MANDAR (Management Development and Applied Research Journa. Volume 1. No. 2 Juni 2019 PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI SUTERA MANDAR DITINJAU DARI PERSPEKTIF FENOMENOLOGI Indayani. Fakultas Ekonomi. Universitas Sulawesi Barat. Sulawesi Barat. Majene. Indonesia *e-mail: indayani1979@gmail. Abstract The aim of this research is : to know determination main cost production of mandar silk on AnAonisa silk operating trade at Tinambung Subdistrict. Polewali Mandar Regency. West Sulawesi Province. The research approach used qualitative approach descriptively in which the research have purpose to describe systematically, factual, and accuration concerning determination main cost production of mandar silk on AnAonisa silk operating trade Tinambung Subdistrict. Polewali Mandar Regency from its phenomenological perspective. The data used primer data and secondary data. Method of collecting data is conducted by interview. Whereas Method of analysing data is descriptive analysis. The result of reserch shows that the outcome of silk sarong production divided in three variants that The first variant is silk sarong with best quality, second variant is silk sarong with medium quality while third variant silk sarong with usual quality. From the result of research show that either the interest of customer or sale volume of the second variant . edium qualit. occupy the highest sale position namely the sale for every month reach till Rp 50. 000,- as well as the highest profit of the second variant is also obtained totally amount Rp 4. 000,-. Keywords: Main Cost Production. Perspective. Phenomenology Abstrak Penentuan Harga Pokok Produksi Sutera Mandar Ditinjau dari Perspektif Fenomenologi. Tujuan dalam penelitian ini adalah: untuk mengetahui penentuan harga pokok produksi sutera mandar pada Usaha Sarung Sutera AnAonisa Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai penentuan harga pokok produksi Sutera Mandar pada Usaha Sarung Sutera AnAonisa di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar ditinjau dari perspektif fenomenologinya. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara . Sedangkan Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil produk sarung sutera dikelompokkan dalam tiga varian yaitu Varian pertama merupakan kelompok sarung sutera dengan kualitas terbaik, varian kedua merupakan kelompok sarung sutera dengan kualitas sedang dan varian ketiga merupakan kelompok sarung sutera dengan kualitas biasa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peminatan pelanggan maupun volume penjualan varian ke 2 . ualitas sedan. menempati posisi penjualan tertinggi yakni penjualan setiap bulannya mampu mencapai Rp 50. 000,- serta laba yang tertinggi juga diperoleh oleh varian ke 2 dengan jumlah Rp 4. 000,-. Kata kunci: Harga pokok produksi. Fenomenologi. [ 53 ] MANDAR (Management Development and Applied Research Journa. Volume 1. No. 2 Juni 2019 Pendahuluan Perkembangan dunia bisnis di Indonesia sudah semakin melaju cepat, hal ini dikarenakan bangsa Indonesia mengalami fase untuk berubah menjadi lebih baik lagi setiap tahunnya. Perubahan tersebut terjadi pada semua bidang seperti halnya dalam bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, serta budaya. Dari beberapa masalah yang sangat terlihat akan perkembangan positif adalah bidang Dalam hal ini sangat berhubungan langsung dengan semua usaha bisnis yang mengalami perubahan baik sektor swasta maupun perusahaan BUMN. Perkembangan dunia bisnis di wilayah Provinsi Sulawesi Barat sangatlah pesat, sehingga menyebabkan