P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA PENGARUH BEBAN PENJUALAN DAN MODAL KERJA BERSIH TERHADAP LABA USAHA PADA PT. MAYORA INDAH TBK. JAKARTA Amanda lestari putri lubis1. Sri Setiawati2. Almira Mutiara Siwianto3 STIE Manajemen Bisnis Indonesia Jl. Komjen M. Jasin (Akses UI) no 89 Cimanggis. Depok Jawa Barat E-mail : Amanda. lestari@stiembi. id1, sri. setiawati@stiembi. ABSTRAK Penelitian ini ditulis oleh Amanda Lestari Putri Lesatri. Sri Setiawati dan Almira Mutiara Siwianto, pada bulan Januari 2022, dengan judul: Pengaruh Beban Penjualan dan Modal Kerja Bersih Terhadap Laba Usaha Pada PT. Mayora Indah Tbk. Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi berupa penjelasan lebih dalam tentang hubungan dan pengaruh Beban Penjualan dan Modal Kerja terhadap Laba Usaha. Dan mendapatkan informasi dari olahan data, seberapa besar hubungan dan pengaruh Beban Penjualan dan Modal Kerja terhadap Laba Usaha. Metode yang digunakan kausalitas murni, dengan jenis penelitian deskripsi dan verifikasi, serta bentuk penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif. Sampel 32 data diambil dari Neraca dan Laporan Laba Rugi tahun 2014-2021, diolah menggunakan alat olah SPSS Versi 26. Hasil Koefisien Korelasi R 0,803 artinya hubungan variabel X dengan variabel Y adalah sangat kuat dan positif atau searah. Hasil koefisien determinasi Adjusted RA sebesar 0,645 artinya pengaruh variabel X terhadap variabel Y adalah sebesar 64% sisanya sebesar 36% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Persamaan Regresi Y = 2,950 Ae 0,431 X1 0,95 X2 e , artinya X1 berpengaruh negatif terhadap Y dan X2 berpengaruh positif terhadap Y. Hasil uji hipotesis uji t-hitung X1 = -1,785 dan thitung X2 = 2,952 sedangkan t-tabel sebesar 2,037 artinya X1 t-hitung lebih besar daripada t-tabel dan X2 t-hitung lebih kecil daripada t-tabel sehingga Hipotesis 1 dan Hipotesis 2 terbukti dan H0 ditolak. Hasil uji hipotesis dengan uji Fhitung 4,980 sedangkan Ftabel = 2,930. Fhitung lebih besar dari Ftabel, sehingga Hipotesis 3 terbukti dan H0 ditolak. Kata kunci : beban penjualan, modal kerja, laba usaha. ABSTRACT This research is written by Almira Mutiara Siwianto, in January 2022, with the title: Influence Selling Expense and Net Working Capital Towards Operating Profit In PT. Mayora Indah Tbk. Jakarta. This study aims to produce information in the form of a deeper explanation of the relationship and influence of Selling Expense and Working Capital towards Operating Profit. And get information from processed data, how much the relationship and influence of Selling Expense and Working Capital towards Operating Profit The method used is pure causality, the type of research is description and verification, and the form of research is qualitative and quantitative. Sample 32 data taken from the 2014-2021 Balance Sheet and Income Statement, processed using the SPSS Version 26. 00 tool. The result of the Correlation Coefficient R 0. 803 means that the relationship between variable X and variable Y is very strong and positive or unidirectional. The result of the coefficient of determination of Adjusted RA is 0,645, meaning that the influence of variable X on variable Y is 64%, the remaining 36% is influenced by other variables not examined. Regression Equation Y = 2,950 - 0. 431 X1 0. X2 e , meaning that X1 has a negative effect on Y and X2 has a positive effect on Y. The results of JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA hypothesis testing t-count test X1 = -1,785 and t-count X2 = 2,952 while t-table of 2. 