e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH UNTUK MENCIPTAKAN ORGANISASI PENDIDIKAN YANG BERKARAKTER DI SDN SEMANGAT DALAM 2 KABUPATEN BARITO KUALA Fitrah Yuridka1. Aslamiah2 Doktor Administrasi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat E-mail: 2341216320012@ulm. Submitted: 02 May 2025 Accepted: 20 June 2025 Published: 23 June 2025 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kepemimpinan kepala sekolah dalam menciptakan organisasi pendidikan yang berkarakter di SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala. Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, peran kepala sekolah semakin penting dalam mengelola dan memimpin sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkarakter. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada upaya kepala sekolah dalam melakukan transformasi kepemimpinan untuk menciptakan budaya sekolah yang mendukung pengembangan karakter peserta didik, staf, dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis Subjek penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru, dan beberapa siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan di SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kepemimpinan yang dilakukan oleh kepala sekolah melibatkan beberapa langkah strategis, di antaranya adalah penerapan visi dan misi sekolah yang berfokus pada karakter siswa, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berbasis karakter, serta penerapan program-program berbasis nilai-nilai karakter dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah yang partisipatif dan komunikatif terbukti berhasil membangun kerja sama yang solid antara seluruh pemangku kepentingan sekolah, termasuk guru, siswa, dan orang tua. Selain itu, pengelolaan dan penataan lingkungan fisik sekolah juga berkontribusi pada pembentukan karakter positif siswa. Dengan demikian, transformasi kepemimpinan kepala sekolah di SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala memiliki pengaruh signifikan terhadap terbentuknya organisasi pendidikan yang berkarakter, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan rekomendasi bagi kepala sekolah di sekolah-sekolah lainnya dalam rangka memperkuat karakter pendidikan di Indonesia. Kata Kunci: Transformasi Kepemimpinan. Kepala Sekolah. Organisasi Pendidikan. Karakter. SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -ABSTRACT This study aims to analyze the transformation of the principal's leadership in creating an educational organization with character at SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala. In the era of globalization and rapid technological development, the role of the principal is increasingly important in managing and leading schools to create an educational environment that is not only quality, but also has character. Therefore, this study focuses on the principal's efforts in carrying out leadership transformation to create a school culture that supports the development of the character of students, staff, and the school environment as a whole. The method used in this study is a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The data obtained were then analyzed using thematic analysis. The subjects of this study involved the principal, teachers, and several students who were directly involved in educational activities at SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala. The results of the study indicate that the leadership transformation carried out by the principal involved several strategic steps, including the implementation of the school's vision and mission that focuses on e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 student character, improving teacher competence through character-based training, and implementing programs based on character values in daily activities at school. The participatory and communicative leadership of the principal has proven to be successful in building solid cooperation between all school stakeholders, including teachers, students, and parents. In addition, the management and arrangement of the school's physical environment also contribute to the formation of positive student character. Thus, the transformation of the principal's leadership at SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala has a significant influence on the formation of an educational organization with character, which in turn improves the overall quality of education. This study is expected to provide inspiration and recommendations for principals in other schools in order to strengthen the character of education in Indonesia. Keywords: Leadership Transformation. Principal. Educational