persaingan yang semakin ketat antar para pengusaha kecil dan menengah. Salah satunya adalah yang berkaitan dengan penentuan harga jual, hal ini perlu diperhatikan karena dengan adanya persaingan yang semakin ketat dan kompetitif sehingga membuat penetapan harga jual produk bukan hal yang gampang. Harga jual kerap ditentukan oleh pasar, sehingga harga pasar . arket pric. digunakan untuk menentukan target biaya yang diselaraskan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam produksi. Perusahaan yang berproduksi dalam memproses produknya untuk memperoleh informasi harga pokok produksi yang dihitung untuk jangka waktu tertentu sangat bermanfaat bagi pihak manajemen dalam pengambilan keputusan untuk menentukan harga jual produk (Mulyadi 2009:. Dengan kondisi ini, setiap usaha harus mengikuti perkembangan agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup usahanya tersebut dan memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal. Banyak usaha bisnis yang baru berdiri tapi tidak bisa bertahan lama karena ketidakmampuannya mendapatkan laba seperti yang diinginkan atau bahkan mendapatkan kerugian dari usaha yang di jalankan. Salah satu jenis usaha di wilayah Sulawesi Barat yang bersifat usaha kecil dan menengah yakni Usaha Sarung Sutera Mandar yang paling khas dijadikan cendera mata dan sekaligus menjadi ikon tersendiri bagi Provinsi Sulawesi Barat. Usaha Sarung Sutera AnAonisa merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang produksi Dalam menjalankan aktivitas usahanya senantiasa menghadapi banyak persaingan yang semakin ketat sesama para pengusaha sarung sutera lainnya, sehingga manajer . Usaha Sarung Sutera AnAonisa tersebut dituntut untuk dapat mengambil langkah strategis agar memiliki keunggulan bersaing. Salah satu langkah strategis untuk menghadapi persaingan adalah dengan perhitungan harga pokok dan penentuan harga jual. Karena harga pokok mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan harga jual produk. Dalam menentukan harga pokok produk per unit untuk setiap tahunnya Usaha Sarung Sutera AnAonisa melakukan perhitungan dengan cara mengumpulkan semua biaya produksi dan biaya non produksi yang terjadi dalam tahun yang bersangkutan, kemudian dibagikan dengan jumlah produk yang dihasilkan setiap tahunnya. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa dalam penentuan harga pokok produksi yang dilakukan oleh Usaha Sarung Sutera AnAonisa dengan menggunakan pendekatan metode full cost. Hal ini terlihat dari aktivitas yang dilakukan yakni memasukkan semua unsur biaya tanpa harus memisahkan prilaku atas masing-masing biaya . aitu biaya tetap dan biaya Sehingga Usaha Sarung Sutera AnAonisa sangat perlu melakukan perhitungan harga pokok produksi pada produk . arung suter. yang dihasilkan agar dapat menentukan harga jual yang benar. Jadi jelaslah bahwa usaha tersebut dituntut untuk menghasilkan produk dengan harga jual standar tetapi tetap memiliki kualitas yang tinggi. Dari hasil wawancara langsung dengan pemilik Usaha Sarung Sutera AnAonisa sekaligus melakukan pengamatan di lokasi penelitian ditemukan bahwa dalam penentuan harga pokok sarung sutera tersebut masih kurang maksimal. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan proses produksi sarung sutera yang masih belum dilakukan pengelompokkan biaya seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik secara tepat dalam perhitungan harga pokok produksi sehingga mengalami kesalahan dalam penentuan harga jual yang dapat secara langsung berpengaruh terhadap harga jual sarung sutera tersebut. Oleh karena itu jika perhitungan harga pokok produksi dilakukan secara tepat dan benar maka penetapan harga jual sarung suterapun bisa lebih efektif. Sehingga sangat penting bagi Usaha Sarung Sutera AnAonisa membuat pengelompokkan biaya agar terjadi akumulasi biaya yang efisien dalam penentuan harga pokok produksi. