Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 1 April 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA DENGAN TEKNIK DECOUPAGE DI DESA MEUNASAH MESJID PUNTEUT KEC. BLANG MANGAT KOTA LHOKSEUMAWE Diana1. Yeni Irawan1. Faridah1. Yuli Anisah1 Politeknik Negeri Lhokseumawe Abstrak Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan sumber daya wanita yang potensial di Desa Meunasah Mesjid Punteut Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe melalui kegiatan pengolahan limbah rumah tangga menjadi peralatan rumah tangga yang berguna dan bernilai seni tinggi. Pemanfaatan limbah kaleng, botol dan kayu bekas yang bersumber dari setiap rumah tangga di desa dapat dihias dengan menggunakan teknik decoupage yaitu teknik menempel dengan kreativitas yang tinggi, dan dijadikan sebagai komoditi yang memiliki nilai jual dan nilai seni yang Pelatihan telah diikuti oleh 15 orang sebagai peserta aktif yang merupakan ibu rumah tangga dan remaja puteri putus sekolah. Peserta mampu berkreasi dan memiliki daya inovasi yang tinggi. Peserta melaksanakan semua tahapan pelatihan dengan sangat baik serta sangat antusias dan termotivasi dengan kegiatan ini. Peserta berharap kegiatan ini dapat membantu peningkatan ekonomi keluarga mereka karena produk yang dihasilkan dipasarkan dengan nilai jual yang tinggi. Dan peserta juga menginginkan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan lagi di lain Pelatihan dilaksanakan oleh tim penerapan ipteks Politeknik Negeri Lhokseumawe dengan tahapan dimulai dari persiapan, pelaksanaan kegiatan, dan proses evaluasi dan monitoring kegiatan yang dilakukan selama 6 . Kata kunci : limbah rumah tangga, decoupage. dan lainnya adalah sampah anorganik yang tidak dapat digunakan lagi dan sangat sulit untuk didaur ulang secara sederhana, kecuali dengan menggunakan teknologi moderen. Limbah rumah tangga ini dihasilkan sekitar rata-rata 2-5kg setiap harinya dari rumah tangga yang terdiri dari sampah organik dan organik. PENDAHULUAN Analisis Situasi Usaha peningkatan ekonomi kreatif masyarakat dapat dilakukan dengan cara melakukan perpindahan ilmu pengetahuan dan keterampilan . ransfer knowledges and lifeskill. Usaha ini sangat memberikan dampak yang besar, apalagi jika ilmu pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan masyarakat Misalnya pemanfaatan bahan bekas, pengolahan makanan dan obat-obatan dari tumbuhtumbuhan yang ada di sekitar, dan keterampilan yang selama ini dilakukan dalam rumah tangga. Pemanfaatan limbah rumah tangga tersebut dapat dikembangkan dan diolah kembali dapat menjadi bahan-bahan atau peralatan rumah tangga yang memiliki nilai jual dan nilai seni yang tinggi. Pengolahan limbah rumah tangga dapat melalui seni menghias dan menempel kertas atau kain pada permukaan benda atau media yang kemudian dapat dijadikan hiasan rumah tangga seperti hiasan dinding, piring, gelas, perabot, kaleng, botol, kayu, tas, dan lain-lain yang disebut Decoupage. Decoupage adalah salah satu seni craft atau kerajinan tangan yang sangat populer saat ini. Industri rumah tangga yang dapat dilakukan oleh kaum wanita dapat berupa pengolahan limbah rumah tangga yang sehari-harinya sangat mudah didapatkan. Limbah rumah tangga berupa kaleng bekas, botol atau kaca bekas, plastik bekas Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 1 April 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat remaja puteri di Desa Meunasah Mesjid Punteut. Kegiatan PKK desa selalu membutuhkan pengembangan program dan kegiatan, sehingga sangat mudah bagi kita untuk menawarkan suatu program kegiatan yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat terutamnya kaum wanita. Pelatihan ini membutuhkan bimbingan secara menyeluruh baik dari pengenalan bahan hingga pada praktik mengolah limbah kaleng, botol dan kayu bekas Oleh karena itu jumlah peserta ditetapkan 15 orang. Kriteria khusus dari peserta pelatihan yang diurut berdasarkan skala prioritas yang dapat berpartisipasi dalam kegiatan sebagai Wanita diutamakan kepada wanita yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan memiliki banyak waktu luang, dengan usia 20 sampai dengan 45 tahun. Usia ini dipilih agar kemungkinan mengembangkan usaha menjadi home industry lebih besar. Memiliki kemampuan berkreasi sehingga penyelesaikan kegiatan dapat dilakukan dengan cepat. Memiliki komitmen dan keinginan yang besar untuk mengikuti pelatihan dari awal sampai memiliki kemampuan dalam Perumusan Masalah Kondisi ekonomi dan tingkat pendidikan penyuluhan bagaimana memanfaatkan potensi yang ada di desa dan Kaum wanita usia produktif merupakan salah satu potensi desa yang dapat