037 means that X1 t-count is greater than t-table and X2 t-count is smaller than t-table so that Hypothesis 1 and Hypothesis 2 are proven and H0 is rejected. The results of hypothesis testing with Fcount 4,980 while Ftable = 2. Fcount is greater than Ftable, so Hypothesis 3 is proven and H0 is rejected. Keywords : selling expenses, working capital, operating profit. PENDAHULUAN Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootdchaap (NV), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari sahamAesaham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Berdasarkan UU PT Nomor 40 tahun 2007 Pasal 1 Ayat 1 diketahui Perseroan Terbatas adalah suatu badan hukum yang melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi persyaratan yang telah ditetapkan dalam UndangAeUndang serta peraturan Perseroan Terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut akan dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang tergantung pada besarnya-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan Selain berasal dari modal saham, modal pinjaman PT dapat pula berasal dari obligasi. Keuntungan yng diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan untung ataupun rugi perseroan terbatas Berdasarkan Undang-Undang pasal 1495 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam keputusan ini disebut Bapepam melaksanakan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan kegiatan sehari-hari pasar modal serta merumuskan dan standarisasi teknis di bidang lembaga keuangan, sesuai dengan kebijakan Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Fungsi Bapepam adalah pengkonsepan dan penegakan aturan main di bidang pasar modal primer dan sekunder, penegakan secara tegas peraturan di bidang pasar modal primer juga sekunder, pengawasan pada pihak yang mendapat izin usaha, persetujuan, registrasi dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal, dan pemberian bimtek dan evaluasi di JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA bidang lembaga keuangan pelaksanaan tata usaha badan. Bursa Efek Indonesia adalah lembaga resmi yang memfasilitasi segala kegiatan jual beli saham perusahaan go Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang pasar modal, yang dimaksud dengan Bura Efek Pihak menyelenggarakan dan menyediakan mempertemukan penawaran jual beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek tersebut. Jadi bursa efek secara singkat adalah pasar dimana terjadi jual beli Efek dari suatu Di Indonesia tempat jual beli Efek dikenal dengan Bursa Efek Indonesia. Di BEI tercatat 108 perusahaan yang menjadi anggota Perusahaan merupakan suatu organisasi yang mempunyai kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. Tujuan perusahaan menjalankan usahanya yaitu mencari laba yang sebesarAe kelangsungan hidup perusahaan secara terus menerus. Untuk memaksimalkan laba, maka perusahaan harus bisa merencanakan dan mengendalikan dengan baik faktorAefaktor yang dapat mempengaruhi laba usaha. PT. Mayora Indah Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak sebagai salah satu produsen makanan berkualitas tinggi di Indonesia, tentunya PT. Mayora Inda Tbk mempunyai potensi besar untuk perusahaan mampu berkembang dan bersaing dengan pesaingnya. Tabel 1. JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Data Laporan Keuangan PT. Mayora Indah Tbk No. Deskripsi Tahun Kenaikan dan Penurunan 1 Beban Penjualan 931,640,492,578 1,468,612,963,799 36. 2 Modal Kerja 644,395,517,788 3,798,457,554,615 83% 3 Laba Usaha 915,233,901,532 330,351,885,329 17. Sumber : Laporan Keuangan PT. Mayora Indah Tbk. Jakarta tahun 20142021 Dilihat dari laporan keuangan pada Tabel 1. perusahaan yang berorientasi pada laba tentunya harus memiliki manajemen keuangan yang baik dalam perencanaan, pengendalian dan kegiatan pengambilan keputusan perolehan laba dari hasil kegiatan Pada dasarnya setiap perusahaan, baik maupun jasa mempunyai tujuan untuk memperoleh laba yang optimal. Laba merupakan selisih jumlah yang dikeluarkan untuk membeli sumber daya yang menghasilkan produk atau jasa dengan penerimaan dari hasil Perkembangan