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah: untuk mengetahui penentuan harga pokok produksi sutera mandar pada Usaha Sarung Sutera AnAonisa Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. [ 54 ] MANDAR (Management Development and Applied Research Journa. Volume 1. No. 2 Juni 2019 Metode Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai penentuan harga pokok produksi Sutera Mandar pada usaha Sarung Sutera AnAonisa di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar ditinjau dari perspektif Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara . , yaitu pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara bebas baik terstruktur maupun tidak terstruktur dengan pihak pengelola Usaha Sarung Sutera AnAonisa beserta beberapa karyawannya pengrajin sarung sutera mandar . Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu digunakan untuk menguraikan secara deskriptif karakteristik responden dan variabel-variabel Selain itu juga, menggunakan analisis kualitatif, yaitu suatu metode analisa data dengan menjelaskan dan menjabarkan fenomena-fenomena . yang diteliti kemudian menganalisa hasil penelitian yang ada di lapangan untuk dapat dirumuskan dalam suatu kesimpulan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada metode etnografi Spradley . , sebagai upaya untuk memperoleh suatu pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana penentuan Harga Pokok Produksi Sutera Mandar. Analisis data pada penelitian ini dilakukan empat tahap, yaitu: Analisis Wawancara Etnografis. Proses ini merupakan konseptualisasi menemukan berbagai makna dan konsep tentang penentuan Harga Pokok Produksi Sutera Mandar oleh informan. Analisis Domain. Pada tahap ini, peneliti memfokuskan serta mengelompokkan konsep yang sejenis dan berkaitan dengan pemahaman tindakan pelaku . ihak pengelola Usaha Sarung Sutera AoAoAnnisaAoA. atas penentuan Harga Pokok Produksi Sutera Mandar. Analisis Taksonomi. Pada tahap ini, peneliti berupaya memahami dan memfokuskan pada domain-domain tertentu dan sub domain dari pemahaman pelaku tentang penentuan Harga Pokok Produksi Sutera Mandar dan pengelompokkan biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Analisis Komponen. Pada tahap ini adalah bagian akhir dari proses analisis data dengan menguraikan dan menginterprestasikan kembali berbagai komponen tentang penentuan Harga Pokok Produksi Sutera Mandar dan pengelompokkan biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Hal ini dilakukan untuk memperoleh sintesa yang menggambarkan temuan di Dari hasil interprestasi dan sintesa ini kemudian diinterprestasikan kembali oleh peneliti untuk memperoleh refleksi atas penentuan Harga Pokok Produksi Sutera Mandar serta dapat mengelompokkan biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi tersebut. Analisa dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada Usaha Sarung Sutera AnAonisa menunjukkan bahwa hasil produk sarung sutera dikelompokkan dalam tiga varian yaitu varian pertama merupakan kelompok sarung sutera dengan kualitas terbaik, varian kedua merupakan kelompok sarung sutera dengan kualitas sedang . dan varian ketiga merupakan kelompok sarung sutera dengan kualitas Pengelompokkan produk sarung sutera tersebut berdasarkan kualitas atas unsur-unsur biaya yang dikeluar selama proses produksi. Adapun unsur-unsur biaya yang dikeluarkan selama proses produksi terdiri atas: Biaya Bahan Baku Langsung Biaya bahan baku langsung ini meliputi semua biaya pemakaian bahan baku utama didalam menghasilkan produk kain sarung sutera. Adapun biaya bahan baku langsung yang digunakan serta harga pembeliannya untuk ke 3 jenis varian dapat dilihat tabel 1 berikut ini: Tabel. 