The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol. No. April 2022, p:38-44 E-ISSN: 2476-972X P-ISSN: 2476-9738 THE RELATIONSHIP OF HUSBAND SUPPORT WITH EXCLUSIVE BREAST FEEDING Puspita Maulina*. Juli Oktalia2. Willa Follona 3 1Praktik mandiri bidan. Jakarta 2,3Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Jakarta i Jl. Melati 2 No. 15 RT 001. RW 009. Jatiwarna. Pondok Melati. Bekasi. Jawa Barat ARTICLE INFORMATION: Article History: Date received : March 2022 Date in revision : March 2022 Dates in Publications : April 2022 Keywords: Exclusive Breastfeeding. Husband's Support ABSTRAK Background: Breastfeeding is not a completely instinctive behavior, and theoretical breastfeeding guidance is not enough, but supportive assistance from health workers, husbands and families is also needed. A mother needs a practitioner's help to confirm the latch position, interpret her baby's behavior and respond to it. Mothers need someone who provides support and confidence, namely husband, successful breastfeeding is a joint effort that requires correct information and strong support to create an environment that allows mothers to breastfeed optimally. Objective: This study aims to determine the relationship of husband's support to exclusive breastfeeding at PMB Enok Siti Mampang Depok. Methods: This study is a quantitative study with a cross sectional design, using primary data with a sample of 147 breastfeeding mothers who have babies aged 624 months. Results: Based on the results of data analysis using the chi-square test with a significance level or p-value <0. 05, it can be concluded that there is a significant relationship between informative, emotional, instrumental support and husband's assessment of exclusive breastfeeding at PMB Enok Siti in 2022. : More and more lactation education not only for mothers but husbands and all the support systems involved. Preparation for breastfeeding should be done prenatally with a And more and more health workers are providing practical assistance to breastfeeding mothers. PENDAHULUANA ASI merupakan cairan hidup yang ideal untuk bayi, aman, bersih dan mengandung antibodi yang membantu melindungi dari banyak penyakit pada anak dari lahir hingga usia dua tahun(WHO, 2. Mempertimbangkan dampak positif menyusui terhadap kesehatan. WHO pun merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan terus menyusui hingga 2 tahun atau Menurut WHO hanya 39% anak dibawah 6 bulan diseluruh dunia yang disusui secara eksklusif. Pemerintah Indonesia merekomendasikan lamanya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Meskipun angka menyusu secara global relatif tinggi, namun hanya 40% dari semua bayi dibawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif dan 45% yang mendapatkan ASI sampai 24 bulan. Meningkatkan praktik menyusui secara optimal sesuai rekomendasi * Author Correspondence Alamat E-mail: bpmpuspitamaulina01@gmail. journal-aipkind. dapat mencegah lebih dari 823. 000 kematian anak 000 kematian ibu setiap tahun. Selain itu tidak menyusui dikaitkan dengan tingkat kecerdasan yang lebih rendah dan mengakibatkan kerugian ekonomi sekitar $ 302 milliar per tahun. Aksi bersama diperlukan untuk mecapai sasaran World Health Assembly (WHA) yaitu minimal 50% pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pada tahun 2025 (Kemenkes RI, 2. Menurut data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) di tahun 2017 menunjukkan secara umum angka ASI eksklusif untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan mencapai 52%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Depok, dari 1000 kelahiran hidup ada 53 kematian bayi usia 0-59 hari di tahun 2021. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI eksklusif turut membantu menurunkan angka kematian pada bayi baru lahir. Untuk itu. Dinas Kesehatan Kota Depok terus meningkatkan cakupan ASI eksklusif melalui seksi kesga dan gizi (Dinkes depok, 2. Berdasarkan profil kesehatan kota depok 2020 diketahui bahwa cakupan IMD di Kota Depok The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol. No. April 2022, p:38-44 E-ISSN: 2476-972X P-ISSN: 2476-9738 mencapai 90,4% akan tetapi cakupan ASI Eksklusif 49%(Dinkes depok, 2. Menurut penelitian Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menyebutkan jika memberikan ASI sampai 2 tahun, dalam arti tidak diberikan susu formula, maka akan menghemat anggaran keluarga minimal Rp 25 juta(Praborini. Indikator keberhasilan menyusui bukan hanya ASI eksklusif saja, akan tetapi ibu tampak rileks dan nyaman saat menyusui, bayi juga terlihat tenang dan rileks, payudara tidak ada terasa sakit juga diperlukan (Indonesia, 2. Menyusui bukanlah perilaku yang sepenuhnya naluriah, dan tidak cukup bimbingan menyusui secara teoritis saja akan tetapi pendampingan secara supportif dari tenaga kesehatan, suami dan keluarga pun Seorang ibu membutuhkan bantuan praktisi untuk memastikan posisi pelekatan, menafsirkan perilaku bayinya dan menanggapinya. Jika ia mengalami kesulitan, ia membutuhkan bantuan terampil untuk mengatasinya. Diatas segalanya, dia membutuhkan seseorang yang memberikan dukungan dan kepercayaan dirinya yaitu suami (Sharp, no dat. Keberhasilan menyusui merupakan upaya bersama yang membutuhkan informasi yang benar dan dukungan kuat untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan ibu dapat menyusui secara optimal. HASIL DA N PEMBAHASAN yang kurang mendapatkan dukungan akan tetapi berhasil memberikan ASI eksklusif sebanyak 13 ibu . ,2%) sisanya kurang mendapatkan dukungan dan tidak ASI eksklusif sebanyak 11 ibu . ,8%). Sedangkan yang mendapatkan dukungan emosional sebanyak 123 ibu. Ibu yang mendapatkan dukungan dan berhasil memberikan ASI eksklusif sebanyak 103 ibu . ,7%), selebihnya sebanyak 20 ibu . ,3%) mendapatkan dukungan akan tetapi tidak berhasil ASI eksklusif. Hasil uji chi-square didapatkan P-value sebesar 0,003 dengan derajat kepercayaan 95%. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan emosional terhadap pemberian ASI eksklusif berdasarkan nilai p-value 0,003 < 0,05. Hasil perhitungan OR (Odds Rati. diperoleh skor 4. 358 yang berarti ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan yang mendapatkan dukungan emosional dari suami berpeluang 4 kali lebih tinggi untuk memberikan ASI secara eksklusif dibandingkan ibu yang tidak mendapatkan dukungan emosional di PMB Enok Siti RM. Keb Mampang Depok. Dari 147 ibu yang memiliki bayi berusia 624 bulan yang kurang mendapat dukungan instrumental dari suami sebanyak 24 ibu. Dari 24 ibu yang kurang mendapatkan dukungan akan tetapi berhasil memberikan ASI eksklusif sebanyak 4 ibu . ,7%) sisanya kurang mendapatkan dukungan dan tidak ASI eksklusif sebanyak 20 ibu . ,3%). Sedangkan Dari hasil penelitian di dapatkan. Dari 147 ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan yang kurang mendapat dukungan informatif dari suami sebanyak 50 ibu. Dari 50 ibu yang kurang mendapatkan dukungan dan berhasil memberikan ASI eksklusif sebanyak 28 ibu . %), sisanya tidak ASI eksklusif sebanyak 22 ibu . %). Sedangkan yang mendapatkan dukungan informatif sebanyak 97 ibu. Ibu yang mendapatkan dukungan dan berhasil memberikan ASI eksklusif sebanyak 88 ibu . ,7%), selebihnya sebanyak 9 ibu. ,3%) mendapatkan dukungan akan tetapi tidak berhasil ASI eksklusif. Hasil uji chi-square didapatkan P-value sebesar 0,000 dengan derajat kepercayaan 95%. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan informatif terhadap pemberian ASI eksklusif berdasarkan nilai p-value 0,000 < 0,05. Hasil perhitungan OR (Odds Rati. diperoleh skor 7. 683 berarti ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan yang mendapatkan dukungan informatif dari suami berpeluang 7 kali lebih tinggi ASI dibandingkan ibu yang tidak mendapatkan dukungan informatif di PMB Enok Siti RM. Keb Mampang Depok. Dari 147 ibu yang memiliki bayi berusia 624 bulan yang kurang mendapat dukungan emosional dari suami sebanyak 24 ibu. Dari 24 ibu journal-aipkind. METODE PENELITIAN Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Sampel responden diambil secara simple random sampling, sesuai dengan tujuan dan jenis penelitian. Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak berusia 6-24 bulan. Dalam penelitian ini jumlah responden The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol. No. April 2022, p:38-44 E-ISSN: 2476-972X P-ISSN: 2476-9738 instrumental sebanyak 123 ibu. Ibu yang mendapatkan dukungan dan berhasil memberikan ASI eksklusif sebanyak 112 ibu . ,1%), selebihnya sebanyak 11 ibu . ,9%) mendapatkan dukungan akan tetapi tidak berhasil ASI eksklusif. Hasil uji chi-square didapatkan P-value sebesar 0,000 dengan derajat kepercayaan 95%. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan instrumental terhadap pemberian ASI eksklusif berdasarkan nilai p-value 0,000 < 0,05. Hasil perhitungan OR (Odds Rati. diperoleh skor 50. 909 yang berarti ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan yang mendapatkan dukungan instrumental dari suami berpeluang 50 kali lebih tinggi untuk memberikan ASI secara eksklusif dibandingkan ibu yang tidak mendapatkan dukungan instrumental di PMB Enok Siti RM. Keb Mampang Depok. Dari 147 ibu yang memiliki bayi berusia 624 bulan yang kurang mendapat dukungan penilaian dari suami sebanyak 39 ibu. Dari 39 ibu yang kurang mendapatkan dukungan dan berhasil memberikan ASI eksklusif sebanyak 23 ibu . %), sisanya tidak ASI eksklusif sebanyak 16 ibu . %). Sedangkan yang mendapatkan dukungan penilaian sebanyak 108 ibu. Ibu yang mendapatkan dukungan dan berhasil memberikan ASI eksklusif sebanyak 93 ibu . ,1%), selebihnya sebanyak 15 ibu . ,9%) mendapatkan dukungan akan tetapi tidak berhasil ASI eksklusif. Hasil uji chi-square didapatkan P-value sebesar 0,001 dengan derajat kepercayaan 95%. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan penilaian terhadap pemberian ASI eksklusif berdasarkan nilai p-value 0,001 > 0,05. Hasil perhitungan OR (Odds Rati. diperoleh skor 4. 313 yang berarti ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan yang mendapatkan dukungan penilaian dari suami berpeluang 4 kali lebih tinggi untuk memberikan ASI secara eksklusif dibandingkan ibu yang tidak mendapatkan dukungan instrumental di PMB Enok Siti RM. Keb Mampang Depok. Peran suami kini sangat berpengaruh dalam kegiatan ibu menyusui, salah satunya suami perlu terlibat dan mencari pengetahuan terkait ilmu menyusui(Oktaviani, 2. Dukungan informatif yaitu memberikan penjelasan tentang situasi dan gejala sesuatu yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi oleh individu Dukungan ini journal-aipkind. mencakup pemberian nasihat, saran, pengetahuan dan informasi serta petunjuk(Rahmawati et al. Dari hasil penelitian sebagian besar ibu yang mendapatkan dukungan informatif dari suami dan memberikan ASI secara eksklusif pada bayi. Dukungan informatif merupakan dukungan yang berhubungan dengan pemberian informasi dan Pemberian