dan kemajuan dunia usaha telah membawa ke arah persaingan yang semakin ketat, sehingga usaha untuk mencapai laba tidaklah mudah. Perusahaan untuk dapat berkembang haruslah melalui perjuangan dan didukung dengan perencanaan yang matang dalam menghadapi berbagai masalah dan rintangan yang timbul seperti masalah operasional, keuangan maupun masalah P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Masalah persaingan antar perusahaan mengharuskan perusahaan terus menerus melakukan perbaikan dalam mutu barang dan layanan jasa serta efisiensi dalam menekan beban Modal nampaknya cukup memadai sebagai alat perencanaan, koordinasi dan pengendalian dari seluruh kegiatan Agar kelangsungan perusahaan terjaga, maka perusahaan menyusun anggaran modal meningkatkan pendapatan perusahaan. Salah satu tujuan dari perusahaan adalah mamp meningkatkan laba dari tahun ke tahun. Apabila perusahaan telah mampu meningkatkan laba, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan sebagai manajemen yang sukses. Terjadinya kenaikan laba pada perusahaan tersebut disebabkan oleh mengendalikan operasionalnya. Untuk mengukur tingkat efisiensi dan perbandingan antara beban penjualan dan laba usaha. Semakin rendah beban penjualan dan modal kerja berarti semakin efisien mengendalikan beban penjualan dan modal kerja, dengan adanya efisiensi beban penjualan maka keuntungan yang diperoleh perusahaan akan semakin besar. Keuntungan yang besar tidak menjamin atau bukan merupakan ukuran bahwa dalam melangsungkan hidupnya secara terus Perusahaan juga harus bersaing secara sehat terhadap para pesaing agar mampu bertahan dalam persaingan bisnis pada saat ini yang umumnya sangat ketat. Manajemen biaya dan laba perlu disusun karena ini merupakan langkah-langkah yang akan ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai target yang telah disusun. Perencanaan laba penjualan dan perencanaan biaya. Untuk membuat perencanaan yang baik, maka diperlukan manajemen kontrol yang baik. Selain itu, agar perusahaan dapat berjalan dengan seharusnya dan tetap pada jalurnya serta tanggap jika terjadi perbedaan hasil yang diinginkan dengan kejadian Setiap mempunyai tujuan dan sasaran yang hendak dicapai. Dalam pencapaian tujuan perusahaan yang efektif dan efisien, para manajer harus dapat situasi dan kondisi baik dari sisi internal maupun ekstenal perusahaan. Salah satu cara untuk mengantisipasi perubahan yaitu dengan perencanaan dan pengawasan. Berdasarkan Latar Belakang Penelitian, maka peranan beban penjualan dan modal kerja menunjukan kontribusi yang cukup signifikan dalam mencapai laba usaha yang telah ditargetkan. Sehingga judul penelitian ini adalah AuPengaruh Beban Penjualan dan Modal Kerja Bersih Terhadap Laba Usaha Pada PT. Mayora Indah Tbk. JakartaAy. Berdasarkan latar penelitian, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Apakah ada hubungan dan Beban Penjualan terhadap Laba Usaha? Apakah ada hubungan dan pengaruh Modal Kerja Bersih terhadap Laba Usaha? Seberapa besar hubungan dan pengaruh Beban Penjualan dan Modal Kerja Bersih terhadap Laba Usaha? METODOLOGI Pada penelitian ini menggunakan metode desktiprif korelasi dengan menggunakan expost fact yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dalam tahun tertentu dan kemudian berturutAeturut mengetahui faktorAefaktor yang dapat menimbulkan kejadian agar dapat diambil kesimpulan. Sugiyono . menyatakan metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa yang berlaku untuk umum atau Metode ini memiliki karakteristik penelitian yang ingin dicapai, yakni untuk memperoleh pengetahuan yang pengaruh beban modal terhadap laba bersih pada PT. Mayora Indah Tbk Jakarta dengan data laporan keuangan yang dimiliki perusahaan berupa data laporan laba rugi operasional LANDASAN TEORI Pengertian Beban JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Istilah