Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 KEANEKARAGAMAN MUSUH ALAMI ULAT PEMAKAN DAUN KELAPA SAWIT PADA BUNGA PUKUL DELAPAN (Turnera subulat. Muhammad Yusuf Dibisono1. Sulthon Parinduri2. Makhrani Sari Ginting1 . Nurliana1. Roga Oloan Sibagariang2 . Prodi Proteksi Tanaman. Institut Teknologi Sawit Indonesia . Prodi Budidaya Perkebunan. Institut Teknologi Sawit Indonesia *Coresponding Email: myusufdibisono22@gmail. ABSTRAK Pengendalian hayati yang menekankan penggunaan musuh alami seperti parasitoid dan predator merupakan salah satu metode pengendalian hama yang aman namun tetap mendukung perolehan hasil panen yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman musuh alami ulat pemekan daun kelapa sawit (UPDKS) yang terdapat pada bunga pukul delapan sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk penelitian selanjutnya. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2023 di seksi II perkebunan Adolina PT Perkebunan Nusantara IV. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif, pengumpulan data primer melalui survei, data sekunder melalui penggunaan jaring serangga. Pengamatan dilakukan dalam 4 blok, dengan 2 titik pengamatan pada setiap blok yang masing-masing berbentuk persegi panjang berukuran 1 meter kali 5 meter. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks keanekaragaman [H'] 1,19 termasuk dalam kriteria sedang, jenis-jenis serangga serangga yang ditangkap sebanyak 5 ordo dan 15 famili dengan jumlah serangga yang tertangkap sebanyak 327 serangga, dimana jumlah musuh alami ulat pemakan daun kelapa sawit sebanyak 233 predator dan 21 Kata Kunci : Bunga pukul delapan, musuh alami, predator, parasitoid ABSTRACT Biological control which emphasizes the use of natural enemies such as parasitoids and predators is a pest control method that is safe but still supports maximum harvest yields. This research aims to identify the diversity of natural enemies of oil palm leaf eating caterpillars (UPDKS) found in eight o'clock flowers so that they can be used as a source of information for further research. The research was conducted in March 2023 in section II of the Adolina plantation PT Perkebunan Nusantara IV. This research uses descriptive methodology, collecting primary data through surveys, secondary data through the use of insect nets. Observations were carried out in 4 blocks, with 2 observation points in each block, each of which was rectangular measuring 1 meter by 5 meters. The results of the research show that the diversity index value [H'] 1. 19 is included in the medium criteria, the types of insects caught were 5 orders and 15 families with the number of insects caught being 327 insects, where the number of natural enemies of oil palm leaf eating caterpillars was 233 predators and 21 parasitoids. Keywords: Eight o'clock flower, natural enemies, predators, parasitoids Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Turnera subulata. Euphorbia heterophylla. Cassia tora. Borreria alata, dan Elephantopus tomentosus (Susanto et al. Mengingat pengendalian hama tanaman kelapa sawit yang ramah lingkungan terutama kelompok UPDKS, dibutuhkan data dasar mengenai keberadaan musuh alami yang berpotensi sebagai agen pengendali hayati ulat pemakan daun kelapa sawit. Sebagai informasi ilmiah dalam usaha pengendalian hama ulat pemakan daun kelapa sawit yang ramah lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekagaman serangga musuh alami ulat pemakan daun kelapa sawit pada bunga pukul delapan Turnera subulata pada Kebun Adolina PTPN IV. PENDAHULUAN Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat unggul memiliki luas areal terbesar di dunia. Pada tahun 2019 terjadi peningkatan luas areal perkebunan kelapa sawit dan produksi CPO di Indonesia menjadi 14,46 juta hektar dengan produksi sebesar 47,12 juta ton. Selanjutnya pada tahun 2020, terjadi peningkatan luas yang hampir stagnan sebesar 0,90 persen menjadi 14,59 juta hektar. Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 diperkirakan menyebabkan penurunan produksi CPO sebesar 5,01 persen dibanding tahun 2019 menjadi 44,76 juta ton (Badan Pusat Statistik. Hama dan penyakit adalah salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman kelapa sawit, karena dapat menyebabkan kerugian langsung maupun tidak langsung bagi perkebunan kelapa sawit. Keberadaan hama di perkebunan kelapa sawit perlu dkendalikan dengan benar agar produktivitas tidak menurun (Maruli dan Pardamean, 2. Pengendalian pestisida sintetik hingga saat ini masih merupakan teknik pengendalian yang utama. Akan tetapi penggunaan insektisida sintetik yang tidak bijaksana telah menjadi ancaman bagi kelestarian lingkungan. Oleh sebab itu, perlu dicari alternatif pengendalian hama yang bersifat aman namun tetap mendukung dalam pencapaian produksi tanaman yang maksimal. Salah satu komponen pengendalian dalam konsep pengendalian hama terpadu (PHT) yang dapat memperkuat ekosistem adalah dengan pengendalian biologi menggunakan agensi hayati seperti parasitoid dan predator (Nasution, 2. Untuk memperbanyak parasitoid dan predator di perkebunan kelapa sawit dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mengurangi penggunaan insektisida yang dapat membunuh musuh alami serta menyediakan makan bagi imago parasitoid. Imago parasitoid tersebut memperoleh makanan dari madu . ektar yang dihasilkan oleh berbagai macam tumbuha. Makanan . bagi parasitoid atau musuh alami lainnya banyak tersedia pada tanaman berbunga seperti Turnera subulata. Antigonon METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret Ae April 2023 Blok 20 D. Blok 20 L, 21 V, 21 W Afdeling II kebun Adolina PT Perkebunan Nusantara IV. Kabupaten Serdang Bedagai. Provinsi Sumatera Utara. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Bunga Pukul Delapan Turnera subulata yang memiliki umur A 3 tahun, alkohol 70%, dan Serangga yang tertangkap. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu. Botol Vial 10 ml. Kamera. Pinset. Bambu. Tali plastik. Pisau. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu melakukan survei data primer dan pengambilan data sekunder serta melakukan pengamatan langsung terhadap serangga pada bunga pukul delapan Turnera subulata dengan menggunakan Sweep Net . nsecting ne. Data sekunder yang dibutuhkan yaitu sejarah kebun, luas areal kebun, tahun tanam, dan SPH . erapatan Data primer yaitu pemberian informasi inventarisasi serangga berdasarkan fungsinya, potensi keberadaan musuh alami terhadap UPDKS, perbandingan serangga musuh alami dengan serangga hama, dan populasi keanekaragaman serangga. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Apidae. Pentatomidae. Cetoniidae. Braconidae. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit kebun Adolina PT Perkebunan Nusantara IV, serangga yang paling banyak ditemukan pada Bunga pukul delapan Turnera subulata menggunakan Sweep Net adalah ordo Hymenoptera dengan jumlah serangga yang ditemukan sebanyak 178 serangga, dan serangga yang paling sedikit ditemukan adalah ordo Hemiptera dengan jumlah serangga ditemukan sebanyak 10 serangga. HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah Serangga Tertangkap Berdasarkan Ordo Dari hasil penelitian (Tabel . didapatkan bahwa jumlah serangga yang