dukungan kepada ibu pasca melahirkan adalah salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif (Windari. Dewi and Siswanto, 2. Menurut Hidayah . salah satu hal yang melancarkan pemberian ASI adalah peran suami untuk mencari tahu informasi tentang ASI(Hidayat, 2. Manfaat dari dukungan ini ialah dapat menekan munculnya suatu stressor karena informasi yang diberikan dapat menyumbangkan aksi sugesti yang terkhusus pada Aspek-aspek dalam dukungan ini ialah nasehat, usulan, kritik, saran, petunjuk dan pemberian informasi. Dalam penelitian ini ada hubungan yang bermakna antara dukungan informatif terhadap pemberian ASI. Penyuluhan, bimbingan, konseling pemberian ASI perlu diberikan oleh rumah bersalin/ rumah sakit sebagai bagian dari pelayanan kesehatan untuk ibu dalam perawatan kehamilan dan persalinan(Perinasia, 2. Saat ini kampanye pemberian ASI di Indonesia sama sekali tidak menyentuh para pria yang kenyataannya adalah rekan terdekat ibu, dukungan suami mempunyai Banyak suami yang ingin mendukung, tapi tidak mengetahui caranya dan banyak juga support grup ASI diinisiasi oleh ibu-ibu. Untuk itu perlu edukasi laktasi yang diberikan kepada suami sejak masa kehamilan(Komunitas Ayah ASI, 2. Sejalan dengan penelitian Wahyuningsih responden yang memberikan ASI eksklusif tertinggi adalah ibu yang mendapat dukungan informatif sedangkan 96,8% responden yang tidak mendapat dukungan informatif akan tidak memberikan ASI secara eksklusif (Handayani. Putri and Soemantri. Dukungan emosional adalah tingkah laku yang berhubungan dengan rasa tenang, senang, mencakup perasaan empati, kepedulian dan perhatian(Muhammad, 2. Hal -hal yang dapat dilakukan suami untuk melancarkan proses menyusui menjadi penghibur istri saat menyusui, hal tersebut dapat membuat rileks dan ASI pun menjadi The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol. No. April 2022, p:38-44 E-ISSN: 2476-972X P-ISSN: 2476-9738 lebih lancar. Saat ibu senang hormon prolaktin dan oksitosin yang penting dalam produksi ASI akan bekerja lebih baik. Memberikan pesan singkat berisi kata-kata mesra, kejutan kecil bisa memberikan kebahagiaan pada ibu(Hidayat, 2. Hormon oksitosin yang mengalirkan ASI adalah hormon yang unik karena proses keluarnya dapat dipengaruhi oleh emosi seseorang(Wardani, 2. Terkadang istri bisa menjadi emosional, merasa lelah, lalu ingin berhenti menyusui. Dalam kondisi seperti ini, menjadi pendengar yang baik, memahami kesulitan istri, mengajak istirahat sejenak dan menikmati waktu berdua. Terus meyakinkan bahwa ASI adalah terbaik untuk buah hati adalah dukungan terbaik yang bisa diberikan oleh suami. Dukungan dari sosok suami memang sangat dibutuhkan saat ibu sedang dalam proses menyusui. Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh suami diantaranya mendengarkan keluh kesah ibu, sabar, menyusui(Oktaviani, 2. Proses menyusui secara alamiah memang bekerja di tubuh setiap ibu yang baru melahirkan anaknya, ini adalah proses reproduksi mamalia yang tidak terpisahkan. Ada proses kimiawi yang melibatkan banyak komponen dalam tubuh ibu termasuk kerja organ-organ dan peran hormon dalam sistem pengaturan produksi dan penyaluran ASI. Namun proses alamiah ini tidak bisa bekerja sendiri tanpa lingkungan yang kondusif dan nyaman. Karena tubuh manusia tidak bisa dipisahkan masing-masing organnya untuk bekerja sendiri-sendiri, kita adalah satu kesatuan yang utuh dan tak terpisahkan dengan lingkungan dimana kita berada. Perasaan, emosi dan pemikiran kita juga bisa mempengaruhi proses kimiawi dan kerja organ tubuh kita. Saat seseorang punya keinginan menjadi orang tua, ibu dan suami harus mencari bekal sebanyak-banyaknya