biaya . sering digunakan dalam arti yang sama dengan sitilah beban . Berdasarkan teori yang ada istilah biaya . dengan beban . merupakan dua hal yang berbeda. Menurut Raja . beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkeluarnya aset atau mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. Menurut Soemarso . Beban adalah aliran keluar terukur dari barang atau jasa, yang kemudian ditandingkan dengan pendapatan untuk menentukan laba atau sebagai penurunan dalam aktiva bersih sebagai akibat dari penggunaan jasa ekonomis dalam Menurut Kieso. Weygandt dan Warfield . Beban memiliki pengertian penggunaan lain dari aset atau jaminan utang dalam periode pelayanan, atau lain sebagainya yang berkaitan dengan operasi utama perushaan yang sedang berlangsung. Beban terjadi karena dua hal, pertama yang berasal dari biaya yang telah melampaui masanya, dan kedua karena penggunaan maksudnya beban tersebut muncul atas pemanfaatan tertentu atau Beban Penjualan Menurut sugiri dan riyono . pengertian beban penjualan adalah P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA biaya Ae biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan operasi perusahaan Menuut yusuf . pengertian beban penjualan adalah biaya yang tidak berhubungan langsung dengan produk peusahaan tetapi berkaitan dengan aktivitas operasi perusahaan sehari - hari Beban penjualan adalah semua beban yang muncul dalam berjualan dan memasarkan barang seperti kegiatan promosi dan pengangkutan barang yang akan dijual. Yang termasuk dalam beba penjualan yaitu gaji, biaya iklan, biaya manufaktur, sewa, dan semua biaya dan berhubungan dengan produksi dan 5 Modal Kerja Pengertian Modal Kerja Menurut Kasmir . modal digunakan untuk melakukan kegiatan operasi perusahaan. Modal kerja juga dapat diartikan sebagai investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar atau aktiva jangka pendek seperti kas, surat-surat, piutang, persediaan dan aktiva lancar lainya. Menurut Djarwanto . modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap utang jangka pendek. Kelebihan ini disebut modal kerja Kelebihan ini merupakan jumlah aktiva lancar yang berasal dari utang jangka panjang dan modal Definisi ini bersifat kualitatif karena menunjukan kemungkinan tersedianya aktiva lancar yang lebih besar daripada utang jangka pendek dan menunjukkan tingkat keamanan bagi kreditur jangka pendek serta menjamin kelangsungan usaha di masa mendatang. JenisAeJenis Modal Kerja Ada Kasmir . 6:251-. adalah sebagai berikut Modal Kerja Kotor (Gross Working Capita. Modal kerja kotor adalah semua komponen yang ada di aktiva lancar secara keseluruhan dan sering disebut modal kerja. Artinya mulai dari kas, bank, suratAesurat berharga, piutang, persediaan dan aktiva lancar lainya. Modal Kerja Bersih (Net Working Capita. Modal kerja bersih adalah seluruh komponen aktiva lancar dikurangi dengan seluruh total kewajiban lancar . tang jangka pende. Utang lancar meliputi utang dagang, utang wesel, utang bank jangka pendek . atu tahu. , utang gaji, dan utang lancar Jenis modal kerja menurut Munawir . itu terdiri dari dua bagian pokok, yaitu : Bagian yang tetap atau bagian minimum yang harus tersedia agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar tanpa kesulitan keuangan. Jumlah modal kerja yang variabel yang jumlahnya tergantung kebutuhanAekebutuhan di luar aktivitas FaktorAeFaktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja FaktorAeFaktor yang mempengaruhi modal kerja menurut Djarwanto . 