Al Abyadh Volume 4. No 2. Desember 2021 . PENGARUH NILAI-NILAI ESTETIKA PADA PENATAAN POJOK BACA TERHADAP MINAT BACA ANAK USIA DINI Heri Hidayat 1. Jazilah Nayren 2 Jurusan PIAUD. UIN Sunan Gunung Djati Bandung herihidayat@uinsgd. id, jazilahnaeren09@gmail. DOI: 10. 46781/al-abyadh. Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu agar menjawab rumusan beberapa pemahaman guru pendidikan anak usia dini tentang pemikiran esetika dalam pendidikan, pengaruh nilai-nilai estetika pada penataan pojok baca terhahadap minat baca anak. Hal ini sangat dibutuhkan karena ada beberapa pendidikan anak usia dini kurang memperhatikan nilai-nilai estetika pada penataan pojok baca, dan kurang memahami akan pentingnya diadakan ruangan pojok baca, sehingga hal tesebut dapat mengurangi minat baca anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (Library Researc. Subjek penelitian difokuskan pada anak usia dini, data yang dikumpulkan serta data yang dianalisis berasal dari literature, dokumentasi, maupun jurnal yang releven dengan judul apa yang akan diteliti. Hasil dari peneilitain ini bahwasanya nilai-nilai estetika pada penataan pojok baca sangat berpengaruh terhadap minat baca anak, mengapa demikian, karena jika pojok baca ditata dengan menarik, unik dan estetik, maka anak akan tertarik mengunjungi pojok baca dan anak akan merasa nyaman berada diruangan pojok baca. Minat baca harus seharusnya ditanamkan sejak dini, bahkan ketika anak belum dapat membaca susunan huruf dalam sebuah buku. Menghadirkan pojok baca merupakan salah satu cara agar dapat menumbuhkan minat baca terhadap anak. Kebiasaan membaca sangat diperlukan karena kebiasaan membaca banyak sekali manfaatnya, dan dengan membaca anak akan mempunyai masa depan yang berkesan dan berwawasan luas. Kata kunci: Estetika. Pojok Baca. Minat baca. Anak Usia Dini THE EFFECT OF AESTHETIC VALUES ON READING CORNER ARRANGEMENTS ON READING INTEREST IN EARLY CHILDREN Heri Hidayat 1. Jazilah Nayren 2 Jurusan PIAUD. UIN Sunan Gunung Djati Bandung herihidayat@uinsgd. id, jazilahnaeren09@gmail. Abstract The purpose of this study is to answer the formulation of several understandings of early childhood education teachers about ethical thinking in education, the influence of aesthetic values on the arrangement of reading corners on children's reading interest. This is very much needed because some early childhood education does not pay attention to aesthetic values in the arrangement of reading corners, and does not understand the importance of having a reading corner room, so that it can reduce children's reading interest. This study uses a qualitative method with a literature study approach (Library Researc. The research subjects were focused on early childhood, the data collected and the data analyzed came from literature, documentation, and journals that were relevant to the title of the research. The result of this research is that aesthetic values in the arrangement of the reading corner greatly affect children's reading interest, why is that, because if the reading corner is arranged in an attractive, unique and aesthetically pleasing manner, the child will be interested in visiting the reading corner and the child will feel comfortable in the corner room. Interest in reading should be instilled from an early age, even when children cannot read the arrangement of letters in a book. Having a reading corner is one way to foster interest in reading in children. The habit of reading is very necessary because the habit of reading has many benefits, and by reading children will have an impressive and broad-minded future. Keywords: Aesthetics. Reading Corner. Interest in reading. Early Childhood Al Abyadh ISSN: 2620-7265 E-ISSN: 2775-7080 Pengaruh Nilai-nilai Estetika Pada Penataan Pojok BacaAHeri Hidayat. Jazilah Nayren Pendahuluan Minat adalah sumber motivasi yang mendorong anak agar melaksanakan apa yang anak inginkan serta anak bebas Menumbuhkan minat baca pada