Organization. Character. SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala. e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter bangsa, dan hal ini menjadi salah satu tujuan utama dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya mencakup aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pengembangan karakter yang baik pada peserta Sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan proses pendidikan di sekolah adalah kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah bukan hanya berfokus pada aspek administratif atau manajerial, tetapi juga pada kemampuan untuk mengelola perubahan dan menciptakan budaya sekolah yang mendukung pembentukan karakter. Transformasi kepemimpinan yang dijalankan oleh kepala sekolah dapat menjadi kunci untuk menciptakan organisasi pendidikan yang berkarakter. Kepala sekolah yang efektif dapat mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung perkembangan karakter siswa, melalui kebijakan, program, dan kegiatan yang mengintegrasikan nilai-nilai moral dan etika dalam seluruh aspek kehidupan sekolah. SDN Semangat Dalam 2 di Kabupaten Barito Kuala merupakan salah satu contoh sekolah yang berusaha untuk menerapkan nilai-nilai karakter dalam proses pendidikan sehari-hari. Namun, untuk mencapainya, dibutuhkan upaya dan perubahan kepemimpinan yang terstruktur dan terarah. Kepala sekolah diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya memimpin secara administratif tetapi juga memberikan inspirasi dan membangun budaya yang mencerminkan nilai-nilai karakter, baik di kalangan siswa, guru, maupun masyarakat sekitar. Transformasi kepemimpinan di sekolah ini melibatkan sejumlah aspek penting, seperti perumusan visi dan misi sekolah yang berbasis pemberdayaan tenaga pendidik yang mampu menanamkan nilai-nilai moral pada siswa. Kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi pada karakter juga mencakup pengelolaan hubungan interpersonal antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang lebih luas. Seiring dengan dinamika zaman yang semakin kompleks, tantangan dalam membangun sekolah yang berkarakter semakin besar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana transformasi kepemimpinan kepala sekolah di SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala dapat Penelitian ini juga berfokus pada strategi, tantangan, dan dampak dari implementasi kepemimpinan berbasis karakter di sekolah tersebut. RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana transformasi kepemimpinan kepala sekolah di SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala dalam menciptakan organisasi pendidikan yang berkarakter? Apa saja faktor yang mendukung dan menghambat proses transformasi kepemimpinan untuk membangun organisasi pendidikan yang berkarakter di SDN Semangat Dalam 2? Bagaimana kepemimpinan kepala sekolah terhadap pembentukan karakter siswa di SDN Semangat Dalam 2? TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk: Menganalisis transformasi kepemimpinan kepala sekolah dalam menciptakan organisasi pendidikan yang berkarakter di SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat transformasi kepemimpinan di sekolah tersebut. Menilai dampak dari transformasi kepemimpinan terhadap pembentukan karakter siswa di SDN Semangat Dalam 2. KAJIAN LITERATUR Pendidikan berkarakter Pendidikan mengembangkan aspek intelektual dan keterampilan peserta didik, tetapi juga membentuk sikap, nilai, e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 dan kepribadian yang baik. Tujuan utamanya adalah menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki moralitas dan etika yang tinggi dalam berperilaku. Pendidikan jenis ini mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan hidup dengan integritas, empati, tanggung jawab, dan semangat untuk berkontribusi positif kepada masyarakat. Konsep Pendidikan Berkarakter Pendidikan berkarakter berfokus pada pembentukan karakter positif pada peserta didik. Karakter tersebut mencakup nilai-nilai seperti: Integritas: Kejujuran dan konsistensi dalam bertindak sesuai dengan prinsip moral. Tanggung jawab: Kesadaran untuk memenuhi kewajiban dan mengambil konsekuensi atas Empati: Kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Kerja keras: Semangat untuk berusaha mencapai tujuan meskipun menghadapi kesulitan. Kedisiplinan: Kemampuan untuk mengatur diri dan mengikuti aturan atau kebiasaan yang baik Rasa hormat: Menghargai orang lain, termasuk perbedaan dan keberagaman. Keadilan: Perlakuan yang sama dan tidak diskriminatif terhadap semua orang. Pentingnya Pendidikan Berkarakter Membentuk Generasi Berkualitas: Pendidikan berkarakter membentuk individu yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kepribadian yang baik. Ini penting untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya produktif tetapi juga beretika. Mengurangi Masalah Sosial: Pendidikan karakter yang baik dapat membantu mengurangi masalah sosial seperti kekerasan, perundungan, dan perilaku menyimpang lainnya. Siswa yang memiliki nilainilai positif lebih cenderung memiliki perilaku yang menghormati hak orang lain dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan: A Pendidikan berkarakter penting untuk melahirkan pemimpin yang tidak hanya cakap dalam pengambilan keputusan tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain. Meningkatkan Kualitas Pendidikan: Sekolah yang mengutamakan pendidikan berkarakter cenderung lebih fokus pada pendidikan holistik yang melibatkan pengembangan aspek moral, sosial, dan emosional siswa, selain aspek akademis. Implementasi Pendidikan Berkarakter Implementasi pendidikan berkarakter memerlukan usaha yang terintegrasi antara sekolah, keluarga, dan Beberapa langkah strategis dalam implementasinya antara lain: Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Kurikulum: Kurikulum sekolah perlu mencakup materi yang mengajarkan nilai-nilai moral dan etika, serta kegiatan yang mengembangkan sikap positif. Pelatihan Guru: Guru sebagai pendidik perlu dilatih untuk memahami dan mengimplementasikan pendidikan karakter dalam proses belajar mengajar, serta menjadi teladan yang baik bagi siswa. Kegiatan Ekstrakurikuler: Kegiatan di luar jam pelajaran seperti organisasi siswa, program pengabdian masyarakat, dan kegiatan olahraga dapat membantu memperkuat pengajaran nilai-nilai Pengawasan dan Penilaian: Memonitor dan mengevaluasi perkembangan karakter siswa dapat dilakukan melalui pengamatan perilaku siswa, diskusi, dan umpan balik dari guru serta orang tua. Peran Kepala Sekolah dalam Pendidikan Berkarakter Kepala sekolah berperan sebagai pemimpin yang lingkungan sekolah agar berfokus pada pendidikan Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif melibatkan: Menetapkan visi dan misi sekolah yang mengutamakan karakter. A Membangun budaya sekolah yang positif melalui penegakan nilai-nilai karakter dalam kegiatan sehari-hari. A Memberikan contoh yang baik dalam hal integritas, kerja keras, dan rasa hormat. Mengadakan pelatihan dan pembinaan untuk guru agar mampu mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Tantangan dalam Pendidikan Berkarakter e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 Meskipun pendidikan berkarakter menghadapi berbagai tantangan, seperti: Perubahan sosial dan teknologi: Perkembangan teknologi digital dan media sosial sering kali mempengaruhi nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan di rumah. Kurangnya pemahaman dan pelatihan bagi guru: Tidak semua guru terlatih untuk mengajarkan pendidikan karakter secara efektif. Keterlibatan orang tua: Pendidikan karakter membutuhkan kerja sama antara sekolah dan merupakan kemampuan memeroleh kesepakatan pada tujuan bersama. Kepemimpinan adalaah suatu upaya untuk mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling memengaruhi. Leadership diartikan sebagai memimpin orang Pemimpinnya dikenal dengan istilah team leader . emimpin kelompo. yang memahami apa yang menjadi tanggung jawab kepemimpinannya, menyelami kondisi bawahannya, kesediaannya untuk meleburkan diri dengan tuntutan dan konsekuensi dari tanggung jawab yang dipikulnya, serta memiliki komitmen untuk membawa setiap bawahannya mengeksplorasi kapasitas dirinya hingga menghasilkan prestasi tertinggi. Sedangkan organizational leadership dilihat dalam konteks suatu organisasi yang dipimpin oleh organizational leader . emimpin organisas. yang mampu memahami nafas bisnis perusahaan yang dipimpinnya, membangun visi dan misi pengembangan bisnisnya, kesediaan untuk melebur dengan tuntutan dan konsekuensi tanggung jawab sosial, serta komitmen yang tinggi untuk menjadikan perusahaan yang dipimpinnya sebagai pembawa berkah bagi komunitas baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Menurut Crainer ada lebih dari 400 definisi tentang leadership (Mullins, 2. Dari sekian banyaknya definisi tentang kepemimpinan merupakan suatu kegiatan untuk orang lain. Kepemimpinan merupakan suaru proses untuk memengaruhi aktivitas kelompok. Kepemimpinan merupakan kemampuan memeroleh kesepakatan pada tujuan Kepemimpinan adalaah suatu upaya untuk mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling memengaruhi. Kepemimpinan Menurut Kadarusman . kepemimpinan (Leadershi. dibagi tiga, yaitu: . Self Leadership. Team Leadership. Organizational Leadership. Self Leadership yang dimaksud adalah memimpin diri sendiri agar jangan sampai gagal menjalani hidup. Team Leadership diartikan sebagai memimpin orang Pemimpinnya dikenal dengan istilah team leader . emimpin kelompo. yang memahami apa yang menjadi tanggung jawab kepemimpinannya, menyelami kondisi bawahannya, kesediaannya untuk meleburkan diri dengan tuntutan dan konsekuensi dari tanggung jawab yang dipikulnya, serta memiliki komitmen untuk membawa setiap bawahannya mengeksplorasi kapasitas dirinya Sedangkan organizational leadership dilihat dalam kontekssuatu organisasi yang dipimpin oleh organizational leader . emimpin organisas. yang mampu memahami nafas bisnis perusahaan yang dipimpinnya, membangun visi dan misi pengembang an bisnisnya, kesediaan untuk melebur dengan tuntutan dan konsekuensi tanggung jawab sosial, serta komitmen yang tinggi untuk menjadikan perusahaan yang dipimpinnya sebagai pembawa berkah bagi komunitas baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Menurut Crainer ada lebih dari 400 definisi tentang leadership (Mullins, 2. Dari sekian banyaknya definisi tentang kepemimpinan, ada yang menyebutkan kepemimpinan merupakan suatu kegiatan untuk memengaruhi orang lain. Kepemimpinan merupakan suaru proses untuk memengaruhi aktivitas kelompok. Kepemimpinan Adab Istilah Adab dalam literature Indonesia sangat terbatas. Banyak orang yang menyamakan antara adab dengat adat, padahal keduanya merupakan dua hal yang Menurut KBBI adat merupakan aturan yang lazim diturut atau dilakukan sejak dulu kala, kelakuan yang sudah menjadi kebiasaan. e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 Sedangkan adab menurut KBBI adalah kehalusan budi pekerti, kesopanan, akhlak. Dalam hasanah pengetahuan di Indonesia, adab disamakan dengan budi pekerti, kesopanan, akhlak, padahal makna adab lebih luas. Pendefinisian kata adab disini belum menggunakan kacamata islam. Al-Attas pandangan islam, ia menjelaskan Adab adalah pengenalan dan pengakuan terhadap realitas bahwasanya ilmu dan segala sesuatu yang ada terdiri dari hierarki yang sesuai dengan kategori-kategori dan tingkatan tingkatanya, dan bahwa seseorang itu memiliki tempatnya masing-masing dalam kaitanya dengan realitas, kapasitas, potensi fisik, intelektual, dan Dalam Sila ke-2 berbunyi AuKemanusiaan yang Adil dan BeradabAy. Dalam sila tersebut secara jelas disebutkan 2 kata kunci penting Adil dan Adab. Kedua kata tersebut tidak dapat diterjemahkan kecuali menggunakan pandangan islam, karena bangsa Indonesia tidak memiliki kosa kata tersebut jika islam tidak masuk Indonesia. Kata adab hanya diartikan sebagai sopan santun, padahal menerjemahkan kata adab tidak bisa menggunakan khasanah bahasa Indonesia saat itu, kata adab sangat jelas sekali bahwa itu berasal dari islam. equlibrium sosial. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Transformasi Kepemimpinan Kepala Sekolah untuk Menciptakan Organisasi Pendidikan Berkarakter di SDN Semangat dalam 2 Kabupaten Barito Kuala dapat dibahas dengan memfokuskan pada beberapa aspek penting, seperti pendekatan yang diterapkan oleh kepala sekolah, tantangan yang dihadapi, serta dampak yang dirasakan oleh sekolah dan siswa. Berikut adalah analisis yang dapat dijadikan acuan: Tujuan Transformasi Kepemimpinan Transformasi kepemimpinan kepala sekolah bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter siswa. Kepemimpinan transformasional berfokus pada motivasi, inspirasi, serta pemberdayaan seluruh anggota sekolah untuk mencapai visi bersama, yaitu menciptakan budaya pendidikan yang berkarakter. Pendekatan yang Diterapkan Kepala sekolah di SDN Semangat di dua kabupaten Barito Kuala mungkin mengimplementasikan pendekatan kepemimpinan yang melibatkan beberapa strategi berikut: A Pemberdayaan Guru dan Staf: Mendorong guru untuk lebih berperan aktif dalam pembelajaran yang mengutamakan nilainilai karakter. A Keterlibatan Orang Tua dan Komunitas: Menggandeng peran orang tua dan pendidikan guna memperkuat nilai-nilai karakter di lingkungan sekolah. Demokrasi Sebagai sebuah konsep, demokrasi memiliki makna luas dan mengandung banyak elemen yang kompleks. Demokrasi adalah suatu metode politik, sebuah mekanisme untuk memilih pemimpin politik. Warga Negara diberi kesempatan untuk memilih salah satu diantara pemimpin-pemimpin politik yang bersaing meraih suara (David Lechmann, 1. Kemampuan untuk memilih diantara pemimpin-pemimpin politik pada masa pemilihan inilah yang disebut Dengan kata lain dapat diungkap bahwa demokrasi adalah suatu metode penataan kelembagaan untuk sampai pada keputusan politik, dimana individu meraih kekuasaan untuk mengambil keputusan melalui perjuangan kompetitif dalam meraih suara. Namun demikian, proses kompetisi itu harus tetap dibingkai oleh etika normatif yang mengarah pada terjadinya A A Pengembangan Kurikulum Berkarakter: Menyusun kurikulum atau program pembelajaran yang menekankan aspek