diantaranya belajar ilmu ASI dan persiapan lainnya. Pemahaman suami mungkin tidak perlu seahli para konselor, akan tetapi saat dibutuhkan suami siap mendukung dan melindungi proses menyusui dari gangguan yang mungkin Antusiasme, dukungan dan pemahaman suami tentang ASI sangat diharapkan oleh ibu Perjuangan seorang ibu, terutama yang baru pertama kali menyusui akan jauh lebih mudah, menyenangkan dan suskes bila dikawal seorang suami yang sigap dan tahu tentang ASI. Belajar journal-aipkind. tetang ASI sejatinya dimulai dari peduli, mau menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan emosional terhadap pemberian ASI eksklusif. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Riche Mia menunjukkan bahwa peran keluarga yang baik secara bermakna meningkatkan kemungkinan ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi(Riche Mia Destyana, 2. Berdasarkan hasil penelitian sebagian responden 112 ibu mendapatkan dukungan instrumental dari suami dan berhasil menyusui bayinya secara eksklusif. Dukungan instrumental adalah dukungan yang bersifat nyata dan dalam bentuk materi dan waktu yang bertujuan untuk membutuhkan orang lain untuk memenuhinya. Suaminya harus mengetahui jika istri dapat bergantung padanya jika istri memerlukan bantuan. Bantuan mencangkup memberikan bantuan yang nyata dan pelayanan yang diberikan secara langsung bisa membantu seseorang yang membutuhkan. Bentuk dukungan ini juga dapat berupa pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi ibu serta mengurangi stress(Muhammad, 2. Ibu menyusui tidak bisa berjuang sendiri, mengingat adanya perubahan besar dalam hidupnya sebagai ibu baru. Suami dapat membantu untuk menemani ibu bangun malam, membantu memandikan bayi dan lain-lain. Sejalan dengan penelitian Wiwi Wardani bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif kepada bayi(Wardani, 2. Dukungan suami saat menyusui kerap disebut dengan Breastfeeding Father. Breastfeeding Father secara sederhana adalah panduan pola pikir dan Tindakan seorang ayah yang mendukung proses menyusui dari istri . ke anaknya. Pada tahap kontribusi, ia akan dengan sadar memberi dukungan kepada istri, mendengarkan keluhannya dan menghiburnya, menjadi partner yang bersedia mengurangi beban berat seorang ibu yang menyusui, dengan berpartisipasi pada kegiatan yang bisa dilakukannya. Entah menggendong si anak, menyendawakan setelah menyusui, memandikan anak, membuat makanan pendamping ASI, dan lainnya. The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol. No. April 2022, p:38-44 E-ISSN: 2476-972X P-ISSN: 2476-9738 Keterlibatan suami, adanya pasangan di samping istri, yang membantunya mengatasi kelelahan fisik, cenderung membuat istri senang. Apalagi jika suami jadi lebih sering melakukan halhal yang membuat istri senang, dengan cara hubungan mereka. karena koneksi setiap pasangan itu khas. Rasa senang istri, akan berdampak sangat positif pada kelancaran proses menyusui. Dan pada titik ini, kesiapan sepasang suami-istri diuji untuk menjadi orang tua. Ketika seorang laki-laki melewati setiap bagian di atas, ia sudah bertindak. Mungkin ada yang menyadari sejak awal, tapi banyak juga menjalaninya saja tanpa memikirkan how-to-nya. Ada yang menjalaninya dengan baik dari pertama, tak sedikit pula yang catch-up di tengah prosesnya. Both way, jika seorang ayah meyakini di alam pikirannya bahwa menyusui adalah proses yang tidak bisa di-skip dan ASI adalah yang terbaik untuk dan dia memberikan kontribusi nyata dengan caranya(Hidayat, 2. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan Mery bahwa ibu yang mendapatkan dukungan emosional secara maksimal akan berpeluang memberikan ASI eksklusif 3,5 kali daripada ibu yang kurang mendapatkan dukungan dari suami(Ramadani, 2. Berdasarkan hasil penelitian 93 responden . ,1%) yang mendapatkan dukungan penilaian dari suami dapat memberikan ASI eksklusif pada Dukungan penghargaan yaitu dukungan yang terjadi lewat ungkapan hormat atau penghargaan positif untuk orang lain, dorongan maju atau persetujuan dengan gagasan atau perasaan seseorang, dan perbandingan positif antara orang tersebut dengan orang lain yang bertujuan meningkatkan penghargaan diri orang tersebut. Suami bertindak sebagai sebuah bimbingan umpan balik, membimbing, dan menengahi pemecahan masalah, sebagai sumber dan validator identitas anggota suami diantaranya memberikan support, penghargaan, dan perhatian (Muhammad, 2. Dalam penelitian ini suami memberikan dukungan penilaian berupa pujian dan rasa terima kasih pada ibu. Secara sederhana dibutuhkan panduan pola pikir dan tindakan seseorang suami yang mendukung proses menyusui bukan label, julukan yang apalagi pangkat yang bisa dicapai. Dukungan penilaian dari suami untuk istri merupakan hal yang sangat diperlukan. Karena journal-aipkind. suami merupakan benteng pertahanan seorang ibu ASI bayi(Komunitas Ayah ASI, 2. Kegiatan menyusui nampaknya adalah sebuah kegiatan yang hanya membutuhkan kerjasama antara ibu dan bayi. Namun, sebenarnya itu kurang tepat karena dalam proses menyusui dibutuhkan juga lingkungan yang nyaman dan mendukung kegiatan tersebut. Lingkungan tersebut bisa dibentuk dan diupayakan dengan berbagai cara. Tujuannya adalah agar pasangan ibu dan bayi bisa menyusui dan menyusu itu adalah suatu hal yang kodrati bagi kita(Nia Umar, 2. Kontak dengan konselor laktasi merupakan bagian penting untuk mendapatkan edukasi dan dukungan maksimal saat proses menyusui. Anjuran WHO dalam Maonga AR. Mahande MJ. Damian DJ. Msuya SE saat usia kehamilan 28 minggu dan 36 minggu, saat IMD dan saat nifas usia 7 hari, 14 hari, 40 hari(Praborini, 2. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh founder Ayah ASI Rahmat Hidayat bahwa keberhasilan menyusui adalah keberhasilan suami sedangkan kegagalan menyusui adalah kegagagalan suami. Suami tidak perlu seahli konselor akan tetapi siap mendukung saat dibutuhkan(Komunitas Ayah ASI, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan pada 147 ibu yang memiliki bayi dengan rentang usia 6-24 bulan tentang hubungan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif di PMB Enok Siti RM tahun 2022 didapatkan hasil sebagian besar ibu memberikan ASI secara eksklusif untuk anaknya. Proses pengumpulan data dilakukan selama 1 bulan di PMB Enok Siti bersamaan dengan pelayanan imunisasi dan kunjungan rumah. Adanya hubungan yang bermakna antara dukungan informatif terhadap pemberian ASI Pengetahuan terkait ASI disampaikan dari beberapa pertanyaan yang diberikan di kuesioner seperti definisi ASI, manfaat ASI dan tanda kecukupan ASI. Adanya hubungan yang bermakna antara dukungan emosional terhadap pemberian ASI Menghibur dan menjaga perasaan ibu The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol. No. April 2022, p:38-44 E-ISSN: 2476-972X P-ISSN: 2476-9738 termasuk dukungan emosional yang diberikan suami saat membersamai proses menyusui. Adanya hubungan yang bermakna antara dukungan instrumental terhadap pemberian ASI Dukungan yang bersifat nyata yang diberikan suami sangat membantu keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Adanya hubungan yang bermakna antara dukungan penilaian terhadap pemberian ASI Dukungan yang terjadi lewat penghargaan positif terhadap istri pun turut mendukung pemberian ASI eksklusif. UCAPAN TERIMA KASIH