Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. Pengaruh Model Iklan pada Ekuitas Merek dan Minat Beli (Studi Kasus Produk Kopi Instan di Indonesi. Reza Rizky Dewantoro1. Wijaya Adidarma2 Program Studi S1 Teknik Industri - Universitas Bakrie Jl. Rasuna Said. Kav. C-22. Jakarta Selatan Wijaya. adidarma@bakrie. Submited Publish : 3 Januari 2019 : 25 Maret 2019 Abstract - The appeal of an advertisement is measured whether it can attract the attention of the viewers or not. For this purpose. TOP instant coffee uses a credible endorser to advertising its brand. This study is aimed to analyze the influence of the endorserAos credibility on brand equity and purchase intention. This research involved 162 respondents those are instant coffee lovers. The result found that the endorser credibility has positive impact on brand equity, but thereAos only one aspect that influence brand equity, that is trustworthiness. Other aspects of endorserAos credibility partially influence brand equity. Endorser credibility also has positive impact on purchase intention, but only for one aspect, that is trustworthiness. Others aspects those are attractiveness and expertise have no effect on purchase Brand equity also influence positively on purchase intention. Three aspects of brand equity including perceived quality, brand awareness and brand loyalty have significant effect on purchase intention, however only brand association that has no effect on purchase intention. Keywords: Credibility Endorser. Brand Equity. Purchase Intention iklan secara halus dapat mempengaruhi menghubungkan merek yang diiklankan dengan (Hollensen Schimmelpfenning, 2. Kredibilitas model berpengaruh pada menanamkan kesadaran akan suatu merek, membangun citra positif merek, dan mendorong konsumen untuk melakukan tidakan pembelian (Hardjanti dan Siswanto, 2. Model iklan yang kredibel dapat mengajak calon konsumen untuk mempercayai klaim yang dibuat oleh suatu merek jika ia memiliki pengetahuan yang elevan, keterampilan atau pengalaman dan dianggap berbobot (Ohanian, 1. Penggunaan model iklan sebagai pendukung adalah suatu tindakan yang sudah biasa, tetapi bukan berarti tidak ada resiko di dalamnya (Shimp dan Till, 1. Iklan yang menggunakan model iklan sebagai pendukung menimbulkan dua masalah, pertama adalah dalam hal biaya yang relatif maha. Kedua adalah Pendahuluan Iklan merupakan suatu alat komunikasi pemasaran yang kuat karena dapat dengan cepat menyebar luas pada masyarakat dan bersifat persuasif (Apejoye, 2. Tentunya, iklan yang menarik adalah iklan yang memiliki kemampuan untuk menarik perhatian konsumen atau calon Daya tarik dari suatu iklan diukur dari seberapa besar iklan mampu menarik perhatian pemirsanya. Salah satu cara agar suatu merek dapat dikenal cepat adalah dengan menggunakan model iklan yang kredibel (Hardjanti dan Siswanto, 2. Dukungan model iklan sangat efektif untuk mengiklankan produk (Spry dkk, 2. Model iklan dapat mempengaruhi perilaku pelanggan dan menjadi asset yang berharga untuk pemasar. Lebih lanjut, model iklan dapat memberikan kesaksian tentang manfaat menggunakan produk, mendukung sebuah produk, atau bertindak sebagai juru bicara untuk produk yang diiklankan (Blackwell dkk, 2. Selain itu, penampilannya di dalam adanya kemungkinan tujuan yang saling bertentangan dimana di dalam diri seorang model iklan terdapat perangkat kreatif yang cukup menonjol melampaui iklan itu sendiri sehingga memungkinkan dapat mengalihkan perhatian calon konsumen daripada membangun perhatian calon konsumen terhadap merek yang Oleh karena itu, suatu iklan dapat memperoleh salah satu dimensi efektivitas iklan tetapi akan kehilangan dimensi yang lain (Tanaka dkk, 2. Kopi instan Top Coffee di Indonesia juga menggunakan Iwan Fals yang merupakan musisi papan atas tanah air sebagai model iklan Kopi merek ini diluncurkan pada Kopi merek ini mencoba melakukan diferensiasi terhadap merek-merek kopi instan yang telah beredar di pasar yaitu dengan menciptakan cita rasa yang berbeda melalui paduan kopi robusta dan arabika. Menurut data dari Mix Marcomm tahun 2015, belanja iklan merek kopi ini di tahun itu merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 153,7 Namun demikian, merek kopi instan Top Coffee hanya berada di posisi ke-4 pada Top Brand Index . ,6%) untuk kategori kopi instan Indonesia . topbrand-award. Penggunaan model iklan pada kopi merek ini ternyata belum mampu menempatkannya di posisi yang baik di pasar. Benarkah kredibilitas seorang model iklan dapat meningkatkan ekuitas merek suatu produk di pasar dan pada gilirannya akan meningkatkan minat beli konsumen? Adakah pengaruh langsung dari kredibilitas model iklan pada minat beli pelanggan? Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk menguji pengaruh kredibilitas model iklan pada ekuitas merek dan minat beli pelanggan. Ohanian . mengelompokkan kredibilitas model iklan dalam 3 . dimensi yaitu, daya . , . , dan keahlian . Daya tarik fisik adalah bagian yang penting dalam seseorang menilai orang lain (Ohanian, 1. Menurut Jospeh . , daya tarik itu sendiri sulit untuk dijelaskan, karena kecantikan dan ketampanan merupakan suatu hal yang relatif dan tergantung pada individu yang Sementara itu, kepercayaan dalam penerimaan dari pemberi pesan dan pesan yang Untuk itu, perusahaan kerap kali menjadikan kejujuran sebagai kriteria yang digunakan untuk memilih model iklan Konsumen tidak menyukai model iklan yang dikenal tidak jujur dan dapat berakibat keraguan pada kebenaran pesan yang disampaikan meskipun sebenarnya produk yang diiklankan berkualitas baik (Hakimi dan Zaeim. Dalam komunikasi persuasif, keahlian mengindikasikan bahwa keahlian seseorang dapat memberikan dampak positif pada perubahan sikap (Ohanian, 1. Terlatih atau tidak terlatih, terdidik atau tidak terdidik, berwawasan atau tidak berwawasan, menjadi tolok ukur untuk mengukur tingkat keahlian Jika konsumen melihat bahwa model iklan tersebut memiliki pengetahuan tentang produk yang diiklankannya, maka akan lebh menarik calon pelanggan untuk membelinya (Hakimi dan Zaeim, 2. Ekuitas Merek Menurut Aaker . , ekuitas merek adalah serangkaian aset dan kewajiban . merek, yang berhubungan dengan nama dan simbol merek, yang dapat mengurangi dan menambah nilai yang diberikan kepada produk . arang dan jas. , dan memberikan nilai kepada pelanggan dan juga perusahaan. Farquhar . mendefinisikannya sebagai nilai tambah yang diberikan merek pada produk. Menurut Kotler dan Keller . , ekuitas merek merupakan penghubung antara investasi pemasaran perusahaan pada produk untuk menciptakan Kredibilitas Model Iklan Model iklan adalah seorang yang diakui atau dikenal secara luas oleh publik dan menggunakan pengakuan tersebut untuk kepentingan perusahaan sebagai seseorang dengan muncul untuk mengiklankan produknya (McCracken, 1. Kredibilitas sumber adalah karakter positif seorang pemberi pesan yang dapat mempengaruhi penerimaan penerima dari pesan tersebut (Ohanian, 1. Lebih lanjut merek dan pengetahuan konsumen akan merek. Sementara itu. Clow dan Baack . karakteristik yang membuat suatu merek menjadi unik di pasar. Aaker . mengungkapkan bahwa terdapat 5 aset dari ekuitas merek yang dapat menciptakan nilai, yaitu loyalitas merek . rand loyalt. , kesadaran merek . rand name awarenes. , persepsi kualitas merek . erceived brand qualit. , asosiasi merek . rand associatio. , dan aset eksklusif merek lainnya . eperti paten, trademark, hubungan dengan saluran distribus. Aaker . mengungkapkan bahwa loyalitas merek dapat memberi nilai pada ekuitas merek dengan mengurangi biaya pemasaran, meningkatkan perdagangan, menarik pelanggan baru dan memberikan waktu untuk merespons ancaman persaingan. Sementara itu kesadaran . dan sinyal komitmen pada Kesadaran merek ini juga dapat mempengaruhi keputusan pembelian produk, karena pembeli cenderung membeli produk yang mereknya dikenal. Sementara itu, persepsi kualitas dan aosiasi merek dapat memberi alasan untuk membeli, menciptakan diferensiasi atau positioning, mendukung harga jual yang tinggi, menarik minat saluran distribusi, memberi peluang perluasan lini produk, membantu proses dan memperoleh informasi bagi konsumen, serta menciptakan sikap dan perasaan positif pada Aaker . mengungkapkan bahwa ekuitas merek dapat memberi nilai bagi perusahaan dengan meningkatkan: 1. dan efektivitas program pemasaran, 2. merek, 3. harga dan marjin, 4. perluasan lini produk, 5. pengaruh dagang, dan 6. Selain itu. Aaker . menyatakan bahwa loyalitas merek sebagai salah satu yang dapat memberikan nilai bagi perusahaan dipengaruhi oleh dimensi lainnya yaitu kesadaran merek, persepsi kualitas, dan asosiasi Loyalitas dalam beberapa kasus sebagian besar mungkin disebabkan oleh persepsi kualitas merek dan asosiasi merek. Namun, dalam situasi lain, loyalitas merek dapat terlepas dari dimensi ekuitas merek lainnya. Minat Beli Menurut Roozy . , minat beli mengindikasikan keinginan membeli, keputusan untuk membeli, dan kemungkinan untuk Halim and Hameed . menjelaskan bahwa minat beli adalah tingkat dorongan seseorang yang bertujuan untuk membeli produk pada masa mendatang dan melakukan pembelian ulang atau terdapat kontak dikemudian harinya terhadap produk tertentu. and Kang . berpendapat bahwa minat beli terkait dengan empat perilaku konsumen termasuk keraguan ketika berencana membeli produk, berpikir tegas ketika membeli produk, merenungkan membeli produk di masa depan, dan untuk benar-benar membeli produk tertentu. Sementara itu, menurut Fandos and Flavian . , fenomena minat beli sebagai perilaku diproyeksikan konsumen secara singkat tentang pembelian pengulangan yaitu produk tertentu ketika seseorang memutuskan untuk membeli produk setiap kali konsumen akan datang lagi ke Minat beli adalah suatu tindakan yang samar dalam diri konsumen yang melakukan pembelian produk untuk dirinya dan melakukan kembali pembelian ketika di masa mendatang pergi ke toko. Menurut Tariq . , ini adalah proses yang bertingkat, pertama konsumen mengumpulkan informasi tentang merek yang diinginkan, kemudian mengevaluasi atribut dengan menggunakan produk yang ingin dibeli. Jika itu sesuai dengan niat pembeli setelah itu mereka mulai berpikir untuk membuat keputusan pembelian dimasa mendatang. Ketika konsumen membuat satu upaya pembelian dari merek tertentu, secara pribadi mereka akan memiliki pengetahuan lebih dan lengkap mengenai produk. Jika konsumen puas dari merek tertentu mereka akan berpikir kembali atau menunjukkan minat untuk membeli lagi merek tertentu. Pengaruh Kredibilitas Model Iklan pada Ekuitas Merek Hubungan langsung antara model iklan dan ekuitas merek dijelaskan menggunakan associative network memory model. Model ini menyatakan bahwa penggunaan model iklan dapat memunculkan ingatan dan pengakuan terhadap merek yang diiklankan. Model iklan memberikan penekanan dalam ingatan dan itu diasosiasikan dengan merek. Ketika muncul beberapa asosiasi dari ciri merek, akan lebih mudah untuk menempatkan ciri tersebut sebagai beberapa alternatif yang saling terhubung dalam ingatan kepada merek tertentu (Fiske and Taylor, 1. Seorang model iklan yang memiliki kredibiltas tinggi akan menjadikan asosiasi terhadap merek yang diiklankan lebih kuat dalam ingatan konsumen (Biswas, 2. Mengatur ekuitas merek secara luas melibatkan fungsi kontrol ciri apa yang akan diasosiasikan terhadap merek dalam ingatan konsumen (Keller, 1. Para peneliti menganjurkan memanfaatkan asosiasi sekunder untuk memperkuat ekuitas merek, dimana merek dapat dihubungkan dengan entitas lain seperti model iklan (Keller, 2. Entitas lain akan memiliki asosiasi sendiri, yang kemudian juga harus ditransfer terhadap merek (Petty, 2. Ketika seorang model iklan mendukung suatu mengaitkannya dengan merek itu, tetapi mereka juga dapat menghubungkan segala sesuatu yang berhubungan dengan model iklan tersebut dengan merek yang diiklankan, sehingga menciptakan jaringan yang lebih besar. Dukungan model iklan juga dapat memengaruhi persepsi kualitas merek. Model iklan dapat berfungsi sebagai isyarat ekstrinsik untuk menyimpulkan informasi tentang atribut produk, dan kualitas, yang akibatnya mengurangi ketidakpastian konsumen dan mendorong preferensi produk tertentu (Dean. Penelitian menunjukkan bagaimana hubungan dengan satu stimulus . isalnya model ikla. bisa mendapatkan keuntungan stimulus lain . (McSweeney and Bierley, 1. Model iklan dapat berperan dalam mentransfer sikap terhadap merek yang dapat membangun loyalitas merek (Grossman and Till, 1. Hal tersebut menunjukkan bahwa dukungan model iklan bisa berdampak pada loyalitas merek melalui mempengaruhi perpindahan dan pembentukan Menurut Sivesan . dukungan model iklan dalam komunikasi