anak usia dini tentu berbeda dengan pelajaran pembelajaran baca pada anak lebih berfokus agar anak dapat mengetahui macam-macam huruf, dan susunanya sebelum membentuk kata dan kalimat (Huninairoh, 2. Pada Permendikbud No 84 tahun 2014 dijelaskan bahwasanya pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditunjukan pada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (Ena. tahun yang rangsangan agar membantu anak untuk pertumbuhan jasmani serta rohani anak agar anak mempunyai kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Anak prasekolah berada dalam posisi genting pada kehidupannya. Masa prasekolah merupakan masa yang sangat penting dalam menentukan keberlangsungan pendidikan selanjutnya, pada masa prasekolah sering disebut dengan golden age (Masa keemasa. mengapa demikian karena pada masa ini anak memiliki kepekaan yang sangat kuat, kepekaan ini diwujudkan dengan daya ingatan yang baik serta hasrat mencontoh yang kuat dari sikap serta perilaku orang dewasa yang ada (Falah, 2. Pembinaan minat baca anak dan juga pembiasaan membaca adalah suatu usaha yang harus dimulai sejak dini, mengapa demikian, karena menumbuhkan minat atau kegemaran membaca tidak muncul secara langsung, sehingga harus melalui proses menerus, minat baca tidak muncul begitu saja tanpa adanya bimbingan dari guru maupun orang tua. Minat seseorang terhadap sesuatu merupakan kecenderungan Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 2. Desember 2021 hati yang tinggi terhadap hal tersebut. Seperti halnya dengan minat baca anak, minat baca anak merupakan suatu keinginan anak untuk mengenal huruf agar dapat menangkap makna dari tulisan Menurut Farida Rahim dalam (Huninairoh, 2. minat adalah sebuah keinginan yang kuat yang disertai usahausaha seseorang untuk membaca. Minat adalah salah satu dimensi dari aspek afektif yang sangat berperan terhadap kehidupan seseorang, khususnya terhadap kehidupan belajar seorang anak. Aspek afektif merupakan aspek yang mengidentifikasik dimensi perasaan dari kesadaran emosi, kehendak, serta disposisi yang berpengaruh terhadap pikiran serta tindakan seseorang. (Huninairoh, 2. Anak usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam mengembangkan pertumbuhan serta perkembangan anak. Pada masa anak usia dini merupakan masa yang tepat untuk menanamkan kebiasaankebiasaan baik terhadap anak, jika kebiasaan itu diterapkan sejak dini maka kebiasan tersebut akan melekat pada anak seperti kebiasaan membaca, membaca merupakan hal yang penting dalam semua proses belajar didasari atas kemampuan membaca. Di Indonesia minat baca sangat rendah, rendahnya membaca menyebabkan sumber daya manusia tidak komperatif sebagai akibat lemahnya minat baca. (Wahyu Kurniawan. Dikutip dari Kompas com Organisasi pendidikan keilmuan, dan kebudayaan perserikatan bangsa-bangsa (United Nations Educational. Scientific and Cultural Organization/UNESCO) Menunjukan data persentase minat baca anak Indonesia berada diangka 0,01 persen, dengan demikian dari 10. 000 anak Indonesia hanya satu anak yang gemar membaca, tentunya hal tersebut sangat memperhatinkan, tidak hanya itu, disebut juga bahwasanya minat baca di Indonesia menempati urutan yang ke-63 dari 70 negara. Dengan demikan Pengaruh Nilai-nilai Estetika Pada Penataan Pojok BacaAHeri Hidayat. Jazilah Nayren orang tua serta guru mempunyai peran penting dalam menumbuhkan minat baca terhadap anak terutama pada anak usia dini. Ada beberapa faktor yang menjadikan rendanya minat baca pada anak yaitu orang tua kurang menyadari bahwa membaca sejak dini itu penting, orang tua sering memanggap bahwa masa kanak-kanak merupakan masa bermain sehingga masa kecil mereka habis untuk bermain, memberikan motivasi terhadap anak untuk menyediakan buku kurang menarik untuk anak-anak, masyarakat kurang peduli untuk mendirikan taman bacaan, hal tersebut menjadi penyebab rendahnya minat baca (Kompas. com, 2. Selain itu menurut (Tuti Kuniati, 2. Banyak faktor penyebab rendahnya