1:91-. adalah sebagai berikut : Sifat Umum Tipe Perusahaan. JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Modal perusahaan jasa relatif rendah karena investasi dalam persediaan dan piutang pencairannya menjadi kas Untuk perusahaan jasa tertentu langganan membayar dimuka sebelum jasa Sedangkan perusahaan industri memerlukan modal kerja yang cukup besar, yakni untuk melakukan investasi dalam bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Waktu yang Diperlukan. Untuk mendapatkan barang dan ongkos produksi per unit / harga beli per unit barang itu, jumlah modal kerja berkaitan langsung dengan waktu yang dibutuhkan mulai dari bahan baku atau barang jadi dibeli sampai barang dijual kepada langganan. Makin panjang waktu diperlukan untuk memproduksi barang makin besar kebutuhan akan modal kerja. Syarat Pembelian Penjualan. Syarat kecil pembelian barang dagangan atau bahan baku akan mempengaruhi besar kecilnya modal Syarat kredit pembelian yang menguntungkan akan memperkecil kebutuhan uang kas yang harus sebaliknya bila pembayaran harus dilakukan segera setelah barang diterima maka kebutuhan uang kas perdagangan menjadi lebih besar. Tingkat Perputaran Persediaan. Semakin sering persediaan diganti maka kebutuhan modal kerja yang JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 ditanamkan dalam bentuk persediaan akan semakin rendah. Tingkat Perputaran Piutang. Kebutuhan modal kerja juga tergantung pada periode waktu yang diperlukan untuk mengubah piutang menjadi uang Bila piutang terkumpul dalam waktu pendek berarti kebutuhan akan modal kerja semakin rendah / kecil. Untuk mencapai tingkat perputaran piutang yang tinggi diperlukan pengawasan piutang yang efektif dan kebijaksanaan yang tepat sehubung dengan perluasan kredit, syarat kredit penjualan, maksimum kredit bagi langganan, penagihan piutang. Tujuan Modal Kerja Tujuan modal kerja bagi perusahaan menurut Kasmir . 6:253-. adalah sebagai berikut : Guna memenuhi likuiditas Dengan modal yang cukup perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban pada Memungkinkan untuk memiliki persediaan yang cukup dalam rangka kebutuhan pelanggannya. Memungkinkan untuk memperoleh tambahan dana dari para kreditur, apabila rasio keuangannya memenuhi syarat. Memungkinkan memberikan syarat kredit yang menarik minat pelanggan, dengan kemampuan yang dimilikinya. Guna penggunaan aktiva lancar, guna meningkatkan penjualan dan laba. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Melindungi diri pabila terjadi krisis modal kerja akibat turunnya nilai aktiva lancar. Serta tujuan lainnya. Sumber Modal Kerja Sumber-sumber modal kerja bagi Munawir adalah sebagai berikut : Hasil Operasi Perusahaan. Jumlah net income yang tampak dalam laporan perhitungan laba rugi ditambah dengan depresiasi dan amortisasi, jumlah ini menunjukkan jumlah modal kerja yang berasal dari operasi perusahaan dapat dihitung keuangan laba rugi perusahaan tersebut dan apabila laba tersebut tidak diambil oleh perusahaan maka laba menambah modal perusahaan yang bersangkutan. Keuntungan Dari Penjualan Surat-Surat Berharga. Surat perusahaan untuk jangka pendek adalah satu elemen aktiva lancar yang segera dapat dijual akan dapat menimbulkan keuntungan bagi perusahaan. Penjualan Aktiva Tidak Lancar. Sumber lain yang dapat menambah modal kerja adalah hasil penjualan aktiva tetap, investasi jangka panjang dan aktiva tidak lancar lainnya yang tidak diperlukan lagi oleh perusahaan. Perubahan dari aktiva ini menjadi kas atau piutang akan menyebabkan bertambahnya modal kerja sebesar hasil penjualan tersebut. Penjualan Saham atau Obligasi. Untuk menambah dana atau modal kerja yang dibutuhkan, perusahaan dapat pula mengadakan emisi saham baru atau meminta kepada para pemilik perusahaan untuk menambah modalnya, disamping itu perusahaan dapat juga mengeluarkan obligasi atau bentuk hutang jangka panjang lainnya guna memenuhi modal kerja. 