dikembangkan dengan membekali keterampilan dan pengetahuan masyarakat desa. Wanita yang memiliki waktu menganggur merupakan modal dan kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang dapat menghasilkan pendapatan. Keterampilan menghias limbah rumah tangga dengan teknik decoupage sekarang ini menjadi trend di kalangan ibu-ibu rumah tangga yang sedang naik daun dan masyarakat, umumnya yang berada di Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini memberikan daya tarik seni dan keindahan dalam penataan rumah Nilai seni yang menarik tersebut memberikan nilai jual yang sangat tinggi. Karenanya bidang keterampilan ini memiliki prospek sangat baik jika Kegiatan ini dapat dilakukan oleh siapa saja, asalkan dimulai dengan ketekunan dan ketelitian yang baik, bahkan kaum pria pun dewasa ini mulai menekuni bidang keterampilan ini. Hal ini dapat dirasakan dengan semakin berkembangnya industri-industri yang memproduksikan bahan kerajinan dalam berbagai kesempatan. Pengembangan keterampilan . yang dimiliki oleh kaum wanita dapat dilakukan melalui pelatihan menghias limbah rumah tangga dengan menggunakan teknik decoupage sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan dapat membantu keluarga dalam meningkatkan pendapatan. Luaran Luaran yang akan dihasilkan bagi ibu rumah tangga dan sekelompok para pemudi dalam memanfaatkan dan mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang berguna yaitu : Memanfaatkan 90 % limbah rumah tangga seperti botol, kaleng dan kayu bekas yang ada yang selama ini tidak 80% limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi hiasan rumah tangga yang unik dan berguna. Meningkatkan keuangan rumah tangga dengan produk yang berguna untuk kebutuhan rumah tangga. Menghasilkan produksi decoupage 5 buah dalam sehari Target Dalam kegiatan Penerapan Ipteks ini yang akan menjadi mitra dari kegiatan ini adalah kaum wanita usia produktif yang telah terhimpun dalam suatu wadah desa yaitu PKK desa khusus bagi ibu-ibu dan Tujuan Kegiatan Program penerapan ipteks ini memiliki tujuan untuk memanfaatkan limbah rumah Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 1 April 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat tangga yang memiliki nilai ekonomi dan melatih para ibu rumah tangga dan remaja puteri untuk meningkatkan pendapatan mereka dengan mengubah limbah rumah tangga menjadi produk hiasan yang dapat berguna dan memiliki nilai seni serta nilai jual yang tinggi. Kegiatan ini juga kreatifitas dan inovasi bagi para remaja agar mendapatkan nilai tambah bagi dirinya sebagai modal pembentukan sumber daya manusia yang lebih baik. Memberikan penilaian terhadap produk kerja dan kreativitas yang telah Prosedur Kerja Prosedur kerja yang akan dilakukan oleh tim pengusul yang terdiri dari 4 . orang yaitu 1 . orang ketua dan 3 . orang anggota. Setiap tim penerapan Ipteks memiliki keahlian dalam bidangnya masing-masing. Dimana 3 . orang anggota tim penerapan Ipteks adalah staf dari Jurusan Tata Niaga yang memiliki keahlian dalam bidang keuangan dan manajemen, dan 1 . orang anggota tim adalah staf Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe yang pengolahan kimia industri. Beberapa anggota tim telah memproduksikan kreasi limbah rumah tangga dengan teknik decoupage ini dengan beberapa model dan telah mendapatkan banyak keuntungan Bahan baku yang digunakan dalam aksesoris jilbab adalah limbah rumah tangga dari kaleng, botol dan kayu bekas yang tidak digunakan lagi. Oleh karena itu, ketua dan tim penerapan iptek melakukan pengabdian kepada masyarakat tentang kreasi menempel dengan teknik decoupage pada limbah rumah tangga. Prosedur yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama tim pengusul melakukan survei di lapangan. Di sini tim penerapan ipteks melakukan wawancara dengan beberapa ibu rumah tangga dan remaja puteri yang ada di sekitar Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Setelah dilakukan survei mendiskusikan kelompok yang mana yang bisa dilakukan sesuai dengan justifikasi dan permasalahan yang ada. Tahap ke dua kerjasama dengan kelompok yang telah Tahap ketiga dilakukan pengumpulan bahan dan alat yang akan Tahap ke empat dilakukan demonstrasi dan praktek langsung kepada masyarakat yang telah ditinjau. Tahap ke lima dilakukan pelatihan proses sistem produksi pemanfaatan limbah rumah tangga dengan teknik decoupage yang baik sehingga produk yang dihasilkan METODE PELAKSANAAN Khalayak Sasaran Program Hibah Desa Binaan Sasaran dari program hibah desa binaan ini adalah ibu rumah tangga, dimana kegiatan ini merupakan pekerjaan keuangan rumah tangga. Selain itu sasaran yang lain adalah para pemudi yang sebagian besar bekerja serabutan dan sebagian lagi dapat memanfaatkan waktu luang untuk mendapatkan keuangan yang dapat digunakan membantu orang tua membayar kebutuhan sekolah. Dengan adanya pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga dengan teknik menghias decoupage yang unik dan menarik, para penjahit dan pemudi rumah tangga dapat memanfaatkan limbah rumah tangga dengan berbagai kreasi yang menarik dan dapat memasarkan produk Metode Kegiatan Program Hibah Desa Binaan Tim penerapan Ipteks Program Hibah Desa Binaan melaksanakan kegiatan untuk membantu mitra dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi selama ini dengan beberapa metode. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah: Metode ceramah tentang pemanfaatan limbah botol, kaleng dan kayu bekas dengan teknik hiasan decoupage. Metode demonstrasi tentang proses menghias wadah dengan teknik Metode kelompok pemudi tuna karya dan ibu rumah tangga Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 1 April 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dibuat dapat terjual sesuai target. Dilakukan evaluasi setiap 2 . bulan sekali sejauh mana telah dilakukan produksi limbah rumah tangga menjadi peralatan yang bermanfaat bagi rumah tangga dengan kreasi yang unik dan bernilai seni tinggi. Setiap tahap yang dilakukan akan di evaluasi hasil capaian sesuai dengan target indikator capaian. Setiap indikator capaian akan ditinjau secara kesinambungan sesuai dengan target dan luaran yang ingin Prosedur kerja penerapan ipteks ini dapat dilihat pada gambar 1. di bawah Mangat. Kota Lhokseumawe. Para peserta pelatihan ini yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pemudi yang telah selesai sekolah tapi belum mendapat pekerjaan Bahan baku pelatihan ini menggunakan limbah rumah tangga seperti botol, kaleng, dan kayu bekas yang ada di sekitar desa Limbah rumah tangga yang selama ini masih kurang dimanfaatkan dan belum memiliki nilai ekonomi dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses menghias wadah dengan teknik Pelatihan ini telah dilakukan dengan memberikan ilmu tentang proses pembuatan dan menghias wadah. Selama pelatihan berlangsung para peserta memahami dan dapat langsung menghias Dimana 90% peserta dapat melakukan menghias decoupage. Proses pelatihan yang dilakukan para peserta dapat mengikuti dan menghasilkan lebih kurang 5 jenis wadah dengan berbagai kreasi yang berbeda. Pembahasan Tim pelaksana penerapan ipteks telah melalui beberpa tahapan sehingga kegiatan Tim Pelaksana melakukan kegiatan sebagai berikut : Survey awal kondisi desa untuk mengetahui banyaknya jumlah peserta pelatihan yang menjadi khalayak sasaran dalam pelatihan ini, terutama remaja putus sekolah dan ibu rumah Melakukan sosialisasi kegiatan dengan para perangkat desa yang bertujuan untuk mendapat izin pelaksanaan di desa binaan. Pelaksanaan kegiatan selama 3 hari mulai tanggal 12 Oktober 2017, 16 Oktober 2016, dan 18 Oktober 2017, di Meunasah Desa Meunasah Mesjid Punteut Kecamatan Blang Mangat, yang diikuti oleh 15 orang peserta yang terdiri dari remaja putri dan ibuibu rumah tangga. Semua bahan dan peralatan disediakan oleh tim pelaksana, dan produk yang telah dihasilkan dapat dibawa pulang oleh peserta, sebagai hasil karya dan partisipasi dalam pelatihan. Gambar 1. Prosedur Kerja Penerapan Ipteks Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga dengan Teknik Decoupage HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelatihan pemberdayaan ekonomi kreatif ini dilakukan melalui pemanfaatan limbah rumah tangga denga teknik decoupage yang dilaksanakan di desa Meunasah Mesjid Punteut. Kecamatan Blang Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 1 April 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kaum wanita di desa binaan ini sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini, dan mengharapkan akan terus ada kegiatan-kegiatan yang lainnya dalam bentuk pengembangan bakat dan keterampilan yang dapat memanfaatkan sumber daya yang ada di desa binaan ini. KESIMPULAN Kegiatan aplikasi ipteks Program Hibah Desa Binaan ini telah dilakukan oleh tim penerapan ipteks, dari hasil pelatihan dilakukan bahwa para peserta 90% memahami dalam proses pemanfaatan limbah rumah tangga dengan teknik decoupage, dimana 80% limbah rumah tangga seperti botol, kaleng, dan kayu bekas dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam proses menghias dan menempel decoupage ini. Produk yang dihasilkan diharapkan dapat beredar dan dipasarkan sehingga akan membantu perekonomian keluarga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa setempat.