minat baca anak, melalui dari faktor ekonomi hingga faktor lingkungan. Faktor ekonomi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap rendanya minat baca anak, mengapa demikian, dikarenakan harga buku yang mahal. Masyarakat lebih senag mengakses internet dan mendapatkan informasi yang banyak serta pengetahuan dengan hanya membeli pulsa yang relatif murah dibandingkan dengan harus membeli buku cetak. Dilihat dengan kenyataan sekarang ini anak-anak sudah bisa memakai gadget, sehingga dapat dengan mudah untuk mengakses apa yang mereka Kemudian faktor lingkungan menjadi pengaruh terhadap minat baca anak yang sangat dominan, hal tersebut dikemukakan oleh bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara . bahwasanya keluarga adalah lingkungan pendidikan yang pertama dan paling utama, oleh sebab itu jika orang tua tidak memberikan pengaruh akan pentingnya membaca maka anak akan lebih sering mengulang waktu untuk menonton tv, youtube ataupun bermain dibandingkan dengan membaca buku. (Tuti Kuniati. Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 2. Desember 2021 Kemampuan membaca sangatlah Anak yang belum memahami apa itu membaca dia akan kurang mempunyai motivasi dalam belajar. Dengan demikian kebiasaan membaca sangat penting, guru atau orang tua dapat menanamkan kebiasaan membaca sejak dini. Anak usia dini merupakan masa yang baik untuk menumbuhkan kebiasaan yang nantinya kebiasaan tersebut akan dibawa hingga Menurut (Falah, 2. Anak merupakan pribadi yang kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Biasanya hal tersebut tejadi ketika anak baru memasuki dunia pendidikan. Dalam menerapkan minat baca anak pun akan sulit diterapkan jika anak kurang beradaptasi dengan lingkungan sekolah, dengan demikian lingkungan atau pojok baca anak harus lebih kreatif dan inovatif, misalnya dalam penataan pojok baca pemilihan warna dan sarana yang memberikan rasa nyaman sehingga anak nyaman berada di tempat pojok bacaan tersebut. Dengan penataan pojok baca yang kreatif dapat menyenangkan dan secara psikologis bisa memberikan motivasi belajar atau dapat merangsang pendidikan anak secara Pemahaman atas niali-nilai estetika dalam penataan pojok baca pada anak usia dini merupakan hal yang penting bagi guru/pendidik. Mengingat ada beberapa PAUD yang kurang memperhatikan nilainilai estetika dalam penataan pojok baca, sehingga hal tersebuh dapat mengurangi minat baca anak. Estetika merupakan bagian dari aksiologi, mengkaji masalah bagaimana sesuatu itu terbentuk, serta bagaimana seseorang akan merasakannya. Penerapan nilai-nilai estetika pada penataan pojok baca akan menarik minat baca anak, anak akan merasa nyaman berada dipojok baca sehingga anak akan terbiasa dalam membaca dan membaca akan menjadi Pengaruh Nilai-nilai Estetika Pada Penataan Pojok BacaAHeri Hidayat. Jazilah Nayren Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu jenis/pendekatan penelitian yang berupa studi kepustakaan (Library Researc. Studi kepustakaan adalah sebuah studi yang digunakan untuk mengumpulkan informasi serta data dengan bantuan berbagai macam material yang ada diperpustakaan seperti dokumen, buku, kisah-kisah Menurut (Sarwono: 2. pada (Purwoko. ) dikemukakan bahwa studi kepustakaan juga dapat mempelajari berbagai buku referensi dan hasil penelitian sebelumnya yang sejenis yang berfungsi mengenai masalah yang akan diteliti. Menurut (Nazir: 1. pada (Purwoko. Studi kepustakaan juga merupakan teknik pengumpulan data dengan melaksanakan penelaah terhadap buku, literatur, catatan dan juga berbagai jenis laporan yang berkaitan dengan masalah yang akan Sedangkan menurut para ahli yang lainnya studi kepustakaan adalah sebuah kajian teoristis, referensi dan literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan budaya, nilai serta norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti menurut (Sugiyono:2. pada (Purwoko. Subjek Penelitian difokuskan pada anak usia dini. Penelitian ini seluruhnya berdasarkan