Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 255 Ae 260 ANALISIS DAN PENGARUH STAKEHOLDERS UNTUK PENINGKATAN KINERJA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN GEOLOGI KELAUTAN (P3GL) BANDUNG Oleh: Hadi Wijaya. Puslitbang Geologi Kelautan. Balitbang ESDM Email: hadiwijaya@esdm. Juli Riauwati. Prodi Administrasi Publik. STIA Bandung Email: juli. riauwati@gmail. Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract Marine Geological Institute (MGI) of the Ministry of Energy and Mineral Resources (MEMR) becomes a government agency that implements Public Service Agency (PSA). This study aims to obtain the results of the analysis of the influence of stakeholders and their optimization efforts in improving the performance of PSA MGI for Data processing methods are influence - interest diagram and net-map toolbox. The influence - interest diagram will distinguish four types of stakeholders, namely promoters, defenders, latents and The net-map analysis toolbox describes the relationship map as a framework for cooperation, and discussion as the As a results, five new stakeholders were obtained or an increase of 112% who supported the implementation of activities and plans for future cooperation. The impact of optimizing stakeholders' activities is an increase in the performance of PSA MGI. From August to October 2019, additional work contracts were obtained, which increased by 185. 4% in total from January until October 2019. Keywords : Stakeholder. PSA. Analysis, net map MGI, Keuangan Negara. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Undangundang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. maupun Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Juliani, 2. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) sebagai salah satu satuan kerja . Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi instansi pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) BLU pada tanggal 4 Desember 2017 yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2018 sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 921/KMK. 05/2017. Dengan telah ditetapkannya P3GL sebagai instansi pemerintah yang menerapkan PPK maka P3GL diberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan sesuai dengan PENDAHULUAN Institusi penyelenggara layanan publik dapat digolongkan ke dalam 3 . bentuk yakni institusi birokrasi biasa dengan derajat otonomi dan kemandirian yang terbatas atau tidak ada sama sekali. Badan Layanan Umum/Daerah (BLU/D) sebagai institusi yang semi otonom, dan Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D) sebagai institusi publik/negara yang benar-benar otonom dalam mengelola setiap sumber daya dan pembuatan keputusan (Lukman, 2. Konsep penyelenggaraan layanan publik dalam bentuk BLU didasarkan pada Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, walaupun juga didukung oleh berbagai peraturan perundang-undangan lainnya yaitu Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2005. Maksud dari fleksibilitas meliputi pendapatan keuangan yang diterima dapat dikelola secara langsung dalam rangka peningkatan kinerja Dalam upaya meningkatkan kinerja organisasi BLU, diperlukan kerja sama yang lebih erat dan jangkauan yang lebih luas dengan para pemangku kepentingan . baik lintas negara maupun antar instansi pemerintah. BUMN dan swasta. Perubahan pelayanan ini menuntut inovasi yang cepat agar BLU P3GL semakin siap dengan peluang tantangan baru. Mulgan & Albury . dalam Muluk . menjelaskan bahwa inovasi yang berhasil merupakan kreasi dan implementasi dari proses, produk, layanan, dan metode pelayanan baru yang merupakan hasil pengembangan nyata dalam hal efisiensi, efektivitas atau kualitas hasil. Perubahan atau transformasi P3GL menjadi BLU memiliki visi baru dan perluasan tugas pokok dan fungsi P3GL. Perubahan ini harus diantisipasi dengan tepat tidak hanya level organisasi, namun juga penting untuk individu-individu atau personilnya. Menurut Atkinson . dan Brooten . dalam Saefullah dan Rusdiana . Perubahan merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya dan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu. Visi hasil perubahan ini adalah menjadi BLU P3GL yang bergerak di bidang survei geologi dan geofisika kelautan yang profesional, mandiri dan berstandar Untuk mewujudkan visi tersebut. BLU P3GL menjalankan misi antara lain: pelaksanaan litbang sektor ESDM di wilayah kelautan NKRI yang unggul dan