pemasaran mempunyai hubungan positif dengan ekuitas merek dan memberikan pengaruh yang sangat Penelitian yang dilakukan Amanda Spry . menemukan bahwa kredibilitas dari seorang model iklan mempunyai dampak secara tidak langsung kepada ekuitas merek dengan dimediasi oleh kredibilitas dari merek itu Menurut Hardjanti . beberapa dimensi dari kredibilitas model iklan memiliki dampak positif pada ekuitas merek. H1: Endorser credibility berpengaruh signifikan terhadap brand equity. Pengaruh Kredibilitas Model Iklan pada Minat Beli Dalam penelitian yang dilakukan kepada sejumlah mahasiswa di Nigeria. Apejoye A . menbandingkan minuman Pepsi Cola dengan menggunakan model iklan dengan produk lain yang tidak menggunakan model Hasil penelitiannya menemukan bahwa model iklan memiliki pengaruh positif pada minat beli mahasiswa. Dalam penelitian lain ditemukan bahwa model iklan sangat penting bagi perusahaan dalam menarik perhatian konsumen hingga akhirnya berpengaruh pada minat belinya (Ahmed, 2. Pada suatu penelitian yang dilakukan pada konsumen usia remaja di Turki. Sertoglue dkk . menemukan bahwa kredibilitas model iklan yang terdiri dari daya tarik, tingkat kepercayaan dan keahlian berpengaruh positif pada minat beli konsumen remaja. Penelitian ini menjadi unik karena model iklan memegang peranan penting dalam pemasaran produk di negara ini, namun belum banyak penelitian yang membuktikan efektivitas dari penggunaan model iklan ini. Pada penelitian lain yang dilakukan di Singapura oleh Pornpitakpan . untuk menguji pengaruh empat orang model iklan yang terkenal pada minat beli konsumen muda . sia 19-24 tahu. , ditemukan bahwa ketiga aspek dalam kredibilitas model iklan tidak berpengaruh pada minat beli, walaupun ketiganya berhubungan positif dengan minat H3: Brand equity terhadap minat beli. H2: Endorser credibility berpengaruh signifikan terhadap Minat beli. Pengaruh Ekuitas Merek pada Minat Beli Penelitian yang dilakukan oleh Jalilvand . menemukan bahwa kesadaran merek, asosiasi merek, loyalitas merek dan persepsi kualitas merek berpengaruh signifikan pada minat konsumen untuk membeli produk. Penelitian lain yang dilakukan oleh Malik . juga menyebutkan bahwa kesadaran merek dan loyalitas merek merupakan dimensi dari ekuitas merek yang memiliki hubungan positif yang kuat dengan minal beli konsumen. Moradi dan Zarei . melakukan penelitian pada sejumlah mahasiswa di negara Iran untuk mengetahui perilaku mereka ketika memilih merek laptop dan telepon selular. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ekuitas merek berpengaruh positif pada preferensi merek dan juga minat beli merek. Gunawardane . juga melakukan penelitian untuk melihat pengaruh ekuitas merek pada minat beli di industri jasa telekomunikasi selular di Sri Lanka. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa semua aspek dalam ekuitas merek memiliki pengaruh pada minat beli. Kesadaran merek dan persepsi kualitas merek memiliki pengaruh positif yang kuat pada minat Sementara itu, loyalitas merek dan asosiasi merek juga berpengaruh positif pada minat beli dengan kekuatan hubungan yang lebih rendah. Ruwanti . menemukan bahwa pada pasar minuman jus di Indonesia equitas merek berpengaruh positif pada minat beli dan kesediaan konsumen untuk membayar dengan harga premium. Masing-masing dimensi dalam ekuitas merek memiliki kekuatan hubungan yang berbeda dengan minat beli serta kesediaan untuk membayar dengan harga premium. Loyalitas merek merupakan dimensi ekuitas merek yang terpenting yang berpengaruh pada minat beli konsumen dan juga kesediaan untuk membayar dengan harga premium. Kesadaran merek juga memiliki pengaruh yang kuat. Sementara itu, persepsi kualitas merek memiliki pengaruh yang lemah pada minat beli. Dari uraian di atas, maka disusun kerangka penelitian yang dapat dilihat pada Gambar 1 Kredibilitas Model Iklan Ekuitas Merek Minat Beli Gambar 1 Kerangka Konseptual Ilmiah Metodologi Penelitian Populasi penelitian ini adalah peminum kopi instan di Jakarta. Bogor. Tangerang dan Bekasi. Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 162 orang yang mempunya kebiasaan minum kopi instan setidaknya satu kali dalam seminggu dan mengetahui model iklan kopi instan merek Top Coffee. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner terstruktur dengan pertanyaan tertutup dengan teknik wawancara langsung dengan responden. Data diolah menggunakan SPSS dan dianalisis dengan teknik analisis kuantitatif deskriptif, korelasi pearson, analisis faktor, analisis regresi, dan analisis keragaman. Alat ukur disusun berdasarkan penelitian terdahulu. Literatur yang digunakan untuk membuat alat ukur penelitian dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Referensi Konstruk Penelitian Dimensi 1 Ekuitas Merek Kredibilitas Model Iklan Minat Beli Referensi Nigam dkk . Yoo dan Donthu . Jalilvand . Aaker . Wu dan Lo . Ha dkk . Ohanian . Sabbe dkk . Son dan Jin . Kim dan Lennon . Jalilvand dkk . Ekuitas merek diukur menggunakan skala likert 5. Semakin tinggi nilainya semakin tinggi pula ekuitas merek. Melalui prosedur analisis faktor pada 17 indikator indikator variabel ekuitas merek terkelompok menjadi 4 Pengelompokan indikator variabel ekuitas merek ini sesuai dengan studi literatur dari penelitian-penelitian terdahulu. Tiap-tiap dimensi dalam variabel ini pun memiliki nilai alfa Cronbach masing-masing adalah persepsi kualitas . , kesadaran merek . , asosiasi merek . , dan loyalitas merek . Indikator pengukuran variabel dan nilai alfa Cronbach yang menunjukkan reliabilitas dari alat ukur penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Alat Ukur dan Reliabilitas Indikator Pengukuran Ekuitas Merek Sepertinya kopi instan TOP coffee berkualitas sangat baik Sepertinya kualitas kopi instan TOP coffee sangat terjaga dengan baik Persepsi Sepertinya kopi instan TOP coffee menawarkan fitur . roma, rasa, warna, dl. yang Kualitas sangat baik Sepertinya kopi instan TOP coffee sangat terpercaya Beberapa ciri dari TOP coffee muncul dalam pikiran saya dengan cepat Kesadaran Saya mengenali merek TOP coffee Merek Saya dapat mengenali TOP coffee dengan cepat diantara merek kopi lainnya Saya tahu seperti apa kopi instan TOP coffee TOP Coffee memiliki citra merek yang sangat unik dibandingkan dengan merek kopi Saya menyukai citra merek TOP coffee Asosiasi Merek Sepertinya kualitas kopi instan TOP coffee sebanding dengan harganya TOP Coffee termasuk salah satu merek yang muncul dalam benak saya ketika terpikirkan tentang kopi instan Saya akan membeli kopi instan TOP Coffee bahkan jika harganya naik Jika suatu saat saya ingin membeli kopi instan. TOP Coffee akan menjadi pilihan pertama saya Loyalitas Merek Saya merasa loyal kepada TOP coffee saat memilih kopi instan yang saya beli Saya tidak akan membeli kopi instan merek lain jika TOP Coffee tersedia di toko Kopi instan TOP Coffee adalah salah satu merek kopi instan yang saya ingin beli Kredibilitas Model Iklan Iwan Fals Menarik Iwan Fals Berkelas Daya Tarik Iwan Fals Tampan Iwan Fals Elegan Iwan Fals meyakinkan Iwan Fals jujur Kepercay Iwan Fals handal Iwan Fals tulus Iwan Fals dapat dipercaya Iwan Fals pakar Iwan Fals berpengalaman Keahlian Iwan Fals berpengetahuan Iwan Fals berkualitas Iwan Fals terampil Minat Beli Saya akan membeli kopi instan TOP Coffee dalam waktu dekat Ketika saya menginginkan kopi instan, kemungkinan besar saya akan membeli kopi instan TOP Coffee Saya mungkin akan membeli kopi instan TOP Coffee Saya memiliki minat yang tinggi untuk membeli kopi instan TOP Coffee Saya bersedia membeli kopi instan TOP Coffee di masa mendatang Alfa Cronbach 0,832 0,811 0,711 0,912 0, 854 0,880 0,923 0,893 Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. tahun, dan di atas 55 tahun. Laki-laki mewakili 77,2% responden dan sisanya 22,8% adalah Sekitar 43% responden meminum kopi tiap hari, sisanya memiliki kebiasaan meminum kopi instan mulai dari 1 kali tiap minggunya sampai dengan 5 kali per minggu. persepsi kualitas ( = 0,334. diterima pada p < 0,. , asosiasi merek ( = 0,418. diterima pada p < 0,. , dan loyalitas merek ( = 0,754. diterima pada p < 0,. , namun tidak berpengaruh pada kesadaran merek Top Coffee. Lebih lanjut, variabel keahlian dari model iklan tidak berpengaruh pada semua dimensi dalam ekuitas merek. Kredibilitas model iklan berpengaruh secara parsial pada ekuitas merek, yaitu pada variabel persepsi kualitas dengan nilai koefisien determinasi R2 adalah 0,150 atau berarti pula