karakter, seperti kerja sama, disiplin, kejujuran, dan empati. Pelatihan dan Pengembangan Profesional: Melakukan pelatihan bagi guru dan staf menumbuhkan karakter positif di kalangan e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 Tantangan yang Dihadapi Beberapa tantangan yang mungkin dihadapi dalam proses transformasi ini antara lain: A Keterbatasan Sumber Daya: Terbatasnya fasilitas dan bahan ajar yang mendukung pembelajaran berbasis karakter. A Resistensi Perubahan: Tidak semua guru atau staf terbuka terhadap metode baru, sehingga butuh pendekatan persuasif dan pelatihan yang berkelanjutan. A Keterlibatan Masyarakat: Sulitnya melibatkan orang tua dan masyarakat mengutamakan karakter. A Kurangnya Pengawasan dan Evaluasi: Tidak adanya mekanisme yang memadai untuk mengevaluasi efektivitas program yang diterapkan. Dampak Transformasi Kepemimpinan Dampak positif yang diharapkan dari transformasi ini meliputi: A Peningkatan Performa Siswa: Siswa yang memiliki karakter baik cenderung lebih disiplin, bekerja sama, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam belajar. A Lingkungan Sekolah yang Positif: Menciptakan suasana belajar yang lebih mendukung perkembangan karakter siswa. A Peningkatan Kepuasan Guru dan Orang Tua: Guru merasa lebih termotivasi dalam mengajar, sementara orang tua melihat anak-anak mereka tumbuh dengan nilainilai positif. A Kesinambungan Pengembangan Pendidikan: Melalui penguatan karakter, sekolah mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan di masa A A A melatih guru dan kepala sekolah dalam penerapan nilai-nilai karakter di kelas. Membangun Kolaborasi dengan Instansi Terkait: Bekerja sama dengan dinas pendidikan setempat dan organisasi nonpemerintah untuk mendukung pelaksanaan program karakter. Memperkuat Peran Kepala Sekolah: Kepala sekolah sebagai pemimpin perlu memberikan contoh teladan. Mengembangkan Sistem Monitoring dan Evaluasi: Membuat mekanisme evaluasi yang efektif untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan. PENUTUP Dalam penelitian ini, telah dibahas bagaimana transformasi kepemimpinan kepala sekolah di SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala dapat menciptakan organisasi pendidikan yang berkarakter. Transformasi kepemimpinan yang dijalankan oleh kepala sekolah berperan sebagai pendorong utama dalam mengembangkan budaya sekolah yang mendukung penguatan karakter siswa, guru, dan seluruh elemen yang terlibat di lingkungan sekolah. Implementasi kepemimpinan berbasis karakter, yang meliputi perumusan visi dan misi yang berfokus pada nilainilai positif, peningkatan kualitas pengajaran, serta pemberdayaan guru dan siswa, terbukti mampu memberikan dampak yang signifikan dalam membentuk karakter siswa. Pentingnya transformasi kepemimpinan yang didasarkan pada nilai-nilai karakter di SDN Semangat Dalam 2 mencakup penciptaan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung pengembangan kepribadian yang Kepemimpinan kepala sekolah yang komunikatif, partisipatif, dan penuh inspirasi mampu membangun hubungan yang solid antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, sehingga menciptakan sinergi yang positif untuk mencapai tujuan pendidikan. Namun, dalam proses transformasi ini, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti keterbatasan sumber daya, pelatihan guru yang belum merata, dan kesulitan dalam membangun kesadaran penuh di kalangan semua Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara Pembahasan dan Saran Untuk mengoptimalkan transformasi ini, disarankan A Meningkatkan Pelatihan Berkelanjutan: Mengadakan workshop dan seminar untuk e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa transformasi kepemimpinan yang dilakukan oleh kepala sekolah di SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala telah menunjukkan hasil yang positif dalam membangun organisasi pendidikan yang berkarakter. Upaya kepala sekolah mengimplementasikan kebijakan yang mendukung nilai-nilai karakter, dan membangun kolaborasi DAFTAR PUSTAKA Bambang, . Kepemimpinan Transformasional dalam Pendidikan. Jakarta: Penerbit Pendidikan Nusantara. Daryanto, & Ali. Manajemen Pendidikan: Teori dan Praktik dalam Menciptakan Sekolah Berkualitas. Yogyakarta: Gava Media. Hasibuan. Kepemimpinan dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pendidikan Karakter: Pedoman Implementasi di Sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lestari. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan. Jurnal Pendidikan, 10. , 115126. Nugroho. Membangun Budaya Sekolah Berkarakter. Surabaya: Pustaka Edukasi. antar pemangku kepentingan menjadi langkah yang sangat penting dalam mewujudkan visi sekolah yang berkualitas dan berbasis karakter. Rekomendasi