P-ISSN 2581-0308 E-ISSN 2548-3323 Jurnal TRANSFORMATIVE Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020 Lusy Asa Akhrani. Ika Herani. Ibnu Asqori Pohan. Muhammad AAf Alhad Kekacauan Pemilu 2019: Fenomena Firehose of Falsehood dalam Relasi Sikap terhadap HOAX dan Kepercayaan Masyarakat terhadap Komisi Pemilihan Umum Yusa Djuyandi Sikap Politik Pemerintah Desa Jatimukti dalam Mendukung Pengembangan Kewirausahaan Desa Nabil Lintang Pamungkas Penyerahan Agenda Politik Pemerintah: Pengelolaan Kebijakan Smart Kampung Berbasis Society (Studi Kasus: Kabupaten Banyuwang. Muhtar Haboddin Khoirun Nisa La Ode Harjudin. La Husen Zuada Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Sirkulasi Elite Lokal di Bantaeng Simbol Mayoritas di Ruang Publik Masyarakat Plural: Simbolisasi Islam di Kota Tangerang 'Musim Semi' Dinasti Politik Pada Pemilu 2019 di Sulawesi Tenggara JURNAL TRANSFORMATIVE UNIVERSITAS BRAWIJAYA JURNAL TRANSFORMATIVE INDEXED BY KABAR REDAKSI Salam hangat dari Redaksi kepada para pembaca yang budiman. Edisi Jurnal TRANSFORMATIVE kali ini ingin menghadirkan sebuah narasi tentang tata kelola pemerintahan, demokrasi dan multikulturalisme. Dalam hal ini, ada tiga lokus yang akan dibahas, . tata kelola pemerintahan di level desa. Kedua, . tata kelola demokrasi elektoral dan . tata kelola multikulturalisme. Pembahasan tentang tata kelola pemerintahan di level desa masih menyisakan problem institusional dan struktural. Problem institusional dapat dilacak dalam tulisan Yusa Djuyandi yang berujudul Sikap Politik Pemeritah Desa Jatimukti Dalam Mendukung Pengembangan Kewirausahaan. Studi ini ingin mengatakan bahwa problem mendasar dalam pengembangan ekonomi desa adalah faktor institusional dimana pemerintah desa justru sibuk melakukan perombakan aparatur desa sehingga mengabaikan peran strategis dalam pengembangan BUMDes. Sedangkan problem stuktural dalam pengelolaan pemerintahan desa dapat dilacak dari tulisan Nabil Lintang Pamungkas yang berujudul Peyerahan Agenda Politik Pemerintahan: Pengelolaan Kebijakan Smart Kampung Berbasis Society Kabupaten Banyuwangi. Studi ini ingin menyimpulkan bahwa kendala yang dihadapi dalam implementasi inovasi desa adalah Aupartisipasi masyarakatAy untuk terlibat dalam proses penyelenggaraan supaya tidak hanya fokus pada persoalan adiministrasi belaka. Sedangkan pembahasan tentang tata kelola demokrasi masih menyisakan banyak kendala, baik dalam konteks penyelenggaraannya maupun dalam konteks kontestasi. Dalam konteks penyelenggaraan pemilu masih terkendala dengan problem hoax sehingga mempengaruhi kepercayaan terhadap KPU. Hal ini bisa dikonfirmasi dalam tulisan Lusy Asa Akhrani, dkk yang berjudul Kekacauan Pemilu 2019: Fenomena Firehose of Falsehood dalam Relasi Sikap Terhadap Hoax dan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Komisi Pemilihan Umum. Sedangkan dalam konteks kontestasi, demokrasi di Indonesia masih menyisakan problem menguatnya oligarki lokal. Hal ini bisa dilacak dalam tulisan La Ode Harjudin, dkk yang berjudul Musim Semi Dinasti Politik Pada Pemilu 2019 di Sulawesi Tenggara. Studinya tentang politik dinasti mengkonfirmasi kuatnya jejaring oligarki lokal berbasis kekeluargaan. Meskipun begitu, studi Muhtar Haboddin justru berkesimpulan sebaliknya. Dalam tulisannya yang berjudul Sirkulasi Elite Lokal di Bantaeng, ternyata cerita oligarki lokal yang dibangun oleh incumbent dalam pilkada di Bantaeng tidak sepenuhnya kuat. Pada bagian tata kelola multikulturalisme di Indonesia masih menyisakan cerita yang agak bernada minor. Hal ini bisa dikonfirmasi dalam tulisan Khoirun Nisa yang berjudul Simbol Mayoritas di Ruang Publik Masyarakat Plural: Simbolisasi Islam di Kota Tangerang. Studi ini ingin mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kota Tangerang gagal mengelola multikulturalisme. Ditengah masyarakatnya yang plural. Pemerintah Kota Tangerang justru menerapkan simbolisasi identitas Islam di ruang publik. Hal ini menyebabkan adanya ketimpangan kesetaraan bagi kelompok minoritas di ruang publik. Akhir kata, selamat membaca. Tim Redaksi