kajian pustaka ataupun studi literature, oleh sebab itu sifat penelitiannya yaitu penelitian kepustakaan . ibrary Data yang dikumpulkan serta data yang dianalisis semuanya berasal dari literatur ataupun dari dokumentasi lainya misalnya tulisan jurnal, ataupun mediamedia lainnya yang releven dan masih Data yang dikumpulakn dalam studi ini yaitu menggunakan dua jenis data yakni data bersifat sekunder serta data yang bersifat primer. Data primer dalam penelitian ini didapatkan melalui membaca, sedangkan data skunder pada penelitian ini diperoleh dari dari buku-buku, jurnal mengenai pengaruh nilai-nilai estetika Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 2. Desember 2021 dalam penataan pojok baca terhadap minat baca anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi pustaka teknik simak, dan pada studi pustaka teknik simak ada penelitian ini menggunakan salah satu bagian dari studi pustaka teknik simak yaitu teknik catat, teknik catat adalah teknik mengumpulkan informasi menggunakan buku-buku, kemudian mencatat ataupun mengutip pendapat para ahli yang ada pada buku tersebut agar memperkuat landasan teori dalam penelitian. Teknik simak catat ini menggukan buku-buku, bahan pustaka, serta literatur yang releven dengan penelitian yang akan diteliti. biasanya dapat ditemukan di studi pustaka, pencarian di internet serta studi literatur. Teknik menggunakan teknik analisis kualitatif, analisis data kualitatif merupakan analisis data yang berasal dari data-data yang terjaring dari proses pengumpulan data yakni seperti rekaman, catatan, buku-buku. Dan pada penelitian ini analisis data berasal dari buku-buku, internet jurnal dan tinjauan pustaka lainya yang releven dengan judul peneliatain yang diambil oleh Serta Model analisis data menggunakan Deduktif serta induktif. Maksud deduktif disini pemikiran yang bertolak pada fakta-fakta yang umum kemudia ditarik pada suatu kesimpulan yang bersifat khusus. sedangkan induktif yaitu mengambil suatu kesimpulan dari situasi yang konkrit dari pengertian yang khusus menjadi bersifat umum. Hasil Penelitian dan Pembahasan Kemendikbud dikemukakan oleh (Wahyu Kurniawan, 2. menjelaskan bahwasanya pojok baca adalah sebuah ruangan yang terletak pada Pengaruh Nilai-nilai Estetika Pada Penataan Pojok BacaAHeri Hidayat. Jazilah Nayren sudut kelas yang dilengkapi oleh koleksi buku-buku perpanjangan fungsi perpustakaan. Pojok baca merupakan sebuah sudut tempat para anak-anak untuk membaca, dipojok baca disediakan buku-buku yang menarik. Meskipun anak belajar membaca serta menulis, akan tetapi anak-anak setidaknya sudah diperkenalkan dengan bacaan, terutama buku sejak balita, hal tersebut agar anak ketika memasuki sekolah dasar, saat mulai belajar mengenal huruf dan angka sudah tau dengan buku sebagai tempat huruf dan angka berhimpun. Pojok baca merupakan salah satu sumber belajar, pojok baca dapat didefinisikan sebagai ruangan didalam kelas yang dilengkapi dengan rak buku dan berbagai koleksi buku yang menarik bagi anak sebagai pemanjangan fungsi dari sebuah perpustakaan. Melalui pojok baca anak akan membiasakan dirinya untuk membaca buku. Pojok baca atau sudut baca harus ditata semenarik mungkin, misalnya seperti rak buku yang menarik, baik itu dari bentuk atau dari warnanya, gambar-gambar yang menarik pada dinding ruangan dan (Ruang Guru, 2. Pojok baca ditata dengan hiasan yang indah serta menarik ditambah dengan gambar-gambar serta tulisan yang menyolok. Pada penataan pojok baca pada pendidikan anak usia dini juga dibutuhkan nilai-nilai estetika pada penataan pojok baca. Penataan pojok baca di Pendidikan Anak Usia Dini membutuhkan kreatifitas guru, juga memerlukan kajian mendalam tentang kecenderungan anak dalam belajar. Nilai-nilai Estetika pada penataan pojok baca tidak jauh berbeda dengan penaataan lingkungan sekolah, dalam penataan pojok baca pun membutuhkan kekreatifan seorang guru, terutama dalam pemilihan warna, bahwasanya warna yang sering dipakai di PAUD yaitu warna yang cerah, di pojok baca pun harus menggunakan warna yang cerah serta Pemilihan warna dinding, meja. Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 2. Desember 2021 rak buku, buku dan lainnya lebih dominan pada warna cerah, seperti warna merah, kuning, biru muda, hijau muda. Selain itu guru pun harus menghias dinding pojok baca dengan berbagai hiasan yang menarik. Seperti huruf-huruf berbentuk buah-buahan, gantungan warnawarni yang ada dijendela, pohon huruf dan Penggunaan hiasan gantung bukan hanya dijendela akan tetapi pada langitlangit juga dihias semenarik mungkin. Dalam pojok baca ruangan didesain seindah dan semenarik mungkin, semua hiasa yang berada dipojok baca itu bertujuan untuk anak mengenal huruf, angka-angka, sehingga anak gemar membaca buku. Pada penataan pojok baca pun ada alat peraga atau alat edukasi untuk mengembangkan kognitif anak seperti adanya balok angka, balok huruf hijaiyah, fuzzle huruf. Nilai-nilai estetika dalam penataan pojok baca sangat dibutuhkan mengapa demikian, karena dalam penataan pojok baca harus terlihat menarik dan estetik, jika pojok baca kurang menarik anak tidak akan tertarik untuk membaca. Sebaliknya jika penataan pojok baca ditata semenarik mungkin anak akan tertarik dan berminat untuk membaca. Penataan pojok baca membutuhkan guru yang kreatif dan memahami nilai-nilai esetika. Guru yang kreatif dan memahami nilai-nilai estetika dalam penataan pojok baca akan mengetahui tata letak yang baik dan Bukan hanya itu keestetika dalam penataan ruangan menjadikan ruangan indah, menarik, dan membuat mata tertuju pada tempat tersebut. Guru dapat memperhatikan ruangan pojok baca yang aman dan nyaman. Keadaan lantai yang menimalisir dingin serta licin pada lantai Kemudian memasang hiasan dinding yang tidak permanen sehingga dapat dirubah sewaktu-waktu, guru memberikan ruangan pojok baca sesuai Pengaruh Nilai-nilai Estetika Pada Penataan Pojok BacaAHeri Hidayat. Jazilah Nayren dengan warna kesukaan anak-anak sehingga anak mempunyai ketertaikan untuk membaca, berikut ini sifat-sifat warna menurut Maryni dkk (Mariyana, 2. Tabel 1. Nilai-Nilai Estetika dalam Penataan Pojok Baca Sifat dan Pengaruh yang No Warna Kekuatan fisik, kemandirian, 1 Merah Keberanian, harga diri, 2 Oranye Emosional, tertutup, 3 Kuning berintelektual bagus, tertutup 4 Hijau Keseimbangan, ketenangan Berdedikasi, kemampuan 5 Nila mengingat, pembersih, intuitif Dedikasi, kesadaran akan 6 Ungu kesatuan ilahiya, pasrah terhadap jalan pelayanan Dingin, kedamaian, ketuhanan, 7 Biru alamiah, ketenangan. Selain penataan warna, pemahaman guru mendesain rak buku, kursi, meja harus menyesuaikan dengan ukuran tubuh anak. Rak buku dapat disusun seperti anak tangga, model tersebut sangat cocok untuk membuat anak gemabr membaca, kemudian buku-buku disusun serapih mungkin, cover buku diletakkan didepan agar anak melihat warna-warni buku yang menarik, dan membuat anak minat untuk membaca. Hal yang harus diperhatikan dalam menyusun rak buku usahakan jarak antara masingmasing rak dapat dijaungkau oleh anak jika anak mengambil buku dalam keadaan duduk ataupun berdiri. Berikut langkah-langkah penataan pojok baca: Guru mempersiapkan buku yang akan disusun, tempatkan buku dengan posisi cover menghadap kedepan, dengan demikan anak akan mudah memilih buku apa yang akan mereka baca. Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 2. Desember 2021 Guru dapat mengelompokkan buku secara acak. Guru dapat menyusun buku secara vertikal serta tumpuk dari mulai 6 sampai 12 buku tergantung dengan ukuran ketebalan buku tersebut. Agar lebih menarik guru dapat menempel hiasan dekorasi akan tetapi masih mengandung unsur edukasi seperti tempelan huruf alfabet dengan menggunakan eva Pojok baca yang ditata dengan menarik dan indah tentunya akan menjadikan anak merasa nyaman dan betah berada ditempat tesebut. Hal tersebut ketertarikan anak terhadap aktifitas membaca buku, baik anak membaca buku sendiri maupun