J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 1 Maret 2025 Page 192-198 https://ojs. id/index. php/jmebi/ Pengaruh Inklusi Keuangan dan Pengelolaan Keuangan terhadap Kinerja UMKM di Kota Rantepao Glein Puteri Silvandari Benyamin Mongan3 Kaya1,Andryanus Paridy2, 1,2,. Program studi Manajemen. Universitas Kristen Indonesia Paulus,Makassar. Indonesia Submitted: 01-03-2025 |Review 07-03-2025 | Revision 13-03-2025 | Accepted 18-03-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan dan pengelolaan keuangan terhadap kinerja UMKM di Kota Rantepao. Metode penelitian yang digunakan adalah Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan melibatkan 97 UMKM sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, yang berarti semakin tinggi akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal, semakin baik kinerja usaha. Demikian pula, pengelolaan keuangan yang baik juga berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan keberlanjutan usaha. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi UMKM, pemerintah daerah, serta lembaga keuangan dalam meningkatkan akses terhadap layanan keuangan serta memberikan edukasi keuangan yang lebih baik bagi pelaku usaha. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan inklusi keuangan dan peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan guna mendukung daya saing UMKM. Kata kunci: inklusi keuangan, pengelolaan keuangan, kinerja UMKM. PLS-SEM Abstract: This study aims to analyze the effect of financial inclusion and financial management on the performance of MSMEs in Rantepao City. The research method used is Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) involving 97 MSMEs as samples. The results of the study indicate that financial inclusion has a positive and significant effect on MSME performance, which means that the higher the access and utilization of formal financial services, the better the business performance. Likewise, good financial management also contributes significantly to improving business sustainability. These findings provide practical implications for MSMEs, local governments, and financial institutions in increasing access to financial services and providing better financial education for business actors. Therefore, this study recommends strengthening financial inclusion policies and increasing financial management capacity to support MSME competitiveness. Keywords: financial inclusion, financial management. MSME performance. PLS-SEM. gsilvandari@gmail. paridyandryanus@gmail. Bennymongan31@gmail. J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 1 Maret 2025 Pendahuluan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM, sektor ini menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 97% tenaga kerja (Munthe et al. Namun, meskipun memiliki peran yang besar. UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal akses terhadap layanan keuangan formal dan pengelolaan keuangan yang efektif (Hertadiani & Diyan, 2. Inklusi keuangan, yang mencakup akses terhadap layanan keuangan formal seperti perbankan, kredit, dan pembayaran digital, merupakan faktor penting dalam meningkatkan keberlanjutan UMKM. Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat inklusi keuangan di Indonesia telah meningkat, tetapi masih terdapat kesenjangan, terutama di daerah terpencil seperti Rantepao. Hal ini berdampak pada kesulitan akses permodalan, yang menjadi salah satu hambatan utama bagi UMKM dalam mengembangkan usaha mereka (Irmawati et al. , 2. Selain akses keuangan, faktor lain yang memengaruhi kinerja UMKM adalah pengelolaan keuangan. Banyak pelaku UMKM yang masih memiliki literasi keuangan rendah, belum menerapkan pencatatan keuangan yang baik, serta tidak memiliki strategi dalam mengelola modal dan arus kas (Martono & Febriyanti, 2. Keterbatasan ini menyebabkan UMKM sulit dalam mengambil keputusan finansial yang tepat, sehingga berpotensi mengalami stagnasi atau bahkan kegagalan usaha. Kota Rantepao, sebagai salah satu pusat ekonomi di Kabupaten Toraja Utara, memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor UMKM, terutama dalam bidang kuliner, kerajinan tangan, dan pariwisata. Namun, pelaku usaha di daerah ini masih menghadapi tantangan dalam hal akses ke layanan keuangan formal dan kurangnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan dan pengelolaan keuangan terhadap kinerja UMKM di Kota Rantepao serta memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung pertumbuhan sektor ini. TINJAUAN LITERATUR Inklusi keuangan didefinisikan sebagai ketersediaan dan aksesibilitas layanan keuangan formal bagi seluruh lapisan masyarakat (Ahmadi, 2. Menurut Mauliddiyah . , inklusi keuangan memiliki beberapa manfaat, di antaranya ,Meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,Mengurangi ketimpangan ekonomi. Dan Mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa inklusi keuangan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja UMKM, terutama dalam hal kemudahan akses modal, efisiensi transaksi, dan peningkatan skala usaha (Hertadiani & Diyan, 2. Pengelolaan Keuangan dan Kinerja UMKM Pengelolaan keuangan merujuk pada proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian sumber daya keuangan suatu usaha (Martono & Febriyanti, 2. Menurut Lawita et al. , pengelolaan keuangan yang baik membantu UMKM dalam ,Menjaga stabilitas keuangan,Mengoptimalkan penggunaan modal, dan Mengambil keputusan bisnis yang lebih rasional. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa UMKM yang menerapkan pencatatan keuangan yang baik memiliki daya tahan bisnis yang lebih kuat dibandingkan dengan Kaya. Paridy. Mongan. Pengaruh Inklusi Keuangan dan Pengelolaan Keuangan terhadap Kinerja UMKM di Kota Rantepao UMKM yang tidak melakukan pencatatan keuangan secara sistematis (Bahiyu et al. Hipotesis dan Model Konseptual Kerangka pikir pada judul penelitian Sumber: Konsepsi penulis sendiri. Gambar 1. Kerangka Berfikir Hipotesis Penelitian Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: H1: Inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Rantepao. H2: Pengelolaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Rantepao. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menganalisis hubungan antara inklusi keuangan, pengelolaan keuangan, dan kinerja UMKM di Kota Rantepao. Penelitian dilakukan selama dua bulan setelah sidang proposal dengan populasi sebanyak 4009 UMKM yang terdaftar di Dinas Perindustrian. Perdagangan. Koperasi, dan UMKM Kabupaten Toraja Utara. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 97 UMKM sebagai responden penelitian. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada pelaku UMKM di berbagai sektor, seperti kuliner, kerajinan tangan, dan jasa pariwisata. Kuesioner terdiri dari tiga variabel utama, yaitu inklusi keuangan, pengelolaan J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 1 Maret 2025 keuangan, dan kinerja UMKM, dengan skala Likert untuk mengukur persepsi Data sekunder diperoleh dari laporan pemerintah serta penelitian terdahulu terkait inklusi keuangan dan kinerja UMKM. Analisis data dilakukan dengan SmartPLS 4, meliputi uji outer model dan inner Uji outer model dilakukan untuk memastikan validitas dan reliabilitas instrumen, termasuk convergent validity, discriminant validity, dan composite Uji inner model digunakan untuk mengukur hubungan antarvariabel melalui analisis R-Square, f-Square, dan path coefficients. Hipotesis diuji menggunakan nilai tstatistik dan p-value dengan tingkat signifikansi 0,05. Penelitian ini dilakukan di Kota Rantepao karena wilayah ini memiliki potensi ekonomi yang besar namun menghadapi tantangan dalam akses layanan keuangan dan pengelolaan keuangan yang baik. Dengan pendekatan yang digunakan, penelitian ini diharapkan memberikan hasil yang akurat dalam memahami hubungan antara inklusi keuangan, pengelolaan keuangan, dan kinerja UMKM. HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini melibatkan 97 responden yang merupakan pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Rantepao. Karakteristik responden meliputi jenis kelamin, jenis usaha, dan lama usaha. Berdasarkan hasil survei, 52,5% responden adalah laki-laki dan 47,5% perempuan. Jenis usaha yang paling dominan adalah sektor perdagangan . %), diikuti oleh sektor kuliner . %), dan sektor jasa serta industri kreatif . %). Dari segi pengalaman usaha, sebanyak 40% responden telah menjalankan usaha selama lebih dari 5 tahun, 35% memiliki usaha antara 2 hingga 5 tahun, dan 25% baru memulai usaha dalam 2 tahun terakhir. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas UMKM di Rantepao telah memiliki pengalaman usaha yang cukup lama, tetapi masih menghadapi tantangan dalam hal akses keuangan dan pengelolaan keuangan. pendidikan dan pengalaman kerja yang beragam. Uji Statistik Hasil Uji Statistik dan Pengujian Hipotesis Untuk menguji hubungan antara inklusi keuangan, pengelolaan keuangan, dan kinerja UMKM, penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan aplikasi SmartPLS 4. Uji Outer Model Uji outer model bertujuan untuk mengukur validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, yang meliputi convergent validity, discriminant validity, dan composite Convergent Validity: Semua item memiliki nilai outer loading di atas 0,70, yang menunjukkan bahwa indikator dalam model penelitian ini valid. Composite Reliability: Nilai composite reliability untuk semua variabel berada di atas 0,70, yang menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki reliabilitas yang Average Variance Extracted (AVE): Nilai AVE untuk inklusi keuangan . , pengelolaan keuangan . , dan kinerja UMKM . semuanya di atas 0,50, yang berarti model memiliki keakuratan pengukuran yang tinggi. Uji Inner Model (R-Square & f-Squar. Uji R-Square digunakan untuk mengukur kemampuan variabel independen Kaya. Paridy. Mongan. Pengaruh Inklusi Keuangan dan Pengelolaan Keuangan terhadap Kinerja UMKM di Kota Rantepao dalam menjelaskan variabel dependen. Tabel 1. Uji R-Square Variabel Dependen R-Square Kinerja UMKM (Y) 0,578 Nilai R-Square sebesar 0,578 menunjukkan bahwa 57,8% variasi kinerja UMKM dapat dijelaskan oleh inklusi keuangan dan pengelolaan keuangan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Uji f-Square menunjukkan besarnya pengaruh masing-masing variabel independen terhadap kinerja UMKM. Tabel 2. Uji f-Square Hubungan Inklusi Keuangan Ie Kinerja UMKM Pengelolaan Keuangan Ie Kinerja UMKM f-Square 0,239 0,275 Pengaruh Kecil Sedang Sumber: data di olah smart PLS,2025 Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan memiliki pengaruh lebih besar terhadap kinerja UMKM dibandingkan dengan inklusi keuangan. Uji Hipotesis (Path Coefficients & Signifikansi T-Statisti. Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat nilai t-statistik dan p-value. Hipotesis Variabel Inklusi Keuangan Kinerja UMKMIe Pengelolaan Keuangan KinerjaIe UMKM Tabel 3. Uji Hipotesis Path Coefficient T-Statistic 0,108 3,764 0,119 3,681 P-Value 0,000 Kesimpulan Diterima 0,000 Diterima Sumber: data di olah smart PLS,2025 Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa: H1 diterima: Inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM . -value = 0,000 < 0,. H2 diterima: Pengelolaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM . -value = 0,000 < 0,. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat inklusi keuangan, semakin baik kinerja UMKM di Kota Rantepao. Hal ini sejalan dengan penelitian Hertadiani dan Diyan . , yang menyatakan bahwa akses ke layanan keuangan formal memungkinkan UMKM memperoleh modal usaha, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperluas jangkauan pasar. Namun, beberapa pelaku usaha masih J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 1 Maret 2025 mengalami kendala dalam mengakses pinjaman atau kredit usaha dari bank, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih inklusif dari lembaga keuangan. Selain itu, pengelolaan keuangan terbukti memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja UMKM dibandingkan dengan inklusi keuangan. Temuan ini mengonfirmasi penelitian Bahiyu et al. , yang menyatakan bahwa UMKM yang menerapkan pencatatan keuangan yang baik, strategi investasi yang tepat, serta pemisahan keuangan usaha dan pribadi cenderung memiliki kinerja yang lebih baik. Dengan semakin berkembangnya teknologi finansial . UMKM diharapkan dapat lebih optimal dalam memanfaatkan layanan keuangan digital, seperti pembayaran elektronik dan aplikasi pencatatan keuangan, guna meningkatkan efisiensi usaha mereka. Namun, masih terdapat keterbatasan dalam pemahaman dan penggunaan teknologi ini, sehingga diperlukan edukasi keuangan lebih lanjut bagi pelaku UMKM. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa baik inklusi keuangan maupun pengelolaan keuangan memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja UMKM. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan untuk meningkatkan akses ke layanan keuangan serta memperkuat literasi keuangan di kalangan UMKM KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan dan pengelolaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Rantepao. Akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal memungkinkan UMKM untuk memperoleh pendanaan, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperluas pasar. Sementara itu, pengelolaan keuangan yang baik membantu UMKM dalam mengontrol arus kas, menyusun strategi investasi, serta meningkatkan profitabilitas usaha. Hasil penelitian ini memiliki implikasi bagi pelaku UMKM, pemerintah daerah, serta lembaga keuangan dalam meningkatkan akses layanan keuangan dan edukasi finansial bagi pelaku usaha. Pemerintah perlu mendorong kebijakan yang lebih inklusif, seperti penyederhanaan prosedur kredit usaha serta peningkatan literasi keuangan melalui pelatihan bagi UMKM. Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan geografis yang masih terbatas di Kota Rantepao, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasi ke daerah lain. Penelitian selanjutnya dapat memperluas wilayah studi serta mengintegrasikan pendekatan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait faktor-faktor lain yang memengaruhi kinerja UMKM Daftar Pustaka