JEBI Vol. No. 1 pp. CopyrigtA2024 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia PENGARUH KOMPLEKSITAS PERUSAHAAN. REPUTASI KAP. DAN LEVERAGE TERHADAP AUDIT FEE PADA SEKTOR INDUSTRI BARANG CONSUMER NON-CYCLICALS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018 - 2022 The Effect of Company Complexity. KAP Reputation, and Leverage on Audit Fee in The Non-Cyclicals Consumer Goods Industry Sector Listed on The Indonesia Stock Exchange in The Period 2018 - 2022 Dania Saraswati1*. Lodang Prananta Widya Sasana1 Universitas Pamulang *)Email: daniasw875@gmail. 29 Juni 2024 Abstract This research aims to test and obtain empirical evidence regarding the influence of company complexity, reputation KAPand Leverage on audit Fees. This research uses a sample of goods and consumer sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2022. The sampling method used in this research is the purposive sampling method using Eviews 9 for data analysis. This type of research is quantitative with 23 companies used as research samples with observations for 6 years, so the total research sample is 115 samples. The analysis technique used is panel data regression. The results of this research show that simultaneously, company complexity, reputation KAP and Leverage have an effect on audit Fees, partially, company complexity has an effect on audit Fees, partially, reputation KAPhas no effect on audit Fees, partially. Leverage has no effect on audit Fees. Keywords: Company Complexity. Reputation KAP. Leverage. Audit Fees Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti secara empiris mengenai pengaruh Kompleksitas perusahaan. Reputasi KAP dan Leverage Terhadap Audit Fee. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur sektor barang dan konsumi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018- 2022. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling dengan menggunakan Eviews 9 untuk analisis datanya. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan 23 perusahaan yang dijadikan sampel penelitian dengan pengamatan selama 6 tahun, sehingga total sampel penelitian sebanyak 115 sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan. Kompleksitas perusahaan. Reputasi KAP dan Leverage berpengaruh terhadap Audit Fee, secara parsial. Kompleksitas perusahaan berpengaruh terhadap Audit Fee, secara parsial. Reputasi KAP tidak berpengaruh terhadap Audit Fee, secara parsial. Leverage tidak berpengaruh terhadap Audit Fee. Kata kunci: Kompleksitas Perusahaan. Reputasi KAP. Leverage. Audit Fee PENDAHULUAN Di indonesia, besarnya biaya audit yang dibayarkan perusahaan terhadap akuntan public yang melakukan jasa audit masih bersifat Voluntary Disclosure yang artinya adalah bahwa tidak semua perusahaan mencantumkan besaran biaya yang mereka keluarkan untuk audit. Meskipun itu besarnya Audit Fee dapat dilihat dari besarnya Professional Fee yang terdapat dalam laporan keuangan. Besaran Audit Fee juga menjadi objek yang menarik perhatian karena semakin banyaknya pihak yang bersinggungan langsung dengan akuntan publik dan pengauditan, maka dari itu ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Pihak Akuntan publik dan pihak perusahaan yang telah menggunakan jasa pengauditan akan lebih mudah mengetahui besaran biaya yang dibayarkan dalam proses pengauditan (Hasan, 2. Audit Fee adalah upah yang diberikan oleh klien atau kompensasi yang diterima dari klien dalam bentuk uang atau barang atau bentuk lainnya untuk memperoleh perikatan dan perjanjian dari pihak klien. Dengan kata lain. Audit Fee merupakan biaya yang diberikan kepada klien untuk seorang auditor atas jasa yang telah diberikannya. (Indriyani & Meini. Dalam menentukan Besarannya Fee Audit telah diatur dalam Surat Keputusan No. KEP. 024/IAPI/VII/2008 tentang kebijakan Penentuan Fee Audit. Kebijakan tersebut menjelaskan bahwa Penentuan Audit Fee dengan tujuan menetapkan standarisasi dalam menentukan besaran imbalan jasa yang sewajarnya sesuai dengan jasa profesional yang telah dilakukan (Himawan et al. , 2. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Peraturan Pengurus No. 2 Tahun 2016 Tentang Penentuan Imbalan Jasa Audit Laporan Keuangan yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Pada dasarnya penentuan besarnya audit Fee yang diserahkan perusahaan harus didasari dengan negosiasi antara perusahaan dengan KAP. Fee audit dapat dipengaruhi oleh Kompleksitas Perusahaan dan Resiko Perusahaan. Kualitas Audit dan Leverage (Endang Wahyuni et al. , 2. Kompleksitas perusahaan dipengaruhi oleh besarnya biaya audit, karena proses pengauditan membutuhkan waktu yang cukup lama, lebih rumit dan membutuhkan lebih banyak auditor. Oleh karena itu, beban yang dikeluarkan oleh perusahaan akan menjadi tinggi (Hafiza et al. , n. Leverage merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan laba. Penggunaan utang dalam bentuk investasi sebagai tambahan untuk mendanai aset perusahaan yang diharapkan dapat meningkatkan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan, karena aset yang dimiliki perusahaan digunakan untuk menghasilkan laba. Dengan demikian laba yang tersedia untuk pemegang ekuitas pun semakin besar. Pinjaman dari pihak luar ini dapat diproxikan dengan debt equity ratio (Putri et al. , 2. Skandal yang melibatkan KAP besar tersebut menimbulkan opini mengenai independensi dan kompetensi auditor dalam melaksanakan penugasan audit sehingga dapat menurunkan keyakinan terhadap kualitas audit yang telah Pentingnya suatu kualitas audit ditujukan untuk mempertahankan keyakinan publik terhadap validitas dan akurasi laporan keuangan dikarenakan. kualitas dalam audit menjadi kemungkinan bagi pihak auditor untuk memiliki kemampuan dalam mendeteksi maupun pengungkapan terhadap suatu pelanggaran ataupun salah saji dalam laporan keuangan ketika sedang melaksanakan tahapan audit (Qatrunnada & Sundari, 2. Diantara faktor yang menentukan besaran audit Fee adalah Kompleksitas Perusahaan. Menurut Sulaiman et al. menyatakan bahwa kompleksitas perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit Fee. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perusahaan yang mempunyai lebih banyak anak perusahaan memiliki audit Fee yang lebih Namun Penelitian yang dilakukan oleh Cristansy & Ardiati . menyatakan bahwa kompleksitas perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit Fee. Faktor lainnya yang menentukan besaran audit Fee adalah reputasi KAP. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Kintan . , menyatakan bahwa reputasi KAP mempengaruhi audit Fee. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Sritata Tarigan . dan Nurwulansari . menyatakan bahwa ukuran KAP tidak berpengaruh terhadap Fee audit eksternal. Diantara faktor yang menentukan besaran audit Fee adalah Leverage. Menurut Sanusi dan Purwanto . dalam penelitiannya bahwa Leverage mempunyai pengaruh positif terhadap audit Fee. Namun pada penelitian Tia & Dedik . bahwa risiko Perusahaan (DER) tidak berpengaruh terhadap Audit Fee pada sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 20162020. Berdasarkan fenomena diatas dan adanya gap antara teori dengan realitas lapangan, penelitian ini bertujuan untuk mengali lebih mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi audit Fee. Penelitian ini akan memperkaya penelitian sebelumnya dengan menggunakan data penelitian yang terbaru dan diharapkan dapat menghasilkan temuan baru Jebi Vol. No. 1, pp. dalam penyelesaian permasalahan yang menyangkut pengaruhnya audit Fee. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Kompleksitas Perusahaan. Reputasi KAP, dan Leverage Terhadap Audit Fee. Metodologi Penelitian kuantitatif merupakan penelitian bersifat formal, karena terstruktur dan bertujuan untuk menguji hipotesis. Penelitian kuantitatif juga menuntut menggunakan angka bahan yang diteliti, mulai dari penampilan serta penafsirannya. Penelitian kuantitatif dapat dilakukan dengan merumuskan hipotesis yang selanjutnya dilakukan statistik untuk menentukan apakah hipotesis tersebut ditolak atau diterima. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudia ditarik kesimpulannya. Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah Sektor Consumer Non-Cyclicals sebanyak 122 perusahaan. Sampel yang digunakan sebanyak 23 perusahaan yang lolos berdasarkan kriteria yang Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Regresi Data Panel digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen dengan rentan waktu yang telah ditentukan. Pengaruh variabel independen yaitu Kompleksitas Perusahaan. Reputasi KAP, dan Leverage terhadap variabel dependennya yaitu Audit Fee. yao = yao yauya ya ya yauya ya ya yauyc ya yc ya Dimana Y adalah Audit Fee. , 2,. menunjukkan Kompleksitas Perusahaan. Reputasi KAP, dan Leverage. Sementara a merupakan nilai konstanta dan b1, 2 adalah nilai koefisien regresi dan e adalah error. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk periode 2010-2022, maka diperoleh data sebagai berikut: Tabel 1. Nilai sales growth, firm size. ROA dan struktur modal Tahun Sales Growth (%) -0,56 50,56 118,33 9,60 28,64 -19,91 8,13 22,55 10,27 -8,55 7,75 29,32 -10,25 Firm Size 29,80 29,90 30,15 30,33 30,55 30,67 30,81 30,84 30,92 30,92 30,95 31,04 31,00 ROA (%) 23,93 25,77 20,29 12,71 14,12 3,23 8,72 8,30 5,66 0,90 3,21 6,80 6,12 Struktur Modal (%) 14,72 21,10 32,61 45,72 56,80 91,02 37,69 34,52 37,90 42,12 44,33 46,19 34,88 (Sumber: Laporan Keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk. Uji asumsi klasik Uji Normalitas Uji Normalitas pada penelitian ini menggunakan uji OneSample Kormogorov Smirnov Tast. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Sumber: data diolah Uji Multikoliearitas Uji Multikoliniearitas untuk menguji apakah model regresi ditentukan adanya korelasi antara variabel independen dan variabel bebas. Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Colinearity Statistics Model Tolerance VIF Sumber: data diolah Uji Hereroskedastisitas Uji Heterokedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu observasi ke observasi lain. Tabel 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: data diolah Uji Regresi Linear Berganda Tabel 4. Hasil Uji Regresi Linear Berganda R-Square Model Constant Sig. Sumber: Data diolah Adapun rumus persamaan regresi dalam penelitian ini adalah: Y = a X1b1 X2b2 e Y = 1388. 063X1 Ae 42. 762X2 Ae 3. Adapun persamaan dalam regresi linear berganda: Nilai konstanta . bertanda negatif sebesar 069, artinya apabila sales growth, firm size, dan ROA sama dengan nol . maka struktur modal mengalami kenaikan. Nilai koefisien regresi variabel sales growth (X. sebesar 063 dengan tanda positif menyatakan apabila tingkat Sales Growth mengalami kenaikan 1 satuan dengan Jebi Vol. No. 1, pp. Kolmogorov-Smirnov Z Unstandardized Rasidual 0,222 Asymp. Sig. -taile. 0,081 anggapan varaiabel independen lainnya tetap tidak berubah, maka struktur modal akan turun sebesar 0. Nilai koefisien regresi Firm Size (X. dengan tanda negative menyatakan apabila jika tingkat Firm Size naik 1satuan dengan persyaratan bahwa variabel bebas lainnya tidak berubah, maka Struktur Modal akan naik sebesar -42. Nilai koefisien variabel ROA (X. 616 dengan tanda negative mengungkapkan bila tingkat profitabilitas naik 1satuan dengan pertimbangan jika variabel bebas lainnya tetap, maka struktur modal akan naik sebesar 3. Berdasarkan tabel output coefficients diatas dapat diketahui nilai t hitung dan signifikansi hasil penelitian sebagai berikut: Pengaruh sales growth terhadap struktur modal X1 Thitung 0,385 < Ttabel 2. 26216 dan nilai sig 0,619 > 0,05, maka dapat diartikan bahwa sales growth secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal pada PT Astra Agro Lestari Tbk periode 20102022. Pengaruh firm size terhadap struktur modal X2 Thitung -1,413 < Ttabel = 2. 26216 dan nilai sig 0,191 > 0,05, maka diartikan bahwa firm size secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal pada PT Astra Agro Lestari Tbk periode 2010-2022. Pengaruh ROA terhadap struktur modal X3 Thitung -2,038 < Ttabel = 2. 26216 dan nilai sig 0,072 > 0,05, maka diartikan bahwa ROA secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal pada PT Astra Agro Lestari Tbk periode 2010-2022. Koefisien Determinasi (RA) Berdasarkan tabel 8 diketahui nilai Adjusted R Square adalah 269 atau 26,9% artinya variabel sales growth, firm size dan ROA sebesar 0,269 atau 26,9% sisanya 77,3% dipengaruhi oleh variabel lain. Uji Simultan (Uji F) Fhitung = 2. 471> Ftabel = 3,86 dan nilai sig 0,128 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Sales Growth. Firm Size dan ROA secara simultan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal maka hipotesis tidak dapat diterima. Penutup Dari data yang terkumpul dan hasil pengujian sebelumnya, kesimpulan yang dapat diambil ialah Sales growth secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal pada PT. Astra Agro Lestari Tbk Periode 2010-2022. Dari hasil pengujian yang dilakukan, terlihat bahwa Thitung 385 < Ttabel 2. 26216 dengan nilai sig sebesar 0. > 0,05. Firm size secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal pada PT. Astra Agro Lestari Tbk Periode 2010-2022. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa Thitung = -1. 413 < Ttabel = 26216 dan nilai sig 0,191 > 0,05. ROA secara parsial tidak berpengaruh signifikaan terhadap struktur modal pada PT. Astra Agro Lestari Tbk Periode 2010-2022. Hasil pengujian yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa Thitung = -2. Ttabel = 2. 26216 dan nilai sig 0,072 > 0,05. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis memperlihatkan bahwa sales growth, firm size dan ROA secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal pada PT Astra Agro Lestari Tbk periode 2010-2022. Hasil yang diperoleh Fhitunf = 2,471 < Ftabel = 3,86 dan nilai sig 0,131 > 0,05. Oleh karena itu tidak ada dampak secara simultan pada PT Astra Agro Lestari Tbk periode 2010-2022 DAFTAR PUSTAKA