anak dibacakan buku oleh orang lain. Pembuatan pojok baca merupakan sebuah sumber belajar yang khusus, tentunya hal tersebut akan menimbulkan kesan yang baik serta rasa cinta terhadap minat baca anak. Minat dapat didefinisikan sebagai rasa senang maupun rasa tidak senang dalam menghadapi suatu Setiap anak mempunyai minat yang berbeda-beda terhadap sesuatu. Menurut skinner pada (Huninairoh, 2. dijelaskan bahwasanya minat akan selalu berkaitan dengan objek yang menarik, objek yang menarik merupakan yang individu tersebut jika seseorang mempunyai minat pada objek tersebut, maka minat tersebut berhubungan lebih dengan objek tersebut, yakni dengan melakukan aktivitas lebih aktif serta positif demi mencapai sesuatu Jiyanti Maya berpendapat pada (Huninairoh, 2. bahwasanya minat baca merupakan sebuah keinginan maupun kecenderungan hati yang tinggi dalam membaca. Minat baca merupakan suatu perhatian khusus yang kuat serta mendalam sisertai dengan perasaan senang kepada kegiatan membaca. Pengaruh Nilai-nilai Estetika Pada Penataan Pojok BacaAHeri Hidayat. Jazilah Nayren sehingga dapat mengarahkan seseorang agar membaca dengan keinginannya sendiri maupun tanpa adanya dorongan dari luar. Pada anak usia dini kemampuan membaca merupakan salah satu bagian dari perkembangan bahasa anak. Dapat diartikan sebagai sybol, maupun gambar kedalam suara yang dikombinasikan dengan sebuah kata-kata. Sebagian anak menyukai sebuah gambar, huruf, serta buku cerita, dimana dari awal perkembangan anak mempunyai keinginan besar dalam membaca. Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan menumbuhkan minat baca anak sebaiknya dilakukan sedini mungkin, bahkan ketika anak belum mampu membaca susunan huruf dalam buku. Menghadirkan pojok baca merupakan salah satu cara yang bisa menumbuhkan minat baca anak, anak-anak tentunya tidak dapat langsung membaca, akan tetapi adanya pojok baca dengan konsep yang unik, menarik, dan estetik, diharapkan dapat menarik minat baca anak untuk gemar Penelitian bahwasanya kebiasaan membaca pada anak banyak sekali manfaatnya, termasuk dapat membantu mengembangkan imajinasi, mengembangkan kecerdasan emosional anak, memberikan kekuatan bagi memori, menghilangkan stres, dan menambah kosa kata anak, sehingga anak akan memiliki masa depan yang mempunyai masa depan yang berkesan serta berwawasan luas. Simpulan dan Saran Dari penelitian yang sudah diteliti, dapat disimpulkan bahwasanya pengaruh nilai-nilai estetika terhadap penataan pojok baca berpengaruh pada minat baca anak, ketika guru pendidikan anak usia dini paham tentang nilai-nilai estetika pada penataan ruangan ataupun pojok baca, pojok baca tersebut akan ditata dengan menarik, unik, dan estetik. Penerapan nilainilai esketika dalam penataan pojok baca pada pendidikan anak usia dini yang dilakukan oleh guru dapat digunakan pada Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 2. Desember 2021 pewarnaan pojok baca, dengan memilih warna yang cerah, memadukan berbagai warna, menghiasi dinding dan gantungan yang sesuai dengan apa yang anak suka, dan juga guru dapat menambahkan alat peraga atau alat edukasi yang menarik pada pojok bacaan, hal tersebut dilakukan agar tertarik untuk membaca, sehingga perlahanlahan minat baca akan tumbuh pada diri Hambatan yang muncul pada pengaruh nilai-nilai estetika terhadap penataan pojok baca terhadap minat baca anak yaitu PAUD yang ada di Indonesia mengadakan pojok baca sehingga sediknya PAUD yang menyediakan pojok baca, pembiayaan, kompetensi guru, serta rasio murid dan guru kurang seimbang. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang didapatkan yaitu Kepada calon-calon guru untuk lebih pentingnya pojok baca. Kepada guru harus memahami tentang pemanfaatan pojok baca Kepada peserta didik harus berperan aktif dalam memanfaatkan pojok baca. Kepada pemerintah, harus memberikan biaya untuk pendidikan anak usia dini, agar PAUD dapat memfasilitasi anak untuk mengembangkan potensinya. DAFTAR PUSTAKA