1 Biaya Pemakaian Bahan Baku Langsung [ 55 ] MANDAR (Management Development and Applied Research Journa. Jenis Varian Volume 1. No. 2 Juni 2019 Harga Beli (R. Uraian Varian 1 000,120. Kualitas terbaik Benang lungsi Benang . erat loka. Kualitas sedang Benang lungsi Benang fiskus Kualitas biasa Benang folister Benang fiskus Varian 2 000,20. Varian 3 000,20. Sumber: Data Primer Usaha Sarung Sutera AnAonisa Tabel 1. Menunjukkan bahwa biaya pemakaian bahan baku . dengan kualitas terbaik terdiri atas benang lungsi dan benang pakan masing-masing seharga Rp 100. 000,- dan Rp 120. 000 yang merupakan sutera dari bahan asli. Untuk kualitas sedang . biaya pemakaian bahan baku terdiri atas benang lungsi dan benang fiskus masing-masing seharga Rp 000,- dan Rp 20. 000,- sedangkan kualitas biasa . biaya pemakaian bahan baku yakni benang folister dan benang fiskus masing-masing seharga Rp 10. 000,- dan Rp 20. 000,-. Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya tenaga kerja langsung pada Usaha Sarung Sutera AnAonisa adalah berupa upah yang diberikan kepada pengrajin sutera . yang terlibat langsung dalam proses produksi. Dalam pembagian upah yang diberikan dikelompokkan juga dalam 3 . varian, yang dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini: Tabel 2. Biaya Tenaga Kerja Langsung Jenis varian Uraian Kualitas Terbaik Tenaga kerja . anette varian . Kualitas Sedang Tenaga kerja . anette varian . Kualitas Biasa Tenaga kerja . anette varian . Upah (R. 000,100. 000,75. Sumber: Data primer Usaha Sarung Sutera AnAonisa Berdasarkan data pada tabel 2. dapat dijelaskan bahwa tenaga kerja . pada varian 1 dengan kualitas terbaik diberikan upah sebesar Rp 150. 000,-. Dan untuk tenaga kerja pada varian 2 dengan kualitas sedang diberikan upah sebesar Rp 100. 000,- selanjutnya untuk tenaga kerja varian 3 dengan kualitas biasa diberikan upah sebesar Rp 75. 000,-. Biaya Overhead Pabrik Biaya overhead adalah semua biaya yang dikeluarkan selama proses produksi selain biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung (Panett. Adapun biaya overhead yang dikeluarkan selama proses produksi dibedakan dalam 3 . varian yakni untuk varian 1 dengan kualitas terbaik terdiri atas pewarna benang, panasi dan jeruk nipis masing-masing seharga Rp 15. 000,-,Rp 2. 000,- dan Rp 1. 000,-. Untuk Varian 2 dengan kualitas sedang terdiri atas pewarna benang, panasi dan jeruk nipis masing-masing seharga Rp 7. 500,-,Rp 2. 000,- dan Rp 1. 000,- sedangkan varian 3 dengan kualitas biasa terdiri atas pewarna benang seharga Rp 000,-. Panasi seharga Rp 2. 000,- dan jeruk nipis Rp 1. 000,-. Dari hasil wawancara dan melakukan observasi langsung dilokasi penelitian menunjukkan bahwa dalam pengelompokkan biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead sangat penting dikelompokkan dengan tepat dan benar agar dapat dilakukan perhitungan harga pokok produksi dan harga jual produk sarung sutera per unit [ 56 ] MANDAR (Management Development and Applied Research Journa. Volume 1. No. 2 Juni 2019 dapat ditentukan. Hal ini dikarenakan diketahui bahwa Usaha Sarung Sutera AnAonisa masih kurang maksimal dalam penentuan harga pokok