bermanfaat, melaksanakan kajian dalam perumusan, evaluasi, dan rekomendasi kebijakan terkait dengan isu strategis nasional terkini. Melaksanakan pelayanan jasa survei/teknologi di bidang geologi kelautan, mengembangkan program kegiatan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana litbang di bidang geologi kelautan. Trkait dengan layanan jasa kepada pihak mitra atau klien diperlukan hasil yang optimal. Torang adalah kuantitas dan atau kualitas hasil kerja individu atau kelompok di dalam organisasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang berpedoman pada norma, standar operasional prosedur, kriteria dan ukuran yang telah ditetapkan atau yang berlaku dalam Selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 79K/08/MEM/2019 Tahun 2019 tentang Pedoman Tata Kelola Badan Layanan Umum di Lingkungan Kementerian ESDM. Tulisan ini bertujuan memperoleh hasil analisis dan pengaruh stakeholders dan upaya optimalisasi peran stakeholders dalam rangka meningkatkan kinerja BLU P3GL secara signifikan. Pembatasan masalah difokuskan pada aspek stakeholder BLU P3GL selama kegiatan pada tahun 2019. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Konsep stakeholder pertama kali dikenalkan oleh Stanford Reseach Institute pada tahun 1963 (Mohsin, 2. Stakeholder didefinisikan sebagai perorangan maupun kelompok-kelompok yang tertarik, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar organisasi, yang berpengaruh maupun terpengaruh oleh tujuan-tujuan dan tindakantindakan sebuah Tim. Dalam organisasi publik, sangat penting untuk mengetahui siapa stakeholder yang memiliki kepentingan dan pengaruh terhadap program yang dimiliki oleh organisasi (Gumilar. Analisis stakeholder menjadi cara untuk mencari informasi terkait dengan stakeholder yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh setiap keputusan atau kebijakan (Bryson, 2. Dally . menyatakan dalam lingkungan instansi pemerintah, stakeholders dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu internal dan eksternal. Stakeholder internal instansi pemerintah antara lain bersangkutan, seluruh kolega di instansinya, serta para bawahannya. Sedangkan stakeholder eksternal antara lain pejabat dari instansi pusat maupun daerah, masyarakat. LSM, para peneliti dari lembaga penelitian, dan dosen terkait, dan lain-lain. Stakeholders dimaksud dapat bersifat individu maupun organisasi Dally . yang bersumber dari the Guide to Managing for Quality, a joint effort of Management Sciences for Health and UNICEF, mengemukakan beberapa kategori stakeholder dengan menggunakan diagram empat kuadran yang terdiri dari: Promotors. Memiliki kepentingan besar terhadap proyek perubahan dan juga kekuatan untuk membantu membuatnya berhasil . tau Defendents. Memiliki kepentingan pribadi dan dapat menyuarakan dukungannya dalam komunitas, tetapi kekuatannya kecil untuk mempengaruhi proyek perubahan. Latents. Tidak memiliki kepentingan khusus maupun terlibat dalam proyek perubahan, tetapi memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi proyek perubahan jika mereka menjadi tertarik. Apathetics. Kurang memiliki kepentingan maupun kekuatan, bahkan mungkin tidak mengetahui adanya proyek perubahan. Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi Mahsun . 4 : . Selanjutnya Bacal . dalam Rahadi . menguraikan Manajemen Kinerja sebagai suatu proses komunikasi yang terus menerus, dilakukan dalam kerangka kerjasama antara karyawan dengan atasannya langsung, yang melibatkan penetapan pengharapan dan pengertian tentang fungsi kerja karyawan yang paling dasar, bagaimana pekerjaan karyawan memberikan kontribusi pada sasaran organisasi, makna dalam arti konkret untuk melakukan pekerjaan dengan baik, bagaimana prestasi kerja akan diukur, rintangan yang mengganggu kinerja dan cara untuk meminimalkan atau melenyapkan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Creswell . dalam Kusumastuti dan Mustamil . menjelaskan bahwa proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-upaya pertanyaanpertanyaan dan prosedur-prosedur, mengumpulkan data yang spesifik dari para partisipan, menganalisis data secara induktif mulai dari tematema yang khusus ke tema-tema umum, dan menafsirkan makna data. Selanjutnya Raco . menguraikan bahwa data penelitian kualitatif dapat berupa teks, foto, cerita, gambar, artifacts dan bukan berupa angka hitung-hitungan. Data dikumpulkan bilamana arah dan tujuan penelitian sudah jelas