interpretasi data. Interpretasi data Desain penelitian Rancangan dan prosedur penelitian dirancang secara sistematis dengan langkah-langkah yang detail. Adapun merupakan hasil interpretasi yang bersumber dari evaluasi path coefecients. Evaluasi path coefficient digunakan untuk menunjukkan seberapa kuat efek atau pengaruh variabel independen kepada variabel dependen. Untuk mengukur 99 MBA Journal: Management, Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. 02, No. 01. Juni 2025 Hal. 97-103 nilai signifikansi diterimanya suatu hipotesis dilakukan dengan melihat nilai P-Values. Hipotesis penelitian dapat dinyatakan diterima apabila nilai P-Values < 0,05. Untuk melihat nilai P- value dalam SmartPLS dilakukan melalui proses bootstrapping terhadap model yang sudah valid dan reliabel serta memenuhi kelayakan model. Hasil Penelitian Pengujian outer model merupakan pengujian statistic atas jawaban responden, dan untuk menjelaskan validitas dan reabilitas pada setiap indicator variable. Jawaban responden menggambarkan kemampuan responden memahami instrument yang diajukan, dan menggambarkan ukuran nilai yang akan (tidak) dilanjutkan pada tahap berikutnya. Hasil olah jawaban responden. Gambar convergent validy menggambarkan kemampuan responden menjawab yang diukur denag loading factor diatas 0.7. apabila hasil > 0.7 maka Hasil olah data ini mengartikan data layak untuk di analisis pada tahap berikutnya, dan layak untuk dijadikan struktur model penelitian. Nilai convergent validity adalah nilai loading factor pada variabel laten dengan manifestnya dan berdasarkan convergent validity dari semua indicator menunjukan angka loading factor > 0.7. Nilai ini merupakan nilai cross loading factor yang berguna untuk mengetahui apakah konstruk memiliki diskriminan yang memadai yaitu dengan cara membandingkan nilai loading pada konstruk yang dituju harus lebih besar dibandingkan dengan nilai loading dengan konstruk yang lain. Table 1 Diskriminant Validity X1 Y X1 0.924 0.758 Y 0.940 Pada bagian ini akan diuraikan hasil uji discriminant validity. Uji discriminant validity menggunakan nilai cross loading. Suatu manifest reflektif akan dinyatakan memenuhi discriminant validity apabila nilai cross loading manifest pada variabelnya adalah yang terbesar dibandingkan pada variabel lainnya. Berikut adalah nilai cross loading masing- Gambar 1. Convergent validity 100 MBA Journal: Management, Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. 02, No. 01. Juni 2025 Hal. 97-103 pengujian atas kelayakan data untuk dianalisis kembali, dan untuk mendapatkan informasi hasil optimalisasi antar variable. Ada empat tahap dalam pengujian inner model antara lain uji collinearity, uji model struuktural, uji F Square, dan uji Bootstrapping. Masing-masing tahap menggambarkan posisi data dan interpretasi sesuai dengan kaidah PLS dan menggambarkan besaran signifikasi antar variable independent dan variable dependen. Pengujian inner model dipergunakan sebagai bahasan (kajian) yang berisi pengembangan temuan pada aspek teoritis dan aspek praktis . masing manifes. Table 2. reabilitas dan validitas X 1 Y Cronb ach alpha RHO _A 0.966 0.968 Compo site Reabili ty 0.972 0.973 0.975 0.978 AV E 0.8 54 0.8 83 Hasil dapat dikatakan realibel dan valid apabila angka olah data baik Cronbach alpha, rho_A, Compositee reability, dan average variance extracted lebih besar dari 0.5. maka hasil olah data mengindikasikan data dalam keadaan realibel dan valid Table 3 Variance Inflation Factor (VIF) X1 X1 Y Y 1.00 Pengujian inner model merupakan Adalah uji antar hubungan kuat atau tidak antar variable melalui penilaian Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai VIF lebih besar dari 5,00 maka berarti terjadi masalah kolinearitas, dan sebaliknya tidak terjadi masalah kolinearitas jika nilai VIF. Pengujian kolinearitas adalah untuk membuktikan korelasi antar variabel laten/konstruk apakah kuat atau tidak. Jika terdapat korelasi yang kuat berarti model mengandung masalah jika dipandang dari (colinearity). Nilai yang digunakan untukmenganalisisnya adalah dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai VIF lebih besar dari 5,00 maka berarti terjadi masalah kolinearitas, dan sebaliknya tidak terjadi masalah kolinearitas jika nilai VIF < 5.00. sudut metodologis, karena memiliki dampak pada estimasi signifikan sistatistiknya. Masalah ini disebut dengan kolinearitas Hasil uji GoF didapat dari perkalian nilai akar rata – rata AVE dengan nilai akar rata – rata R-Square. Dari hasil perhitungan didapat hasil nilai GoF sebesar 0, 696 sehingga dapat disimpulkan bahwa model memiliki GoF yang tinggi, semakin besar nilai GoF maka semakin sesuai dalam menggambarkan sampel penelitian. Rumus untuk menghitung nilai GoF adalah sebagai berikut Gof = 0.705 Nilai R2 menunjukkan tingkat determinasi variabel eksogen terhadap endogennya. Nilai R2 semakin besar menunjukkan tingkat determinasi yang semakin baik. Menurut Hair dalam Latan & Ghozali suatu model dikatakan kuat jika nilai R-square 0.75, model moderat jika nilai R-square 0.50, dan model lemah jika nilai R-square 0.2. Table 4. R square R Square R Square Adjusted Y 0.574 0.563 Nilai Q-square pengujian model struktural dilakukan dengan melihat nilai Q2 (predictive relevance), dimana semakin 101 MBA Journal: Management, Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. 