produksi dilhat dari kegiatan proses produksinya dalam hal pengelompokkan biaya produksi masih belum tepat yang mengakibatkan perhitungan harga pokok produksi dan harga jual menjadi tidak akurat sehingga sering terjadi kesalahan. Terciptanya perhitungan harga pokok produksi secara akurat dan benar maka perlu dilakukan terlebih dahulu pengelompokkan biaya produksi yang tepat, sehingga dalam menentukan harga jual dapat langsung berpengaruh terhadap harga jual sarung sutera tersebut. Oleh karena itu, jika perhitungan harga pokok produksi dilakukan secara tepat dan benar maka penetapan harga jual sarung suterapun bisa lebih efektif. Jadi dapat disimpulkan dari hasil wawancara tersebut bahwa Usaha Sarung Sutera AnAonisa sangat perlu melakukan perhitungan harga pokok produksi pada produk . arung suter. yang dihasilkan agar dapat diketahui harga jual yang sebenarnya. Dan pada akhirnya Usaha Sarung Sutera AnAonisa menghasilkan produk dengan harga jual standar tetapi tetap memiliki kualitas . yang tinggi. Dan seharusnya perhitungan harga pokok produksi sesuai Standar Akuntansi Keuangan. Dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Usaha Sarung Sutera AnAonisa penentuan perhitungan harga pokok produksi untuk mengetahui harga jual belum mengikuti Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku. Dan Usaha Sarung Sutera AnAonisa dalam menentukan harga pokok produksinya menggunakan pendekatan metode full costing untuk menghitung harga pokok Jika dihubungkan dengan usahanya metode Full Costing ini memiliki keunggulan yaitu metode ini lebih praktis, mudah dan sederhana untuk digunakan karena memasukkan semua unsur biaya tanpa harus memisahkan perilaku atas masing-masing biaya. Disamping itu laporan laba rugi yang dihasilkan akan lebih akurat karena unsur persediaan dibebankan kepada seluruh biaya yang terjadi didalam Usaha Sarung Sutera AnAonisa serta laporan laba rugi yang dihasilkan dari pendekatan ini juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pihak luar . , dalam hal ini mungkin untuk kepentingan pengurusan pajak. Berikut ini perhitungan harga pokok produksi dan harga jual yang terjadi pada Usaha sarung Sutera AnAonisa yaitu : Perhitungan Harga Pokok Produksi Usaha Sarung Sutera AnAonisa Dari hasil Laporan Harga Pokok Produksi Usaha Sarung Sutera AnAonisa yang akan dijadikan dasar penentuan harga jual untuk ketiga jenis varian yakni varian 1 dengan kualitas terbaik, varian 2 dengan kualitas sedang dan varian 3 dengan kualitas biasa, dapat dilihat pada tabel 3, tabel 4, dan tabel 5 di bawah ini Tabel 3. Harga Pokok Produksi Varian No. 1 (Kualitas Terbai. USAHA SARUNG SUTERA ANAoNISA LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI PERIODE 30 SEPTEMBER 2016 Bahan Baku : Persediaan bahan baku awal, 1 Sept 2016 Rp 2. 000Pembelian Rp 690. 000,Bahan baku bersedia untuk digunakan Rp 2. 000,Dikurangi: Bahan baku tidak langsung yg digunakan Rp 54. 000,Persediaan bahan baku akhir, 30Sept2016 Rp 2. 000,Rp 2. 000,Bahan baku yang digunakan Rp 636. 000,Rp 450. 000,Tenaga Kerja Langsung Overhead pabrik: Bahan baku tidak langsung 000,Tenaga kerja tidak langsung Penyusutan Asuransi Overhead pabrik umum Total Biaya Overhead Rp 54. 000,Rp 1. 000,Total Biaya Manufaktur Persediaan barang dalam proses awal, 1sept2016 [ 57 ] MANDAR (Management Development and Applied Research Journa. Volume 1. No. 2 Juni 2019 Dikurangi: Persediaan barang dalam proses akhir, 30 sept2016 Harga Pokok Produksi Rp 3. 000,Rp 4. 000,Rp 3. 000,Rp 1. Sumber : Data Diolah. Tahun 2016 Berdasarkan Laporan Harga Pokok Produksi maka harga pokok produksi per unit untuk produk varian no. ualitas terbai. yaitu : Rp 1. 