bahwa kredibilitas model iklan berkontribusi 15% dalam menjelaskan variabel persepsi kualitas (F Ratio = 9,327. diterima pada p < 0,. Kredibilitas model iklan juga berpengaruh secara parsial pada dimensi ekuitas merek lain yaitu kesadaran merek dengan nilai koefisien determinasi R2 adalah 0,092 dimana hal ini menunjukkan kontribusi kredibilitas model iklan dalam menjelaskan varibel kesadaran merek adalah sebesar 9,2% (F Ratio = 5,342. pada p < 0,. Kredibilitas model iklan juga berpengaruh pada asosiasi merek dengan kontribusi sebesar 14,5% (F Ratio = 8,908. diterima pada p < 0,. dan juga pada loyalitas merek dengan kontribusi sebesar 23,1% (F Ratio = 15,803. diterima pada p < 0,. Hasil dan Analisis Responden penelitian ini berjumlah 162 orang. Persentase responden berusia kurang dari 26 tahun adalah 46,3%, sementara sisanya terdistribusi pada kelompok umur 26-35 tahun, 36-45 tahun, 46-55 Analisis Regresi Linier Pengaruh Kredibilitas Model Iklan pada Ekuitas Merek Tabel 3 menunjukkan hasil uji analisis regresi variabel kredibilitas model iklan pada ekuitas merek. Secara agregat, koefisien determinasi R2 adalah sebesar 0. 266 (F Ratio = 19,078. diterima pada p < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa kredibilitas model iklan berpengaruh atau berkontribusi pada ekuitas merek sebesar 26,6%, sedangkan selebihnya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti pada studi ini. Secara parsial, daya tarik model iklan tidak berpengaruh signifikan pada ekuitas merek, hanya berpengaruh pada salah satu dimensi ekuitas merek yaitu kesadaran merek ( = 0,234. diterima pada p < 0. Keahlian model iklan juga tidak berpengaruh signifikan pada ekuitas merek. Sementara itu, kepercayaan dari model iklan Top Coffee menunjukkan pengaruh yang signifikan pada ekuitas merek ( = 0,380. diterima pada p < 0,. Secara parsial, daya tarik model iklan berpengaruh positif pada kesadaran merek ( = 0,225. diterima pada p < 0,. , namun tidak berpengaruh pada ketiga dimensi ekuitas merek lainnya, yaitu persepsi kualitas, asosiasi merek dan loyalitas merek. Kepercayaan dari model iklan ini secara parsial berpengaruh pada Tabel 3. Hasil Uji Regresi Kredibilitas Model Iklan pada Ekuitas Merek Kredibilitas Model Iklan Daya Tarik ( ) Standardized t-value Kepercayaan ( ) Standardized t-value Keahlian ( ) Standardized t-value Adj R2 F Ratio Persepsi Kualitas -0,121 -0,149 -1,532 0,334 0,392 3,489* 0,081 0,106 1,064 0,150 0,134 9,327** Kesadaran Merek 0,225 0,234 2,325* 0,014 0,014 0,117 0,084 0,094 0,910 0,092 0,075 5,342* Asosiasi Merek -0,032 -0,034 -0,353 0,418 0,437 3,875** -0,048 -0,056 -0,563 0,145 0,128 8,908** adalah bobot regresi. tingkat signifikansi: ** = p < 0. 01, * = p < 0. Loyalitas Merek -0,101 -0,081 -0,871 0,754 0,573 5,361** -0,085 -0,072 -0,76 0,231 0,216 15,803** Ekuitas Merek (Agrega. -0,007 0,514 -0,116 0,380 -0,010 4,925** 0,008 0,012 0,131 0,266 0,252 19,078** Standardized t-value Keahlian ( ) Standardized t-value Adj R2 F Ratio adalah bobot regresi. tingkat signifikansi: ** = p < 01, * = p < 0. Berdasarkan hasil analisis regresi maka dapat disimpulkan bahwa H1 Kredibilitas model iklan berpengaruh positif pada ekuitas merek . H1a Daya tarik model iklan berpengaruh positif pada ekuitas merek . H1b Kepercayaan model iklan berpengaruh positif pada ekuitas merek . H1c Keahlian model iklan berpengaruh positif pada ekuitas merek . Pengaruh Ekuitas Merek pada Minat Beli Hasil uji regresi menunjukkan bahwa secara agregat ekuitas merek berpengaruh positif pada minat beli kopi instan Top Coffee (F ratio = 39,406. diterima pada p < 0,. Nilai koefisien determinasi R2 adalah sebesar 0,501. Hal ini menunjukkan bahwa ekuitas merek kopi instan Top Coffee berkontribusi sebesar 50,1% dalam menjelaskan variabel minat beli kopi merek ini. Secara parsial, hanya dimensi asosiasi merek saja yang tidak berpengaruh signifikan pada minat beli kopi instan Top Coffee. Pengaruh Kredibilitas Model Iklan pada Minat Beli Dari hasil uji analisis regresi variabel kredibilitas model iklan pada minat beli kopi instan merek Top Coffee menunjukkan bahwa secara agregat kredibilitas model iklan berpengaruh signifikan pada minat beli konsumen (F Ratio = 15,432. diterima pada p <,. Koefisien