tertangkap adalah 327 serangga dari 5 Ordo yaitu Hymenoptera. Coleoptera. Lepidoptera. Hemiptera, dan Orthoptera. Serangga yang terdapat terdiri dari 15 famili, yaitu Sphecidae,Vespidae. Erebidae. Nymphalidae. Acrididae. Pompilidae. Scarabaeoidea,Cocconelloidea. Curculionidae. Formicidae. Chrysididae. Tabel 1. Jumlah Ordo yang Tertangkap No Ordo Famili Hymenoptera Apidae Chrysididae Formicidae Pompilidae Sphecidae Vespidae Braconidae Coleoptera Scarabaeoidea Coccinelloidea Curculionidae Cetoniidae Lepidoptera Erebidae Nymphalidae Hemiptera Pentatomidae Orthoptera Acrididae Total Spesies Apis dorsata Chrysura austriaca Paraponera clavate Pepsis Formosa Podalonia Vespa affinis Apanteles sp Mimela splendens Coccinella arquata Bantiades rectalis Oxythyrea funesta Amata huebneri Neptis Sappho Piezodorus hybneri Acrida cinerea Data jumlah famili dan serangga yang Hymenoptera ditemukan 7 famili tertangkap dengan jumlah serangga yaitu famili Apidae 24 serangga, famili Chrysididae 9 serangga, famili Total Formicidae 56 serangga, famili Pompilidae 19 serangga, famili Sphecidae 21 serangga, famili Vespidae 28 serangga, famili Braconidae 21 . Gambar 1. Serangga Tertangkap berdasarkan Ordo . Hymenoptera. Famili Vespidae. Spesies Vespa affinis, . Coleoptera. Famili Scarabaeoidea. Spesies Mimela splendens, . Lepidoptera. Famili Nymphalidae. Spesies Neptis sappho, . Hemiptera. Famili Pentatomidae. Spesies Piezodorus hybneri, . Orthoptera. Famili Acrididae. Spesies Acrida cinerea. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Ordo Coleoptera ditemukan 4 famili yaitu famili Scarabaeoidea dengan jumlah serangga tertangkap 16 serangga, famili Coccinelloidea dengan jumlah serangga tertangkap 37 serangga, famili Curculionidae dengan jumlah serangga tertangkap 17 serangga, famili Cetoniidae dengan jumlah serangga tertangkap 8 serangga. Ordo Lepidoptera ditemukan 2 famili tertangkap yaitu famili Erebidae dengan jumlah serangga tertangkap 23 serangga, famili Nymphalidae dengan jumlah serangga tertangkap 25 Ordo Hemiptera ditemukan 1 famili tertangkap yaitu famili Pentatomidae dengan jumlah serangga tertangkap 10 serangga. Ordo Orthoptera ditemukan 1 famili tertangkap yaitu famili Acrididae dengan jumlah serangga tertangkap 13 serangga. Beberapa contoh serangga yang mewakili setiap ordo terdapat pada Gambar 1. Jumlah Kelompok Serangga Musuh Alami (Predator dan Parasitoi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada bunga pukul delapan Turnera subulata menggunakan Sweep Net di kebun Adolina PT Perkebunan Nusantara IV diperoleh total musuh alami sebanyak 254 serangga (Tabel . Tabel 2. Jumlah Musuh Alami Tertangkap No Ordo Hymenoptera Coleoptera Hemiptera Orthoptera Hymenoptera Total Family Apidae Chrysididae Formicidae Pompilidae Sphecidae Vespidae Scarabaeoidea Coccinelloidea Pentatomidae Acrididae Braconidae Spesies Apis dorsata Chrysura austriaca Paraponera clavate Pepsis formosa Podalonia Vespa affinis Mimela splendens Coccinella arquata Piezodorus hybneri Acrida cinerea Apanteles sp Adapun serangga yang tertangkap yaitu dari famili Apidae. Chrysididae. Formicidae. Pompilidae. Vespidae. Scarabaeoidea. Coccinelloidea. Pentatomidae, dan Acrididae diperoleh sebanyak 233 serangga yang berperan sebagai serangga predator yang dapat menekan populasi hama di perkebunan. Diperoleh 1 famili yang berperan sebagai parasitoid yaitu famili Braconidae sebanyak 21 Diperoleh juga serangga yang berperan sebagai polinator, musuh alami, dan predator yaitu famili Vespidae dan Formicidae dengan jumlah spesimen sebanyak 183 spesimen. Serangga musuh alami dapat dijadikan untuk menekan populasi