Manna Rafflesia, 8/2 (April 2. https://s. id/Man_Raf Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf Manna Rafflesia ISSN: 2356-4547 (Prin. , 2721-0006 (Onlin. Vol. No. Oktober 2025, . , https://s. id/Man_Raf Published By: Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 Article History: Submitted : 15/05/2024 Reviewed : 09/08/2025 Accepted : 15/09/2025 Published : 31/10/2025 RESPON INTOLERANSI BERAGAMA BERDASARKAN 1 PETRUS 4:12-14 Marlon Butar-butar1* Sekolah Tinggi Teologi Ebenhaizer Tanjung Enim *)Email Correspondence: up2mstte@gmail. Abstract: The issue of intolerance and violations of religious freedom in Indonesia poses a threat to interfaith harmony, particularly for Christian students. This study aims to analyze the biblical response to religious intolerance according to 1 Peter 4:12-14 and provide practical guidance for Christian students facing persecution. The methodology used is qualitative, with a descriptive analysis of biblical texts. The findings indicate that suffering and persecution are part of the Christian faith journey, where persecution is understood as a test that strengthens In conclusion. Christian students need to be equipped with an understanding of religious moderation, in-depth Christian education, and church training to face intolerance wisely and compassionately, allowing them to remain steadfast in their faith while respecting the diversity around them. Keywords: Intolerance in Indonesia. Bible Study. 1 Peter 4:12-14. Persecution. Christian Student. Abstraksi: Masalah intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia menjadi ancaman bagi kerukunan antar umat beragama, terutama bagi siswa Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Alkitabiah tentang intoleransi beragama berdasarkan 1 Petrus 4:12-14, serta memberikan panduan praktis bagi siswa Kristen dalam menghadapi Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif yang didahului eksegese terhadap teks Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderitaan dan persekusi merupakan bagian dari kehidupan iman Kristen, di mana persekusi dipandang sebagai ujian yang memperkuat iman. Kesimpulannya, siswa Kristen perlu dilengkapi dengan pemahaman moderasi beragama, pelajaran agama Kristen yang mendalam, dan pembinaan di gereja agar dapat menghadapi intoleransi dengan bijaksana dan penuh kasih, sehingga tetap teguh dalam iman sambil menghormati keberagaman di sekitar mereka. Kata kunci: Intoleransi di Indonesia. Bible Study. 1 Peter 4:12-14. Persekusi. siswa/i Kristen Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 160 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf PENDAHULUAN Bangsa Indonesia dengan tingkat kerukunan umat beragama yang cukup baik, namun realita di lapangan menunjukkan adanya persoalan serius sebagai berupa sikap intoleransi di berbagai daerah, seperti intoleransi, bahkan radikalisme agama. Fenomena ini bukan hanya menjadi ancaman bagi keutuhan Masyarakat secara umum, namun juga terjadi di sekolah- sekolah, yang akhirnya siswa mengalami diskriminasi dan perlakuan yang tidak adil hanya dikarenakan iman yang berbeda dengan mayoritas. Dalam konteks inilah siswa Kristen perlu dilengkapi dengan pemahaman teologia yang benar, agar mampu merespon dengan benar, salah satunya melalui perenungan terhadap teks 1 Petrus 4:11-12. Indonesia menerima indeks kerukunan beragama yang tinggi dalam setiap tahunnya, namun sikap intoleransi dan radikalisme agama mengancam keutuhan dan kerukunan beragama. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Terletak diantara benua Asia dan Australia, serta dikelilingi oleh samudra. Pasifik dan Hindia. Indonesia mengakui enam agama, yaitu Islam. Kristen (Protestan dan Katoli. Hindu. Buddha, dan Konghucu. Pengakuan ini diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Penetapan Presiden Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. 2 Realitas ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara multikultural yang sangat kaya akan berbagai suku, adat, budaya, etnis, dan Imam Subchi And Others. AoReligious Moderation In Indonesian MuslimsAo. Religions, 5 . Doi:10. 3390/Rel13050451. Faturohman Faturohman. Afi Nurul Febriyanti. And Jihan Hidayah. AoKebebasan Beragama Sebagai Bagian Dari Hak Asasi ManusiaAo. Aliansi: Jurnal Hukum. Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 1. Pp. 312Ae23. Doi:10. 62383/Aliansi. V1i3. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 3 Meskipun demikian, pelaksanaan kebebasan beragama di Indonesia masih intoleransi dan konflik antaragama di beberapa daerah. 4 Ini merupakan fenomena yang harus dihadapi. Berdasarkan Indonesia Intoleransi telah menjadi aspek kritis yang memengaruhi kehidupan sosial dan politik di negara ini. 6 Konflik antara orang-orang beragama sering terjadi di masyarakat religius, termasuk di negara demokratis seperti Indonesia, dengan berbagai skala konflik dan berbagai bentuk penganiayaan, sementara hukum sering kali tidak memihak pada kebenaran dan keadilan. 