determinasinya adalah sebesar 0,227, yang menunjukkan bahwa variabel kredibilitas model iklan memberikan pengaruh atau berkontribusi menjelaskan minat beli sebagai variabel terikat sebesar 22,7%. Namun secara parsial, hanya kepercayaan dari model iklan saja yang berpengaruh signifikan pada minat beli kopi instan Top Coffee ( = 0,568. diterima pada p < 0,. Sementara itu, dua variabel lainnya yaitu daya tarik dan keahlian model iklan tidak berpengaruh signifikan pada minal beli kopi instan Top Coffee. Tabel 5 Hasil Uji Regresi Ekuitas Merek pada Minat Beli Ekuitas Merek Minat Beli Persepsi Kualitas ( ) Standardized t-value Kesadaran Merek ( ) Standardized t-value Asosiasi Merek ( ) Standardized t-value Loyalitas Merek ( ) Standardized t-value Adj R2 F Ratio adalah bobot regresi. tingkat signifikansi: ** = p < 01, * = p < 0. Berdasarkan hasil analisis regresi maka dapat disimpulkan bahwa Kredibilitas model iklan berpengaruh positif pada minat beli . H2a Daya tarik model iklan berpengaruh positif pada minat beli . H2b Kepercayaan model iklan berpengaruh positif pada minat beli . H2c Keahlian model iklan berpengaruh positif pada minat beli . Sementara itu ketiga dimensi dalam ekuitas merek lainnya berpengaruh signifikan pada minat beli, yaitu persepsi kualitas ( = 0,281. diterima pada p < 0,. , kesadaran merek ( = 0,151. diterima pada p < 0,. , dan loyalitas merek ( = 0,543. diterima pada p < 0,. Tabel 4. Hasil Uji Regresi Kredibilitas Model Iklan pada Minat Beli Kredibilitas Model Iklan Daya Tarik ( ) Standardized t-value Kepercayaan ( ) Minat Beli Berdasarkan hasil analisis regresi maka dapat disimpulkan bahwa Ekuitas merek berpengaruh positif pada minat beli . H3a Persepsi kualitas berpengaruh positif pada minat beli . H3b Kesadaran merek berpengaruh positif pada minat beli . H3c Asosiasi merek berpengaruh positif pada minat beli . H3d Loyalitas merek berpengaruh positif pada minat beli . kualitas merek sehingga meningkatkan ekuitas dari merek tersebut. Spry . dan Hardjanti . juga menemukan pengaruh yang signifikan dari kredibilitas model iklan pada ekuitas merek. Pengaruh Kredibilitas Model Iklan pada Minat Beli Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kredibilitas model iklan berpengaruh langsung dan positif pada minat beli. Dengan demikian, semakin tinggi kredibilitas yang dimiliki oleh seorang model iklan, maka semakin tinggi pula minat beli konsumen. Ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Apejoye . Namun demikian, tidak semua dimensi dalam kredibilitas model iklan ini berpengaruh signifikan pada minat beli. Hanya kepercayaan dari model iklan saja yang berpengaruh signifikan pada minat beli, sementara daya tarik dan keahliannya tidak berpengaruh signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa daya tariknya sebagai individu dan juga keahliannya sebagai hubungan yang signifikan dengan minat beli. Namun demikian, kepercayaan yang tinggi pada model iklan kopi instan ini dapat mempengaruhi minat beli konsumen. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan Hakimi . yang menunjukkan kepercayaan merupakan kriteria penting dalam pemilihan model iklan. Konsumen menyukai seorang model iklan yang Pesan iklan yang disampaikan oleh model iklan yang tidak dikenal sebagai seorang yang berintegritas tinggi akan menimbulkan rasa tidak percaya dengan apa yang disampaikannya meskipun produknya berkualitas baik. Secara parsial, hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Sertoglue dkk . , dimana kepercayaan model iklan berpengaruh positif pada minat beli. Namun Sertoglue dkk . juga menemukan pengaruh positif daya tarik dan keahlian model iklan pada minat beli, dimana hasil temuannya tidak sejalan Tidak berpengaruhnya daya tarik dan keahlian model iklan pada minat beli juga ditemukan oleh Pornpitakpan . Bahkan penelitiannya, ia menemukan semua dimensi berpengaruh pada minat beli. Pembahasan Pengaruh Kredibilitas Model Iklan pada Ekuitas Merek Dimensi daya tarik, kepercayaan dan keahlian dari model iklan secara bersama-sama berpengaruh positif pada ekuitas merek. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kredibilitas seorang model iklan maka akan semakin tinggi pula ekuitas merek produk yang didukungnya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sivesan . yang menyatakan dukungan model iklan dalam pemasaran mempunyai hubungan positif dengan ekuitas merek dan memberikan pengaruh yang sangat Dalam penelitian lain. Biswas dkk . menyatakan bahwa model iklan yang memiliki kredibilitas tinggi akan menjadikan asosiasi terhadap merek yang diiklankan lebih kuat dalam ingatan konsumen. Hasil yang sama juga ditunjukkan pada penelitian ini yang menemukan bahwa secara parsial kredibilitas model iklan berpengaruh positif pada asosiasi merek, selain berpengaruh pula pada dimensi ekuitas merek lainnya. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Grossman dan Till . dimana mereka menemukan bahwa model iklan dapat berperan dalam mentransfer sikap untuk membangun loyalitas merek. Hal tersebut menunjukkan bahwa dukungan model iklan bisa berdampak pada loyalitas merek yang juga merupakan bagian dari ekuitas merek Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan oleh Dean . yang menyatakan model iklan dapat menjadi pemberi isyarat dalam menjelaskan berpengaruh signifikan pada ekuitas merek, sementara itu daya tarik dan keahlian model iklan tidak berpengaruh signifikan pada ekuitas Minat beli dipengaruhi secara positif oleh kredibilitas model iklan dan ekuitas merek. Akan tetapi, minat beli hanya dipengaruhi oleh kepercayaan dari model iklan, sementara daya tarik dan keahlian tidak berpengaruh signifikan pada minat beli. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan seorang model iklan merupakan pengaruhnya pada ekuitas merek maupun pada minat beli produk yang diiklankannya. Lebih lanjut, dimensi asosiasi merek pada ekuitas merek tidak berpengaruh signifikan pada minat Dimensi ekuitas merek lainnya, yaitu loyalitas merek, persepsi kualitas, dan kesadaran merek berpengaruh positif pada minat beli. Dengan demikian, asosiasi terhadap merek yang diingat oleh konsumen tidak serta merta mendorong konsumen untuk membeli suatu produk, karena asosiasi terhadap suatu merek tidak harus sejalan dengan persepsi konsumen tentang kualitas produk. Sedangkan, persepsi kualitas dan loyalitas yang tinggi pada suatu merek berperan penting dalam keputusan Penelitian ini juga mengkonfirmasi peran penting kesadaran merek pada minat beli. Konsumen tentunya akan membeli produk yang dikenalnya ketika dihadapkan pada pilihan merek produk dengan kategori yang sama. Pengaruh Ekuitas Merek pada Minat Beli Penelitian ini menunjukkan bahwa ekuitas merek yang dijabarkan dalam dimensi persepsi kualitas, kesadaran merek, asosiasi merek, dan loyalitas merek secara bersama-sama berpengaruh positif pada minat beli. Penelitian yang dilakukan Jalilvand . Moradi dan Zarei . Gunawardane . , dan Ruwanti . juga mengkonfirmasi pengaruh ekuitas merek pada minat beli, dimana ekuitas merek berpengaruh positif pada minat beli. Temuannya itu sedikit berbeda dengan hasil penelitian ini yang menunjukkan tidak signifikannya pengaruh asosiasi merek pada minat beli. Pada penelitian lain yang dilakukan Malik . ditemukan bahwa tidak semua dimensi ekuitas merek berpengaruh pada minat beli. Temuannya menyatakan bahwa hanya kesadaran merek dan loyalitas merek yang berpengaruh positif pada minat beli. Lebih lanjut. Gunawardane . dan Ruwanti . menemukan perbedaan kekuatan hubungan tiap dimensi ekuitas merek pada minat beli. Ruwanti . menyatakan bahwa loyalitas merek memiliki pengaruh terkuat dibandingkan dengan kesadaran merek, sementara persepsi kualitas memiliki pengaruh yang lebih lemah. Keterbatasan Ada beberapa keterbatasan yang dapat memengaruhi hasil penelitian ini. Pertama, terkait dengan lokasi penelitian yang terbatas pada wilayah Jabodetabek, sehingga dengan alasan ini sulit untuk mengeneralisasi hasil penelitian ini. Padahal, hasil penelitian ini bisa saja berbeda dalam kultur yang berbeda pula. Kedua, jumlah sampel yang tidak besar dan metode pengambilan yang digunakan yaitu dengan convenience sampling juga dapat membiaskan hasil penelitian ini. Ketiga, penelitian ini merupakan studi kasus yang hanya menggunakan satu objek penelitian saja. Akan lebih baik bila penelitian lanjutan dapat melibatkan lebih banyak merek produk atau bahkan beragam produk dari beberapa industri. DAFTAR PUSTAKA