dan juga bila sumber data yaitu informan atau partisipan sudah diintifikasi, dihubungi serta sudah mendapatkan persetujuan atas keinginan rnereka untuk mernberikan informasi yang dibutuhkan. Teknik Pengumpulan Data. Langkah-langkah pengumpulan data meliputi usaha membatasi penelitian, mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara, baik yang terstruktur maupun tidak, dokumentasi, materi-materi visual, merancang protokol merekam/mencatat informasi (Creswell, 2. Dalam penelitian kualitatif instrumen utamanya adalah peneliti itu sendiri. Peneliti terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh data yang Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam (In Depth Intervie. , subyek atau informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive, yakni informan yang dapat memberikan keterangan dari data yang diperlukan (Bungin. Selain wawancara yang mendalam (In Depth Intervie. , dilakukan juga observasi, catatan lapangan dan memo analitik serta elisitasi dokumen (Harahap, 2. Pada metode pengolahan data digunakan diagram influence - interest dan net-map toolbox. Pada diagram influence - interest akan membedakan empat tipe stakeholders yaitu promotors, defenders, latents dan apathetics. Analisis net-map toolbox menjelaskan peta hubungan sebagai rangka kerja sama, dan diskusi sebagai substansinya. Hasil akhir dari peta menunjukkan kepada siapa kita dapat bekerja sama. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Secara umum kegiatan kerja sama BLU P3GL telah terlaksana selama tahun 2018 dan 2019 dengan para mitra di dalam dan luar negeri. Kerja sama yang sudah dilakukan oleh BLU P3GL diantaranya: Survei Inspeksi Pipa Gas Bawah Laut di Perairan Selat Sunda (Mitra : PT. Teknik Horizon Internationa. Deep sea marine study. Obi Island offshore. North Maluku (Mitra: PT Halmahera Persada Lygen. Site Survei PreKonstruksi Platform Sumur Jasa di Lokasi Perairan Mahakam menggunakan Kapal Riset Geomarin i (Mitra : PT. Elnusa. Tb. Research Service Marine Geology Studies in Arafura (Mitra: KIOST Kore. Identifikasi Stakeholders Penelitian ini melibatkan beberapa pihak baik itu stakeholders internal maupun eksternal yang fungsi koordinasinya bisa searah maupun dua arah. Selain itu, sifat koordinasinya dapat berupa relasi formal maupun informal. Untuk tahap awal dilakukan identifikasi para stakeholders, meliputi internal, eksternal di KESDM, dan eksternal luar KESDM yang dapat dilihat pada tabel 1, 2, dan 3. Tabel 1. Identifikasi stakeholder internal BLU P3GL Tabel 2. Identifikasi stakeholder eksternal BLU P3GL di lingkungan KESDM Promotor . igh interest dan high influenc. adalah stakeholder yang memiliki kepentingan yang tinggi serta pengaruh yang tinggi pula terhadap keberhasilan . tau kegagala. proyek Kepala Subbidang Afiliasi Defender . igh interest dan low influenc. adalah stakeholder yang memiliki ketertarikan yang tinggi namun tidak memiliki kekuatan atau pengaruh yang tinggi terhadap . tau Latent . ow interest dan high influenc. adalah stakeholder yang tidak memiliki kepentingan khusus, namun memiliki kekuatan atau pengaruh yang tinggi terhadap keberhasilan . tau kegagala. suatu proyek perubahan. Apathetic . ow interest dan low influenc. adalah stakeholder yang tidak memiliki kepentingan khusus maupun kekuatan atau . tau kegagala. proyek perubahan. Hasil analisis dan pengaruh stakeholders terhadap proyek perubahan dapat dilihat di Gambar 2. Tabel 3. Identifikasi stakeholder eksternal BLU P3GL di luar KESDM Hasil Net Map Toobox Untuk pelaksanaan kegiatan penelitian, maka dilakukan pemetaan hubungan jaringan . et-mappin. diantara para stakeholders yang terkait dengan produk kerja BLU P3G, kemudian dibuat secara detil hubungannya, baik formal instruktif, koordinatif maupun informal (Gambar . Gambar 2. Diagram analisis dan pengaruh Stakeholders Agar berkesinambungan dari stakeholders terhadap penelitian ini perlu dilakukan komunikasi yang tepat antara lain melalui konsultasi, diskusi, pertemuan formal dan informal, persuasi, promosi dan lain-lain berdasarkan peran dan pengaruh masing Ae masing stakeholders. Optimalisasi Stakeholders Upaya optimalisasi dukungan stakeholders melalui serangkaian kegiatan untuk mempengaruhi hubungan lebih erat dengan para stakeholders dilakukan dengan cara pendekatan secara personal, dengan diskusi, tatap muka dan komunikasi melalui telepon, whats-app (WA) dan email. Beberapa didatangi secara langsung baik