7 Konflik sering muncul akibat perbedaan interpretasi ajaran agama, ketidakadilan sosial, dan sentimen primordial yang mendalam. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai tindakan yang bertentangan dengan pengakuan dan pelaksanaan Tsania Rahma And Others. AoIntolerance In The Flow Of Information In The Era Of Globalization: How To Approach The Moral Values Of Pancasila And The Constitution?Ao. Indonesian Journal Of Pancasila And Global Constitutionalism, 1. Pp. 33Ae118. Doi:10. 15294/Ijpgc. V1i1. Subchi And Others. Rifki Rosyad And Others. Comparing Religious Intolerance In Indonesia By Affiliations To Muslim Organizations, 2021. A R Shidiq And Others. AoComparing Religious Intolerance In Indonesia By Affiliations To Muslim OrganizationsAo. Pacific Affairs, 2023. Doi:Https://Doi. Org/Doi:10. 5509/20239615. Adolfina Elisabeth Koamesakh And Iwan Setiawan Tarigan. AoReaffirmation Of Religion Intolerance And Inability Of Justice In The Case Of Apostle Paul Politics. Nepotism. Corruption And NeutralityAo. The International Journal Of Education. Theology. And Humanities, 1 . Pp. 21Ae34. Anastasia Yuni Widyaningrum And Noveina Silviyani Dugis. AoTerorisme Radikalisme Dan Identitas KeindonesiaanAo. Jurnal Studi Komunikasi (Indonesian Journal Communications Studie. , . Doi:10. 25139/Jsk. V2i1. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 161 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf hak-hak 9 Defenisi ini menegaskan persoalan perbedaan pandangan, tetapi merupakan pelanggaran terhadap hak azasi manusia. Karena itu persoalan intoleransi di Indonesia bukan hanya sekedar gesekan sosial, melainkan ancaman terhadap kerukunan. Sebagai negara yang berlandaskan hukum. Indonesia mengakomodasi keberagaman agama dengan berbagai cara, termasuk menerbitkan undang- undang untuk menciptakan kerukunan antar umat UUD 1945, terutama pada pasal 29 ayat 1 dan 2, serta pasal 28E ayat 1 dan 2 setelah amandemen, menegaskan bahwa negara menjamin kebebasan beragama bagi setiap 10 Di tingkat lokal, pemerintah mengimplementasikan kebijakan sesuai dengan konteks wilayah melalui PERDA. Dengan demikian, secara yuridis, kebebasan warga negara untuk mengekspresikan keyakinan mereka sudah cukup kokoh. Meskipun intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama masih sering terjadi di Indonesia. 12 Menurut Clara Ignatia Tobing, tindakan intoleransi agama di Indonesia umum terjadi dibandingkan di Filipina. 13 Sejarah mencatat berbagai kasus konflik agama Imdadun Rahmat. AoJaminan Kebebasan Beragama Dan Berkeyakinan Di IndonesiaAo. Jurnal Hak Asasi Manusia, 11. Pp. 1Ae33. Doi:10. 58823/Jham. V11i11. Rosyad And Others. Rosyad And Others. Daniel M. Nainggolan. AoIntolerance And Fear: A Critical Analysis Of Cases Of Religious Intolerance In Indonesia Based On A Study By Martha NussbaumAo. Formosa Journal Of Multidisciplinary Research, 2. Pp. 41Ae54. Doi:10. 55927/Fjmr. V2i1. Clara Ignatia Tobing And Nestor C. Nabe. AoIntolerance Acts In Philippines And Indonesia: A Comparative StudyAo. Shs Web Of Conferences, . Doi:10. 1051/Shsconf/20185405007. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 seperti di Poso. Jawa Timur, dan Bogor yang mencerminkan ketegangan yang ada di Masyarakat. 14 Berdasarkan laporan resminya bahwa tahun 2023 ada pelanggaran kebebasan beragama, dan tahun 2024 tercatat 260 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) bahkan terdapat 402 tindakan pelanggaran secara Grafik 1. Tindakan pelanggaran kebebasan beragama juga telah merambah dunia pendidikan 16 Menurut data dari SETARA Institut, terjadi kenaikan kelompok intoleransi aktif pada siswa SMA sederajat dari tahun 2016 sebesar 2,4% menjadi 5% pada tahun 2023. 17 Salah satu contoh kasus yang cukup viral di media social adalah kasus siswa kristiani dipaksa memakai hijab di sebuah SMK Negeri di kota Padang Ae Sumatera Barat. 18 Pemaksaan ini didasarkan pada kebijakan walikota Padang No. 442/BsINSOS-i/2005 Imam Hanafi. AoAgama Dalam BayangBayang FanatismeAo. Toleransi : Media Komunikasi Umat Beragama, 10. Pp. 48Ae67. Mediana. AoGuru Agama Punya Andil Penting Dalam Moderasi Beragama Kompas. IdAo, 2021. Abid Rohman And Lilik Huriyah. AoSocial Engineering Of Islamic Religious Education In Preventing Intolerance And Radicalism In The School EnvironmentAo. Kne Social Sciences, 2022 . Pp. 642Ae59. Doi:10. 18502/Kss. V7i8. Halili Hasan. AoKasus Perundungan Dan Intoleransi Di Sdn Jomin Barat Ii: Cegah Menguatnya Ekosistem Intoleransi Di Dunia PendidikanAo, 2023. Wahyu. AoViral. Siswi Nonmuslim Di Smkn 2 Padang Dipaksa Pakai JilbabAo, 2021. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 162 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf yang mengharuskan semua siswi di kota yang memiliki julukan AuKota TercintaAy menggunakan hijab. Dari semua data di atas, dapat intoleransi sulit untuk dihilangkan di Indonesia, terlepas dari seberapa keras Selain itu, dari pelanggaran kebebasan beragama, bahkan penganiayaan, merupakan realitas yang melekat dalam kehidupan para percaya. Filipi 1:29 mengatakan bahwa penderitaan adalah karunia bagi orang percaya, bahkan 1 Petrus 2:19-21 menjelaskan bahwa penderitaan adalah sebuah panggilan. Tuhan Yesus telah terlebih dulu menderita bagi orang percaya dan memberikan contoh untuk Jadi penderitaan adalah sesuatu yang akrab bagi kehidupan iman orang percaya sejak awal. Yang bagaimana para bsiswa Kristen mampu menyikapi penderitaan yang dengan benar? Apakah dasar Alkitab bagi para siswa dalam menghadapi Pertanyaan-pertanyaan ini yang akan menjadi pemandu bagi penelitian ini. Penelitian beragama telah dikaji oleh para peneliti sebelumnya, baik dari perspektif hukum, moderasi beragama, maupun Leonard C Sebastian dan Alexander mengkaji trans special intolerance in Indoensian. Penelitian ini menjelaskan bahwa Selama dua dekade terakhir, masyarakat Indonesia mengalami peningkatan konservatisme Islam. Hasil menyuguhkan bahwa peningkatan Putri Mega Meilani And Ira Fatmawati. AoSimbol Dan Identitas: Kebijakan Penggunaan Jilbab Pemerintah Kota Padang Terhadap Siswi Muslim Dan Non-MuslimAo. Journal Of Citizenship, 1. Pp. 34Ae 47. Doi:10. 37950/Joc. V1i1. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 konservatisme ini sering disertai dengan intoleransi terhadap minoritas 20 Medhy Aginta Hidayat, dkk. Mengkaji intolerance: explaining the sociocognitive dimensions of religious intolerance among Indonesian youths. Penelitian ini membahas dimensi sosiomental intoleransi agama di kalangan pemuda Indonesia, dengan fokus pada peran komunitas pemikiran. Data dari survei 500 siswa SMA dan wawancara 50 siswa di Jawa Timur dipengaruhi oleh komunitas mayoritas. Dua kategori intoleransidiidentifikasi menjadi intoleransi dalam pemikiran dan intoleransi dalam pemikiran dan Penelitian ini menekankan pentingnya pemberdayaan komunitas pemikiran untuk mencegah intoleransi 21 Hariyadi, dkk, mengkaji compraing religious intolerance in Indonesian by affilation to muslim Penelitian ini membahas perbedaan tingkat intoleransi agama di Muslim Indonesia berdasarkan afiliasi dengan organisasi Muslim. Studi ini menggunakan survei besar, yaitu Indonesia Family Life Survey- 5, dan analisis regresi logistik Temuan ini menambah pemahaman tentang hubungan agama dan masyarakat, khususnya dalam konteks hubungan antaragama di Indonesia. 22 Hendrikus Maku dan dkk mengkaji Cak Nur pluralism: criticism Leonard C. Sebastian And Alexander R. Arifianto. AoTrans Special Section On Growing Religious Intolerance In IndonesiaAo. Trans: Trans-Regional And National Studies Of Southeast Asia, 8. Pp. 1Ae5. Doi:10. 1017/Trn. M A Hidayat And Others. AoSociomental Of Intolerance: Explaining The Socio Cognitive Dimensions Of Religious Intolerance Among Indonesian YouthsAo. Talent Development & A, 12. Pp. 2215Ae36 . Shidiq And Others. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 163 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf intolerance in Indonesian. Artikel ini membahas fenomena intoleransi agama di Indonesia melalui perspektif pluralisme Cak Nur. Artikel ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini mengajak membangun kesadaran bersama tentang nilai-nilai pluralisme untuk mengurangi perilaku dan tindakan intoleransi. Kajian Teologis terhadap 1 Petrus 2:18-25 dan sikap orang Kristen terhadap ancaman politik identitas sebagai satu kajian praktis di tengah kepelbagaian adalah tulisan-tulisan yang membahas tentang intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama yang dialami oleh orang percaya. Kajian ini lebih spesifik menyoroti bagaimana sikap siswa Kristen dalam menghadapi pelanggaran kebebasan beragama didasarkan pada 1 Petrus 4:12-14. Oleh karenanya, hal inilah yang menjadi gap . Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan refleksi teologis yang membantu para siswa Kristen Alkitabiah intoleransi dan pelanggaran kebebasan METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegese serta analisis deskriptif terhadap 1 Petrus 4:12-14. Penulis akan mendapatkan pemahaman teologis dan Sumber pustaka tambahan, buku-buku primer akan digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang teks tersebut akan dijelaskan melalui Hendrikusi Maku And Others. AoCak Nur Pluralism: Criticism Of The Phenomenon Religious Intolerance In IndonesiaAo. International Journal Of Humanities Education And Social Sciences (Ijhes. , 3. Pp. 1913Ae24. Doi:10. 55227/Ijhess. V3i4. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 beberapa tahapan penelitian. Pertama, penulis akan memaparkan dasar teologis mengenai intoleransi atau penderitaan yang dipahami sebagai bagian yang tak terpisahkan dari iman orang percaya. Kedua. Penulis akan menguraikan sikap yang tepat terhadap Intoleransi prinsip-prinsip Alkitab, sehingga siswa Kristen diperlengkapi untuk merespon secara benar, sekaligus tetap teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus. HASIL dan PEMBAHASAN Di Tengah realitas masyarakat yang majemuk, sikap intoleransi masih menjadi ancaman nyata bagi kerukunan dan keharmonisan sosial. Intoleransi beragama terpampang nyata dalam perlakuan buruk, hingga persekusi, yakni tindakan sewenang-wenang dan penganiayaan terhadap individu atau kelompok beragama. Fenomena ini juga dialami oleh umat Kristen di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, yang menurut laporan Open Doors menempati peringkat ke-10 negara dengan tingkat persekusi tertinggi pada periode 2020Ae2021. Fakta persekusi itu masih tampak pada laporan SETARA Penelitian-penelitian terbaru turut menegaskan bahwa intoleransi tetap kebinekaan Indonesia. Syafrudin dan Asrori dalam penelitiannya menekankan Pendidikan peneliti ini melihat bahwa realitas persekusi sangat tampak di Masyarakat Indonesia. Demikian juga dengan penelitian Hidayat dan Sari yang menunjukkan bahwa intoleransi beragama masih mengemuka dalam dinamika sosial- politik bangsa. Bahkan. Nurhadi dan Fathoni menyoroti bahwa pluralisme di Indonesia kerap disertai gesekan sosial yang berpotensi Ketiga Nurhadi A. Fathoni. AoPluralisme Dan Intoleransi: Analisis Dinamika Hubungan Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 164 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf peneliti ini bukan hanya menyoroti berbgai fakta intoleransi yang berujung pada persekusi, melainkan juga respon Masyarakat yang dipersekusi. Kekristenan sendiri sejak awal erat kaitannya dengan persekusi. Yesus mengalami penolakan, ancaman fisik, dan akhirnya penyaliban. Para muridNya pun menghadapi penganiayaan, bahkan sebagian besar meninggal sebagai martir (Kis. 8:1Ae . Sejarah mencatat bahwa gereja tidak pernah terlepas dari realitas penderitaan, baik dalam bentuk diskriminasi maupun kekerasan terbuka. Karenanya dalam pengajaran Yesus dan para murid, selalu menegaskan bahwa realitas persekusi akan nyata dalam perjalanan umat Tuhan di segala penjuru dalam berbagai bentuk moderasi beragama merupaka strategi penting untuk meredam gejala 26 Sementara berdasarkan konteks tersebut. Rasul Petrus dalam surat-suratnya kepada jemaat-jemaat yang tersebar di berbagai wilayah berusaha mengingatkan kepada orang percaya bahwa Yesus memberikan teladan dan terlebih dulu mengalami Karena itu 1 Petrus 4:12Ae14 menjadi teks penting untuk memahami penderitaan orang percaya. Petrus menegaskan bahwa penderitaan karena mengejutkan, melainkan ujian yang justru memperteguh iman. Ia juga merupakan bagian dari identitas orang percaya yang mengikuti teladan Kristus. Lebih jauh, penderitaan yang dihidupi dengan benar mendatangkan kemuliaan bagi Allah. Perspektif ini relevan untuk dipelajari siswa Kristen agar mereka mampu menghadapi realitas intoleransi dan persekusi di sekolah dengan sikap iman yang benar. Tentunya proses Antaragama Di Indonesia KontemporerAo. Jurnal Sosial Dan Budaya, 20. Syafrudin And A. Asrori. AoPendidikan Moderasi Beragama Untuk Menanggulangi Intoleransi Di IndonesiaAo. Jurnal Pendidikan Islam, 12. Pp. 145Ae60. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 mengakibatkan konflik fisik dan batin. Karena mempersiapkan para siswa melihat dan paradigma yang terbangun dari tulisan Petrus. Persekusi iman Dalam Surat 1 Petrus Latar belakang Surat 1 Petrus Surat Petrus kepada umat Tuhan yang berada di Asia Petrus Membuka dan menutup suratnya dengan dorongan agar orang percaya mengalami pertumbuhan iman, meskipun di tengah penderitaan. 27 Surat Petrus ditujukan kepada orang-orang percaya di Asia Kecil yang mengalami penderitaan akibat iman mereka kepada Yesus Kristus. Mereka merupakan kelompok minoritas yang diperlakukan buruk oleh penguasa dan masyarakat, seringkali mengalami ancaman, fitnah, dan ketidakadilan. Dalam situasi ini. Petrus mengingatkan mereka untuk tetap menghadapi ancaman. Ia menekankan bahwa pencobaan iman memiliki nilai lebih berharga daripada emas dan dapat membantu mereka bertahan. Petrus juga mengingatkan akan identitas mereka di hadapan Allah saat ditolak oleh Dari tulisannya, nampak bahwa Petrus tengah mempersiapkan orang percaya dalam menghadapi berbagai pencobaan dan bersiap menghadapi siksaan yang bisa terjadi dalam hidup orang percaya pada saat itu dan waktu-waktu kemudian28 peringatan Petrus kepada orang percaya pada saat itu karena mereka berada daerah kekuasaan kekaisaran Roma yang Elwell Walter A And Robert W Yarbrough. Encountering The New Testament : A Historical And Theological Survey. Edisi 3 (Grand Rapids : Baker Academic, 2. Soleman Daud Molina. AoSikap Orang Percaya Dalam Menghadapi Kesukaran: Refleksi Surat-Surat PetrusAo. Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Pelayanan Kristiani, 1. Pp. 13Ae24. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 165 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf berusaha membinasakan orang Kristen yang dituduh sebagai menghancurkan sebagian besar kota Roma. Nero yang sengaja menyulut Roma melimpahkan kesalahan kepadaorang Kristen. 29 Sejak saat itulah, kekaisaran Roma dengan sengaja mengejar dan menghukum orang Kristen di seluruh wilayah kekaisaran Romawi. Melihat realita itu Petrus berusaha mempersiapkan orang percaya dalam menghadapi penderitaan dengan berkali-kali membicarakan penderitaan yang Kristus telah alami sebagai teladan bagi orang percaya. Petrus menekankan bahwa orang Kristen harus menyadari bahwa penderitaan adalah resiko atas keputusan menjadi pengikut Kristus. Sekalipun demikian, orang percaya akan mampu menghadapi penganiayaan jika melibatkan Kristus. Melalui iman yang tertuju kepada Kristus, orang percaya mampu menghadapi penganiayaan yang mereka alami. Persekusi iman berdasarkan 1 Petrus 4: 12-14 Teks Petrus 4:12-14 menjelaskan bahwa penderitaan adalah keniscayaan yang pasti dialami oleh orang percaya. Oleh karena itu. Petrus mengingatkan agar mereka tidak heran ketika mengalaminya. Petrus bahkan mendorong mereka untuk berbahagia ketika mengalami penderitaan karena Kristus, karena hal itu menjadi bukti bahwa Roh Allah ada bersama mereka. Oleh karena itu, mereka tidak perlu karena mengalami siksaan berat karena iman mereka. Pencobaan yang berdampak pada penderitaan dari pihak lain adalah pengalaman yang tak terpisahkan dari Jon Mister R. Damanik. AoDampak Dikeluarkannya Edik Milano 313 Bagi Kebebasan GerejaAo. Logon Zoes: Jurnal Teologi. Sosial Dan Budaya, . Pp. 35Ae45. Doi:10. 53827/Lz. V4i1. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 Mereka melakukan persekusi, agar orang Kristen mundur dari iman mereka. Jika kita mengamati fakta persekusi dalam teks ini, terlihat jelas bahwa hal itu dipicu oleh penderitaan karena iman kepada Kristus. Oleh karena itu, dalam menghadapi persekusi, orang percaya perlu memandang pada penderitaan Yesus Kristus. 30 Jemaat penerima surat Petrus mengalami tekanan agar mereka meninggalkan dan menyangkal iman Iman kepada Yesus Kristuslah yang menjadi penyebab mereka termasuk penderitaan fisik. Namun, yang menjadi penekanan teks ini adalah bagaimana agar mereka tetap bertahan dalam iman sekalipun menghadapi 31 Surat 1 Petrus ini menjelaskan beberapa hal berkaitan dengan persekusi iman, antara lain: Persekusi iman Itu hanya sebuah ujian Dalam 1 Petrus 4:12, kata Ujian berasal dari kata aEU bentuk akusatif dari peirasmos32, berarti "ujian" atau "pencobaan. " Kata ini membawa konotasi pedagogis, di mana penderitaan Kristus (Witness. Petrus memberikan nasihat secara terbuka dan penghiburan kepada orang-orang percaya yang bertujuan untuk membentuk karakter dan iman. Dalam tulisannya. Petrus menggunakan metafora AuapiAy untuk menggambarkan proses ujian yang dialami oleh orang percaya, suatu analogi yang erat kaitannya dengan praktik pemurnian logam mulia dalam dunia kuno. Sebagaimana logam mulia dimurnikan melalui panas yang intens guna Jonar T. Situmorang. Sejarah Gereja Umum (Penerbit Andi, 2. Jonar Situmorang. Teguh Dalam Pengajaran. Dewasa Dalam Iman (Penerbit Andi, 2. Jay P. Green. The Interlinear Bible Hebrew-Greek-English (Massachusetts: Hendrikson Publishe. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 166 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf ketidaktulenan, demikian pula iman diuji melalui penderitaan untuk keteguhan yang sejati. Iman yang tidak mengalami ujian tidak memiliki dasar pembuktian yang otentik terhadap Grudem menjelaskan Petrus memandang penderitaan sebagai sarana Allah menguatkan iman umat-Nya, dan bahwa penderitaan adalah bagian integral dari kehidupan Kristen. Meskipun terlihat dengan jelas bahwa penderitaan yang dialami oleh umat Allah sangat berat. Petrus menasihati agar mereka tidak terkejut, seakan- akan peristiwa itu adalah sesuatu yang tidak mereka Petrus menyatakan bahwa tidak ada yang sebagai ujian yang akan dihadapi oleh orang Kristen. Jika mengacu pada Injil. Yesus memperingatkan bahwa penderitaan akan menjadi alat uji bagi para pengikut-Nya. Iman mereka akan diuji dengan berbagai cara, dan akan ada upaya sistematis untuk meniadakan iman Kristen dan simbol-simbolnya. Yesus sejak awal sudah menjelaskan agar pengikut- Nya menyangkal diri dan menjadikan diri-Nya teladan. Ujian merupakan pengalaman yang tidak bisa dihindari oleh seorang murid Yesus. Sesungguhnya, jika seseorang benar-benar melaksanakan firman Tuhan dalam kehidupannya, orang itu akan mengalami berbagai kesulitan dan penderitaan, terutama dalam hal iman. Penderitaan akan selalu menyertai dalam peperangan Persekusi merupakan salah satu alat yang berguna bagi pembentukan karakter dan pengokohan iman Wayne Grudem, 1 Peter: An Introduction And Commentary (Il: Ivp Academic. Molina. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 35 Oleh karena itu, saat seorang percaya mengalami persekusi, saat itu merupakan ujian iman agar orang tersebut bisa bertahan, melewati, dan meningkatkan imannya ke level yang lebih kuat. Istilah "nyala api" menunjukkan betapa dahsyatnya persekusi tersebut, dan hanya orang Kristen sejati yang mengalami ujian 36 Karena persekusi adalah sebuah ujian, maka hal itu sangat baik untuk orang percaya. Persekusi Iman Itu Bagian Orang Karunia untuk menanggung ketidakadilan bersumber dari teladan Yesus penderitaan-Nya bukan disebabkan oleh dosa atau kesalahan-Nya. Orang percaya mengikuti teladan Yesus. Istilah "mengikuti" bahwa seseorang harus berada di Bagian dari mengikuti teladan Kristus adalah penderitaan, yang berasal dari persekusi oleh pihakpihak yang tidak mempercayai Yesus maupun melalui interaksi dengan sistem sosial yang tidak mengikuti ajaran Alkitab. 37 Petrus menuliskan untuk bersukacita dalam penderitaan yang di hadapi. Dalam bahasa Yunani bersukacita berasalal dari NAAEA . , bentuk imperatif presens aktif dari kata kerja NAO . Dengan arti Aubersukacita. Aubergembira, atau merasa senang secara mendalam. Ay Dalam konteks penderitaan, bentuk kontras paradoksal, di mana sukacita bukan karena keadaan yang Stevanus Kalis. AoMemaknai Kisah Ayub Sebagai Refleksi Iman Dalam Menghadapi PenderitaanAo. Logia. Jurnal Teologia Pentakosta, 1 No 1 . William Barclay. Pemahaman Alkitab Setiap Hari Surat Yakobus, 1 Dan 2 Petrus (Bpk Gunung Mulia, 2. Molina. Jay P. Green. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 167 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf menyenangkan, melainkan karena makna teologis dari penderitaan itu Grudem mencatat bahwa penggunaan imperatif AuchaireteAy dalam konteks penderitaan menunjukkan Aua deliberate choice to respond to suffering with joy,Ay . ebuah pilihan yang disengaja untuk merespon penderitaan dengan sukacit. yang bertentangan dengan reaksi alami manusia, tetapi mencerminkan sikap orang percaya yang memahami Persekusi itu terjadi pada orang percaya dengan cara dan alasan yang sama seperti yang dialami Yesus. Penyerangan terhadap iman harus dilihat sebagai bagian hidup yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup. Oleh Yesus, menerima persekusi terhadap iman akan menjadi bagian yang tidak Iman orang percaya sangat kontradiktif dengan keinginan serta kemauan masyarakat luas yang tidak percaya kepada Yesus. Meskipun tidak ada persekusi fisik, tetap ada keadaan yang terjadi secara natural, yakni pertentangan antara iman dan realita yang terjadi di masyarakat. Itu adalah Persekusi itu tidak akan membawa kehancuran jika seorang percaya menyadari bahwa penolakan, pengasingan, dan pemaksaan akan selalu menjadi bagian dari hidup orang percaya dan tidak mungkin dipisahkan dari perjalanan iman. Persekusi Itu mendatangkan kemuliaan Tuhan Kata "kemuliaan" dalam ayat ini berasal dari kata Yunani U Grudem. Timothy Keller. Walking With God Through Pain & Suffering: Berjalan Bersama Allah Melalui Kesulitan Dan Penderitaan, 1st Edn (Literatur Perkantas Jatim, 2. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 41, yang memiliki makna secara kehormatan, cahaya kemuliaan, atau manifestasi hadirat Allah. Yang secara harfiah Sesungguhnya, jika seorang Kristen turut dalam dan meneladani penderitaan Kristus, maka dia akan secara otomatis ikut dalam garis kemuliaan-Nya. Dalam konteks 1 Petrus, penderitaan karena nama Kristus justru menegaskan kehadiran Allah melalui Roh-Nya. Teks ini paralel dengan hal yang Yesus, dalam penderitaan-Nya Dia disertai oleh kemuliaan Bapa . Yoh. 17:1Ae. Roh kemuliaanAy sebagai penggemaan kemuliaan Shekinah dalam Perjanjian Lama yang sekarang hadir dalam diri umat percaya melalui Roh Kudus. Oleh konsekuensi dari mempertahankan Ketika seseorang mengalami penderitaan. Roh Kudus akan memampukan dan menolong orang itu menghadapinya, karena Roh Kudus adalah Roh Ketika orang itu mampu bertahan dalam persekusi, hal itu akan menjadi semangat bagi yang lain. Orang lain akan memuji Tuhan yang hebat, orang-orang di sekitarnya akan melihat iman yang nyata. Dengan demikian, banyak orang akan menjadi percaya dan memuliakan Tuhan. Hal ini menjelaskan bahwa penganiayaan adalah jalan menuju kemuliaan. Menyikapi Persekusi Iman berdasarkan 1 Petrus 4: 12-14 Meskipun situasi yang dialami oleh umat Tuhan pada saat Petrus menuliskan suratnya berbeda dengan kondisi saat ini, secara prinsip dapat ditemukan benang merah untuk Kristen Jay P. Green. Karen H. Jobes, 1 Peter (Baker Exegetical Commentary On The New Testament. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 168 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf menghadapi situasi yang mengguncang iman mereka, seperti persekusi dalam bentuk peraturan- peraturan yang keyakinan mayoritas. Salah satunya adalah penggunaan seragam agamis bagi siswi Kristen. Sikap praktis utama yang sebaiknya diterapkan adalah memenuhi hukum Kristus. Mereka yang menolak Yesus adalah orang yang tidak mengerti kasih karunia dan merupakan objek 44 Karena itu, jika para siswa mendapatkan perlakuan buruk atau mereka sedang dalam proses memenuhi hukum Kristus, di mana ada aturan bahwa kejahatan tidak boleh dibalas dengan kejahatan. Meskipun mendapatkan persamaan hak dapat dilakukan, hal itu tidak akan mengubah Kristus. Setiap kehadiran mereka sebagai pengikut Kristus bersifat kontroversial di tengah berbagai aturan lingkungan di mana mereka berada. Para siswa tidak Karenanya, mereka harus rela dan bersedia menerima penderitaan sebagai bagian dari kehendak Allah. Ketika siswi Kristen menghadapi persekusi, itu adalah saat yang tepat untuk menyaksikan kasih Kristus di lingkungan mereka. Pada saat seperti itulah Injil disampaikan secara terbuka melalui sikap para siswi Kristen, meskipun harus melewati proses yang tidak mudah. Sikap inilah yang diharapkan dari para siswi Kristen yang bersedia mengikuti jejak Yesus. Di saat situasi ini terjadi, siswa Kristen justru akan memahami sukacita spiritual, di mana mereka berhasil mengguncang iman. Penderitaan yang mereka alami membawa mereka lebih Ladd George. A Theology Of The New Testament (Eerdmans Publishing Company. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 dekat kepada Yesus. 44 Persekusi yang membawa mereka memiliki kesamaan dengan Yesus Kristus. Inilah sebuah menaklukkan lawan, tetapi karena kerelaan mengikuti jalan yang sama seperti Yesus yang rela disalibkan. Memang ini dapat dikatakan ironis dan kontradiktif, tetapi seorang siswa Kristen yang sejati akan mampu memahami rahasia kemenangan Yesus kedatangan Yesus ke bumi. Persekusi terhindarkan dari perjalanan-Nya. berdiam diri bukan karena tidak mampu atau berkuasa, tetapi karena Ia ingin mencapai tujuan ilahi dari persekusi itu. Seorang siswa Kristen sejati harus berani melihat bahwa bertahan dalam iman saat menghadapi persekusi adalah jalan kemenangan yang sejati: menang nurani, persungutan, dan kemarahan. Dengan demikian, mereka mencapai tujuan ilahi saat menghadapi persekusi Kemungkinan hal itu akan dilihat sebagai kelemahan, karena pada zaman mempertahankan hak dengan segala cara sekalipun menimbulkan kekacauan. Sedangkan pengikut Kristus dituntut berlaku sebagaimana yang Kristus Dalam dihadapkan pada situasi dimana mereka perlu menyesuaikan diri dengan aturan sekolah, termasuk dalam hal berpakaian. Ketika aturan tersebut dengan identitas iman dan berpotensi menimbulkan konflik atau keonaran. The Pulpit Commentary (Volume Xxii. Vol. Epistles Of Peter I-i John & Jude. The Revelation (Macdonald Publishing Compan. David Platt. Follow Me (Ikutlah Ak. Panggilan Untuk Mati. Panggilan Untuk Hidup (Literatur Perkantas Jatim, 2. Merrill C. Tenney. Survei Perjanjian Baru (Gandum Mas, 2. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 169 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf pilihan ntuk menaati peraturan dapat dipahami sebagai bentuk kedewasaan iman yang menempatkan kesaksian hidup kristiani di atas kepentingan Sikap ini menjelaskan bahwa ketaatan kepada Kristus tidak selalu terhadap regulasi, melainkan melalui kehilangan identitaas iman. Dengan demikian kekuatan iman siswa kristen tidak diukur dari simbol lahiriah semata, melainkan dari ketetapan hati dalam menjalankan kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus dan tetap memuliakan Tuhan saat melakukan aturan. Inilah yang disebut kekuatan iman, karena iman seorang siswa tidak pernah dikalahkan oleh aturan apa pun, meskipun harus menggunakan jilbab. Implikasi Bagi Para Siswa Kristen Semua pemahaman di atas tidak akan secara otomatis bisa dimengerti dan dipraktikan oleh para siswa/i Kristen. Diperlukan upaya untuk menanamkan pemahaman tersebut kepada mereka. Adapun hal- hal yang menanamkan kebenaran pemahaman tentang iman kepada Kristus serta konsekuensi dalam kehidupan yang beragama antara lain: Mempersiapkan Siswa-siswi Menghadapi Realita Persekusi Berdasarkan Eksegese terhadap 1 Petrus 4:12Ae14 menegaskan bahwa persekusi bukanlah sesuatu yang asing, melainkan bagian dari pengalaman iman Kristen. Dengan demikian, siswa perlu dipersiapkan untuk menghadapi persekusi yang mucul secara teologis dan praktis, dimana persekusi harus dipahami sebagai ujian iman di lingkungan sekolah yang memperteguh iman kepada yesus Kristus. Lebih jauh persekusi itu dipandang sebagai bagian dari perjalanan iman, sehingga tidak bisa dilihat sebagai sesuatu yang asing dan kelemahan, melainkan konsekuensi P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 dari kesetiaan kepada Injil Tuhan Yesus , maka pada saat itulah akan terlihat sikap yang memuliakan Tuhan. Hal ini sejalan dengan program beragama, karena dengan sikap di atas, penghargaan kepada nilai- nilai yang diyakini oleh siswa lain di sekolah. Hal itu juga mendorong sikap saling menghormati dan mengurangi potensi konflik antarumat beragama dan Siswa diajarkan keterampilan membangun keyakinan atas dirinya, sekaligus komunikasi yang efektif untuk berpartisipasi dalam diskusi yang menghilangkan identitasnya sebagai Kristen. Siswa belajar negaskan identitas mereka dengan cara yang menghormati keberagaman. 