6 Laba Usaha Pengertian Laba Salah satu sasaran penting bagi perusahaan adalah yang berorientasi pada profit yang dihasilkan dari penjualan dikurangi biayaAebiaya. Oleh karena itu, jumlah laba yang dihasilkan dapat dipakai sebagai salah satu alat untuk menilai dan karena laba merupakan keuntungan yang diterima perusahaan, karena pengorbanan untuk pihak lain. Pengertian Subramanyam dan Wild . adalah ringkasan hasil bersih aktivitas operasi usaha dalam periode tertentu Sedangkan menurut Prawironegoro . laba adalah seluruh karyawan dalam suatu perusahaan yang dinyatakan dalam bentuk angka keuangan yaitu melalui dikurangi beban . Laba perusahaan paling diminati dalam pasar uang. Pada konsepnya laba ditugaskan untuk menyediakan, baik pemegang saham selama periode maupun mengestimasi laba usaha sekarang, yaitu samapi sejauh mana perusahaan dapat menutupi biaya JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA pengembalian kepada para pemegang Atau secara khusus indikator nya profitabilitas potensi depan, yang diragukan lagi merupakan suatu dari tugas yang terpenting dalam analisis suatu perusahaan. JenisAeJenis Laba Laba adalah perbandingan antara pendapatan dengan beban, jikalau pendapatan melebihi bebas suatu usaha maka hasilnya adalah laba Namun ternyata laba juga terbagi atas beberapa macam. Menurut Subramanyam dan Wild . mengemukakan tentang jenisAejenis laba sebagai berikut : Laba Kotor (Gross Profi. Laba kotor yaitu berbedaan antara pendapatan bersih dan penjualan dengan harga pokok penjualan. Laba Kotor = Penjualan - Harga Pokok Penjualan. Laba Operasional. Laba operasional yaitu laba yang timbul dari kegiatan keuangan perusahaan seperti beban bunga dan laba investasi dikumpulkan kolektif. Laba Operasional = Laba Kotor Total Biaya Operasional. Laba Bersih (Net Profi. Laba bersih yaitu angka terakhir yang timbul dalam perhitungan laba atau rugi dimana untuk mencarinya, laba operasi ditambah pendapatan lain-lain dikurangi dengan beban lain-lain. Laba Bersih = Penjualan Lain Beban Lain Faktor yang Mempengaruhi Laba JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Untuk memperoleh laba diharapkan perusahaan perlu melakukan suatu diharapkan dengan memperhatikan faktorAefaktor yang mempengaruhi laba tersebut. Menurut Mulyadi . faktor yang mempengaruhi laba yaitu : Biaya. Biaya yang dari perolehan atau mengolah suatu produk atau jasa akan mempengaruhi harga jual produk atau jasa yang bersangkutan. Harga Jual. Harga jual produk atau jasa akan Volume Penjualan Produksi. Besarnya produksi atas produk atau jasa tersebut, selanjutnya volume produksi akan mempengaruhi besar kecilnya biaya produksi. Peranan Laba. Tujuan utama pendirian perusahaan mendapatkan laba yang maksimal karena perolehan laba yang maksimal kinerja perusahaan dapat dinilai dengan baik, laba juga merupakan salah satu faktor untuk menarik pihak modalnya kepada perusahaan. Berikut laba dalam perusahaan yaitu: Laba adalah efisiensi usaha setiap perusahaan sekalius merupakan perusahaan dapat tetap bertahan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA untuk jangka pendek dan jangka panjang perusahaan. Laba adalah balas jasa dana yang ditanam perusahaan. Laba merupakan salah satu sumber dana usaha perusahaan. Laba merupakan sumber dana jaminan surat para karyawan. Laba merupakan daya tari bagi pihak ketiga yang ingin menanamkan dananya. Metode Manajemen Biaya Operasional Guna Meningkatkan Laba Usaha. Metode manajemen biaya operasional guna meningkatkan laba usaha yaitu untuk memastikan perusahaan telah bekerja secara efektif dan efisien maka perusahaan membuat suatu manajemen biaya operasional guna untuk meningkakan laba usaha HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Metode Koefisien Korelasi Dilihat Tabel terhadap variabel Y. Diketahui dari besarnya nilai koefisien determinasi Adjusted R square (RA) yaitu 0,645 dan angka koefisien tersebut memberi variabel Y sebesar 64% sementara sisanya 36% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti. Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi Simultan Diketahui koefisien Adjusted determinasi R square (RA) yaitu 0,645 dan angka koefisien tersebut memberi petunjuk terhadap perubahan variabel Y sebesar 64% sementara sisanya 36% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti. Koefisien determinasi Parsial Diketahui koefisien determinasi R square (R) yaitu 0,803 dan angka koefisien tersebut memberi petunjuk ahwa variabel X1 berpengaruh terhadap perubahan variabel Y sebesar 64% sementara sisanya 36% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti. besarnya nilai koefisien Adjusted determinasi R square (R) untuk variabel X2 yaitu 0,843 dan angka koefisien tersebut memberi petunjuk ahwa variabel X2 berpengaruh terhadap perubahan variabel Y sebesar 84% sementara sisanya 16% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti. Persamaan Regresi Y = 2,590 - 0,431 X1 0,95 X2 Konstanta sebesar 2,590 menyatakan bahwa besarnya Laba Usaha 2,950 satuan dengan asumsi variabel lainnya nol. Koefisien beban penjualan negatif sebesar -0,431 menyatakan jika beban penjualan menurun maka laba usaha naik, karena pengaruhnya negatif Koefisien modal kerja positif 0,95 Hasil Uji Hipotesis Uji T JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Berdasarkan Tabel diketahui bahawa besarnya nilai thitung penjualan adalah -1,785 dan modal kerja adalah 2,952 sedangkan nilai ttabel nya sebesar 2,037, apabila thitung dibandingkan dengan t-tabel maka -1,785 < 2,037 dan 2,952 > 2,037. Dari hasil uji t diatas, maka dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak H2 diterima dan HCA ditolak, artinya terdapat secara signifikan beban penjualan (X. dan modal kerja (X. terhadap laba usaha (Y). Uji F Fhitung 4,980 sedangkan Ftabel dilihat berdasarkan nilai df yaitu 2,93, atau Fhitung 4,980 > Ftabel 2,93 sehingga dinyatakan terbukti terdapat pengaruh yang signifikan, sehingga H0 ditolak dan H3 diterima. Penggambaran Uji Hipotesis Dalam Curve Gambar 4. Curve Uji Hipotesis Gambar 4. Kesimpulan : H1 Ditrerima H2 Diterima H3 Diterima Ho Ditolak Sumber : Diolah, 2022 JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Daerah Penerimaan H0 dan Penolakan Kesimpulan: H1 diterima H2 ditolak H3 diterima KESIMPULAN Hasil model penelitian gamabr 5. Hasil Uji Pengaruh Koefisien Determinasi Dari Gambar 5. 1 dapat dilihat nilai koefisien Determinasi Adjusted R square (RA) yaitu 0,645 dan angka koefisien tersebut memberi petunjuk bahwa variabel X terhadap perubahan variabel Y sebesar merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti. Persamaan Regresi Y = 2,950 - 0,431 X1 0,95 X2 Konstanta 2,950 menyatakan bahwa besarnya laba usaha P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA 2,950 satuan dengan asumsi variabel lainnya nol. Koefisien beban penjualan negatif sebesar -0,431 menyatakan jika beban penjualan menurun maka laba usaha naik, karena pengaruhnya Koefisien modal kerja positif 0,95 menyatakan jika modal kerja maka laba usaha Uji Hipotesis Hasilnya adalah Fhitung sebesar 4,980 sedangkan Ftabel dilihat berdasarkan nilai df yaitu 2,93, atau Fhitung 4,980 > Ftabel 2,93 sehingga dinyatakan terdapat pengaruh yang signifikan, sehingga Ho ditolak dan H3 diterima. Hasil Uji Hubungan Dari Gambar 5. 1 dapat Koefisien Korelasi Koefisien korelasi . adalah 0,645 dan angka tersebut positif, bahwa terdapat hubungan atau korelasi yang cukup sangat dan searah antara variabel (X1 dan X. dengan variabel (Y). Uji Hipotesis Nilai t-hitung variabel bebas beban penjualan adalah -1,785 dan modal kerja adalah 2,952 sedangkan nilai ttabel nya sebesar 2,037, apabila thitung dibandingkan dengan t-tabel maka -1,785 < 2,037 dan 2,952 > 2,037. Dari hasil uji t tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak H2 diterima dan HCA ditolak, artinya terbukti terdapat secara signifikan beban penjualan (X. dan modal kerja (X. dengan laba usaha (Y). DAFTAR PUSTAKA