dengan diskusi tatap muka. Juga para stakeholders dilibatkan dalam berbagai kegiatan antara lain rapat, temu bisnis, technical meeting, dan inspeksi pekerjaan BLU. Strategi Komunikasi untuk Gambar 1 Peta jejaring . et-ma. stakeholders di lingkungan P3GL Berdasarkan hasil pemetaan stakeholders sebagian besar mendukung proyek perubahan dan sebagian kecil dalam posisi netral, namun tidak ada stakeholders yang tidak mendukung. Stakeholders terbagi atas 4 kelompok berdasarkan seberapa besar minat atau ketertarikan serta pengaruh mereka terhadap proyek perubahan yang akan dijalankan, yaitu sebagai berikut : memperkuat dukungan stakeholders dilakukan sesuai tabel 4. Secara keseluruhan stakeholders mendukung proyek perubahan ini. Dukungan dibuktikan dengan adanya surat dukungan atau keterlibatan dalam kegiatan. Keberhasilan penggalangan dukungan salah satunya diukur dari dampak yang terlihat dari perubahan analisis stakeholders yang pada akhirnya semua berada di kuadran memberikan dukungan (Promotors dan Defender. Perubahan tersebut dapat dilihat pada gambar 3. Tabel 4. Strategi Komunikasi untuk memperkuat dukungan stakeholders Peran Stakeholders Promotor Defender Latent Apathetic Selama proses penelitian pada bulan Agustus sampai Oktober 2019 diperoleh tambahan kontrak pekerjaan BLU P3GL sebesar Rp 25,8 Milyar atau total pekerjaan dari Januari - Oktober berjumlah Rp 30,2 Milyar (Gambar . Dari hasil kegiatan pengembangan bisnis BLU, telah disepakati kegiatan tahun berikutnya yaitu tahun 2020 antara lain: Survei Tahap II Cambridge Univ Ae ITB (Juli 2. Survei Geologi dan Geofisika PT Timah Tahun 2020. Survei re-Route Kabel Bawah Laut PT LEN (Maret 2. Survei rute kabel bawah laut PT Telkom (Februari 2. Strategi Komunikasi Konsultasi dengan Sponsor dan Mentor untuk mendapatkan arahan dan dukungan Koordinasi untuk mendapatkan informasi yang akurat, saran dan Menyampaikan informasi Melakukan konsolidasi dan dialog langsung Melakukan pertemuan formal dan informal Melakukan komunikasi yang intensif dan persuasif Diskusi dan koordinasi untuk mendapatkan dukungan Menyampaikan informasi terkait proyek perubahan Melakukan promosi dan persuasi secara tepat Gambar 4. Dampak utama dari inovasi proyek perubahan untuk peningkatan kinerja BLU P3GL (Wijaya, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Upaya optimalisasi dukungan stakeholders telah dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan cara pendekatan secara personal, diskusi tatap muka dan berbagai kegiatan seperti rapat, temu bisnis, technical meeting, dan inspeksi pekerjaan BLU. Juga Strategi Komunikasi untuk Keberhasilan upaya optimaliasi salah satunya diukur dari dampak yang terlihat dari perubahan analisis stakeholders yang pada akhirnya semua berada di kuadran yang memberikan dukungan baik pada kuadran Promotors dan Defenders. Selama proses penelitian diperoleh lima stakeholders baru atau meningkat 112% yang mendukung pelaksanaan kegiatan dan rencana kerja sama ke depannya. Kelima stakeholders ini yaitu: PT LEN. BKI Balikpapan. Pelindo IV Balikpapan. PT Petrofin. Sea and Land Ltd (Singapor. Dampak dari kegiatan optimaliasi para stakeholders yang komprehensif dan terintegratif adalah peningkatan kinerja BLU P3GL yang Selama proses penelitian pada bulan Agustus sampai Oktober 2019 diperoleh tambahan kontrak pekerjaan BLU P3GL sebesar Rp 25,8 Milyar atau terjadi peningkatan 185,4% secara total dari bulan Januari 2019. Dari hasil penelitian ini disarankan diantaranya perlunya pertemuan dan komunikasi lebih intensif dan berkelanjutan, temu bisnis dan negosiasi yang tepat pada setiap permasalahan yang dihadapi dan Gambar 3. Peta analisis stakeholders pasca Selama proses penelitian diperoleh lima stakeholders baru yang mendukung pelaksanaan kegiatan dan rencana kerja sama ke depannya. Kelima stakeholders ini yaitu: PT LEN. BKI Balikpapan. Pelindo IV Balikpapan. PT Petrofin. Sea and Land Ltd (Singapor. Dampak Optimalisasi Stakeholders terhadap Peningkatan Kinerja Dampak dari kegiatan optimaliasi para stakeholders yang komprehensif dan terintegratif adalah peningkatan kinerja BLU P3GL yang tentunya dengan strategi yang tepat dan efektif. Juga Kemampuan mempengaruhi stakeholders terutama pihak mitra BLU yang perlu penjelasan konkrit dan detil untuk mendukung pelaksanaan proyek perubahan melalui strategi-strategi komunikasi yang efektif memberikan pengalaman berharga untuk menunjang tugas lainnya. REFERENSI