organisme pengganggu tanaman di bawah rata-ratanya (Fauzi et al. Menurut Sopialena . , musuh alami dapat membunuh serangga hama, melemahkan Peran Predator Predator Predator Predator Predator Predator Predator Predator Predator Predator Parasitoid Jumlah serangga hama, mengurangi fase reproduktif, dan dapat mengakibatkan kematian pada serangga hama. Pengendalian menggunakan serangga musuh alami sangat dianjurkan karena sangat ramah lingkungan. Jumlah Dan Jenis Serangga Pada Penangkapan Pagi. Siang. Dan Sore Berdasarkan waktu penangkapan pada 3 waktu yang berbeda yaitu pada Pagi . Siang . Sore . diperoleh data serangga seperti pada Tabel 3. Penangkapan pada waktu pagi hari diperoleh 132 serangga, dengan serangga yang terbanyak tertangkap adalah ordo Coleoptera dengan famili Coccinelloidea yaitu 24 serangga, serangga yang paling sedikit tertangkap adalah ordo Coleoptera dengan famili Cetoniidae yaitu 1 serangga. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Penangkapan siang hari 131 serangga, dengan serangga yang terbanyak tertangkap adalah ordo Hymenoptera dengan famili Formicidae yaitu 24 serangga, serangga yang paling sedikit tertangkap adalah ordo Orthoptera dengan famili Acrididae yaitu 2 Diperoleh data pada waktu penangkapan sore hari yaitu 64 serangga, dengan serangga yang terbanyak tertangkap adalah ordo Hymenoptera dengan famili Formicidae yaitu 18 serangga, serangga yang paling sedikit tertangkap adalah ordo Hymenoptera dengan famili Vespidae yaitu 1 Tabel 3. Jumlah Serangga berdasarkan Waktu No Ordo Hymenoptera Coleoptera Lepidoptera Hemiptera Orthoptera Total Family Spesies Apidae Chrysididae Formicidae Pompilidae Sphecidae Vespidae Braconidae Scarabaeoidea Coccinelloidea Curculionidae Cetoniidae Erebidae Nymphalidae Pentatomidae Acrididae Apis dorsata Chrysura austriaca Paraponera clavate Pepsis formosa Podalonia Vespa affinis Apanteles sp Mimela splendens Coccinella arquata Bantiades rectalis Oxythyrea funesta Amata huebneri Neptis sappho Piezodorus hybneri Acrida cinerea Terlihat pada Tabel 3 bahwa serangga yang paling banyak tertangkap yaitu pada pagi hari . dan pada siang hari . dengan total 263 serangga, hal ini salah satunya dipengaruhi oleh suhu yang sesuai untuk serangga dapat bergerak secara aktif. Hal serupa juga ditunjukkan pada penelitian sebelumnya mengenai populasi kunjungan serangga penyerbuk E. kamerunicus yang dilakukan oleh Dibisono et al. , . bahwa pengaruh suhu terhadap dinamika populasi kunjungan E. kamerunicus pada bunga kelapa sawit dilihat populasi kumbang tertinggi berada pada kisaran suhu 26EE-31EE, hal ini diduga karena pada suhu tersebut. efisien dalam menggunakan energi didalam Menurut Kautsar . , serangga diurnal merupakan serangga yang membutuhkan intensitas cahaya tinggi, sehingga aktif pada siang hari dan tidak aktif pada malam hari. Serangga krepskular adalah serangga yang membutuhkan intensitas cahaya sedang atau saat remang-remang selama peralihan hari yaitu Pagi Jumlah Siang Sore waktu senja dan fajar. Serangga nokturnal merupakan kebalikan dari serangga diurnal yaitu serangga yang membutuhkan intensitas cahaya rendah sehingga aktif pada malam hari dan tidak aktif pada siang hari. Indeks Keanekaragaman Serangga Pada Bunga Pukul Delapan Turnera subulata Hasil Perhitungan indeks keanekaragaman serangga pada bunga pukul delapan Turnera Subulata menggunakan Sweep Net dapat dilihat pada Tabel 4. Berdasarkan tabel diatas bahwa hasil perhitungan indeks keanekaragaman [HA. serangga yang tertangkap pada bunga pukul delapan Turnera subulata yaitu 1. 19 dengan demikian berdasarkan kriteria keanekaragaman jenis adalah 1