02, No. 01. Juni 2025 Hal. 97-103 tinggi Q-Square, maka model dapat dikatakan semakin fit dengan data. Hasil perhitungan Q2 menunjukkan nilai Q2 sebesar 0,895 . Menurut Ghozali (2014), nilai Q2 dapat digunakan untuk mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Nilai Q2 lebih besar dari 0 menunjukkan bahwa model dikatakan baik sehingga prediksi yang dilakukan oleh model dinilai telah relevan. Adapun hasil perhitungan nilai Q-Square adalah sebagai berikut. Model inner merupakan ukuran hubungan dan pengaruh antar variabel. Qsquare Qsquare Qsqure Qsquare Berdasarkan hasil uji bootstrapping, hubungan variabel X1 terhadap Y memiliki hubungan yang positif yang ditandai dengan angka 7.121. = 1- ((1-0.574) x (1-0) = 1- ( 0.426 x 1) = 1- 0.426 = 0.574 hal ini menandakan bahwa perilaku kritis memiliki hubungan yag kuat dengan keseimbangan. Untuk mengukur nilai signifikansi diterimanya suatu hipotesis dilakukan dengan melihat nilai P-Values. pada nilai dan makna (Nur Wahid & Marwan, 2025). Adapun keunggulan pemikiran kritis dapat membuat keputusan yang bijaksana atas keanekagaraan inforasi baik bersumber dari diri sendiri (keyakinan dan tujuan hidup), juga mendorong pemahaman yang lebih luas pada perspektif solusi untuk diambil kesimpulan. Teori keseimbangan spiritual sebagaimana diungkapkan (Hardianto, Basuki, & Soeherman, 2022) melingkupi aspek spiritual yang tidak terbatas namun dapat diukur melalui penentuan indidimensi dan indicator spiritual. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian bahwa sikap kritis dapat memengaruhi keseimbangan. Hipotesis penelitian dapat dinyatakan diterima apabila nilai P-Values < 0,05. Untuk melihat nilai P-value dalam SmartPLS dilakukan melalui proses bootstrapping terhadap model yang sudah valid dan reliabel serta memenuhi kelayakan model. Hasil dari bootstrapping dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh hasil pengaruh sikap kritis terhadap keseimbangan (lihat gambar dibawah ini. X 1Y ORIGIN AL SAMPLI NG 0.758 SAMP LE MEAN 0.741 STAND AR DEVIAS I 0.106 TSTATIS TIK P VAL UE 7.121 0.00 0 Daftar Pustaka Atmajaya, E. U., Noviani, D. P., Putri, S. A., Glediska, S. N., & Maharani, A. G. (2024). Kesimpulan Kepatuhan Syariah (Syariah Compliance) spiritual (SQ) membangun pemikiran kritis Pada Lembaga Keuangan Mikro Syariah. yang dapat dikembangkan bersama-sama Journal Of Economis and Business, 2(1), sehingga membangun landasan yang kuat 102 MBA Journal: Management, Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. 02, No. 01. Juni 2025 Hal. 97-103 133–143. Keuangan Mikro Syariah dalam Produksi Bandeng Junok Sreseh Sampang. http://jurnal.dokicti.org/index.php/ECONI Maslahah : Jurnal Manajemen dan S/index Ekonomi Syariah, 3(1), 89–104. Dorabantu, M., & Watts, F. (2025). Perspectives https://doi.org/10.59059/maslahah.v3i1.18 on Spiritual Intelligence (M. S. Burdett & 38 M. Harris, Eds.). Routledge Science and Religion Series. https://www.routledge. Pinto, C. T., Guedes, L., Pinto, S., & Nunes, R. Hardianto, A. M., Basuki, & Soeherman, B. (2024). Spiritual intelligence: a scoping (2022). Fondasi Akuntabilitas Kemitraan review on the gateway to mental health. CSR : Perspektif Kosmologi Ghazali. Global Health Action, 17(1), 1–17. Jurnal Akuntasi Multiparadigma, 1(13), https://doi.org/10.1080/16549716.2024.23 95–110. 62310 Hardianto, A. M., Basuki, & Soherman, B. Skrzypińska, K. (2021). Does Spiritual (2022). THE NEW HORIZONS ABOUT Intelligence (SI) Exist? A Theoretical CSR PARTNERSHIPS: A CASE STUDY Investigation of a Tool Useful for Finding OF CSR PARTNERSHIPS IN CILEGON, the Meaning of Life. Journal of Religion and Health, 60(1), 500–516. BANTEN. International Journa of https://doi.org/10.1007/s10943-020Economy, Education, and 01005-8 Entrepreneurship, 2(1), 1–0. https://doi.org/10.53067/ije3.v2i1 Winanti Madyoningrum, A., Azizah, R., & Nur Wahid, R., & Marwan, M. (2025). The Shafitranata. (2025). Pengaruh kecerdasan Influence of Case Method and Spiritual Intelektual, Emosional, dan Kepercayaan Intelligence on Critical Thinking Skills of Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Faculty of Economics and Business, Dimoderasi Oleh Kecerdasan Spiritual Padang State University Education (studi pada yayasan pendidikan global Students. Education Students. Economic madani bandar lampung). Jurnal Wawasan Education Analysis Journal, 14(1), 25–36. Kebangsaan, 13(1), 16–36. https://doi.org/10.15294/eeaj.v14i1.15952 https://doi.org/10.20527/jwm.v13i1.309 Nurul Aulia, Mashudi, & Dahruji. (2025). Politik Hilirisasi Desa dan Aksesibilitas 103