000,-/3= Rp 380. Tabel 4. Harga Pokok Produksi Varian No. 2 (Kualitas Sedan. USAHA SARUNG SUTERA ANAoNISA LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI PERIODE 30 SEPTEMBER 2016 Bahan Baku : Persediaan bahan baku awal, 1 Sept 2016 Pembelian Bahan baku bersedia untuk digunakan Dikurangi: Bahan baku tidak langsung yg digunakan Rp 2. 000,Persediaan bahan baku akhir, 30Sept2016 Rp15. 000,Bahan baku yang digunakan Tenaga Kerja Langsung Overhead pabrik: Bahan baku tidak langsung Tenaga kerja tidak langsung Penyusutan Asuransi Overhead pabrik umum Total Biaya Overhead Total Biaya Manufaktur Persediaan barang dalam proses awal, 1sept2016 Dikurangi: Persediaan barang dalam proses akhir, 30 sept2016 Harga Pokok Produksi Rp15. 000Rp26. 000,Rp41. Rp17. 000,Rp23. 000,Rp20. 000,Rp 2. 000,Rp Rp 2. 000,Rp46. 000,Rp 4. 000,Rp50. 000,Rp 4. 000,Rp46. Sumber : Data Diolah. Tahun 2016 Berdasarkan Laporan Harga Pokok Produksi maka harga pokok produksi per unit untuk produk varian no. ualitas sedan. yaitu Rp46. 000,-/200 = Rp 230. 000,Tabel 5. Harga Pokok Produksi Varian No. 3 (Kualitas Bias. USAHA SARUNG SUTERA ANAoNISA LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI PERIODE 30 SEPTEMBER 2016 Bahan Baku : Persediaan bahan baku awal, 1 Sept 2016 Pembelian Bahan baku bersedia untuk digunakan Dikurangi: Bahan baku tidak langsung yg digunakan Rp 1. 000,Persediaan bahan baku akhir, 30Sept2016 Rp 7. 000,Bahan baku yang digunakan Rp 7. 000Rp 3. 000,Rp10. Rp 8. 000,Rp 1. [ 58 ] MANDAR (Management Development and Applied Research Journa. Tenaga Kerja Langsung Overhead pabrik: Bahan baku tidak langsung Tenaga kerja tidak langsung Penyusutan Asuransi Overhead pabrik umum Total Biaya Overhead Total Biaya Manufaktur Persediaan barang dalam proses awal, 1sept2016 Dikurangi: Persediaan barang dalam proses akhir, 30 sept2016 Harga Pokok Produksi Volume 1. No. 2 Juni 2019 Rp 7. 000,Rp 1. 000,Rp Rp 1. 000,Rp10. 000,Rp25. 000,Rp35. Rp25. 000,Rp10. 000,Sumber : Data Diolah. Tahun 2016 Berdasarkan Laporan Harga Pokok Produksi maka harga pokok produksi per unit untuk produk varian no. ualitas bias. yaitu : Rp10. 000,-/100 = Rp 100. 000,Berdasarkan data tersebut di atas maka didapat harga pokok produksi serta harga jual menurut perhitungan pada Usaha Sarung Sutera AnAonisa dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 6. Harga pokok produksi dan harga jual pada Usaha Sarung Sutera AnAonisa. No. Jenis Varian Varian 1 . ualitas Varian 2 . ualitas Varian 3 . ualitas Harga pokok Produksi (R. Harga Jual (R. Jumlah Sarung YangTerjual . Sumber: Data diolah. Tahun 2016 Berdasarkan data pada tabel 6 dapat dijelaskan bahwa harga pokok produksi dan harga jual tertinggi ada pada varian 1 . ualitas terbai. sebesar Rp 380. 000,- dimana jumlah sarung yang terjual untuk tiap bulan hanya sedikit terjual yakni 3 unit sarung sutera saja yang berhasil terjual, hal ini disebabkan kualitasnya bagus dan harganya yang mahal. Selanjutnya harga pokok produksi dan harga jual terendah ada pada varian 3 . ualitas bias. sebesar Rp 100. 000, dan hasil penjualan sarung sutera tiap bulannya adalah 100 unit yang terjual. Sedangkan harga pokok dan harga jual serta hasil penjualan terbanyak ada pada varian 2 . ualitas sedan. yaitu sebanyak 200 unit dengan harga jual sebesar Rp 230. 