47 Hal ini penting bagi para siswa/i Kristen agar mereka menjadi pembawa damai dimanapun mereka berada . Roma 12:. Tidak jarang tindakan intoleransi bahkan persekusi dipicu oleh sikap hidup orang percaya yang kurang baik dan menyinggung iman serta keyakinan orang lain. Para siswa/i Kristen perlu diajarkan untuk hidup menghormati keyakinan orang lain, berdialog serta bergaul dengan semua orang tanpa membedakan imandan Mempersiapkan Siswa-Siswi Kristen Menghadapi Perilaku Intoleransi Beragama melalui Pelajaran Agama Kristen Pelajaran Agama Kristen intoleransi dan pelanggaran kebebasan Pemahaman teologis dari 1 Petrus 2:12-14, adalah salah satu aspek Meissiandani Ardilla And Others. AoPenanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Bingkai Pendidikan Agam KristenAo. Jurnal Ilmu Pendidikan, 1. Pp. 629Ae42. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 170 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf yang diajarkan, meliputi konsep tentang kasih, pengampunan, dan ketahanan dalam iman. Siswa dibekali dengan bagaimana iman Kristen mengajarkan Studi kasus dari Alkitab dan Kristen di masa lalu menghadapi persekusi, memberikan contoh nyata yang dapat diikuti siswa. Latihan praktis juga diberikan dalam bentuk latihan dan simulasi untuk menghadapi situasi intoleransi, seperti role-playing dan diskusi kelompok. Siswa dilatih untuk merespons dengan bijak dan penuh kasih dalam situasi Dengan pendekatan yang komprehensif ini, siswa Kristen dapat dipersiapkan dengan baik menghadapi tantangan intoleransi dan sambil tetap memegang teguh prinsipprinsip iman Kristen. Mempersiapkan Siswa-Siswi dalam Menghadapi Intoleransi Pelanggaran Kebebasan Beragama melalui Pembinaan di Gereja Pembinaan di gereja juga sangat penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi intoleransi dan Melalui program pembinaan, siswa diperdalam imannya dan diperkuat spiritualitasnya, termasuk pengajaran Alkitab, doa bersama, dan pembinaan Gereja juga menyediakan komunitas pendukung di mana siswa dapat berbagi mendapatkan dukungan dari sesame orang percaya, sehingga mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi Selain itu, melibatkan siswa dalam pelayanan social membantu Donna Crosnoy Sinaga And Others. AoPendidikan Agama Kristen Dalam Masyarakat MajemukAo. Prosiding Stt Erikson-Tritt, 1. Pp. 49Ae57. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 mereka mengembangkan empati dan keterampilan pelayanan, serta belajar menghadapi dan merespons intoleransi dengan cara yang konstruktif dan penuh kasih. 51 Dengan pendekatan yang komprehensif melalui moderasi beragama, pelajaran agama Kristen, dan pembinaan di gereja, siswa Kristen dapat dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi tantangan intoleransi dan Mereka belajar untuk menegaskan iman mereka dengan cara yang penuh kasih, bijak, dan menghormati keberagaman, sambil tetap memegang teguh prinsipprinsip iman Kristen. KESIMPULAN Penelitian ini mengidentifikasi persekusi yang dihadapi umat Kristen di Indonesia, mencakup penganiayaan fisik dan tekanan terhadap iman. Sejak zaman gereja mula-mula, persekusi telah menjadi kenyataan bagi kelompok minoritas, menunjukkan sifat tidak penderitaan dan tekanan psikologis. Meskipun mempromosikan toleransi beragama, kasus intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama tetap ada, sering kali dilakukan oleh kelompok mayoritas. Oleh karena itu, penting bagi siswa Kristen untuk memiliki pemahaman persekusi dengan cara yang tepat. Selain itu, ini juga membantu mereka tetap teguh dalam iman sambil menunjukkan sikap kasih dan pengertian terhadap orang lain. Kesimpulannya, terhadap umat Kristen di Indonesia adalah masalah yang kompleks dan Pendidikan mempromosikan moderasi dan dialog antarumat beragama sangat diperlukan untuk membangun empati dan toleransi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan analisis perbandingan antara komunitas Kristen di berbagai negara, serta mengembangkan program Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 171 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf pendidikan yang fokus pada moderasi beragama dan inisiatif pemberdayaan Ini meningkatkan ketahanan kelompok minoritas terhadap intoleransi. Daftar Pustaka