000,-. Perhitungan Harga Jual Pada Usaha Sarung Sutera AnAonisa Salah satu metode penentuan harga jual produk yang dapat diterapkan pada Usaha Sarung Sutera AnAonisa adalah Cost Plus Pricing yaitu suatu metode penentuan harga jual dengan cara menambahkan laba yang diharapkan atas biaya penuh masa yang akan datang untuk memproduksi dan memasarkan produk. Adapun Metode Cost Plus Pricing dapat dihitung dengan rumus: Harga jual = Biaya Produksi Laba Yang Diharapkan [ 59 ] MANDAR (Management Development and Applied Research Journa. Volume 1. No. 2 Juni 2019 Berdasarkan rumus tersebut diatas, maka dapat dihitung harga jual setiap varian per unit, yaitu: Varian 1 . ualitas terbai. Harga jual = Rp 380. 000,- . % x Rp 380. 000,-) = Rp 513. 000,2. Varian 2 . ualitas sedan. Harga jual = Rp 230. 000,- . % x Rp 230. 000,-) = Rp 310. 000,3. Varian 3 . ualitas bias. Harga jual = Rp 100. 000,- . % x Rp 100. 000,-) = Rp 135. 000,Berdasarkan perhitungan harga jual produk untuk setiap varian diatas, maka dapat dilihat bahwa harga jual masing-masing produk sarung sutera dengan metode yang diterapkan versi Usaha Sarung Sutera AnAonisa rata-rata hampir semuanya lebih rendah dibandingkan dengan harga jual dengan menggunakan perhitungan berdasarkan metode Cost Plus Pricing. Untuk lebih jelasnya terlihat pada tabel 7l perbandingan harga jual produk Sarung Sutera AnAonisa dengan harga jual menurut Cost Plus Pricing berikut ini: Tabel 7. Perbandingan Harga jual Produk Sarung Sutera AnAonisa Versi Perusahaan dengan Versi Cost Plus Pricing. Harga Jual Versi Harga Jual Versi Cost Jenis Varian Selisih Harga Perusahaan Plus Pricing Varian 1 . ualitas Rp 450. 000,Rp 513. 000,Rp 63. 000,Terbai. Varian 2 . ualitas Rp 250. 000,Rp 310. 000,Rp 60. 000,sedan. Varian 3 . ualitas Rp 130. 000,Rp 135. 000,Rp 5. 000,bias. Sumber: Data diolah, 2016 Dari tabel 7 tersebut diatas menunjukkan bahwa perhitungan harga jual produk sarung sutera terdapat selisih harga yang menjadikan harga jual rata-rata versi Usaha Sarung Sutera AnAonisa lebih rendah dibandingkan versi metode Cost Plus Pricing yakni untuk varian 1 . ualitas terbai. harga jual versi Usaha Sarung Sutera AnAonisa sebesar Rp 450. 000,- dan harga jual versi metode Cost Plus Pricing Rp 513. 000,-sehingga selisih yang diperoleh Rp 63. 000,-. Dan untuk varian 2 . ualitas sedan. harga jual versi Usaha Sarung Sutera AnAonisa sebesar Rp 000,- dan harga jual versi metode Cost Plus Pricing Rp 310. 000,-sehingga selisih yang diperoleh Rp 60. 000,-. Sedangkan untuk varian 3 . ualitas bias. harga jual versi Usaha Sarung Sutera AnAonisa sebesar Rp 130. 000,- dan harga jual versi metode Cost Plus Pricing Rp 135. 000,sehingga selisih yang diperoleh Rp 5. 000,-. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang dilakukan pada Usaha Sarung Sutera AnAonisa, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Usaha Sarung Sutera AnAonisa dalam penentuan perhitungan harga pokok produksi untuk mengetahui harga jual belum mengikuti Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku, serta penentuan harga pokok produksinya menggunakan pendekatan metode full costing. Jika dihubungkan dengan usahanya metode Full Costing ini memiliki keunggulan yaitu metode ini lebih praktis, mudah dan sederhana untuk digunakan karena memasukkan semua unsur biaya tanpa harus memisahkan perilaku atas masing-masing biaya. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peminatan pelanggan maupun volume penjualan varian ke 2 . ualitas sedan. menempati posisi penjualan tertinggi yakni penjualan setiap bulannya mampu mencapai Rp 50. 000,- serta laba yang tertinggi juga diperoleh oleh varian ke 2 dengan jumlah Rp 4. 000,-. [ 60 ] MANDAR (Management Development and Applied Research Journa. Volume 1. No. 2 Juni 2019 Daftar Pustaka